Rabu, Mei 13, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 804

Langkah-Langkah Membuat Proposal Usaha

0

Bagi calon pengusaha proposal usaha bisa dibilang memiliki peran yang penting. Karena proposal usaha (Business Plan) bisa digunakan untuk berbagai keperluan misalnya untuk mengajukan modal usaha ataupun mencari mitra untuk pengembangan usaha.

Untuk itu, proposal usaha yang baik ialah yang mudah dibaca/dipahami oleh siapapun baik itu oleh calon invetor, calon partner maupun pihak bank.

7 hal penting yang perlu dilakukan untuk membuat sebuah proposal usaha

Halaman Judul dan Daftar Isi

Pada halaman depan perlu dituliskan, nama proposal usaha Anda dalam huruf besar dan gunakan jenis huruf yang mudah dibaca, misalnya Arial, Tahoma atau Times New Roman, dan jangan lupa cantumkan nama pembuat proposal.

Pemilihan jenis huruf diusahakan sama untuk setiap halaman dan proporsi besarnya huruf harus diatur sesuai dengan fungsinya, untuk judul utama harus besar, kalau penjelasan  harus lebih kecil.

Daftar isi [Table of Contents] adalah judul dari setiap bagian dengan nomor halaman (harap diingat untuk memasukkan nomor halaman, tanpa itu setiap orang yang membaca akan kebingungan).

Ringkasan Usaha

Dalam ringkasan usaha ini perlu dijelaskan secara singkat, dan cukup padat untuk memberi gambaran kepada pihak-pihak yang akan membaca proposal usaha Anda.

Mulailah rencana usaha Anda dengan satu halaman ringkasan  mengenai esensi dari isi rencana Anda. Ringkasan memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk secara cepat dan tepat menyerap inti utama dari perencanaan yang telah disusun dan kemudian membaca lebih lanjut serta mencari informasi penting yang tercakup dalam perencanaan yang Anda susun.

Analisis Situasi

Bagian ini adalah bagian yang terpenting dalam membuat rencana usaha Anda akan berjalan dengan lancar dan mampu menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Analisis situasi yang perlu digambarkan meliputi Ancaman, Kelemahan, Kesempatan, dan Kekuatan dari usaha kita yang mencakup Produk, Harga, Promosi, Distribusi, dan orang yang akan menjalankannya. Jelaskan juga target pasar yang akan dituju, serta siapa-siapa saja pesaing, serta berapa besar gross margin dari produk Anda.

Tujuan Usaha (Target yang Ingin Dicapai)

Tujuan serta target dari organisasi usaha Anda harus jelas dan terukur serta memiliki jangka waktu pencapaiannya. Sifat dari tujuan usaha Anda harus obyektif, sasaran ini menjelaskan “ke mana kita akan pergi dan kapan kita akan berada di sana”. Sasaran disusun secara spesifik, misalnya, “Mencapai 10 persen pangsa pasar dalam jangka 12 bulan setelah peluncuran produk baru”.

Strategi Usaha

Strategi adalah sesuatu yang Anda perlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Jika sasaran adalah tempat yang ingin dituju, maka strategi adalah rute yang mesti diambil untuk mencapai tempat itu. Jika sasarannya meluncurkan produk/jasa baru, maka tahap awalnya adalah menciptakan keberadaan produk/jasa Anda agar dikenal oleh pelanggan yang dituju; Membuat program agar pelanggan yang dituju mau mencoba produk/jasa yang dijual; Membuat strategi, bagaimana pelanggan yang sudah mencoba mau membeli ulang produk/jasa Anda.

Sebagai contoh lain, jika sasarannya adalah untuk meningkatkan penjualan, maka strategi Anda mungkin salah satu dari hal berikut:

  • Meningkatkan average price untuk setiap unit
  • Meningkatkan volume penjualan secara keseluruhan
  • Menjual lebih banyak unit dengan harga lebih tinggi
  • Kombinasi dari semua hal di atas.

Taktik Pelaksanaan

Jika strategi merupakan semacam garis besar bagaimana cara Anda mencapai sasaran, maka taktik adalah langkah-langkah yang lebih khusus untuk mencapai sasaran yang sudah ditetapkan. Misalnya, agar produk Anda dijual di toko-toko, buatlah program trade promo untuk pedagang, sedangkan untuk membuat barang/jasa Anda dibeli oleh pelanggan yang dituju buatlah program promo untuk pelanggan.

Anggaran Investasi dan Operasi Usaha

Tentu saja, setiap perencanaan investasi dan operasi usaha Anda memerlukan biaya. Rencana usaha mesti merinci semua biaya yang dibutuhkan untuk mengeksekusi serangkaian rencana usaha, investasi dan taktik yang telah disusun, seperti rencana penjualan dan harga pokok penjualan, rencana biaya operasional, rencana tenaga kerja, rencana investasi dan lain-lain. Hal tersebut harus tertuang dalam proyeksi neraca, proyeksi rugi laba, dan cash flow.

Selamat memulai dengan sebuah proposal usaha untuk meraih mimpi masa depan yang Anda harapkan.

 

Oleh: Yoyok Indrayatno,

Pelatih Kewirausahaan dari ACC Indonesia

(Amanah Coaching Clinik Indonesia)

Menyiasati Harga Bahan Baku yang Terus Naik

0

Kenaikan harga bahan baku memang suatu kendala yang kerap dihadapi oleh para pelaku usaha terutama usaha di bidang kuliner. Dan hal tersebut bisa membuat pelaku usaha yang tidak siap akan menutup usahanya. Untuk itu, ada beberapa cara menyiasati hal tersebut.

Cara pertama adalah tidak menaikkan harga, namun mengurangi porsi makanan. Dalam hal ini, sebaiknya porsi yang dikurangi adalah porsi sayur/lauk pauk. Dan ketika ada konsumen yang komplain ketika porsi berkurang sebaiknya Anda memberikan penjelasan kepada konsumen tentang kenaikan harga bahan baku.

Solusi kedua ialah menaikkan harga jual produk, namun dalam hal ini Anda harus memberikan  iming-iming tertentu yg menarik buat pelanggan. Misalnya kemasan lebih menarik, tampilan warung lebih bersih dan rapi, gratis minum untuk teh tawar maupun air putih sepuasnya dan bonus lainnya kepada para konsumen agar mereka tidak merasa keberatan dengan kenaikan harga produk. Atau Anda juga bisa mencoba membuat menu paketan yang bisa Anda variasikan seperti yang banyak dilakukan oleh pelaku usaha kiliner besar.

Yang terakhir dan bila kedua solusi tidak mungkin dilakukan, yaitu menaikkan harga jual produk sesuai dengan harga bahan baku. Hal ini memang sangat riskan, namun sebaiknya Anda juga memberikan keterangan yang lengkap kepada konsumen Anda.

Untuk menetapkan siasat mana yang bagus, lihat saja siapa pelanggan Anda. Jika pelanggan Anda adalah orang yang sensitif harga, maka sebaiknya harga tetap tapi porsinya sedikit dikurangi. Untuk Warteg umumnya pelanggan sensitif harga, karena mereka datang ke Warteg memang benar-benar mau makan kenyang. Lain halnya jika cafe di mana pengunjung mau bersantai manikmati suasana. Untuk cafe kita bisa pakai cara kedua: Harga dinaikkan dengan tambahan fasilitas (misalnya hot spot gratis), pengunjung malah bisa tambah ramai.

Meskipun Anda mengurangi porsi, alangkah baiknya sekali waktu Anda perlu memberi bonus buat pelanggan setia, misalnya sayur bening gratis atau yang lain yang sekiranya tidak merugikan kocek Anda tapi membuat pelanggan tetap loyal.

Demikian masukan dari saya, semoga dapat bermanfaat untuk usaha Warteg Anda dan semakin sukses.

 

Oleh : Bambang Suharno

Penulis Buku Best Seller “Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari Nol” ,

“Tujuh Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha”, dan Puluhan Buku Lainnya.

www.komunitaswirausaha.net

ies.wirausaha@gmail.com

Reiner Bonifasius Rahardja, Sukses Usaha di Usia 26 Tahun

0

Lahir dari keluarga sederhana dan melihat perjuangan kedua orangtua sulitnya  membangun kehidupan keluarga membuat Reiner Bonifasius Rahardja tersadar. Bungsu dari dua bersaudara ini tak ingin menjadi beban orangtua. Karena itu, sejak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), ia memutuskan untuk hidup mandiri.

