Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 914

Bakal Meluncur Dalam Waktu Dekat, Intip Kelebihan Realme 2 dan Realme 2 Pro

0

Berempat.com – Penggila smartphone di Indonesia tampaknya perlu bersiap diri untuk peluncuran Realme 2 dan Realme 2 Pro pada 9 Oktober 2018 mendatang. Pasalnya, kedua smartphone ini menawarkan kelebihan yang pastinya dapat memanjakan pengguna smartphone di Indonesia.

Realme 2 Pro hadir dengan spesifikasi yang cukup menjanjikan. Dimulai dari dapur pacu, Realme 2 Pro didukung oleh RAM 8 GB dan 128 GB ROM, prosesor Snapdragon 660 Artificial Intelligence Engine (AIE), Adreno 512 GPU, sensor hub Qualcomm All-Ways Aware™, dan HVX.

Sementara untuk tampilan, Realme 2 Pro hadir dengan desain layar ‘dewdrop’ dengan bezelultra-tipis dan visual bodi belakang yang berkilauan. Dengan spesifikasi pada dapur pacu tersebut, Marketing Director Realme Josef Wang mengklaim bahwa Realme 2 Pro memang disiapkan untuk bisa bersaing di pasar Asia, termasuk Indonesia.

“Realme 2 Pro kemungkinan besar akan menjadi smartphone yang membawa spesifikasi high-end dengan harga yang paling terjangkau di dunia. Hal ini berani kita lakukan karena sebagai brand yang fokus untuk memberikan added value terbaik untuk anak muda,” tambah Josef dalam keterangan resminya.

Dan untuk Realme 2 hadir dengan layar FullScreen dan notch, didukung oleh baterai berkapasitas 4.230mAh, dan smartphone ini dilengkapi teknologi AI Power Manager untuk memberikan efisiensi pemakaian baterai hingga 5% – 11%.

Kabarnya, Realme 2 akan menjadi smartphone pertama dengan harga di bawah Rp2 Juta. Tak jauh berbeda dengan Realme 2, untuk Realme 2 Pro pun akan ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau agar tetap dapat menyasar anak muda sebagai target market.

“Kami senantiasa menginginkan anak-anak muda di Indonesia memiliki smartphone dengan performa dan spesifikasi terbaik tetapi tetap memiliki harga yang terjangkau,” tutur Josef.

Watsons Tawarkan 8 Keuntungan di Kartu Member Watsons Flazz BCA

0

Berempat.com – Bekerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), Watsons luncurkan kartu member terbaru bagi para pelanggan pada 3 Oktober 2018, yakni Watsons Flazz BCA. Dengan kartu member ini, pelanggan tak hanya akan mendapat keuntungan setiap kali berbelanja di Watsons, tapi juga dapat menggunakannya sebagai alat transaksi.

“Untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan setia, kali ini kami berkolaborasi dengan Flazz BCA dengan menghadirkan satu kartu yang memberikan banyak keuntungan.  Jadi member pasti untung,” ungkap Presiden Direktur Watsons Indonesia Lilis dalam keterangan resminya belum lama ini.

Dengan kartu member Watsons Flazz BCA ini, klaim Lilis, semakin membuktikan upaya Watsons dalam memberikan berbagai keuntungan bagi pelanggan.

Lilis menyebut bahwa kartu member ini memberikan 8 keuntungan yang bisa didapat oleh pelanggan. Di antaranya seperti bonus poin setiap kali bertransaksi di Watsons, kejutan spesial ulang tahun pelanggan, diskon spesial, dan banyak lagi.

Salah satu keuntungan yang akan dirasakan oleh pelanggan saat pertama kali memiliki Kartu member Watsons Flazz BCA ini yaitu adanya welcome voucher senilai Rp 500 ribu. Kemudian, selama Oktober 2018 ini terdapat promo menarik, seperti +1 poin dapat 2 produk hingga tambahan diskon up to 50% untuk produk kesehatan dan kecantikan favorit.

