Rabu, Mei 13, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 805

4 Tips Memilih Bisnis yang Tepat Bagi Pemula

0

Ketika ingin membuka bisnis, banyak orang akan memikirkan

Bisnis jenis apa yang harus dibuka?
Bisnis jenis apa yang kita bisa lakukan dengan keadaan kita yang sekarang?
Bisnis jenis apa yang dibutuhkan orang banyak?Pertanyaan-pertanyaan diatas muncul ketika awal membuka bisnis bagi pengusaha pemula.

Banyak dari pebisnis yang sudah membuka bisnis tidak mengerti bahkan tidak menikmati apa yang sedang dijalaninya dikarenakan ketika memilih jenis bisnis yang akan dibuka hanya ikut-ikut saja.

Oleh karena itu, entrepreneurID akan berbagi mengenai tips memilih jenis usaha yang akan dimulai agar yang masih bingung mau buka bisnis apa dapat menemukan bisnis yang cocok untuk dirinya.

Pertama, Skill Yang Dimiliki
Ketika ingin memulai membuka bisnis, ketahuilah skill apa yang kita miliki. Mengetahui skill yang kita miliki dapat membantu kita memilih jenis bisnis yang cocok untuk kita.

Jika kita mempunyai skill dalam IT, maka bisa membuat usaha-usaha yang berbasis aplikasi seperti startup maupun bisnis-bisnis lainnya. Juga ketika mempunyai skill dalam dalam kepemimpinan, bisa dengan membuka usaha pelatihan softskill atau leadership.

Kedua, Koneksi
Yang kedua adalah koneksi yang kita miliki. Jika kita berteman dengan teman-teman yang mempunyai skill dalam memproduksikan suatu barang namun gagal dalam menjual produk tersebut, kita bisa bekerjasama dengannya dalam hal pemasaran. Contohnya adalah pendiri keripik maichi, Reza Nurhilman.

Reza Nurhilman bekerja sama dengan produsen keripik singkong yang ada di Bandung lalu membantu memasarkannya. Sampai dengan sekarang, keripik maichi merupakan salah satu bisnis keripik yang terbesar ada di Indonesia.

Lihatlah disekitar kita, banyak sekali penjual-penjual yang menurut kita produknya enak namun sepi dengan pembeli. Kita bisa bekerjasama dengan mereka dengan bagi hasil yang telah didiskusikan bersama.

Ketiga, Hobi Yang Dimiliki
Hobi bisa menjadi sumber dari inspirasi bisnis kita. Contoh Jika kita hobi dalam memelihara hewan, kita bisa membuat peternakannya maupun membuka toko hewan.

Jika kita suka berolahraga maupun suka dengan salah satu club olahraga tertentu, kita bisa membuka usaha merchandise dari club olahraga tersebut.

Selain menghasilkan uang, tentu saja berbisnis sesuai hobi dapat membuat apa yang kita jalani dalam bisnis terasa sangat menyenangkan.

Keempat, Yang Dibutuhkan Oleh Orang Banyak
Perhatikan sekitar kita, apa yang dibutuhkan oleh orang banyak? Ketika kita tau apa yang dibutuhkan oleh orang banyak maka kita bisa menyediakan apa yang orang lain butuhkan untuk dijadikan jenis bisnis yang akan kita jalani.

Salah satu perusahaan yang terinspirasi dari hal tersebut adalah Gojek. Sekarang siapa yang tidak kenal Gojek. Bahkan hampir dari kegiatan kita sehari-hari terbantu dengan adanya Gojek.

Gojek didirikan oleh pengusaha yang bernama Nadiem Makarim. Nadiem meilihat banyak orang-orang yang terjebak macet maupun kesuahaan ketika mencari kendaraan umum.

Oleh karena itu Nadiem membuat sebuah aplikasi yang membantu masyarakat agar dapat dengan mudah menemukan kendaraan umum untuk dapat bepergian.

Dalam membuka bisnis dan menjalaninya banyak hal-hal yang akan terjadi. Mulai dari susahnya mendatangkan pelanggan sampai dengan system keuangan yang tidak jelas.

Oleh karena itu penting menimati apa yang sedang dijalani sekarang agar tidak ada perasaan terpkasa dalam menjalaninya. Karena sesuatu yang dijalani dengan terpaksa pasti hasilnya berbeda ketika menjalani dengan senang dan menikamtinya.

Semoga sharing diatas dapat bermanfaat untuk menemukan bisnis yang akan dibuka kedepannya.

Oleh: Tim entrepreneurID

Faris Kahma, Sukses Bisnis Distro Underground di Usia Belia

0

Bagi sebagian besar anak muda, musik keras atau yang akrab dikenal dengan musik metal dan hadrcore memiliki karakteristik tersendiri yang sesuai dengan jiwa mereka. Karena itu tidak salah jika musik jenis ini memiliki penggemar setia yang setiap saat terus bertambah.

Karakteristik musik bergenre underground ternyata juga menarik minat Faris Kahma untuk terjun ke usaha yang berhubungan dengan musik metal dan hardcore pada tahun 2012 yang lalu.

“Selain karena saya suka dengan musik ini, saya lihat peminatnya semakin hari semakin bertambah dan itu merupakan suatu peluang yang besar,” ujarnya.

Kerap berkumpul dengan berbagai komunitas musik underground membuat wawasan pria yang akrab disapa Ais ini terus bertambah. Dari sana Ais yang memang memiliki darah berwirausaha dari kedua orang tuanya banyak mendapatkan informasi seputar usaha distro yang satu ini.

“Dari teman-teman saya mendapatkan informasi tentang usaha ini dan ditambah dukungan orang tua semakin membuat saya yakin untuk menjalankan usaha,” ungkapnya.

Dalam merintis usahanya tersebut, Ais mengaku tidak mengeluarkan modal yang besar hanya sekitar Rp 2,5 juta yang digunakan untuk membeli produk kaos dengan desain grup band metal lokal dari salah satu produsen kaos metal kenalannya Prapatan Rebel.

Tanpa disangka, respons konsumen produk kaos sangat menjanjikan dan hal tersebut membuat Ais terus berusaha mengembangkan usahanya tersebut.

Band Lokal

Memiliki keinginan terus mengembangkan usahanya membuat Ais memutuskan untuk membuta produk kaos sendiri. Karena itu, ia giat menghubungi berbagai band-band metal maupun hardcore untuk membuat produk kaosnya.