Memang tidak mudah, jalan hidup yang harus dilalui Reiner saat itu. Di tengah anak-anak seusianya menikmati masa remaja, tak begitu dengan Reiner. Ia telah berjanji tak akan membenani orangtuanya. Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab serta keinginan yang kuat membahagikan orangtua membuatnya mampu melalui segala rintangan dan hambatan yang dihadapi.

Selepas SMA, Reiner memutuskan menjadi sales kartu kredit di salah satu bank terkemuka. Tidak hanya itu, di sela-sela kesibukan menuntut ilmu, Reiner juga bekerja sebagai seorang broker dan marketing di dua perusahaan yang berbeda.

“Saya izin sama kampus untuk bisa kuliah sambil kerja. Waktu itu, saya hanya tidur 3-4 tiap harinya,” kenang Reiner.

Kerja keras dan kegigihan Reiner bekerja di tiga tempat akhirnya membuahkan hasil. Reiner mampu mendapatkan penghargaan sebagai sales terbaik atas pencapaian penjualan tertinggi di perusahaan tempatnya bekerja. Saat itu, pria yang masih berusia 20 tahun itu, telah mengantongi gaji sebesar Rp 25 juta tiap bulan.

Berawal dari Cireng

Sukses di dunia kerja tidak membuat Reiner terlena. Berbekal pandangan hidup bahwa seseorang tidak akan bisa sukses bila masih bekerja pada orang lain membuat Reiner memutuskan untuk membangun usaha pada tahun 2009. Pemuda yang memiliki hobi traveling ini memutuskan berjualan cireng isi. Dengan keuntungan sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per bulan dari satu gerobak, ia pun mensyukuri apa yang telah diperolehnya. Saat berjualan cireng isi itu pun ia mendapat banyak cibiran dari teman-temannya.

“Temen-temen nyinyir saya, tapi saya biarkan. Lambat laun usaha cireng isi saya berkembang, dari satu gerobak tambah jadi lima gerobak, sepuluh, 15 sampai punya 20 gerobak cireng isi,” ucap Reiner.

Keuntungan yang diperoleh dari usaha cireng isi pun digunakan untuk membuka usaha di bidang kuliner yakni resto makanan Jepang. Dengan modal sekitar Rp 60 juta Reiner membuka resto Jepang di salah satu ruko kecil di Jakarta.

Pengalaman menjalankan usaha selama dua tahun, tidak membuat pemuda berzodiak Cancer ini puas. Ia pun mulai melirik usaha yang lebih besar yakni membangun usaha general trading pada tahun 2011. Usaha tersebut tak begitu saja datang menghampiri. Pengalamannya sebagai Vice President Marketing di salah satu perusahaan ekspor-import pada tahun 2010 tidak disia-siakan Reiner untuk belajar tentang berbagai hal yang berhubungan dengan perdagangan luar negeri.

Ekspor–Impor

Berbekal pengalaman tersebut, dan modal sekitar Rp 120 juta, Reiner mulai membangun usaha general trading-nya. Modal tersebut digunakan untuk membeli berbagai produk yang dimpor langsung dari luar negeri khususnya China dan dijual kembali di Indonesia seperti sepatu, baju, berbagai macam gadget, barang elektronik dan lain sebagainya.

Dalam mengembangkan usahanya, Reiner selalu melihat perkembangan pasar. Tak heran produk yang dijualnya selalu bisa diterima dengan baik oleh pasar Indonesia. Meski demikian, tak semua barang yang menurutnya bagus juga pasti laku di Indonesia. Menurutnya, kecenderungan masyarakat Indoensia hanya akan membeli barang yang murah, unik dan terpakai.

“Kalau unik, kepakai tapi mahal orang akan mikir-mikir untuk membelinya. Seperti misalnya tongsis (tongkat narsis) yang tadinya biasa, sekarang jadi tren dan booming di Indonesia. Maklum masyarakat kita narsis dan suka foto, makanya tongsis laris manis,” beber pemuda yang menjadikan ayahanda sebagai sosok inspiratif.

Nah untuk dapat terus menjual berbagai macam produk dari luar negeri, Reiner selalu memantau perkembangan produk-produk yang laris di luar negeri untuk kemudian didatangkan ke Indoensia dan berharap bsia menjadi tren seperti halnya tongsis. Tidak heran diusianya yang masih muda (26 tahun), Reiner sudah berkeliling dunia lebih dari 130 kota di 32 negara.

Selain hobinya travelling berkeliling ke banyak kota di banyak negara juga untuk menemukan barang baru yang bisa laku di jual di Indonesia. Kini dari usaha general tradingnya saja Reiner bisa memperoleh pendapatan mencapai seperempat triliun atau Rp 250 juta.

Impian Terbesar

Setelah sukses menjalankan usahanya, ternyata Reiner masih memiliki impian yang tercapai. Impian tersebut adalah ingin berbagi dan menginspirasi anak muda dalam menjalankan usaha. Reiner berpikir bila ia bisa mewujudkan mimpinya sejak SMA maka orang lain pasti bisa melakukannya.

Karena itu untuk mewujudkan impian tersebut, Reiner mencoba membuat sebuah Gerakan Business & Entrepreneurship Skill Training. Gerakan tersebut bertujuan menjembatani pengusaha di bawah umur 40 tahun dengan para praktisi atau pelaku usaha yang sudah sukses menjalankan usahanya.

“Nanti para pelaku usaha di bawah 40 tahun akan kita develop dengan ilmu yang diberikan oleh pelaku usaha yang sudah sukses dalam menjalankan usaha,” jelasnya

Solusi Tepat Kebutuhan Dana Cepat, Cuma Perlu 10 Menit Langsung Cair!

0

Sering kali pada kondisi tertentu kita dihadapkan pada kebutuhan dana yang mendadak. Dana yang harus ada pada waktu itu juga. Entah untuk keperluan pendidikan anak, kebutuhan berobat, atau untuk membayar cicilan motor yang sudah jatuh tempo. Sudah pasti, di kondisi tersebut teman terbaik yang bisa membantu adalah pemberi pinjaman online cepat cair.

Tapi kenyataannya tidak semua pemberi pinjaman online benar-benar dapat membantu Anda. Karena banyak yang menjanjikan pencairan dana cepat, tapi nyatanya sampai lebih dari dua hari dana yang diajukan belum juga cair. Tak sedikit juga yang memberikan bunga dan beban biaya keterlambatan cicilan cukup berat sehingga bukannya membantu, tapi justru semakin membuat Anda terbebani. Belum lagi Anda harus memastikan apakah pemberi pinjaman cepat cair itu tidak ilegal.

Terus, bagaimana solusi terbaiknya? Anda cukup membuka smartphone, buka Google Play Store, lalu cari Dompet Kilat, kemudian di instal. Kenapa harus Dompet Kilat? Pertama, karena produk milik PT Indo Fin Tek ini sudah BERIZIN dan diawasi secara resmi oleh OJK sejak 13 Mei 2019 dengan nomor KEP 47/D.05/2019. Jadi, Anda tak perlu khawatir lagi soal legalitas Dompet Kilat.

Kedua, Dompet Kilat telah menjadi pemberi pinjaman online cepat cair yang sudah terbukti. Tak perlu waktu lama bagi Anda untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan. Asalkan seluruh persyaratan sudah lengkap dan terpenuhi, dalam waktu 10 menit sampai 1 jam dana yang Anda butuhkan langsung cair.

Ketiga, tentunya persyaratan yang diberikan untuk pengajuan cukup sederhana dan tidak rumit. Anda hanya perlu mengisi dan melengkapi data diri yang hanya butuh waktu sekitar 3 menit. Dompet Kilat hanya meminta Anda untuk mengunggah KTP sebagai instrumen utama kelengkapan data. Setelah itu, Dompet Kilat akan melakukan pendataan dengan melakukan wawancara melalui email. Bila proses ingin lebih singkat lagi Anda bisa mengunggah slip gaji.

Keempat, kemudahan yang ditawarkan pemberi pinjaman cepat cair ini pun tak meminta jaminan kepada Anda. Artinya, Anda dapat melakukan pinjaman tanpa jaminan di Dompet Kilat. Tentu ini menambah kemudahan bagi Anda yang membutuhkan dana dalam waktu cepat.

