Sabtu, Mei 9, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 896

Google Maps Bantu Layanan Bisnis Jangkau Konsumen dengan Fitur Barunya

0

Berempat.com – Setelah menghadirkan fitur “Follow”, kali ini Google Maps kembali berinovasi dengan menghadirkan fitur Messages. Dengan fitur baru tersebut, pengguna bisa langsung mengirim pesan kepada layanan bisnis yang sudah terdaftar di Google My Business, seperti ke restoran, hotel, atau lainnya.

Fitur Messages di Google Maps sudah bisa digunakan per 15 November kemarin. Para pengguna cukup melakukan pembaruan Google Maps pada ponsel masing-masing. Fitur ini pun sudah tersedia di OS Android maupun iOS.

Dengan fitur Messages tersebut, maka pengguna Google Maps bisa langsung menghubungi layanan bisnis yang terdaftar di layanan Google My Business untuk memesan produk maupun untuk memesan tempat.

Untuk memulai percakapan, pengguna bisa mengaksesnya pada bagian Messages di aplikasi Maps setiap waktu. Sementara bagi pemilik bisnis perlu memasang versi terbaru aplikasi Google My Business dari Play Store atau App Store. Melalui versi terbaru, pelaku bisnis bisa menerma pesan dari konsumen.

Bila tertarik menggunakan, ini adalah langkah-langkah menggunakan fitur Messages di Google Maps.

  1. Perbarui aplikasi Google Maps ke versi paling baru.
  2. Sign in menggunakan akun Google.
  3. Buka profil layanan bisnis yang tertera pada peta Google untuk menambahkannya ke dalam daftar pesan.
  4. Pilih menu yang berupa tiga garis mendatar di pojok kiri atas layar aplikasi.
  5. Cari dan pilih fitur “Messages”.
  6. Profil akun bisnis otomatis akan masuk ke dalam daftar profil akun yang bisa dikirimi pesan.
  7. Tap Messages yang muncul di bagian bawah profil akun bisnis tersebut dan Anda sudah bisa memulai percakapan.

Inilah 4 Finalis The Big Start Indonesia yang Akan Berebut Rp 500 Juta

0

Berempat.com – The Big Start Indonesia Season 3 kini telah memasuki babak final. Di tahun ini, tercatat sebanyak 7.500 peserta yang mendaftar di kompetisi yang digelar oleh Blibli.com ini. Dan dari ribuan peserta itu, sebanyak 16 peserta dipilih untuk dikarantina, sebelum kemudian hanya empat finalis yang masuk ke babak final untuk bersaing memperebutkan juara pertama.

Keempat finalis tersebut yaitu Erika Ernawati Simangunsong dari Subang dengan merek Pavettia Skincare untuk kategori Kecantikan & Kesehatan; Joni Martono dari Yogyakarta dengan merek Setapak 9 untuk kategori Kriya; Robbi lbadi dari Jakarta dengan merek Kingsmith untuk kategori Fesyen; dan Shelly Ang dari Bekasi dengan merek Salaku untuk kategori kuliner.

Sebagai informasi, selama masa karantina ke-16 peserta mendapatkan sesi mentoring serta melalui tahap ujian tantangan bisnis, seperti financial planning, e-marketing, customer service, logistik, hingga strategi branding melalui platform digital.

(CEO) Blibli.com Kusumo Martanto mengatakan, lewat ajang The Big Start Indonesia ini pihaknya mampu menemukan banyak UMKM di Indonesia yang berpotensi besar untuk dikembangkan ke skala lebih besar.

”Di momen Grand Final ini, keempat finalis akan menampilkan seluruh keahlian bisnis mereka serta transformasi kualitas produk yang lebih baik dan tepat sasaran pasar,” imbuh Kusumo di Jakarta, Kamis (15/11).

Kusumo pun percaya bahwa keempat finalis ini akan menjadi ikon penting dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia.

Adapun keempat finalis ini akan memperebutkan juara pertama dengan hadiah Rp 500 juta. Selain juara pertama, Blibli.com juga memberikan hadiah untuk peringkat kedua sebesar Rp 300 juta, peringkat ketiga Rp 200 juta, dan peringkat keempat Rp 100 juta. Blibli.com juga memberikan hadiah kepada produk yang terpilih sebagai terfavorit dengan total hadiah Rp 50 juta. Hadiah-hadiah tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai modal usaha untuk mengembangkan bisnis masing-masing peserta.

