Rabu, Mei 6, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 950

Peminat Terbesar Telkomsel The NextDev Masih Berasal dari Pulau Jawa

0

Berempat.com – Telkomsel The NextDev baru saja memberikan data distribusi kepesertaan yang sudah tercatat oleh pihaknya. Berdasarkan keterangan resmi dari Telkomsel The NextDev pada Jumat (20/7), sampai dengan pertengahan Juli ini sudah terdaftar 4.091 early stage startup di Indonesia.

Namun, dari jumlah tersebut wilayah dengan antusias yang tinggi masih berasal dari Pulau Jawa, yakni 69,4%. Posisi kedua adalah Pulau Sumatera dengan 16,7%. Sementara itu, wilayah timur Indonesia hanya menyumbang 9,93%.

Berangkat dari hal tersebut, pada tahun ke-4 pelaksanaannya ini Telkomsel The NextDev akan melengkapi generasi muda Indonesia Timur dengan berbagai kemampuan yang relevan untuk berkreasi, terutama menciptakan produk digital yang tepat guna melalui program The NextDev on The Mission 2018.

General Manager Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel Tubagus Husniyullah mengatakan, selama ini Telkomsel melihat bahwa kepesertaan anak muda dari Indonesia Timur pada ajang The NextDev masih sangat minim.

“Oleh karena itu, pada tahun ini Telkomsel The NextDev bersama Binar Academy menggelar The NextDev on The Mission 2018, sebagai sebuah program turunan yang akan merambah segmen edukasi digital bagi pemuda-pemudi lokal di Indonesia Timur,” ujar Tubagus.

Program Telkomsel The NextDev sendiri mendapat apresiasi dan dukungan dari Founder dan President Director Binar Academy, Alamanda Shantika. Alamanda mengaku menyambut baik kesempatan berkolaborasi dengan Telkomsel untuk penyelenggaraan The NextDev pada tahun ini.

“Binar Academy sedari awal hadir di tengah industri digital untuk menghadirkan solusi atas masalah ketidakseimbangan ini. Adanya kesamaan visi dengan Telkomsel untuk mewujudkan ekosistem digital yang merata di seluruh Indonesia diharapkan dapat semakin membuka kesempatan untuk  menyebarkan edukasi digital ke daerah yang masih memiliki akses terbatas,” imbuhnya.

Mengusung tema “Bridge The Gap, Evolve The Nation!”, Telkomsel The NextDev on The Mission memiliki misi untuk mewujudkan dan memperkuat ekosistem digital, mendorong pengembangan dan kemandirian generasi muda, serta meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.

Disusun sesuai dengan panduan United Nations mengenai Global Goals for Sustainable Development Growth, Telkomsel The NextDev on The Mission juga berfokus pada beberapa poin pengembangan masyarakat, seperti good health and well-being, quality education, decent work and economic goals, hingga sustainable cities and communities.

Program Telkomsel The NextDev on The Mission akan mengikutkan 30 peserta ke dalam sebuah kurikulum berbasis pengetahuan koding dan pengembangan aplikasi digital selama 30 hari di Kupang dan Ambon pada semester kedua 2018. Pemuda-pemudi Indonesia Timur yang memiliki antusiasme tinggi dan rasa haus akan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi digital menjadi audiens sasaran Telkomsel The NextDev on The Mission.

Untuk lebih jauh lagi menebar manfaat bagi masyarakat di Indonesia Timur, Telkomsel juga akan mengadakan sesi talkshow yang akan diisi oleh pembicara inspiratif dalam rangkaian acara The NextDev on The Mission 2018 di Kupang dan di Ambon.

Telkomsel The NextDev sendiri merupakan sebuah platform pencarian dan pengembangan early stage startup teknologi terbaik di Indonesia yang berlangsung selama periode April hingga Oktober 2018.

Tingkatkan Daya Saing Santri, Pesantren Akan Dilengkapi BLK

0

Berempat.com – Dalam upaya menjadikan seluruh sumber daya manusia (SDM) Indonesia mampu menghadapi persaingan global, tahun depan pemerintah Indonesia membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di banyak pondok pesantren. Pasalnya, kualitas SDM merupakan investasi besar dan menjadi kunci bagi sebuah negara agar bisa bersaing secara global.

