Rabu, Mei 6, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 954

Perdana Melantai di Bursa, Saham Mahkota Group Melesat Hampir 50%

Berempat.com – Salah satu perusahaan kelapa sawit, PT Mahkota Group Tbk. telah resmi melantai di bursa saham untuk pertama kalinya pada hari ini, Kamis (12/7). Dengan demikian, Mahkota Group menjadi emiten ke-28 yang masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Mahkota Group mendapatkan kode emiten MGRO.

Direktur Utama Mahkota Group Usli Sarsi mengungkapkan, pada penawaran perdana (initial public offering/IPO) ini perseroan melepas 20% saham dari modal atau sebanyak 703.688.000  lembar saham.

Nilai harga penawaran umum perseroan pun berada di angka Rp 225 per saham. Namun, nilai tersebut melejit sebesar 49,56% atau menyentuh level Rp 338 per sahamnya.

Usli mengungkapkan, rencananya dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan industri hilir dan modal kerja. “Sebesar 60% dari dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan industri hilir melalui investasi ke entitas anak, PT Mutiara Unggul Lestari,” ujar Usli di Gedung BEI, Kamis (12/7).

Sementara, sisanya akan digunakan untuk modal kerja ke entitas anak, yaitu PT Mutiara Unggul Lestari, PT Berlian Inti Mekar, dan PT Intan Sejati Andalan.

Sebelumnya, untuk pengembangan industri hilir yang dimaksudkan seperti pembangunan pabrik refinery dan kernel crushing plant yang berlokasi di jalan Duri–Dumai, Desa Bathin Sobanga, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

“Untuk pembangunan pabrik tersebut membutuhkan waktu 8 bulan, terhitung 3 bulan sejak perseroan menerima dana hasil penawaran umum perdana saham,” ungkap Usli bulan lalu.

Tujuan pembangunan pabrik tersebut, papar Usli, untuk memberi nilai tambah bagi Perseroan. Sebab dengan adanya pembangunan pabrik refinery dan kernel crushing plant, Perseroan dapat melakukan sistem pemurnian yang dapat menghasilkan produk turunan olein dan sterin, serta produk turunan lainnya.

GO-JEK Turut Andil Studi Kelayakan Motor Listrik di Indonesia

0

Berempat.com – GO-JEK dan konsultan manajemen Solidiance dikabarkan tengah melakukan studi kelayakan (feasibility study) motor listrik di wilayah Jakarta. Associate Partner dan Country Head Indonesia di Solidiance Gervasius Samosir menjelaskan, eksperimen uji coba ini akan melibatkan mitra pengemudi GO-JEK dan dilaksanakan pada Juli 2018.

“Eksperimen ini turut melibatkan driver Gojek yang beroperasi di wilayah Jabodetabek dengan tujuan utama untuk mengukur efisiensi biaya motor listrik dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar fosil,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/7).

Menurut Samosir, uji coba ini dilakukan dalam rangka untuk mengetahui apakah motor listrik bisa menjadi transportasi utama masyarakat di masa depan.

Head of Research Gojek Indonesia Ramda Yanurzha mengatakan, motor listrik bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu mitra pengemudi GO-JEK untuk mengurangi biaya operasional dan membuat transportasi lebih efisien.

“Misi kami adalah memberikan dampak sosial positif kepada Indonesia, serta membantu meningkatkan taraf hidup mitra kami melalui inovasi dan teknologi,” ucap dia.

Menurut Ramda, saat ini Indonesia bergantung pada bahan bakar fosil selama bertahun-tahun. Sebagian besar kendaraan menggunakan bahan bakar tersebut yang telah menyebabkan masalah lingkungan, terutama emisi karbondioksida yang tinggi.

Senada dengan Ramda, menurut Samosir ada dua alasan kenapa Indonesia perlu beralih ke kendaraan listrik. Pertama, sektor transportasi Indonesia merupakan salah satu kontributor utama tingginya karbondioksida, dan sepeda motor adalah penyebab utamanya. Kedua, bahan bakar fosil secara perlahan semakin menipis dan dianggap bukan lagi bisa menjadi sumber energi masa depan.