The Big Start Indonesia Season 3 ini pun mendapat dukungan dari JNE sebagai Platinum Partner, BCA, XL Business Solution, Kementerian Perindustrian Republik lndonesia, Kementerian Komunikasi dan informatika Republik Indonesia, Universitas Prasetiya Mulya, dan Intel lndonesia Corporation.

Strategi Infinix Hadapi Ketatnya Industri Smartphone Tanah Air

0

Berempat.com – Infinix Indonesia terus menunjukkan tajinya di industri smartphone Tanah Air. Hal itu terbukti dari mudahnya produk Infinix diterima oleh masyarakat Indonesia. Pihak Infinix bahkan mengklaim bahwa peningkatan penjualan terjadi pada perayaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 11.11 kemarin. Di tahun ini Infinix berhasil menjual 3 kali lebih banyak dibanding penjualan Harbolnas 9.9.

Pada Harbolnas 11.11 kemarin, Infinix menawarkan berbagai produk unggulannya kepada konsumen di Lazada dengan diskon hingga 94%. Adapun produk-produk yang ditawarkan yaitu Infinix Smart2, Infinix HOT 6 Pro, Infinix NOTE 4 dan NOTE 4 Pro dan produk flagship Infinix yakni Infinix Zero 5, Infinix HOT S3X, hingga Infinix Quiet 1.

Assistant Country Manager Infinix Indonesia Agus Supangan menuturkan, hal yang membuat Infinix bisa diterima oleh masyarakat Indonesia karena masih eksis mengusung ponsel murah berspesifikasi tinggi. Itulah strategi yang terus dijaga oleh Infinix sehingga bisa dengan mudah mendapatkan tempat di hati konsumen.

“Harga yang bersaing tentunya sudah menjadi ciri khas Infinix. Kini, kami akan terus berkomitmen memaksimalkan kualitas yang dihadirkan produk kami ke depannya. Dengan harga Infinix cukup terjangkau, kami juga akan berusaha untuk memberikan produk dengan ketahanan yang baik,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/11).

Selain itu, Infinix juga lebih fokus menyasar generasi muda sebagai target pasarnya. Karena itu, Infinix berupaya agar selalu update dengan tren teknologi yang sedang diminati anak muda dan menghadirkan fitur-fitur kekinian dalam setiap inovasi yang diciptakan. Bahkan, Infinix tak segan menerima masukan dari konsumen setianya atau disebut X-Fans melalui media sosial.

“Untuk saat ini, kami hanya tengah fokus menghasilkan produk terbaik dengan teknologi yang mendukung aktivitas pengguna menjadi salah satu prioritas utama kami untuk kepuasan para pengguna,” lanjut Agus.

ASUS Luncurkan Laptop Canggih dengan Dua Layar Pertama di Dunia

0

Berempat.com – ASUS baru saja meluncurkan laptop canggih dengan dua layar pertama di dunia. Laptop tersebut yaitu ZenBook Pro 15 UX580—laptop dengan seri tertinggi dari lini Zenbook saat ini. ASUS pun mengklaim jika laptop ini masuk kategori laptop premium dengan spesifikasi tinggi. Target konsumen laptop ini yaitu para profesional yang bergerak di industri kreatif seperti desainer 3D, video editor, maupun fotografer.

Dua layar yang disematkan pada laptop ini yaitu layar utama dan layar yang terdapat pada touchpad, atau disebut sebagai ScreenPad. ScreenPad merupakan inovasi terbaru ASUS untuk meningkatkan pengalaman serta produktivitas penggunanya. Kehadiran ScreenPad di ZenBook Pro UX580 ini dinilai mampu mengoptimalkan para profesional dalam bekerja.

“Selama 26 tahun terakhir, teknologi touchpad pada laptop tidak banyak berubah. Produsen hanya membuatnya lebih lega, lebih responsif dan mendukung multitouch dan gesture.  Dengan ZenBook Pro 15 UX580, ASUS menghadirkan inoviasi lebih pada touchpad, dan bisa dikatakan ini adalah laptop idaman para profesional,” ucap Country Manager ASUS Indonesia Jimmy Lin dalam keterangan resminya, Kamis (15/11).

Dari segi tampilan, ASUS ZenBook Pro UX580 masih mengusung tema elegan seperti seri ZenBook lainnya. Tampil dengan bodi berbahan metal yang solid dibalut warna Deep Dive Blue. Bentuknya juga sangat ringkas dengan ketebalan yang hanya 18,9 mm dan bobot hanya 1,88 kg.

