Minggu, Juni 14, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 782

5 Poin yang Harus Dimiliki Pebisnis EO

0

 

Event organizer memiliki fungsi sebagai penyedia jasa profesional penyelenggara sebuah acara. Pada dasarnya event organizer atau biasa disebut EO memiliki tugas membantu pemesan jasa (klien) untuk menyelenggarakan acara yang diinginkan, seperti launching product, company gathering, exhibitions, seminar, promosi, talkshow dan sebagainya.

Dengan jasa EO, tahap persiapan sampai dengan event bisa dikelola sehingga berjalan lancar. Event-event yang biasa ditangani oleh event organizer  berupa pameran produk (buku, mobil, computer, kerajinan), hingga ke pernikahan.

Dalam menjalankan peran pada sebuah event acara, EO bertugas untuk mengkoordinasi, melayani, mensupport kepentingan yang bersangkutan, misalnya trainer, trainee, vendor training, transportasi, media massa, dan pihak-pihak terkait lainnya. Pelaku usaha EO harus faham betul tentang seluk beluk acara yang dibuat, karena hal tersebut akan berkaitan dengan keberhasilan proyeknya.

Ada beberapa hal utama yang perlu kita perhitungkan sebelum calon pelaku usaha  memutuskan terjun di dunia bisnis event organizer. Poin pertama bekal pengalaman menyelenggarakan event, kedua memiliki ide kreatif dan inovatif, ketiga memiliki banyak jaringan relasi bisnis (klien/sponsor) yang cukup kuat, keempat memiliki modal usaha event organizer yang cukup, dan kelima mempunyai tim yang solid dan loyal.

Walaupun terlihat sangat sederhana, namun sebenarnya lima poin di atas merupakan hal-hal yang cukup berat. Kebanyakan orang mengatakan bahwa bisnis di dunia event organizer itu mudah, tapi belum tentu. Banyak sekali rintangan yang harus kita hadapi dan tentunya ini tidak ringan. Belum lagi jika dibandingkan dengan daftar event organizer lain yang semakin menjamur. Tapi sebenarnya kuncinya terletak di ketekunan dan kerja keras, itulah modal paling utama yang harus kita miliki.

Namun, untuk ke depannya bisnis EO, khususnya dalam penyelenggaraan pameran cukup memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Apalagi saat ini tengah berkembang pesat pelaku-pelaku UKM dengan produk kreatif, yang pastinya membutuhkan media promosi seperti pameran atau bazaar.

 

Oleh: Eka Susanti,

Owner dan Marketing Officer Langkah Production

Ruko Tol Boulevard D/23 BSD City – Tangerang Selatan

 

Kiat Mengembangkan Usaha Minuman Jus

0

 

Bisnis jus tentu dibutuhkan orang-orang yang kehausan atau ingin melakukan diet tertentu. Saya ikut senang mendengar bisnis jus Anda memberikan hasil yang memuaskan. Nah, sekarang Anda berusaha untuk ekspansi dengan menambah jumlah outlet namun terkendala dengan masalah kepercayaan SDM atau karyawan. Secara khusus ini menyangkut dua hal yaitu (1) memilih SDM untuk outlet jus yang baru dan (2) mengontrol kerja karyawan tersebut nantinya.

Pertama, memilih karyawan baru. Memilih karyawan yang dapat dipercaya dalam menjalankan usaha ini ada beberapa kriteria. Tentu saja kita memilih karyawan yang memiliki sikap dan perilaku yang baik. Untuk sikap, kita bisa lakukan tes lebih dulu. Caranya dengan melakukan wawancara lalu kita nilai bagaimana dia menjawab pertanyaan yang kita ajukan.

Pertanyaan menyangkut apa motivasi dia bekerja, apa yang diharapkan, apa masalah yang dia hadapi saat ini, bagaimana kondisi keluarganya, mengapa berhenti dari tempat kerja sebelumnya, dan seterusnya. Selama wawancara kita amati juga bahasa tubuhnya.

Seringkali, orang mengatakan kalau orang yang jujur, pandangan matanya terang dan tidak takut menatap dengan kita saat diajak bicara. Kemudian dari perilaku, kita bisa minta semacam surat kelakuan baik atau keterangan dari RT dan RW tempat tinggalnya.

Untuk mempertinggi kepercayaan perlu juga kita mengandalkan referensi, kenalan atau kalau perlu saudara kita. Artinya, kita dapat merekrut dari saudara atau orang yang diberikan referensi dari kenalan kita. Apa tujuannya? Kalau orang bekerja karena referensi maka dia akan berpikir ulang jika melakukan tindakan yang buruk.

Atau setidaknya kita dapat meminta pemberi referensi untuk menegur jika orang yang direferensikan melakukan tindakan yang tidak jujur. Memang ini bukan jaminan penuh namun setidaknya sebagai sarana untuk memperkecil orang untuk tidak jujur.

