Sabtu, Mei 9, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 892

Kontribusi Franchise Terhadap Ekonomi Indonesia dan Malaysia

0

Berempat.com – Industri franchise terus menunjukkan pertumbuhan positif, baik di Indonesia maupun Malaysia. Berdasarkan data dari Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), industri franchise di Indonesia tumbuh antara 10-15% dengan nilai mencapai Rp 7 triliun di tahun 2017. Sementara di Malaysia sendiri industri franchise menyumbang pendapatan hingga 28 juta ringgit di tahun yang sama.

Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail mengungkapkan, setidaknya di Malaysia sendiri hampir 877 merek franchise beroperasi. Dari jumlah tersebut, 570 di antaranya adalah merek lokal.

“Sektor franchise ini sangat signifikan. Malaysia juga boleh berbangga karena 65 merek franchise dari Malaysia telah berjaya sampai ke 66 negara di dunia. Dari segi bilangan outlet sudah hampir 4.300 outlet dibuka di seluruh dunia,” ungkap Saifuddin dalam Dialog Perniagaan Franchise Malaysia-Indonesia di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (25/11).

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Deputi Spire Research and Consulting Jeffrey Bahar mengungkapkan, Indonesia dan Malaysia telah menjalin kerja sama bisnis yang cukup besar. Nilainya bisa mencapai US$ 17 miliar. Hal itu menempatkan Malaysia sebagai seven larget trading partner untuk Indonesia.

“Untuk kawasan ASEAN, Malaysia di nomor 3 setelah Singapura dan Thailand,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Dialog Perniagaan Franchise Malaysia-Indonesia berlangsung dengan tujuan saling mendukung untuk pertumbuhan bisnis franchise antara dua negara tersebut.

“Kerja sama antara Indonesia dan Malaysia mewujudkan suasana yang kondusif untuk urusan business to business diusahakan,” tutur Saifuddin.

“Saya tampil di sini untuk menjamin bahwa walaupun kerajaan Malaysia itu baru berubah tanggal Mei kemarin setelah 61 tahun belum pernah mengubah. Pemerintah (Malaysia) memberikan jaminan menawarkan iklim perniagaan yang kondusif. Dan franchise itu penting untuk pertumbuhan ekonomi,” sambungnya.

Sudah Tahu AIPOS? Aplikasi Pencatat Neraca Keuangan yang User Friendly

0

Berempat.com – Pencatatan neraca keuangan dalam sebuah bisnis adalah hal yang amat penting. Sebab dengan neraca keuangan yang jelas, pengusaha akan lebih mudah mengetahui untung atau ruginya bisnis, produk yang paling laku dan tak laku, hingga memudahkan saat akan mengakses pembiayaan.

Namun, sayangnya, tak semua pelaku usaha memiliki kemampuan dalam melakukan pencatatan neraca keuangan. Biasanya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) banyak terkendala untuk urusan satu ini.

Hal inilah yang kemudian mendasari lahirnya aplikasi sistem kasir yang diperuntukkan bagi para pelaku UMKM bernama AIPOS. Direktur PT AIPOS Mitra Solusitama, Andro Siahaan menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dapat membantu pelaku UMKM dalam mencatat neraca keuangan bisnisnya.

“Jadi kafe-kafe, siklusnya kalo dari pagi belanja ke pasar, dia (pengusaha) bisa bawa handphone-nya, dia bisa nyatet apa aja yang dibelanja buat hari itu, dimasukin ke aplikasi, lalu hari itu dia proses, siapkan buat jualan. Ketika mereka jual, mereka catet juga dalam aplikasi. Ketika ada pengeluaran dan pemasukan lain-lain, mereka catet juga,” papar Andro saat ditemui di acara Info Franchise & Business Concept (IFBC) di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (25/11).

Setelah memasukkan semua catatan, sambung Andro, barulah AIPOS akan menunjukkan laporan keuangan yang sudah tercatat secara menyeluruh. Dari laporan tersebut pengusaha pun bisa melihat untung dan rugi, waktu-waktu yang ramai, menu paling favorit, dan mana produk yang paling besar mendatangkan keuntungan.

Andro pun mengklaim bahwa AIPOS ini mudah untuk digunakan karena memang kemudahan itu yang menjadi fokus AIPOS. Bahkan, ia menyebut bahwa operator outlet pun akan sangat mudah mempelajarinya.

AIPOS memiliki 5 fitur utama yang meliputi Multi Outlet, Daftar Produk, Transaksi Penjualan, Bukti Pembayaran, dan Laporan Harian. Fitur Multi Outlet dapat memudahkan pengguna untuk mengelola keuangan lebih dari 1 outlet hanya dari 1 aplikasi.

Menurut Andro, meski baru berdiri pada Mei 2018 namun aplikasi tersebut sudah menggandeng lebih dari 230 UMKM. Saat ini, AIPOS pun telah bekerja sama dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk bisa menjangkau 175 ribu pelaku usaha UMKM.