Keunggulan laptop ini dimulai dari layar dengan resolusi ultra tinggi yakni 4K dengan ukuran bentang 15,6 inci. Dengan teknologi NanoEdge, bezel layar di laptop ini bisa tampil dengan bezel hanya 7,3 mm dan screen-to-body ratio sebesar 83%.

Uniknya, ASUS mengklaim bahwa laptop ini sudah mengantongi sertifikasi standar militer MIL STD-810G. Sertifikasi tersebut dimaksudkan sebagai bukti bahwa ZenBook Pro 15 UX580 ini telah lolos berbagai pengujian ekstrem seperti tes ketinggian (altitude test) dan tes suhu (temperature test).

Dari sisi multimedia, ASUS juga sudah melengkapi seri laptop terbarunya ini dengan speaker khusus yang sudah mengantongi sertifikasi dari Harman Kardon. Speaker di laptop ini pun dikonfigurasi oleh ASUS Golden Ear Team yang melengkapinya dengan teknologi ASUS SonicMaster.

Dan dari sisi ScreenPad, fitur tersebut memungkinkan pengguna bisa mengubah tampilan touchpad dengan menambahkan wallpaper. Dan agar dapat mendukung fungsionalitas ScreenPad, ASUS sudah menyiapkan beragam aplikasi khusus yang sudah terintegrasi dengan berbagai aplikasi produktivitas, salah satunya adalah Microsoft Office. Melalui fitur Adaptive Design, ScreenPad secara otomatis akan menyesuaikan tampilan sesuai dengan aplikasi yang sedang dijalankan dan menampilkan antarmuka tambahan.

Selain itu, ScreenPad juga bisa digunakan sebagai layar kedua. Lewat mode Screen Extender, pengguna bisa membuat ScreenPad layaknya layar tambahan untuk ZenBook Pro 15 UX580 ini. Dengan demikian, semua aplikasi yang ada di desktop bisa ditampilkan di ScreenPad layaknya ditampilkan di monitor terpisah.

Dari sisi dapur pacu, laptop ini didukung oleh prosesor dan chip grafis yang mumpuni. Laptop ini sudah menggunakan prosesor Intel Core i7-8750H dan chip grafis Nvidia GeForce GTX 1050. Kemudian, laptop ini pun sudah dilengkapi dengan RAM DDR4 sebesar 16GB dan penyimpanan internal menggunakan M.2 NVMe PCIe SSD sebesar 1TB.

Lalu melihat daya, ASUS membenamkan baterai Lithium Ion 8-cell yang bisa memasok daya hingga 9,5 jam. Bahkan, laptop ini sudah dilengkapi dengan teknologi fast charging yang bisa mengisi 60% daya hanya dalam 49 menit. Tersedia dual-band 802.11ac gigabit-class Wi-Fi serta Bluetooth 5.0 untuk menghubungkan berbagai peripheral seperti mouse dan headset. ASUS juga menyediakan USB to LAN port dongle agar bisa terhubung ke jaringan melalui kabel.

Melengkapi konektivitasnya, ZenBook Pro 15 UX580 sudah memiliki 2 port USB 3.1 Type-A dan 2 port USB Type-C berteknologi Thunderbolt 3. Kehadiran teknologi Thunderbolt 3 memungkinkan laptop dihubungkan ke berbagai perangkat kelas profesional seperti docking kartu grafis eksternal atau monitor beresolusi tinggi. Selain itu terdapat pula port HDMI, combo audio jack, serta MicroSD card slot.

“ZenBook Pro UX580 bukan laptop biasa. Semua aspeknya dihadirkan dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan profesional. Semua itu demi memastikan pengguna profesional bisa bekerja secara nyaman kapan pun dan dimanapun ketika menggunakan laptop ini,” ujar Jimmy

Ganti Logo Jadi Isyarat Rebranding Electronic City

0

Berempat.com – Memasuki usia perusahaan yang ke-17 tahun, PT Electronic City Indonesia Tbk. resmi mengganti logo perusahaan. Perubahan logo ini pun menjadi isyarat bahwa perusahaan tersebut telah melakukan rebranding perusahaan.

Menurut Direktur Marketing PT Electronic City Tbk. Wiradi, logo baru tersebut sudah digunakan pada peresmian gerai Electronic City di Pondok Indah Mall awal bulan lalu. Namun, hari ini, Kamis (15/11) barulah peresmian pergantian logo.