Selain itu, jika kita sudah mendapatkan karyawan baru buatlah semacam kontrak hitam di atas putih. Minta karyawan baru tersebut untuk tanda tangan di atas meterai bahwa yang bersangkutan akan kerja secara jujur dan jika melakukan penipuan akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Surat kontrak ini sebenarnya hanya semacam kontrak psikologis sehingga karyawan merasa secara moral terikat untuk berperilaku jujur. Kita perlu menegaskan ke karyawan baru kalau tidak ada toleransi untuk karyawan yang tidak jujur.

Kedua, menyangkut kontrol karyawan yang bekerja. Memang tidak menutup peluang terjadinya kecurangan saat karyawan bekerja. Kecurangan bisa berbagai bentuk seperti menilep beberapa pemasukan dari penjualan, tidak melaporkan secara benar penjualan yang terjadi, mengurangi bahan yang digunakan supaya bisa dijual sendiri dan masuk kantongnya, jam kerja yang seenaknya dan sejenisnya.

Untuk itu kita bisa lakukan kontrol supaya karyawan bekerja dengan jujur. Pertama dari segi jumlah produk. Untuk jus buah, pada saat kita pasok buah, kita prediksi berapa gelas yang terjadi. Misal kalau kita pasok 10 buah alpukat, 10 buah apel, 10 buah jeruk, 10 buah jambu, 1 buah melon, dan 1 buah semangka. Alpukat, jeruk, jambu, dan apel, masing-masing satu buah menghasilkan satu gelas sedangkan untuk melon dan semangka, misalnya satu buah menghasilkan 5 gelas. Maka kalau stok buah habis akan menghasilkan 50 gelas jus.

Kalau harga satu gelas Rp 10.000 maka pelaporan penjualan seharusnya menghasilkan Rp 500.000. Di sinilah letak kontrolnya. Tidak boleh stok buah habis ternyata penjualan hanya Rp 300.000. Jadi harus ada kecocokan antara buah dan gelas jus yang dihasilkan. Kalaupun ada buah yang busuk dan tidak bisa jadi jus, karyawan tidak boleh membuangnya namun harus disimpan dan dilaporkan ke kita saat outlet tutup.

Kendali berikutnya bisa juga diserahkan ke pelanggan. Misalnya kalau ada pesan di kasir, ”Kalau tidak diberi struk berarti gratis”. Ini merupakan bentuk kontrol karyawan yang meminta konsumen untuk membantu mengontrolnya. Jadinya si karyawan takut berbuat curang karena kalau tidak dikasih struk –yang menjadi bukti penjualan- maka konsumen berhak tidak membayar.

Cara kendali lain adalah memasang semacam kamera CCTV. Anda bisa pasang kamera kecil di dekat kasir sebagai CCTV yang bisa Anda pantau jarak jauh. Saat ini tidak susah mencari produk CCTV mulai dari yang simpel sampai terkoneksi internet. CCTV ini bisa juga hanya sebagai kamuflase sehingga lebih menekankan aspek psikologis.

Terakhir, Anda sebagai pemilik harus lakukan sidak –inspeksi mendadak- dengan cara tidak memberitahu karyawan kalau akan datang ke outlet. Lakukan juga pemantauan outlet dari jarak jauh pas Anda jalan-jalan ke sekitar outlet atau juga bisa meminta teman atau saudara Anda ikut membeli dan mengamati kerja karyawan.

Semoga jawaban di atas membantu dan jangan ragu memperkerjakan karyawan. Karena setidaknya bisnis Anda bisa membantu mengurangi pengangguran di Indonesia. Maju terus bisnis jus Anda!

 

Oleh: Istijanto Oei,

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku: ”Jurus-jurus Sakti Wirausaha”

dan ”Rahasia Sukses Toko Tionghoa”

www.istijanto.com

 

Untung Gede dari Bisnis Label

0

 

Label yang kerap dijumpai pada produk fesyen sepeti kaus, kemeja, jaket, jas, jeans, topi, tas, sepatu merupakan usaha yang kurang dilirik. Padahal pasar dan kebutuhan akan usaha jasa pembuatan label ini sangat besar.

Menurut pengamat kewirausahaan, Bambang Wahyu Purnomo, usaha pembuatan label ini sudah pasti diperlukan oleh usaha konveksi rumahan, garmen, distro, dan usaha pembuatan pakaian borongan dan maklon.

Meski hanya bagian kecil dari sebuah pakaian namun usaha ini cukup potensial untuk dijalankan. Apalagi jumlah pelaku usahanya tidak terlalu banyak. Padahal kebutuhan label akan tumbuh seiring dengan perkembangan produk garmen dan konveksi.

“Di Bandung saja saya rasa nggak lebih dari 10 pelaku usaha pembuat label ini,” terang Bambang meyakinkan.

Senada dengan Bambang, Direktur Eksekutif Bandung Creative City Forum (BCCF), Vicky Satari juga mengatakan bahwa usaha pembuatan label skala rumahan masih minim persaingan. Menurutnya, pelaku usaha label ini paling banyak baru 1% dari total pelaku usaha garmen dan konveksi.

