Sabtu, Mei 9, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 891

Sambut Harbolnas 12.12, Infinix Bocorkan Kejutan untuk Penggila Smartphone

0

Berempat.com – Kurang lebih dua minggu menuju Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember 2018 atau 12.12, Infinix Indonesia membeberkan bocoran kepada penggila smartphone Tanah Air atas kejutan yang akan disiapkan. Dalam menyiapkan kejutan tersebut, Infinix kembali menggandeng e-Commerce kenamaan di Indonesia, Lazada.

Kolaborasi antara Infinix dan Lazada sendiri sudah terjalin selama hampir 5 tahun lamanya. Kerja sama yang berlangsung di antaranya seperti peluncuran dan penjualan produk Infinix secara eksklusif hingga program flash sale khusus konsumen Lazada.

“Setiap kali kami mengadakan Infinix Flash Sale di Lazada, kami selalu berhasil menjual setiap bagiannya dalam hitungan menit. Itulah alasan mengapa kami mengundang pelanggan agar terus mengikuti official store Infinix hanya di Lazmall untuk memastikan bahwa mereka memiliki pengalaman belanja terbaik,” ujar Chief Commercial Officer Lazada Indonesia Bob Sprengers pada keterangan tertulisnya, Rabu (28/11).

Sebab itulah, Infinix tak ragu mempersiapkan kejutan dalam memeriahkan Harbolnas 12.12 nanti. Kejutan tersebut diberi tajuk “It’s PayDay Time!” yang dipersembahkan Infinix dengan memberikan potongan harga di setiap produk smartphone hingga Rp 500 ribu.

Campaign PayDay ini tentunya kita buat untuk para konsumen dan X-Fans (sebutan penggemar Infinix) yang mungkin belum mendapat kesempatan pada flash sale beberapa waktu lalu,” ujar Assistant Country Manager Infinix Indonesia Agus Supangat.

Sejauh ini, ada beberapa produk Infinix yang masuk dalam produk paling favorit di Lazada, yakni Infinix HOT S3X dan Infinix HOT 6 Pro.

Sebagai informasi, Infinix HOT S3X merupakan smartphone yang diperuntukkan bagi generasi muda yang kekinian dengan desain poni pertama dari Infinix. Infinix HOT S3X punya keunggulan pada resolusi kamera depan yang mencapai 16 MP dan fitur 4 in 1 Low-light Technology.

Kemudian untuk Infinix HOT 6 Pro merupakan smartphone yang hadir untuk mendukung kegiatan berfoto dengan Dual Kamera unggulannya, yakni 13MP + 2MP, serta lensa adopsi PDAF untuk fokus lebih cepat yang memiliki harga terbaik di kelasnya.

Momen Payday Infinix sendiri akan mulai dilaksanakan pada 27 November sampai dengan 3 Desember 2018 hanya di Lazada.

BAKMI GM Gunakan Platform CRM Capillary Technologies, Apa Itu?

0

Berempat.com – BAKMI GM telah menyadari pentingnya menciptakan program loyalitas yang dipersonalisasikan kepada para pelanggannya. Sebab itu, restoran franchise asal Indonesia ini pun memilih menggunakan platform RCM dari Capillary Technologies.

Dengan sistem personalisasi tersebut, BAKMI GM tak perlu lagi menggunakan kupon atau voucher fisik untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. BAKMI GM kini dapat beralih ke sistem manajemen hadiah berbasis digital.

Business Development Director Bakmi GM Tammy Tanumihardja mengatakan, BAKMI GM telah eksis selama 6 dekade. Karena itu mereka sudah sangat mengerti pentingnya memiliki daya saing dan bermanfaat bagi pelanggan.

“Capillary Technologies, dengan solusi digital yang terdepan dan menyeluruh akan memberikan kita celah untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan, mengidentifikasi pilihan-pilihan mereka melalui insight yang real-time. Selain itu, kami juga dapat berinteraksi secara lebih baik dengan pelanggan kami untuk menciptakan pengalaman dining yang memuaskan,” ungkap Tammy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/11).

Saat ini, BAKMI GM telah memiliki 3.000 karyawan dengan puluhan gerai yang sudah tersebar di Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Sementara dari segi pelanggan, diperkirakan BAKMI GM melayani 30.000 lebih konsumen setiap hari.

Sebagai informasi, Capillary Technologies akan mengimplementasikan platform CRM terpadu yang mengubah data mentah pelanggan di lebih dari satu kanal, yang kemudian akan diolah menjadi insight secara real-time sehingga memungkinkan adanya lebih banyak penawaran dan hadiah bagi pelanggan yang lebih spesifik.

Gerai-gerai makanan dan minuman di Indonesia saat ini sedang mencari cara yang baru dan inovatif untuk terhubung, mengajak, dan mempertahankan pelanggan melalui model bisnis dan pengadopsian teknologi yang baru. Semenjak tahun 2014, sektor ini telah menunjukkan pertumbuhan signifikan tiap tahun, didukung oleh peningkatan pendapatan perkapita Indonesia, pertumbuhan kelas menengah dan pengembangan teknologi.

Menurut Jakarta Dining Index yang dilakukan oleh Qraved, dari tahun 2009 hingga 2014 Indonesia mengalami peningkatan jumlah restoran hingga 250%, bahkan warga Jakarta mengunjungi restoran sebanyak 380 juta kali, menghabiskan hingga US$1,5 miliar atau sekitar Rp 21 triliun.

“Capillary Technologies sangat senang mengumumkan kerjasama ini dengan Bakmi GM. Kami sangat menantikan untuk dapat bekerjasama mengimplementasikan solusi kami yaitu pemanfaatan data pelanggan untuk program loyalti. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap salah satu merk ternama asli Indonesia,” ujar Presiden dan Managing Director, Global Accounts dan Asia Pacific, Capillary Technologies Abhijeet Vijayvergiya.

Platform CRM terpadu Capillary Technologies dapat mengukur, merancang dan mengeksekusi inisiatif omnichannel melalui pengumpulan data pelanggan di setiap interaksi pada platform tunggal, menyediakan data pelanggan secara menyeluruh di berbagai kanal sekaligus menganalisis data tersebut untuk mendapatkan insight yang dapat direalisasikan. Platform ini juga memfasilitasi keterlibatan pelanggan dengan lebih banyak rekomendasi yang dipersonalisasi menghasilkan penawaran yang relevan.

Di Asia Tenggara, Capillary bekerja dengan 14 juta pelanggan dan memiliki lebih dari 1.400 toko yang aktif di platform-nya, termasuk Mitra10, Bata, Farmasi Caring, TungLok Group, dan McDonald’s. Setelah baru-baru ini mendapatkan putaran pendanaan senilai 20 juta dolar yang dipimpin oleh investor blue-chip Warburg Pincus dan Sequoia Capital, Capillary juga berencana untuk mengalokasikan dana untuk memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, setelah mencapai pertumbuhan tiga kali lipat di wilayah ini.

Menanti Kembali Ajang Penghargaan Citra Pariwara Tahun Ini

0

Berempat.com – Ajang penghargaan bagi pelaku industri kreatif di Indonesia akan kembali digelar. Ialah Citra Pariwara yang akan dilangsungkan pada 30 November 2018 di Epicentrum Walk, Jakarta.

Tahun ini, Citra Pariwara akan mengusung tema ‘Menuju Masa Depan dengan Kembali ke Makna Awal’. Tema tersebut dimaksudkan untuk mengajak para pelaku industri kreatif dan periklanan agar dapat menciptakan lagi karya yang menginspirasi dan bernilai, baik bagi bisnis maupun nilai di mata masyarakat.

“Di tengah kejenuhan dalam berkreasi, satu hal yang paling penting untuk selalu diingat oleh pelaku industri, yaitu kembali ke asal. Kembali ke bagaimana great work memberikan kepuasan bagi pelaku industri ini,” terang Ketua Citra Pariwara 2018 Anne Ridwan di Jakarta, Selasa (27/11).

Anne pun kembali mengingatkan bahwa Citra Pariwara ada untuk memunculkan lagi berbagai ide baru dan segar di industri kreatif, khususnya periklanan. Selain itu, pada perhelatan Citra Pariwara tahun ini, penyelenggara akan mengadakan seminar serta Master Class yang membahas banyak topik. Setiap hari akan ada 4 kelas yang masing-masing mampu menampung 45 peserta. Dengan demikian, peserta pun dapat memilih seminar sesuai keinginan.

Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Charlie Azis mengungkapkan bahwa Citra Pariwara 2018 memang dikemas berbeda sesuai dengan permintaan dari berbagai kalangan.

“Kami tidak hanya fokus pada ajang kompetisi dan pameran kinerja, namun juga memberikan kesempatan bagi pelaku periklanan untuk belajar sesuatu yang berbeda,” ujarnya.

Sebagai informasi, pameran karya terbaik dari 14 kategori pada perhelatan Citra Pariwara 2018 akan berlangsung pada 28 November sampai 1 Desember 2018 di Epicentrum Walk. Tahun ini, Citra Pariwara juga mendapat dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Wakil Ketua Bekraf Ricky Pesik mengatakan bahwa kreatif tak hanya dalam bentuk karya, tapi kreatif bisa dalam bentuk strategi dan ide-ide segar dalam memajukan perekonomian bangsa.

Ternyata Saham Nadiem di Go-Jek Tak Sampai 5%

0

Berempat.com – Baru-baru ini beredar sebuah bocoran informasi mengenai struktur internal Go-Jek. Bocoran tersebut didapat dari firma konsultasi investasi Momentum Works. Tentunya, bocoran ini menjadi perhatian mengingat Go-Jek merupakan salah satu Unicorn terbesar di Indonesia. Dan yang menarik perhatian tentu saja kepemilikan saham sang pendiri, Nadiem Makarim.

Melansir dari Deal Street Asia, Selasa (27/11), Nadiem Makarim yang saat ini menjabat sebagai CEO Go-Jek memegang saham 4,81% atau setara 58.416 lembar saham. Kendati terkesan kecil, namun rupanya Nadiem yang duduk di dewan direksi Go-Jek menjadi individu dengan saham terbesar.

Seperti Kevin Aluwi, CIO Go-Jek yang juga duduk di dewan direksi ini hanya memegang 205 lembar saham. Kemudian ada CCO Go-Jek Antoine de Carbonnel yang memegang 1.923 lembar saham. Sementara untuk dewan direksi lainnya tak memiliki saham di Go-Jek.

Sementara itu, bila melihat dari susunan struktural atau dewan direksi, Nadiem juga tercatat menduduki kursi dewan komisaris sebagai ketua. Total ada sembilan anggota di dewan komisaris yang bertindak sebagai perwakilan para investor besar. Kesembilan anggota tersebut yaitu Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto; Direktur Toba Bara Pandu Patria Sjahrir; CEO Blili.com dan COO GDP Venture Kusumo Martono; Managing Director and Head of Southeast Asia Warburg Pincus Jeffrey Perlman; George Raymond Zage III dari Farallon Capital Asia; Principal Capital Group  Hotak Chow; Zhahui Li dari Tencent Investment; dan Direktur Temasek Pradyumna Agrawal.

Kondisi Ekonomi Tahun Depan Masih Dinilai Akan Positif

0

Berempat.com – Kendati tahun depan merupakan tahun politik, namun rupanya hal tersebut dinilai tak begitu berdampak pada perekonomian Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sahabat Sampoerna, Henky Suryaputra. Henky menilai bahwa kondisi ekonomi 2019 masih sangat positif.

“Banyak kebijakan baru pemerintah yang mendukung perekonomian. Belum lagi rupiah terus menguat hingga di bawah Rp14.500, inflasi terjaga. Ini sangat bagus,” ungkap Henky saat ditemui di Hotel Westin, Jakarta, Selasa (27/1).

Pernyataan tersebut disampaikan Henky lantaran ia tak melihat adanya potensi gejolak di dalam negeri pada tahun depan. Kondisi ekonomi yang positif di tahun depan tentu akan berdampak baik pada beberapa lini bisnis, termasuk pada kelangsungan bisnis asuransi jiwa. Apalagi, penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih di bawah 10%.

“Penetrasi (Cigna Indonesia) baru sekitar 3%. Makanya, kami terus memperkuat jalur kemitraan, pemasaran, dan penjualan lewat digitalisasi, proposisi produk yang sesuai kebutuhan masyarakat, dan jalur distribusi yang beragam,” ujar Presiden Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto pada kesempatan yang sama.

Di sisi lain, tingkat penetrasi asuransi saat ini masih didominasi di kota besar, sedangkan kota lapis kedua tingkat penetrasinya sangat rendah.

Sekedar informasi, berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 7,1%. Sebab itu, Herlin menilai bahwa rendahnya tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia bisa dijadikan sebagai peluang.

“Tahun depan adalah tahun politik, tetapi kami dan pelaku industri asuransi akan terus memberikan solusi,” tambah Herlin.

Cigna Indonesia Resmi Jalin Kerja Sama dengan Sampoerna Strategic

0

Berempat.com – Perusahaan asuransi jiwa Cigna Indonesia resmi jalin kerja sama dengan Sampoerna Strategic dalam hal pemberian perlindungan kepada karyawan, pelanggan, dan mitra kerja.

Presiden Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto mengungkapkan bahwa kerja sama strategis ini merupakan yang pertama dilakukan oleh Cigna Indonesia. Sebab itu, ia pun menyebut bahwa kerja sama strategis ini menjadi bersejarah.

“Penandatanganan kerja sama ini dilakukan 9 November 2018. Terus sekitar satu tahun penjajakan, ternyata kami memiliki visi-misi yang sama sehingga kerja sama strategis ini bisa terjalin,” ungkap Herlin kepada awak media di Hotel Westin, Jakarta, Selasa (27/1).

Dengan kerja sama ini, Cigna Indonesia akan mendapat akses untuk menawarkan asuransi kepada karyawan maupun pelanggan Sampoerna Strategic. Sementara bagi Sampoerna Strategic, kerja sama ini membuat pelanggan dan karyawannya memperoleh akses istimewa pada solusi perlindungan Cigna Indonesia yang paling relevan dan didukung layanan digital inovatif.

Adapun jenis produk asuransi yang akan ditawarkan yaitu asuransi kesehatan, asuransi jiwa, sampai dengan produk unit link. Selain itu, kedua perusahaan ini pun akan berkolaborasi dalam menyediakan produk asuransi kesehatan yang akan menjadi bagian dari employee benefit di lingkungan Sampoerna Strategic.

Sementara itu, perwakilan dari Sampoerna Strategic Ali Rukmijah menyebutkan bahwa saat ini Sampoerna Strategic memiliki 100 ribu karyawan, 150 ribu nasabah, 150 cabang mitra kerja, dan 20 kantor cabang Bank Sahabat Sampoerna.

Ali pun mengungkapkan alasan Sampoerna Strategic memilih Cigna Indonesia sebagai rekan kerja sama strategis ini. Menurutnya, Cigna sudah 30 tahun berada di Indonesia dan memiliki produk yang cukup luas, baik untuk masyarakat level atas maupun bawah, sesuai dengan kelompok bisnis Sampoerna Strategic.

“Banyak kegiatan bisa kami lakukan bersama-sama, termasuk untuk melahirkan produk-produk baru dan menuangkan ide-ide bersama,” jelas Ali.

Lebih lanjut, melalui kerja sama ini Herlin pun mengklaim bahwa Cigna Indonesia sudah melakukan langkah yang sejalan dengan program pemerintah, yakni meningkatkan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia.

“Penetrasi baru sekitar tiga persen. Makanya, kami terus memperkuat jalur kemitraan, pemasaran, dan penjualan lewat digitalisasi, proposisi produk yang sesuai kebutuhan masyarakat, dan jalur distribusi yang beragam,” papar Herlin.

Saat ini sebanyak 60% perlanggan Cigna Indonesia berasal dari korporasi dari total pelanggan sebanyak 1 juta. Cigna Indonesia merupakan anak perusahaan Cigna Corporation asal Amerika Serikat yang sudah beroperasi di 30 negara dengan 95 juta nasabah.

Sebagai informasi, di akhir 2017 Cigna Indonesia mencapai hasil finansial solid dengan rasio tingkat solvabilitas atau RBC (Risk Based Capital) sebesar 784%, jauh di atas peraturan pemerintah sebesar 120%.

Hanya Terlambat 6 Hari, Sari Roti Didenda Rp 2,8 M oleh KPPU

0

Berempat.com – Produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. telah dijatuhkan putusan mendapatkan denda sebesar Rp 2,8 miliar oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Senin (26/11). Perusahaan berkode emiten ROTI tersebut dianggap terlambat menginformasikan akuisisi yang telah dilakukan terhadap PT Prima Top Boga.

Karena itu ROTI dianggap melanggar pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 jo. Pasal 5 Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2010 terkait Keterlambatan Pemberitahuan Pengambilalihan Saham oleh PT Prima Top Boga.

“Menghukum terlapor membayar denda sebesar Rp 2,8 miliar yang harus disetor ke kas negara,” ujar Ketua Majelis Komisi Ukay Karyadi saat membacakan putusan hukuman di Kantor KPPU, Jakarta Pusat, Senin (26/11).

Adapun nilai transaksi akuisisi yang terlambat dilaporkan mencapai Rp 31.499.722.800. Padahal, semestinya perusahaan wajib melaporkan akuisisi yang sifatnya berjumlah tertentu (seperti nilai aset sebesar Rp 2,5 triliun dan/atau nilai penjualan Rp 5 triliun)  kepada KPPU paling lambat 30 hari sejak tanggal akuisisi.

Menurut keterangan dari putusan sidang, ROTI melakukan transaksi akuisisi saham PT Prima Top Boga pada 24 Januari 2018. Dan per tanggal 9 Februari 2018 ROTI pun resmi mengambil saham milik PT Prima Top Boga sebesar 50,99%. Bila menghitung dari kalender, maka ROTI semestinya memberitahukan akuisisi tersebut kepada KPPU paling tidak pada 23 Maret 2018. Namun kenyataannya pemberitahuan baru disampaikan ROTI pada 29 Maret, terlambat 6 hari.

Atas putusan tersebut, Sari Roti pun berniat mengajukan banding. Kuasa Hukum produsen Sari Roti, Haykel Widiasmoko mengatakan pihaknya akan bicara lebih dulu dengan manajemen Sari Roti.

“Tentu akan kami sampaikan dulu kepada pihak Nippon. Selanjutnya nanti akan dipertimbangkan,” ujar Haykel.

Walau Suka Berbelanja Online, tapi Konsumen AS Rindukan Pengalaman di Toko

0

Berempat.com – Beberapa waktu lalu SAP SE merilis hasil survei yang bertajuk SAP Consumer Propensity Study. Survei tersebut dilakukan guna mengetahui kebiasaan konsumen di Amerika Serikat (AS) saat berbelanja online. SAP menyurvei 1.000 konsumen AS dan menemukan bahwa 7 dari 10 konsumen AS yang senang berbelanja online ternyata mendambakan pengalaman di toko, seperti bertransaksi atau mencoba pakaian di fitting room.

“Survey mengindikasikan bahwa para pembeli senang dengan kepraktisan berbelanja online, namun merasa biaya pengirimkan lebih tinggi dari yang diharapkan, atau proses pengembalian yang bertele-tele dengan cepat mengubah pemikiran tersebut,” ungkap Head of Strategy SAP Commerce Cloud, Chris Hauca dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Selain itu, hasil survei tersebut juga menemukan bahwa 62% responden paling sering tak melanjutkan belanja online ke proses pembayaran karena tingginya biasa pengiriman. Kemudian, sekalipun senang berbelanja online, tapi 1 dari 3 responden percaya bahwa keberadaan toko konvensional masih diperlukan untuk menambah keinginan untuk membeli. Pasalnya, dengan adanya toko konvensional, konsumen yang sudah mengincar produk secara online dapat memastikan keinginannya dengan mencobanya di toko konvensional.

Sebanyak 47% responden menginginkan agar penjual dapat memiliki alat untuk membandingkan dua produk dengan spesifikasi yang mirip tapi memiliki harga yang agak berbeda. Survei tersebut pun menemukan bahwa 40% responden menggunakan ‘keranjang belanja’ sebagai cara untuk membandingkan harga sebuah produk di satu situs dengan situs lainnya.

Temuan hasil survei ini bisa menjadi acuan bagi pelaku bisnis e-commerce maupun retail konvensional agar dapat meningkatkan minat konsumen untuk berbelanja.

“Para retailer harus mempertimbangkan tentang bagaimana mereka mampu menghilangkan kejutan-kejutan mengganggu untuk consumer. Untuk memastikan pengalaman yang baik dan terus bertahan setelah pembelian, perusahaan perlu terhubung dengan proses-proses yang dihadapi pelanggan, dengan rantai pasokan back-end,” tutur Chris.

Sebanyak 65 Merek Franchise Malaysia Telah Buka 4.300 Gerai di 66 Negara

0

Berempat.com – Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail mengungkapkan kesuksesan franchise asal Malaysia yang sukses mendunia. Di hadapan pengusaha franchise Malaysia dan Indonesia, Saifuddin menyebut bahwa sebanyak 65 merek franchise asal Malaysia telah ada di 66 negara di dunia.

“Malaysia juga boleh berbangga karena 65 merek franchise dari Malaysia telah berjaya sampai ke 66 negara di dunia. Dari segi bilangan outlet sudah hampir 4.300 outlet dibuka,” tutur Saifuddin dalam acara Dialog Perniagaan Franchise Malaysia-Indonesia di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (25/11).

Dari jumlah gerai tersebut, 688 di antaranya ada di Indonesia. Sementara merek franchise Malaysia yang sudah eksis di Indonesia berjumlah 30. Saifuddin menyebutkan beberapa merek franchise asal Malaysia yang cukup terkenal di Indonesia, seperti Bangi Kopi Tiam, Daily Fresh, Old Town White Coffee, Global Art, hingga Roti Boy.

“Saya ingat beberapa bulan kemarin saya terperangkap di airport Bali gara-gara gunung merapi meletus, perut lapar, ada Roti Boy di situ,” kisah menteri yang baru menjabat selama 6 bulan tersebut.

Selain menyebutkan jumlah merek franchise Malaysia yang tersebar di dunia, Saifuddin juga menyebut bahwa di Malaysia banyak berdiri merek-merek franchise dari luar negeri.  “Terdapat 307 (merek) franchise dari 32 negara beroperasi di Malaysia,” imbuhnya yang bicara dengan logat Melayu.

Selepas memaparkan beberapa data tersebut, Saifuddin pun mengajak pengusaha franchise asal Indonesia agar berekspansi ke Malaysia, walaupun ia tahu bahwa pasar Malaysia tak sebesar Indonesia.

“Penduduk Malaysia sendiri sedikit, hanya 30 juta. Berbeda dengan Indonesia yang sudah 262 juta. Barangkali itu menjelaskan pasar di Indonesia cukup besar,” paparnya.

Kendati demikian, Saifuddin menegaskan bahwa kehadirannya melawat ke Indonesia tak lain untuk memberikan jaminan bahwa pemerintah Malaysia akan mendukung bisnis franchise Indonesia.