“Tahun depan, pemerintah akan membangun minimal seribu BLK di pesantren, lengkap dengan gedung dan peralatannya,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada Munas ke-6 Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (20/7).

Membangun BLK di pondok pesantren sebetulnya bukan hal yang baru saja digagas oleh pemerintah. Sebelumnya, di tahun 2016 melalui Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah sudah membangun BLK di 50 pondok pesantren. Sementara di tahun 2018 bertambah menjadi 75 pesantren. Seluruhnya merupakan proyek percontohan yang nantinya akan diterapkan ke hampir seluruh pesantren di Indonesia.

Selain sebagai bagian pembangunan SDM, pendirian BLK di pondok pesantren juga bagian dari wujud kepedulian pemerintah terhadap keberadaan pondok pesantren di Indonesia yang jumlahnya mencapai 29 ribu lebih.

Selain pendirian BLK, sambung Jokowi,  pemerintah juga telah membangun 40 bank mikro di pondok  pesantren. Jika evaluasinya menunjukkan hal positif, maka tahun depan jumlah tersebut akan dibangun lebih banyak lagi.

VMware Luncurkan Virtual Cloud Network

0

Berempat.com – Guna mendukung dibangunnya arsitektur jaringan software-defined yang end to end, VMware luncurkan Virtual Cloud Network. Vice President and Managing Director SEAK VMware, Sanjay K. Deshmukh mengungkapkan, saat ini apa pun perlu terkoneksi kepada sebuah jaringan. Angkanya pun makin berlipat seiring meningkatnya penetrasi teknologi-teknologi mutakhir masa kini, seperti IoT, 5G, AI, serta teknologi-teknologi lainnya.

“Hal ini menuntut perlunya dibangun sebuah jaringan yang tepat agar perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat memanfaatkan semua peluang dengan maksimal,” tukas Sanjay pada keterangan resminya di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Dalam keterangan tersebut, tercatat bahwa pengakses Internet di Indonesia berjumlah 104,96 juta, dengan angka penetrasi daring mencapai lebih dari 50%. Angka ini bahkan diprediksikan akan meningkat hingga mencapai 133,39 juta pada tahun 2021.

Pesatnya peningkatan kebutuhan tersebut juga didorong oleh rencana pemerintah Indonesia yang membidik tercapainya peningkatan penetrasi pita lebar bergerak hingga mencapai 100% di kawasan urban, serta 52% untuk kawasan pedesaan, dalam rentang kecepatan 1 Mbps, seperti yang tertuang dalam Rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019.

Karena itu, VMware merasa bahwa Indonesia perlu sistem yang mempunyai sejumlah kapabilitas dalam menyelenggarakan multi-cloud networking, dalam hal keamanan, serta pengelolaannya. Sehingga mampu mendukung tiap-tiap model operasi, baik itu dari data center ke cloud, kemudian hingga ke cabang.

Menurut Sanjay, pondasi digital yang dibangun di atas teknologi VMware mampu mendukung organisasi dan perusahaan dalam mengoptimalkan apa disuguhkan oleh teknologi mutakhir yang ada sekarang ini secara fleksibel dan cepat, tanpa menimbulkan berbagai distrupsi lebih jauh pada setiap operasional bisnis yang tengah berlangsung.

“Software-defined Virtual Cloud Network mampu mendukung terbangunnya konektivitas jaringan yang kokoh dan aman,” imbuh Sanjay.

Virtual Cloud Network beroperasi dalam skala global, dari edge to edge, dan mampu mendukung dibangunnya sebuah konektivitas yang merata di semua lini dengan lapis keamanan intrinsik untuk setiap aplikasi dan data yang digelar.

Country Manager of Indonesia VMware, Cin Cin Go menambahkan, berbagai aplikasi berat kini menjadi kunci utama dalam mendukung diasahnya tingkat kompetitif sebuah perusahaan menjadi makin tajam, maupun dalam menyuguhkan layanan-layanan publik terbaik bagi masyarakat oleh pemerintah.

“Seiring dengan komitmen Indonesia dalam mewujudkan rencana digital strategis serta visi Indonesia dalam membangun kota-kota cerdas baru, kami menyampaikan komitmen untuk terus mendukung dengan menghadirkan piranti-piranti yang tepat untuk mereka,” tandasnya.