Selain itu, di tengah populasi sepeda motor yang semakin meningkat, motor listrik ini merupakan salah satu upaya untuk menyediakan layanan transportasi cepat yang ramah lingkungan.

Berdasarkan riset terbaru dari Solidiance, pasar kendaraan listrik di Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh meskipun saat ini masih dalam tahap pertumbuhan awal. Saat ini, tingkat penetrasi kendaraan motor listrik di Indonesia baru mencapai 0,14%. Angka tersebut dianggap masih jauh dari sasaran pemerintah yang menargetkan dapat menyerap 2,1 juta motor listrik pada 2025.

Indonesia Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Pekan Air Internasional Asia 2020

0

Berempat.com – Dalam kick off meeting di Singapore Internaional Water Week 2018, Selasa (10/7), Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Pekan Air Internasional Asia ke-2 (The 2nd Asia International Water Week). Kota yang terpilih yaitu Yogyakarta, pada 3-7 Oktober 2020.

Staf Khusus Bidang Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Firdaus Ali mengatakan, Pekan Air Internasional Asia ke-2 merupakan kegiatan untuk mendiskusikan beberapa pendekatan dan tindakan dalam hal penggunaan sumber daya air berkelanjutan.

“Pekan Air Internasional Asia adalah kesempatan kita untuk membuat perbedaan, untuk memperluas jaringan, pengetahuan, dan pengaruh kita,” ungkap Firdaus yang juga merupakan Vice President Asia Water Council (AWC) dalam keterangan tertulis, Rabu (11/7).

Firdaus pun yakin, melalui diskusi tersebut kita bisa menemukan solusi terbaik. Ia pun berharap kegiatan tersebut dapat mengeluarkan pendekatan baru untuk meningkatkan ketahanan air, teknologi baru yang menghemat air, hingga meningkatkan kebersihan atau sanitasi.

“Saya berharap, setelah mengunjungi Indonesia, para delegasi akan memikirkan kembali cara menggunakan Pekan Air Internasional Asia untuk membangun dunia yang lebih aman, lebih makmur, dan lebih indah,” ujarnya.

Selain itu, Firdaus pun berharap organisasi dan lembaga internasional lainnya dapat terlibat aktif dalam proses pelaksanaan. Karena itu, baginya, penting memberikan dukungan multilateral yang baik di banyak bidang dalam proses pelaksanaan menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan.

“Kita harus bekerja sama membangun dunia yang memiliki kesejahteraan air, keamanan air dan ketahanan air. Kami mengharapkan kesuksesan Pekan Air Internasional Asia 2020,” ungkapnya.

Jadi Sponsor Asian Games 2018, Ini yang Diberikan Samsung

0

Berempat.com – Samsung Electronics Indonesia (SEIN) telah menyatakan diri sebagai sponsor resmi pada ajang olahraga akbar Asian Games 2018. Selayaknya sponsor, Samsung sudah mempersiapkan diri untuk memberikan berbagai keperluan yang dibutuhkan untuk kelancaran acara tersebut.

Vice President Samsung Electronics Indonesia, Kang Hyun Lee mengungkapkan, Samsung akan memberikan sejumlah smartphone untuk diberikan kepada panitia (Inasgoc) dan televisi untuk diletakkan di wisma atlet.

“Beberapa model Samsung Galaxy sesuai dengan permintaan Inasgoc,” ungkap Lee usai konferensi pers Samsung Torch Bearer 2018 di Jakarta, Rabu (11/7).

Selain memberikan beberapa produknya, Samsung juga memberikan uang tunai. Namun, Lee tak menyebutkan berapa jumlah unit dan uang tunai yang digelontorkan untuk Asian Games 2018.

Salah satu bentuk kerja sama Samsung dengan Inasgoc adalah terpilihnya sejumlah duta Samsung yang akan ikut menggelorakan semangat Asian Games 2018 Energy of Asia sebagai pembawa obor Asian Games 2018. Duta Samsung yang akan menjadi pembawa obor ialah Dian Sastro, Hamish Daud, Mikha Tambayong dan Chicco Jerikho. Tak ketinggalan Kang Hyun Lee yang akan mewakil manajemen Samsung.