“Saya dibantu om Komeng pemilik Injustice dan om Ido pemilik Prapatan Rebel yang sudah seperti saudara sendiri dalam mengembangkan usaha saya,” ujarnya.

Diakui Ais, grup band yang diajak kerjasama kebanyakan grup band lokal baru yang memiliki jumlah penggemar yang lumayan banyak. Dari sana, Ais menawarkan desain produk kaos dan menunjukkannya kepada grup band yang dituju. Setelah mendapatkan izin, Ais pun mulai memproduksi kaos dan memasarkannya.

Karena prinsip kerjasama yang dijalankan Ais adalah keuntungan untuk bersama, maka semua kaos yang dibuat bukan kaos ilegal dan ia membayar royalty kepada grup band yang bersangkutan dengan besaran bervariasi.

“Saya memang mengincar grup band lokal yang belum merilis kaos namun pasarnya sangat besar,” tambahnya. Beberapa grup band yang telah bekerjasama dengan Ais antara lain Respect, Kilometer, The Nortside, Feel The Pain dan lain sebagainya.

Bisa dibilang kualitas produk merupakan salah satu kunci sukses dalam menjalankan usaha. Karena itu dalam membuat produknya ia bekerja sama beberapa produsen kaos berkualitas yang terletak di Bandung untuk memproduksi kaosnya seperti misalnya Broken 13, Rebel Soul, Arians, dan Hadeath.

Selain produk kaos bertemakan metal dan hardcore, Ais juga memasarkan produk lain yaitu celana, jaket hingga baju bola. Harga yang ditawarkan pun bisa dibilang terjangkau yaitu berkisar Rp 70 ribu- Rp 200 ribu.

Yang membedakan adalah bahan kaos dan juga sablon. Untuk harga Rp 70 ribu menggunakan bahan katun combat dengan sablon rubber, sedangkan untuk kaos yang berharga Rp 200 ribu dengan sablon plastisol yang kuat dan tahan lama.

Tidak Mudah

Melihat dalam menjalankan usahanya Ais tidak sendiri, seperti misalnya pada proses produksi ia harus bekerja sama dengan pihak lain maka, pada awal menjalankan usaha merupakan salah satu waktu terberat bagi dirinya. Selain karena belum terlalu memahami bahan dan pasar maka Ais mengaku sempat beberapa kali ditipu dalam proses pembuatan kaosnya. Seperti misalnya ketika itu Ais yang membuat 100 kaos di salah satu produsen merasa dibohongi pada kualitas sablon yang digunakan.

“Waktu itu mereka bilang plastisol padahal semi plastisol dan produk sudah jadi, akhirnya saya membayar semuanya sekitar Rp 5 juta,” ungkapnya.

Hal tersebut ternyata menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan usahanya, sehingga Ais dapat lebih berhati-hati dalam memilih rekan kerjasama. Karena itu, Ais pun saat ini lebih memilih untuk memproduksi kaosnya di Bandung, Jawa Barat yang merupakan salah satu pusat fashion berkualitas di negeri ini.

Masuk Ke Pasar Luar Negeri

Keteguhan Ais dalam membangun usahanya bisa dibilang sudah mulai menampakkan hasil. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan usaha seperti misalnya saat ini Ais sudah menangani 7 toko yang kesemuanya terletak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan yaitu Faris Colection, Planet Distro, Arax Merchandise, FR Sport dan dua buah counter yang juga terletak di kawasan Blok M.

“Arax Merchandise baru saya rilis sejak awal tahun ini dan respons sangat bagus,” ungkapnya.

Dibantu 15 karyawan dalam menjalankan usahanya, Ais terus berusaha membuat produk berkualitas dan disukai pasar. Untuk memasarkan produknya selain memanfaatkan toko yang ada dan menggunakan media online, Ais membuka penawaran kerjasama reseller dengan minimal pembelian 1 lusin dan akan mendapatkan potongan harga sekitar 25%.

Saat ini selain telah memiliki beberapa reseller salah satunya Yayan Lapak yang terletak di Pondok Cabe, produk kaos yang dipasarkan Ais sudah masuk ke pasar luar negeri khususnya Malaysia. Ais mengaku bisa menjual sekitar 200 kaos dalam satu bulan dengan omset bisa menembus Rp 100 juta.

Walaupun bisa dibilang usaha yang dijalankan Ais ini baru seumur jagung namun dengan prinsip usaha jujur dan menomor satukan kualitas produk membuat usahanya bisa terus berkembang seperti sekarang.

Sprei Anti Ompol Diminati Pasar Ibu-Ibu

0

Sprei anti ompol memang salah satu produk baru dan merupakan solusi bagi ibu yang memiliki anak balita yang masih kerap membuat air kecil di tempat tidur atau lebih dikenal dengan ngompol.

Sprei ini terbuat dari bahan kain katun latex yang mampu menahan cairan (ompol) supaya tidak tembus ke kasur. Selain itu sprei yang kerap disebut sprei waterproof, matras bed protector, sprei anti basah dan sprei anti air ini juga memiliki peran untuk mengurangi penggunaan pampers pada saat balita tertidur sehingga dapat mengurangi pengeluaran bulanan ibu-ibu rumah tangga. Selain itu, juga dapat meringankan beban para ibu dalam mengganti sprei.

Modal yang dibutuhkan untuk membuat produk sprei anti ompol ini, tidaklah besar. Karena peralatan dan bahan baku yang digunakan tidak mahal. Kisaran modal yang dibutuhkan sekitar Rp 5 juta yang digunakan untuk membeli mesin jahit sebagai peralatan utama dan juga bahan baku.

Sprei Anti Ompol

Bahan yang digunakan dalam membuat sprei anti ompol ini adalah kain katun latex untuk lapisan bawah dan atas. Kain jenis ini dipilih karena tidak tembus air (waterproof). Selain itu, karena pengguna sprei anti ompol ini adalah balita maka desain gambar yang digunakan juga merupakan gambar animasi yang banyak diminati anak-anak serta berwarna cerah.

Harga sprei anti ompol ini bervariasi tergantung ukuran yang dipilih seperti misalnya sprei anti ompol polos ukuran 200 cm x 200 cm x 25 cm seharga Rp 195 ribu, 180 cm x 200 cm x 25 cm Rp 185 ribu, 160 cm x 200 cm x 25 cm Rp 175 ribu 120 cm x 200 cm x 25 cm Rp  150 ribu, dan 100 cm x 200 cm x 25 cm Rp 125 ribu.