Bila tertarik memilikinya, kartu memberi ini bisa didapatkan di Watsons cukup dengan membelinya Rp 50 ribu bagi yang belum memiliki kartu member. Sementara yang sudah memiliki kartu member Watsons cukup membayar Rp 35 ribu.

Dua Produk Unilever Ini Resmi Jadi Sponsor La Liga

0

Berempat.com – Lewat dua produknya, yakni Clear Man dan Rexona, Unilever resmi menjalin kerja sama sponsor dengan La Liga untuk musim 2018/19-2020/21. Wakil Presiden Global Clear Tri Tran Tue mengaku sangat bersemangat atas kerja sama ini. Dengan kerja sama ini, Tri Tran berkomitmen akan mendekatkan konsumen Clear ke dunia sepak bola, khususnya La Liga.

“Kerja sama ini memberikan platform yang kuat untuk memanfaatkan kekuatan merek Clear Men melalui kampanye di banyak saluran dan pasar,” ujarnya dalam rilis beberapa waktu lalu.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Presiden Global Rexona Joanna Allen. Ia bahkan menyebut daya tarik La Liga akan menjadi platform yang fantastis bagi Rexona untuk bisa menjangkau lebih banyak konsumen.

“La Liga, liga terbaik sepak bola. Daya tarik internasional LaLiga akan menjadi platform yang fantastis untuk menjangkau penonton global Rexona,” ungkapnya.

Nama besar La Liga sebagai salah satu liga terbaik di dunia memang bisa menjadi platform ideal untuk memperkuat merek. Lebih lagi, dengan kerja sama ini akan ada berbagai program yang bisa mendekatkan Unilever dengan pendukung sepak bola.

“Akan ada pengalaman matchday yang impresif dengan para duta La Liga, konten mingguan di media sosial, serta berbagai program pengembangan sepak bola yang bertujuan untuk menemukan pemain berbakat,” terang Joanna.

Presiden La Liga Javier Tebas pun memandang positif atas kerja sama ini. Ia menilai La Liga dapat menjangkau lebih luas pasar global dengan merek yang punya reputasi global seperti Unilever.

“Perjanjian ini adalah berita yang fantastis, karena kami selalu bertujuan untuk bergabung dengan merek internasional terkemuka dalam mendekati jutaan penggemar La Liga di seluruh dunia,” ungkapnya.

Selain Clear Man dan Rexona, Unilever memiliki lebih dari 400 merek dari 190 negara dengan pendapatan 50 miliar euro per tahun.

Dukung Pertemuan IMF-WB, BNI Permudah Delegasi Luar Negeri untuk Transaksi

0

Berempat.com – Sebagai bentuk dukungan terhadap pertemuan tahunan International Monetary Fund World Bank (IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Bali, PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) memberikan kemudahan pada delegasi luar negeri yang hadir untuk bertransaksi. Pertama, yaitu dengan meluncurkan aplikasi bernama BNI Virtual Account Assistant (BNIVast).

Melalui aplikasi tersebut, nasabah bisa memberikan informasi kurs 17 mata uang dan menghubungkan langsung pada situs resmi BNI. Aplikasi tersebut juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan booking nomor antrean kantor cabang BNI secara digital.

“Bila membutuhkan bantuan, aplikasi BNIVast menghubungkan pengguna aplikasi dengan para petugas BNI melalui BNI Call atau melalui Whatsapp. Melalui Portal, pemilik rekening dapat dengan mudah mengaktivasi dan menonaktifkan rekening virtual account yang terafiliasi dengan Kartu Debit,” tutur Direktur Bisnis Ritel BNI Tambok P. Setyawati di Gedung BNI 46, Jakarta, Kamis (4/10).

Aplikasi ini pun dapat digunakan untuk inquiry Kartu Debit  Virtual Account dengan memanfaatkan jaringan Global Positioning System (GPS) untuk mendeteksi lokasi terdekat dari kantor cabang BNI, ATM BNI, dan merchant yang memiliki EDC BNI.

Bersamaan dengan itu, BNI meluncurkan Kartu Virtual Account Debit. Kartu virtual ini dapat digunakan di semua mesin Electronic Data Capture (EDC) di seluruh Bali. BNI diketahui telah menyiapkan 7.432 unit EDC di seluruh Bali sebagai upaya mempermudah transaksi para delegasi IMF-WB.