Kelima, Dompet Kilat ingin menempatkan diri sebagai teman yang bisa meringankan persoalan Anda. Karena itu, Dompet Kilat tak membebankan bunga yang tinggi kepada Anda seperti yang dilakukan fintech lainnya. Dompet Kilat hanya menerapkan bunga 10% perpinjaman. Selain itu, Dompet Kilat tak memberi beban biaya yang besar apabila Anda terlambat melakukan pembayaran cicilan pelunasan.

Keenam, Anda bisa mengajukan pencairan dana untuk ragam kebutuhan di Dompet Kilat. Baik untuk membayar cicilan motor, membayar utang, biaya renovasi rumah, biaya hidup harian, modal usaha, biaya pendidikan anak, biaya pengobatan hingga biaya pernikahan. Ketujuh, Dompet Kilat tak hanya menawarkan kemudahan pinjaman cepat cair tapi juga menawarkan cara pelunasan yang fleksibel. Jadi di sini Anda tak perlu bingung untuk mengangsur biaya pelunasan karena Dompet Kilat menerima pembayaran melalui ATM, M- Banking, maupun internet banking. (Alfamaret/Indomaret?/OVO? – karena kita memakai jasa Payment Gateway; InstaMoney)

Berbagai kelebihan yang ditawarkan Dompet Kilat ini memang ditujukan untuk membantu Anda yang membutuhkan dana cepat. Sebagai pemberi pinjaman online cepat cair, Dompet Kilat terus berkomitmen untuk memberikan kemudahan kepada Anda. Berbagai kemudahan yang ditawarkan ini adalah bentuk komitmen dari Dompet Kilat agar dapat benar-benar menjadi solusi tepat bagi Anda yang membutuhkan dana cepat. Lalu, tunggu apalagi? Instal Aplikasinya sekarang dan ajukan pinjaman yang Anda butuhkan!

Panen Dua Ton per Bulan Jeruk Bali Madu Tanpa Biji

0

Jeruk Bali Madu merupakan jenis Jeruk Bali yang tidak memiliki biji. Di Pati, warga juga menyebut jeruk besar ini dengan nama Jeruk Bageng, dan akhir-akhir ini nama yang populer adalah Jeruk Bali Madu. Jeruk berkulit tebal ini juga dikenal dengan nama Pomelo di pasar internasional. Ciri khas Jeruk Bali Madu yang tidak memiliki biji ini rasanya manis dan tidak getir, banyak mengandung air dan empuk tanpa ampas di mulut dengan warna daging buah kemerah-merahan.

Sukir, salah satu pembudidaya Jeruk Bali Madu tanpa biji mengatakan usaha Jeruk Bali Madu ini dimulai dari ketidaksengajaan. Awalnya pohon Jeruk Bali Madu itu dimiliki oleh mertuanya, H. Suradi.

“Usaha ini sebenarnya dimulai dari ketidaksengajaan. Dahulunya mertua saya tidak mengijinkan saya untuk menanam tanaman ini karena kolotnya orang kuno yang menganggap bahwa hanya dengan bertanam padi anak cucu bisa makan. Di awal penanaman saya hanya mencoba dengan 5 buah pohon saja di area lahan seluas ¼ Ha yang diberikan oleh Mertua,” papar pria berkacamata itu.

Usaha Jeruk Bali Madu ini dimulai sejak tahun 1989, dan pembibitan secara besar-besaran dimulai sekitar awal tahun 2000. Modal awalnya juga terbilang sangat kecil, saat itu  hanya Rp 2.500 saja, karena satu bibit Jeruk Bali Madu pada saat itu dihargai Rp 500/batang. Namun dari 5 batang bibit tersebut ia mampu membuat beberapa cangkokan lagi dan ditanam lagi di sekeliling pohon/sawah yang masih kosong di lokasi yang sama. Akhirnya usaha Sukir mampu berkembang hingga sekarang ini keseluruhan luas lahannya mencapai 5 Ha yang berlokasi di Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Prospek dan Persaingan

Budidaya Jeruk Bali Madu tanpa biji sangat menjanjikan. Pasalnya, tanaman Jeruk Bali Madu tanpa biji selain terbilang gampang dalam perawatan, juga cenderung cepat berbuah. Jeruk Bali Madu tanpa biji pun memiliki segmen market mayoritas kelas menengah ke atas dan saat ini pelaku usaha jeruk ini masih terbilang sedikit, jadi peluangnya masih sangat terbuka lebar. Sukir juga giat menggalakkan para pemuda di desanya untuk turut menanam Jeruk Bali Madu tanpa biji di pekarangan rumah masing-masing, dan ia pun membuka tawaran menjadi pedagang.

“Jadi selain budidaya sendiri, saya juga siap menampung hasil panen dari pedagang kecil,” ujar Sukir.

Menurut Sukir gempuran Jeruk Bali impor merupakan pesaing bagi Jeruk Bali Madu tanpa biji. Selama ini Jeruk Bali atau Pomelo dari Malaysia dan Hongkong dihargai lebih tinggi di pasaran. Hal itu karena citra jeruk impor yang lebih baik dibandingkan dengan jeruk lokal walaupun soal kualitas tidak kalah. Meski begitu ia tak gentar menghadapi serbuan buah jeruk impor.

“Jeruk Bali Madu tanpa biji khas Pati memiliki keistimewaan tersendiri, semuanya saya serahkan saja kepada konsumen yang menikmatinya,” papar Sukir.

Harga

Buah Jeruk Bali Madu tanpa biji yang dijual Sukir terbagi dalam beberapa tingkatan atau grade. Yakni, grade A atau super yang memiliki ukuran berat antara 2-4 kg seharga Rp 15 ribu/kg, grade B berat 1,5-2 kg seharga Rp 14 ribu/kg, grade C berat 1-1,5 kg Rp 12-13 ribu/kg. “Grade A dan B biasanya dipasok khusus ke supermarket buah, sedangkan grade C dipasok ke pasar-pasar tradisonal,” terang Sukir.

Tak jauh berbeda dengan buah, harga eceran untuk bibit Jeruk Bali Madu dijual Sukir secara beragam, mulai dari Rp 50 ribu-1,5 juta tergantung ukuran, media tanam dan pemesanan. Ukuran yang dijual mulai 75 cm sampai 1,5 meter untuk polybag, dan 1 – 2 meter untuk tabulampot. Bibit ukuran 75 cm Rp 50-60 ribu/batang, ukuran 1,5 meter seharga Rp 65-75 ribu/batang, ukuran 1-2 meter dijual seharga Rp 100 ribu/batang (dalam polybag) dan Rp 1,5 juta (dalam tabulampot).

Pemasaran

Sukir memasarkan Jeruk Bali Madu tanpa biji melalui event pameran seperti Pameran Trubus Agro Expo 2006 di Taman Bunga Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur. Saat itu, ia membawa sekitar 2 truk (setara 8 ton buah Jeruk Bali Madu tanpa biji). Pada pameran itulah Jeruk Bali Madu menyedot perhatian pengunjung dan sesama peserta stand. Tak hanya memasarkan lewat event pameran agribisnis saja, Sukir juga berekspansi memasarkan Jeruk Bali Madu tanpa biji ke supermarket, pasar modern serta pasar tradisonal.

“Pada tahun 2006 saya sudah mulai masuk ke pasar modern di mal. Sedikitnya saya memasok ke All Fresh Jakarta, Sri Ratu di Semarag, dan Swalayan Rita di Purwokerto,” katanya.

Diakui Sukir, biasanya dalam sebulan ia memasok buah Jeruk Bali Madu tanpa biji ke Supermarket dan Pasar Modern sebanyak 1,5 ton dengan harga jual sekitar Rp 11-35 ribu/kg (biasanya grade A dan B), dan 500 kg untuk pasar-pasar tradisonal. Harga jual jeruk di Supermarket tersebut biasanya meningkat hingga 20-30%. Berkat perluasan pasar seperti lewat pameran dan toko-toko buah, Sukir berhasil menikmati harga yang lebih stabil.

Tak puas berjualan offline, Sukir pun memasarkan bibit dan buah Jeruk Bali Madu tanpa biji lewat dunia internet. Tak ayal, pesanan bibit dan buah jeruknya juga laris manis diburu konsumen dari berbagai penjuru kota besar seperti Jakarta, Semarang, Purwokerto dan Surabaya. Ia tak membatasi minimal pembelian hanya saja ongkos kirim ditanggung pihak pembeli, dan pembayaran dilakukan secara cash. Pemesanan bisa via telepon atau datang langsung ke lokasi usahanya.

