Persaingan Ekonomi Digital: Indonesia Diuntungkan Bonus Demografi

0
725

Berempat.com – Banyak pengamat meyakini bahwa Indonesia akan mengalami fase bonus demografi yang dimulai pada 2020 mendatang dan berada di puncak pada 2035. Pasalnya, di tahun tersebut Indonesia akan memiliki jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar daripada yang non-produktif. Hal tersebut dianggap sebagai sebuah keuntungan tersendiri bagi Indonesia dalam menghadapi persaingan ekonomi digital.

“Demografi Indonesia akan didominasi oleh milenials. Bila kita mampu memanfaatkan potensi ekonomi digital dengan sebaik-baiknya, maka Indonesia berpeluang menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru dunia,” ujar Menteri Ketenagakerjaan M.Hanif Dhakiri dalam keterangannya di Bali, Senin (8/10).

Namun, sebelum melangkah ke bonus demografi, Hanif mewanti-wanti bahwa Indonesia perlu lebih dulu mempersiapkan tenaga kerja terampil. Hal ini perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan ekonomi digital ke depan.

“Bonus demografi harus diiriingi pemanfaatan teknologi digital agar berdampak positif dalam mendorong tumbuhnya generasi milenial menjadi pemimpin dalam e-commerce, startup dan pengembangan ekonomi digital di Indonesia,” terang Hanif.

Di sisi lain, teknologi digital juga diprediksi akan menciptakan 3,7 juta jenis pekerjaan baru dalam 7 tahun ke depa. Mayoritas akan bersinggungan di sektor usaha jasa. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Hanif mengklaim bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan meningkatkan SDM di Indonesia dengan memodernisasi Balai Latihan Kerja (BLK). Selain itu, Kemenaker juga akan mengembangkan program magang sesuai kebutuhan pasar kerja berbasis teknologi digital.

“Penataan sistem pasar kerja juga dilakukan secara fleksibel melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha yang makin berkembang,” imbuh Hanif.

Selain itu, kata Hanif tatanan hubungan industrial yang melibatkan pemerintah, pengusaha dan pekerja juga harus mampu merespon dampak perubahan yang ditimbulkan ekonomi digital.

“Penyiapan regulasi bidang hubungan industrial harus adaptif terhadap perubahan ekonomi digital,” tutup Hanif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.