Proses penggunaan AIPOS sendiri tergolong mudah. Pertama, pengguna bisa mendaftar melalui website aipos.co.id atau mengunduh aplikasinya di Google Playstore untuk mendaftar. Setelah itu, pengguna bisa mencoba berbagai fitur yang ditawarkan selama 14 hari secara cuma-cuma. Setelah lewat 14 hari, maka akan muncul notifikasi bahwa pengguna perlu melakukan pembayaran apabila ingin menggunakan lebih lama. Biayanya pun tergolong murah, hanya Rp 150 ribu per bulan.

Saat ini, selain mencatat neraca keuangan, AIPOS pun tengah mengembangkan simulasi perhitungan untuk modal dan hutang.

“Jadi bisa para rekan-rekan nanti bisa masukin catetan hutang-hutangnya. Saya sudah bayar berapa, sisanya berapa lagi. Penting banget tuh buat bank atau pemberi pinjaman lainnya untuk melihat sebenarnya bisa dibantu (dapat pinjaman) berapa,” terang Andro.

Dan ketika ditanya mengenai target jangkauan UMKM, Andro menyebut bahwa target utama baru akan dimulai tahun depan, yakni dengan menggandeng 10 ribu UMKM.

“Kalo sekarang kita masih kuatin support dulu, kita masih berbenah, masih merangkak. Target utamanya nanti di 2019 pengennya sih achieve 10 ribu UMKM kita bisa bantu,” tandasnya.

RJ Steel, Franchise Toko Mur dan Baut Pertama di Indonesia dengan Prospek Besar

0

Berempat.com – Bila umumnya franchise toko bahan material bangunan hadir menawarkan berbagai kebutuhan bahan bangunan, maka lain hal dengan yang ditawarkan RJ Steel. Franchise yang eksis sejak 18 Januari 2016 ini hadir khusus untuk menjual mur dan baut. Menurut Marketing Communication RJ Steel Pipit Ika, RJ Steel adalah pionir untuk toko khusus menjual mur dan baut.

“Yang kita jual di sini 80% mur-baut, sisanya alat teknik. Kita ada powers tools-nya Surpass, untuk hand tools-nya kita ada Kendo,” terangnya saat ditemui di Info Franchise & Business Concept (IFBC) Expo 2018, Balai Kartini, Jakarta, Minggu (25/11).

Tentunya mur dan baut yang dijual oleh RJ Steel berbeda dengan yang banyak dijual oleh toko bangunan pada umumnya. Pipit menjelaskan bahwa perbedaan itu terletak pada jenis mur dan baut yang dijual. “Kalo kita lengkap, dari yang paling kecil sampai yang paling besar ada,” tuturnya.

Selain itu, RJ Steel juga memberikan harga yang bersaing dibanding toko sejenis lainnya. Sebab RJ Steel memiliki pabrik produksi mur dan bautnya sendiri sehingga harga bisa sangat bersaing.

“Memang ada beberapa yang impor, tapi dijamin harga masih bersaing karena kita distributor tunggal di Indonesia,” tambah Pipit.

Saat ini, RJ Steel telah memiliki 30 franchise yang tersebar mulai dari Palembang, Makassar, Banjarmasin, Cengkareng, Madiun, hingga Ponorogo.

Pipit juga menjelaskan keuntungan mitra yang bergabung dengan RJ Steel, di antaranya memberikan kemudahan sistem kepada mitra, operasional komputer, serta pelatihan kepada karyawan untuk memahami operasional sistem yang berlaku.

Keunggulan sistem yang dimaksud Pipit mulai dari laporan keuangan sampai dengan pendeteksian jenis produk yang paling laku terjual hingga yang jarang laku terjual. Menurut Pipit, RJ Steel menerapkan sistem replace, di mana mitra bisa menukar produk yang penjualannya lambat dengan produk yang penjualannya cepat.

“Jadi modalnya franchisee ini terus berputar, gak stak. Kemudian ada portofolio analisa, kita juga berbasis komputer. Itu terpantau 24 jam sama pusat. Jadi kita terus maintaince mereka terus. Sistemnya itu semuanya, jadi itu akan memudahkan franchise, jadi mereka tinggal tarik data saja,” papar Pipit.

RJ Steel juga menerapkan sistem penempatan satu toko hanya untuk satu wilayah. Namun, yang perlu diingat, untuk bisa membuka RJ Steel Anda perlu menyiapkan tempat minimal 2 ruko dengan luas 4,5×7 meter per segi atau 5×10 meter per segi. “Karena memang dia harus (punya) tempat yang memiliki kapasitas menyimpan kurang lebih 3.000 mur baut, termasuk alat teknik,” jelas Pipit.

Untuk bisa menjadi mitra RJ Steel, nilai investasi yang Anda butuhkan yaitu sebesar Rp 1,2 M. Dengan nilai investasi tersebut, mitra akan mendapatkan sistem beserta perlengkapan. Kemudian mitra juga tak dibebankan royalty fee dan hanya perlu membayar 1 kali nilai investasi untuk durasi kontrak 5 tahun.

Dengan nilai investasi tersebut, RJ Steel memperkirakan mitra sudah dapat BEP dalam 3 tahun 1 bulan. Dengan catatan semuanya harus berjalan sesuai dengan peraturan dan analisa RJ Steel.