Wiradi pun mengungkapkan, sejatinya bukan hanya logo, pihaknya juga melakukan pembaruan dan peremajaan pada keseluruhan perusahaan.

“Sebenarnya genap 17 tahun ini tidak hanya logo yang perbaharui, tetapi kita juga melakukan peremajaan pada keseluruhaan korporasi,” ujar Wiradi dalam acara Social Gathering & New Logo Launching di Jakarta, Kamis (15/11).

Wiradi menjelaskan, pada logo baru perusahaan ini didominasi oleh warna biru dan orange. Sementara sebelumnya logo Electronic City hanya didominasi oleh warna biru.

“Pada logo ‘City’ diubah menjadi C1ty di mana perubahan angka satu tersebut melambangkan status Electronic City sebagai pionir,” terang Wiradi.

Pemilihan dan penggunaan angka 1 itu pun diharapkan bisa membawa Electronic City menjadi pilihan utama bagi konsumen. Termasuk menjadi satu-satunya toko elektronik yang dapat memenuhi kebutuhan elektronik keluarga.

“Perubahan logo ini kita harapkan dapat membawa atmosfer positif serta pengalaman belanja lebih baik untuk konsumen,” imbuhnya.

Sejak berdiri tahun 2001, Electronic City sudah mengoperasikan 54 gerai yang tersebar di 27 kota dan 14 provinsi di Indonesia.

Pelecehan Seksual Penumpang Terulang, Ancaman Pembekuan Hantui Grab

0

Berempat.com – Grab Indonesia kembali menjadi sorotan Pemerintah Indonesia, khususnya oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Pasalnya, kasus pelecehan seksual oleh pelaku mitra driver Grab terhadap penumpang kembali terjadi.

Kemenhub tengah melakukan evaluasi terkait kasus pelecehan yang terjadi. Dalam hal ini, Kemkominfo siap menindaklanjuti rekomendasi dari Kemenhub setelah menemukan hasil dari evaluasi tersebut. Andaikan Kemenhub merekomendasikan Grab untuk ditutup, maka Kemkominfo mengaku siap untuk menjalankannya.

“Kalau terjadi sesuatu terkait dengan layanan dan Kemenhub menyatakan ada pelanggaran yang sanksinya penutupan, ya akan kami tutup,” ungkap Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel A. Pangerapan kepada media di Jakarta, Rabu (14/11).

Semuel menyatakan sikap tersebut setelah sebelumnya ancaman penutupan disampaikan oleh Kemenhub jika Grab tidak juga mampu menyelesaikan kasus pelecehan seksual yang berulang dengan cepat.

Tak hanya berkaitan dengan kasus pelecehan seksual, Kemkominfo juga bisa menutup perusahaan aplikasi apabila tersandung persoalan kejahatan dalam operasionalnya. Tapi, tentu saja harus berdasarkan rekomendasi dari pihak terkait seperti kepolisian. Dan dalam kasus pelecehan seksual kali ini, Kemenhub dianggap punya wewenang dalam menerapkan aturan.

“Ini adalah pengajuan dari pihak yang punya wewenang pengaturan, seperti Kemenhub untuk layanan transportasi dan OJK untuk layanan fintech. Kalau ada pengajuan penindakan, kami akan jalankan apa yang diajukan,” tegas Semuel.

Semuel melanjutkan, kewenangan Kemkomfino dalam hal ini adalah mengendalikan izin jalannya aplikasi, kuasa penindakan dan penutupan terhadap operasional aplikator. Namun, Kemenkominfo tidak berwenang memanggil pihak Grab dalam kasus pelecehan seksual yang terjadi.

Sebelumnya, ancaman penutupan perusahaan aplikator tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi. Ia memperingatkan Grab untuk segera mengevaluasi para mitra drivernya dan memastikan agar kasus pelecehan tak lagi terjadi.

“Kalau tidak mampu mengutamakan keamanan dan keselamatan penggunanya, terpaksa kami evaluasi supaya dibekukan operasinya,” ungkap Budi beberapa waktu lalu.

Tahun Depan Penumpang Garuda dan Citilink Bisa Nikmati Wi-Fi Selama Terbang

Berempat.com – Garuda Indonesia dan Citilink akan menambah kenyamanan penumpangnya di tahun depan, yakni dengan menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis selama terbang. Fasilitas ini bisa digunakan untuk penerbangan domestik dan akan mulai bisa dirasakan oleh penumpang tahun depan.