Hal ini juga disebabkan karena beberapa konveksi sudah memproduksi labelnya sendiri, tapi masih sangat banyak yang tidak memikirkan label dan menyerahkan pada usaha rumahan pembuat label.

Dari produk fesyen saja, kebutuhan label sangat besar belum lagi untuk bidang usaha lainnya seperti kemasan produk UKM seperti label untuk kemasan produk dalam plastik, label pada produk minuman, label pada produk-produk ritel seperti label harga, barcode, hingga label untuk kebutuhan lainnya.

Menurut Maria Magdalena, produsen yang menyediakan jasa pembuatan label dan kemasan bagi usaha kecil ini mengatakan, bahwa saat ini masih sangat banyak produk UKM yang belum dikemas dengan bagus dan minimnya informasi produk yang bisa disampaikan lewat label.

Harus Kreatif

Meski peluangnya masih terbuka lebar, namun pelaku usaha yang bergerak di bidang pembuatan label ini tak boleh lengah dan harus kreatif. Bentuk kreativitas dapat ditunjukkan melalui pemilihan bentuk label, penempatan label pada produk dan memberikan nilai lebih dari label.

Untuk produk fesyen pakaian saja, jika biasanya label hanya disimpan di bagian leher pakaian, mengapa label tidak dijadikan aplikasi pada pakaian. Bukan hanya itu, dalam label yang biasanya terbuat dari kertas, kain juga bisa ditambahkan hologram sebagai security system terutama pada pakaian garmen yang banyak di jual di mal.

Di samping itu salah satu pelaku usaha yang juga cukup kreatif membuat label adalah Ikwan Hakiki, pemilik spesialis produsen label sablon dengan label Hook Straps. Enggay begitu ia disapa berhasil membuat label pakaian, jaket, tas dan lainnya dengan cara sablon dan dipres (dipanaskan) dengan setrika.

Dengan teknologi sederhana namun menghasilkan label unik dan tahan lama membuat usahanya yang baru berjalan 3 bulan itu melejit bak meteor.

“Saya cukup bersyukur, meski baru 3 bulan sudah ada 20 distro di Jakarta yang minta dibuatkan label sablon ke saya,” ujarnya yang mampu meraup omset 15 juta/bulan.

Selain Enggay, ada pula Taufik Triwidyanto yang berhasil meraup untung besar dari usaha pembuatan hangtag label, plastik kemasan dan shopping bag. Dari pembuatan label pakaian, tas, jaket dan sepatu dari bahan kertas ini ia mampu meraih keuntungan Rp 9 juta atau 60% dari omset setiap bulan.

Sasar Konveksi Rumahan

Kunci sukses segelintir pelaku usaha label tidak lepas dari tepatnya menyasar target market dari usaha pembuatan label ini. Menurut Bambang, sasar pelaku usaha konveksi rumahan, distro, usaha maklon pakaian, butik. Jangan dulu menyasar perusahaan besar seperti Nike dan Adidas yang biasanya telah memiliki tempat maklon pembuatan label ke perusahaan label kelas pabrikan.

“Usaha kecil (konveksi rumahan) biasanya tidak mampu punya mesin pembuat label yang mahal, jadi dipastikan mereka akan memaklonkan pembuatan label ini,” papar Vicky, pemilik distro besar di Bandung yang juga memaklonkan pembuatan kaos distronya.

Sementara itu, bagi pelaku usaha baru yang bergerai di bidang pembuatan label harus lebih agresif mengenalkan usahanya ke beberapa konveksi atau usaha garmen agar lebih dikenal. Cara yang dapat dilakukan, selain mendatangi secara door to door, memberikan diskon, pemasaran melalui internet dan media cetak juga mampu membuat semakin banyak pelaku usaha yang mengetahui usaha yang ditawarkan. Agar lebih menarik berikan potongan harga atau diskon dengan minimal pemesanan label.

Sari Melayu Resto Juaranya Sajian Melayu Medan

0

 

Restoran makanan khas Melayu Medan memang terbilang masih jarang di Jakarta. Sari Melayu Resto bisa menjadi pelepas dahaga kuliner Melayu Medan. Restoran ini berlokasi di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 21, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan dan mulai buka pukul 11 siang sampai pukul 10 malam.

Setibanya di restoran ini sebuah papan nama Sari Melayu Resto tampak elok dengan logo sekuntum bunga sepatu berwarna merah. Saat memasuki restoran ini tampak seperti berada dalam galeri seni karena banyak dihiasi dengan piring-piring keramik antik di dalam lemari kaca. Suasana pun semakin menenangkan dengan dinding kaca yang mengucurkan air yang terlihat seolah sedang hujan.

