Rabu, Mei 13, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 802

Tiga Kunci Sukses Marketing Bisnis

Bicara tentang pemasaran tentunya salah satu hal yang sangat penting dalam pengembangan usaha. Tanpa pemasaran yang tepat, usaha yang dijalankan tentunya tidak akan berkembang dengan baik. Karena itu pada rubrik edukasi kali ini kita akan membicarakan apa yang perlu dilakukan bersamaan dengan penjualan, yakni pemasaran. Bicara tentang pemasaran adalah bicara strategi dan taktik pendukung penjualan agar dapat dijalankan secara efektif dan efisien.

Yang saya lakukan pada saat saya menjalankan usaha adalah belajar secara otodidak mengenai pemasaran. Sama seperti penjualan, saya pun membaca banyak sekali buku dan literatur yang saya dapatkan dari internet, yang dikarang oleh para begawan – begawan marketing nasional maupun internasional seperti Hermawan Kertajaya, Rhenald Kasali, Phillip Kottler, Jack Trout, Al Rise, Seth Godin dan lain-lain.

Namun saya tidak dapat menjabarkan yang saya pelajari disini. Selain akan menjadi tulisan yang panjang, Anda pun bisa membaca tulisan – tulisan mereka di buku-buku yang banyak tersebar di toko-toko buku di seluruh nusantara. Saya hanya akan membicarakan tentang apa saja yang saya lakukan dalam usaha yang saya lakukan.

Pertama, tentu saja Anda harus sudah memilih kira-kira Anda memiliki minat dan gairah pada bidang usaha apa. Dengan dua faktor pendukung tersebut, Anda sudah cukup bisa bertahan untuk tidak berhenti pada saat Anda mengalami berbagai macam hambatan yang biasa terjadi pada awal-awal melakukan usaha. Anda akan belajar untuk terus menerus melakukan perbaikan dalam menjalankan usaha Anda sehingga sesuai dengan permintaan pasar.

Kedua, Anda harus tahu kira- kira kebutuhan pasar seperti apa yang diperlukan dari usaha yang Anda lakukan, baik barang maupun jasa. Jangan terlalu terjebak dalam idealisme diri karena kita bicara usaha berarti bicara hukum pengadaan dan permintaan ( Supply and Demand ). Makin tinggi demand, makin besar kemungkinan Anda diterima oleh pasar. Disini kita belajar 5P dari pemasaran yakni Place ( Tempat ), Product ( Barang atau Jasa ), Price ( Harga ), Promotion ( Promosi ) dan People ( Pelaku, Anda dan staff Anda ).

Lakukan riset dan pengembangan secara seksama dari awal dan lakukan berkesinambungan, sehingga Anda dapat mengetahui tuntutan pasar terhadap usaha yang Anda lakukan dan Anda dapat melakukan update terus menerus. Mengenai hal yang sebutkan diatas, beragam sesuai dengan bidang usaha yang Anda tekuni masing – masing.

Ketiga, Anda perlu membangun brand ( merek ) yang mencirikan diri Anda dan usaha Anda dengan baik sehingga pasar bisa mengenal merek Anda dengan cepat. Dengan cara seperti itu ketika pasar membaca merek Anda, mereka langsung bisa mengetahui barang atau jasa apa yang bisa mereka dapatkan dari Anda. Kata – kata yang terdengar bagus dan enak didengar memang baik, akan lebih baik lagi kalau kata – katanya sederhana tetapi langsung diketahui maksudnya khan ?

Bicara mengenai promosi, saat ini Anda dapat melakukan berbagai kegiatan promosi. Promosi itu semacam investasi, kenapa saya katakan sebagai investasi ? Karena kegiatan pemasaran seperti Anda menanam benih, kalau Anda melakukan segala sesuatunya dengan tepat maka Anda akan menuai hasil yang baik.

Saat ini, dengan kemajuan teknologi, Anda bisa melakukan kegiatan pemasaran melalui internet, membuat website atau memanfaatkan situs jejaring social, dan karena banyak orang yang mencari sesuatu di internet menggunakan Search Enggine maka banyak pemasar berlomba memanfaatkan itu.

Namun kembali lagi pada apa dan siapa sasaran yang dituju dari kegiatan promosi tersebut. Karena itu brosur, spanduk, iklan di media cetak, televise bahkan reklame masih banyak dilakukan. Tentunya disesuaikan dengan sasaran dan kemampuan Anda untuk melakukannya. Dalam memilih media pun, harus dipilih yang sesuai dengan target pasar yang dituju.

Salah satu cara lagi yang bisa Anda gunakan adalah bergabung ke dalam komunitas-komunitas yang memang merupakan pengguna barang dan jasa Anda. Pada saat ini, kekuatan komunitas sangat berarti jika kita berbicara mengenai pemasaran.

Apabila sebagian dari komunitas menggunakan barang atau jasa Anda dan mereka puas, biasanya yang sebagian lagi cepat atau lambat akan mengikuti juga karena ikatan dalam komunitas cukup kuat untuk bisa saling membangun kepercayaan satu sama lain. Jadi cari tahu dan bergabunglah segera dengan komunitas yang sesuai dengan target market Anda.

Nah, demikian masukan dari Saya. Sekarang tergantung Anda memilih pemasaran seperti apa yang cocok untuk usaha yang ada jalankan. Semoga sukses dan usaha Anda semakin berkembang.

 

Oleh: Antonius Karya

Master Trainer and Lead Consultant,

dari FinanSaleS MindTech TCC

Memilih Ruko yang Tepat untuk Bisnis

0

 

Hal utama yaitu memilih properti untuk bisnis. Dengan penentuan yang tepat akan memberikan nilai keuntungan yang semakin meningkat. Lalu bagaimana cara yang tepat?. Simak tips dari @citininegroup.id.

Memilih Lokasi Ruko yang Strategis
Kunci terpenting yaitu lokasi yang strategis. Semakin strategis lokasinya akan berpengaruh terhadap kesuksesan bisnis. Beberapa hal yang dipertimbangkan meliputi tingkat kepadatan penduduk di lokasi dan besar pendapatan penduduk di sekitar lokasi. Selain itu lingkungan di lokasi apakah sesuai dengan bisnis perlu diperhatikan. Misal jika bisnis percetakan, apakah lokasi disekitar kampus dan perkantoran.