Dalam sebulan Sukir mampu memanen Jeruk Bali Madu tanpa biji sekitar dua ton, dan bisa terjual hingga ribuan bibit Jeruk Bali Madu tanpa biji. Jika diasumsikan dalam sebulan ia menjual bibit Jeruk Bali Madu tanpa biji sebanyak 500 bibit dengan harga rata-rata Rp 60 ribu/batang, dan buah jeruk sebanyak 2 ton dalam berbagai tingkatan grade, maka omset yang dikantongi Sukir bisa mencapai Rp 58 juta/bulan.

Keuntungan yang diraupnya pun terbilang lumayan besar, yakni sebanyak 30% dari omset atau sebesar Rp 17,4 juta/bulan. Ia pun berbagi tips sukses mengembangkan usaha Jeruk Bali Madu tanpa biji, “Pada intinya kita harus tekun, telaten, dan jangan menyerah serta gampang puas terhadap hasil yang dicapai,” ungkapnya

5 Faktor Penyebab  Bisnis Gagal

0

Hasil statistik menunjukkan bahwa sebanyak 96% pebisnis mengalami kegagalan pada 10 tahun pertama usaha berjalan, dan hanya sebesar 4% saja pebisnis yang mampu bertahan dan atau berkembang. Pengertian bertahan disini adalah perusahaaan tersebut tetap eksis di industri bisnisnya dan masih beroperasi, tetapi tidak berkembang dan bertumbuh.

Meskipun keadaan ini sebenarnya sangat beresiko pada bisnis tersebut untuk dapat bertahan lebih lama. Sedangkan perusahaan yang bertahan dan mampu terus berkembang adalah perusahaan yang terbaik, karena selain mampu bertahan juga mengalami perkembangan dan pertumbuhan dengan mengalami peningkatan dari sisi nilai aset, brand maupun profit perusahaan.

Untuk dapat bertahan saja sebenarnya suatu perusahaan perlu bertumbuh dan berkembang, karena perusahaan itu dapat diibaratkan sebuah pohon, sebuah pohon hanya memiliki dua pilihan yaitu, tumbuh atau mati. Begitu juga dengan pilihan yang dimiliki setiap perusahaan yang ada diseluruh dunia ini ketika memulai, menjalankan dan membangun bisnisnya, hanya ada 2 pilihan yaitu bertumbuh atau mati. Sebab apabila suatu perusahaan tidak dapat bertumbuh, maka akan mati tergilas oleh para pesaing yang berada di industri bisnisnya.

Saat pertama kali memulai suatu bisnis, tanpa disadari oleh banyak pemilik bisnis, mereka memiliki niat dan pemahaman yang keliru tentang hakekat dari didirikannya suatu bisnis. Dan ketika menjalankan operasional bisnisnya sehari-hari, mereka terus melanjutkan niat dan pemahaman yang keliru tersebut tanpa disadari.

Hingga suatu saat mengalami kejadian demi kejadian, masalah demi masalah yang dialami dan dihadapi oleh pebisnis sampai disuatu titik dimana pimpinan dan menajemen perusahaan tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah dan menemukan solusi yang tepat, hingga mengakibatkan satu keputusan pada perusahaan tersebut, yaitu dijual atau ditutup.

Salah satu cara terbaik untuk dapat mempertahankan suatu bisnis agar tetap sustainable (langgeng) sampai berumur ratusan tahun adalah dengan merencanakan dan melaksanakan secara terus-menerus perbaikan atau peningkatan melalui perubahan atau transformation. Banyak diantara perusahaan yang bertahan dengan melakukan perubahan di bisnisnya, ada yang berhasil bangkit dan mengalami kesuksesan tetapi sebagian besar banyak juga yang mengalami kegagalan dan kebangkrutan yang tidak dapat dihindari.

Pada kesempatan kali ini penulis ingin berbagi tentang penyebab utama mengapa banyak bisnis diluar sana yang mengalami kegagalan setelah melewati masa 10 tahun dibisnisnya. Lima penyebab utama suatu perusahaan mengalami kegagalan untuk bertahan lebih lama :

  1. Mismanajemen atau Salah Manajemen

Mismanajemen atau salah manajemen menempati urutan pertama penyebab utama kegagalan bisnis dan kebangkrutan berdasarkan hasil survei yang pernah dilakukan.

Sebagai seorang pebisnis banyak hal yang perlu Anda pelajari dalam hal manajerial dan pengelolaan bisnis. Intuisi dan naluri bisnis saja tidak cukup, Anda memerlukan ilmu manajemen yang mumpuni dalam mengkoordinir dan mengatur tim dan roda perusahaan Anda, sehingga Bisnis Anda menjadi “Sustainable” (langgeng) dan tetap mengalirkan omzet, profit & cash yang Anda inginkan.

Beberapa penyebab yang dapat menimbulkan mismanajemen adalah:

  1. Belum adanya pola struktur organisasi yang uniform (seragam).
  2. Belum adanya kesatuan bahasa dalam manajemen.
  3. Belum adanya management mindedness di lingkungan pejabat pimpinan.
  4. Belum adanya keseragaman tentang cara dan tata kerja antar divisi atau bagian.
  5. Tidak efektifnya pelaksanaan pengawasan.
  6. Kurang tepatnya koordinasi.
  7. Tidak sesuai rencana dengan kesanggupan atau kemampuan pelaksanaan.
  8. Terdapatnya perbedaan visi dan misi antara atasan dengan bawahan.
  9. Terjadinya senioritas yang berlebihan atas suatu tugas manajemen.
  10. Timbulnya birokratisme yang overlapping (tumpang tindih) dalam organisasi tersebut.
  11. Membiarkan Rasa Puas Diri

Perasaan puas diri yang dihinggapi pada Pemimpin maupun tim/karyawan dalam suatu perusahaan adalah penyebab yang menciptakan kegagalan dalam perubahan di perusahaan. Kesalahan terbesar yang dibuat oleh banyak perusahaan ketika mereka mencoba untuk mengubah organisasi untuk memenangkan persaingan adalah tidak dibangunnya Rasa Keterdesakan yang tinggi (sense of urgency) di dalam manajemen dan karyawan. Dan hal ini sering terjadi tanpa disadari oleh sebagian besar orang yang ada di dalam manajemen perusahaan tersebut.

Merasa puas dengan pencapaian yang telah diperoleh dan merasa aman serta nyaman bahwa kondisi seperti ini akan terus berlangsung lama, sehingga menciptakan zona nyaman yang membuat terlena dan lupa akan ancaman dari dalam maupun dari luar perusahaan.

Merasa puas dengan pangsa pasar yang dikuasai, merasa puas dengan pencapaian penjualan, terlalu bangga dengan kualitas produk/jasa yang dimiliki dan puas dengan pelayanan yang ada dan lain sebaiknya. Banyak masalah yang terjadi tetapi tidak diselesaikan, peluang-peluang bisnis yang diabaikan serta tidak melakukan perbaikan yang diperlukan. Sehingga terjadi badai yang menghantam perusahaan yang mengakibatkan kebangkrutan dan kegagalan.

  1. Tidak Melakukan Perubahan dan Inovasi

Banyak perusahaan yang mengalami kegagalan karena tidak melakukan perubahan  dan inovasi, seperti yang dialami oleh perusahaan telekomunikasi terkenal Nokia divisi ponsel dari Finlandia yang telah diakuisisi oleh Microsoft 2 tahun  lalu. Nokia divisi ponsel pernah menjadi produsen  ponsel  terbesar dunia selama 14 tahun hingga tahun 2012, sebelum  kalah  bersaing  melawan Samsung.

Kini Samsun menyalip posisi Nokia sebagai pabrikan ponsel  terbesar.  Nokia, sang  raja  ponsel,  tak  berdaya  menghadapi  serbuan  para pemain baru di bawah bendera Android & iOS. Sempat  berusaha  bangkit  kembali  dengan mengadopsi Windows Phone pada 2011,  Nokia  akhirnya  kandas  pada  2014  dan  terpaksa  menjual divisi ponselnya ke Microsoft dengan  harga  jauh  lebih  rendah  dibanding  nilainya saat  jaya dulu.

Nokia, sang legenda yang produk-produknya pernah menjadi buruan nomer satu para pecinta  gadget, kini  telah  “lempar handuk”  dan  resmi  mundur  dari  industri  yang dibesarkannya  sendiri.  Nokia  membiarkan  perasaan  puas diri dan gagal melakukan perubahan dan inovasi produk  ponselnya, dan  hanya dalam beberapa  tahun  setelah kemunculan pesaing, perusahaan Nokia dikalahkah oleh pasaingnya seperti Samsung dari Korea Selatan.