Sedang untuk sprei anti ompol motif ukuran 200 cm x 200 cm x 25 cm seharga Rp 215 ribu, 180 cm x 200 cm x 25 cm Rp 205 ribu, 160 cm x 200 cm x 25 cm Rp 195 ribu, 120 cm x 200 cm x 25 cm Rp  170 ribu dan 100 cm x 200 cm x 25 cm Rp 145 ribu.

Selain anti ompol, kelebihan sprei jenis ini ialah mudah dicuci yaitu hanya dengan merendam di dalam detergen (tidak boleh direndam semalaman atau menggunakan mesin cuci), setelah itu dibilas dan dijemur. Dalam menjemur juga tidak memerlukan terik matahari dan hanya diangin-anginkan saja.

Dan setelah itu bisa di setrika namun dengan suhu rendah dan dilapisi dengan kain.  Jangan dijemur langsung di bawah panas matahari, cukup diangin-anginkan saja, boleh disetrika dengan suhu renda dan dilapisi dengan kain.

Cara Membuat

Membuat sprei anti ompol sebenarnya sangat sederhana. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan bahan baku kain latex, dan sebagainya. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan adalah mesin jahit dan peralatan jahit lainnya.

Setelah semua peralatan dan bahan baku siap, langkah selanjutnya adalah pembuatan pola dengan ukuran sesuai keinginan seperti contoh ukuran 200 cm x 200 cm x 25 cm.

Setelah pola terbentuk, langkah selanjutnya adalah pemotongan bahan sesuai dengan pola yang dibuat. Lalu jahit bagian bawah dan atas kain, dan sprei siap digunakan. Untuk bahan baku bisa didapatkan di pasar Tanah Abang, Jakarta dan Pasar Cipadu, Tanggerang.

Pemasaran

Promosi dan pemasaran sprei anti ompol dapat dilakukan secara langsung dengan menawarkan kepada teman-teman yang punya bayi dan mendatangi toko-toko sprei dengan memberikan sample produk serta brosur. Atau bisa juga memanfaatkan jaringan internet yang bisa menjangkau ke area pemasaran yang lebih luas.

Selain itu, bila mempunyai modal yang cukup untuk mempromosikan produk kita bisa mengikuti pameran wirausaha ataupun bergabung dengan komunitas wirausaha yang kerap mengadakan pameran dengan tujuan memperkuat brand yang dimiliki

Untuk memperluas pasar juga bisa dilakukan dengan membuka sistem kerja sama reseller dengan syarat yang mudah seperti pembelian minimal 4 pcs maka akan mendapatkan potongan harga yang menarik berkisar 10 ribu-15 ribu.

Kendala

Kendala yang dirasakan dalam menjalankan usaha ini umumnya hanya pada ketersediaan sumber daya manusia (SDM) terutama pada saat mendapatkan order besar. Untuk mensiasatinya bisa dilakukan dengan melakukan perekrutan SDM yang handal.

Prospek usaha sprei anti ompol terbilang sangat cerah, asalkan bisa mengkreasikannya dan bisa memasarkan dengan baik maka pelaku usaha akan mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit yaitu sekitar 10%-15%. Yang penting pelaku usaha harus terus berkreasi dengan produk yang dibuatnya.

 

Oleh: Andilla

Produsen Sprei Anti Ompol

Jl. Wisma Husada No. 10

Komp. RS. Pindad, Kiaracondong, Bandung

FB: D-Lady Andrianto Shop

Twitter: @andillafu

Berikan Kepuasan Pelanggan, Bengkel Body Kit Raup Cuan Ratusan Juta

0

Bian tak pernah menyangka saat ini ia bisa memiliki bengkel body kit mobil. Maklum sebelumnya Bian yang bekerja di bidang marketing, iseng membantu temannya memarketingkan usaha body kit milik temannya. Atas promosi yang dilakukan Bian, ia pun kerap mendapatkan komisi besar dari temannya itu.

Dari niat sekadar membantu, Bian bisa mendapat komisi cukup besar dari menjual body kit buatan temannya tersebut. Sayang baru empat bulan menjadi marketing body kit, usaha temannya tersebut goyang. Untuk mengurangi beban pengeluaran, temannya tersebut menyarankan Bian membuka usaha sejenis dan mempekerjakan beberapa karyawannya.

“Teman saya itu meminta saya membantunya mengurangi beban pengeluaran gaji karyawannya. Saya  diminta membuka usaha body kit dan merekrut karyawannya,” katanya.

Dengan modal awal sekitar Rp 20 juta Bian nekat membuka usaha bengkel body kit yang diberi nama Bian Body Kit. Uang tersebut digunakan Bian untuk sewa tempat, membeli peralatan seperti gerinda, bor, kompresor, dan kuas. Menurutnya, modal tersebut terhitung minim di usaha bengkel yang umumnya membutuhkan modal besar.

“Awalnya saya membuka gerai di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat dan mengerjakan body kit sesuai pesanan saja agar menghemat modal,” ujarnya.

Sejak pertama membuka gerai Bian Body Kit langsung mendapat respons positif dari masyarakat. Berbekal pengalaman menjadi marketing body kit sebelumnya, tidak sulit bagi Bian dalam mencari pelanggan. “Kebetulan saya sudah ada beberapa pelanggan saat itu jadi tinggal dikembangkan saja,” ujarnya. Selain itu tidak lupa Bian mempelajari cara membuat body kit dari karyawannya.

Sebagai seorang pengusaha bengkel body kit, Bian memiliki keinginan membuka bengkel yang lebih besar. Baru setelah tiga tahun berjalan, akhirnya Bian berhasil membuka bengkel yang lebih besar pada Oktober 2014 di bilangan Kepu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dengan workshop yang lebih besar, Bian mengaku mampu mengerjakan lebih banyak body kit mobil. Tidak heran bila Bian mengaku dapat mengantongi omset hingga Rp 100 juta per bulan.

Bergaransi

Bian menawarkan berbagai macam body kit mulai dari full bumper sampai add-ons (tambahan) saja. Semua body kit yang ditawarkan diproduksi langsung oleh Bian (handmade) mulai dari proses cetak master, cetak fiber, pengecatan, hingga proses pemasangan. “Kami menyediakan aneka body kit untuk semua merek dan tipe kendaraan,” ujar pria kelahiran Jakarta 20 April 1989 ini.