Akses yang mudah
Akses yakni kemudahan pelanggan untuk menuju lokasi usaha yang ada. Beberapa hal yang menjadi poin penting meliputi kondisi jalan yang mulus, kemudahan akses mobil atau motor, akes untuk penggunaan transportasi umum, serta ketersediaan lahan parkir yang cukup.

Keamanan Lokasi
Lokasi usaha yang ada dikawasan rawan kriminal, membuat pelangganberfikir ulang atau enggan untuk menjagkau lokasi tersebut. Lahan parkir yang aman juga menjadi pertimbangan, bisa menghilangkan kekhawatiran pelanggan akan terjadinya pencurian kendaraan bermotor.

Perhatikan Status Bangunan
Status Ruko harus diperhatikan apakan memiliki permasalahan terhadap status ijin bangunan apakah tidak. Ruko yang didirikan di atas lahan sengketa akan menjadi permasalahan terhadap bisnis Anda.

 

 

Laba Bersih Naik Jadi Rp 3,2 T, Saham Sandiaga Uno Melejit

0

Jauh sebelum Sandiaga Uno terjun ke dunia politik, ia lebih dikenal sebagai pelaku bisnis dengan core bisnis di sektor keuangan dan investasi. Meski lama tak menangani bisnisnya, namun beberapa perusahaan miliknya tetap berkembang.

PT Saratoga Investama Sedayu Tbk adalah salah satu perusahaan milik Sandiaga yang baru-baru ini mengalami peningkatan laba bersih dari Rp 2,7 triliun menjadi Rp 3,2 T. Melejitnya keuntungan bersih perusahaan berkode SRTG di bursa efek ini berdampak positif pada peningkatan harga saham perusahaan tersebut.

Saham SRTG naik menjadi menjadi Rp 3.700 per lembar pada Kamis, (31/07/2019). Uniknya hal ini terjadi saat IHSG melemah di 6.360.635 atau turun 16.361 dari pembukaan perdagangan.

Michael W.P. Soeryadjaya, Presiden Direktur Saratoga mengatakan nilai tersebut berdasarkan pada perhitungan mark-to-market investasi. Menurutnya penguatan saham perusahaan investee pada semester pertama 2019 membuktikan bahwa portofolio investasi Saratoga memiliki fundamental yang positif dan prospek bisnis jangka panjang.

Hingga akhir semester I 2019, SRTG itu membukukan dividen Rp 1,605 triliun. Angka ini tumbuh sekitar Rp 630,8 miliar secara year on year. Tahun lalu, perusahaan mencatat kerugian sebesar Rp 1,58 triliun. Seperti diketahui incvestasi Saratoga dari tiga sektor utama. Di antaranya sumber daya alam, infrastruktur, dan konsumen yang mencakup lebih dari 20 perusahaan.

 

Sukses Bangun Industri Perunggasan dari Timur Indonesia

Lahir dari keluarga sederhana membuat Audy Joinaldy kecil sempat merasakan sulitnya hidup menjadi keluarga marginal. Meski sang ayah seorang pebisnis, namun penghasilan bisa dibilang masih pas-pasan. Tak heran bila orangtua Audy harus pinjam uang hanya untuk memasukkan Audy ke sekolah dasar.

“Jadi kehidupan keluarga kami pernah mulai dari bawah sekali sehingga pernah merasakan jadi keluarga orang susah. Sampai orangtua saya bilang nggak nyangka bisa hidup seperti sekarang ini (berkecukupan),” jelasnya.

Audy menghabiskan masa kecilnya di salah satu kompleks di Kemanggisan, Slipi, Jakarta Barat yang selalu banjir saat hujan. Meski demikian, sejak SD hingga SMA Audy mengenyam pendidikan di Al-Azhar Pusat. Berkat prestasinya, Audy diterima di Departemen  Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor lewat jalur seleksi nilai (tanpa tes) PMDK.

Tujuan Audy menimba ilmu di kampus hijau itu tak lepas dari keinginannya menyelesaikan apa yang belum diselesaikan orangtuanya. “Dulu orangtua saya kuliah di sini tapi gak sempet menyelesaikannya,” ujarnya. Tak perlu waktu lama bagi Audy menyabet gelar Sarjana Peternakan. Ialah mahasiswa pertama yang lulus yakni  7 semester (3,5 tahun) dengan IPK yang sangat memuaskan di Fakultas Peternakan. Setelah itu Audy melanjutkan kuliahnya ke The Department of Animal Sciences Wageningen University, Belanda. Selama di Belanda Audy dipercaya menjadi Presiden PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) selama 1 tahun.

Pilih Kerja di Indonesia

Sekembalinya dari Belanda, di benak Audy hanyalah mencari pekerjaan. Meskipun dogma di keluarganya menegaskan ia harus bisa usaha, membuka lapangan pekerjaan. Merasa memiliki ijazah yang cukup bagus dari IPB dan Belanda, Audy melamar pekerjaan ke beberapa perusahaan ternama. Di saat bersamaan ia diterima di perusahaan pakan ternak terbesar di Indonesia bahkan dunia juga di perusahaan asing yang berkantor pusat di London, Inggris dan Hong Kong. Ia pun dijanjikan akan ditempatkan di Shanghai, China pasca menempuh training selama 3 bulan di Amerika Latin.

Suami dari Fitria Amalia Umar ini pun dilema, memilih bekerja di dalam atau luar negeri. “Saya sempat tanya orangtua, tapi mereka mengatakan itu adalah hidup kamu, kamu yang menentukan sendiri, terserah kamu,” ucap Audy mengenang. Dengan pertimbangan sang istri yang sedang mengambil dokter spesialis, maka ayah dari Jannaisya Aufilia Joinaldy dan Zafransya Aulia Joinaldy ini memilih bekerja di Indonesia.

Selama 6 bulan Audy ditempatkan di semua lini bisnis terkait peternakan di perusahaan pakan terbesar itu sebagai management trainee. Ia juga ditempatkan di berbagai lokasi perusahaan tersebut mulai dari Medan, Balaraja, Tangerang, Surabaya, hingga Semarang. Usai training, Audy yang semula akan ditempatkan di Semarang atau Surabaya ternyata ia ditempatkan di Makassar karena pabrik di sana masih dalam pembangunan.