Lezatnya Ikan Asap

Restoran yang sudah berdiri tujuh tahun ini tetap setia menyediakan hidangan Melayu Medan yang memiliki ciri khas masakan bersantan dan rasa yang gurih. Sajian pertama yang wajib disantap adalah Gulai Ikan Sale. Jangan menganggap hidangan ini adalah pisang sale yang dimasak gulai. Sale dalam kuliner Melayu adalah ikan Limbat yang diasap. Ikan Limbat ini berbentuk seperti ikan Lele namun lebih panjang dan hidup liar di sungai. “Sale ini didatangkan langsung dari Medan untuk menjaga citarasa aslinya,” ujar Nina Oktantina, Manajer Sari Melayu Resto.

Aroma khas ikan asap langsung menusuk hidung dan saat menyeruput kuah berwarna merah begitu gurih terasa dan tidak terlalu pedas. Apalagi saat daging Sale menyentuh lidah, rasa gurih dan rasa asap sangat terasa. Amboi nikmatnya… Ikan Sale ini berpadu apik dengan kuah gulai berwarna merah yang dibuat dari santan yang dimasak bersama yang ditumis seperti cabai merah, kunyit, ketumbar, kunyit, lada, bawang merah, bawang putih, adas, pala, serai, kayumanis dan jintan.

Ikan  Sale ternyata sedap juga jika dimasak balado. Rasa pedas yang berkolaborasi dengan rasa gurih dan aroma asap ikan Sale terasa lezat dan semakin sempurna saat disantap bersama nasi hangat yang mengepul. Ehmm… Seporsi Gulai Ikan Sale dan Ikan Sale Balado dapat dinikmati dengan harga masing-masing Rp 12.500 dan seporsi nasi putih seharga Rp 5 ribu.

Sajian Berkuah Gurih ala Medan

Ingin menikmati hidangan berkuah yang mengenyangkan? Santap saja Lontong Sayur Medan yang disajikan dengan Tauco. lontong sayur yang disajikan tidak berbeda pada umumnya namun Lontong Sayur Medan disajikan dengan rendang dan tauco yaitu lauk berisi udang, tahu, potongan cabai merah, cabai hijau dan tentu saja dibumbui tauco.

Lontong Sayur Medan ini dapat dinikmati di Sari Melayu Resto meskipun terlihat berbeda yaitu disajikan tanpa rendang, tetapi rasanya tidak kalah lezat. Seporsi Lontong Sayur Medan ala Sari Melayu Resto terdiri atas lontong, kacang panjang, tekokak, telur balado, kering kentang, teri kacang balado, bawang goreng, kuah santan dan disajikan bersama tauco. Jangan tunda menyantap gurihnya Lontong Sayur Medan karena dengan harga Rp 17.500 Anda sudah bisa menikmatinya tanpa harus datang ke Medan.

Hidangan Kari yang Menggoda

Bukan restoran melayu jika tidak menyediakan hidangan kari. Sari Melayu Resto juga menyajikan hidangan kari berupa Roti Jala dan Kari Iga Sapi. Roti Jala bukanlah roti yang berukuran besar dan berpori melainkan adonan dadar yang dibentuk jaring seperti jala. Suatu sensasi menikmati makanan yang berbeda karena disantap dengan cara dicocol ke dalam kuah kari dan dimakan bersama dagingnya. Dan, benar saja rasanya begitu gurih, apalagi kuah kari yang menyelinap di antara sela-sela Roti Jala terasa begitu gurih dan beraroma rempah.

Tekstur daging pun terasa empuk dan bumbu kari meresap sempurna. Tidak hanya Kari Iga Sapi yang bisa dinikmati, Kari Iga Kambing dan Kari Ayam disajikan dengan kelezatan khas yang berbeda. Harga untuk seporsi Roti Jala Rp 5 ribu, Roti Jala dan Kari Ayam Rp 22.500, Roti Jala dan Kari Iga Kambing atau sapi Rp 25 ribu.

Gurih Gulai dan Sensasi Menu Bunga Pepaya

Satu lagi hidangan gulai yang lezat, yaitu Gulai Kepala Kakap dan disajikan dalam 3 ukuran. Untuk harga Gulai Kepala Kakap Besar Rp 42 ribu, Gulai Kepala Kakap Sedang Rp 39 ribu dan Gulai Kepala Kakap Kecil Rp 30 ribu. Memang sudah tidak diragukan kalau hidangan ini memiliki banyak penggemar karena cita rasa gurih yang kental dihasilkan dari kepala kakap yang berkombinasi dengan bumbu gulai dan santan. Mantap…

Bosan dengan hidangan daging? coba saja Tumis Bunga Pepaya yang terasa gurih dengan paduan sedikit rasa pahit memberikan pengalaman kuliner tersendiri. Dengan harga Rp 9 ribu untuk seporsi Tumis Bunga Pepaya anda sudah dapat menikmati sensasi rasa yang unik.

Menu Lainya

Seusai menikmati aneka hidangan berat, segelas Juice Martabe bisa menjadi minuman penutup yang sempurna. Nama Martabe adalah kependekan dari Markisa dan Terong Belanda yang merupakan minuman khas Medan yang memiliki citarasa asam, manis dan segar. Kesegaran segelas Juice Martabe dapat diteguk dengan harga Rp 15.500. Minuman lain yang segar di antaranya Juice Mix, Es Timun Serut dan Juice Belimbing.

