KebonQta, Pasarkan Teh, Kopi Luak, hingga Gula Semut hingga Ke Mancanegara

0
113
KebonQta (dokorganikherbal.com)

Herbal memang tidak bisa dipisahkan dalam diri Dr. Erna Cipta Fahmi. Betapa tidak, dengan kondisinya yang menderita penyakit Asma, membuat wanita yang akrab disapa Dr. Erna ini harus membangun pola hidup sehat dengan mengkonsumsi herbal untuk menyembuhkan penyakitnya.

“Dulu saya punya penyakit Asma sampai saya selesai kuliah masih sering kambuh, bahkan saya sempat gagal Koas gara-gara Asma, dan mulai membaik setelah mengonsumsi herbal” ujarnya mengingat masa lalu.

Melihat manfaat yang besar pada produk herbal, membuat Dr Erna memutuskan untuk mendalami dunia herbal. Bukan hanya belajar di dalam negeri dengan langsung melakukan praktek pada Pusat Pelatihan Pengobatan Herbal Karyasari, Dr Erna juga sempat belajar selama 1 bulan ke negeri Jiran Malaysia. Bahkan keinginan untuk bisa memperkenalkan hidup sehat dan dunia herbal semakin kuat ketika ia dan suami tinggal di Belanda yang masyarakatnya sudah akrab dengan hidup sehat.

Gagal Usaha Pertanian Organik

Di tengah kesibukannya menjalankan usaha klinik herbal, ternyata istri dari Fahmi Wibawa, SE, MBA ini memiliki keinginan lain dengan membangun usaha pertanian organik di salah satu daerah di Bogor, Jawa Barat. Dengan mengeluarkan modal yang lumayan besar dan memanfaatkan tanah seluas 1,5 hektar miliknya, Dr Erna mulai menanam teh sebagai tanaman utama dan sayuran organik sebagai tanaman pendampingnya.

Usaha yang dimulai sejak beberapa tahun lalu ini awalnya berjalan dengan baik, berbagai sayur organik berhasil dipanen dan dipasarkan ke ekspatriat yang memang mengerti benar seputar manfaat sayuran organik. Bahkan untuk bisa menjalankan usaha ini dengan baik, Dr. Erna memilih untuk mempelajari ilmu bercocok tanam organik diberbagai tempat.

“Saya kalau mau terjun ke suatu bidang harus menguasai ilmunya dulu, bukan hanya herbal, organik pun begitu saya ikut berbagai kursus dan membaca buku tentang pertanian organik,” ungkapnya.

Namun, karena terkendala SDM dan juga alam yang membuat hasil pertanian organik miliknya terus menurun dan kualitasnya tidak baik. Karena itu usaha yang telah berjalan 3-4 tahun itu pun di tutup. Tidak sampai disitu, usaha pertanian organiknya yang dibangun di dekat kediamannya di daerah Cirendeu, Tangerang Selatan juga tutup karena permasalahan yang sama yaitu pada Sumber Daya Manusia.

Dari Teh Hingga Berbagai Jenis Gula.

Kegagalan dalam menjalankan usaha pertanian organik menjadi pelajaran berharga bagi Dr. Erna. Namun hal tersebut tidak membuatnya kapok untuk berkecimpung di usaha kesehatan khususnya yang menggunakan bahan organik maupun herbal.

Dengan membangun KebonQta, Dr. Erna mulai membuat berbagai produk herbal yang kaya manfaat untuk kesehatan. Dengan latar belakang sebagai seorang dokter dan juga gelar Master di Bidang Farmasi jurusan Bahan Alam yang didapatnya pada tahun 2008, membuatnya tidak sulit untuk mengolah berbagai jenis produk herbal.

Berbagai produk herbal dibuat dan dipasarkan di KebonQta. Mulai dari berbagai jenis teh seperti Teh Hijau, Teh Hitam, Teh Rosela, Teh Sarang Semut hingga Teh Super yang terbuat dari daun kelor yang cocok untuk pengganti makanan pada pasien dengan gizi buruk. Selain itu juga ada berbagai jenis kopi luwak hingga berbagai jenis gula mulai dari Gula Aren, Gula Semut hingga Gula Rempah yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

“Yang kita produksi sendiri itu ada aneka teh, kopi luwak dan aneka gula, sedangkan lainnya seperti madu, zaitun hingga aneka produk kecantikan herbal yang merupakan produk dari luar,” ungkap wanita yang memiliki keinginan membangun pesantren enterpreneur ini .

Selain karena kualitasnya, latar belakang Dr. Erna yang merupakan spesialis dibidang ini ternyata menjadi daya tarik tersendiri. Karena bukan hanya menjual, Dr. Erna juga akan menerangkan tentang produk herbal yang dibutuhkan oleh para konsumennya. Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau, berbagai produk yang di tawarkan KebonQta dipasarkan dengan harga mulai Rp 25 ribu jenis teh per botol dengan berat sekitar 50 gram hingga Rp 200 ribu untuk jenis madu.

Dengan 7 produk andalan buatannya seperti teh hijau, teh hitam, teh rosella, gula semut, gula molase, gula aren dan gula jahe, KebonQta mulai banyak dikenal masyarakat. Hal tersebut bisa dilihat dari penjualan yang terus meningkat, seperti misalnya untuk jenis teh paling tidak dalam satu bulan bisa menjual hingga 50 kg, berbagai jenis gula bisa terjual 1 hingga 2 kwintal per bulan dan berbagai jenis produk lainnya. Dari penjualan tersebut, Omset yang di dapat hingga puluhan juta per bulan.

Besar Karena Pameran

Selain melalui media online, nama KebonQta juga mulai banyak dikenal masyarakat karena kerap mengikuti berbagai pameran. Melalui berbagai organisasi yang diikuti, hampir setiap bulan Dr. Erna mengikuti berbagai pameran yang diadakan di berbagai tempat. Melalui berbagai pameran itu juga penjualan bisa meningkat, paling tidak bisa menjual 30 botol teh dalam sehari dan puluhan produk lainnya. Bahkan melalui pameran ini, pada akhir Maret 2016 ini, Dr. Erna akan mengirimkan produk herbal terbaiknya ke negara Jerman.

Selain itu KebonQta juga membuka kesempatan kerjasama sebagai Reseller untuk siapa saja yang ingin terjun ke usaha ini. Dengan syarat pembelian minimal Rp 2 juta Reseller akan mendapatkan diskon 20%. Selain itu untuk para Reseller Dr. Erna juga siap memberikan workshop herbal gratis dalam membantu mengembangkan usaha Reseller.

Kita fleksibel untuk modal awal bisa di bicarakan lebih lanjut, yang penting serius untuk terjun ke usaha herbal ini,” ungkap wanita yang telah memiliki 4 Reseller usaha ini.

Bagi para pelaku usaha yang ingin terjun membangun usaha, wanita yang ingin membangun toko organik dengan tema all about organic and healthy ini memberikan tipsnya. Menurutnya untuk membangun usaha niatkan untuk membuat yang bermanfaat bagi orang lain, jangan iri dengan usaha yang dijalankan orang lain, hingga harus semangat dalam membangun usaha perlu untuk di coba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.