Dengan pertimbangan adanya universitas bagi istri untuk mengambil spesialis kulit dan kelamin, Audy yang belum pernah ke Sulawesi akhirnya hijrah bersama keluarga kecilnya ke Sulawesi. “Sebelumnya saya nggak pernah kepikiran menginjakkan kaki di Sulawesi. Tapi ternyata in the end Makassar jadi sumber rezeki buat saya,” ungkap Audy.

Di Makassar, Audy banyak belajar organisasi di perusahaan pakan ternak tersebut. Ia pun dipercaya menjabat posisi Manajer Wilayah Timur dengan usia di bawah 30 tahun. “Di sana saya belajar masalah peternakan lebih dalam dan produksi dan yang penting saya ketemu dengan pengusaha-pengusaha di bidang peternakan yang sekarang jadi Mitra saya di usaha yang saya jalankan usai “sekolah” 5 tahun di perusahaan tersebut,” ungkapnya.

Bangun Pabrik Pakan

Audy mengatakan jika orangtuanya berharap bila ia bisa membangun perusahaan pakan ternak seperti tempat ia bekerja. Ia berpikir bangun sebesar ini bukan masalah uang. Menurutnya uang bisa dicari. “Usaha itu masalah kesempatan, masalah keberanian,” tegasnya. Ternyata benar, dengan mengandalkan koneksi dan jaringan yang telah dimilikinya, Audy mampu mendirikan perusahaan pakan PT Sinar Terang Madani di  Barru, Sulawesi Selatan pada 2011.

“Modal sekitar Rp 4 miliar patungan berempat. Kita anggap rezeki dari Allah, kita juga nggak nyangka perputaran modal dan bisnis kita sangat cepat,” ujarnya.

Bersama keempat Mitranya, Audy tak khawatir terkait produksi, nutrisi pakan, permodalan. Namun yang dikhawatirkan adalah ke mana pakan tersebut akan dijual?. Maklum sebagai follower di industri perunggasan PT STM harus menghadapi pabrikan pakan ternama yang telah lebih dulu establish di Sulawesi seperti Cargill, Malindo, Patriot, Japfa Comfeed hingga Charoen Phokphand.

“Jawaban salah satu teman saya gampang!. Ngapain mikir jual, kita pake sendiri aja,” tukas Audy menirukan jawaban Mitra bisnisnya itu.

Bersamaan dengan dibangunnya pabrik pakan, PT STM juga membuka kerja sama Kemitraan dengan peternak setempat. Tak hanya itu masih di tahun yang sama ia mulai men-set-up hatchery & breeding farm (pembibitan dan penetasan) yang berada di bawah naungan Perkasa Group. Hingga kini kapasitas produksi anak ayam/DOC (day old chick) Perkasa Chick (PC) 701 sekitar 160 – 200 ribu per bulan.

Sementara itu kapasitas produksi pakan ternak Perkasa Feed 701 itu masih di angka 2.000 kg per bulan. “Pasar kami internal (kemitraan) dan eksternal. Pakan kami kirim ke Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara Sulawesi Barat dan sedikit ke Gorontalo, Maluku Utara, Kalimantan Timur dan Selatan hingga Papua,” President Commissioner PT STM itu.

Setaraf Pabrikan Besar

Sebagai follower, Audy sangat sadar akan bisnisnya yang baru berjalan 5 tahun. Karena itu ia sangat concern dengan kualitas. “Kalau ditanya kualitas pakan dan DOC, kami berani berkata dan menjamin pakan dan anak ayam kami setaraf dengan pabrikan besar. Meski demikian, ia tak mau mengambil pasar perusahaan pakan yang lebih dulu ada. “Kita bukan untuk menyaingi, melawan, kita mengikuti arus usaha. Agar gak berebutan pasar kita lebih banyak menciptakan pasar sendiri atau menggarap pasar ceruk (niche market)

Sukses di Sulawesi Selatan, Perkasa Group kembali membuka kemitraan di Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, hingga Sulawesi Tenggara. Hingga kini kapasitas produksi Mitra Perkasa Group sekitar 500 ribu ekor ayam tiap bulannya. “Sebelumnya saya nggak kepikiran untuk menginjakkan kaki di Sulawesi, Sekarang hampir semua titik di Sulawesi sudah saya pijak.  Hampir semua provinsi di Sulawesi saya punya bisnis di dalamnya. Tiap bulan saya ke Sulawesi, baik itu Palu, Kendari Makassar dan sebagainya,” Aku pria yang melakukan sekitar 100 flight tiap tahunnya.

Bisnis Menggurita.

Tak kurang ada 10 perusahaan berada di bawah naungan Perkasa Group seperti pakan ternak, hatchery & breeding farm, kemitraan 1, kemitraan 2, prosesing bahan pakan, distribusi benih, hingga trading jagung. Tak hanya itu Audy juga masih mengurusi bisnis lain di luar industri perunggasan seperti kelapa sawit di Sumatera Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan, pertambangan batubara di Kalimantan Timur, serta bisnis properti di Jakarta, Bekasi dan Tangerang. “Semua masih kecil-kecilan tapi terintegrasi,” ungkap pria yang menjabat Komisaris Utama di 3 perusahaan, Direktur Utama di 2 perusahaan dan Direktur di beberapa perusahaan lainnya.

Selain menangani bisnisnya yang semakin menggurita, pria yang segera akan melanjutkan study doktornya ini juga kerap diminta mengisi kuliah umum hingga seminar nasional di berbagai universitas di Indonesia Timur. “Saya juga membimbing 15 mahasiswa skripsi, jadi dosen tidak tetap lah ya,” ujar lulusan tercepat dan nilai tertinggi Magister Manajemen Kampus Universitas Hasanuddin Sulawesi itu.

Pernah Gagal

Audy tak menampik jika ia pun mengalami pasang surut dalam berbisnis. “Saya juga pernah gagal di beberapa usaha, tapi saya anggap itu uang sekolah. Sekali saja benar akan menutupi kegagalan sebelumnya. Ya leaerning by doing saja,” ujar pria yang rutin berakhir pekan bersama keluarga kecilnya.