Pada kesempatan yang sama, Head of Operation RJ Steel Buyono The menyebut bahwa pihaknya tengah mengincar beberapa wilayah untuk RJ Steel.

“Kami tertarik untuk wilayah Bandung, Bekasi, Cilegon. Pinggiran Jakarta untuk area Barat dan Timur. Kita sasar kali ini mudah-mudahan banyak di pinggiran Jakarta. Kita harapkan ada goal 5-6 franchisee di pinggiran Jakarta,” ungkap Buyono.

Buyono menjelaskan, pihaknya tertarik di pinggiran Jakarta sebab kawasan-kawasan tersebut memiliki prospek yang bagus. Buyono menyontohkan untuk kawasan Cilegon atau Balaraja yang banyak terdapat pabrik.

Sebagai informasi, RJ Steel menargetkan dapat membuka 15-20 gerai baru di tahun depan.

Bisnis Waralaba Teh: Terlihat Remeh tapi Menguntungkan

0

Berempat.com – Pasti Anda sudah tak asing lagi dengan bisnis teh dalam bentuk booth yang biasanya berdiri di pinggir jalan, pusat perbelanjaan, maupun di kanton sekolah. Bisnis teh memang kerap dipandang remeh oleh banyak orang sebab mereka mengira keuntungan yang didapat tak terlalu besar. Tapi, hal tersebut tak berlaku dalam kamus Danny Waskita.

Owner bisnis waralaba teh dengan merek Teh Segerrr ini mengklaim bahwa bisnis teh itu sangat menjanjikan. Pasalnya, teh merupakan jenis minuman yang sudah eksis sejak dulu dan mudah diterima di berbagai kalangan usia.

“Teh relatif (bisa diterima) segala usia, mulai anak-anak, orangtua, dan dewasa, semua suka teh. Dan ini salah satu bisnis jangka panjang. Sampai kapan pun teh akan tetap ada. Kalau flashback ada yang legend, kayak teh botol Sosro, Teh Kotak, itu dari kita kecil sudah ada,” ujar Danny saat ditemui di Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2018, di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (25/11).

Danny juga melihat bahwa teh bukanlah jenis minuman musiman layaknya produk minuman yang lain.

Sementara yang membedakan antara Teh Segerrr dengan bisnis waralaba teh lainnya yaitu produk teh yang digunakan memiliki cita rasa yang khas. “Teh Segerrr ini bedanya ada di rasa tehnya. Tehnya (punya rasa) identik banget,” imbuhnya.

Teh yang berasal dari Malang, Jawa Timur ini pun menghadirkan 14 varian rasa teh yang tak biasa, yakni perpaduan teh dengan buah, seperti Teh Fresh Manggo dan Teh Fresh Lemon.

“Jadi ini yang pertama di Indonesia nih teh yang seperti ini, buka booth dengan rasa buah yang nggak kalah,” klaim Danny.

Dan hebatnya, produk teh yang dijual di Teh Segerrr ini memiliki harga yang relatif murah. Untuk wilayah Malang saja, Danny menjual di kisaran Rp 4 ribu – Rp 7 ribu dengan ukuran gelas medium. Menurutnya, itu sudah menjadi paling murah di Malang karena umumnya teh gelas medium dijual di kisaran Rp 7 ribu.

Karena murahnya harga yang ditawarkan, dalam sehari Danny mengaku dapat menjual 70-100 gelas teh. Dan kendati murah, namun rupanya keuntungan yang bisa didapat cukup besar. Danny mengklaim bahwa untuk satu gelas teh saja dirinya bisa mengantongi untung Rp 3 ribu.

“Jadi, satu teh plastik itu harganya 2.700 (modal) dan bisa jadi 10 cups,” terang Danny.

Saat ini, Teh Segerrr sudah memiliki beberapa gerai yang tersebar di Malang dan Surabaya. Lantaran ingin mengembangkan lebih jauh, Teh Segerrr pun membuka peluang bisnis. Bagi Anda yang berminat, Anda cukup berinvestasi sebesar Rp 5,5 juta. Namun, harga tersebut hanya berlaku selama di IFBC 2018. Karena harga normalnya Rp 7 juta.

“Kita mau ngasih kesempatan orang untuk buka. Karena ini, kan potensinya besar sekali untuk teh. Karena orang makan sudah pasti minum, tapi orang minum belum tentu makan. Kita bisa buka di mana saja, makanya prospeknya bagus. Bisa buka di daerah kos-kosan, bisa buka di kantin, bisa buka di Pujasera,” ujar Danny.

Kemudian, dengan investasi tersebut mitra akan mendapat booth, peralatan lengkap, bahan baku sejumlah 250, gelas sebanyak 500, media promosi dan video tutorial untuk proses pembuatan teh apabila mitra berada di luar pulau.

“Dalam 4 bulan sudah balik modal,” tambah Danny.

Selain membuka paket mitra mandiri, Teh Segerrr juga membuka paket mitra pasif. Paket tersebut diperuntukkan bagi mitra yang tak mau repot-repot menjalankan bisnis, namun bisa mendapatkan uang.