Nielsen Indonesia Berbagi Bersama 300 Lansia di Jakarta

0

Berempat.com – Perusahaan riset pengukuran dan analisis data global, Nielsen Indonesia, berkolaborasi dengan Komunitas Budaya Berbagi guna menyelenggarakan Nielsen Global Impact Day (NGID) dengan berbagi kebahagiaan bersama para lansia penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2, Cengkareng.

“NGID bukan hanya sekadar kegiatan sosial yang rutin dilakukan Nielsen. Tapi lebih dari itu, kami ingin menjadi bagian dari komunitas di sekitar kami dengan segala kemampuan yang kami miliki untuk dapat membantu menciptakan suasana masyarakat dan lingkungan yang lebih positif,” ujar Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (11/7).

Tak hanya di Indonesia, NGID merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang dilakukan Nielsen di seluruh dunia. Dalam program NGID ini karyawan Nielsen di seluruh dunia menjadi sukarelawan dan melaksanakan suatu kegiatan sosial dengan menyumbangkan waktu, tenaga, dan keahlian yang dimiliki bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya yang membutuhkan.

Dan dalam kesempatan ini, Nielsen Indonesia memilih Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 yang menampung lebih dari 300 warga lansia di Jakarta sebagai tempat berbagi. Para lansia itu tidak memiliki keluarga atau tidak pernah bertemu dengan keluarganya selama bertahun-tahun.

NGID 2018 diikuti oleh lebih dari 100 sukarelawan Nielsen di Jakarta. Mereka berkolaborasi untuk menghibur dan berbagi bersama 300 lansia. Berbagai permainan menarik dilakukan untuk menghibur para lansia, seperti tebak gaya, tebak lagu, joget balon, dan sesi karaoke bersama.

Selain permainan, dalam acara yang didukung oleh Salonpas dan susu Frisian Flag ini para karyawan Nielsen juga melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan panti, merawat, dan berbagi cerita, serta membagikan bingkisan dan makan siang bersama para lansia.

“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Nielsen di acara hari ini bersama para lansia. Dengan kegiatan ini, kami anak-anak muda juga berharap bisa memberikan motivasi dan meyakinkan para anak muda lainnya di Indonesia bahwa berbagi itu menyenangkan. Berbagi itu mudah dan bisa dilakukan dalam berbagai bentuk,” ucap ketua Komunitas Budaya Berbagi, Sarezki.

Selain di Jakarta, kegiatan NGID juga dilakukan oleh para sukarelawan Nielsen lainnya di beberapa daerah di Indonesia. Di antaranya di Medan, Bandar Lampung, Padang, Palembang, Pekanbaru, Batam, Malang, Semarang, Solo, Sukabumi, Surabaya, Tasikmalaya, Yogyakarta, Gorontalo, Makassar, Palu, Manado, Mataram, Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Kupang, dan Maluku.

Para sukarelawan Nielsen tak hanya memberikan donasi bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga bekerja bakti membersihkan lingkungan dan menanam benih-benih tumbuhan untuk mendukung penghijauan di sekitar daerah tersebut.

BTN Akan Akuisisi Perusahaan Manajemen Investasi Guna Capai Target Tahun Ini

0

Berempat.com – PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk. mengaku akan mengakuisisi perusahaan manajemen investasi guna mencapai target tahun ini. Adapun alasan perseroan ingin mengakuisisi perusahaan manajemen investasi ialah untuk menggarap potensi pendanaan jangka panjang setelah Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) beroperasi.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, dalam payung hukum Tapera entitas bank diberikan dua opsi pilihan untuk mengelola dana tersebut, yakni sebagai bank kustodian atau memiliki manajemen investasi.

Dan berdasarkan hasil kajian, Maryono mengungkapkan bahwa perseroan memutuskan untuk mengambil opsi kedua. Dengan begitu, entitas manajemen investasi yang akan diakuisisi dimaksudkan untuk mengelola dana Tapera secara profesional dan komersial.