Kini tak kurang dari 300 karyawan bekerja di berbagai anak perusahaan Perkasa Group yang dipimpin 2 komisaris dan 2 direksi itu. “Kalau omset ya baru sekitar Rp 100 miliar per tahun. Yang paling besar dari pakan ternak. Kita ini masih perusahaan kecil, dibandingkan pabrik pakan besar omset tahunannya bisa mencapai Rp 44 triliun,” ungkap Pria yang rutin traveling di dalam dan luar negeri tiap tahunnya ini.

Di penghujung perbincangan, Audy memaparkan targetnya ke depan untuk terus ekspansi di Indonesia Timur. “Kita akan masuk dan membesarkan Kalimantan Selatan, masuk Kalimantan Utara (sudah mulai) dan memperbesar kapasitas di Sulawesi Selatan, dan masuk di Sulawesi Utara,” harapnya.

Cara Memulai Bisnis dari Nol

0

Memulai bisnis dari nol, siapa takut!. Bisnis yang dibangun dari nol hendaknya tidak hanya mengandalkan prinsip mencari keuntungan semata tetapi harus dijalankan dengan itikad baik, tidak merugikan orang lain, dan mau instropeksi kesalahan-kesalahan berbisnis.

Setiap pebisnis pasti pernah melakukan kesalahan, berat atau ringan, semua tergantung cara menyikapinya. Tapi, jika setelah melakukan kesalahan mereka berhenti untuk berjuang, maka mereka tidak akan pernah tahu pelajaran apa yang tersembunyi dari kesalahan itu.

Kesalahan-kesalahan Dalam Berbisnis?

Berikut ini tiga kesalahan fatal dalam berbisnis yang harus Anda ketahui dan hindari. Pertama, Tidak mengawal hati supaya ada di jalan yang benar. Kesulitan terbesar dalam bisnis bukan kompetisi bisnis, tetapi bagaimana mengawal hati supaya ada di jalan yang tepat.  Kompetisi hati, ya bagaimana hati untuk tetap berpikir jernih melibatkan luasnya persaingan, keunggulan pebisnis lainnya, hingga cara yang dilakukan sesama pebisnis tanpa mengotori hati.

Kompetisi hati menuju cara pandang yang positif akhirnya akan menyelamatkan setiap bisnis yang dikawal. Berkompetisi dengan hati untuk memenangkan persaingan. Kemampuan pebisnis untuk memanajemen hatinya bisa mendorong ke arah kemampuan berbisnis yang positif, saling berkolaborasi sesama pebisnis, melupakan hal negatif yang akan mencederai semangat

Kedua, Tidak paham konsep inovasi. Bisnis dari hulu ke hilir harus terus dilakukan. Inovasi bisnis haruslah terus ditetaskan.  Inovasi adalah sebuah kata penting dalam bisnis. Salah satu prinsip berbisnis adalah menciptakan ide-ide baru yang dapat memecahkan masalah dan tantangan yang dihadapi setiap orang.

Ide terus berkembang dalam sebuah bisnis, fungsi dari ide adalah menyempurnakan bisnis terus menerus melalui inovasi tanpa batas. Inovasi mentolerir ketidaksempurnaan dan kegagalan. Bisnis yang mendekati sempurna hanya akan ada jika Anda terus melakukan pembaharuan bisnis dengan terus berinovasi. Melihat ketidaksempurnaan sebagai batu loncatan menghasilkan ide-ide baru. Bagaimana caranya berinovasi:

  • Inovasi sudah pasti berawal dari ide. Pastikan ide yang Anda miliki dicatat
  • Ide dicatat dan diriset untuk diperbaharui agar makin bisa mentolerir ketidaksempurnaan dan kegagalan dalam proses bisnis Anda.
  • telurkan berbagai pembaharuan menjadi inovasi baru
  • Jangan takut mengeluarkan berbagai inovasi sebab kita tak pernah tahu mana yang akan berhasil dan tepat untuk bisnis kita.
  • Trial it!. Ubahlah ide Anda menjadi kenyataan. Trial dan sukses!

Anda harus ingat, tidak semua inovasi berjalan baik, bahkan di antaranya bisa saja menuai kontroversi di dalam perusahaan sendiri. Siapkan telinga dan hati menerima kritik, saran dan masukan bagi perbaikan.  Apakah untuk selanjutnya inovasi akan dihentikan?. Tidak!.  Yang harus dilakukan kemudian adalah berhati-hati dalam berinovasi. Pahami konsep trial and error serta pahami juga konsep inovasi dan sukses. Apakah artinya dengan inovasi tidak akan berbuat kesalahan?. Belum tentu. Cara yang benar dalam berinovasi adalah mengakui jika terjadi kesalahan dan meningkatkan inovasi lainnya.

ketiga, Tidak memiliki mental dan cara berpikir positif. Berbisnis bukan hanya membutuhkan kekuatan uang untuk mengawalnya, jauh lebih penting adalah kekuatan mental.  Cara berpikir dan mental yang positif sangat membantu untuk keluar dari masa-masa bisnis yang suram.

Ya, banyak kesalahan fatal dalam memulai bisnis, namun jangan membuat Anda jadi takut untuk memulai bisnis.  Karena ada masalah, ada solusi. Kunci yang harus Anda pegang adalah terus belajar menyempurnakan bisnis dengan baik sehingga akan terhindar dari kesalahan.

Inilah saatnya mencari training  bisnis yang tepat agar kemampuan Anda kian melesat dan terhindar dari kesalahan-kesalahan berbisnis.

Bagaimana memilih training  yang tepat untuk kebutuhan bisnis Anda?

Pertama, sebagai pebisnis, sebaiknya Anda memilih training yang memungkinkan Anda mengakses materi-materi training  tanpa harus meninggalkan kesibukan Anda sehari-hari.  Carilah training  center yang mengadakan training training  bisnis secara online, yakni melalui jejaring sosial facebook dan WhatsApp dalam bentuk tulisan maupun voice. Materi training  yang penting bagi pebisnis pemula antara lain berisikan bagaimana memulai bisnis dengan perhitungan matang, memilih bisnis yang marketable, mendorong motivasi dan semangat berbisnis serta mempersiapkan diri bersaing sehat di dunia bisnis.

Kedua, pilihlah training center yang memungkinkan Anda untuk bergabung dengan komunitas yang tepat. Memiliki bisnis berarti juga harus masuk dalam komunitas yang tepat.  Setelah mengikuti training, Anda akan dimasukkan dalam grup dan komunitas bisnis, disana Anda bisa bertemu dengan pebisnis yang memiliki visi misi serupa. Tujuannya adalah untuk saling berbagi bagaimana cara bisnis terus berkembang dengan omzet meningkat.

Berada dalam lingkungan yang sesuai akan menjaga mood bisnis tetap tinggi, itu penting buat kelangsungan bisnis Anda. Anda akan mendapatkan teman baru yang seperjuangan. Sekaligus dapat menambah daftar link antara sesama pebisnis yang mungkin kelak dapat saling bekerja sama.  Anda akan merasa tidak seorang diri membangun usaha, mengalami kegagalan dan akhirnya berhasil. Tidak jarang kerja sama terjalin berawal dari training  bareng.

Ketiga, Pilihlah training center yang menyediakan trainer atau mentor yang tepat untuk kemajuan bisnis Anda. Anda bisa menceritakan rintangan bisnis yang tengah dihadapi kepada seorang mentor bisnis untuk mendapat solusi jitu.  Ini sudah pasti, karena mengikuti training  artinya Anda akan belajar pada seorang pebisnis senior yang sudah lebih berpengalaman dari Anda. Tak jarang melalui mentor ini Anda mendapatkan link bisnis baru untuk memperluas jaringan bisnis Anda.

Bisnis terus berkembang dan harus terus disempurnakan dengan beragam ide berkaca pada zamannya. Sempurnakan bisnis, meski seiring dengan perkembangannya, tidak ada bisnis yang sempurna, tidak ada bisnis yang pasti berhasil.  Lihatlah kegagalan semata-mata sebagai penundaan menuju keberhasilan.

Pertebal keyakinan Anda bahwa berbisnis itu berproses, ada naik ada turun didalam prosesnya. Jadikan kesalahan berbisnis sebagai pelajaran berharga untuk berproses lebih baik.  Jadikan setiap persoalan membuat Anda menjadi semakin kuat, handal dan kaya pengalaman.  Jangan pernah menyerah. Sikap pantang menyerah adalah sikap para pemenang. Banyak-banyaklah belajar, buang virus I know, seringlah bertukar pikiran dengan pebisnis lain untuk menambah wawasan Anda.

Nikmati semua proses dengan hati senang dan tenang. Tak masalah Anda masih dalam proses berkembang ataupun usaha Anda sudah besar, tetaplah mengosongkan gelas Anda untuk menerima ilmu baru.

Cintailah bisnis Anda sepenuh hati. Pencapaian besar tak membuat bangga berlebihan, pencapaian kecil tetap menghadirkan bahagia. Ketika mendapatkan keberhasilan tidak perlu bahagia berlebihan, ketika mendapatkan kegagalan, tidak perlu sedih berlebihan. Bahagia muncul karena Anda mencintai bisnis yang Anda jalankan dengan cinta yang tanpa batas.  Cintailah apa yang Anda kerjakan.  Kerjakanlah apa yang Anda cintai dengan penuh keyakinan.

Dengan keyakinan, cinta dan do’a Insya Allah bisnis kita melesat cepat sesuai bahkan melebihi yang kita rancang. Do’a adalah tanda kepasrahan Anda pada Sang Pencipta, yang mampu membuat langkah Anda kian terarah. Usaha tanpa doa akan menjadi hambar. Begitu pun sebaliknya, doa tanpa usaha akan sia-sia. Seimbangkan keduanya. Siap?

 

Oleh:  Indari Mastuti,

Penulisa dan Pemilik Indscript Corp.

Jl. PLN Dalam I No.1/203D, Moh Toha, Bandung

Email: indari.m@gmail.com/indscript.creative@gmail.com

Facebook : indari.mastuti

 

Branding Asli Versus PPB (Pura-Pura Branding)

Kalau kebetulan melintasi jalur highway sepanjang Texas – New Mexico, mungkin Anda beruntung melewati sebuah desa kecil bernama Elida. Di sepanjang jalan, ada dua hingga tiga papan iklan yang menawarkan jasa branding. Ya, benar. Jasa Branding. Branding adalah istilah yang mereka gunakan untuk memberi cap atau tanda khusus pada hewan ternak.

Istilah branding, pertama kali berasal dari istilah brandr. Yakni kosakata kuno yang dipakai di daerah Jerman Utara (Scandinavia) pada tahun 1300-an, yang dikenal dengan nama bahasa Old Norse. Sekarang bahasa itu sudah berkembang menjadi bahasa Jerman modern. Pada jaman itu, para tuan tanah pemilik ternak, memberi cap pada hewannya dengan cara memberi stempel dengan alat berupa besi panas. Tujuannya, agar ternak mereka memiliki CIRI KHAS yang mudah dikenali. Sebab dalam padang penggembalaan yang luas, bisa saja ternak mereka tertukar dengan milik orang lain.

Dalam konsep branding seperti yang lazim kita kenal sekarang ini (termasuk juga personal branding), memiliki tujuan yang serupa. Yakni agar kita memiliki ciri khas atau keunikan yang mudah dikenali. Terutama dalam era sekarang ini, di mana aspek “recognizability” sangat penting dalam karir maupun bisnis. Semakin jelas identitas seseorang, semakin besar peluang untuk mendapatkan sukses. Semakin kita dikenal orang, semakin luas networking yang dimiliki, dan semakin tinggi pula peluang untuk berhasil.

Keberhasilan tertinggi dalam personal branding, adalah saat antara yang kita harapkan dengan apa yang ada di benak orang lain sudah sama, atau minimal selaras. Misalnya kita mengharapkan agar orang lain tahu tentang skill kita dalam marketing, dan orang lain langsung mengenal kita sebagai ahli marketing, maka di saat itu branding kita sudah selaras.

Namun, tunggu dulu. Itu saja tidak cukup. Sebab setelah itu, orang akan menunggu bukti dari branding kita. Apakah benar kita adalah ahli marketing? Apakah benar kita memiliki skill tertentu seperti yang diiklankan? Dan sudahkah kualitas kita setara dengan apa yang kita ucapkan?

Branding adalah JANJI. Jika tidak ditepati, maka artinya branding diri kita palsu. Inilah yang membedakan antara branding yang sebenarnya, dengan PPB (Pura-Pura Branding), alias pencitraan semu. Seperti semangka berdaun sirih. Atau durian isi rambután. Pendek kata, antara kemasan dan isi tidak selaras. Itulah Pura-Pura Branding. Sedangkan branding yang sesungguhnya, ada jaminan bahwa antara apa yang diucapkan dengan kenyataan sesungguhnya adalah sama.

Banyak orang terjebak dalam jerat pura-pura ini. Baik karena tujuan instan, misalnya ingin cepat terkenal. Bisa juga karena hendak memenuhi harapan orang lain. Contohnya, seseorang yang bekerja sebagai pegawai Bank, karena tuntutan keluarga atau kekasih. Padahal bakat sebenarnya adalah di bidang militer. Atau bisa juga orang terjerat dalam branding yang keliru, karena belum tahu bagaimana cara mengenali branding diri yang sebenarnya.

Bagaimana cara untuk mengetahuinya? Beberapa indikasinya adalah: a) Jika merasa tidak bahagia atau kurang puas dengan apa yang dilakukan selama ini, b) Jika merasa ingin seperti orang lain, sekalipun sebenarnya tidak cocok, c) Jika merasa terpaksa dalam melakukan sebuah pekerjaan, d) Jika sering terombang-ambing, antara meneruskan pekerjaan/bisnis yang sekarang atau pindah ke jalur baru, e) Jika tidak mampu menyebutkan dengan jelas apa sebenarnya arah hidup yang hendak dituju.

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, ada kemungkinan Anda hidup dalam brand diri yang semu. Segera sisihkan waktu untuk merenungkan kembali dan mengevaluasi. Selanjutnya, gunakan itu sebagai bahan untuk mengevaluasi dan membenahi personal branding Anda. Dalam artikel selanjutnya, saya akan memberikan tips-tips praktis untuk mengenali dan mengoptimalkan brand diri Anda.

 

Oleh: Julie Nava

Certified Personal Branding Strategist (CPBS)

CEO JN Consulting

Email: nava.julie@yahoo.com atau info@jnconsulting-indo.com.

Trik Agar Produk Tetap Diingat

Berbagai cara dilakukan pelaku usaha kuliner untuk mempopulerkan produknya. Mulai dari beriklan di media, ikut bazaar, membagikan brosur dan juga mencoba memberikan sample produk makanan secara gratis. Itu semua bertujuan agar produk dikenal luas, pelanggan sehingga bisa meningkatkan penjualan.

Mempertahankan Pelanggan

Tujuan utama dari kegiatan promosi produk makanan, adalah agar produk makanan yang dihasilkan dapat terjual dengan target yang diharapkan. Sebetulnya kalau hanya disukai pelanggan, tentu produk yang memenuhi selera pelanggan akan tetap dicari dan dibeli, namun keberlangsungan penjualan tidak saja berhenti sampai di soal rasa. Ketersediaan produk yang memadai, pengiriman dan juga pelayanan yang memuaskan menjadi faktor penunjang agar dapat meningkatkan penjualan.

Setelah semua hal tersebut dicapai, apakah masih ada cara lain agar produk kita tetap diingat dan dibeli pelanggan? Mempertahankan pelanggan, menjadi faktor berikutnya dalam hal keberlangsungan penjualan. Beberapa pelanggan yang sudah menyukai produk Anda merupakan aset yang harus dijaga.

Dibandingkan dengan mencari pelanggan baru, menawarkan produk pada pelanggan yang sudah mengenal Anda jauh lebih mudah. Mereka sudah tahu dan cocok dengan rasa produk, disamping itu mereka juga sudah mengetahui harga yang Anda tawarkan. Tidak jarang calon pelanggan baru akan mundur jika disodorkan harga tinggi untuk sebuah makanan jika belum mencoba. Sebaliknya jika rasa sudah cocok pelanggan lama akan dengan senang hati berbelanja kembali.

Mari kita simak hal yang berikut. Anda sebaiknya secara berkala menghubungi pelanggan setia, tidak saja saat produk Anda dibeli atau pelanggan datang ke counter Anda. Saat tidak membeli pun pelanggan sebaiknya tetap dihubungi walau hanya menanyakan kabar, melalui panggilan telepon atau SMS dan sejenisnya. Dengan demikian pelanggan merasa diperhatikan kebutuhannya.

Mungkin saat dihubungi pelanggan belum akan membeli namun biasanya saat itu Anda akan mendapat jawaban coba hubungi minggu depan atau dapat juga pada tanggal tertentu si pelanggan akan ada acara yang besar kemungkinan  menggunakan produk Anda. Atau bisa jadi si pelanggan akan mereferensikan kerabatnya untuk Anda hubungi. Dengan demikian pelanggan akan tetap berada digenggaman Anda yang setiap saat akan dengan mudah dilayani.

Setelah berbagai kegiatan promosi di atas Anda lakukan sekarang bagaimana mensiasati agar produk Anda selalu berada di rumah atau kediaman pelanggan?. Tentu saja produk makanan Anda akan habis dikonsumsi dan jika tidak cermat produk Anda akan hilang dari rumah pelanggan, katakanlah demikian.

Hilang disini maksudnya produk Anda setelah dikonsumsi tidak berbekas, kemasan produk Anda dibuang begitu saja, konsumen hanya mengingat bahwa produk Anda memang enak, nanti beli lagi. Nah kapan akan beli lagi tentu saja tergantung pada konsumen, kalau lewat lagi di depan counter Anda misalnya atau kalau nanti kepingin beli lagi.

Tanpa tahu atau lupa bahwa produk Anda sebenarnya dapat melayani pesan antar, atau produk Anda ada di beberapa tempat, tanpa harus ke counter. And pun konsumen dapat membelinya di supermarket, restoran atau tempat lainnya. Disini fungsi kemasan sangat dibutuhkan.

Cantumkan Nomor Telepon

Kemasan yang tidak dilengkapi dengan nomor telepon atau daftar outlet yang menyediakan produk unggulan akan dibuang percuma. Jadi lengkapi kemasan Anda dengan sebanyak mungkin info tentang produk Anda. Walau kemasan Anda hanya berupa kotak polos, dengan beberapa alasan tidak mencantumkan merek gambar dan lain sebagainya, namun minimal nomor telepon ada pada kemasan tersebut. Anda dapat menggunakan cap/stempel nomor telepon Anda di kemasan tersebut. Atau lebih baik lagi menggunakan stiker, sehingga informasi akan semakin jelas.