Menurut Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo, fasilitas yang disebut free inflight connectivity ini merupakan cara bagi Grup Garuda Indonesia untuk bisa memenuhi kebutuhan penumpang di era digital. Fasilitas ini juga menjadi bagian dari layanan Garuda Indonesia dan Citilink dalam menghadapi persaingan bisnis maskapai ke depan di Tanah Air.

Inflight Wi-Fi ini adalah yang pertama di Indonesia. Kami memberikan layanan Internet secara gratis selama penerbangan domestik,” terang Juliandra saat soft launching layanan free wifi Garuda Indonesia Group di Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (14/11).

Teknologi memang menjadi salah satu hal yang harus masuk dalam inovasi terkini bagi sebuah maskapai mengingat ketatnya persaingan industri penerbangan saat ini. Karena itulah, Garuda Indonesia menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis dengan menggandeng PT Mahata Aero Teknologi. Diharapkan, cara ini dapat mempertahankan loyalitas pelanggan.

“Tidak hanya untuk memperkuat pasar yang sudah ada, tapi Inflight Wi-Fi gratis ini juga ditujukan untuk mengaktivasi pasar baru yang belum tersentuh, seperti para milenial yang sering bepergian,” imbuh Juliandra.

Sebagai informasi, pada 2013 Garuda Indonesia telah menyediakan layanan WiFi gratis pada seluruh armada B777-300ER dan beberapa pesawat tipe Airbus A330 Garuda Indonesia yang melayani rute penerbangan internasional.

Startup eFishery Kembali Raih Pendanaan, Kali Ini Sebesar US$4 Juta

0

Berempat.com – Perusahaan startup yang bergerak di bidang perikanan, eFishery baru saja mengumumkan bahwa pihaknya telah menerima pendanaan terbaru. Kali ini pendanaan datang dari Aqua-spark, Wavemaker Partners, 500 Startups, Maloekoe Ventures, Social Capital, Unreasonable Capital, Triputra Group, serta beberapa lembaga pendanaan lainnya dengan total US$4 juta atau setara Rp 59 miliar.

CEO eFishery Gibran Hudzaifah mengungkapkan, rencananya dana ini akan digunakan untuk ekspansi bisnis. Sampai saat ini, eFishery diklaim telah mampu mencatatkan pertumbuhan profit hingga 261 kali lipat dalam 2 tahun terakhir.

“Kami bertujuan menjadi platform yang menghubungkan seluruh ekosistem dalam budidaya ikan dan udang, menciptakan industri yang lebih bertanggung jawab dan menguntungkan di seluruh wilayah,” ujar Gibran dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

eFishery saat ini sudah memiliki cakupan pasar dan digunakan di 67 wilayah yang tersebar di 16 provinsi di Indonesia. Startup ini bahkan tengah menjajal proyek perdana di Bangladesh, Thailand, dan Vietnam.

Dalam daftar perusahaan yang ikut memberikan pendanaan kali ini, terdapat Aquaspark yang sebetulnya bukanlah investor baru. Dengan keikutsertaannya pada pendanaan kali ini, Aquaspark pun telah meningkatkan investasinya di eFishery yang diyakini punya potensi besar di masa depan.

“Kami pikir industri ini akan meningkat tiga kali lipat dalam 30 tahun ke depan. 80 persen industri akuakultur ada di Asia, dengan Indonesia saja yang memiliki lebih dari 4 juta petani ikan. Jenis solusi ini (yang dibuat eFishery) membuat pertanian berkelanjutan lebih menguntungkan. Ini tentu akan mengubah industri,” ujar Pendiri dan Mitra Pengelola Aquaspark Amy Novogratz.

Aquaspark sebelumnya telah memimpin ronde pendanaan eFishery bersama dengan perusahaan VC Indonesia pada 2015 lalu.

eFishery sendiri merupakan startup penyedia solusi teknologi Internet of Things (IoT) bagi usaha tambak dalam hal pemberi pakan otomatis bersensor. eFishery mampu mengukur nafsu makan ikan sehingga alat akan memberi makan ikan sesuai dengan porsi yang dibutuhkan. Dengan demikian, alat tersebut dapat meminimalisir pemborosan dalam hal pemberian pakan.