Selain itu yang membedakan Bian Body Kit dengan bengkel sejenis adalah dari bahan baku yang digunakan. Tak seperti bengkel body kit lainnya yang menggunakan bahan plastik, Bian Body Kit menggunakan bahan fiber dalam proses pembuatan body kit. Bian menambahkan fiber tersebut dibuat dengan menggunakan material resin yukalac yang membuat fiber menjadi lentur, kuat, dan tidak gampang pecah.

Dengan menggunakan bahan baku berkualitas tidak heran bila Bian berani memberikan garansi selama setahun bila hasilnya kurang maksimal. “Jika memang kekurangan atau kerusakan yang terjadi karena kesalahn saya, maka akan saya perbaiki sampai pelanggan merasa puas,” ujarnya berpromosi. Yang menarik pelanggan bisa mendesain sendiri (costume) body kit dengan lama pengerjaan selama 2 – 3 minggu tergantung tingkat kesulitan.

Meski mengedepankan kualitas, namun harga yang ditawarkan masih relative terjangkau. Untuk body kit standar seperti bamper depan belakang dibandrol mulai dari Rp 6,5 juta, sedangkan untuk body kit costume seperti spoiler (sayap belakang mobil) bisa ditawarkan mulai dari Rp 10 – 20 juta tergantung tingkat kesulitan. Selain jasa pembuatan body kit, Bian Body Kit juga menerima jasa reparasi body dan pengecatan mobil.

“Untuk jasa body repair biayanya mulai dari Rp 700 ribu, sedangkan untuk pengecatan mulai dari Rp 7,5 juta tergantung besarnya kendaraan,” ujarnya.

Komplain

Sebagi pengusaha yang bergerak dibidang jasa, Bian tidak menampik pernah mengalami komlain dari pelanggan seperti kualitas pengerjaan body kit yang kurang rapi. Namun komplain tersebut Bian jadikan sebagai cambuk untuk meningkatkan kualiatas pelayanan. Solusinya Bian memperbaiki kembali bagian yang di komplain pelanggan sesuai dengan keinginannya.

“Dalam usaha jasa tentu kepuasan pelanggan adalah segalanya, makanya saya selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Belajar dari kesalahan tersebut, Bian terus memperbaiki kualitas body kit buatannya. Hasilnya kini nama Bian Body Kit cukup dikenal dikalangan pecinta body kit karena hasil pengerjaannya yang rapih dan bertanggung jawab. Bahkan pada ajang pameran IIMS (Indonesia International Motor Show), Bian Body kit dipercaya untuk menggarap mobil display dari salah satu pabrikan mobil merek terkenal.

“Saya dipercaya mengerjakan body kit untuk mobil yang akan di display dalam event tersebut,” ujarnya.

Inovasi dan Promosi

Disinggung soal persaingan, Bian mengaku persaingan di usaha body kit tidak seketat usaha lainnya. Menurutnya masih sedikit pelaku usaha body kit sehingga peluangnya masih sangat terbuka untuk dikembangkan. “Jumlah bengkel body kit tidak sebanding jika dibandingkan dengan jumlah kendaraan yang ada, jadi pelaungnya masih sangat besar,” ujarnya.

Untuk itu Bian mengaku gencar melakukan promosi baik secara online dengan memanfaatkan media sosial, maupun offline lewat promosi dari mulut ke mulut. Tidak lupa Bian rutin melakukan innovasi dengan selalu mengeluarkan 2 – 3 design body kit terbaru setiap bulannya.

“Desainnya kita sesuaikan dengan jenis mobil yang sedang booming di masyarakat, kalau untuk saat ini body kit yang banyak dicari adalah untuk jenis city car seperti Jazz, Yaris, atau Brio,” pungkasnya.

Bermodal Pas-pasan, Klinik Kecantikan Langganan Artis ini Beromset Ratusan Juta

Sukses menjalankan usaha dari hobi memang bisa memberikan kepuasan tersendiri bagi pelakunya. Seperti Sanova yang menjalankan usaha kecantikan karena hobinya. Dengan berbagai pelayanan terbaik pada para konsumennya kini Sanova Skin Care dapat terus berkembang hingga menjadi pilihan bukan hanya masyarakat umum namun juga para publik figur ternama tanah air. Bagaimana Sanova membangun usahanya?

Hobi memang memiliki dua sisi yang berlainan. Di satu sisi, diri kita akan sangat terpuaskan oleh hobi yang kita jalankan. Lebih dari itu, tentu saja hobi akan sangat bernilai bisnis jika anda mengerti bagaimana mengelola hobi tersebut menjadi lebih bernilai. Salah satunya seperti yang dijalani oleh Sanova pemilik dari Sanova Skin Care.

Diakui wanita kelahiran Pontianak 10 Oktober 1991 ini kesuksesan yang diraihnya dalam membangun bisnis klinik kecantikan bukan karena dirinya seorang dokter spesialisasi kecantikan melainkan karena hobi yang sudah dicintainya sejak kecil. “Saya memang senang dandan. Saya senang hal-hal yang menyangkut tentang kecantikan,” ungkapnya.

Meski berawal hobi tidak serta merta di awal Sanova membangun usahanya ini dengan cara yang mudah melainkan penuh perjuangan dan berdarah-darah. Bahkan dalam kisahnya wanita yang merantau ke Jakarta tahun 2009 ini mengaku hanya memiliki modal kurang dari 100 juta, sementara untuk membangun klinik kecantikan yang sesuai dengan ekspektasinya lebih dari itu.

”Uang itu adalah tabungan kami, sengaja saya simpan bersama suami untuk buka usaha di Jakarta,” ungkap wanita yang menikah di usia 18 tahun ini.

Dengan uang yang pas-pasan tersebut, Sanova yang telah membekali ilmu kecantikannya dengan mengikuti berbagai kelas kecantikan akhirnya memberanikan diri untuk menyewa kios di salah satu pusat perbelanjaan di Mangga Dua, Jakarta Utara. Namun Mereka terlebih dahulu membuka usaha tattoo sulam alis dan bibir yang diberi nama Ali Tattoo Sulam. Nama tersebut diambil dari nama suami yakni Ali.

”Sebelum membuka Sanova, kami mengawalinya terlebih dahulu dengan membuka tattoo sulam alis dan bibir,” kisahnya.

Di usaha pertamanya ini Sanova mengakui cukup mendapatkan respons yang cukup baik, apalagi jika melihat pada saat itu pelaku usaha yang bergerak di bidang tattoo sulam alis dan bibir masih sangat minim. Oleh karenanya perlahan nan pasti dengan Mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan juga melalui internet Sanova dengan Ali Tatto sulamnya mulai merintis usahanya. ”

Bisa dibilang usaha itu dikenal melalui pelanggan yang datang ke tempat kami, karena puas dengan hasil pelayanan yang kami berikan mereka mengabarkan pada teman dan keluarganya.