Selain menu yang sudah disebutkan, Sari Melayu Resto menyajikan menu lain yang sayang dilewatkan seperti Gulai Otak, Gulai Tunjang, Sayur Ubi Tumbuk, Ikan Kertas Karamel, Tumis Daun Pakis dan Ikan Patin Asam Pedas. Harga untuk aneka menu di restoran ini berkisar dari Rp 3.500 sampai Rp 30 ribu. Selain itu Sari Melayu Resto juga menyediakan paket menu coffee break, menu paket catering, menu box hingga menu prasmanan. Tertarik?

Bisnis Talas Jepang Untung hingga 40%

0

 

Pengalaman memasok pupuk organik dari cacing tanah pada petani Talas Jepang yang sudah digeluti sejak tahun 2006, Wiwin mulai tertarik membudidaya Talas Jepang bersama tim usaha agribisnis dengan nama CV Bengkelden Agrobisnis yang berlokasi di Jalan Kota Mas I, No.18 Perum Kota Mas Kota Cimahi Jawa Barat.

Wiwin mengeluarkan modal awal hingga Rp 50 juta dari tabungan pribadinya. Modal tersebut digunakan untuk membeli peralatan, lahan dua hektar milik sendiri, biaya operasional dan biaya pembelian bahan baku Talas Satoimo. “Modal lebih banyak digunakan untuk membeli bibit karena bisa mencapai Rp 20-25 juta/hektar,” ungkapnya.

Prospek dan Persaingan

Usaha budidaya Talas Satoimo menurut Wiwin sangat prospektif dan terbuka luas, karena masih sedikitnya pembudidaya Talas Jepang dan besarnya permintaan yang ada sehingga persaingan juga belum ketat. Saat ini Wiwin mempunyai tiga permintaan yang cukup besar dari tiga perusahaan di Jepang, tetapi ia baru menanam pada lahan 7 hektar dan masih kewalahan untuk memenuhi permintaan tersebut. Rencananya ia akan memperbesar lahan sekitar 120 hektar untuk memenuhi permintaan tersebut.

Wiwin menjual Talas Satoimo dalam bentuk umbi harga eceran sekitar Rp 10-15.000/kg. Sedangkan bibit Talas Satoimo dijual sekitar Rp 1.000-1.500/pohon. Ia juga telah mengekspor Talas Satoimo sebanyak 10 ton/bulan. Wiwin mengekspor dalam bentuk frozen yaitu talas beku. Produk tersebut dijual ke perusahaan eksportir agribisnis (PT MSH Agro) di Jakarta dan dikemas dalam kantung plastik polos (ukuran 5 dan 10 kg) kemudian dimasukkan ke kardus dan dimasukkan lagi ke peti kemas.

Dalam setahun Wiwin bisa panen dua kali, biasanya setiap 5-6 bulan sekali. Jika tiap hektar bisa dipanen sekitar 20-40 ton talas/ha, maka dari total 7 hektar lahannya kapasitas panen bisa mencapai sekitar 200 ton. Supaya bisa panen tiap bulan, ia menambah luas lahan yang disewa menjadi 7 hektar dengan masa tanam bergantian. Sehingga rata-rata sekarang ia mampu menjual tiap bulan hingga 10 ton talas/bulan dengan omset Rp 100 juta dan keuntungan sekitar 42%.  Dan bibit sebanyak 20 ton per bulan.

Kelebihan Talas Jepang. Talas Jepang atau Satoimo adalah satu jenis tanaman umbi-umbian serupa dengan talas. Namun Talas Jepang atau Satoimo ini tidak lazim dikonsumsi di negara Indonesia, Tetapi di negeri sakura Jepang, talas ini merupakan salah satu makan pokok mereka selain beras dan kentang. Bahkan konon posisi kentang hampir tergantikan dengan Satoimo sebagai bahan makanan pokok masyarakat Jepang.

Menurut Wiwin, talas ini mempunyai kandungan serat yang tinggi, rendah karbohidrat, tinggi kalori dan mengandung kolagen (protein dengan struktur yang sangat kompleks sehingga mengandung asam amino cukup banyak. Zat ini dapat mencegah serta memperlambat munculnya keriput pada kulit manusia dibandingkan dengan jenis talas lainnya). Talas ini juga menjadi bahan baku makanan yang sehat untuk dikonsumsi baik bagi penderita diabetes maupun bagi orang yang mengalami gangguan pencernaan. Talas Satoimo bisa diolah menjadi aneka produk, seperti mie, roti biskuit, es krim dan lain-lain.

Menurut Wiwin saat ini Talas Satoimo menjadi komoditi agribisnis yang menguntungkan. Selain berpeluang menjadi komoditas ekspor, Satoimo juga bisa menjadi alternatif produk pertanian untuk mengatasi masalah ketahanan pangan nasional. Apalagi, tanaman pangan seperti padi dan jagung cukup sulit bertahan dengan ketidakpastian musim seperti sekarang, yang terimbas dampak pemanasan global. Sementara, Talas Satoimo cenderung lebih tahan terhadap kondisi cuaca yang buruk, bahkan tanaman ini bisa hidup kembali meskipun dengan karakter musim yang berbeda dari sebelumnya.