“Jadi paket mitra pasif itu orang bisa punya outletnya tapi yang jalanin kita. Outletnya punya dia, asetnya milik mitra, tapi yang jalanin kita. Nanti ada bagi hasilnya. Bagi hasilnya 60:40,” papar Danny yang menargetkan dapat menambah jumlah gerai sampai 50 outlet sampai akhir tahun ini.

Peluang Bisnis Semen Instan Serbaguna yang Semakin Menjanjikan

0

Banyak merek mortar yang pilih jasa OEM untuk menggarap pasar menjanjikan ini

Berempat.com – Kehadiran semen instan atau yang umum dikenal sebagai mortar tampaknya mulai mendapatkan tempat menjanjikan di pasar Indonesia. Kendati terseok-seok di awal kemunculannya pada 1996 yang dipelopori oleh PT Cipta Mitra Utama (MU), namun kini pasar mortar serbaguna sudah terbentuk di Indonesia.

Memang, mortar memiliki keunggulan dibandingkan dengan semen konvensional. Keunggulan yang ditawarkan bisa dilihat dari segi kemudahan dan kepraktisannya. Pengguna tak perlu lagi mencampur pasir dan air untuk bisa menggunakannya, melainkan cukup mencampur dengan air.

“Penggunaannya tidak lagi menggunakan pasir, sehingga menghemat waktu dan tenaga kerja,” ujar General Delegate Chairman Saint-Gobain Asia-Pacific Javier Gimeno seperti ditulis oleh Tempo 2017 lalu.

Selain itu, soal kualitas semen tak perlu dipertanyakan lagi karena mortar sudah diolah sesuai standar pabrikan, sehingga kualitas antara satu semen dengan yang lain sama dan terjaga . Berbeda dengan semen konvensional yang bisa jadi berbeda-beda kualitasnya saat digunakan, karena tergantung pada kelihaian pekerja saat mencampur komposisi semen, pasir, dan air.

Menurut Javier, harga mortar memang terkesan lebih mahal 20% dibanding semen konvensional. Tapi, mortar memiliki kualitas yang lebih terjamin dibanding semen konvensional. Belum lagi, kepraktisan yang membuat kerja para tukang lebih efisien dan cepat.

Memang, bila melihat fakta di lapangan, penggunaan semen konvensional terbilang lebih banyak memakan biaya meski harganya murah. Pasalnya, semen konvensional mengharuskan kita untuk membeli pasir yang pastinya dalam jumlah besar. Belum lagi, risiko kerugian akibat pasir dan semen yang terbuang karena tak habis digunakan.

Berbeda apabila menggunakan mortar sebab kita tak perlu membeli pasir lagi. Dengan begitu risiko pasir dan semen yang terbuang dapat ditekan, pekerjaan pun lebih cepat dan efektif karena lebih praktis. Dengan menggunakan mortar, para tukang bisa dua kali lebih cepat merampungkan pekerjaannya.

Mulai benar-benar terbukanya pasar semen instan di Indonesia sebenarnya bisa dilihat saat MU yang diinduki Saint-Gobain memutuskan untuk membangun pabrik ketiganya dengan kapasitas produksi 180 ribu ton per tahun di Medan, Sumatera Utara pada 2017 silam. MU rela menggelontorkan modal 8 juta euro atau Rp 125 miliar untuk menjangkau pangsa pasar barunya di Medan.

Selain MU, salah satu produsen besar semen konvensional milik Indonesia juga mulai merambah semen instan. Perusahaan berpelat merah itu adalah PT Semen Indonesia Tbk. Pada 30 April 2018 lalu, Direktur Keuangan Semen Indonesia Doddy Sulasmono Diniawan mengungkapkan bila pihaknya ingin mengakuisisi pabrik mortar atau membangun pabrik mortarnya sendiri.

“Mulai tahun ini kami akan masuk ke bisnis hilir semen. Mungkin melalui akuisisi tetapi yang terbesar di Indonesia itu Mortar Utama, sudah dijual kepada asing. Bisa juga kami buat sendiri,” ungkap Doddy di Jakarta seperti dikutip dari Katadata.co.id.

Sebagai langkah persiapan, Semen Indonesia pun sudah mempersiapkan investasi Rp 200 miliar yang diambil dari dana belanja modal (capex).

“Ke depan kita yakin masyarakat akan tinggalkan semen. Mortar itu lebih sederhana, enggak pake beli pasir lagi,” ujar Dody.

Sebelum Semen Indonesia, PT Holcim Indonesia Tbk. juga sudah menjajal pasar semen instan sejak 2015 silam. Mengutip dari Bisnis.com, Vice President of Sales Holcim Indonesia Juhans Suryantan mengatakan, keputusan tersebut diambil perusahaan karena melihat ketatnya persaingan.

“Industri itu oversubscribed. Kita lagi cari strategi agar perusahaan bisa suistain meski industri goyang. Jadi, kita coba masuki ke hilir,” ungkap Juhans yang masih menjabat kala itu.

Keputusan produsen semen konvensional untuk ikut memproduksi semen instan tentu tak diambil sembarangan. Berbagai analisa dan riset di lapangan sudah dilakukan. Apalagi bila berkaca pada Semen Indonesia yang sampai ingin mengakuisisi atau membuat pabriknya sendiri, maka boleh jadi pangsa pasar semen instan di Indonesia memang sudah besar.