Kerja Keras

Tak cuma karena masih sedikitnya pelaku usaha dan promosi yang dijalaninya. Sanova mengakui kunci sukses dari perjalanan usahanya adalah kerja keras dan memiliki visi serta tujuan yang sama yakni menjadi pengusaha sukses di bidang kecantikan.

“Awal kami ke Jakarta, kita sama sekali tidak punya teman atau kenalan. Hanya saudara itu aja yang kita tinggal di rumahnya. Tapi bagi kita itu bukan masalah. kita menjalani apa adanya tanpa takut gagal. Karena saya ingin mencoba dan suka tantangan. Kalau saya punya kemauan, saya yakin saya pasti bisa.,” ungkapnya.

Dengan kunci sukses yang dimilikinya tersebut hasil yang dicapai cukup membanggakan. Bahkan dalam perjalanannya Ali Tattoo Sulam mendapat Piagam Penghargaan dari Museum Rekor Dunia – Indonesia sebagai Insan Indonesia pertama yang menjuarai Kompetisi Sulam Alis dan Bibir Tingkat International. Kompetisi tingkat International ini diadakan di Marina Bay Sands, Singapura pada 11 Agustus 2012.

”kita juga mendapat piagam penghargaan atas rekor Sulam dan Shading Alis untuk peserta terbanyak. Rekor ini diciptakan pada 27 April 2014 di Mangga Dua Square Jakarta,” ujarnya.

Lewat penghargaan yang didapatnya serta berbekal pengalaman dan relasi yang cukup luas, baru di tahun 2014, Sanova memutuskan membuka usaha sendiri yang ia beri nama Sanova Skin Care.

“Lokasinya itu bersebelahan dengan Ali Tattoo Sulam, dan Nama Sanova Skin Care pun diambil dari nama saya sendiri, karena saya meyakini nama tersebut bisa membawa hoki tersendiri, menurut teman-teman nama itu seperti nama Prancis yang unik,”ucapnya.

Treatment

di klinik Sanova Skin Care ini, Sanova menuturkan terdapat pilihan treatment bertaraf International, lantaran dari alat yang digunakan, teknologi canggih, produk hingga tenaga kerja. Adapun treatment yang ditawarkan seperti Face Treatments, Body Treatments dan Special Treatments. Face Treatments meliputi Glow Peel yaitu peremajaan kulit untuk memperbaiki kondisi kulit akibat berbagai masalah kulit, seperti warna kulit yang tidak rata atau vlek, dengan menggunakan bahan-bahan nabati, dengan proses pengelupasan yang alami.

Adapun Untuk Body Treatments meliputi Slimming Body Parts yaitu teknik pemecahan lemak atau sedot lemak tubuh yang padat dengan alat canggih teknologi, dermatology, sehingga tercapai bentuk badan ideal yang diinginkan serta lebih efektif apabila dikerjakan rutin, agar hasil yang didapatkan lebih maksimal. Sedangkan Special Treatments meliputi Meso Slim yaitu teknik pelangsingan dengan obat-obat pelangsingan pada bagian yang ingin dikecilkan seperti lengan, perut, paha dan lain-lain.

“Soal harga untuk setiap treatment di klinik saya, harganya bervariatif mulai dari ratusan ribu hingga jutaaan tergantung treatment yang dijalankan,” ungkapnya.

Dengan kecanggihan alat dan berbagai treatment yang dimilikinya tak aneh Pasien yang datang berasal dari berbagai kalangan misalnya selebritis, pramugari, pejabat, istri-istri pejabat dan pengusaha. Tak cuma itu jika dihitung dari jumlahnya setiap harinya Sanova mengaku bisa melayani puluhan pelanggan yang datang ke klinik kecantikan yang mulai beroperasi 11.00 WIB – 19.00 WIB ini.

Prospek

Melihat kesuksesannya tersebut tak aneh jika saat ini nama Sanova Skin care patut diperhitungkan di bisnis kecantikan, untuk omsetnya saja wanita ini mengakui jika dalam kondisi ramai dalam satu hari omset yang didapat dari usahanya bisa mencapai 15 juta atau sama dengan Rp 450 juta dalam sehari.

“Namun meski memiliki pencapaian omset yang cukup lumayan dalam usaha yang saya geluti ini memiliki pengeluaran mencapai 60 – 70 % dari omset yang dikeluarkan untuk gaji pegawai, beli bahan dan upgrade peralatan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kendala, Sanova menuturkan kendala utama di usahanya terdapat pada pasien yang memiliki keinginan berbeda-beda. Oleh karena itu untuk mengatasi kendala tersebut Sanova selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik, bahkan tidak jarang Sanova siap berjam-jam apabila ada konsumen ingin berkonsultasi dengannya.

“Karena usaha ini bergerak di bidang jasa, maka pelayanan merupakan segala-galanya dan konsumen adalah raja”, Ungkapnya.

KebonQta, Pasarkan Teh, Kopi Luak, hingga Gula Semut hingga Ke Mancanegara

0

Herbal memang tidak bisa dipisahkan dalam diri Dr. Erna Cipta Fahmi. Betapa tidak, dengan kondisinya yang menderita penyakit Asma, membuat wanita yang akrab disapa Dr. Erna ini harus membangun pola hidup sehat dengan mengkonsumsi herbal untuk menyembuhkan penyakitnya.

“Dulu saya punya penyakit Asma sampai saya selesai kuliah masih sering kambuh, bahkan saya sempat gagal Koas gara-gara Asma, dan mulai membaik setelah mengonsumsi herbal” ujarnya mengingat masa lalu.

Melihat manfaat yang besar pada produk herbal, membuat Dr Erna memutuskan untuk mendalami dunia herbal. Bukan hanya belajar di dalam negeri dengan langsung melakukan praktek pada Pusat Pelatihan Pengobatan Herbal Karyasari, Dr Erna juga sempat belajar selama 1 bulan ke negeri Jiran Malaysia. Bahkan keinginan untuk bisa memperkenalkan hidup sehat dan dunia herbal semakin kuat ketika ia dan suami tinggal di Belanda yang masyarakatnya sudah akrab dengan hidup sehat.