  1. Salah Financial Management.

Kesalahan dalam mengelola keuangan pada perusahaan, menjadi salah satu penyebab utama kegagalan bisnis dan kebangkrutan dunia usaha.

Tidak adanya kedisplinan dalam hal pengelolaan dan pengaturan uang perusahaan, dan tidak adanya pemisahan uang pribadi dan uang perusahaan serta sistem pencatatan dan laporan keuangan yang jelas dan akurat, membuat Anda tidak bisa membaca tren dan memprediksi  masa  depan  dan  akhirnya,  salah  dalam  pengambilan keputusan.

Sehingga mengakibatkan kerugian besar, yang akan mengganggu jalannya roda perusahaan. Pemborosan terhadap pengeluaran yang tidak penting dan mendesak, seperti membeli aset  yang tidak penting atau salah ketika melakukan investasi, menyebabkan cashflow terganggu. Apabila kesalahan demi kesalahan ini terus berlangsung dan tidak terselesaikan, maka akan terjadi kebangkrutan pada satu perusahaan.

  1. Tidak Memiliki Pendamping (Mentor/Coach)

Setelah sekian tahun perusahaan dihadapkan pada masalah yang sama yaitu bertahan hidup dan terus beroperasi, Anda menghadapi masalah yang tidak pernah habis, seperti dengan tim/karyawan pada kesalahan-kesalahan yang mereka buat, sehingga Anda sibuk memadamkan api di dalam proses bisnis di perusahaan Anda.

Mengapa demikian?. Karena Anda tidak akan dapat mengeluh kepada tim, apalagi mengeluh kepada pasangan Anda. Membicarakan masalah Anda dengan teman-teman Anda sekalipun, juga belum tentu mendapatkan jalan keluarnya. Sedangkan berkonsultasi kepada psikolog murni, belum tentu psikolog tersebut benar-benar memahami persoalan bisnis yang menjadi strss Anda.

Oleh karena itu setiap pebisnis perlu memiliki seorang pendamping yang menjadi fasilitator kesuksesan di bisnis Anda. Seperti kesuksesan seorang atlet juara dunia olahraga atau para top performances disegala bidang, mereka pasti memiliki seorang mentor atau coach. Karena cara lebih mudah dan lebih cepat untuk meraih kesuksesan adalah belajar dari ahlinya. Begitu juga dengan Anda sebagai pemimpin perusahaan, apabila Anda ingin sukses luar biasa dan bertahan lama, Anda perlu memiliki pendamping atau partner seperti seorang mentor/coach dibisnis Anda, untuk menyiasati dan mengetahui titik lemah Anda (blindSpot) dan memaksimalkan kekuatan Anda (strength).

Tugas seorang mentor/coach selain memberikan “know how” tentang bisnis, Anda juga akan selalu “disegarkan, diingatkan, digali potensi terbesar Anda dan terkadang juga disentil” akan passion & purpose Anda ketika menjalankan perusahaan. Dan tentu saja Anda dapat memanfaatkan kehadiran seorang mentor/coach sebagai “leverage” (daya ungkit) dalam mencapai goal di perusahaan. \

Sebenarnya masih banyak lagi faktor penyebab kegagalan bisnis dan kebangkrutan, gagal atau tutup satu perusahaan dalam kurun waktu 5-10 tahun. Tetapi 5 faktor diatas adalah yang paling utama.

Semoga Bermanfaat. Salam Perubahan!

 

Oleh :  Coach Vence Ginting, SE, MM.

Business Performance Coach (USA)

Active Coach

Jl. Bambu Kuning IV No.20 Cengkareng Barat, Jakarta Barat

Telp : (021) 5439 1003, 540 3043

Hp: 0816  864  248

Email: coachventing@gmail.com

Website: www.activecoach.co.id

 

Bisnis Barbershop Bisa Untung di Atas 50%

0

Hampir semua pria pasti memangkas rambutnya dalam waktu tertentu, entah  dua bulan sekali, sebulan sekali atau bahkan dua minggu sekali. Maka tidak heran sejatinya usaha ini memiliki potensi yang besar yang belum tergarap secara maksimal. Bahkan tidak sedikit pelaku usaha yang memandang remeh usaha pangkas rambut pria karena dianggap kurang seksi dan memerlukan keahlian khusus untuk melakoninya.

Namun lain dulu, lain lagi sekarang. Banyak pelaku usaha barbershop yang tak memiliki kemampuan di bidang gunting rambut bahkan tak mengerti perkembangan tren tatanan rambut pun bisa memiliki usaha pangkas rambut hingga salon khusus pria yang lagi tren di beberapa kota besar.

Seperti Ilham Hertanto yang menjalankan usaha barbershop dengan brand  Baxter Barbershop Indonesia pada tahun 2013. Walaupun tidak memiliki keahlian dalam memotong rambut, namun melihat pangsa pasar usaha ini yang semakin menjanjikan membuat Ilham rela mengeluarkan kocek besar untuk menjalankan usaha ini dan merekrut barberman profesional.

Menurut pengamat wirausaha Bambang Wahyu Purnomo, usaha jasa potong rambut bisa dikategorikan sebagai usaha yang konstan dan akan terus dibutuhkan. Bagaimana pun kondisi perekonomian Indonesia tak akan berpengaruh banyak pada usaha yang satu ini, karena mencukur adalah kebutuhan.

Hal senada juga dikatakan Evan Abdul Hakim, Pemilik Kingz Babershop yang telah memiliki 8 cabang barbershop. Menurutnya, usaha potong rambut pria adalah kebutuhan yang pasti, sehingga usaha ini pasarnya sangat jelas. ”Paling tidak seorang pria memotong rambutnya satu bulan sekali dan hal ini merupakan hal positif dalam usaha ini,” ujar pria yang akrab disapa Ilham ini.

Konsep Berbeda

Walaupun bukan usaha baru, namun usaha barbershop mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal tersebut bisa dilihat dari jenis usaha potong rambut yang ada. Bila dahulu cukur rambut kaki lima menjadi primadona, saat ini usaha potong rambut modern atau yang lebih dikenal dengan barbershop mulai dilirik. Karena itu tidak heran beberapa tahun belakangan, barbershop mulai bermunculan dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan.

Beberapa hal yang menjadi pembeda antara barbershop dengan jenis usaha cukur rambut lainnya dalam hal interior desain ruangan yang ditawarkan. Seperti Our Roots Barbershop yang dirintis Rahmat Enggal Prayugo. Usaha yang berdiri sejak 2 tahun lalu ini menawarkan desain interior berkonsep vintage atau jadul.

Selain pada interior yang berkesan jadul dengan cat berwarna cokelat, adanya foto artis-artis lawas luar negeri seperti Elvis Presley, The Beatles dan lain sebagainya serta terdapat televisi tua yang berada di sudut ruangan dan jam weker menambah kesan klasik pada ruangan barbershop ini.

Berbeda dengan Our Roots yang mengusung konsep vintage, pelaku usaha lain yaitu Angga Kesnha D pemilik Bujang Barbershop lebih memilih untuk menonjolkan konsep minimalis dengan dengan desain interior berbahan kayu didalamnya. Di ruangan barber shop berukuran 3×4 meter ini,

Angga menempatkan berbagai produk berbahan kayu seperti misalnya kursi tunggu pengujung, lantai, meja rias dengan aksen kayu yang minimalis modern hingga langit-langit yang juga menonjolkan unsur kayu di dalamnya. “Unsur kayu saya pilih karena bisa menumbuhkan kesan nyaman dan tenang agar konsumen betah,” jelasnya.

Walaupun konsep interior desain yang ditawarkan berbeda satu sama lain, namun ada hal yang sama yaitu pada fasilitas pendukung barbershop yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap. Dan hal ini yang disebut pengamat wirausaha Bambang Wahyu Purnomo sebagai hal pembeda antara barbershop dengan usaha cukur rambut konvensional lainnya.

Beberapa pelaku usaha barbershop menawarkan fasilitas pendingin ruangan (AC), LED TV, VCD, wastafel hingga jaringan Wi-Fi yang bisa dimanfaatkan konsumen secara gratis. Ada pula pelaku usaha yang memberikan air mineral, teh hingga kopi gratis bagi konusmen. Semua hal itu dilakukan untuk lebih memberikan pelayanan dan kenyaman pada konsumen yang datang.