Mukesh Ambani Geser Jack Ma sebagai Orang Terkaya se-Asia

0

Berempat.com – Status orang terkaya se-Asia saat ini tak lagi dipegang oleh Jack Ma. Pemilik Alibaba Group Holding tersebut harus rela tergeser oleh pengusaha asal India, Mukesh Ambani.

Menukil dari Bloomberg, Jumat (20/7) Mukesh Ambani adalah pemilik usaha dari Reliance Industries Ltd. Diketahui, harga saham Reliance Industries naik 1,6% ke rekor tertinggi sebesar 1.099,8 rupee per saham. Dengan demikian, harta Ambani pun melonjak mencapai US$ 44,3 miliar.

Sementara itu, seiring dengan penutupan perdagangan saham, kekayaan Jack Ma tercatat US$ 44 miliar. Berselisih sekitar US$ 300 juta dengan Mukesh.

Sebagai informasi, Reliance Industries Ltd adalah konglomerasi bisnis yang bergerak di bidang penyulingan minyak, petrokimia, ritel hingga bisnis telekomunikasi India. Semula, Reliance hanyalah produsen kesil yang didirikan oleh sang ayah pada 1996. Namun, selepas ayahnya wafat pada 2002, Ambani mulai membangun bisnis telekomunikasi di India.

Tahun 2016, Reliance memicu perang harga di pasar telekomunikasi hiper-kompetitif India dengan peluncuran layanan telepon 4G Jio. Jio telah mencatatkan jumlah pelanggan sebanyak 160 juta dengan menawarkan panggilan telepon domestik gratis, layanan data yang murah, dan ponsel pintar gratis.

Perusahaan tersebut tergabung dalam Fortune 500 dan menjadi yang paling mahal di antara perusahaan-perusahaan raksasa di India lainnya.

Sepanjang tahun ini, harta Ambani bertambah sebanyak US$ 4 miliar. Sementara, Jack Ma tak begitu beruntung tahun ini. Pasalnya, sejak awal tahun hingga saat ini kekayaannya tergerus sebanyak US$ 1,4 miliar.

Tambah Armada, AirAsia X Pesan 100 Pesawat A330neo

Berempat.com – Pada ajang Farnborough International Airshow (FIA) yang berlangsung di Inggris, 16-22 Juli 2018, AirAsia X kembali memesan 34 pesawat lorong ganda A330neo. Pengumuman pembelian armada baru tersebut disampaikan oleh AirAsia Co-Founder dan AirAsia X Group Chief Executive Officer Kamarudin Meranun; Chairman of AirAsia X Tan Sri Rafidah Aziz; dan Airbus Chief Commercial Officer Eric Schulz.

Dengan penambahan pesanan pesawat tersebut, maka total AirAsia X membeli 100 unit pesawat A330neo. Pada keterangan pers yang diterima Berempat.com, Kamis (20/7), seluruh pesawat yang dipesan merupakan model besar, yakni A330-900.

Tan Sri Tony Fernandes mengungkapkan, penambahan pesanan 34 pesawat tersebut merupakan hasil evaluasi perusahaan terhadap industri penerbangan.

“Kami telah melihat setiap sisi A330neo, mulai dari kinerja teknis dan keandalan hingga kenyamanan penumpang. Dan jelas inilah pesawat yang tepat untuk mendukung kami memperluas jaringan penerbangan jarak jauh secara efisien,” ungkap Tony.

Jenis pesawat tersebut mengklaim mampu melakukan penerbangan non-stop ke Eropa, termasuk rute Kuala Lumpur-London. Selain itu, dengan pesawat ini AirAsia dapat menekan harga operasional yang lebih rendah untuk penerbangan jarak jauhnya.

“Penerbangan jarak jauh berbiaya rendah adalah sesuatu yang sangat kami percayai, dan pemesanan ini mencerminkan keyakinan kami pada model bisnis AirAsia X,” ungkap Kamarudin.

Dalam rencana, pengiriman perdana pesawat tersebut akan dilakukan pada kuartal 4-2019. Dengan demikian, AirAsia akan menjadi maskapai pertama yang mengoperasikan A330neo di Asia. Adapun pesawat baru ini akan dioperasikan oleh AirAsia X Malaysia, Thailand, dan Indonesia.

