Kuartal 3-2018, Adira Finance Bukukan Peningkatan Laba Bersih 24%

0
329
Adira Finance saat meluncurkan program di Lebaran. (lensautama.com)

Berempat.com – Adira Finance berhasil mencatat tren positif pada pendapatan laba bersih di kuartal 3-2018. Adira Finance mencatat peningkatan sebesar 24% dibanding periode sama tahun lalu atau sebesar Rp 1,35 triliun. Tumbuhnya laba bersih Adira Finance sejalan dengan membaiknya industri otomotif Tanah Air.

Membaiknya industri otomotif berdampak pada peningkatan pembiayaan baru kendaraan bermotor, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Menurut Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila mengungkapkan bahwa Adira Finance berhasil membukukan pembiayaan baru capai Rp 28,2 triliun. Pembiayaan tersebut naik 19% dibanding periode sama tahun lalu.

“Total piutang pembiayaan yang dikelola pun meningkat 12% menjadi Rp 49,7 triliun,” ujar I Dewa saat berbincang dengan media (29/10).

Lebih rinci I Dewa memaparkan, pembiayaan mobil tumbuh 28% pada kuartal 3-2018 dibanding periode sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut paling besar didapat dari pembiayaan mobil baru naik Rp 4,7 triliun yang naik hingga 34% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Adapun kucuran kredit Adira Finance untuk mobil komersial tumbuh 37%, mobil penumpang naik 22%, sedangkan untuk pembiayaan mobil bekas naik sebesar 20%.

Menurut I Dewa, peningkatan pembiayaan mobil di Adira Finance merupakan dampak dari tumbuhnya penjualan mobil nasional 6,8% hingga kuartal 3-2018. Dewa menyebut bahwa penjualan mobil mencapai 857 unit di 9 bulan pertama 2018.

Sementara untuk pembiayaan kendaraan roda dua, Adira Finance membukukan pertumbuhan hingga 20% dibanding periode sama tahun lalu atau menjadi Rp 10,3 triliun. Pencapain pada segmen sepeda motor ini terbilang bagus mengingat pada tahun-tahun sebelumnya relatif flat. Hingga September 2018, penjualan motor nasional mencapai 4,7 juta unit.

Sementara khusus untuk pembiayaan non-otomotif, Adira Finance berhasil mengucurkan hingga Rp 1,8 triliun. Sementara untuk peningkatan pembiayaan baru yang kokoh ini juga mendorong pertumbuhan pendapatan bunga menjadi Rp 8 triliun atau naik 12%. Sementara dari sisi Non-Performing Loan (NPL), Adira Finance berhasil menekan hingga level 1,95%.

“Sampai akhir tahun 2018, kami optimistis bisa meraih target yang ditetapkan di awal tahun, yakni tumbuh 5-10%. Sejauh ini, kami juga masih yakin meraih pertumbuhan pembiayaan baru hingga 19%,” tandas Dewa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.