Gagal Usaha Pertanian Organik

Di tengah kesibukannya menjalankan usaha klinik herbal, ternyata istri dari Fahmi Wibawa, SE, MBA ini memiliki keinginan lain dengan membangun usaha pertanian organik di salah satu daerah di Bogor, Jawa Barat. Dengan mengeluarkan modal yang lumayan besar dan memanfaatkan tanah seluas 1,5 hektar miliknya, Dr Erna mulai menanam teh sebagai tanaman utama dan sayuran organik sebagai tanaman pendampingnya.

Usaha yang dimulai sejak beberapa tahun lalu ini awalnya berjalan dengan baik, berbagai sayur organik berhasil dipanen dan dipasarkan ke ekspatriat yang memang mengerti benar seputar manfaat sayuran organik. Bahkan untuk bisa menjalankan usaha ini dengan baik, Dr. Erna memilih untuk mempelajari ilmu bercocok tanam organik diberbagai tempat.

“Saya kalau mau terjun ke suatu bidang harus menguasai ilmunya dulu, bukan hanya herbal, organik pun begitu saya ikut berbagai kursus dan membaca buku tentang pertanian organik,” ungkapnya.

Namun, karena terkendala SDM dan juga alam yang membuat hasil pertanian organik miliknya terus menurun dan kualitasnya tidak baik. Karena itu usaha yang telah berjalan 3-4 tahun itu pun di tutup. Tidak sampai disitu, usaha pertanian organiknya yang dibangun di dekat kediamannya di daerah Cirendeu, Tangerang Selatan juga tutup karena permasalahan yang sama yaitu pada Sumber Daya Manusia.

Dari Teh Hingga Berbagai Jenis Gula.

Kegagalan dalam menjalankan usaha pertanian organik menjadi pelajaran berharga bagi Dr. Erna. Namun hal tersebut tidak membuatnya kapok untuk berkecimpung di usaha kesehatan khususnya yang menggunakan bahan organik maupun herbal.

Dengan membangun KebonQta, Dr. Erna mulai membuat berbagai produk herbal yang kaya manfaat untuk kesehatan. Dengan latar belakang sebagai seorang dokter dan juga gelar Master di Bidang Farmasi jurusan Bahan Alam yang didapatnya pada tahun 2008, membuatnya tidak sulit untuk mengolah berbagai jenis produk herbal.

Berbagai produk herbal dibuat dan dipasarkan di KebonQta. Mulai dari berbagai jenis teh seperti Teh Hijau, Teh Hitam, Teh Rosela, Teh Sarang Semut hingga Teh Super yang terbuat dari daun kelor yang cocok untuk pengganti makanan pada pasien dengan gizi buruk. Selain itu juga ada berbagai jenis kopi luwak hingga berbagai jenis gula mulai dari Gula Aren, Gula Semut hingga Gula Rempah yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

“Yang kita produksi sendiri itu ada aneka teh, kopi luwak dan aneka gula, sedangkan lainnya seperti madu, zaitun hingga aneka produk kecantikan herbal yang merupakan produk dari luar,” ungkap wanita yang memiliki keinginan membangun pesantren enterpreneur ini .

Selain karena kualitasnya, latar belakang Dr. Erna yang merupakan spesialis dibidang ini ternyata menjadi daya tarik tersendiri. Karena bukan hanya menjual, Dr. Erna juga akan menerangkan tentang produk herbal yang dibutuhkan oleh para konsumennya. Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau, berbagai produk yang di tawarkan KebonQta dipasarkan dengan harga mulai Rp 25 ribu jenis teh per botol dengan berat sekitar 50 gram hingga Rp 200 ribu untuk jenis madu.

Dengan 7 produk andalan buatannya seperti teh hijau, teh hitam, teh rosella, gula semut, gula molase, gula aren dan gula jahe, KebonQta mulai banyak dikenal masyarakat. Hal tersebut bisa dilihat dari penjualan yang terus meningkat, seperti misalnya untuk jenis teh paling tidak dalam satu bulan bisa menjual hingga 50 kg, berbagai jenis gula bisa terjual 1 hingga 2 kwintal per bulan dan berbagai jenis produk lainnya. Dari penjualan tersebut, Omset yang di dapat hingga puluhan juta per bulan.

Besar Karena Pameran

Selain melalui media online, nama KebonQta juga mulai banyak dikenal masyarakat karena kerap mengikuti berbagai pameran. Melalui berbagai organisasi yang diikuti, hampir setiap bulan Dr. Erna mengikuti berbagai pameran yang diadakan di berbagai tempat. Melalui berbagai pameran itu juga penjualan bisa meningkat, paling tidak bisa menjual 30 botol teh dalam sehari dan puluhan produk lainnya. Bahkan melalui pameran ini, pada akhir Maret 2016 ini, Dr. Erna akan mengirimkan produk herbal terbaiknya ke negara Jerman.

Selain itu KebonQta juga membuka kesempatan kerjasama sebagai Reseller untuk siapa saja yang ingin terjun ke usaha ini. Dengan syarat pembelian minimal Rp 2 juta Reseller akan mendapatkan diskon 20%. Selain itu untuk para Reseller Dr. Erna juga siap memberikan workshop herbal gratis dalam membantu mengembangkan usaha Reseller.

Kita fleksibel untuk modal awal bisa di bicarakan lebih lanjut, yang penting serius untuk terjun ke usaha herbal ini,” ungkap wanita yang telah memiliki 4 Reseller usaha ini.

Bagi para pelaku usaha yang ingin terjun membangun usaha, wanita yang ingin membangun toko organik dengan tema all about organic and healthy ini memberikan tipsnya. Menurutnya untuk membangun usaha niatkan untuk membuat yang bermanfaat bagi orang lain, jangan iri dengan usaha yang dijalankan orang lain, hingga harus semangat dalam membangun usaha perlu untuk di coba.

Melepas Jerat Utang Pinjaman Online

0

Menjamurnya bisnis yang menawarkan pinjaman online banyak menjerat banyak orang yang tidak bisa membayarnya. Dengan bunga yang sangat besar membuat utang yang harus dibayar berkali-kali lipat dari pokok pinjaman itu sendiri.

Untuk utang, jika memang bunga yang dikenakan tidak sebanding dengan keuntungan yang diterima, ada baiknya agar Anda berusaha melunasinya segera. Apalagi untuk kasus Anda. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tidak menambah utang lagi bagaimanapun caranya.