Sudah terbentuknya pangsa pasar mortar di Indonesia pun diamini oleh CEO PT Mitra Mortar Indonesia (MMI) Hartawan Sudihardjo. Malah, menurutnya, Indonesia memiliki pangsa pasar yang besar tapi belum tergarap seutuhnya.

“Di Indonesia sampai sekarang masih di bawah 5% pasar semen yang tergarap,” ujar Hartawan saat berbincang dengan Berempat.com beberapa waktu lalu.

Karena masih besarnya pasar yang belum tergarap itulah banyak perusahaan asing yang kemudian melirik dan masuk ke Indonesia. Bahkan, menurutnya, pemain besar semen instan di Indonesia didominasi oleh perusahaan asing.

Saat ini, setidaknya ada 10 merek mortar yang bersaing di Indonesia, termasuk MU dan Holcim di dalamnya. Dan bila benar apa yang disampaikan Hartawan bahwa pasar mortar di Indonesia baru tergarap 5%, maka artinya ada kemungkinan pemain mortar dapat terus bertambah mengingat porsi ‘kue’ yang masih besar.

“Lihat saja Mortar Utama (MU), dulunya 100% orang lokal yang punya, tapi sekarang sahamnya 100% sudah dibeli oleh Weber (Saint-Gobain). Jadi sampai segitunya asing sangat minat dengan pasar mortar di Indonesia,” tukasnya.

Memproduksi Mortar Tanpa Perlu Punya Pabriknya Sendiri

Pada 2015 lalu, saat Holcim Indonesia memutuskan untuk ikut merambah memproduksi semen instan, perusahaan tersebut rupanya belum memiliki pabriknya sendiri.

“Kita masih kerja sama dengan pabrik mortar lain di Cilegon. Formulanya dari Holcim dan ada orang quality control kami di sana,” ungkap Juhans saat jumpa pers pada 2015 silam seperti dikutip dari Bisnis.com.

Menggunakan jasa perusahaan Original Equipment Manufacturer (OEM) memang sudah umum dilakukan di dunia bisnis. Tak terkecuali di industri mortar. OEM sendiri merupakan istilah lain dari makloon, di mana perusahaan OEM memiliki bahan baku dan pabrik untuk membuat sebuah produk yang diminta oleh perusahaan pembeli. Produk jadi nantinya akan dijual dengan merek perusahaan pembeli, namun dalam produk tersebut terdapat komponen yang berisi identitas perusahaan OEM.

Tak heran bila jasa OEM pun diminati lantaran bisa memangkas hampir 50% modal yang diperlukan. Karena perusahaan pembeli tak perlu mendirikan pabrik, mengupah karyawan, membeli bahan baku, memikirkan biaya produksi, dan membeli mesin mortar yang pastilah memerlukan modal miliaran rupiah.

Bila berkaca pada modal yang harus digelontorkan MU saat membuka pabrik mortarnya di Medan sebesar Rp 125 miliar, maka dengan memakai jasa OEM modal yang diperlukan untuk memproduksi mortar tak lebih dari Rp 625 juta. Sisanya, dapat dialokasikan untuk berbagai kegiatan pemasaran.

Bahkan, menurut Hartawan, perusahaan yang menggunakan jasa OEM bisa lebih fokus menggaet pasar. Pasalnya, banyak perusahaan yang akhirnya berguguran lantaran bermodal nekat membangun pabriknya sendiri tanpa tahu kekuatan pasar yang dimiliki. Sehingga fokus yang terbagi dua—produksi dan pemasaran—justru membuat mereka terpuruk sendiri.

“Sebagai pemain pemula cenderung lebih fokus untuk memikirkan membuat suatu produk yang akan kita jual ke pasar, tanpa kita pahami kekuatan pasar yang akan kita masuki. Bahkan lebih sering hanya dengan modal nekat, yang penting bikin dulu produk, masalah pemasaran bagaimana nanti, sehingga bisnis yang kita bangun tidak dapat bertahan lama,” terang pria kelahiran Jakarta 1971 tersebut.

Fokus menggarap pasar tanpa perlu memikirkan produksi karena sudah berjalan sendiri, tentu menjadi solusi yang sangat menguntungkan bagi sebuah perusahaan. Dan itu juga yang ditawarkan oleh PT Mitra Mortar Indonesia kepada kliennya.

“Pabrik mortar ini (MMI) memang memfasilitasi bisnis-bisnis mortar ini. Jadi ngapain mereka (perusahaan mortar) susah-susah bikin pabrik. Mereka tinggal bikin kemasan dan produksi di kami,” ujar Hartawan.

Hartawan pun mengklaim bila sudah banyak merek-merek besar mortar yang memilih menggunakan jasa perusahaannya untuk memproduksi mortar. “Lihat saja di website kita (mortarindonesia.com) langsung,” ujarnya.

Kendati demikian, Hartawan membeberkan bila kilennya tak hanya berasal dari perusahaan lokal, melainkan dari perusahaan luar negeri yang ingin menjajal pasarnya di Indonesia. Pasalnya, pria berkacamata tersebut mengibaratkan bahwa pangsa pasar mortar di Indonesia sama besarnya seperti pasar digital.