Pemasaran

Wiwin memaparkan bahwa pemasaran di awal usaha hanya untuk pasar lokal saja, namun sekarang ia bisa mendapat pelanggan dari 3 perusahaan eksportir asal Jepang. Sayang Wiwin keberatan menyebutkan nama perusahaannya. Sehingga ia fokus dan hanya memenuhi permintaan tersebut dengan  menanam Talas Jepang secara teratur dan terjadwal agar permintaan dapat terpenuhi.

Untuk memesan bibit talas dan umbi talas Satoimo bisa melalui email di bengkel_den@yahoo.co.id atau raturupiah@yahoo.co.id. Minimum order yang diterapkan sebanyak 100 kg baik untuk umbi talas maupun bibit. Sistem pembayaran cash, dengan ongkos kirim ditanggung pembeli. Diakui Wiwin, ia tak segan memberikan diskon khusus bagi para pembeli sekitar 5-10%.

Dari penjualan ekspor talas frozen (beku) ke Jepang nilainya bisa mencapai ratusan juta. Tak heran jika omset yang diraup cukup besar baik dari umbi dan bibit Talas Jepang sekitar Rp 120 juta dengan keuntungan untuk CV Bengkelden sekitar 40 % atau sekitar Rp 48 juta/bulan.

Wiwin berharap kegiatan budidaya tanaman talas Satoimo ini dapat dimasukkan ke dalam program Nasional oleh Pemerintah agar di seluruh wilayah tanah air ini dapat membudidayakannya. “Dengan begitu kita akan memiliki satu komoditi lagi yang penting dan punya nilai kandungan protein serta gizi yang tinggi. Ini dapat dijadikan pula sebagai komoditi ketahanan pangan untuk masa depan bangsa,” terang Wiwin.

 

Strategi Pemasaran Toko Material Bangunan

0

 

Jenis usaha material bangunan saat ini memang kompetisinya sudah sangat ketat. Namun tidak berarti usaha Anda tidak dapat berkembang. Usaha Anda akan tetap dapat bertumbuh dengan pengelolaan yang baik dan dukungan strategi marketing yang tepat.

Berikut ini beberapa saran yang dapat Anda coba:

  • Tentukan Ciri Khas Usaha. Supaya toko Anda terlihat berbeda dari toko lain, maka Anda harus punya ciri khas. Anda harus mencoba untuk mencari keunikan toko Anda, baik dari sisi barang yang dijual maupun jasa yang ditawarkan. Jika toko Anda memiliki ciri khas maka orang akan lebih mudah untuk mengingatnya. Ini juga berarti toko Anda akan menjadi lebih cepat dikenal dan pembeli akan selalu bertambah dari hari ke hari. Misalnya, setiap orang yang membeli ‘cat tembok’, Anda bersedia mencarikan tukang cat yang punya kualitas bagus; atau Anda memberikan konsultasi untuk membantu orang sebelum melakukan renovasi; dan masih banyak lagi cara lainnya.
  • Survei Harga Secara Rutin. Agar harga material yang Anda jual tidak terlalu mahal dari kompetitor, maka Anda harus rajin melakukan survei harga di beberapa toko yang sejenis. Jika ternyata harga yang Anda tawarkan lebih mahal dari toko lain, maka Anda harus membuat keputusan untuk menurunkan harga agar dapat bersaing atau memberikan bonus/ hadiah kepada pembeli.
  • Kerja Sama dengan Kontraktor. Cara lain yang dapat Anda coba adalah dengan bekerja sama dengan pihak kontraktor yang sering melakukan pekerjaan renovasi atau membangun rumah/gedung baru. Berikan penawaran harga yang menarik dan cara pembayaran yang lebih fleksibel sesuai dengan kemampuan keuangan Anda.
  • Service Anda harus selalu memberikan pelayanan terbaik (service excellence) kepada semua orang yang datang. Semua orang yang sudah datang ke toko Anda pasti punya keinginan untuk membeli. Tetapi jadi atau tidaknya orang membeli akan sangat tergantung dari pelayanan yang Anda berikan. Jika saat ini pelayanan yang Anda berikan masih belum baik atau cenderung buruk, maka mulai saat ini Anda harus meningkatkan kualitas pelayanan agar pembeli tidak kecewa dan merasa puas dan mau kembali lagi untuk membeli. Dengan pelayanan terbaik maka toko Anda akan dicari oleh pembeli.
  • Komunikasi dan Promosi. Anda harus melakukan komunikasi dan promosi kepada target market yang Anda bidik, baik yang sifatnya online maupun offline. Ada baiknya untuk memasang spanduk di depan toko dan di beberapa titik strategis yang dapat menarik minat orang untuk datang. Contohnya dengan memasang tulisan: ‘Hari ini semua HARGA lebih MURAH’ atau ‘Ajak Teman Anda Berbelanja & Dapatkan Voucher Pulsa’.