Sebagai informasi, A330neo merupakan versi terbaru dari jenis A330 yang berlorong ganda. Pesawat ini menggunakan mesin Rolls-Royce Trent 7.000 generasi baru, sayap baru yang telah disempurnakan, dan penggunaan material komposit yang lebih banyak.

Semua pembaruan itu pun menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat hingga 25% jika dibandingkan dengan pesawat dari generasi sebelumnya yang memiliki ukuran kurang lebih sama.

Saat ini pesawat A330neo hampir menyelesaikan rangkaian uji penerbangan dengan proses sertifikasi diperkirakan selesai dalam beberapa minggu mendatang. Kemudian, pesawat ini akan mulai terbang bersama maskapai di bulan September.

Sementara itu, atas pemesanan pesawat dari AirAsia X tersebut, Eric Schulz mengatakan pihaknya sangat senang mengumumkan kesepakatan penting dengan AirAsia X ini.

“Kesepakatan ini merupakan pengakuan terkuat atas kinerja, kehematan, serta ekonomi pengoperasian dari A330neo yang yang tidak terkalahkan di kelasnya,” ujar dia.

Pencanangan Making Indonesia 4.0, Fujitsu Indonesia Bentuk Tim Khusus

0

Berempat.com – Dalam memenuhi tuntutan revolusi industri 4.0, Pemerintah Indonesia pun mencanangkan adanya program Making Indonesia 4.0. Menanggapi hal tersebut, PT Fujitsu Indonesia memilih untuk membentuk tim khusus Public Service Business Development (PBSD) yang bertugas mendukung peta jalan Making Indonesia 4.0.

Managing Director PT Fujitsu Indonesia Odi Susilo Handoko mengungkapkan, keputusan pemerintah Indonesia dalam mencanangkan Making Indonesia 4.0 memicu perusahaan IT agar turut mendukung dari sisi inovasi teknologi.

Menurut Odi, implementasi Making Indonesia 4.0 sangat berkaitan dengan dengan penerapan teknologi dan mendorong sumber daya manusia (SDM) lebih maju dan berinovasi.

“Fujitsu melihat implementasi Indonesia 4.0 sejatinya tidak hanya di sektor industri semata, pelayanan publik pun menjadi satu sektor yang harus masuk dalam implementasi tersebut,” ungkap Odi dalam keterangan resminya, Kamis (19/7).

Sementara itu, Solution Architect PT Fujitsu Indonesia Izzu Nasrun mengatakan, tim khusus PSBD yang telah dibentuk itu akan menggabungkan seluruh unit bisnis menjadi satu wadah, baik dari sisi arsitek solusi, produk, dan aplikasi, untuk memudahkan pemerintah atau konsumen yang memerlukan solusi dari Fujitsu.

“Dalam penerapan Indonesia 4.0, nantinya tidak menyingkirkan peran manusia, artinya manusia justru menjadi penggerak utama teknologi yang akan diterapkan di seluruh sektor industri,” ucapnya.

E-Shop, Cara Baru Plaza Indonesia Mudahkan Konsumen Berbelanja

Berempat.com – Berbeda dengan mal pada umumnya yang seolah sedang bergelut dengan era digitalisasi saat ini, Plaza Indonesia jurstru mencoba berdamai dengan kondisi tersebut. Hal itulah yang setidaknya terlihat saat Plaza Indonesia meluncurkan E-Shop (electronic shopping) di situs eshop.plazzaindonesia.com, di La Mode Cafe, Plaza Indonesia, Rabu (18/7).

Director & Chief Operating Officer PT Plaza Indonesia Realty Tbk. Mia Egron mengatakan, cara ini merupakan langkah untuk memberikan kepuasan dan kemudahan bagi pelanggan setia Plaza Indonesia.

“Kami tentu harus terus menciptakan terobosan, salah satunya melalui diluncurkannya Plaza Indonesia E-Shop. Kami bergerak ke dunia digital karena kami perlu merangkul teknologi dan menggunakannya untuk memajukan bisnis, tidak hanya bagi Plaza Indonesia tetapi juga bagi tenant-tenant yang telah berpartisipasi,” ungkap Mia.

Mia pun mengklaim bahwa Plaza Indonesia E-Shop memiliki keunikan tersendiri dibanding e-commerce pada umumnya. Keunikan tersebut adalah menggabungkan kenyamanan berbelanja daring dan offline yang lebih bersifat personal.