Babak Final Kompetisi ADSE Telah Kukuhkan 3 Tim Pemenang

0

Berempat.com – Babak final tingkat regional untuk kompetisi ASEAN Data Science Explorers (ADSE) yang berlokasi di Singapura telah berlangsung pada Rabu (14/11). Kompetisi yang diselenggarakan oleh ASEAN Foundation dan SAP ini pun telah menobatkan tiga tim mahasiswa sebagai pemenangnya. Ketiga tim tersebut berasal dari Singapura, Filipina, dan Vietnam.

Ketiga tim mahasiswa tersebut didaulat sebagai pemenang karena dianggap mampu menghadirkan solusi, wawasan, dan data guna memecahkan masalah sosial yang mendesak di wilayah tersebut. Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura S. Iswaran memimpin upacara penganugerahan hadiah, menurut keterangan resmi yang diterima Berempat.com, Rabu (14/11) malam.

Kompetisi ADSE ini telah menjangkau 5.000 anak muda di 175 institusi pendidikan tinggi di ASEAN. Tujuan dari kompetisi ini untuk meningkatkan literasi digital mereka dan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemilikan yang lebih besar bagi masa depan ASEAN.

Tak hanya berkompetisi, para peserta kompetisi ADSE juga mendapat pelatihan dalam penggunaan perangkat lunak SAP Analytics Cloud melalui serangkaian webinar dan seminar lokal, agar dapat menggunakan keterampilan data yang baru diperoleh untuk mewujudkan enam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB yang dipilih. Keenam tujuan tersebut adalah kesehatan dan kesejahteraan yang baik; pendidikan berkualitas; kesetaraan gender; pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi; industri; inovasi & infrastruktur; dan kota serta masyarakat yang berkelanjutan.

Adapun di tahun ini peserta ADSE melonjak hingga 3 kali lipat dibanding tahun sebelumnya menjadi 801 tim mahasiswa dari berbagai latar belakang kejuruan.

Sebagai informasi, tim yang berhasil menjadi juara satu ialah Tim Plan B dari Singapura. Tim tersebut berisikan Tay Kai Jun dan Madhumitha Ayyappan dari NUS High School of Math and Science. Dalam kompetisi ini mereka mengusung proyek bertajuk ‘From Slumming to Sustainability’ yang bertujuan untuk menggembleng ASEAN agar dapat mengubah permukiman kumuh menjadi microcities yang berkelanjutan.

Peringkat kedua diisi oleh Tim Dimicrocambio dari Filipina. Tim tersebut terdiri dari Jade Hizon dan John Rusty Perena dari Nueva Ecija University of Science and Technology. Mereka mengusung proyek bertajuk ‘Mengalibrasi ulang perangkat pendidikan melalui pendidikan kewirausahaan’. Proyek tersebut berfokus pada bagaimana pendidikan kewirausahaan dapat memberdayakan siswa untuk mengubah ide mereka menjadi tindakan.

Dan peringkat tiga diisi oleh Tim Pangolin dari Vietnam, yang terdiri dari Nguyen Van Thuan dan Mai Thanh Tung dari RMIT University Vietnam. Proyek mereka yang bertajuk ‘Menaklukkan Gelombang Perdagangan Global’ membahas masalah perdagangan di negara-negara ASEAN yang tak seimbang karena adanya perbedaan kapasitas transportasi laut di antarnegara.

Indonesia sendiri sebetulnya ikut mengirim tim untuk berlaga di kompetisi tersebut. Namun, Tim OWL tak mampu terpilih sebagai tiga besar pemenang ADSE tahun ini. Kendati demikian, tim Indonesia sangat bersyukur karena telah mengambil bagian dalam kompetisi ADSE. Mereka juga telah belajar tentang keterampilan dasar kepemimpinan, kerja tim, dan yang paling penting teknologi digital.

Tim OWL sendiri terdiri dari Willy Pratama dan Owen Gunawan dari Universitas Bina Nusantara. Keduanya mempresentasikan proyek perangkat lunak berjudul ‘SMARCO,’ kependekan dari ‘Smart Circular Economy’.

SMARCO adalah platform yang memungkinkan perusahaan untuk berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka dalam mengelola limbah yang mereka hasilkan. Proyek ini terpikirkan karena adanya kesadaran untuk mencegah kerusakan lingkungan yang dihasilkan oleh cara perusahaan memproses dan membuang limbah mereka, dan menciptakan lingkungan industri yang lebih efisien. Berdasarkan analisis tim, mengoptimalkan teknik pengelolaan limbah dan mengurangi dampak lingkungan dapat menghemat dana hingga US$590 juta.