Saat ini semakin banyak produsen makanan yang telah mengerti manfaat dari kemasan. Saat akan launching produk, produsen langsung menyiapkan kemasan lengkap dengan merek dan nomor telepon yang dapat dihubungi walau produknya belum dibuat atau dipasarkan, sehingga saat penjualan kemasan sebagai bahan penunjang sudah tersedia.

Kemasan lengkap seperti tersebut di atas pun sudah banyak, yang sama dengan produk Anda juga sudah ada, bahkan bagus sekali. Ternyata selain rasa dan harga kemasan pun ikut bersaing.  Nah di sini dituntut kejelian Anda untuk mencermati kemasan pelanggan, dan kemasan seperti apa yang akan Anda gunakan. Sebetulnya nomor telepon pada brosur atau kartu nama yang sudah lazim digunakan sudah memadai tapi Anda harus ingat ada banyak produsen seperti Anda yang menggunakannya. Lantas dengan cara apalagi? Tunggu dulu masih banyak cara agar produk Anda selalu hadir di rumah pelanggan atau konsumen setia Anda.

Denah Lokasi

Kemasan dengan nomor telepon yang dapat dihubungi sudah banyak, beragam desain menarik menjadikan produk andalan semakin banyak dicari dan merupakan pilihan sebagai buah tangan atau oleh-oleh. Berbicara masalah oleh-oleh saat ini produk yang menjadi pilihan adalah makanan khas yang menjadi ciri dari tempat atau daerah tertentu. Orang mengenal Bakpia Pathok dari Yogyakarta, atau Bandeng Presto dari Semarang. Nah apakah produk Anda mewakili daerah tertentu? Atau apakah produk Anda dijual di beberapa tempat wisata di kota Anda?.

Jika ia Anda dapat memanfaatkan daerah wisata tersebut untuk mengenalkan produk Anda ke calon pelanggan yang mengunjungi tempat tersebut. Caranya? Cantumkan peta lokasi tempat wisata tersebut pada kemasan Anda, juga beri sedikit informasi tentang  bagaimana agar konsumen sampai kesana. Dan jangan lupa cantumkan juga outlet Anda di sekitar tempat wisata tersebut. Dengan demikian kemasan Anda boleh jadi akan disimpan karena berisi info tempat wisata yang satu saat mungkin akan dikunjungi.

Tempatkan denah lokasi Anda pada salah satu sisi dus terlebar, beri panduan garis pada sisi luar denah dengan titik-titik yang dapat digunting untuk disimpan. Biasanya panduan berupa gambar gunting. Untuk memudahkan Anda cukup minta garis-garis tersebut diperforasi kepada percetakan. Tambahkan sedikit informasi atau cerita  singkat mengenai tempat wisata tersebut. Dengan demikian pelanggan akan menerima, tidak saja  dus berikut produknya namun juga informasi tempat wisata beserta alamat Anda.

Kotak Tissue

Dan pada edisi kali ini kita akan mencoba mengulas hal lain yang bisa dibuat pada kemasan agar produk kita buat tetap diingat konsumen. Bahkan diharapkan kemasan yang kita buat juga bisa mendongkrak penjualan.

Dengan bentuk menarik ditambah tampilan dan corak warna warni tentu menarik minat konsumen untuk membeli. Namun itu saja belum cukup, Anda mengharapkan konsumen menjadi pelanggan Anda, kembali lagi dan tentunya membeli produk Anda. Supaya kembali, pelanggan harus diingatkan akan gurihnya produk yang Anda buat misalnya, lezatnya zoupa soup Anda atau kelebihan-kelebihan lain yang menjadi unggulan produk Anda. Bagaimana caranya?

Apakah pernah terpikirkan bahwa dus makanan Anda dapat dijadikan kotak tissue isi ulang? Kini bukan saja deterjen atau air yang dapat diisi ulang, tissue/kertas pembersih pun bisa. Tersedia berbagai macam jenis tissue tanpa dus di pasaran harganya pun lebih murah dari tissue yang menggunakan dus, daripada tidak ada dus tentu lebih baik menggunakan dus produk makanan Anda.

Bila memungkinkan Anda dapat meletakkan dus tissue tadi di meja-meja outlet Anda. Anda juga dapat menjadikan dus tissue isi ulang, tentunya dengan merek Anda, itu sebagai hadiah bagi pelanggan yang belanja dengan jumlah tertentu.

Tetapi bagi pelanggan yang membeli satu atau dua tetap mendapatkannya, karena dus Anda sudah dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai kotak tissue. Caranya adalah pada bagian atas kemasan dibuatkan bentuk oval yang di gunakan sebagai tempat menarik tissue. Sementara bagian samping adalah bagian yang dapat dibuka-tutup sebagai tempat memasukkan tissue isi ulang.

Baik tissue hadiah ataupun dus makanan akan bertahan lebih lama di tempat pelanggan Anda karena dapat digunakan kembali. Dengan menggunakan bahan dan ketebalan tertentu, serta melalui proses laminating membuat kemasan Anda tidak mudah rusak, dan jika diletakkan di meja makan membuat produk Anda akan selalu terlihat dan mudah diingat. Oleh karena itu, cantumkan informasi penting seperti nomor telepon, alamat outlet Anda, cabang-cabang bila ada dan juga nomor telepon khusus jika Anda melayani pesan antar. Semua data tersebut hendaknya ditata sedemikian rupa sehingga tidak tumpang tindih.

Selain informasi standar seperti alamat dan nomor telepon, bagi Anda yang menggunakan kemasan bukan dus atau kotak dapat juga mencantumkan prestasi yang pernah diraih oleh produk Anda. Seperti mendapat penghargaan pada acara tertentu yang bersifat nasional, produk Anda menjadi makanan khas suatu daerah, bahkan beberapa artis dan pejabat pernah membeli dan menjadikannya oleh-oleh. Juga tidak ada salahnya menginformasikan bahwa produk  Anda sudah diekspor ke beberapa negara. Sebagian pengusaha kuliner bahkan ada yang mencantumkan foto artis tertentu yang sedang naik daun karena memiliki kedekatan tertentu atau bermitra dengan artis tersebut.