Online shop di Indonesia sangat potensial makanya mereka (investor luar negeri) inves gede-gedean. Nah, di mortar (pasarnya) juga seperti itu,” tukasnya.

Lebih lanjut, Hartawan menjelaskan bila kebanyakan perusahaan luar negeri itu akan lebih memilih menggunakan jasa OEM sebagai langkah awal ekspansinya ke Indonesia daripada langsung membangun pabrik sendiri. Langkah itu diambil karena modal yang mereka punya bisa lebih banyak dialokasikan ke marketing untuk menggarap pasar.

“Karena dengan OEM ini kalo produksinya berlebih atau overhead itu bisa ditanggung rame-rame sama beberapa merek. Misalkan gini, kalo kamu bikin pabrik mortar sendiri, paling banter kamu produksi 200 ton. Kalo kamu menjalankan pabrik sendiri hanya dengan kapasitas 200 ton, overhead biayanya itu akan mahal. Karena harus gaji karyawan dan biaya operasional lain. Coba kalo biaya overhead itu ditanggung beberapa merek (beban biaya akan lebih sedikit),” terangnya.

Selain itu, dengan menggunakan jasa OEM pun harga satu mortar sampai ke konsumen bisa ditekan lebih murah karena tak memakan biaya produksi yang besar. Karena semakin besar produksi harga semakin turun.

“Jadi mereka masih bisa berperang (bersaing) lagi walaupun nggak punya pabrik. Beda dengan yang punya pabrik sendiri. Makanya perusahaan asing rata-rata happy dengan (jasa) ini,” sambung Hartawan.

PT Mitra Mortar Indonesia Bisa Menekan Harga Mortar yang Diproduksi

PT Mitra Mortar Indonesia mengklaim bila biaya produksi mortar yang diberikan relatif lebih terjangkau ketimbang kompetitor. Pasalnya, dari segi ketersediaan mesin disuplai langsung oleh induk perusahaannya, PT Dissindo Pratama yang merupakan produsen mesin mortar selama 15 tahun. Berdasarkan company profile-nya, Dissindo sudah berkiprah sejak 2003 dan sudah memasok mesin mortar ke banyak perusahaan dan pabrik mortar di Indonesia.

“Itu yang bisa membuat investasi kita kecil. Itu adalah kelebihan kita. Saya punya keyakinan kita akan lebih dari yang lain karena investasi kecil. Jadi itu suatu kesempatan yang tidak boleh disiakan-siakan (perusahaan mortar),” ujar Hartawan.

Keunggulan lain yang ditawarkan oleh PT Mitra Mortar Indonesia yaitu dimilikinya sistem manajemen dengan mengedepankan teknologi. Adapun teknologi yang dimaksud adalah software yang bersifat mencegah human error dan untuk menjaga kualitas produksi. Jadi, Hartawan memastikan bahwa dirinya dapat mengontrol langsung jalannya produksi hanya dari smartphone-nya.

“MMI juga memiliki mesin modern sebagai penunjang produksi seperti teknologi Robotic Palletizing System yang dapat mendorong proses menjadi lebih cepat, efisien, dan produktif,” terang Hartawan.

Dan dengan teknologi tersebut, Hartawan pun mengklaim perusahaannya dapat memproduksi 100.000 ton mortar per tahun. Saat ini, kapasitas produksi yang terpakai di pabriknya pun baru sekitar 60% dari keseluruhan kapasitas yang tersedia.

PT Mitra Mortar Indonesia diketahui memiliki gudang logistik dengan luas 1.000 meter per segi di Sidoarjo, Jawa Timur. Sementara pabriknya berada di Lamongan, Jawa Timur yang berdekatan dengan lokasi tambang pasir silika sebagai bahan baku mortar.

“Yang terbaru kami akan buat pabrik di Cibinong,” sambung Hartawan.

Memang, ke depan Hartawan menargetkan pihaknya akan mendirikan beberapa pabrik pendukung di beberapa kota untuk bisa menjangkau pasar lebih dekat. Pasalnya, bisnis seperti ini dianggapnya cukup sensitif terhadap biaya transportasi.

“Jadi kalau saya punya pabrik di Jawa Timur mau suplai ke Jawa Barat itu nggak bisa. Harganya bakal habis di transportasi. Rencananya kita nanti punya pabrik kecil-kecil di setiap kota,” ungkapnya.

Dengan adanya pabrik-pabrik pendukung yang berkapasitas tak terlalu besar tersebut, Hartawan berharap dapat membantu kliennya untuk memproduksi mortar dalam jumlah tertentu sesuai dengan area pemasaran. Dengan begitu, maka harga per sak mortar para kliennya pun bisa lebih terjangkau sampai ke tangan konsumen.

#Adv

Menelisik Strategi Produsen Semen Instan Serbaguna Jangkau Konsumen Umum

0

Melihat dari segi konsumen umum, seberapa dekat produsen mortar dalam pemasaran?