“Ini sebagai salah satu langkah kami mengamankan sumber pembiayaan jangka menengah panjang termasuk yang bersumber dari Tapera,” ujar Maryono di Jakarta, Rabu (11/7).

BTN berencana melakukan akuisisi tersebut akan dilakukan September tahun ini.

Menurut Maryono, langkah tersebut diambil BTN setelah melihat prospek yang semakin cerah usai relaksasi kebijakan loan to value (LTV) di sektor perumahan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI).

Selain itu, BTN juga yakin dengan relaksasi LTV maka perseroan akan mampu mencapai target pertumbuhan pembiayaan pada tahun ini. Apalagi, mulai paruh kedua tahun ini BTN sudah bisa menggunakan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Maryono pun mengungkapkan, skema FLPP pada tahun ini dipandang akan menguntungkan posisi BTN. Pasalnya, pada skema tersebut sebanyak 75% dananya berasal dari pemerintah, sedangkan 25% sisanya bersumber dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Dengan penambahan fasilitas tersebut, Maryono menyebut skema tersebut juga bisa menggunakan dua sumber pembiayaan, yakni Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan FLPP.

Sementara itu, untuk memperkokoh sumber pembiayaan, BTN juga terus berinovasi mengembangkan produk-produk low cost fund. Di antaranya, perseroan telah menyiapkan program menarik untuk produk tabungan dan giro.

“Semua langkah tersebut kami siapkan agar BTN tetap menjadi leader di bidang perumahan dan kami optimistis target bisnis pada tahun ini akan tercapai,” tandas Maryono.

Anggaran Haji Pemkab Bekasi Tahun Ini Masih di Angka Rp 600 Juta

0

Berempat.com – Anggaran haji yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat tahun ini nampaknya masih sama seperti tahun lalu. Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Bagian Kesra Kabupaten Bekasi Iyan Priyatna.

“Untuk pelaksanaan haji 2018, anggaran yang dikucurkan sama seperti di tahun sebelumnya, nilainya Rp 600 juta,” ujar Iyan seperti diwartakan oleh Antara, Selasa (11/7).

Iyan memaparkan, anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk kebutuhan haji seperti transportasi bus pemberangkatan dari Kabupaten Bekasi menuju embarkasi dan sebaliknya. Begitu juga untuk kebutuhan makan bagi para calon haji pada saat berangkat menuju embarkasi dan biaya jasa porter yang mengangkut barang milik jamaah.

Alokasi anggaran tersebut, ungkap Iyan, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Bekasi terhadap warganya yang akan menjalankan ibadah haji.

“Tentunya ini merupakan komitmen pemerintah daerah kepada warganya, terlebih mereka kan akan menunaikan ibadah,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diberikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi Shobirin, tahun ini diketahui sebanyak 2.066 dari total 2.208 orang calon jamaah haji asal Kabupaten Bekasi siap diberangkatkan ke Mekah.

Adapun jamaah calon haji yang akan berangkat ke tanah suci dari Kabupaten Bekasi akan terbagi menjadi tujuh kloter, yakni kloter 3, 26, 40, 50, 79, 87, dan 96.

“Untuk pemberangkatan pertama sebanyak 410 orang pada 17 Juli 2018 dari embarkasi Bekasi,” terang Shobirin.

Saham Pollux Properti Indonesia Menguat 305 Poin di Penawaran Perdananya

0

Berempat.com – PT Pollux Properti Indonesia Tbk. hari ini, Rabu (11/7) telah resmi membuka penawaran perdana (initial public offering/IPO). Dengan demikian, Pollux Properti Indonesia menjadi emiten ke-27 yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Pollux Properti Indonesia memiliki kode emiten POLL.

Pada peluncuran perdananya, perusahaan yang mempercayakan penjamin pelaksana emisi efek kepada PT UOB Kay Hian Sekuritas ini melepas 1,24 miliar lembar saham dengan nilai Rp 615 per lembar saham.

Nilai saham tersebut pun langsung menguat 305 poin atau 49,59% menjadi Rp 920 hanya dalam beberapa menit. Pada level tersebut saham POLL telah ditransaksikan sebanyak 190 lot dalam dua kali frekuensi transaksi dengan nilai Rp 17,48 juta. POLL pun mendapatkan dana segar sebanyak Rp 767,4 miliar.