Caranya, cukup melakukan registrasi customer, setelah itu konsumen dapat memilih dan memesan produk-produk terbaru dari berbagai merek di Plaza Indonesia. Bila dirasa cocok, pelanggan bisa datang langsung ke offline store untuk melihat langsung barangnya, memegang, fitting, sekaligus melakukan pembayaran.

General Manager Marketing PT Plaza Indonesia Realty Tbk. Zamri Mamat mengungkapkan, pihaknya masih melihat jika keasikan berbelanja di mal masih tidak bisa tergantikan dengan berbelanja secara daring.

“Dari situ kami menggabungkan kedua shopping experience tersebut kedalam satu platform yaitu Plaza Indonesia E-Shop,” ujarnya.

Sebagai pusat perbelanjaan premium di Indonesia, Plaza Indonesia diketahui memiliki lebih dari 400 toko yang terdiri dari merek internasional dan lokal. Sejauh ini, produk-produk yang ditawarkan Plaza Indonesia E-Shop sangat bervariasi, mulai dari fesyen, gaya hidup, anak-anak, dekor dan rumah, perhiasan, hingga produk-produk gaya hidup lainnya.

Triwulan I-2018, Industri Kosmetik Nasional Naik Menjadi 7,36%

Berempat.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengklaim bahwa industri kosmetik nasional menunjukkan pertumbuhan yang baik. Menurut Kemenperin, pada triwulan I-2018 industri kosmetik nasional naik menjadi 7,36%, lebih tinggi dibanding tahun 2017 yang tercatat naik 6,35%.

“Kami perkirakan sepanjang tahun 2018 bisa tembus hingga 7%, sejalan dengan pertumbuhan start-up dan kebutuhan konsumen yang kian berkembang,” papar Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono dalam keterangan resminya, Kamis (19/7).

Achmad juga memaparkan bahwa bertumbuhnya industri kosmetik di Indonesia dapat dilihat dari bertambahnya perusahaan kosmetik saat ini. Tahun lalu, perusahaan kosmetik bertambah 153 perusahaan. Total, saat ini terdapat 760 perusahaan kosmetik yang beroperasi di Indonesia. Hebatnya, 95% di antaranya merupakan sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Dari industri yang skala menengah dan besar, beberapa dari mereka sudah mengekspor produknya ke ke negara-negara di Asean, Afrika, Timur Tengah dan lain-lain,” tambah Achmad.

Dari nilai ekspor tersebut, Achmad mengklaim bahwa pertumbuhan ekspor dari industri kosmetik juga bertumbuh. Pada 2017, tercatat nilai ekspor produk kosmetik mencapai US$ 516,99 juta. Angka tersebut naik dibanding tahun 2016 sebesar US$ 470,30 juta.

Sejalan dengan itu, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Sancoyo Antarikso pun meyakini bahwa pasar produk kosmetik di Indonesia berpotensi tumbuh. Apalagi tren penggunaan kosmetik terus berkembang.

Oleh karenanya, produsen kosmetik di dalam negeri dituntut dapat memenuhi selera konsumen saat ini apabila tidak ingin kalah bersaing dengan produk impor.

“Untuk mengetahui tren permintaan produk kosmetik, kami aktif mengadakan pameran setiap tahun yang mengundang para pemain global di bidang bahan baku, kemasan, dan mesin,” ujar Sancoyo.

Soal Pelepasan Aset, PT Pertamina Klaim Masih Berupa Usulan

Berempat.com – Beberapa waktu lalu beredar surat dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditandangani langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Pada surat dengan Nomor 427/MBU/06/2018 perihal ‘Persetujuan Prinsip Aksi Korporasi untuk Mempertahankan Kondisi Kesehatan Keuangan PT Pertamina (Persero)’ pada tanggal 29 Juni 2018 Rini menyampaikan beberapa maklumat.

Salah satu yang cukup disorot media terletak pada Poin 1A yang menunjukkan bahwa Rini merestui PT Pertamina untuk melepas beberapa aset yang dimiliki demi menjaga keuangan perusahaan.

Tanggan penjualan aset sempat dibantah oleh KBUMN melalui Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurna. Dalam keterangannya, Fajar menyebut bahwa pelepasan aset milik PT Pertamina juga perlu dilakukan pengkajian berasama.