Ribuan EDC tersebut disiapkan dengan kemampuan khusus, yakni kemampuan 5 in 1 karena dapat melayani Debit Virtual Account hingga melayani uang elektronik (BNI TapCash). Bahkan, EDC tersebut bisa melayani kartu debit dan kartu kredit dari seluruh negara serta melayani transaksi menggunakan yap! (your all payment) atau aplikasi pembayaran berbasis 3 sumber dana.

BNI pun memberikan Kartu Virtual Account Debit kepada 760 delegasi dari luar negeri. “BNI merupakan bank yang memiliki kemampuan untuk menerbitkan Kartu Debit dengan link ke jenis rekening Virtual Account,” terang Tambok.

Tambok melanjutkan, Virtual Account BNI telah didukung oleh teknologi dan sistem yang membuat pemilik rekening bisa memantau setiap transaksi dan mengelola setiap rekening virtual yang dimiliki.

“Virtual Account BNI sudah teruji dalam event kelas dunia seperti Asian Games 2018 lalu. Kini, produk yang sama kami berikan bagi para delegasi IMF-WB Annual Meeting 2018,” ujar Tambok.

Dengan kartu ini, pengguna cukup membuat satu nomor rekening yang bisa digunakan untuk banyak pengguna. Jadi, para delegasi yang akan menghadiri IMF-World Bank 2018 tidak perlu khawatir kesulitan melakukan transaksi saat di Bali.

“Peserta ini bisa tarik uang karena delegasi enggak usah tuker ke money changer,” terang Tambok.

Ini Langkah Strategis Pengurus DPK Apindo Solo yang Baru

0

Berempat.com – Tatanan pengurus Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo periode 2018-20123 telah dikukuhkan. Pada kepengurusan baru tersebut, dipilihkan Iwan Lukminto untuk menduduki Ketua DPK Apindo Solo.

Dengan diresmikannya kepengurusan baru DPK Apindo Solo ini, Iwan pun menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis ke depannya. Salah satunya yang akan dilakukan ialah menggalang kerja sama antara perusahaan Solo dengan perusahaan luar negeri.

“Beberapa langkah strategis Apindo Solo di antaranya melayani perusahaan di Solo sebaik-baiknya, hingga bekerjasama dengan peruaahaan luar negeri,” terang Iwan di Diamond Hotel Solo, Kamis (4/10) malam.

Namun, Iwan pun menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak untuk bisa merealisasikannya. Adapun pihak yang dimaksud meliputi Pemerintah Kota Solo dan peran pihak lain yang saling bersinggungan.

“Dukungan yang baik dari berbagai pihak dan kesolidan Apindo dibutuhkan untuk makmurnya perekonomian Kota Solo,” ujar Iwan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang turut hadir dalam proses pengukuhan pengurus DPK Apindo Solo mengatakan, yang perlu dilakukan para pengurus Apindo cukup berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

“Intinya berkomunikasi dengan sejumlah pihak. Di antaranya Pemkot Solo maupun sejumlah perusahaan, baik di dalam negeri daj luar negeri,” ujar Rudy yang mengaku mengapresiasi langkah strategis DPK Apindo Solo.

Sementara itu, perhatian lain diberikan oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono kepada DPK Apindo Solo. Bambang lebih menekankan peran DPK Apindo Solo pada peningkatakn kualitas SDM.

“Kemnaker sangat berharap Apindo peduli dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM dan upaya pengurangan pengangguran. Pengalaman menunjukkan tanpa kepedulian pengusaha, daerah tak akan maju. Yang rugi kita semua,” ucap Bambang dalam sambutannya mewakili Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri.

Iwan sendiri beranggapan, meski tak mudah namun pihaknya optimistis ingin membawa kebaikan perekonomian Solo secara lebih baik. Namun, ia menekankan bahwa untuk bisa mencapai hasil terbaik itu diperlukan dukungan dan kerja sama dari pemerintah, regulasi yang berlaku secara nasional maupun daerah.

