Faris Kahma, Sukses Bisnis Distro Underground di Usia Belia

0
334
Arax Marchandise (dok twitter Arax Marchandise)

Bagi sebagian besar anak muda, musik keras atau yang akrab dikenal dengan musik metal dan hadrcore memiliki karakteristik tersendiri yang sesuai dengan jiwa mereka. Karena itu tidak salah jika musik jenis ini memiliki penggemar setia yang setiap saat terus bertambah.

Karakteristik musik bergenre underground ternyata juga menarik minat Faris Kahma untuk terjun ke usaha yang berhubungan dengan musik metal dan hardcore pada tahun 2012 yang lalu.

“Selain karena saya suka dengan musik ini, saya lihat peminatnya semakin hari semakin bertambah dan itu merupakan suatu peluang yang besar,” ujarnya.

Kerap berkumpul dengan berbagai komunitas musik underground membuat wawasan pria yang akrab disapa Ais ini terus bertambah. Dari sana Ais yang memang memiliki darah berwirausaha dari kedua orang tuanya banyak mendapatkan informasi seputar usaha distro yang satu ini.

“Dari teman-teman saya mendapatkan informasi tentang usaha ini dan ditambah dukungan orang tua semakin membuat saya yakin untuk menjalankan usaha,” ungkapnya.

Dalam merintis usahanya tersebut, Ais mengaku tidak mengeluarkan modal yang besar hanya sekitar Rp 2,5 juta yang digunakan untuk membeli produk kaos dengan desain grup band metal lokal dari salah satu produsen kaos metal kenalannya Prapatan Rebel.

Tanpa disangka, respons konsumen produk kaos sangat menjanjikan dan hal tersebut membuat Ais terus berusaha mengembangkan usahanya tersebut.

Band Lokal

Memiliki keinginan terus mengembangkan usahanya membuat Ais memutuskan untuk membuta produk kaos sendiri. Karena itu, ia giat menghubungi berbagai band-band metal maupun hardcore untuk membuat produk kaosnya.

“Saya dibantu om Komeng pemilik Injustice dan om Ido pemilik Prapatan Rebel yang sudah seperti saudara sendiri dalam mengembangkan usaha saya,” ujarnya.

Diakui Ais, grup band yang diajak kerjasama kebanyakan grup band lokal baru yang memiliki jumlah penggemar yang lumayan banyak. Dari sana, Ais menawarkan desain produk kaos dan menunjukkannya kepada grup band yang dituju. Setelah mendapatkan izin, Ais pun mulai memproduksi kaos dan memasarkannya.

Karena prinsip kerjasama yang dijalankan Ais adalah keuntungan untuk bersama, maka semua kaos yang dibuat bukan kaos ilegal dan ia membayar royalty kepada grup band yang bersangkutan dengan besaran bervariasi.

“Saya memang mengincar grup band lokal yang belum merilis kaos namun pasarnya sangat besar,” tambahnya. Beberapa grup band yang telah bekerjasama dengan Ais antara lain Respect, Kilometer, The Nortside, Feel The Pain dan lain sebagainya.

Bisa dibilang kualitas produk merupakan salah satu kunci sukses dalam menjalankan usaha. Karena itu dalam membuat produknya ia bekerja sama beberapa produsen kaos berkualitas yang terletak di Bandung untuk memproduksi kaosnya seperti misalnya Broken 13, Rebel Soul, Arians, dan Hadeath.

Selain produk kaos bertemakan metal dan hardcore, Ais juga memasarkan produk lain yaitu celana, jaket hingga baju bola. Harga yang ditawarkan pun bisa dibilang terjangkau yaitu berkisar Rp 70 ribu- Rp 200 ribu.

Yang membedakan adalah bahan kaos dan juga sablon. Untuk harga Rp 70 ribu menggunakan bahan katun combat dengan sablon rubber, sedangkan untuk kaos yang berharga Rp 200 ribu dengan sablon plastisol yang kuat dan tahan lama.

Tidak Mudah

Melihat dalam menjalankan usahanya Ais tidak sendiri, seperti misalnya pada proses produksi ia harus bekerja sama dengan pihak lain maka, pada awal menjalankan usaha merupakan salah satu waktu terberat bagi dirinya. Selain karena belum terlalu memahami bahan dan pasar maka Ais mengaku sempat beberapa kali ditipu dalam proses pembuatan kaosnya. Seperti misalnya ketika itu Ais yang membuat 100 kaos di salah satu produsen merasa dibohongi pada kualitas sablon yang digunakan.

“Waktu itu mereka bilang plastisol padahal semi plastisol dan produk sudah jadi, akhirnya saya membayar semuanya sekitar Rp 5 juta,” ungkapnya.

Hal tersebut ternyata menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan usahanya, sehingga Ais dapat lebih berhati-hati dalam memilih rekan kerjasama. Karena itu, Ais pun saat ini lebih memilih untuk memproduksi kaosnya di Bandung, Jawa Barat yang merupakan salah satu pusat fashion berkualitas di negeri ini.

Masuk Ke Pasar Luar Negeri

Keteguhan Ais dalam membangun usahanya bisa dibilang sudah mulai menampakkan hasil. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan usaha seperti misalnya saat ini Ais sudah menangani 7 toko yang kesemuanya terletak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan yaitu Faris Colection, Planet Distro, Arax Merchandise, FR Sport dan dua buah counter yang juga terletak di kawasan Blok M.

“Arax Merchandise baru saya rilis sejak awal tahun ini dan respons sangat bagus,” ungkapnya.

Dibantu 15 karyawan dalam menjalankan usahanya, Ais terus berusaha membuat produk berkualitas dan disukai pasar. Untuk memasarkan produknya selain memanfaatkan toko yang ada dan menggunakan media online, Ais membuka penawaran kerjasama reseller dengan minimal pembelian 1 lusin dan akan mendapatkan potongan harga sekitar 25%.

Saat ini selain telah memiliki beberapa reseller salah satunya Yayan Lapak yang terletak di Pondok Cabe, produk kaos yang dipasarkan Ais sudah masuk ke pasar luar negeri khususnya Malaysia. Ais mengaku bisa menjual sekitar 200 kaos dalam satu bulan dengan omset bisa menembus Rp 100 juta.

Walaupun bisa dibilang usaha yang dijalankan Ais ini baru seumur jagung namun dengan prinsip usaha jujur dan menomor satukan kualitas produk membuat usahanya bisa terus berkembang seperti sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.