Namun semua kemewahan ala salon ini pastinya membutuhkan modal yang cukup besar untuk memulai usaha. Seperti Angga pemilik Bujang Barber Shop yang mengeluarkan modal sekitar Rp 30 juta, atau Ilham Hertanto. Pemilik Baxter Barbershop Indonesia hingga Rp 78 juta.

Kualitas Barberman

Selain fasilitas penunjang yang lengkap beberapa pelaku usaha barber shop juga menawarkan kualitas para hair stylist atau yang biasa disebut barberman profesional dan pastinya masih berusia muda dan bergaya stylish. Seperti misalnya Ilham Hertanto.

Pemilik Baxter Barbershop Indonesia yang menyediakan barberman profesional dan berpengalaman dalam usahanya. Diakui Ilham dengan pengalaman yang dimiliki para barbeman. Saking pengalamannya kadangkala, sebelum konsumen dicukur barberman sudah dapat mengetahui model cukur apa yang cocok untuk konsumen yang bersangkutan,” ujarnya.

Namun begitu Ilham mewajibkan barberman untuk menanyakan terlebih dahulu model cukur yang diinginkan konsumen dengan menawarkan katalog model rambut. Selain Ilham, pelaku usaha lain yaitu Angga Kesnha D juga referensi model cukur rambut dari luar negeri. Namun dari usia barberman yang masih sangat belia namun cukup memiliki pengalaman membuat konsumen yang sebagian besar berusia muda hingga eksekutif muda tak pernah bosan menata ulang rambutnya di barbershop yang digawangi anak-anak muda tersebut.

Pengamat marketing Bambang Surharno menegaskan bahwa kualitas barbermen merupakan salah satu unsur yang memiliki nilai jual dalam usaha barbershop, karena itu pelaku usaha diharapkan dapat terus menjaga dan meningkatkan kualitas para barberman-nya agar dapat memikat pasar dan memenangkan persaingan.

Style Rambut

Menurut Evan Abdul Hakim, Pemilik Kingz Babershop, style cukur yang sedang tren saat ini bisa dibilang kembali pada tren jaman dulu (jadul). Misal saja model Sleeky Hair, The Pompadour, Slip Back, Quiff, Jar Head, Elephant Trunk, dan Rockabilly. Berbagai model rambut tersebut, mengikuti tren model lambut tahun 60-70-an yang waktu itu dipopulerkan oleh beberapa artis luar negeri seperti Elvis Presley, The Beatle dan lain sebagainya.

Konsep style rambut jadul yang sedang kembali tren di kalangan anak muda tak lepas dengan penggunaan minyak rambut yang membuat rambut selalu rapi dan kinclong yakni Pomade. Pomade adalah minyak rambut yang sudah tren sejak dahulu. Yang membuat Pomade kembali diminati, menurut Angga pemilik Bujang Barber Shop karena Pomade memberikan para penggunanya banyak pilihan mulai dari yang membuat rambut tetap berminyak dan basa, hingga rambut yang menjadi keras sehingga tatanan rambut dapat terus bertahan hingga beberapa jam.

Walaupun menonjolkan beberapa kelebihan, namun bila bicara soal harga para pelaku barbershop memberikan harga yang terjangkau kepada para konsumen. Seperti misalnya Angga yang memberikan harga potong rambut sebesar Rp 15 ribu untuk proses potong plus pijat selama 20 menit. Sedangkan pelaku usaha lain Rahmat Enggal Prayugo, Pemilik Our Roots Barbershop memberikan harga sebesar Rp 25 ribu dan konsumen akan mendapatkan paket treatment berupa teh hangat, cukur rambut, massage, penataan rambut, serta facial spray untuk menyegarkan wajah pengunjung dengan lama proses sekitar 20 menit.

Keuntungan di Atas 50%

Bila biasanya investasi besar akan membuat balik modal usaha menjadi lama, hal tersebut tidak berlaku dalam usaha barbershop. Dengan permintaan yang tidak pernah sepi membuat usaha ini memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan dan juga berdampak pada balik modal usaha yang tidak terlalu lama.

Seperti Bujang Barbershop yang bisa kedatangan 40 pengunjung setiap dengan omset yang didapat sekitar Rp 18 juta dengan keuntungan sebesar 50%. Walaupun baru berjalan sekitar 8 bulan, namun Angga mengaku sudah balik modal pada bulan keempat. Sedangkan para pelaku usaha, Rahmat Enggal Prayugo. Pemilik Our Roots Barbershop juga mengaku dalam satu bulan bisa mendapatkan omset sekitar Rp 30 juta dengan keuntungan 53%.

Kegigihan dan Kesabaran

Berbicara mengenai kegigihan dan kesabaran, saya teringat dengan sebuah film yang pernah saya saksikan yang berjudul ”Door to Door”. Film ini sebenarnya kisah nyata kehidupan seorang pengidap Cerebral Palsy, yakni saraf pipi kanan bermasalah, sehingga, ketika berbicara ia agak susah.

Tangan kanannya tidak berfungsi dengan baik. Dan ketika berjalan agak sedikit membungkuk. Namun meskipun seperti itu, ia mampu menjadi top salesman di perusahaan Watkins. Ia menjadi salesman of the year. Lelaki itu bernama Bill Porter. Saya sangat merekomendasikan Anda untuk menyaksikan film ini.

Pesan Sang Ibu

Film ini bermula seorang lelaki yang mengenakan baju kemeja berdasi hitam dan jas agak kecokelatan berdiri di depan cermin memastikan bajunya rapi. Ia mempersiapkan diri untuk melamar kerja sebagai salesman di sebuah perusahaan kebutuhan rumah tangga. Lalu ibunya menghampiri mengingatkannya, ”Butuh waktu sedikit lama bagi orang untuk mengenalmu. Oleh karena itu, bersabarlah dan gigih,” kata ibunya.

Kemudian mereka berangkat ke kantor yang dituju. Setibanya di sana, ibu lelaki cacat ini menunggu anaknya sambil membaca koran di dalam mobil. Sementara lelaki yang mengenakan jas cokelat ini melangkah masuk ke dalam. Setibanya di kantor ia bertemu dengan sang manager.

Sang manager mengemukakan tentang aktivitas para salesman. ”Membawa tas berat yang isinya produk yang harus mereka jual. Terkadang bukan hanya satu. Tetapi ada juga yang membawa dua tas. Mereka berjalan antara satu rumah ke rumah yang lain. Sungguh, melihat kondisimu, rasanya agak sulit. Dan aku rasa kamu mengerti apa yang aku katakan. Maafkan aku,” kata sang manager menolak Bill Porter menjadi salesman di perusahaannya.

Kemudian Bill keluar kantor dengan wajah menunduk, perasaannya diselimuti kecewa. Saat ia berdiri di depan pintu kantor Watkins, ia melihat dari kejauhan ibunya yang berdiri di samping mobil sambil membaca koran. Garis-garis wajahnya terpancar harapan agar anaknya mendapat pekerjaan. Bill berhenti melangkahkan kakinya sejenak dan memikirkan sesuatu. Lalu, ia memutar arah masuk kembali ke kantor menjumpai manager.

Saya Pantas Jadi Salesman

Skin ini bagi saya sungguh bermakna. Karena, keputusannya menjumpai kembali sang manager menunjukkan kegigihan dalam dirinya untuk berhasil. Bukan hanya itu, keahliannya melobi agar pantas menjadi salesman di Watkins, membuktikan bahwa ia pantas menjadi salesman.

Simak kata-katanya untuk meyakinkan manager. ”Tuan Hernandez,” Bill menyapa. ”Berikan aku rute terburukmu. Berikan aku area yang tak seorang salesman pun mau ke sana. Apa ruginya bagimu?. Jika aku bisa menjualnya, kamu menjadi pahlawan.” Ia berkata sambil tangan kiri menyapu pipi kirinya dengan sapu tangan.

Tuan Porter,” kata sang manager. ”Jujur saja, ini pekerjaan yang sangat membutuhkan kekuatan fisik. Dan kau ini lumpuh. Aku tidak bisa melihat bagaimana...,” tuan Hernandez terdiam, lalu mengatakan ”Apa?” karena seorang wanita pegawai Watkins yang berdiri di samping kanannya menginjak kakinya. Sembari membuat isyarat agar si manager memikirkan kembali. Akhirnya Bill Porter diterima menjadi salesman hari itu dan membawa sebuah tas yang berisi produk Watkins.