Pasti Anda bingung, bagaimana mau bayar lunas padahal tiap hari saja Anda tidak bisa bayar cicilan? Anda bisa mengusahakan untuk meminjam pada pihak-pihak yang lebih longgar ketentuannya terutama dalam waktu dan besaran bunganya. Misalnya pinjam ke saudara.

Anda bisa mengembalikan tanpa perlu ada kelebihan sama sekali, namun cara pembayarannya tetap seperti saat Anda membayar pada bank keliling yaitu dicicil tiap hari dalam jumlah yang fixed (tetap). Tapi Anda juga perlu berkomitmen tinggi. Jangan mentang-mentang itu adalah saudara lalu Anda sengaja tidak bayar, pura-pura lupa atau bahkan selalu menunda. Itu namanya tidak bertanggung jawab. Cara lainnya adalah Anda bisa mempertimbangkan untuk menjual/menggadai barang berharga Anda yang tidak produktif.

Kalau memang opsi untuk melunasi utang benar-benar tertutup, pada dasarnya pinjaman online memungkinkan untuk reschedule pembayaran. Jadi Anda bisa minta keringanan agar tagihan. Tentu saja ini akan berakibat pada masa pembayaran yang akan semakin lama dan bunga yang dibayarkan akan jauh lebih besar. Karena itu, reschedule ini sebaiknya tidak dilakukan, bisa-bisa nanti utang Anda tidak lunas-lunas.

Yang manapun pilihan Anda, semua tetap perlu dihitung dan dipertimbangkan baik-baik. Karena masalah pelunasan/keringanan utang ini bukan hal yang sederhana. Jangan sampai Anda salah mengambil langkah malah terjebak pada utang yang lebih besar. Semoga cukup memberikan pencerahan.

 

Oleh: Rakhmi Permatasari

Perencana Keuangan Safir Senduk & Rekan

E-mail: ssrekan@perencanakeuangan.com

 

 

Tiga Kunci Sukses Mengembangkan Bisnis

0

Bicara tentang pemasaran tentunya salah satu hal yang sangat penting dalam pengembangan usaha. Tanpa pemasaran yang tepat, usaha yang dijalankan tentunya tidak akan berkembang dengan baik. Karena itu perlu dilakukan bersamaan dengan penjualan, yakni pemasaran. Bicara tentang pemasaran adalah bicara strategi dan taktik pendukung penjualan agar dapat dijalankan secara efektif dan efisien.

Yang saya lakukan pada saat saya menjalankan usaha adalah belajar secara otodidak mengenai pemasaran. Sama seperti penjualan, saya pun membaca banyak sekali buku dan literatur yang saya dapatkan dari internet, yang dikarang oleh para begawan – begawan marketing nasional maupun internasional seperti Hermawan Kertajaya, Rhenald Kasali, Phillip Kottler, Jack Trout, Al Rise, Seth Godin dan lain-lain.

Namun saya tidak dapat menjabarkan yang saya pelajari disini. Selain akan menjadi tulisan yang panjang, Anda pun bisa membaca tulisan – tulisan mereka di buku-buku yang banyak tersebar di toko-toko buku di seluruh nusantara. Saya hanya akan membicarakan tentang apa saja yang saya lakukan dalam usaha yang saya lakukan.

Pertama, tentu saja Anda harus sudah memilih kira-kira Anda memiliki minat dan gairah pada bidang usaha apa. Dengan dua faktor pendukung tersebut, Anda sudah cukup bisa bertahan untuk tidak berhenti pada saat Anda mengalami berbagai macam hambatan yang biasa terjadi pada awal-awal melakukan usaha. Anda akan belajar untuk terus menerus melakukan perbaikan dalam menjalankan usaha Anda sehingga sesuai dengan permintaan pasar.

Kedua, Anda harus tahu kira- kira kebutuhan pasar seperti apa yang diperlukan dari usaha yang Anda lakukan, baik barang maupun jasa. Jangan terlalu terjebak dalam idealisme diri karena kita bicara usaha berarti bicara hukum pengadaan dan permintaan (Supply and Demand). Makin tinggi demand, makin besar kemungkinan Anda diterima oleh pasar. Disini kita belajar 5P dari pemasaran yakni Place (Tempat), Product (Barang atau Jasa), Price (Harga), Promotion (Promosi) dan People (Pelaku, Anda dan staff Anda).

Lakukan riset dan pengembangan secara seksama dari awal dan lakukan berkesinambungan, sehingga Anda dapat mengetahui tuntutan pasar terhadap usaha yang Anda lakukan dan Anda dapat melakukan update terus menerus. Mengenai hal yang sebutkan diatas, beragam sesuai dengan bidang usaha yang Anda tekuni masing – masing.

Ketiga, Anda perlu membangun brand ( merek ) yang mencirikan diri Anda dan usaha Anda dengan baik sehingga pasar bisa mengenal merek Anda dengan cepat. Dengan cara seperti itu ketika pasar membaca merek Anda, mereka langsung bisa mengetahui barang atau jasa apa yang bisa mereka dapatkan dari Anda. Kata – kata yang terdengar bagus dan enak didengar memang baik, akan lebih baik lagi kalau kata – katanya sederhana tetapi langsung diketahui maksudnya khan ?

Bicara mengenai promosi, saat ini Anda dapat melakukan berbagai kegiatan promosi. Promosi itu semacam investasi, kenapa saya katakan sebagai investasi ? Karena kegiatan pemasaran seperti Anda menanam benih, kalau Anda melakukan segala sesuatunya dengan tepat maka Anda akan menuai hasil yang baik.

Saat ini, dengan kemajuan teknologi, Anda bisa melakukan kegiatan pemasaran melalui internet, membuat website atau memanfaatkan situs jejaring social, dan karena banyak orang yang mencari sesuatu di internet menggunakan Search Enggine maka banyak pemasar berlomba memanfaatkan itu.

Namun kembali lagi pada apa dan siapa sasaran yang dituju dari kegiatan promosi tersebut. Karena itu brosur, spanduk, iklan di media cetak, televise bahkan reklame masih banyak dilakukan. Tentunya disesuaikan dengan sasaran dan kemampuan Anda untuk melakukannya. Dalam memilih media pun, harus dipilih yang sesuai dengan target pasar yang dituju.

Salah satu cara lagi yang bisa Anda gunakan adalah bergabung ke dalam komunitas-komunitas yang memang merupakan pengguna barang dan jasa Anda. Pada saat ini, kekuatan komunitas sangat berarti jika kita berbicara mengenai pemasaran.

