Lulusan SMP Raup Miliaran dari Bisnis Panel Listrik

0
8518
Panel Listrik (dok beruangutan.com)

Hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bukan berarti tidak bisa menjadi orang yang sukses. Hal itu telah dibuktikan Suryanya dalam menjalankan usaha penjualan panel listrik yang dirintisnya sejak tahun 2012. Berbekal keuletan dan kerja keras, pria yang akrab disapa Yana ini telah sukses membangun usaha dengan omset hingga Rp 15 miliar per tahun. Seperti apa kisah sukses pengusaha yang pernah menjadi tukang tambal ban, cuci mobil hingga kuli bangunan ini?

Bagi Suryana, kesuksesan yang ia rasakan sekarang ini bukanlah didapat dengan cara yang mudah. Berbagai rintangan dan tantang harus dihadapi pria yang akrab disapa Yana ini untuk menjadi pengusaha sukses seperti sekarang.

Diakui Yana, kesuksesan yang diraihnya tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Karena ia yang hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bisa dibilang mustahil untuk bisa bersaing dengan para sarjana yang saat ini sudah menjadi syarat minimal pendidikan di berbagai kota besar seperti Jakarta.

Namun dengan semangat dan kerja keras, Yana terus menjalani kehidupannya. Berbagai pekerjaan kasar pernah dilakukannya guna untuk mendapatkan penghasilan. Mulai dari menjadi tukang tambal ban, tukang cuci mobil hingga kuli bangunan sudah ia rasakan.

“Saya terlahir dari keluarga yang kekurangan, selain itu latar belakang lingkungan juga menuntut saya untuk membiasakan diri akrab dengan berbagai pekerjaan kasar,” ujar pria berambut cepak ini.

Usaha Panel Listrik

Kerja keras dan keuletan yang dilakukan dalam setiap pekerjaan ternyata menjadi kunci kesuksesan Yana dalam menjalani hidup. Seorang teman yang sangat mengagumi kerja keras dan keuletan Yana mencoba menawarkan kerjasama untuk membangun sebuah usaha pembuatan Panel Listrik.

Yana yang kala itu mendapatkan penjelasan banyak tentang usaha tersebut mengaku tak dapat menolak, bahkan saking antusiasnya dalam menjalankan usaha ini Yana mengakui sampai lupa dari mana ia mendapatkan modal untuk membangun usaha sebesar Rp 20 juta.

Tekad yang bulat ditambah keinginannya memiliki usaha sendiri membuat Yana berusaha untuk mencari modal usaha, mulai dari mengumpulkan uang tabungan hingga meminjam kepada orang-orang yang dikenalnya. “Setelah meminjam dan mengumpulkan semua tabungan akhirnya terkumpul Rp 20 juta yang digunakan untuk sewa tempat dan juga membeli peralatan dan bahan pendukung usaha,” tuturnya.

Jatuh Bangun

Karena belum memiliki banyak pengalaman dalam menjalankan usaha, Yana mengaku banyak sekali permasalahan yang harus dihadapinya. Seperti misalnya dalam mendapatkan bahan baku yang harus dibeli secara kontan, sehingga Yana harus bisa memperhitungkan biaya yang dikeluarkannya.

Selain itu, karena usaha yang ia jalankan terhitung masih baru banyak konsumen yang ragu dalam menggunakan produk panel listrik yang ia buat. Sehingga ia harus benar-benar bisa meyakinkan para konsumen tentang kualitas produk dan profesionalisme para pekerjanya dalam menjalankan usaha ini.

Pengalaman pahit juga pernah dirasakan Yana pada awal menjalankan usahanya. Ketika itu Yana yang baru menjalankan usaha ini beberapa bulan mendapatkan pesanan panel listrik dari luar daerah dalam jumlah yang besar dengan total transaksi mencapai ratusan juta rupiah. Namun setelah panel dibuat dan siap untuk dikirimkan, konsumen tidak mau membayar panel listrik pesanannya karena berbagai hal.

“Panel yang sudah terlanjur dibuat dengan biaya yang besar akhirnya tidak dibayar, bahkan saya sampai memohon untuk membayar modalnya saja mereka tidak mau bayar,” ujar Yana.

Belajar dari pengalaman itu, Yana mulai memperbaiki sistem pemesan yang dilakukan, mempersiapkan berbagai perjanjian atau kontrak usaha dan mempelajari calon konsumen lebih mendalam agar hal serupa tidak terjadi lagi dikemudikan hari.

“Akhirnya saya saat ini membuat sistem pembayaran uang muka dan sistem pelunasan pembayaran sebelum barang dikirim kepada konsumen,” tambahnya.

Panel Listrik

Dalam menjalankan usaha Panel Listriknya, Yana mengaku menyediakan hampir semua jenis dan jasa yang berhubungan dengan listrik. Mulai dari pembuatan panel-panel listrik, baik panel star delta, panel distribusi, panel control, panel switchgear dan banyak lainnya.

Untuk harga, Yana mengaku memberikan harga yang dapat dijangkau pasar dan relatif murah. Walau murah Yana memberikan jaminan jika bahan baku yang digunakan untuk membuat panel merupakan bahan-bahan berkualitas tinggi. Harga panel listrik yang ditawarkan mulai dari Rp 400 juta hingga Rp 1,5 Miliar.

Diluar murah dan berkualitas, yang menjadikan usaha panel listrik yang dijalankan Yana banyak diminati konsumen adalah menjadikan pelayanan terbaik kepada konsumen sebagai prioritas utama. Dengan menganggap konsumen adalah Raja, Yana mengaku akan mencoba memberikan pelayanan secara profesional kepada para konsumen.

Walaupun baru berjalan sekitar dua tahun, namun dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, membuat perusahaan dengan nama PT. Multi Elektrik Sejahtrindo ini terus berkembang. Konsumen terus berdatangan bukan hanya dari perusahaan dengan skala kecil melainkan juga perusahaan dengan skala besar menjadi konsumennya.

Yana yang tadinya hanya seorang pekerja kasar yang mengandalkan tenaga dalam setiap pekerjaannya kini telah memiliki 30 orang karyawan yang membantu dalam membangun usaha. Selain itu, omset yang didapat juga tidak sembarangan yaitu Rp 15 Miliar dalam setahun dengan keuntungan bersih sekitar 30%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.