Perjuangan Baru Dimulai

Ibu Bill mengantar putranya ke rute yang telah ditentukan menggunakan mobil tuanya. Sampai di tujuan, Bill diturunkan di area komplek perumahan. Kata-kata Ibu Bill Porter, sungguh berkesan bagi saya. Dan saya menjadikan acuan dalam berjualan. “Jadi apa yang kamu tunggu?. Mengharap pelanggan mendatangimu ke mobil? Ayo mulai jualan,” kata ibunya.

Kemudian Bill menyusuri perumahan sambil menenteng tas berisi produk Watkins di tangan kirinya. Ia berjalan terseok-seok. Tibalah di rumah pertama. Saat ia hendak mengetuk pintu, bukannya pemilik rumah yang menghampiri. Akan tetapi, seekor anjing besar terikat rantai di leher menggonggonginya dan membuat Bill berlari bersusah payah.

Pengalaman pertama ini tidak menyusutkan semangatnya. Bill kemudian menghampiri rumah kedua dan dibuka oleh seorang pria berbadan besar mengenakan baju tidur masih dalam keadaan mabuk. Pria ini membanting pintu begitu ia mulai mengenalkan dirinya. “Semacam orang peminta-minta,” kata laki-laki itu kepada perempuan yang berteriak “Siapa itu?!” dari dalam.

Hal ini tidak membuat Bill menyerah. Ia melanjutkan ke rumah selanjutnya. Di rumah ketiga, ia belum sempat bicara, penghuni malah meninggalknya. Sebab penghuni rumah memulai pertengkaran dengan tetangganya lantaran pohon kesayangan tetangganya merusak atap rumah mereka.

Sabar dan Gigih

Sang matahari pun semakin menunjukkan kepanasannya berada tepat di atas ubun-ubun. Namun, Bill belum berhasil menjual dagangannya satu pun. Kemudian ia memutuskan istirahat di taman kompleks perumahan area prospeknya. Ia duduk di kursi panjang dan membuka bekal makan siang yang telah dipersiapkan oleh perusahaan Watkins.

Nafasnya terengah-engah akibat kelelahan berjalan antara satu rumah ke rumah yang lain. Bill mengambil roti berlapis sayuran dan daging. Saat hendak memasukkan roti tersebut ke mulutnya, ia membaca kata berukiran saus tomat berwarna merah ”Patient” (Kesabaran). Lalu ia membalikkan sisi satunya lagi, di sana tertulis ”Persistence (Kegigihan).

Ia tersenyum ketika membacanya. Ia tahu, pasti ibunya yang telah menuliskan kata-kata itu di sana. Ia masih ingat, ibunya sempat berkata, “Pasti membutuhkan waktu bagi orang-orang untuk mengenalimu. Tapi ingat: sabarlah dan gigih (patient and persistence) anakku.

Efek Sabar dan Gigih

Pria itu kembali bangkit dan berjalan terhuyung-huyung menghampiri rumah selanjutnya. Di sana ia disambut oleh perempuan langsing agak tinggi seperti Luna Maya. Di mulutnya ada sebatang rokok. Wanita ini mengenakan baju berwarna pink.  Saat itu ia sedang berteriak kepada dua anaknya.

Salah seorang anaknya saat menghampiri ke depan langsung kabur melihat penampilan Bill. Sejenak kemudian, anjing peliharaan sang perempuan berbaju pink kabur keluar rumah. Sehingga, ia minggalkan Bill begitu saja. Yang lebih parah lagi, malah ia meminta Bill untuk mengejar anjingnya.

Lelaki pengidap cerebral palsy ini pun kembali pergi sambil tersenyum. Di rumah berikutnya ia masuk dan menjelaskan produk yang dijualnya. Nyonya rumah menolak untuk membeli, tetapi mengatakan, “Saya menghargai usahamu,” sambil memberi sejumlah uang.

Jiwa salesman sejati sangat terlihat di sini. Bill bukannya menerima, malahan ia merasa kasihan kepada si nyonya rumah yang sofanya kotor. Pria itu langsung berdiri dan berkata, “Saya tidak membutuhkan belas kasihan, tetapi Anda perlu pembersih untuk sofa Anda yang jorok!”

Menang karena Bertahan Lebih Lama

Sementara itu, sebelum saya melanjutkan cerita Bill porter. Apakah Anda pernah mendengar ungkapan seorang petinju saat wartawan mewawancarainya sehabis pertandingan? ”Apa yang membuat Anda kalah dalam pertandingan ini?” tanya sang wartawan.

Lalu sang legenda menjelaskan. ”Saya kalah bukan karena banyak pukulan. Bukan pula karena lawan lebih terlatih. Akan tetapi, lawan saya menang karena bertahan 5 menit lebih lama dari saya,” kata sang legenda tinju. Dan itulah kira-kira yang dilakukan oleh Bill sampai ada orang yang membukakan pintu dan membeli barang dagangnya.

Akhirnya Closing

Kembali ke cerita Bill. Setelah meninggalkan rumah si nyonya tersebut, pria yang mengenakan jas cokelat itu mengetuk rumah lainnya. Di rumah ini ia disambut hangat oleh seorang wanita cantik dan anggun. Ia mempunyai senyum seperti Paramita Rusadi. Ia mendengar dengan seksama penjelasan Bill Porter sambil melihat katalog yang ditunjukkan oleh Bill.

Kemudian sang wanita bangun dari sofa hendak ke belakang untuk menyiapkan minum kepada Bill. Sambil jalan ia bilang, saya pesan dua dan satu pemutih besar. Bill terkejut, sampai terucap dari mulutnya ”benarkah?” Akhirnya transaksi terjadi. Hari itu, Bill berhasil menjual dan mendapatkan uang komisi untuknya sebesar $4,25.

Terpilih Salesman Terbaik

Singkat cerita, pada tahun 1989 Bill Porter meraih penghargaan dari perusahaan Watkins sebagai penjual terbanyak. Ia berhasil menjual produk Watkins sebanyak $42.460 dalam setahun!. Prestasinya ini melebihi orang-orang muda yang berpenampilan normal pada saat itu.

Dan hal yang paling menarik adalah, meski Bill Porter bukanlah seorang normal, salah satu pipinya tidak bisa bergerak karena sarafnya mati. Hanya tangan kiri yang bisa berfungsi sempurna. Namun kisah hidupnya telah menginspirasi kita, bahwa siapa pun bisa menjadi salesman. Asal, ada kemauan, kesabaran dan penuh kegigihan.

 

Oleh: Rahmadsyah, Mind-Therapist

Mind-Talks Training & Consulting

Certified Hypnotherapy from IBH

Certified Personal Coach from Krishnamurti

Certified Master Practitioner NLP from NF-NLP Florida

Web: www.rahmadsyah.com

Email: rahmadnlp@gmail.com

Praktis dan Cepat, Laundry Self Service Semakin Diminati

0

Beberapa tahun terakhir, usaha laundry terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Bukan hanya di area kampus atau tempat kos, area perumahan padat penduduk hingga apartemen banyak dijumpai gerai laundry. Salah satunya adalah Urban Laundry Mart yang didirikan tahun 2013.

Menurut Fransyah, Managing Director Urban Laundry Mart, perkembangan usaha laundry semakin pesat. Selain itu sistem laundry kiloan yang ada sudah mulai ditinggalkan. Masyarakat mulai mencari jasa laundry yang bisa menawarkan proses cuci yang lebih cepat, privasi, aman dan pastinya ramah lingkungan.

Ketika pertama kali dirintis, pria yang akrab disapa Frans ini mengaku paling tidak modal yang dikeluarkan mencapai milyaran rupiah. Karena memang untuk mendatangkan mesin cuci berteknologi canggih dari Amerika dan untuk biaya pengurusan usaha tidaklah murah.

Laundry Koin

Dengan teknologi canggih, Urban Laundry Mart menawarkan konsep berbeda dari laundry yang pernah ada. Konsumen bisa mencuci pakaiannya sendiri tanpa dicampur dengan pakaian orang lain. Menariknya untuk menjalankan mesin cuci konsumen cukup memasukkan koin.

“Konsumen bisa mencuci sendiri pakaian mereka tanpa harus takut pakaian akan tertukar dan pastinya privasi akan tetap terjaga,” ujar Frans.