“Meminta Pertamina bila diperlukan melakukan pengkajian bersama dengan Dewan Komisaris untuk mengusulkan opsi-opsi terbaik, nantinya akan diajukan melalui mekanisme RUPS sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Fajar kepada awak media, Rabu (18/7).

Hal senada juga diungkap oleh pihak Pertamina. Vice President Corporate Communication PT Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, surat yang diusulkan pihaknya kepada pemerintah masih berupa izin prinsip kepada pemegang saham untuk melakukan kajian atas berbagai rencana aksi korporasi strategis Pertamina.

Pasalnya, seperti yang diketahui bahwa Pemerintah merupakan salah satu pemegang saham di Pertamina. Selain itu, Adiatma juga menuturkan bahwa pelepasan aset merupakan upaya menyehatkan portfolio investasi, sehingga Pertamina tidak memiliki kecondongan risiko pada satu aset tertentu.

“Seperti pepatah don’t put your eggs in one basket, di mana kita meminimalkan risiko berdasarkan kajian bisnis dan legal yang telah dilakukan dengan cermat,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (19/7).

Adiatma pun menegaskan, Pertamina akan tetap mempertahankan kendali dalam bisnis tersebut. Selain itu, penilaian aset akan dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat untuk Pertamina dan negara.

“Dengan menggandeng mitra bisnis yang tepat, kita bisa mendapatkan nilai tambah, baik dari segi teknologi, perluasan pasar, dan networking bisnis, dengan mempertahankan kendali bisnis, dan ini sesuatu yang lumrah dalam bisnis korporasi,” tambahnya.

Sebelumnya, aset yang rencananya akan dilepas merupakan milik Pertamina yang prosesnya telah diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan. Berdasarkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), untuk melakukan pelepasan aset perlu dilakukan kajian yang komprehensif serta diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Surat Rini Setujui Pelepasan Aset Pertamina Beredar, Ini Bantahan KBUMN

Berempat.com – Beredar surat dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang bertajuk ‘Persetujuan Prinsip Aksi Korporasi untuk Mempertahankan Kondisi Kesehatan Keuangan PT Pertamina (Persero)’. Pada surat dengan nomor 427/MBU/06/2018 tertanggal 29 Juni 2018 tersebut termaktub poin demi poin keputusan Rini dalam mendukung kesehatan keuangan Pertamina.

Salah satu poin yang tertulis pada surat tersebut ialah soal pelepasan beberapa aset milik PT Pertamina (Persero). Tepatnya pada poin 1A yang berbunyi:

“Share-down aset-aset hulu selektif (termasuk namun tidak terbatas pada participating interest, saham kepemilikan, dan bentuk lain) dengan tetap menjaga pengendalian Pertamina untuk aset-aset strategis dan mencari mitra kredibel dan diupayakan memperoleh nilai strategis lain, seperti akses ke hulu negara lain.”

Aksi lain yang termaktub berikutnya yaitu Spin off  unit bisnis RU IV Cilacap dan Unit Bisnis RU V Balikpapan ke anak perusahaan dan potensi farm in mitra di anak perusahaan tersebut yang sejalan dengan rencana Refinery Development Master Plan (RDMP).

Namun, soal melepas aset Pertamina begitu saja, Kementerian BUMN membantah hal tersebut.

“Meminta Pertamina bila diperlukan melakukan pengkajian bersama dengan Dewan Komisaris untuk mengusulkan opsi-opsi terbaik yang nantinya akan diajukan melalui mekanisme RUPS sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurna kepada awak media, Rabu (18/7).

Sebelumnya, surat dari Kementerian BUMN tersebut merupakan balasan dari surat yang dilayangkan Direksi Pertamina dengan Nomor 253/C00000/2018-S4 pada 6 Juni 2018 lalu. Surat tersebut perihal permohonan izin prinsip aksi korporasi untuk mempertahankan kondisi kesehatan keuangan Pertamina dan Direksi Pertamina (Persero) nomor 239/000000/2018-S4 pada 28 Mei 2018, dengan perihal Kondisi Keuangan Pertamina per April 2018.

Namun, sampai berita ini dimuat belum ada keterangan resmi dari PT Pertamina terkait beredarnya surat tersebut.