Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 913

Persaingan Ekonomi Digital: Indonesia Diuntungkan Bonus Demografi

0

Berempat.com – Banyak pengamat meyakini bahwa Indonesia akan mengalami fase bonus demografi yang dimulai pada 2020 mendatang dan berada di puncak pada 2035. Pasalnya, di tahun tersebut Indonesia akan memiliki jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar daripada yang non-produktif. Hal tersebut dianggap sebagai sebuah keuntungan tersendiri bagi Indonesia dalam menghadapi persaingan ekonomi digital.

“Demografi Indonesia akan didominasi oleh milenials. Bila kita mampu memanfaatkan potensi ekonomi digital dengan sebaik-baiknya, maka Indonesia berpeluang menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru dunia,” ujar Menteri Ketenagakerjaan M.Hanif Dhakiri dalam keterangannya di Bali, Senin (8/10).

Namun, sebelum melangkah ke bonus demografi, Hanif mewanti-wanti bahwa Indonesia perlu lebih dulu mempersiapkan tenaga kerja terampil. Hal ini perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan ekonomi digital ke depan.

“Bonus demografi harus diiriingi pemanfaatan teknologi digital agar berdampak positif dalam mendorong tumbuhnya generasi milenial menjadi pemimpin dalam e-commerce, startup dan pengembangan ekonomi digital di Indonesia,” terang Hanif.

Di sisi lain, teknologi digital juga diprediksi akan menciptakan 3,7 juta jenis pekerjaan baru dalam 7 tahun ke depa. Mayoritas akan bersinggungan di sektor usaha jasa. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Hanif mengklaim bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan meningkatkan SDM di Indonesia dengan memodernisasi Balai Latihan Kerja (BLK). Selain itu, Kemenaker juga akan mengembangkan program magang sesuai kebutuhan pasar kerja berbasis teknologi digital.

“Penataan sistem pasar kerja juga dilakukan secara fleksibel melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha yang makin berkembang,” imbuh Hanif.

Selain itu, kata Hanif tatanan hubungan industrial yang melibatkan pemerintah, pengusaha dan pekerja juga harus mampu merespon dampak perubahan yang ditimbulkan ekonomi digital.

“Penyiapan regulasi bidang hubungan industrial harus adaptif terhadap perubahan ekonomi digital,” tutup Hanif.

Sri Mulyani Buka Suara Soal Dolar yang Hampir Sentuh Rp 15.300

0

Berempat.com – Pagi ini dolar Amerika Serikat (AS) masih tak mau mengendur terhadap rupiah. Mengutip dari Reuters, Selasa (9/10), dolar AS dibuka di Rp 15.215 dan terus menguat hingga menyentuh Rp 15.230. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini memang cenderung lebih lemah dibanding Senin (8/10) sore yang mencapai Rp 15.244.

Namun, tetap saja dolar AS masih betah bertengger di kisaran Rp 15.200. Secara year to date (ytd) atau dari awal tahun hingga saat ini, dolar AS sudah menguat terhadap rupiah sebesar 12,25 persen.

Melihat hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun buka suara. Yani menyebut bahwa menguatnya dolar AS kali ini karena faktor eksternal, tepatnya karena dinamika ekonomi AS yang mendominasi dan cepat.

Yani menerangkan bahwa menguatnya dolar AS kali ini lantaran imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang terus meningkat hingga mencapai 3,4%. Yani sendiri tak mengira bahwa yield obligasi AS bisa sekuat itu karena biasanya hanya di bawah 3%.

“Kalau dulu tresshold psikologisnya sepuluh tahun bonds AS 3 persen, jadi pas mereka mendekati 3 persen memunculkan apa yang disebut reaksi dari seluruh nilai tukar dan suku bunga internasional,” papar Yani di sela-sela rangkaian acara Annual Meeting IMF-WB, Nusa Dua, Bali, Senin (8/10).

Yani tak menampik bahwa pemerintah Indonesia harus lebih berhati-hati dari segi kecepatan ekonomi tersebut. Namun, ia memastikan bahwa pemerintah telah mengantisipasi risiko global seperti ini dengan berbagai penyesuaian. Salah satunya fleksibilitas dari nilai tukar rupiah.

“Fleksibilitas dari nilai tukar tidak bisa dihindarkan, dia merupakan bagian dari respon selingkungan global yang masih terus berjalan,” jelasnya.

Selain itu, untuk menjaga rupiah tetap stabil, Yani menyebut bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI). Salah satunya ialah dengan melakukan kebijakan campuran.

“Jadi kami dengan BI akan terus melakukan policy mix yang ada domain BI dalam mengelola nilai tukar, makroprudensial dan dari sisi intervensi,” terangnya.

Jadi Sponsor, MAP Antusias Pelajari Ide Inovatif di Forum Tri Hita Karana 2018

0

Berempat.com – Sebuah forum yang tak kalah besarnya dengan IMF-WB 2018, yakni Tri Hita Karana 2018 akan berlangsung di Bali pada 9-10 Oktober 2018. Forum tersebut akan mempertemukan banyak menteri dari berbagai negara, utusan khusus di bidang keuangan, institusi keuangan, lembaga keuangan, peraih Nobel, hingga perwakilan lembaga non-pemerintah.

Pada tahun ini, Forum Tri Hita Karana akan mengangkat tema ‘Blended Finance and Innovation for Better Business World’ dengan tujuan mencetuskan inovasi dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDG) di Indonesia.

Forum tersebut sangat dinanti oleh banyak eksekutif di Indonesia. Salah satunya ialah PT Mitra Adi Perkasa (MAP) Tbk yang turut menjadi sponsor pada pertemuan tahun ini.

Head of Corporate Communication MAP Fetty Kwartati mengungkapkan, pihaknya percara bahwa bisnis memiliki peran penting dalam mewujudkan SDG. Karena itu, sambung Fetty, MAP yakin bisa menjadi bagian dari inisiatif penting bagi Indonesia yang akan memimpin arah dalam keberhasilan pelaksanaan SDG.

“Kami juga antusias untuk mempelajari ide-ide inovatif yang akan terus membentuk masa depan yang berkelanjutan,” ujar Fetty pada keterangan resminya.

Pada forum tersebut, MAP berkesempatan ikut serta dalam membahas upaya melahirkan inovasi model usaha dan kemitraan antara sektor publik dan swasta sehingga bisa lebih efektif dalam berkontribusi untuk tercapainya agenda SDG 2030.

Selain MAP, forum Tri Hita Karana 2018 juga didukung oleh World Bank Group, IMF, China Development Bank, Asian Development Bank, World Economic Forum, OECD, Milken Institute, APINDO, KADIN, HSBC, Gajah Tunggal, Unilever dan banyak lagi.

BEI: Perusahaan Efek Akan Jangkau Daerah Tahun Depan

0

Berempat.com – Perusahaan-perusahaan di berbagai daerah di Indonesia yang akan melantai di bursa saham tampaknya tak perlu lagi untuk ke PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlokasi di Jakarta. Pasalnya, BEI berencana untuk membentuk perusahaan efek di daerah.

Direktur Utama BEI Inarno Djayadi mengatakan, tujuan dibentuknya perusahaan efek di daerah ialah untuk bisa menjangkau pasar di daerah-daerah. Nantinya, perusahaan efek daerah itulah yang akan menggarap perusahaan di derah yang mau melantai di bursa saham. Termasuk menggarap investor potensial.

“Banyak sekali yang berminat. Jatim, Jateng, Yogyakarta juga berminat,” ungkap Inarno di Gedung BEI, Jakarta, Senin (8/10).

Untuk tahun ini, Inarno menyebut bahwa proses realisasinya masih dalam tahap persiapan infrastruktur. Salah satu yang sedang dipersiapkan ialah membentuk anak usaha SRO di bidang IT. SRO tersebut dibangun untuk membuat sistem di perusahaan efek daerah.

“Kita sedang menyiapkan pendirian PT IT yang salah satu tugas utamanya adalah untuk menyiapkan back office system dari perusahaan efek daerah,” terang Inarno.

Targetnya, SRO akan berdiri tahun ini untuk mempersiapkan sistem yang diperlukan. Sehingga perusahaan efek daerah akan bisa berdiri dan berjalan tahun depan. “Saya tidak bisa bilang di kuartal berapa (berjalannya), tapi secepatnya di 2019,” ungkap Inarno.

Sinar Mas Agribusiness and Food Dorong Pelaku Industri Bakery untuk Go Digital

0

Berempat.com – Sinar Mas Agribusiness and Food terus berupaya untuk mendorong industri kelapa sawit dan produk turunannya agar terus berkembang. Salah satu produk turunan kelapa sawit ialah produk bakery. Sinar Mas Agribusiness and Food melihat perlunya industri bakery untuk didorong pertumbuhannya melalui penjualan digital.

“Dalam perkembangan informasi yang serba cepat seperti saat ini, para pelaku industri online bakery harus mampu melihat peluang yang ada dan dapat memberikan produk-produk bakery terbaik kepada para pelanggan. Jika tidak, calon pelanggan dapat dengan mudah beralih ke produk bakery yang lain,” ungkap General Manager Marketing Sinar Mas Agribusiness and Food Davy Djohan pada keterangan resmi yang diterima Berempat.com, Senin (8/10).

Sebagai bentuk dukungannya, Davy menjelaskan bahwa Sinar Mas Agribusiness and Food berkomitmen memberikan produk terbaik sebagai penunjang. “Produk-produk kami seperti Filma dan Palmboom merupakan produk berkualitas premium yang mampu menghadirkan cita rasa yang spesial pada setiap olahan bakery, ” imbuhnya.

Selain itu, Sinar Mas Agribusiness and Food juga sempat mengadakan ‘Digital Baker’s Gathering’ di Bandung beberapa waktu lalu. Pada gathering yang diikuti 83 pelaku industri bakery, Sinar Mas memberikan berbagai pengetahuan dan cara-cara dalam mengembangkan bisnis bakery secara online.

Melalui media online, diharapkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memproduksi bakery dapat menembus pasar dan bersaing dengan usaha bakery yang lain.

Davy menambahkan bahwa bakery online merupakan peluang bagi pelaku bisnis bakery untuk memperluas cakupan pasar dibandingkan dengan bisnis tradisional. Semakin cepat menyentuh bisnis online, maka pengusaha akan lebih mudah beradaptasi dengan pergerakan ekonomi digital yang semakin diminati.

Pada acara Digital Baker’s Gathering tersebut, Harris Maulana sebagai salah satu pembicara pun membagikan pengalaman dan tips kepada peserta mengenai cara berjualan yang tepat melalui kanal media sosial. Ia menekankan pentingnya pelaku industri bakery online untuk memahami strategi yang harus dilakukan dalam merebut pangsa pasar melalui media sosial.

Salah satu peserta acara, Renny Apriany mengungkapkan kegembiraanya dapat berpartisipasi karena bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru.

“Saya berharap kegiatan seperti ini akan terus dilakukan agar pengetahuan kami terus berkembang. Kami juga menjadi paham mengenai produk-produk turunan kelapa sawit Sinar Mas Agribusiness and Food yang dapat membuat bakery kami menjadi lebih lezat”, ucap Renny.

Jangkau Pasar Malaysia, iSeller Jalin Kerja Sama dengan Go-Pos

0

Berempat.comPlatform bisnis digital berbasis omni-channel, iSeller akan mulai melebarkan sayapnya ke Malaysia dalam waktu dekat. Pasalnya, iSeller telah melakukan kesepakatan dengan perusahaan distributor point of sale (POS) terbesar asal Malaysia, Go-Pos.

“Setelah kami mengevaluasi dan merespon sejumlah permintaan merchant kami di Malaysia, hari ini iSeller sepakat menggandeng GO-POS sebagai ekslusif partner kami di Malaysia,” ungkap CEO iSeller Jimmy Petrus dalam keterangan resminya. Penandatanganan  kerja sama ini dilakukan keduanya di pameran ‘Franchise & License Expo Indonesia (FLEI)’ di JCC Senayan, Jakarta.

Jimmy mengungkapkan alasan iSeller menggandeng Go-Pos. Yang diketahuinya, Go-Pos adalah salah satu perusahaan distribusi POS terbesar di Malaysia. Sampai saat ini, imbuhnya, Go-Pos telah menggandeng 800 brand di Malaysia.

Lewat kerja sama ini, Jimmy pun berharap iSeller dapat memberikan kontribusi pada pengembangan bisnis para pengusaha di Malaysia. Seperti halnya yang dilakukan iSeller di Indonesia sejauh ini.

Sebagai informasi, iSeller merupakan platform berbasis cloud yang membantu pengusaha memantau laporan penjualan dan inventori barang, baik secara daring ataupun luring melalui layanan POS.

Kemudian, iSeller pun menyediakan layanan pembuatan toko daring, sinkronisasi dengan beberapa penyedia jasa logistik, dan fitur untuk menerima berbagai macam jenis pembayaran, termasuk kartu kredit maupun GO-PAY dan sejenisnya.

“Sejalan dengan visi kami untuk terus berekspansi secara global, selain Malaysia, hingga akhir tahun 2018 ini kami akan menyasar industri UKM di Singapura, Vietnam, dan Australia,” paparnya.