Semuanya bertujuan agar kemasan Anda tampil beda, lebih menarik yang pada akhirnya tentu meningkatkan penjualan. Silahkan mencoba!

 

Oleh: H. Sandro, Pemerhati Grafika,

Website: www.cetakcetak.com

Dibanggakan Jokowi, Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka Diakui Punya Singapura

Di beberapa kesempatan Preisiden Jokowi kerap membanggakan perusahaan start up yang dikembangkan pengusaha muda Indonesia. Bahkan Jokowi sempat mendatangi acara yang diusung salah satu unicorn yang disiarkan di beberapa TV swasta. Jokowi pun sangat mendukung perkembangan bisnis rintisan itu yang mampu mecetak omset puluhan miliaran rupiah. Keempat unicorn tersebut di antaranya Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

Sayang pada rilis oleh Google dan Temasek yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Asean, malah 4 unicorn kita diklaim sebagai unicorn Singapura. Di riset tersebut, Indonesia dinyatakan sama sekali tidak memiliki unicorn. Sementara Singapura tercatat memiliki empat unicorn yang selama ini diketahui milik Indonesia.

“Di laporan disebutkan Indonesia ada nol dan Singapura empat (unicorn),” jelas Thomas Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Selasa (30/7/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan jika induk dari keempat unicorn tersebut berbasis di Singapura. Dengan demikian, saat unicorn Indonesia mendapat suntikan dana masuknya lewat negara tersebut. Hal yang cukup membingungkan adalah adanya statemen Grab dan Gojek dapat pendanaan (fund rising) tetapi tidak muncul dalam arus modal dalam bentuk investasi tetapi masuk ke Singapura.

Artinya Singapura bayar ke Indonesia dalam bentuk sewa kantor, iklan, sewa motor mitra. Itu arus modal ya masuk pembayaran langsung dari induk uncorn ke vendor Indonesia jadi bukan dalam bentuk PMA (Penanaman Modal Asing).

 

 

 

Anomali, Panasonic Mampu Dongkrak Ekspor Hingga 10 Persen

0

Ditengah ramainya perusahaan melakukan pengetatan manajemen bisnis hingga memutus hubungan kerja dengan karyawannya secara besar-besaran seperti PT Krakatau Steel, lain halnya dengan industri elektronik lokal pemegang merek Panasinic.

PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) mampu mempertahankan roda binsisnya dengan realisasi ekspor perseroan pada semester I/2019 tumbuh sekitar 10% dibandingkan semester I/2018. Karena itu perusahaan yakin mampu menjaga pertumbuhan ekspor bahkan meningkatkan sampai akhir tahun ini.

“Perseroan menargetkan dapat meningkatkan kontribusi ekspor pada tahun ini menjadi 20% dari total penjualan dari realisasi tahun lalu sebesar 18%,” kata Direktur PMI Daniel Suhardiman

Produk baru pendingin ruangan kategori 2.0 PK dan 2.5 PK menjadi pendorong peningkatan target tersebut salah satunya ekspor ke Nigeria.

Hingga akhir tahun lalu, perseroan dapat memproduksi lebih dari 500.000 unit pendingin ruangan per tahun. Jika permintaan domestik bertambah, perseroan akan mengucurkan dana untuk melakukan ekspansi kapasitas produksi.

Produk lain yang juga berkontribusi hingga 15% dari portofolio ekspor yakni produk pompa air dan audio.

 

Tips Sukses Bisnis Sepatu Yongki Komaladi

Bisnis sepatu akan selalu menghadirkan pelaku-pelaku usaha baru mengingat sepatu merupakan salah satu produk fesyen yang keberadaannya selalu dibutuhkan setiap orang, sehingga peluangnya akan tetap bagus. Terlebih dengan semakin berkembangnya dunia  informasi  teknologi juga akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan desain  sepatu yang dibuat oleh pelaku usaha. Hal ini dikarenakan pelaku usaha sepatu lokal masih berkiblat pada desain-desain sepatu dari luar negeri.

Seperti halnya sepatu pelangi, yang awalnya beredar di luar negeri dan menjadi tren di sana. Sepatu pelangi sendiri hadir setelah booming-nya produk-produk bewarna pelangi. Melihat potensi yang sangat besar, membuat pelaku usaha baik pemula maupun yang sudah fokus dalam usaha produksi sepatu pun berlomba-lomba menciptakan desain-desain unik dari sepatu motif pelangi ini.

Berbicara soal desain sepatu sebaiknya pelaku usaha harus berani mengombinasikan bahan yang akan digunakan dalam membuat model. Mulai dari warna yang ngejreng, atau memadukan bahan kulit sintetis dengan bahan batik dan sebagainya. Hal ini agar dapat meciptakan sesuatu yang berbeda dan menarik perhatian calon konsumen. Namun perlu diperhatikan juga apakah bahan baku yang akan digunakan mudah didapat atau tidak. Jangan sampai ketika produk ini sudah booming, namun sulit mendapatkan bahan baku sehingga akan memengaruhi produksi, yang nantinya merembet kepada masalah pemasaran akibat langkanya bahan baku.

Selain berani mengombinasikan bahan, bila ingin memproduksi sepatu sebaiknya mengeluarkan model secara berkala. Jangan terpengaruh dengan booming-nya satu desain. Karena cepat lambat bila desain itu sudah mulai pasaran, maka konsumen pun akan bosan dengan desain tersebut. Tentukan time line yaitu setiap kali produksi dalam jumlah ditentukan harus meluncurkan produk yang berbeda.

Dalam mempromosikan produk fesyen sepatu ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Dengan cara online atau dengan cara offline, kedua cara ini dapat dilakukan secara bersamaan. Namun sebelumnya harus menentukan target market dengan cara melakukan riset pasar. Untuk menarik konsumen  kelas, selain sering memperbaharui desain, pelaku usaha juga bisa melakukan program diskon atau promo di waktu tertentu.

Mengenai persaingan bisnis sepatu memang semakin  ketat karena usaha sepatu mudah dilakukan,  bahkan oleh orang awam sekalipun, tinggal membuat desain sesuai selera konsumen yang dituju dan menyerahkan proses produksi ke pengrajin.  Untuk menyikapinya, kembali pada faktor kualitas produk yang nyaman dan enak dipakai, serta desain menyesuaikan keinginan konsumen agar mereka lebih puas dengan produk yang diberikan.