Rencananya, sekitar 99% dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha. Sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

Hanif Apresiasi Rencana Inkopar Sediakan Rumah bagi Pekerjanya

0

Berempat.com – Induk Koperasi Karyawan (Inkopar) berencana sediakan rumah dan kebutuhan pokok terjangkau bagi para pekerja anggota koperasi karyawan. Rencana tersebut pun diapresiasi oleh Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri. Hanif menilai, hal tersebut dapat memudahkan pekerja untuk memperoleh rumah di tengah makin mahalnya harga rumah saat ini.

“Tentu ini menjadi suatu berita baik agar pekerja-pekerja juga mendapat kemudahan dalam memperoleh rumah karena ketersediaan tanah terbatas dan harga rumah yang mahal,” ungkap Hanif dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (10/7).

Hanif pun berkomitmen akan mengkoordinasikan ide Inkopkar tersebut dengan BPJS Ketenagakerjaan.

“Tapi, memang perlu ada koordinasi antara Inkopkar ini dengan BPJS Ketenagakerjaan yang juga memiliki program penyediaan rumah bagi pekerja, sehingga bisa terjalin harmonisasi di antara keduanya,” ujar Hanif.

Sementara itu, Ketua Umum Inkopkar Fadel Muhammad mengungkapkan, ide Inkopkar ini tercetus karena ingin berperan dalam program 1 juta rumah setiap tahun yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo.

“Target pemerintah 5 juta rumah dalam lima tahun. Nah, bagaimana kita mengambil peran di situ. Sampai saat ini kita memiliki tanah di Jawa Timur sekitar 24 hektar dan di DKI Jakarta ada 13 hektare. Rencananya kami akan membangun rumah bagi pekerja di sana,” ujar Fadel.

Selain menyediakan rumah, Inkopkar juga berencana menyediakan bahan baku kebutuhan pokok terjangkau bagi pekerja. Pasalnya, Fadel menilai, selain rumah ketersediaan bahan  baku pokok yang terjangkau merupakan salah satu faktor yang dapat menjamin kesejahteraan pekerja.

“Kita hanya bisa mengangkat kesejahteraan kalau kita bisa menyediakan kebutuhan pekerja yang terjangkau. Kita berjuang bagaimana mendapatkan barang dengan harga yang murah,” ungkap Fadel.

Pemerintah Ingin Suntik Modal Rp 31,6 Triliun ke 3 Perusahaan BUMN

0

Berempat.com – Tiga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 31,6 triliun. Suntikan modal tersebut diberikan dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Adapun ketiga BUMN tersebut ialah PT Hutama Karya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN). Untuk jumlah PNM yang akan diterima, PT Hutama Karya akan mendapatkan Rp 12,5 triliun untuk percepatan pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera; PLN akan menerima Rp 15 triliun dengan maksud memperbaiki struktur permodalan dan kapasitas usaha perusahaan untuk membangun infrastruktur kelistrikan; dan PANN mendapat Rp 4,1 triliun.

Rencana pemerintah yang ingin memberikan PMN pada tiga BUMN ini diutarakan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang mewakili Menteri BUMN Rini Soemarno dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurut Airlangga, pemberian PMN bertujuan untuk menutup kekurangan keuangan tiga BUMN karena proyek penugasan hingga restrukturisasi utang.

“PMN diberikan untuk restrukturisasi hutang SLA, yakni konversi utang pokok SLA menjadi PMN sebesar Rp 2,3 triliun dan penghapusan bunga denda sebesar Rp 1,8 triliun,” ucap Airlangga di Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (9/7).

Keinginan pemerintah untuk memberikan PMN kepada tiga perusahaan BUMN pun dipahami oleh Komisi VI DPR. Namun, sebelum menyetujui keinginan tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh Panitia Kerja (Panja) PMN komisi.

“Selanjutnya akan dibahas dalam Panitia Kerja PMN Komisi VI DPR pada tanggal 10 Juli 2018,” tandas Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto.