Kiat Mengembangkan Usaha Minuman Jus

0
64

 

Bisnis jus tentu dibutuhkan orang-orang yang kehausan atau ingin melakukan diet tertentu. Saya ikut senang mendengar bisnis jus Anda memberikan hasil yang memuaskan. Nah, sekarang Anda berusaha untuk ekspansi dengan menambah jumlah outlet namun terkendala dengan masalah kepercayaan SDM atau karyawan. Secara khusus ini menyangkut dua hal yaitu (1) memilih SDM untuk outlet jus yang baru dan (2) mengontrol kerja karyawan tersebut nantinya.

Pertama, memilih karyawan baru. Memilih karyawan yang dapat dipercaya dalam menjalankan usaha ini ada beberapa kriteria. Tentu saja kita memilih karyawan yang memiliki sikap dan perilaku yang baik. Untuk sikap, kita bisa lakukan tes lebih dulu. Caranya dengan melakukan wawancara lalu kita nilai bagaimana dia menjawab pertanyaan yang kita ajukan.

Pertanyaan menyangkut apa motivasi dia bekerja, apa yang diharapkan, apa masalah yang dia hadapi saat ini, bagaimana kondisi keluarganya, mengapa berhenti dari tempat kerja sebelumnya, dan seterusnya. Selama wawancara kita amati juga bahasa tubuhnya.

Seringkali, orang mengatakan kalau orang yang jujur, pandangan matanya terang dan tidak takut menatap dengan kita saat diajak bicara. Kemudian dari perilaku, kita bisa minta semacam surat kelakuan baik atau keterangan dari RT dan RW tempat tinggalnya.

Untuk mempertinggi kepercayaan perlu juga kita mengandalkan referensi, kenalan atau kalau perlu saudara kita. Artinya, kita dapat merekrut dari saudara atau orang yang diberikan referensi dari kenalan kita. Apa tujuannya? Kalau orang bekerja karena referensi maka dia akan berpikir ulang jika melakukan tindakan yang buruk.

Atau setidaknya kita dapat meminta pemberi referensi untuk menegur jika orang yang direferensikan melakukan tindakan yang tidak jujur. Memang ini bukan jaminan penuh namun setidaknya sebagai sarana untuk memperkecil orang untuk tidak jujur.

Selain itu, jika kita sudah mendapatkan karyawan baru buatlah semacam kontrak hitam di atas putih. Minta karyawan baru tersebut untuk tanda tangan di atas meterai bahwa yang bersangkutan akan kerja secara jujur dan jika melakukan penipuan akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Surat kontrak ini sebenarnya hanya semacam kontrak psikologis sehingga karyawan merasa secara moral terikat untuk berperilaku jujur. Kita perlu menegaskan ke karyawan baru kalau tidak ada toleransi untuk karyawan yang tidak jujur.

Kedua, menyangkut kontrol karyawan yang bekerja. Memang tidak menutup peluang terjadinya kecurangan saat karyawan bekerja. Kecurangan bisa berbagai bentuk seperti menilep beberapa pemasukan dari penjualan, tidak melaporkan secara benar penjualan yang terjadi, mengurangi bahan yang digunakan supaya bisa dijual sendiri dan masuk kantongnya, jam kerja yang seenaknya dan sejenisnya.

Untuk itu kita bisa lakukan kontrol supaya karyawan bekerja dengan jujur. Pertama dari segi jumlah produk. Untuk jus buah, pada saat kita pasok buah, kita prediksi berapa gelas yang terjadi. Misal kalau kita pasok 10 buah alpukat, 10 buah apel, 10 buah jeruk, 10 buah jambu, 1 buah melon, dan 1 buah semangka. Alpukat, jeruk, jambu, dan apel, masing-masing satu buah menghasilkan satu gelas sedangkan untuk melon dan semangka, misalnya satu buah menghasilkan 5 gelas. Maka kalau stok buah habis akan menghasilkan 50 gelas jus.

Kalau harga satu gelas Rp 10.000 maka pelaporan penjualan seharusnya menghasilkan Rp 500.000. Di sinilah letak kontrolnya. Tidak boleh stok buah habis ternyata penjualan hanya Rp 300.000. Jadi harus ada kecocokan antara buah dan gelas jus yang dihasilkan. Kalaupun ada buah yang busuk dan tidak bisa jadi jus, karyawan tidak boleh membuangnya namun harus disimpan dan dilaporkan ke kita saat outlet tutup.

Kendali berikutnya bisa juga diserahkan ke pelanggan. Misalnya kalau ada pesan di kasir, ”Kalau tidak diberi struk berarti gratis”. Ini merupakan bentuk kontrol karyawan yang meminta konsumen untuk membantu mengontrolnya. Jadinya si karyawan takut berbuat curang karena kalau tidak dikasih struk –yang menjadi bukti penjualan- maka konsumen berhak tidak membayar.

Cara kendali lain adalah memasang semacam kamera CCTV. Anda bisa pasang kamera kecil di dekat kasir sebagai CCTV yang bisa Anda pantau jarak jauh. Saat ini tidak susah mencari produk CCTV mulai dari yang simpel sampai terkoneksi internet. CCTV ini bisa juga hanya sebagai kamuflase sehingga lebih menekankan aspek psikologis.

Terakhir, Anda sebagai pemilik harus lakukan sidak –inspeksi mendadak- dengan cara tidak memberitahu karyawan kalau akan datang ke outlet. Lakukan juga pemantauan outlet dari jarak jauh pas Anda jalan-jalan ke sekitar outlet atau juga bisa meminta teman atau saudara Anda ikut membeli dan mengamati kerja karyawan.

Semoga jawaban di atas membantu dan jangan ragu memperkerjakan karyawan. Karena setidaknya bisnis Anda bisa membantu mengurangi pengangguran di Indonesia. Maju terus bisnis jus Anda!

 

Oleh: Istijanto Oei,

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku: ”Jurus-jurus Sakti Wirausaha”

dan ”Rahasia Sukses Toko Tionghoa”

www.istijanto.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.