PT Pertamina EP Bukukan Pendapatan Rp 9,45 Triliun di Kuartal I

0
355
Pengeboran minyak di laut lepas. (Dok. Jawapos)

Berempat.com – PT Pertamina EP membukukan pendapatan hingga US$ 675 juta atau setara Rp 9,45 triliun (kurs Rp 14.000) pada kuartal I tahun 2018. Pendapatan tersebut diklaim meningkat 115% dibanding periode yang sama tahun lalu. Salah satu faktor meningkatnya pendapatan Pertamina EP yaitu menguatnya harga minyak mentah global.

“Pencapaian pendapatan tersebut lebih tinggi atau 115 persen dari realisasi pendapatan pada periode sama tahun sebelumnya sebesar 586 juta dolar AS,” ungkap Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf di Jakarta, Kamis (24/5).

Selain didorong oleh menguatnya harga minyak mentah saat ini yang mencapai US$ 70-an per barel, Nanag mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi perusahaan pun turut mendorong naiknya pendapatan perusahaan.

Efisiensi yang dimaksud Nanang yaitu seperti menekan biaya produksi. Namun, kendati biaya produksi ditekan, Nanang memastikan pihaknya tetap mengutamakan faktor safety.

“Secara total rata-rata biaya produksi minyak Pertamina EP per Maret 2018 sekitar 15,98 dolar AS per barel, dan untuk gas 1,03 dolar AS per MSCF. Untuk lapangan offshore, salah satunya Lapangan Poleng, biaya produksinya hingga Maret 10,47 dolar AS per barel, sedangkan gas 1,81 dolar AS per MSCF,” terangnya.

Menurut Nanang, rendahnya biaya produksi gas sangat menguntungkan perusahaan mengingat 60% pendapatan perseroan berasal dari produksi gas.

Atas capaian Pertamina di kuartal I ini pun mendorong rasa optimis Nanang terhadap kinerja perusahaan. Ia pun percaya perseroan dapat melampaui target pendapatan 2018 yaitu sebesar US$ 2,7 miliar.

Sementara itu, untuk produksi minyak Pertamina EP hingga 15 Mei 2018 telah mencapai 76.309 barel minyak per hari (BOPD) atau 96% dari target 79.275 BOPD. Dan untuk produksi gas mencapai 1.027 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 104% dari target.

Dan untuk bisa mendorong kenaikan produksi tahun ini, Nanang mengungkapkan bila pihaknya akan mengalokasikan belanja modal US$ 330 juta dan belanja operasi US$ 1,64 miliar.

“Dana itu dialokasikan untuk kegiatan eksplorasi, pengembangan, produksi serta General & Administration,” jelasnya.

Sampai pertengahan Mei 2018, Pertamina EP telah merealisasikan belanja modal sebesar US$ 122 juta dan belanja operasi sebesar US$ 359 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.