Mitra Bisnis, Cara Owner TX Travel Bangun Komunitas yang ‘Beda’

0

Berempat.com – Dunia waralaba, khususnya yang bergerak di bidang travel dan ticketing tentu sudah tak asing dengan nama Anton Teddy. Belum genap satu bulan rupanya pemilik TX Travel ini sudah membangun sebuah komunitas bisnis yang ‘beda’. Komunitas tersebut bernama Mitra Bisnis.

Sabtu (6/10) kemarin, Mitra Bisnis mengadakan seminar bisnis dengan tema ‘Mentor adalah Pebisnis Aktif, Bukan Motivator atau Trainer’. Lewat seminar tersebut Anton ingin menegaskan alasan yang mendorongnya membangun sebuah komunitas bisnis, yakni sebagai wadah pelaku bisnis untuk bisa berbagi dan mendapatkan mentoring. Tentunya mentor yang ada pun haruslah pebisnis aktif, bukan sekedar motivator.

“Saya ingin punya komunitas khusus pebisnis supaya orang-orang bisnis bisa sharing, networking, mentoring, dan ada mentornya. Ibarat sekolah ada gurunya,” ungkap Anton.

Sesuatu yang beda juga diusung Anton pada komunitas barunya ini, yaitu memanfaatkan teknologi untuk mencapai visi-misi komunitas Mitra Bisnis. Menurut Anton, Mitra Bisnis akan memiliki aplikasi mobile yang dapat diunduh oleh setiap anggotanya.

“Semua anggota harus bayar, ada biayanya karena semua akan diberikan mobile apps,” terangnya.

Pada aplikasi mobile tersebut, anggota Mitra Bisnis akan mendapatkan berbagai materi sharing, mentoring, sebagai tempat konsultasi, bahkan sebagai tempat untuk memperkenalkan produk masing-masing anggota. Lewat aplikasi mobile tersebut, Anton ingin agar pebisnis bisa mendapatkan solusi dari setiap permasalahan bisnis yang dihadapi.

Kendati berbayar, namun Anton meyakini bahwa keberadaan aplikasi ini akan memberikan nilai lebih bagi para anggota Mitra Bisnis dibanding hanya memanfaatkan grup Whats App atau sejenisnya.

Aplikasi mobile Mitra Bisnis ini dibanderol antara Rp 5 juta dan Rp 20 juta. Perbedaan kedua harga tersebut terletak pada keuntungan yang akan didapat. Untuk Rp 5 juta misalnya, anggota hanya mendapat aplikasi dan katalog, sedangkan yang Rp 20 juta anggota akan mendapat tambahan fasilitas berupa memasarkan produk atau jasanya melalui aplikasi tersebut.

Para anggota cukup melakukan pembayaran aplikasi satu kali sebab hal itu sudah meliputi mentoring, sharing, dan sebagainya. Selain menyediakan aplikasi, Anton berencana membuat komunitas bisnisnya ini memiliki fungsi layakya koperasi. Dengan demikian, komunitas ini bisa memberikan solusi bagi para anggotanya yang membutuhkan modal bisnis.

Yuk, Habiskan Weekend di Flea Market Selebgram Invasion 2 MOI!

0

Berempat.com – Mall of Indonesia (MOI) kini menghadirkan alternatif bagi masyarakat Jakarta yang bingung atau belum tahu ingin menghabiskan weekend untuk kegiatan apa. Pasalnya, MOI menghadirkan Flea Market Selebgram Invasion 2 yang berlangsung setiap akhir pekan dengan durasi 2 minggu, yakni 5-21 Oktober 2018.

Di Fela Market Selebgram Invasion 2 ini, para pengunjung MOI bisa membeli berbagai barang preloved milik Selebgram, mulai dari pakaian, sepatu, hingga banyak lagi. Dan pada perhelatan kali ini terdapat 50 Selebgram yang ikut berpartisipasi.

Kendati yang dijual ialah barang preloved Selebgram, namun melalui kampanye bertagar #gayagakpakekmahal, MOI seolah ingin memberi tahu bahwa pengunjung dapat menemukan beragam koleksi item fesyen dengan harga mulai dari Rp 10 ribu.

Marketing Communications Mall of Indonesia Imam Suryadi mengungkapkan, terdapat banyak Selebgram dengan latar belakang berbeda yang bergabung pada Hobbycon tahun ini, seperti fashion blogger, beauty bogger, dan influencer. Bahkan, beberpa publik figur pun turut berpartisipasi memeriahkan acara ini, antara lain Rangga dan Rafael Smash, Cherly Juno ex Cherrybele, Baby Moonella dan lainnya.

Imam mengungkapkan, pada perhelatan tahun lalu Hobbycon mencatatkan transaksi hingga ratusan juta rupiah per hari. Di antara ragam jenis item, produk fesyen dan kosmetik paling banyak dibeli. Bahkan, Imam mengklaim ada barang preloved dari salah satu influencer yang menembus transaksi Rp 25 juta per hari.

Selain menghadirkan barang preloved Selebgram, di Hobbycon yang kelima kalinya ini juga menyuguhkan hiburan lain seperti musik melalui The Dance Inc Project pada 2-4 November 2018. Dalam acara tersebut terdapat dance competition dan workout.

Menariknya, Imam mengungkapkan bahwa pengunjung berkesempatan mendapatkan hadiah dengan total Rp 50 juta. Caranya, pengunjung cukup mengikuti ajang K-POP Cover Dance Competition, Kids Crew Competition, Crew Competition, dan All Style Freestyle Battle.

Di 2 Sektor Ini Bank Mandiri Telah Salurkan Kredit Capai Rp 320 Triliun

0

Berempat.com – Di sepanjang tahun ini, PT Bank Mandiri Tbk. telah menyalurkan kredit ke dua sektor penting yang capai lebih dari Rp 320 triliun. Dua sektor tersebut yaitu infrastruktur dengan penyaluran Rp 165 triliun dan perkebunan sebesar Rp 160 triliun. Khusus untuk infrastruktur, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit untuk pembangunan jalan tol, jalur kereta api double track, kereta listrik, dan banyak lagi.

Direktur Manajemen Resiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menyebutkan bahwa jumlah kredit yang sudah disalurkan di 2 sektor penting tersebut sekitar 15% dari total kredit yang dilakukan oleh BUMN. Sampai dengan akhir tahun ini, Siddik optimis dapat mencapai 13% untuk prosentase kredit di Bank Mandiri sebesar Rp 700 triliun.

“Kami optimistis angka tersebut bisa tercapai mengingat saat ini banyak proyek yang sedang dikerjakan,” ujar Siddik di Pameran Bisnis dan Pembangunan Indonesia (IBD) Expo 2018 di Convention and Exhibition Hall Grand City, Surabaya, Sabtu (6/10).

Menurut Siddik, Bank Mandiri sangat bangga terhadap kontribusi dari setiap capaian prestasi bisnis BUMN pada masyarakat luas. “Karena badan usaha milik negara ini memiliki peranan penting terhadap pembangunan di Indonesia,” imbuhnya.

Apalagi, Siddik mengungkapkan bahwa Menteri BUMN Rini Soemarno pernah mengatakan bahwa pemerintah memiliki dua tangan dalam hal pembangunan, yakni dari APBN dan BUMN.

Selain mendukung dari segi pengkreditan, Bank Mandiri juga menjalankan strategi lain dalam hal pembangunan. Hal tersebut diperlihatkan di booth Bank Mandiri yang dibuka di IBD Expo Surabaya. Salah satu program yang diusung pada pameran ini yaitu program Rumah Kreatif BUMN (RKB).

RKB tersebut merupakan upaya Bank Mandiri untuk mendukung pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Siddik menjelaskan, pendekatan yang diambil oleh RKB yaitu dengan sistem inkubator. Artinya, pelaku UMKM akan dibina dan mendapat pendampingan dari BUMN.

Pendampingan tersebut, sambung Siddik, meliputi peningkatan kualitas produk, proses pengemasan, penjualan daring dengan memanfaatkan e-commerce seperti di belanja.com milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan banyak lagi.

Grab Targetkan Adanya Investasi Baru Sebesar US$ 1 Miliar

0

Berempat.com – Grab dikabarkan tengah berupaya untuk mendapatkan suntikan pendanaan baru sebesar US$ 1 miliar. Dalam upayanya tersebut, SoftBank Group kabarnya telah menyiapkan US$ 500 juta untuk Grab. Melansir dari CNBC, Minggu (7/10), kesepakatan investasi baru ini semakin dekat.

SoftBank sendiri bukanlah investor bari bagi Grab. Perusahaan moda ventura tersebut sudah membeli saham Grab sejak 2014 lalu dengan mahar US$ 250 juta. Selain SoftBank, nama-nama perusahaan besar macam Dush Cuxing dan Toyota Motor ikut menjadi bagian sebagai investor Grab hingga perusahaan ride share asal Malaysia tersebut telah memiliki valuasi mencapai US$ 11 miliar.

Toyota Motor menjadi perusahaan yang memimpin pendanaan tahun ini. Saat ini, Grab sendiri tengah berupaya untuk berekspansi dengan mengembangkan dompet virtual atau sistem pembayaran elektronik.