Apabila sebagian dari komunitas menggunakan barang atau jasa Anda dan mereka puas, biasanya yang sebagian lagi cepat atau lambat akan mengikuti juga karena ikatan dalam komunitas cukup kuat untuk bisa saling membangun kepercayaan satu sama lain. Jadi cari tahu dan bergabunglah segera dengan komunitas yang sesuai dengan target market Anda.

 

 

Oleh: Antonius Karya

Master Trainer and Lead Consultant,

dari FinanSaleS MindTech TCC

Switching, Strategi Pengembang Properti Agar Tak Gulung Tikar

0

Booming properti beberapa tahun lalu menjadi magnet bagi banyak orang terjun ke bisnis properti. Kenaikkan harga yang fantastis kala itu, dan permintaan akan produk properti seperti apartemen, rumah, dan ruko yang tak pernah berhenti menjadikan bisnis ini ladang basah untuk mendulang banyak uang. Namun seiring berjalannya waktu, tak sedikit pengembang properti tak mampu menenuskan bisnisnya.

Ketua DPD REI (Real Estate Indonesia) Jawa Barat Joko Suranto mencatat setidaknya 40 persen atau196dari total 490 pengembang properti di wilayah Jawa Barat gulung tikar. Menurut Joko, rontoknya pengembang di Jawa Barat bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah terjadi sejak sektor properti melambat di tahun 2014. “Bahkan, tahun ini lebih parah dari tahun 2017,” ujar Joko.

Penjualan Menurun

Joko menjelaskan, pengembang properti yang berguguran adalah pengembang yang selama ini bergerak di sektor perumahan murah dan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurutnya, salah satu penyebab bangkrutnya 196 pengembang tersebut lantaran penjualan yang terus menurun.

Joko mengatakan penurunan penjualan semakin dalam. PT Buana Kassiti adalah salah satu pengembang yang masih bertahan ditengah anjloknya penjualan hingga 45 persen. Pengembang yang beroperasi di 11 kota dan kabupaten Jawa Barat ini mampu menjual rumah 5 sampai 10 unit per bulan. Namun sejak awal tahun hingga Juni 2018, PT Buana Kassiti hanya mampu menjual dua unit per bulan.

Wakil Ketua DPD REI Jawa Tengah Bidang Promosi Humas dan Publikasi‎, Dibya K Hidayat mengatakan penjualan properti menurun tercermin dari penjualan properti dalam pameran dari tahun ke tahun. Menurut catatan pameran REI Expo tahun 2014, pihaknya mampu menjual 1.007 unit. Namun penjualan menurun menjadi 651 unit dan 461 unit rumah pada tahun 2015-2016. Penjualan semakin parah terjadi pada REI Expo bulan Desember 2017 yang hanya 33 unit dari target 70 unit rumah. Begitu juga penjualan pada pameran 15-16 Agustus 2018 di Semarang yang hanya laku 29 unit.

Penjualan properti yang lesu juga dirasakan pengembang perumahan Graha Malaka, Ngaliyan Defry Marta Tajako. “Biasanya, kalau pameran perumahan, (pembeli) ramai. Tapi, nggak tahu, sekarang kondisinya lesu,” keluhnya.

Agar tak ikut gulung tikar, 294 pengembang anggota REI Jabar yang masih bertahan, menurut Joko telah melakukan berbagai strategi salah satunya switching atau mengubah orientasi pasar dari sebelumnya menggarap perumahan MBR menjadi properti kelas menengah dengan harga Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar.

“Pasar di atas Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar, masih relatif lebih bagus karena daya beli konsumennya tidak terpengaruh kondisi perlambatan,” tandas Joko. Konsumen segmen pasar ini-lah yang selama ini menjadi pendongkrak sektor properti di Jawa Barat.

Pria Ini Bisa Jual 1.200 Ekor Sapi Saat Idul Adha

0

Bermula dari hobi dan ingin membantu petani peternak di Pulau Sumbawa, menarik Ilman merintis usaha peternakan sapi dengan nama Bima Jaya Farm di tahun 2011. Perusahaan supplier sapi Bali, Bima, Kupang ini mampu menjual 1.000 ekor sapi setiap bulannya. Bahkan penjualan bisamencapai 1.200 saat lebaran Idul Adha.

Usaha yang dirintis Ilman 7 tahun lalu ini sudah dimulai sejak ia kuliah di Fakultas Peternakan IPB. Kala itu, Ilman memulai usaha pemeliharaan 60 ekor kambing dan domba.

“Waktu itu masih berstatus mahasiswa, bisa pelihara sampai 200 ekor dari perputaran modal 60 ekor,”ujar pria asal Bima ini.

Setelah lulus kuliah, Ilman sempat menekuni usaha kerbau dengan alasan pemintaan cukup tinggi di daerah kabupaten Bogor dan Banten. Kerbau yang biasanya untuk membajak sawah, banyak diminati warga dengan sistem pembelian arisan daging kerbau untuk dipotong saat Lebaran Idul Fitri.

Namun, usaha pemeliharaan kerbau hanya bertahan 2 tahun. Ilman pun harus mengalami kerugian..Dampaknya, Ilman kehabisan modal hingga akhirnya ia memutuskan menjadi broker dengan jualin ternak orang.

“Setelah terkumpul modal, saya memulai usaha kemitraan dengan puluhan kelompok peternak Bima. Hingga tahun 2011 saya seriusin buka perusahaan Bimajaya farm. Alhamdulilah sekarang jumlah sapi bisa sampai 1000 ekor dan bisa kontinu suplai ke beberapa pembeli,” ujar suami dari Nur khalifahini.

Ilman mengatakan penjualan sapi terbanyak saat Idul Adha, selain itu ternak juga dijual ke pasar, suplai bibit ke pedagang pedagang, ke kelompok ternak Dinas-Dinas Pertanian serta suplai ke masyarakat  yang ingin belajar usaha ternak. Adapun harga seekor sapi kualitas terbaik jantan mulai dariRp 9 juta.

Ilman mengatakan, ternak sapi yang dipeliharanya diberikan pakan alami, hijauan (rumput) yang dicacah dan dicampur dedak padi serta bungkil kedelai.

Kedepan, Ilman berencana membuka kandang di sekitarParung Bogor yang juga bisa difungsikan sebagai tempat edukasi dan wisata anak-anak sekolah. Target saya kedepan bisa pasarkan 10 ribu ekor sapi dalam satu tahun,” ujar ayah dariRafania Arsyil Shazfa.