Willy pun mengucapkan terima kasih kepada ASEAN Foundation dan SAP karena telah memberikan kesempatan yang bisa mengubah hidupnya. Menurutnya, selama di ADSE ia  memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan para ahli dalam mengembangkan keterampilan digital.

“Sekaligus bertemu sesama mahasiswa dari negara-negara ASEAN lainnya dan tokoh-tokoh kunci yang bekerja keras untuk mengubah kehidupan banyak orang di ASEAN menjadi lebih baik setiap harinya. Kami tidak sabar untuk melihat bagaimana ide kami dapat dibentuk dan dipraktekkan oleh para ahli di tahun-tahun mendatang,” jelas Willy.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Elaine Tan mengungkapkan, pendidikan adalah salah satu pilar dasar dari cetak biru integrasi dan pembangunan sosial ekonomi ASEAN. Untuk tujuan ini, inisiatif seperti ADSE perlu sebagai promosi interaksi lintas batas dan mobilitas yang lebih besar di seluruh kawasan. Juga sebagai sarana melengkapi kaum muda dengan keterampilan penting yang diperlukan agar dapat berkembang dalam masa depan yang semakin menantang dan disruptif.

“Kami sangat terdorong oleh kreativitas dan inovasi yang ditampilkan dalam entri hari ini, yang merupakan bukti kuat bagi semangat para pemuda ASEAN untuk secara sengaja menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat mereka,” tuturnya.

CIMB Niaga Terbitkan Proses Transaksi Pakai QR Code

0

Berempat.com – Kemudahan bertransaksi kini terus diusung, baik oleh Perbankan maupun perusahaan keuangan berbasis teknologi. Di antara kemudahan transaksi yang ditawarkan saat ini, pemindaian QR Code menjadi yang paling canggih. Dan salah satu bank yang baru saja meluncurkan fitur transaksi dengan pemindaian QR Code ialah CIMB Niaga.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengungkapkan, pihaknya baru saja meluncurkan transaksi melalui mobile aplikasi dengan skema pemindaian QR code.

“QR kita baru launching. Jadi QR itu launching sudah dapat approval dari BI,” terang Tigor di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Rabu (14/11).

Dengan begitu, Tigor menerangkan bahwa nasabah akan bisa bertransaksi menggunakan QR Code di berbagai merchant yang sudah bekerja sama dengan CIMB. Tak hanya itu, menurut Tigor persiapan transaksi menggunakan QR code juga sudah dipersiapkan dengan mesin EDC yang biasa digunakan untuk transaksi kredit dan debit.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo pun mengungkapkan bahwa Bank Mandiri akan meluncurkan skema transaksi QR code tahun depan. Targetnya adalah Januari 2019.

Sejatinya, Kartika menjelaskan bahwa skema pembacaan QR code sudah ada di seluruh bank, namun Bank Mandiri saat ini tengah mempersiapkan agar QR code dapat terhubung ke rekening nasabah dan kartu kredit.

Menurutnya, persiapan untuk QR Code tidaklah sebentar. Karena itu, pihaknya tengah mempersiapkan segala prosesnya. Nantinya, ungkap Kartika, pihaknya ingin mengarahkan transaksi QR Code ke retail dan transportasi. “Jadi (lebih diprioritaskan) pembayaran skala kecil,” imbuh Kartika.

Kartika lebih mengarahkan konsumen untuk menggunakan EDC maupun menggunakan kartu untuk transaksi skala besar. Pasalnya, faktor keamanan EDC atau yang menggunakan kartu lebih terjamin daripada QR Code untuk saat ini. Namun, masih perlu dilihat perkembangannya dalam 1-3 tahun lagi.

“Jangka pendek mungkin QR code memang lebih cocok untuk small ticket purchase. Nanti baru dari sisi kecepatan maupun settlement lebih baik baru tingkatkan. Card base dalam 1-3 tahun ke depan juga masih akan dipergunakan di sistem pembayaran,” terangnya.

Dalam perkembangannya, transaksi dengan skema pemindaian QR code juga akan bisa digunakan pada skala usaha kecil menengah seperti tukang bakso dan tukang jajan lainnya.

“Sama seperti EDC nanti QR harapannya ada standar nasional jadi nasabah tidak perlu punya banyak aplikasi,” jelas dia.