Iwan pun menyinggung perlunya berbagai paket kebijakan ekonomi dari pemerintah yang mengatur dan dapat memengaruhi percepatan serta pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk kebijakan pemerintah terkait ketenagakerjaan.

Indonesia masih Butuh Lebih Banyak Tenaga Kerja Berpendidikan Tinggi

0

Berempat.com – Indonesia merupakan sebuah negara besar yang sudah memiliki segalanya, namun masih minim tenaga kerja terampil yang memadai. Itulah yang coba disampaikan oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono. Menurutnya, saat ini jumlah tenaga kerja yang terampil di Indonesia masih minim.

Bambang menjelaskan, menurut data statistik saat ini terdapat 133 juta tenaga kerja di Indonesia. Dari jumlah tersebut mayoritas diisi oleh pendidikan SMP ke bawah atau sebanyak 40%. Sementara yang berpendidikan tinggi hanya 12%.

“Padahal ke depan, dunia akan diwarnai dengan otomatisasi dan digitalisasi yang tidak bisa didukung atau dilaksanakan oleh tenaga kerja yang hanya berpendidikan SMP ke bawah,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Berempat.com, Jumat (5/10).

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka yang tertinggi berasal dari lulusan SMK dan Poteknik. Problematika ini juga disoroti oleh Bambang sebab pendidikan vokasi dan formal nyatanya belum benar-benar bisa mengantar lulusannya masuk ke dunia kerja.

“Inilah PR kita semua, angkatan kerja kita harus ditingkatkan kualitasnya dan daya saingnya, sehingga kita mampu benar-benar bersaing dengan negara lain,” tekan Bambang.

Untuk itu, Bambang mendorong berbagai lini dari sektor industri, termasuk asosiasi pengusaha seperti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk ikut berperan dalam meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

Bambang mencontohkan, Jerman menjadi negara yang memiliki tata kelola sistem peningkatan kualitas SDM dengan baik karena didukung peran dari pelaku industrinya. Boleh dibilang, 85% peningkatan kualitas SDM difasilitasi oleh industri, sedangkan pemerintahan hanya menyumbang 15%.

“Artinya industri menentukan standar pendidikan dan ketrampilan dan industri menyusun grand design peningkatan kualitas SDM,” imbuh Bambang.

Bambang pun menjelaskan, saat ini terjadi transformasi sumber daya ekonomi dari yang semula berlandaskan SDA menjadi ke SDM. Hal tersebut dibuktikan dengan banyak terdapat negara-negara yang bisa besar padahal memiliki SDA yang terbatas atau bahkan sama sekali tak memilikinya. Namun negara-negara tersebut memiliki SDM yang mumpuni.

“Seperti Singapura, Korea, Jepang, Jerman dan Belanda. Mereka maju bukan karena SDA, bukan karena mampu bayar tenaga kerja murah, tetapi karena memiliki SDM yang sangat terampil, ” terang Bambang.

Dorong UMKM Binaan Memperluas Pasar, BCA Gandeng Blibli.com

0

Berempat.com – Keberadaan marketplace saat ini telah menjadi solusi bagi pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan pasar. Hal itulah yang coba dilakukan oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) dalam menggandeng Blibli.com. Tujuannya ialah untuk mendorong UMKM binaan BCA memperluas pasar.

Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Malang Chen Lin Andrew mengungkapkan, langkah ini merupakan bukti komitmen BCA dalam mendukung pengembangan usaha di sektor UMKM. Sebab UMKM merupakan salah satu penggerak perekonomian Indonesia.

“Kali ini, upaya BCA diwujudnyatakan melalui kegiatan Workshop UMKM ‘Satu Peluang Sejuta Kebahagiaan’ yang diikuti oleh sekitar100 orang pelaku UMKM di Malang,” ujar Chen Lin, Kamis (4/10).

Chen Lin pun menjelaskan, BCA telah menyiapkan berbagai program untuk mengembangkan UMKM binaan. Beberapa di antaranya seperti workshop dan pelatihan yang merupakan program berkelanjutan hingga memfasilitasi pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis untuk jangka panjang.