“Pemerintah memberikan jaminan menawarkan iklim perniagaan yang kondusif. Dan franchise itu penting untuk pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputy CEO Spire Research and Consulting Jeffrey Buhari mengungkapkan, Indonesia dan Malaysia sudah menjalin kerja sama perdagangan cukup lama. Kerja sama kedua negara ini pun memiliki nilai hingga US$ 17 miliar. Menempatkan Malaysia sebagai ‘Seven Large Trading Partner’ Indonesia.

“Untuk (kawasan) ASEAN Malaysia di nomor 3 setelah Singapura dan Thailand,” tambahnya.

Kemudian, tak lupa Jeffrey pun melakukan hal sama untuk menarik minat merek franchise asal Malaysia agar mau berekspansi ke Indonesia. Salah satu hal yang dipaparkan Jeffrey ialah multi-efek yang akan dirasakan oleh merek franchise seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini.

“Sektor swasta atau private sektor banyak didukung terlibat dalam projek pemerintah. Jadi apa dampak dari program pemerintah, seperti bisnis construction, real estate, bisnis retail pun akan mendapat secondary multi effect,” terang Jeffrey.

“Satu contoh di suatu wilayah yang dibangun infrastruktur baru akan muncul kawasan residensial baru, opportunity untuk franchise Malaysia untuk masuk dan membuka outlet baru,” pungkasnya.

Di Indonesia Jumlah Bisnis Berkonsep Franchise Masih Lebih Kecil Dibanding BO

0

Berempat.com – Bisnis berkonsep franchise di Indonesia boleh dibilang sangat menjamur. Pasalnya, bisnis berkonsep franchise cukup digandrungi karena tergolong mudah dijalankan. Mitra atau franchisee cukup berinvestasi untuk menduplikat seluruh bagian dari bisnis yang ingin dipunya. Namun, rupanya, di Indonesia sendiri jumlah bisnis berkonsep franchise masih jauh lebih kecil dibandingkan yang berkonsep Business Opportunity (BO).

“Di Indonesia terdapat 470 franchise internasional, 120-an (di antaranya) franchise lokal. Yang paling banyak itu business opportunity, sekitar 2.000 lebih,” ujar Presiden Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Kusnandar dalam Dialog Perniagaan Franchise Malaysia-Indonesia di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (25/11).

Sebelumnya, Anang pun menuturkan bahwa masih banyak pengusaha di Indonesia yang belum bisa membedakan antara bisnis berkonsep franchise dan BO. Sebab itu, tak sedikit pengusaha yang sudah menyebut bisnisnya franchise namun sebetulnya masih BO.

Namun, kendati demikian bisnis franchise asal Indonesia sudah ada yang berhasil mendunia. Kendati tak terlalu banyak, tapi setidaknya untuk yang bisa sampai di Malaysia saja terdapat beberapa merek, seperti Kebab Turki Baba Rafi, Ayam Bakar Mas Mono, Taman Sari Royal Heritage Spa, dan Bumbu Desa.

Sementara itu, merek franchise asal Malaysia yang sudah beroperasi di Indonesia pun cukup banyak. Beberapa di antaranya yang cukup populer yakni Bangikopitiam, Daily Fresh, Old Town White Coffee, Global Art, dan Roti Boy.

“Saya ingat beberapa bulan kemarin saya terperangkap di airport Bali gara-gara gunung merapi meletus, perut lapar, ada Roti Boy di situ. Saya makan Roti Boy,” kisah Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail pada kesempatan yang sama.

Pangsa pasar di Indonesia untuk bisnis franchise boleh dikatakan masih sangat besar. Apalagi bila melihat besarnya jumlah penduduk di Indonesia yang mencapai 200 juta lebih. Itulah mengapa, dialog perdagangan franchise antara Malaysia dan Indonesia dianggap penting untuk dilakukan.

Di samping itu, Anang sempat menuturkan bahwa ke depan perkembangan bisnis di Indonesia akan mengalami perubahan. Salah satunya yang diprediksi akan terjadi yaitu beralihnya masyarakat ke healty fast food.

“Prediksi saya akan terjadi healty fast food dan sekarang yang sedang terjadi ekonomi digital,” tukas Anang.