Selamat mencoba dan sukses untuk Anda.

 

Oleh: Angela Kwok

Pengamat Marketing DK Consulting Jakarta

Website: www.dk-consultinggroup.com

 

Menghitung Pajak Usaha Jasa Konstruksi

0

 

Ketentuan tentang pajak  atas penghasilan dari usaha jasa konstruksi diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor : 559/KMK.04/2000.

Adapun cara perhitungannya sesuai dengan ketentuan keputusan Menteri Keuangan yang tercantum dalam pasal 3 adalah sebagai berikut: Besarnya pajak penghasilan yang terhutang dan harus dipotong oleh pengguna jasa atau disetor sendiri  oleh wajib pajak  penyedia jasa yang bersangkutan  sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 2 ayat 2  adalah sebagai berikut :

  • 2% (dua persen) dari jumlah Bruto, yang diterima wajib pajak penyedia jasa pelaksana konstruksi. Contoh jasa penyedia konstruksi gedung A Rp.100.000.000 dipotong pajaknya sebesar 2000.0000
  • 4% (empat persen) dari jumlah bruto, yang diterima wajib pajak  penyedia jasa  perencanaan  konstruksi, untuk perhitungannya  pajak tinggal dikalikan 4% dari pendapatan bruto.
  • 4% (empat persen) dari bruto, yang diterima wajib pajak penyedia jasa pengawasan konstruksi, untuk perhitungannya  sama seperti di atas.

Selain kewajiban pajak di atas  sesuai dengan pasal 4 ayat  1  terhitung  tanggal 1 Januari  2001 wajib pajak jasa konstruksi  wajib membayar angsuran pajak penghasilan dalam tahun berjalan yakni PPH Pasal 25. Sedangkan ketentuan Harus PKP atau tidak sesuai dengan PMK nomor 68/PMK 03.2010.

Apabila pendapatan jasa Konstruksi Anda sudah di atas Rp 600.000.000 per tahun wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Demikianlah penjelasan dari saya, semoga bermanfaat bagi pembaca.

 

Oleh: Hafiludin,

Konsultan Pajak & Keuangan

ARYADATA MANDIRI

hafilconsultan@yahoo.com

 

Gapura Prima Kembangkan Hunian Premium Di Pusat Kota Bogor

0

Anak usaha Gapura Prima Group, kembali meluncurkan Cluster Savana Ardea Phase 2 yang lokasinya terintegrasi langsung dengan area komersial, hotel, perkantoran serta apartemen Bogor Icon.

Acara peluncuran yang diselenggarakan bersamaan dengan prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan tahap kedua dari Cluster Savana Ardea tersebut digelar di Sky Ballroom Bogor Icon Hotel, Sabtu pagi (28/09/2019).

“Cluster Savana Ardea yang dikembangkan dengan total nilai investasi sebesar Rp250 miliar ini berada di lokasi premium karena diapit dengan kawasan business center dan berada dalam area berkontur sehingga memiliki view menghadap Gunung Salak dan Gunung Pangrango. Nantinya, area ini kita harapkan akan menjadi ikon baru untuk kawasan hunian di Kota Bogor,” ujar Arvin S Iskandar, Presiden Direktur Gapuraprima Group.

Arvin menuturkan, Cluster Savana Ardea Phase 2 yang menghimpun sebanyak 250 unit rumah tersebut merupakan hunian dalam cluster yang mengusung konsep Green Living. Hal ini tampak dari banyaknya taman-taman tematik yang ditempatkan mulai dari Jalan boulevard, main Entrance sampai dengan di dalam area cluster.

Khusus di main boulevard, nantinya akan ditanami banyak pepohonan hijau dengan kombinasi pilar-pilar scrapture dan lampu taman. Setiap unitnya juga dirancang dengan konsepsi modern minimalis, dimana pencahayaan dan sirkulasi udara difungsikan secara maksimal.

“Kelebihan lainnya Cluster Savana memiliki ROW jalan lebar minimal 8 meter dan celling yang tinggi,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Cluster Savana dikembangkan di atas lahan seluas 14 hektar yang dibagi menjadi dua sub cluster yaitu Savana Ardea seluas 8 hektar dan Savana Buteo seluas 6 hektar. Setiap sub cluster merangkum dua type, yaitu Type 36/90 M2 dan Type 45/90 M2.

Sementara, harga yang ditawarkan mulai dari Rp600 jutaan sampai dengan Rp700 jutaan. Saat ini Cluster Savana Ardea yang merangkum 150 unit rumah telah habis terjual.

“Harga kompetitif dan lokasi strategis, sudah tentu rumah minimalis dengan kapasitas 2 kamar tidur dan bisa dikembangkan menjadi 2 lantai ini sangat cocok untuk keluarga baru dan generasi millennial,” papar Arvin.

 

Elevated Tol Jakarta-Cikampek II Rampung, Ekonomi Karawang Makin Menggeleliat

 

Pembangunan sejumlah proyek infrastruktur besar yang sedang berlangsung di wilayah timur Jakarta dalam waktu dekat akan segera dapat dinikmati oleh masyarakat. Hal ini seiring rampungnya pembangunan sejumlah proyek infrastruktur yang telah dimulai sejak dua tahun terakhir seperti jalan Elevated Tol Jakarta-Cikampek II.

Elevated Tol Jakarta-Cikampek II, misalnya. Menurut PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku penanggung jawab pembangunan jalan tersebut menargetkan konstruksi jalan tol Layang Jakarta-Cikampek II bisa selesai pada September 2019, dengan demikian diharapkan pada akhir tahun nanti masyarakat sudah dapat melewati jalan tersebut.

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II yang membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat sendiri merupakan jalur alternatif bagi pengguna jalan tol yang akan menuju ke Cikampek maupun Bandung. Ruas tol ini juga dapat menunjang distribusi arus barang dan jasa, baik yang menuju maupun keluar Jakarta dari Jawa Barat, dan berlanjut dari atau ke Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Yang menarik, selain meningkatkan kapasitas kendaraan yang melintas dan mempercepat waktu tempuh perjalanan ke wilayah Jawa, beroperasinya jalan tol ini nantinya juga semakin mempersingkat jarak tempuh ke beberapa wilayah di timur Jakarta, salah satunya Karawang. Nantinya, Jakarta – Karawang hanya akan ditempuh kurang dari satu jam saja, dimana titik akhir dari elevated tol ini adalah Karawang.

Tak hanya masyarakat, sejumlah pelaku usaha turut optimis jika keberadaan proyek Elavated Tol akan memberikan dampak positif bagi perekonomian sekitar, tak terkecuali Kota Karawang yang menjadi titik akhir dari jalan tol dan pemberhentian kereta cepat. Meskipun, bila ditilik secara makro, pertumbuhan ekonomi Karawang memang sudah cukup stabil bahkan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sejak beberapa tahun terakhir.

 

Pilih Waralaba yang Sudah Teruji dan Tahan Banting

0

 

Bila dilihat di lapangan, perkembangan usaha es krim saat ini sedang ramai. Karena memang kuliner dengan bahan baku susu ini selain memiliki rasa yang enak, menyegarkan juga menyehatkan untuk tubuh. Dengan berbagai inovasi yang dilakukan oleh para pelaku usaha es krim membuat usaha yang satu ini memiliki tren tersendiri.

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh pelaku usaha baik yang menjalankan usaha waralaba maupun kemitraan lainnya yaitu dengan membebaskan konsumen untuk memilih topping yang mereka inginkan. Selain itu dengan menampilkan produk es krim yang belum ada di pasaran membuat banyak konsumen yang akan merasa penasaran sehingga mencicipi produk yang ditawarkan. Karena kecenderungan konsumen saat ini menyenangi sesuatu yang unik dan berbeda.

Hal lain yang perlu diperhatikan calon Mitra waralaba adalah latar belakang dan kredibilitas Pewaralaba. Berapa lama Pewaralaba menggeluti usahanya, paling tidak pilih Pewaralaba yang sudah berpengalaman selama lima tahun dan brand yang telah cukup dikenal masyarakat serta tahan banting. Karena dengan pengalaman tersebut diharapkan Pewaralaba mampu membimbing Terwaralaba menjalankan dan mengembangkan usahanya.

Minimal Pewaralaba telah menjalankan usahanya selama 3-5 tahun sebelum mewaralabakan usahanya. Dengan durasi tersebut Pewaralaba pasti sudah memiliki cukup pengalaman menjalankan usaha es krim yang bisa ditularkan kepada Terwaralaba dalam menghadapi berbagai masalah yang mungkin terjadi. Selain itu tentu brand milik Pewaralaba sudah lebih dikenal masyarakat dibanding ketika baru memulai usaha, tentu ini menjadi nilai plus bagi Pewaralaba dalam menjaring Terwaralaba.

Meski demikian, usaha es krim memang memiliki potensi pasar yang besar serta memiliki prospek yang cerah. Selain itu pasarnya masih terbuka lebar, terutama pangsa pasar di daerah yang masih belum tergarap. Namun sekarang mulai banyak pelaku usaha es krim yang melirik pangsa pasar di daerah.

Sementara pangsa pasar usaha ini sangat beragam, atau boleh dibilang semua kalangan bisa menjadi pangsa pasar yang potensial, karena hampir semua orang dari semua kalangan menyukai es krim. Yang perlu diperhatikan adalah menyesuaikan harga dengan pasar yang dituju, lokasi usaha, dan tentu juga diikuti kualitas produk. Salah satu lokasi yang sangat potensial menjual es krim ini adalah tempat-tempat yang biasa dipakai kongkow atau hangout anak-anak muda atau keluarga.

 

Oleh: Burang Riyadi, Pengamat Waralaba