Workshop bagi Pelaku UMKM seperti yang berlangsung di Malang juga bertujuan untuk menggali potensi penyaluran kredit di sektor UMKM. Tahun ini, Chen Lin memaparkan bahwa rasio penyaluran kredit UMKM ditargetkan mencapai 20%  dari total porfotolio kredit BCA.

Sementara itu, penyaluran kredit UMKM untuk BCA KCU Malang dan Borobudur pada Januari 2018-September 2018 tercatat Rp 800 miliar, naik 15% dibanding posisi akhir 2017 yang disalurkan ke 800 nasabah UMKM. Dan untuk skala nasional, hingga September 2018 kredit UMKM yang sudah tersalurkan sebesar Rp 61,8 triliun. Dan hebatnya, rasio kredit macet yang tercatat oleh BCA hanya 1,2% khusus Malang. Sementara nasional hanya 1,63%.

Chen Lin melanjutkan, selain di Malang rangkaian workshop sejenis akan berlangsung di Makassar dan Samarinda. Pada workshop yang digelar, pelaku UMKM akan mendapat pengajaran terkait tren penjualan digital dan e-commerce, media sosial, hingga pelatihan manajemen keuangan.

Melalui kegiatan ini, BCA berharap dapat berkontribusi untuk mengembangkan UMKM di Indonesia sehingga dapat mengurangi angka pengangguran, memerangi kemiskinan, dan menciptakan berbagai produk unggulan Indonesia yang mampu bersaing di dalam dan luar negeri.

Upaya Semen Indonesia Genjot Ekspor di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

0

Berempat.com – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, terutama belum mampunya rupiah keluar dari tekanan dolar Amerika tak ayal perusahaan BUMN diharuskan lebih giat menggenjot ekspor. Salah satunya ialah PT Semen Indonesia Tbk. yang sudah menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah tersebut.

Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso memaparkan, pihaknya terus menggenjot penjualan ekspor melalui pabriknya di Indonesia. Hendi menyebut, Semen Indonesia telah menargetkan dapat mengekspor 3,2 juta ton semen sampai akhir tahun 2018.

“Sepanjang Januari-Agustus 2018, tercatat penjualan ekspor 1,99 juta ton, tumbuh 42,7 persen dibanding periode sama tahun lalu 1,39 juta ton,” terang Hendi saat ditemui di Indonesia Business and Development (IBD) Expo 2018 di Grand City Convention Hall, Surabaya, belum lama ini.

Menurut Hendi, dengan capaian ekspor pada Januari-Agustus 2018 ini telah menjadi bukti jika kualitas produk Semen Indonesia berdaya saing tinggi. Sejauh ini terdapat 14 negara tujuan ekspor Semen Indonesia, di antaranya Srilanka, Tonga, Uni Emirat Arab, Tahiti, Timor Leste, Yaman, Filipina, Tiongkok, Maldives, India, Bangladesh, Australia, dan Austria.

Dan sebagai upaya meningkatkan penjualan di pasar ekspor, Hendi menerangkan bahwa Semen Indonesia akan memperkuat jaringan ekspor di negara tujuan dan aktif dalam berbagai kegiatan misi dagang. Ia pun menyebut bahwa Semen Indonesia berkomitmen ikut andil untuk go green dengan menjadi perusahaan yang menjaga kelestarian lingkungan dalam operasional.

Selain itu, Semen Indonesia juga tak henti untuk berinovasi. Salah satu yang terbaru, Semen Indonesia meluncurkan sebuah layanan yang dinamai Semen Indonesia Total Solution (Sitos). Sitos merupakan layanan terintegrasi yang menjangkau seluruh bagian (hulu-hilir) meliputi produk semen dan non-semen, hingga jasa melalui jaringan operating company, anak perusahaan, dan afiliasinya.

Melalui inovasi tersebut, Hendi menyebut bahwa Semen Indonesia ikut berperan sebagai agen pembangunan. “Banyak mahakarya berupa bangunan ikonik yang dibangun menggunakan produk Semen Indonesia. Ini menunjukkan bahwa perusahaan selalu mendukung program pemerintah di bidang infrastruktur,” tutur Hendi.

Meski Stagnan, Namun Iklim Industri Manufaktur Masih Dinilai Positif

0

Berempat.com – Pada September 2018 ini, Nikkei merilis hasil surveinya mengenai indeks manufaktur Indonesia berdasarkan Purchasing Managers Index (PMI). Hasilnya, PMI berada di level 50,7, sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 51,9.

Dalam melakukan surveinya, Nikkei melihat lima indikator indeks yang menjadi bobot penilaian PMI Manufaktur, yaitu pesanan baru, hasil produksi, jumlah tenaga kerja, waktu pengiriman dari pemasokbahan baku, dan stok barang yang dibeli. Dan apabila PMI di atas 50, maka industri manufaktur bisa dikatakan tengah ekspansif.

Sejalan dengan hasil survei tersebut, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai bahwa iklim industri manufaktur Indonesia masih tetap positif. Terutama kepercayaan diri pelaku industri nasional.

“Kepercayaan industri kita masih bagus dan perlu terus ditingkatkan lagi,” kata Airlangga di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Airlangga, saat ini pemerintah masih terus berupaya meningkatkan iklim industri yang baik dengan mengeluarkan beberapa paket kebijakan ekonomi. Salah satunya, imbuh Airlangga, pemerintah tengah memformulasikan skema insentif fiskal yang lebih menarik sesuai kebutuhan pelaku usaha saat ini.

Selain itu, Airlangga yakin bahwa fasilitas perpajakan mampu meningkatkan investasi sekaligus memacu pertumbuhan di sektor industri manufaktur, seperti super deductible tax dan aturan terkait pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang merupakan kebijakan insentif fiskal yang ditunggu para pelaku usaha.

“Bahkan, pemerintah akan menerbitkan skema mini tax holiday bagi investor yang menanamkan modalnya di bawah Rp 500 miliar,” sambung Airlangga.

Sanksi Telah Dicabut OJK, Sarana Sulut Ventura Dapat Beroperasi Kembali

0

Berempat.com – Kegiatan usaha PT Sarana Sulut Ventura kini dapat berjalan normal kembali seiring dengan dicabutnya sanksi pembekuan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pencabutan sanksi dilakukan oleh OJK sebab Sarana Sulut Ventura sudah mampu memenuhi ketentuan Pasal 8 ayat 1 Peraturan OJK Nomor 36/POJK.05/2015 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Modal Ventura.

Menurut Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank II Moch. Ihsanuddin, pencabutan sanksi pembekuan PT Sarana Sulut Ventura ini tertuang dalam Surat Nomor S-581/NB.2/2018 per tanggal 28 September 2018.

Sebelumnya, Sarana Sulut Ventura dijatuhi sanksi berupa pembekuan kegiatan usaha lantaran tak dapat memenuhi ketentuan pasal 8 ayat 1 sebagaimana diterangkan di atas. Dalam aturan tersebut dinyatakan bahwa perusahaan moda ventura harus memiliki paling sedikit 2 orang anggota direksi.

OJK sempat memberikan peringatan sebanyak tiga kali kepada Sarana Sulut Ventura sebelum kemudian menjatuhkan sanksi pembekuan kegiatan usaha dengan batas waktu 6 bulan sejak 10 Juli 2018.

Namun, belum sampai enam bulan kini Sarana Sulut Ventura telah mampu memenuhi ketentuan minimal 2 orang anggota direksi. Sehingga kini OJK mencabut sanksi pembekuan kegiatan usaha Sarana Sulut Ventura.

“Hal ini sesuai ketentuan Pasal 43 ayat (8) Peraturan OJK Nomor 36/POJK.05/2015, di mana sebelum berakhirnya masa berlaku sanksi pembekuan kegiatan usaha, perusahaan ini telah memenuhi ketentuan ayat (1). OJK kemudian mencabut sanksi pembekuan kegiatan usaha Sarana Sulut Ventura,” terang Ihsanuddin pada rilisnya, Rabu (3/10).