Rabu, Mei 13, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 803

Lulusan SMP Raup Miliaran dari Bisnis Panel Listrik

Hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bukan berarti tidak bisa menjadi orang yang sukses. Hal itu telah dibuktikan Suryanya dalam menjalankan usaha penjualan panel listrik yang dirintisnya sejak tahun 2012. Berbekal keuletan dan kerja keras, pria yang akrab disapa Yana ini telah sukses membangun usaha dengan omset hingga Rp 15 miliar per tahun. Seperti apa kisah sukses pengusaha yang pernah menjadi tukang tambal ban, cuci mobil hingga kuli bangunan ini?

Bagi Suryana, kesuksesan yang ia rasakan sekarang ini bukanlah didapat dengan cara yang mudah. Berbagai rintangan dan tantang harus dihadapi pria yang akrab disapa Yana ini untuk menjadi pengusaha sukses seperti sekarang.

Diakui Yana, kesuksesan yang diraihnya tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Karena ia yang hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bisa dibilang mustahil untuk bisa bersaing dengan para sarjana yang saat ini sudah menjadi syarat minimal pendidikan di berbagai kota besar seperti Jakarta.

Namun dengan semangat dan kerja keras, Yana terus menjalani kehidupannya. Berbagai pekerjaan kasar pernah dilakukannya guna untuk mendapatkan penghasilan. Mulai dari menjadi tukang tambal ban, tukang cuci mobil hingga kuli bangunan sudah ia rasakan.

“Saya terlahir dari keluarga yang kekurangan, selain itu latar belakang lingkungan juga menuntut saya untuk membiasakan diri akrab dengan berbagai pekerjaan kasar,” ujar pria berambut cepak ini.

Usaha Panel Listrik

Kerja keras dan keuletan yang dilakukan dalam setiap pekerjaan ternyata menjadi kunci kesuksesan Yana dalam menjalani hidup. Seorang teman yang sangat mengagumi kerja keras dan keuletan Yana mencoba menawarkan kerjasama untuk membangun sebuah usaha pembuatan Panel Listrik.

Yana yang kala itu mendapatkan penjelasan banyak tentang usaha tersebut mengaku tak dapat menolak, bahkan saking antusiasnya dalam menjalankan usaha ini Yana mengakui sampai lupa dari mana ia mendapatkan modal untuk membangun usaha sebesar Rp 20 juta.

Tekad yang bulat ditambah keinginannya memiliki usaha sendiri membuat Yana berusaha untuk mencari modal usaha, mulai dari mengumpulkan uang tabungan hingga meminjam kepada orang-orang yang dikenalnya. “Setelah meminjam dan mengumpulkan semua tabungan akhirnya terkumpul Rp 20 juta yang digunakan untuk sewa tempat dan juga membeli peralatan dan bahan pendukung usaha,” tuturnya.

Jatuh Bangun

Karena belum memiliki banyak pengalaman dalam menjalankan usaha, Yana mengaku banyak sekali permasalahan yang harus dihadapinya. Seperti misalnya dalam mendapatkan bahan baku yang harus dibeli secara kontan, sehingga Yana harus bisa memperhitungkan biaya yang dikeluarkannya.

Selain itu, karena usaha yang ia jalankan terhitung masih baru banyak konsumen yang ragu dalam menggunakan produk panel listrik yang ia buat. Sehingga ia harus benar-benar bisa meyakinkan para konsumen tentang kualitas produk dan profesionalisme para pekerjanya dalam menjalankan usaha ini.

Pengalaman pahit juga pernah dirasakan Yana pada awal menjalankan usahanya. Ketika itu Yana yang baru menjalankan usaha ini beberapa bulan mendapatkan pesanan panel listrik dari luar daerah dalam jumlah yang besar dengan total transaksi mencapai ratusan juta rupiah. Namun setelah panel dibuat dan siap untuk dikirimkan, konsumen tidak mau membayar panel listrik pesanannya karena berbagai hal.

“Panel yang sudah terlanjur dibuat dengan biaya yang besar akhirnya tidak dibayar, bahkan saya sampai memohon untuk membayar modalnya saja mereka tidak mau bayar,” ujar Yana.

Belajar dari pengalaman itu, Yana mulai memperbaiki sistem pemesan yang dilakukan, mempersiapkan berbagai perjanjian atau kontrak usaha dan mempelajari calon konsumen lebih mendalam agar hal serupa tidak terjadi lagi dikemudikan hari.

“Akhirnya saya saat ini membuat sistem pembayaran uang muka dan sistem pelunasan pembayaran sebelum barang dikirim kepada konsumen,” tambahnya.

Panel Listrik

Dalam menjalankan usaha Panel Listriknya, Yana mengaku menyediakan hampir semua jenis dan jasa yang berhubungan dengan listrik. Mulai dari pembuatan panel-panel listrik, baik panel star delta, panel distribusi, panel control, panel switchgear dan banyak lainnya.

Untuk harga, Yana mengaku memberikan harga yang dapat dijangkau pasar dan relatif murah. Walau murah Yana memberikan jaminan jika bahan baku yang digunakan untuk membuat panel merupakan bahan-bahan berkualitas tinggi. Harga panel listrik yang ditawarkan mulai dari Rp 400 juta hingga Rp 1,5 Miliar.

Diluar murah dan berkualitas, yang menjadikan usaha panel listrik yang dijalankan Yana banyak diminati konsumen adalah menjadikan pelayanan terbaik kepada konsumen sebagai prioritas utama. Dengan menganggap konsumen adalah Raja, Yana mengaku akan mencoba memberikan pelayanan secara profesional kepada para konsumen.

Walaupun baru berjalan sekitar dua tahun, namun dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, membuat perusahaan dengan nama PT. Multi Elektrik Sejahtrindo ini terus berkembang. Konsumen terus berdatangan bukan hanya dari perusahaan dengan skala kecil melainkan juga perusahaan dengan skala besar menjadi konsumennya.