Berempat.com – Kelebihan pasokan, itulah persoalan yang sedang dihadapi oleh industri semen nasional setahun belakangan ini. Pasokan semen yang mencapai 107 juta ton dianggap melebihi kebutuhan semen nasional yang tumbuh tak lebih dari 76 juta ton di tahun ini.

Belum selesai kelebihan pasokan, industri semen harus kembali menerima tekanan dari melemahnya rupiah terhadap dolar AS dan naiknya harga batubara. Otomatis, kedua hal tersebut membuat beban biaya produksi perusahaan jadi naik. Bahkan, banyaknya proyek infrastruktur yang tengah digalakan pemerintah tak banyak menolong.

Tertekannya produsen semen dapat terlihat dari anjloknya harga saham beberapa emiten sektor semen di akhir Semester 1-2018 ini hingga 50%. Bahkan produsen semen selevel PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) tak berhasil lolos dari penurunan saham.

Bila bicara soal kinerja, untuk Semen Indonesia, di tahun 2017 berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan 6,4% menjadi Rp 27,81 triliun. Namun, kendati demikian laba bersih yang diterima perusahaan justru turun 55,5%, yang sebelumnya Rp 4,52 triliun pada 2016 menjadi Rp 2,01 triliun.

Hal serupa juga dialami oleh Indocement yang membukukan pendapatan Rp 14,4 triliun pada 2017 lalu. Namun, laba bersih yang diterima perseroan turun 51,9%, atau yang pada 2016 memperoleh Rp 3,87 triliun menjadi Rp 1,86 triliun.

Begitupun dengan Holcim Indonesia. Penjualan bersih perseroan di tahun 2017 turun menjadi Rp 9,38 triliun dari Rp 9,45 triliun di tahun 2016. Perusahaan juga mencatat kerugian bersih pada tahun 2017 sebanyak Rp 758 miliar. Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2016 sebesar Rp 285 miliar.

Namun, kondisi berbeda justru dialami oleh produsen semen serbaguna atau mortar, yakni PT Cipta Mortar Utama (MU). Perusahaan yang khusus memproduksi semen instan ini justru meraih pertumbuhan penjualan di tahun 2017 sebesar 50%.

Barangkali, kondisi lebih baik dialami oleh produsen semen instan serbaguna dibanding produsen semen konvensional. Pasalnya, ceruk pasar semen instan masih terbuka lebar dan jumlah pemainnya pun masih sedikit dibanding semen konvensional.

Dalam catatan Asosiasi Semen Indonesia (ASI), perusahaan swasta dan asing saat ini telah menguasai 56% industri semen nasional, sedangkan sisanya dipegang oleh dua BUMN semen, yakni Semen Indonesia dan Semen Baturaja.

Namun, kendati demikian produsen semen instan sudah pasti turut terdampak pada tertekannya industri semen nasional saat ini. Apalagi, produsen semen instan juga mengincar pasar semen konvensional untuk beralih.

Strategi pemasaran produsen mortar

Menarik untuk mengintip strategi pemasaran seperti apa yang digunakan oleh perusahaan untuk bisa meningkatkan penjualan. Sebelum membahas produsen mortar, kita perlu sedikit membahas mengenai strategi yang banyak dilakukan oleh produsen semen konvensional untuk bertahan bahkan meraup untung.

Untuk Semen Indonesia, lebih memilih untuk mengincar proyek infrastruktur pemerintah menjadi strategi utama dalam meningkatkan penjualan. Hal ini juga dilakukan oleh anak-anak usahanya, seperti Semen Padang yang mengincar proyek infrastruktur di Padang.

Sementara strategi lain dilakukan oleh Indocement. Indocement justru memilih menaikkan harga jual semen antara 1-2% pada semester II-2018. Walaupun strategi tersebut dianggap tak tepat oleh Pengamat pasar modal dari Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada.

Namun, menilik strategi yang dilakukan produsen semen konvensional tentu tak bisa disamakan dengan produsen mortar. Pasalnya, semen instan serbaguna kurang dilirik untuk dipilih pada proyek infrastruktur. Penggunaan mortar justru lebih akrab untuk industri properti.

Namun, sayangnya, sepanjang penelusuran saya yang menempatkan posisi sebagai konsumen umum, tak mudah mendapatkan informasi melalui internet untuk beberapa produsen mortar yang ada di Indonesia. Saya hanya bisa menemukan informasi untuk produk Mortar Utama (MU), Holcim, Bostik, PT Enternit Gresik (KALSI), dan Semen Indonesia. Padahal, masih ada beberapa produsen mortar lain yang turut bersaing di ceruk pasar semen nasional, seperti PT Fortmix Indonesia, PT Jaya Brix, PT Amak Firdaus Utomo, dan lainnya.

PT Cipta Mortar Utama (MU)

Sudah berdiri sejak 1996, nama MU-Weber di pasar nasional semen instan rasanya tak perlu lagi diperkenalkan. Perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Saint Gobain Group sejak 2011 ini bisa dibilang cukup gencar berekspansi. Hal itu bisa terlihat dari banyaknya pabrik yang dibangun.