Selain sistem self service laundry, Urban Laundry Mart juga menawarkan jasa cuci drop off. Dimana semua proses mencuci hingga mengeringkan dilakukan oleh pihak Urban Laundry Mart.

Dengan menggunakan mesin laundry khusus yang di import dari Amerika proses mencuci bisa berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan cuci konvensional. Untuk mencuci pakaian sebanyak 5 kg, paling tidak membutuhkan waktu sekitar 30 menit sedangkan untuk proses mengeringkan membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

“Bila di laundry kiloan paling tidak bisa memakan waktu sekitar 1-2 hari,” tambah Frans.

Dalam mendukung proses mencuci, terutama untuk sistem self service laundry atau mencuci sendiri. Pihak Urban Laundry Mart telah menyiapkan detergen dan pewangi pakaian yang bisa digunakan konsumen untuk keperluan mencuci.

“Tapi kita juga membebaskan konsumen, untuk menggunakan detergen dan pewangi pakaian sendiri,” ujarnya.

Bagi mereka yang baru datang untuk mencuci di Urban Laundry, maka pihak Urban Laundry akan terlebih dahulu memberikan penjelasan tentang Urban Laundry dan sistem laundry koin. Selain itu juga akan diterangkan cara mengoperasikan mesin laundry sendiri.

Setelah dirasa cukup, maka konsumen dapat menimbang pakaian yang akan di cuci dan membayar untuk ditukarkan dengan koin sesuai berat pakaian. “Bila sudah dapat koin, konsumen bisa langsung menggunakan mesin cuci yang ada,” tambahnya.

Walaupun terlihat canggih dan modern namun biaya yang harus dikeluarkan konsumen tidak jauh berbeda dengan cuci kiloan pada umumnya. Untuk sistem self service laundry akan dikenakan biaya sekitar Rp 30 – 35 ribu/5 kg yang akan ditukarkan dengan 1 koin. Sedangkan untuk drop off biayanya berkisar Rp 40 – 50 ribu tergantung jenis pakaian yang dicuci.

“Kalau dihitung perkilonya cuma Rp 6-8 ribu/kg sama seperti laundry kiloan pada umunya,” jelas Frans.

Kerja Sama

Urban Laundry Mart menawarkan lima paket kerja sama yakni Paket Silver senilai Rp 150 juta (2 mesin), Paket Bronze Rp 220 juta (3 mesin), Paket Silver Rp 330 juta (4 mesin), Paket Gold Rp 485 juta (6 mesin) dan Paket Platinium Rp 600 juta (8 mesin).

Dari paket-paket yang ditawarkan tersebut, Mitra akan mendapatkan semua keperluan usaha mulai dari stacked washer+dryer kapasitas 10 kg, vacuum table buaya, steam boiler, setrika, timbangan digital dan gantung, keranjang, plastik packing, tabung gas, regulator gas, selang gas, hanger,  sprayer, chemical+parfum, coin slide, meja kasir, instalasi air bersih dan pembuangan udara, tas laundry, stabilizer, dan desain interior

“Sudah lengkap, perbedaan paketnya hanya jumlah fasilitas yang didapatkan,” ujar Frans menjelaskan.

Kerja sama ini diikat dengan kontrak kerja sama selama lima tahun dengan masa garansi mesin laundry selama lima tahun. Namun investasi tersebut belum termasuk sewa tempat, yang harus disediakan Mitra dengan ukuran minimal sekitar 10 m².

Selain itu Mitra (Terwaralaba) dan calon karyawan akan mendapat pelatihan cara pengoperasian mesin laundry selama sekitar dua hari oleh tim management. Dalam kerja sama ini Mitra tidak akan dikenakan biaya franchise fee maupun manajemen fee. Namun Mitra akan dikenakan biaya branding dan promo gerai sebesar Rp 25 juta per tahun.

Bila dilihat dari modal yang dibutuhkan pastinya terbayang asumsi balik modal akan sangat lama. Namun hal sesuai pengalaman Mitra Urban Laundry, ada yang  bisa balik modal dalam waktu sekitar 6 bulan dengan omset Rp 180-330 juta per bulan. Dari omset tersebut, Keuntungan yang diperoleh Mitra sebesar 30-40% setelah dikurangi biaya operasional.

“Omset bisa lebih tinggi lagi, jika lokasinya bagus seperti perumahan, apartemen dekat kampus atau lokasi lainnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Frans menambahkan jika prospek usaha laundry semakin cerah, mengingat gaya hidup praktis masyarakat. Bahkan saat puasa dan lebaran para pelaku usaha laundry biasanya kebanjiran laundry-an hingga meningkat 2-3 kali lipat dari bulan-bulan biasanya.

Pemasaran

Dengan pemasaran melalui berbagai pameran atau memanfaatkan media internet membuat perkembangan Urban Laundry Mart sangat pesat. Hal tersebut dapat dilihat dalam waktu dua tahun, usaha laundry koin ini sudah memiliki 180 Mitra usaha yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Jabodetabek, Makasar, Medan dan beberapa daerah lainnya.

“Kebanyakan Mitra kita di Jabodetabek, sedangkan untuk di luar kota sekitar 20-30% dari jumlah Mitra,” jelas Frans.

Modernland Cilejit Sukses Jual Seribu Unit Saat Soft Launching

0

PT Modernland Realty Tbk. menggelar acara penjualan perdana (soft launching) proyek 1.000 hektar Kota Baru Modernland Cilejit, Sabtu (20/7). Acara yang berlangsung meriah di Intermark, Serpong, dihadiri loyal konsumen dan end user konsumen. Saat launching, penjualan tahap pertama sebanyak 1.000 unit, terjual habis (sold out) dengan nilai penjualan mencapai Rp225 miliar.

“Kami bersyukur masyarakat begitu antusias dengan proyek Modernland Cilejit. Ini menandakan konsep dan harga yang ditawarkan Modernland Cilejit begitu diminati dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. “ujar Freddy Chan, Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk.

Ditambahkan pihaknya memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan proyek hunian skala kota (township) dan akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat yang telah memberi kepercayaan kepada Modernland Realty.

Lebih lanjut Freddy Chan mengatakan, berlokasi di prime area, tepatnya di Cilejit, Tangerang yang diapit oleh kawasan Tigaraksa dan Serpong, membuat kota baru yang terintegrasi langsung dengan stasiun Commuterline Cilejit ini menjadi begitu istimewa. Mengusung konsep TOD dan resort living, Modernland Cilejit akan memberikan warna baru bagi kawasan hunian di wilayah Tangerang.

Kota Baru seluas 1000 hektar yang berlokasi di Cilejit, Tangerang ini nantinya akan dirancang sebagai kawasan premium yang dikelilingi oleh berbagai fasilitas terbaik seperti sarana pendidikan, Theme Park, Water Park dan Edu Park, sarana kesehatan, area komersial, transportasi hingga sarana ibadah.

“Dan, yang tak kalah menarik, Modernland Cilejit akan dilengkapi oleh kawasan hijau Central Park dan danau seluas 20 hektar,” kata Freddy Chan.

Ditambahkan David Iman Santosa, Managing Director Marketing Division PT Modernland Realty Tbk., untuk tahap awal, proyek Modernland Cilejit akan mengembangkan seluas 100 Ha, yang terdiri dari 40 hektar Hunian berkonsep cluster, Ruko dan Rumah Usaha, sisanya untuk Central Park, Water Park, American Boulevard dan fasilitas lainnya. Hunian yang dikembangkan di tahap awal berupa enam cluster yang terdiri atas hunian Real Estat (RE) dan Rumah Sederhana (RS).

Untuk Soft Launching di luncurkan tipe RE, yaitu Cluster Ramma, mulai dari tipe 45/96, 36/84, dan tipe 27/72 yang dipasarkan kisaran Rp350 jutaan, Sedangkan hunian tipe RS dirangkum dalam dua cluster yaitu Cluster Lintang dan Cluster Meratus yang ditawarkan dalam beberapa tipe, mulai dari tipe 36/72, tipe 27/72, dan tipe 22/60 yang dipasarkan kisaran dari Rp.200 jutaan.

Sedangkan Ruko Boulevard terdiri atas tipe Luas Bangunan (LB) 152 dengan Luas Tanah (LT) 60 dan tipe 137/54 yang dipasarkan kisaran Rp1,3 M, serta Rumah Usaha bertipe 57/54 yang dipasarkan kisaran Rp560 jutaan.