Yana yang tadinya hanya seorang pekerja kasar yang mengandalkan tenaga dalam setiap pekerjaannya kini telah memiliki 30 orang karyawan yang membantu dalam membangun usaha. Selain itu, omset yang didapat juga tidak sembarangan yaitu Rp 15 Miliar dalam setahun dengan keuntungan bersih sekitar 30%.

Tentukan Segmentasi Pasar Agar Bisnis Lepas Landas

Suvenir pernikahan adalah hadiah kecil yang diberikan kepada para tamu undangan sebagai wujud ucapan terima kasih dari pasangan pengantin dan keluarganya. Bahkan pemberian suvenir sudah menjadi tradisi wajib di setiap pernikahan, baik itu di kalangan masyarakat bawah maupun pernikahan kelas atas. Oleh sebab itu, prospek usaha yang berkaitan dengan penyediaan suvenir pernikahan tetap cerah, meskipun saat ini sudah banyak pelaku usahanya.

Tak hanya berkembang pesat di kota-kota besar hingga daerah-daerah. Namun walau demikian ada selera tersendiri untuk setiap kalangan. Selera konsumen kelas menengah bawah saat ini masih menyukai suvenir pernikahan yang dibuat massal seperti gantungan kunci, kipas, tempat tusuk gigi, dompet, dan lainnya. Sedangkan konsumen kelas menengah atas lebih menyukai suvenir pernikahan yang bisa digunakan  lagi, dan pastinya yang tidak pasaran serta bersifat eksklusif, lilin aromaterapi, dompet, buku agenda, hingga pernik rumah tangga.

Bagi yang akan terjun ke bisnis ini, hal pertama yang harus dimiliki calon pengusaha adalah ide kreatif dan berani mengekplorasi ide ke dalam bentuk apapun. Karena bisnis suvenir ini banyak menyisipkan unsur seni ke dalam sebuah produk. Selain itu penentuan segmen pasar yang akan dituju harus pas. Karena dengan segmen pasar yang sesuai maka produk yang dibuat akan sesuai dengan selera pasar. Untuk menyiasati kejenuhan pasar setiap musim pernikahan sebaiknya mengeluarkan desain terbaru dan harus berani tampil beda dari yang lain namun harus memiliki ciri khas sendiri.

Mengenai persaingan usaha sendiri,selain datang dari pelaku usaha sejenis lainnya, persaingan yang  paling kental terlihat adalah gempuran pernak pernik suvenir impor, khususnya dari China. Selain memiliki desain yang beragam, aksesori suvenir dari China juga dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang produk handmade. Dalam mengatasi persaingan tersebut, produsen suvenir lokal harus bisa menonjolkan kelebihan dari sentuhan kreasi produk suvenir yang dibuat dari bahan baku di alam sekitar, sehingga harga jualnya juga bisa bersaing  dengan produk impor.

Modal Rp 250 Ribu Kini Punya 150 Mitra

0

Dunia fesyen memang gak ada matinya, apalagi bagi mereka yang terus berkreasi dengan berbagai desain dalam produk yang ditawarkan. Seperti yang dilakukan Rifani dan Rosyi Nurrosyidah dalam membangun usaha kaos anak Nuqtoh. Walau berawal dari sebuah usaha sampingan yang dilakukan Rifani saat masih bekerja di salah satu perusahaan desain fesyen di tahun 2013, namun dengan keuletan dan terus berkreasi dalam desain membuat kaos anak Nuqtoh mendapatkan respons positif dari konsumen.

Hasilnya, dengan modal yang tidak terlalu besar tepatnya pada 2015, Rifani mulai serius dan fokus pada usaha yang dijalankan. “Saya mulai memfokuskan pada usaha ini sejak bulan September 2015 lalu ,” ungkapnya.

Bertemakan Islam

Dengan background pendidikan Bahasa Arab, Rifani lebih memilih untuk membuat berbagai desain kaos anak bertemakan Islam. Selain itu, pesaing yang masih jarang di kaos anak muslimah dan pasar yang besar karena sebagai pendudukan Indonesia adalah muslim menjadi salah satu alasan.

Dari yang awalnya hanya mengeluarkan 3 desain kaos anak, kini Nuqtoh sudah memiliki puluhan desain kaos yang ditawarkan. Mulai dari desain yang menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa Arab, desain gambar anak-anak menggunakan hijab hingga desain edukasi yang mengajarkan anak tentang Islam.

Ada beberapa ciri khas kaos anak Nuqtoh dibandingkan dengan produk sejenis di pasaran. Mulai dari desain yang kaya warna, tidak menggunakan tag merek atau ukuran pada leher dengan alasan ada anak yang kulitnya agak sensitif, sehingga menimbulkan iritasi ringan seperti gatal atau kulit memerah, menggunakan sablon berbasis air (waterbase) yang sudah mendapat sertifikat eco sulotion yang elastis dan tidak luntur, hingga menggunakan teknik jahit kumis dan rantai pada pundak agar lebih kuat dan cocok buat kaos model anak sehingga membuat produk kaos Nuqtoh terlihat lebih classy.

Harga kaos Nuqtoh bervariasi tergantung ukuran dan jenis kaos (lengan pendek/lengan panjang). Untuk lengan pendek mulai dari Rp 69 ribu hingga Rp 89 ribu, lengan panjang mulai dari Rp 69 ribu – Rp 99 ribu.

Selain kaos, Nuqtoh juga mengeluarkan produk jumper untuk bayi dengan desain islami. Untuk jumper lengan pendek di jual dengan harga Rp 59 ribu dan lengan panjang Rp 69 ribu. “Untuk produk jumper baru kita pasarkan 1,5 tahun lalu dan produk ini mendapatkan respons yang bagus dari konsumen,” tambahnya.

