GO-JEK Turut Andil Studi Kelayakan Motor Listrik di Indonesia

0
447
Motor listrik Viar Q1. (Septian/Liputan6.com)

Berempat.com – GO-JEK dan konsultan manajemen Solidiance dikabarkan tengah melakukan studi kelayakan (feasibility study) motor listrik di wilayah Jakarta. Associate Partner dan Country Head Indonesia di Solidiance Gervasius Samosir menjelaskan, eksperimen uji coba ini akan melibatkan mitra pengemudi GO-JEK dan dilaksanakan pada Juli 2018.

“Eksperimen ini turut melibatkan driver Gojek yang beroperasi di wilayah Jabodetabek dengan tujuan utama untuk mengukur efisiensi biaya motor listrik dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar fosil,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/7).

Menurut Samosir, uji coba ini dilakukan dalam rangka untuk mengetahui apakah motor listrik bisa menjadi transportasi utama masyarakat di masa depan.

Head of Research Gojek Indonesia Ramda Yanurzha mengatakan, motor listrik bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu mitra pengemudi GO-JEK untuk mengurangi biaya operasional dan membuat transportasi lebih efisien.

“Misi kami adalah memberikan dampak sosial positif kepada Indonesia, serta membantu meningkatkan taraf hidup mitra kami melalui inovasi dan teknologi,” ucap dia.

Menurut Ramda, saat ini Indonesia bergantung pada bahan bakar fosil selama bertahun-tahun. Sebagian besar kendaraan menggunakan bahan bakar tersebut yang telah menyebabkan masalah lingkungan, terutama emisi karbondioksida yang tinggi.

Senada dengan Ramda, menurut Samosir ada dua alasan kenapa Indonesia perlu beralih ke kendaraan listrik. Pertama, sektor transportasi Indonesia merupakan salah satu kontributor utama tingginya karbondioksida, dan sepeda motor adalah penyebab utamanya. Kedua, bahan bakar fosil secara perlahan semakin menipis dan dianggap bukan lagi bisa menjadi sumber energi masa depan.

Selain itu, di tengah populasi sepeda motor yang semakin meningkat, motor listrik ini merupakan salah satu upaya untuk menyediakan layanan transportasi cepat yang ramah lingkungan.

Berdasarkan riset terbaru dari Solidiance, pasar kendaraan listrik di Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh meskipun saat ini masih dalam tahap pertumbuhan awal. Saat ini, tingkat penetrasi kendaraan motor listrik di Indonesia baru mencapai 0,14%. Angka tersebut dianggap masih jauh dari sasaran pemerintah yang menargetkan dapat menyerap 2,1 juta motor listrik pada 2025.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.