Walau masih berumur 6 bulan, namun Rifani mengaku permintaan kaos anak buatannya terus meningkat. Paling tidak setiap bulannya 500 sampai 700 pcs kaos dari berbagai jenis terjual. Permintaan juga mulai meningkat menjelang hari Idul Fitri, walaupun masih kurang beberapa bulan namun permintaan untuk bulan Maret-April ini sudah lebih dari 1200 pcs.

Free Ongkir Seluruh Indonesia.

Dalam mengembangkan usahanya, Rifani membuka kesempatan kerjasama. Ada beberapa konsep kerjasama yang ditawarkan, tentunya dengan investasi yang berbeda. Mulai dari Member dengan investasi Rp 250 ribu dengan diskon 10%, Reseller dengan pembelian awal Rp 500 ribu akan mendapatkan diskon 20%, Agen dengan investasi Rp 3 juta dengan diskon 30% dan untuk distributor dengan investasi Rp 7,5 juta dengan potongan harga 40%. Dalam kerjasama ini Mitra bebas memilih produk yang diinginkan, namun biasanya dengan persentasi 70% kaos anak dan 30% jumper.

Ada yang menarik dengan kerjasama kaos anak Nuqtoh, agar harga jual Mitra sama dengan harga jual pusat, maka Rifani membebaskan ongkos kirim pada para Mitranya ke seluruh Indonesia. “Untuk pengambilan berikutnya juga akan kita berikan free ongkir dengan besaran pengambilan yang sudah ditentukan seperti pengambilan Rp 3 juta untuk distributor,” ujar Rifani.

Bicara mengenai balik modal, Rifani tidak bisa memberikan target yang pasti. Karena hampir semua Mitra usahanya tidak hanya menjual produk Nuqtoh melainkan berbagai produk fesyen dari produsen lainnya. Tapi paling tidak dari pengalaman yang ada Mitra akan mengambil atau membeli produknya kembali pada bulan kedua.

Walau hanya memanfaatkan media online sebagai pemasaran namun dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan, permintaan produk kaos anak Nuqtoh terus meningkat. Bukan hanya dari dalam negeri dengan jumlah Mitra yang sudah mencapai 150an Mitra yang tersebar di seluruh Indonesia. Permintaan juga sudah datang dari Singapura untuk produk jumper bayi. “Untuk Jumper sudah ada yang memesan dari Singapura,” ungkapnya.

 

Harga Naik Rp 100 Jutaan, Apartemen LRT di Sentul Terjual 900 Unit

0

Apartemen berbasis kereta ringan atau LRT di Sentul, Bogor, Royal Sentul Park telah menarik 900 calon penghuni yang apartemen yang berada di kawasan mixed-use seluas 14,8 Ha berkonsep TOD itu, Apartemen yang dikembangkan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. melalui anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti (ACP) menjadi menarik karena berada tak jauh dari Jakarta. Apalagi dengan moda transportasi LRT Sentul Jakarta memudahkan aktivitas warganya.

Annisa Rizky Fadlillah, Project Marketing Manager Royal Sentul Park, mengatakan, masyarakat sangat meminati Royal Sentul Park karena memiliki banyak keunggulan. Akan ada banyak sarana yang akan beroperasi di surrounding kawasan ini, seperti Aeon Mall, toko furnishing Ikea, jalur tol lingkar luar Bogor (BORR) sehingga akan ada banyak katalis yang akan membuat properti di sini berkembang pesat.

Terkait perkembangan Sentul sebagai sebuah kawasan yang prospektif dan potensial bisa kita lihat dari riset Leads Property yang menyebut pertumbuhan harga apartemen di Sentul akan terus naik berkisar 10-12 persen hingga tahun 2021 mendatang. Riset itu juga menyebut, keberadaan sarana transportasi LRT yang akan beroperasi dua tahun mendatang akan membuat rata-rata harga apartemen di wilayah ini dari Rp17 jutaan/m2 saat ini menjadi Rp20 juta-Rp23 juta/m2.

Harga unit Royal Sentul Park saat dipasarkan pertama kali pada pertengahan tahun 2017 untuk tipe studio (22 m2) sebesar Rp299 juta dan harga saat ini mencapai Rp407 juta. Naik Rp100 jutaan dalam tempo dua tahun dan tren ini akan terus berkembang seiring terus berjalannya progres pembangunan di Kawasan.

“Makanya tidak berlebihan kalau sekarang pertumbuhan itu adanya di daerah penyangga dan khusus di sini gambarannya seperti pertumbuhan Serpong pada masanya. Untuk tingkat kenaikannya juga bisa dibandingkan karena di sini pengembangannya dari awal sehingga sangat wajar kalau tren kenaikannya juga lebih progresif dan akan terus bertumbuh dengan pengembangan sebuah kawasan kota baru yang lengkap,” tambahnya.

Royal Sentul Park saat ini tengah membangun tower pertama 34 lantai (1.626 unit) dan fasilitas komersial Mal The Boutique Walk (B-Walk). Tower pertamanya akan melaksanakan tutup atap (topping off) pada 17 Agustus 2019 bersamaan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia. Sebelumnya, beberapa fasilitas komersial juga telah beroperasi seperti pusat kuliner Padi Emas maupun Taman Kupu-kupu yang telah menjadi destinasi baru khususnya untuk masyarakat Bogor.

Mal tahap pertama ditargetkan beroperasi pada awal tahun depan, sementara unit apartemen diserahterimakan (hand over) pada Juni 2020. Selanjutnya, kawasan ini akan dipenuhi oleh 9 tower apartemen, Royal Boutique Hotel (bintang tiga), lifestyle mall, office, rumah sakit dan universitas.

.

Dari Hobi, Kini Jual Bibit dan Paket Media Tanam Hidroponik Ke Seluruh Indonesia

0

Terbatasnya lahan terutama di perkotaan membuat pertanian hidroponik (menggunakan media tanam air) menjadi pilihan. Karena itu tidak heran bila beberapa tahun terakhir pertanian hidroponik banyak dilirik masyarakat untuk menyalurkan hobi mereka dan juga untuk memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari.

Selain itu, dengan mengandalkan pertanian hidroponik masyarakat akan mendapatkan keuntungan tambahan karena di pasaran harga sayur hidroponik 4-5 kali lebih mahal dibandingkan dengan sayuran yang ada di pasaran.

Peluang besar di pertanian hidroponik coba dilirik Yulia Karly dengan terjun ke bisnis penjualan bibit dan perlengkapan hidroponik sejak 1,5 tahun yang lalu. Di ungkapkan Yulia, pilihannya terjun ke usaha hidroponik tidak disangka sebelumnya. Yulia yang menyukai dunia hidroponik karena hobi dan untuk memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari mulai melirik usaha ini karena permintaan pasar yang besar.

“Saya menaman hidroponik di rumah sejak 3 tahun lalu, dan baru aktif berjualan sejak 1,5 tahun lalu dengan nama Hidroponikku,” ungkap wanita yang pernah bekerja di perusahaan aksesori kendaraan ini.

Karena berawal dari hobi, modal yang dikeluarkan Yulia hampir tidak ada. Ia hanya memanfaatkan pengetahuannya bercocok tanam hidroponik dan beberapa kenalan yang membuat berbagai perlengkapan hidroponik berkualitas.

“Modal saya hampir tidak ada, paling pelatihan hidroponik yang saya ikuti dulu sebesar Rp 500 ribu di Bandung, Jawa Barat,” ujarnya.

Walau merupakan usaha pertama, namun Yulia mengaku ini adalah usaha  yang pas untuk dirinya. Selain karena hobi, permintaan yang besar membuat Yulia semakin yakin dengan usaha yang dijalankan.

Benih dan Peralatan

Jika awalnya Yulia hanya memanfaatkan hasil hidroponik untuk keperluan masak sehari-hari dan juga permintaan orang terdekat, namun dengan semakin banyaknya pesanan Yulia terus melengkapi produk yang ditawarkan. Mulai dari benih hingga paket peralatan hidroponik disiapkan Rumah Hidroponikku untuk para pencinta hidroponik.

Walaupun produk yang ditawarkan adalah produk impor namun Yulia tidak memberikan harga mahal pada konsumen. Seperti misalnya untuk benih sayur, dan buah dijual dengan harga Rp 3rb/sachet, benih bunga dan tanaman herbal Rp 5 ribu/sachet dan untuk benih cabai hias serta sayuran unik Rp 10 ribu/sachet. “Semua jenis sayuran yang familiar kita siapkan mulai dari kangkung, bayam, tomat, sawi, buncis dan lain-lain,” ungkapnya.

Pada paket stater kit ini konsumen akan mendapatkan sekitar 15 macam sayuran lengkap dengan peralatan bercocok tanam hidroponik yang dibutuhkan. Untuk paket staterkit 8 lubang ditawarkan dengan harga Rp 85 ribu, 10 lubang tanam Rp  95 ribu, 12 lubang tanam Rp 110 ribu, starter kit reguler Rp 75 ribu starter kit mini Rp 65 ribu dan starter kit cabe hias Rp 95 ribu.

Selain itu juga ditawarkan starterkit dengan lebih banyak lubang tanam berbentuk rak yang terbuat dari susunan paralon. Media tanam tersebut bisa dibuat sendiri atau juga bisa membeli media jadi dengan harga yang terjangkau tergantung jumlah lubang. Seperti contoh untuk stater kit NFT 54 lubang sekitar Rp 2,5 juta, 34 lubang sekitar Rp 1,3 juta dan lain sebagainya. Sama seperti tanaman sayur pada umumnya, untuk masa tanam sayur hidroponik sendiri sekitar 1 bulan.

Kepuasan Pelanggan

Walau menjual dengan harga murah, namun Yulia tidak mengurangi kualitas produk yang ditawarkan. Hal tersebut tidak lepas dari prinsip usaha menjaga kepuasan pelanggan yang selalu ia pegang teguh selama 1,5 tahun menjalankan usahanya.

Dengan keuletan dan berbagai kelebihan tidak heran bila dalam satu hari paling tidak Yulia bisa mengirimkan 25 pesanan ke konsumen dengan omset sekitar Rp 2,5 juta atau sekitar Rp 75 juta. Kini untuk menjalankan usahanya Yulia dibantu oleh 4 orang karyawan yang bekerja di bidangnya masing-masing.

Menjaga kepuasan pelanggan bisa dibilang sangat di pegang teguh oleh Yulia, bahkan hingga rela mengalami kerugian demi untuk memberikan kepercayaan dan kepuasan para konsumennya. Pernah satu hari kiriman barang pesanan konsumen tidak sampai ke tangan konsumen, dan Yulia langsung mengirimkan lagi barang yang telah dikirimnya.

“Pernah barang tidak sampai dan saya langsung kirim ulang dengan menggunakan paket kilat, dan konsumen tidak harus mengganti biayanya,” jelas Yulia.

 

Penghemat BBM dan Listrik Paling Banyak Diminati

0

Di tengah kondisi yang serba sulit akibat kurs rupiah yang kian anjlok seperti sekarang ini, banyak masyarakat yang mulai berpikir untuk melakukan penghematan di segala bidang. Salah satu cara yang banyak dilakukan masyarakat adalah dengan menggunakan peralatan hemat energi, mulai dari lampu hemat energi, penghemat BBM, penghemat listrik, penghemat gas, penghemat air, popok cuci ulang, sabun curah, hingga menciptakan energi alternatif lewat solar cell.

Tak heran bila pelaku usaha barang-barang hemat energi semakin menjamur lantaran prospeknya akan terus berkibar seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berhemat. Meski begitu bagi Anda yang tertarik menggeluti usaha produk penghemat harus jeli melihat produk penghemat mana yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat dan pangsa pasarnya luas serta mudah memasarkannya.

Dari sekian banyak produk penghemat yang beredar di masyarakat, penghemat BBM dan penghemat listrik merupakan produk penghemat yang paling banyak dicari masyarakat. Sudah menjadi rahasia umum kalau BBM dan listrik merupakan sumber energi yang banyak dikonsumsi masrayakat mulai dari kalangan menengah ke bawah hingga menangah ke atas. Terlebih ditengah isu kenaikan BBM dan TDL (Tarif Dasar Listrik) membuat produk penghemat BBM dan listrik banyak diburu masyarakat.

Hal tersebut tentu membuat pangsa pasar produk penghemat BBM dan listrik menjadi semakin luas. Bahkan tidak sedikit pelaku usahanya yang melebarkan sayap dengan membuka kerjasama keagenan. Apalagi jika produk yang ditawarkan mudah digunakan serta terbukti mampu menghemat, sudah pasti produk tersebut akan laris di pasaran. Meski begitu tidak mudah bagi pelaku usaha produk penghemat dalam memasarkannya.

Pasalnya masih banyak masyarakat yang tidak mengerti atau takut menggunakan produk penghemat. Maka pelaku usaha produk penghemat wajib memberikan edukasi dan product knowledge pada pelanggan tentang cara kerja dan kelebihan produk penghemat tersebut. Dengan begitu masyarakat tidak akan ragu untuk menggunakan produk penghemat yang ditawarkan.

Oleh:

Yoyok Indroyatmo, Pengamat Kewirausahaan

 

Kualitas Produk dan Layanan Jadi Value Added Menangkan Persaingan

0

Jika diperhatikan dunia usaha tanah air tengah terjadi fenomena semakin banyaknya jumlah wanita yang terjun ke dunia usaha, bahkan tidak sedikit yang mereguk kesuksesan. Namun fenomena tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang aneh, pasalnya ada banyak alasan bagi perempuan untuk menjadi seorang wirausaha. Mulai dari jam kerja yang fleksibel, menjadi bos untuk diri sendiri, kebebasan berkreasi, namun tetap memiliki banyak waktu berkumpul dengan keluarga menjadi beberapa alasan bagi perempuan memilih menjadi wirausaha.

Bukan rahasia lagi kalau kendala bagi seorang wanita khususnya ibu rumah tangga dalam menjalankan usaha adalah sulit membagi waktu antara mengerjakan pekerjaan rumah dengan mengembangkan usaha. Akibatnya banyak yang tertekan dan menjadi tidak fokus dalam menjalankan usahanya. Solusinya adalah dengan manajemen waktu dan manajemen komunikasi baik dengan keluarga maupun karyawan agar tercipta agar sistem yang dapat berjalan dengan seimbang, efektif, efisien dan menguntungkan tanpa harus selalu bentrok.

Dalam dunia usaha pasti terdapat persaingan yang tidak hanya sesama womenpreneur tetapi juga dengan pengusaha laki-laki tidak bisa dihindari. Maka perlu strategi khusus untuk memenangi persaingan yaitu dengan melakukan inovasi meningkatkan kualitas produk dan layanan sehingga menjadi value added dibanding pesaing lainnya. Selain itu perlu melakukan promosi yang tepat, perluasan pasar serta evaluasi agar lebih baik lagi.

Berikut ini kunci sukses untuk wanita dalam membangun usahanya:

  1. Jangan Pernah Berhenti Berusaha. Mengejar peluang usaha memang tidak sederhana dan melelahkan. Karena sukses tidak datang seketika. Supaya bisa sukses seorang woman preneur harus ngotot mempertahankan keyakinan, tidak perlu berkecil hati dan putus asa. Terus melebarkan jaringan dan sumber daya agar bisa membuat usaha semakin dikenal dan dicari orang.
  2. Menjalankan Bisnis secara Konsisten dan Tekun. Seorang woman preneur harus memiliki motivasi yang kuat dan pantang menyerah/tidak tergoyahkan. Tanpa motivasi yang kuat, akan mudah patah semangat selama menjalankan bisnisnya.
  3. Bersosialisasi Melalui Media. Saat ini dengan adanya sosial media yang sangat popular yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi para wanita khususnya yang sudah memiliki usaha, menjadi media yang sangat penting bagi strategi pemasaran bisnisnya.
  4. Memanfaatkan Media Komunitas atau Jejaring. Sebagai woman preneur, dukungan dari berbagai pihak menjadi sangat penting dan salah satunya jaringan bisnis seperti komunitas bisnis. Teman-teman di dalam komunitas bisa menjadi mesin yang dapat dimanfaatkan dengan prinsip saling menguntungkan.

Komunitas online seperti group FB, WA, dan madia sosial lainnya dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sering berkumpul dengan teman, rekan, kenalan merupakan tips usaha sukses. Arisan, makan siang, kumpul keluarga, merupakan acara sosial yang bermanfaat.

Dengan tips dasar yang sederhana diatas, setidaknya womanpreneur bisa tahu bagaimana usaha kecil bisa sukses walaupun hanya dengan modal kecil.

 

Oleh:

Wury Hapsari, Ketua Womenpreneur Community Bekasi

Mom n Jo, Pelopor Perawatan Ibu dan Bayi di Indonesia

Sulitnya mendapatkan tempat perawatan untuk ibu hamil dan bayi untuk menjaga kesehatan dan juga pertumbuhan bayi di dalam negeri, membuat Fifi Lim harus mencarinya hingga ke negara tetangga Singapura. Hal itu menginspirasi wanita yang akrab disapa Fifi ini untuk membuka usaha sejenis di Tanah Air.

Disadari Fifi, karena usaha ini berhubungan dengan ibu dan bayi yang memiliki sensitivitas yang tinggi, maka untuk melakukan treatment yang aman, ia memutuskan belajar massage selama kurang lebih dua tahun di Singapura. “Setelah saya bisa akhirnya saya putuskan untuk membuka usaha ini di Tanah Air dan membawa trainer dari Singapura,” jelasnya.

Keinginan Fifi untuk menjalankan usaha perawatan ibu dan bayi baru bisa terlaksana pada tahun 2006. Dengan mengusung brand Mom n Jo bisa dibilang usaha yang dijalankan Fifi merupakan pelopor usaha perawatan ibu dan bayi di Indonesia.

Sebagai salah satu usaha baru, Fifi mengalami sedikit kendala dalam memperkenalkan produknya ke masyarakat. Karena itu, ia mencoba untuk menjemput bola dan bekerja sama dengan berbagai Rumah Sakit serta membuat acara di mana terdapat komunitas ibu dan bayi.

“Dengan cara tersebut, Mom n Jo mulai dikenal masyarakat luas,” ungkapnya.

Treatment Berkualitas dan Bermanfaat

Jenis perawatan yang ditawarkan Mom n Jo bisa dibilang sangat lengkap, semua perawatan yang dibutuhkan untuk ibu dan bayi tersedia. Beberapa perawatan yang ditawarkan antara lain treatment massage seperti Deep Tissue Massages, Lymphatic Drainage, True Aroma, Anti-Cellulite, Champi Head, Neck & Shoulder, dan Back at Ease. Selain pijat ada pula perawatan tubuh mulai dari Body Scrub, Body Wrap, Facial, Hand n Foot Care, Depilatory Waxing, Strip Waxing dan berbagai perawatan lainnya.

Diungkapkan Fifi, pada dasarnya Mom n Jo menitik-beratkan pada treatment massage untuk ibu dan bayi mulai dari usia 2 minggu hingga 12 tahun. Treatment massage yang dilakukan Mom n Jo bukan hanya sekadar pijat biasa, tetapi memberikan manfaat yang sangat besar terutama untuk bayi. Pediatric Massage merupakan salah satu treatment yang banyak diminati konsumen, dapat membantu bayi ketika sedang sakit flu, badan pegal, asma, batuk dan beberapa penyakit lainnya.

“Sebenarnya massage ini hanya membantu mengoptimalkan kerja obat dari dokter, sehingga si bayi dapat sembuh dengan lebih cepat,” jelasnya.

Dengan tempat yang nyaman dan treatment berkualitas yang diberikan oleh para terapis membuat Mom n Jo menjadi pilihan bagi para orangtua. Untuk menjaga kualitas pelayanan dan memberikan yang terbaik kepada para konsumennya, Mom n Jo memiliki  trainer dari luar negeri Amerika dan Kanada.

Selain itu, harga yang ditawarkan juga terjangkau mulai dari Rp 150 ribu untuk sekali massage selama sekitar 40 menit. “Harga tersebut sebanding dengan kualitas treatment yang kita berikan karena banyak trainer yang kita datangkan dari luar negeri,” tambahnya.

Investasi

Nah, bagi Anda yang ingin membuka usaha perawatan ibu dan bayi dengan manajemen yang telah berpengalaman, Mom n Jo bisa menjadi pilihan yang tepat. Pasalnya sejak tiga tahun yang lalu usaha yang dijalankan Fifi ini membuka kerja sama franchise untuk mengembangkan usaha.

Selain menyediakan tempat yang berada di lokasi yang strategis dan nyaman, untuk menjadi mitra Mom n Jo diperlukan investasi sebesar Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,5 miliar dengan kontrak kerja sama selama lima tahun. Investasi tersebut sudah termasuk marketing tools, peralatan, terapis, funiture, dekorasi tempat, desain interior, bahan promosi, dan stok produk awal, serta pendampingan satu bulan pertama.

“Untuk investasi tersebut berlaku bila lokasi yang dimiliki mitra adalah ruko. Sedangkan untuk lokasi tempat tinggal yang lebih besar maka investasinya bisa lebih,” jelas Fifi.

Dalam kerja sama ini, selain pembelian produk Mom n Jo, mitra juga akan dikenakan royalty fee sebesar 15% dari kentungan kotor per bulan. Fifi menargetkan mitra bisa balik modal dalam waktu 2 hingga 3 tahun. Dilihat dari investasi yang ditawarkan, balik modal tersebut bisa dibilang cepat. Apalagi bila dilihat di lapangan ada banyak mitra yang optimis dengan usaha yang dijalankan, karena itu ada beberapa mitra yang membuka lebih dari satu usaha.

“Hingga tahun ini kita sudah memiliki 21 cabang yang tersebar di Jabodetabek serta beberapa daerah di Indonesia seperti Makassar, Medan, Surabaya, hingga Batam,” terangnya.

Training Terapis

 Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para konsumen, maka Mom n Jo menitik-beratkan pada pelayanan dan produk yang ditawarkan. Mom n Jo selalu mengeluarkan produk berkualitas seperti essential oil yang dikhususkan bagi ibu dan bayi. Sedangkan untuk menjaga kualitas terapis yang dimiliki selain memiliki in house sendiri yang diperuntukkan bagi pelatihan para terapis selama sekitar 6 bulan, Mom n Jo setiap tahunnya kerap mendatangkan trainer terapis berkualitas dari luar negeri.

Dengan memfokuskan pada dua hal tersebut, Fifi yakin Mom n Jo sebagai salah satu pelopor usaha perawatan ibu dan bayi mampu tetap menjadi yang terbaik di tengah persaingan yang semakin ketat. Selain itu, dengan terus berinovasi para treatment juga merupakan keunggulan Mom n Jo sehingga banyak diminati konsumen.

Prospek Bisnis Cheese Cake Berbahan Baku Lokal

0

Ragam kuliner di tanah air memang terus bertambah setiap saat, mulai dari makanan lokal hingga internasional banyak disajikan oleh pelaku usaha kuliner mulai dari yang menjajakan di pinggir jalan, pusat keramaian seperti mall dan lain sebagainya. Salah satu produk kuliner yang diminati konsumen adalah cake/kue, untuk cake yang satu ini memang berbeda. Selain dari rasanya yang khas, penyajian yang menggunakan gelas membuat cheese cake semakin memikat para pencinta kuliner tanah air.

Kue yang biasanya dimakan sebagai hidangan penutup ini dibuat dengan menggunakan bahan baku keju yang bertekstur lembut dipadukan dengan telur, susu, dan gula. Cheese cake umumnya diberi hiasan buah segar, krim dan lapisan gula. Selain itu dapat diisi dengan biskuit, kacang yang dihancurkan ataupun bahan lainnya yang bertekstur rapuh. Dengan bahan baku keju tidak heran jika kudapan yang satu ini banyak diminati.

Bahan Lokal dan Impor

Cheese cake yang dikemas di dalam gelas atau kotak membuat kudapan ini terlihat elegan dan mudah dibawa bepergian ataupun sebagai hadiah pada momen spesial seperti ulang tahun dan sebagainya.

Cheese cake memiliki berbagai varian mulai dari cheese cake dengan selai strawberry dan topping buah strawberry, Green Tea Cheese Cake, Blueberry Cheese Cake, Durian Cheese Cake, Oreo Cheese Cake dan berbagai varian rasa lainnya.

Bahan baku keju yang digunakan dalam pembuatan cheese cake adalah keju muda atau yang biasa disebut soft cheese, fresh cheese atau keju segar yang dicampur dengan produk olahan susu seperti whipping cream, yoghurt, serta susu kental manis. Dan juga diperkaya dengan bahan-bahan lain seperti buah-buahan, kacang, dan cokelat.

Satu lagi keunggulan cheese cake ini ialah harganya yang relatif murah dibandingkan dengan cheese cake kebanyakan. Hal tersebut terjadi karena dalam membuat cheese cake ini menggunakan bahan baku keju import merek Philadelphia dan keju lokal merek VLA. Walaupun keju tersebut berbeda namun kualitas dan rasa hampir sama sehingga sangat cocok bila dipadukan. Harga cheese cake ukuran 150 ml Rp 150 ribu per cup.

Cara Membuat

Ketika ingin membuat cheese cake rasa strawberry diperlukan berbagai bahan baku dan peralatan. Bahan baku yang digunakan adalah 450 gram keju lokal seharga Rp 350 ribu, 150 gram keju import Rp 40 ribu, 2 butir telor Rp 4 ribu, 80 gram gula halus Rp 2 ribu, 250 gram biscuit Ro 8 ribu, 100 gram margarin Rp 2,5 ribu, dan 80 gram cokelat Rp 10 ribu.

Setelah bahan baku disediakan, langkah berikutnya adalah membuat adonan dasar crust dengan cara hancurkan biskuit, lelehkan mentega dan campur jadi satu dengan cara diaduk. Lalu setelah itu ratakan adonan dasar tadi dalam loyang ukuran 18 cm. Bila sudah selesai lalu adonan tersebut dipanggang di dalam oven selama 10 menit dengan suhu 100 derajat Celcius lalu angkat dan sisihkan.

Langkah berikutnya ialah membuat adonan cake dengan cara melelehkan cokelat putih lalu sisihkan. Kocok telur dan gula pasir hingga rata dengan kecepatan sedang, lalu masukan cream cheese. Setelah itu masukkan lelehan cokelat putih, kocok sampai rata.

Setelah itu masukkan adonan cake ke atas adonan crust yang sudah dipanggang.  Lalu panggang kedua adonan, cake dan crust dengan suhu 160 derajat Celcius. Setelah matang biarkan dalam suhu ruang satu hingga dua jam setelah itu  masukkan ke dalam kulkas minimal 4 jam. Bila sudah membeku tambahkan topping selai strawberry dan buah strawberry di atasnya.

Pemasaran

Produk cheese cake ini diperlukan pemasaran yang gencar. Ada beberapa cara pemasaran yang bisa dilakukan, seperti menyebar brosur baik itu di jalan, kampus, daerah perkantoran atau mal-mal ternama. Dalam brosur tersebut dilengkapi dengan daftar menu serta harga dari menu yang ditawarkan dan juga jangan lupa kontak dari pelaku usaha.

Cara lain yang bisa dilakukan ialah dengan memberikan tester pada awal membuka gerai cake, agar konsumen tahu bagaimana rasa cheese cake yang disajikan sehingga pengunjung ingin kembali lagi. Pemasaran lain yang juga bisa dilakukan ialah dengan menggunakan media internet dan handphone berbasis android dan Blackberry.

Promosi lain yang cukup efektif dan  lebih memikat konsumen, serta membuat konsumen lebih betah berlama-lama dalam menikmati menu yang disajikan, adalah dengan cara menyajikan konsep cafe yang lebih nyaman pada gerai cake.

Untuk mempertahankan konsumen agar tidak mudah beralih ke produk lainnya, yang harus dilakukan ialah mempertahankan kualitas rasa cheese cake dan menambah varian agar konsumen tidak mudah bosan dan memiliki banyak pilihan varian rasa yang berbeda. Selain dari segi kualitas rasa, hal lain yang perlu dipertahankan ialah kenyaman dan keindahan tempat usaha serta penambahan jaringan wifi gratis agar konsumen betah belama-lama.

 

oleh: Wenny Agustine

Pemilik Leticiacake

Villa Pamulang, Cluster Harmonia Blok CH 3 No. 17 Tanggerang Selatan

 

7 Cara Sukses Capai Target Bisnis

Dalam sebuah bukunya Robert T Kiyosaki, mengatakan, kurang lebihnya seperti ini, “Ayah kaya saya mengajarkan bahwa sebagai pengusaha kita perlu ahli dalam menjual. Dengan keahlian tersebut, kita akan bisa mengendalikan usaha kita terutama pada saat-saat kritis dalam sebuah usaha,”

Di dalam bukunya digambarkan bahwa Kiyosaki yang baru selesai pulang dari Vietnam, mencari pekerjaan di bidang penjualan. Dibutuhkan beberapa waktu sampai akhirnya Kiyosaki sendiri menjadi penjual yang ahli. Diceritakan Kiyosaki bertahan di perusahaan tersebut sampai dengan tiga tahun sebelum akhirnya ia full time terjun sebagai seorang pengusaha Velcro.

Penjual yang Sukses Harus Pandai Mendengar

Apa-apa saja sih keahlian menjual itu? Dalam belasan tahun pengalaman saya menjadi seorang penjual, dapat saya simpulkan bahwa utamanya seorang menjual adalah seorang komunikator yang ahli. Komunikator yang ahli di sini bukanlah orang yang ahli bicara, seperti apa yang dipikirkan orang selama ini bahwa seorang penjual harus orang yang pandai bicara. Seorang penjual yang sukses biasanya adalah seorang yang pandai mendengar, dan tahu apa yang harus dikatakan sebagai hasil dari apa yang didengar olehnya.

Sekali lagi, orang tidak suka Dijuali akan tetapi sangat suka Membeli. Yang orang beli sebagian besarnya disebabkan oleh keinginan sisanya kebutuhan. Hanya dengan keahlian mendengar dan peka terhadap faktor-faktor lain dalam komunikasilah yang membuat kita mengerti keinginan serta kebutuhan orang lain.

Tidak Takut Ditolak dan Terbiasa dengan Target

Bagi Anda yang sudah terbiasa dalam hal penjualan, selamat! Biasanya lebih mudah bagi Anda untuk terjun sebagai pengusaha. Bagi yang tidak bagaimana? Tetap saja bisa, hanya saja Anda perlu sedikit waktu untuk mempelajari dan menjadi ahli dalam penjualan. So, semua orang bisa sukses sebagai pengusaha kan?

Di balik semua itu, masih ada faktor-faktor yang berhubungan dengan mental Anda, yang sudah saya tulis di tabloid ini dua edisi sebelumnya. Apa yang biasanya menjadi penghalang orang untuk menjual? Biasanya hanya pola pikir seperti yang sempat saya sebutkan di atas: tidak ahli bicara, canggung berhadapan dengan orang lain, takut ditolak, tidak biasa ditarget dan beberapa hal lainnya.

Hal yang pertama sudah saya jelaskan cukup panjang lebar di awal tulisan ini. Canggung dan takut ditolak hanyalah terjadi karena Anda belum terbiasa saja. Biasanya, semakin banyak Anda melakukan kegiatan penjualan semakin luwes diri Anda. Takut ditolak? Tanamkan saja dalam pikiran Anda, ‘makin banyak penolakan yang saya alami semakin dekat saya dengan keberhasilan’. Kalau bisa Anda ucapkan sekerasnya sambil tersenyum dengan mata dan semangat yang berbinar-binar. Niscaya lama kelamaan hal tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Kalau tidak biasa dengan target? Nah, ini yang harus Anda mulai biasakan. Sebagai pengusaha, bahkan sebagai manusia pada umumnya, harus memiliki dan fokus terhadap target. Karena dengan pencapaian target kita akan mengetahui apa yang sudah kita kuasai dan apa yang perlu kita pelajari lebih lanjut dalam menjalankan usaha kita.

Biasanya hal ini akan kita dapatkan dalam evaluasi yang dilakukan secara bulanan, setengah bulanan dan tahunan. Dengan kekuatan target pula, kita juga bisa mengetahui arah dan tujuan yang harus kita lalui secara jelas sehingga fokus kita pun terarah pada hal-hal yang tepat.

Secara singkat proses penjualan yang harus dilalui adalah seperti berikut:

  1. Prospecting, proses mencari dan mendapatkan nama-nama orang atau instansi yang sesuai dengan market/segmen yang kita tuju. Bagaimana caranya mengetahui market atau segmen kita? Tunggu tulisan saya di dua edisi berikutnya.
  2. Contacting, proses bertemu dengan calon konsumen kita. Di sinilah keahlian komunikasi Anda dibutuhkan karena Anda harus membangun keakraban dengan segera untuk mendapatkan kepercayaan dengan para calon konsumen Anda.
  3. Needs Analysis, proses penggalian kebutuhan untuk mengetahui apa-apa saja yang dapat kita berikan kepada mereka melalui serangkaian pertanyaan yang tepat.
  4. Presentation, proses pengutaraan solusi terhadap adanya kebutuhan dan keinginan yang sudah kita dapatkan melalui proses sebelumnya.
  5. Negotiation and Objection Handling, proses negosiasi dan mengangani berbagai macam keberatan yang diajukan oleh calon konsumen.
  6. Closing, proses menutup penjualan, sesuatu yang ditunggu dan diidamkan oleh semua pelaku penjualan.
  7. After Sales, proses memelihara hubungan dengan calon konsumen untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan serta mendapatkan referensi dari konsumen yang puas

 

Oleh:  Antonius Karya,

Master Trainer and Lead Consultant, dari FinanSaleS MindTech TCC

Email: antonius.karya@thewarriorways.com.