Tercatat, sampai berita ini ditulis MU sudah memiliki lima pabrik yang berlokasi di Medan, Banten, Gresik, Bekasi, dan Semarang. Memperbanyak pabrik di kota-kota yang dianggap strategis memang menjadi strategi MU dalam pemasaran. Tujuannya tak lain untuk memudahkan distribusi sehingga harga bisa bersaing. Selain itu, MU juga memperkuat jaringan toko ritelnya.

Selain dari urusan produksi dan penjualan, untuk branding, MU cukup aktif di beberapa kesempatan. Kontes #RumahIdamanmu yang berhadiah total Rp 10 juta untuk 3 orang pemenang ini menjadi jejak strategi yang dilakukan MU bertepatan dengan momen puasa dan Lebaran 2018.

Kemudian, melalui situsnya, saya juga menemukan adanya strategi melalui peluncuran aplikasi bernama MU-Weber AR Brochure. Aplikasi tersebut berbasis Augmented Reality (AR) yang menyajikan berbagai informasi produk MU secara menarik dan lengkap berdasarkan area pada rumah.

MU juga melakukan pendekatan kepada orang-orang yang berhubungan dengan industri mereka, seperti mengadakan forum atau pelatihan bagi pekerja bangunan maupun konsumennya.

PT Holcim Indonesia Tbk.

Dalam sebuah pernyataan, kendati penjualan tahun lalu mengalami penurunan, namun Holcim Indonesia optimis akan meraih peningkatan pendapatan di tahun ini. Dan upaya yang dilakukan Holcim ialah dengan menerapkan strategi pada sektor ritel dan business to business (B2B). Selain itu, jangan lupakan strategi menaikkan harga sebesar 1-2%.

Kendati strategi yang diusung lebih mengarah pada semen konvensional, namun pastinya Holcim juga akan menyelipkan produk semen instannya pada strategi-strategi yang diusung tahun ini.

Untuk strategi pada sektor ritel misalnya, Direktur Penjualan PT Holcim Indonesia Tbk. Surindro Kalbu Adi mengklaim, saat ini jumlah toko mereka meningkat 50% dibandingkan dengan tahun 2016. Namun, Adi tak menyebutkan angka pastinya.

“Kami akan terus tambah toko kami. Sampai saat ini sudah meningkat 50% dibandingkan tahun 2016,” jelas Adi di Jakarta 17 Mei 2018 lalu. Kemudian, untuk B2b, sudah pasti Holcim akan mengincar proyek infrastruktur maupun properti.

Chief Financial Officer PT Holcim Indonesia Tbk. Marx Schmidt, juga menyebut bahwa Holcim akan fokus pada penjualan ritel di Sumatera dan Jawa yang menjadi pasar inti mereka.

Selain itu, berdasarkan penelusuran di internet, saya bisa simpulkan jika Holcim cukup dekat dengan blogger. Artinya, mereka menggunakan blogger sebagai strategi branding dan pemasaran.

Situs Kadungcampur.com bisa menjadi salah satu bukti. Pada salah satu unggahannya, situs ini membeberkan dengan jelas mengenai inovasi Holcim dalam mengeluarkan produknya, yakni PowerMax yang cocok digunakan pada struktur bangunan dan WallMax yang cocok diaplikasikan pada dinding.

Bostik Indonesia

Salah satu perusahaan dunia yang turut menjajal pasar semen instan serbaguna di Indonesia adalah Bostik. Dari segi upaya pemasaran, bisa dibilang Bostik tak terlalu aktif di media sosial maupun secara digital. Untuk pemasaran semen instan serbagunanya, Bostik rasanya memang masih mengincar proyek properti.

Salah satunya seperti pengerjaan apartemen Serpong M Town yang dimuat pada situs Bostik.com. Proyek tersebut merupakan milik Summarecon Serpong.

Namun, di samping itu Bostik secara global sangat aktif melakukan branding dengan menjadi sponsor di berbagai acara internasional. Terakhir Bostik menjadi salah satu sponsor pada ajang balap sepeda Tour De France 2018.

Untuk di Indonesia sendiri, barangkali Bostik masih melakukan strategi pemasaran untuk semen instan serbagunanya dengan cara ‘tradisional’. Mereka hanya menjangkau pelanggan setianya yang sudah lebih dulu menggunakan berbagai produk lain Bostik, seperti produk waterproof.

PT Eternit Gresik (KALSI)

Umumnya, orang barangkali lebih mengenal KALSI sebagai produsen bahan bangunan, salah satunya papan fiber yang bisa diaplikasikan pada dinding, plafon, lantai maupun atap. Namun, KALSI juga mulai mengincar pasar mortar karena masih besarnya pasar yang tersedia.

Barangkali, untuk pemasaran produknya terdahulu KALSI sudah tak perlu terlalu bekerja keras karena sudah terbentuknya pasar. Tapi, untuk produk mortarnya, KALSI bisa dibilang masih perlu fokus untuk melakukannya.

Sejauh ini, untuk urusan branding, bisa dikatakan KALSI cukup baik dengan menjadi sponsor utama sebuah program televisi Bedah Rumah yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta. Bisa disimpulkan demikian karena seperti pada unggahan media sosial Facebook KALSI yang menyebut program Bedah Rumah Bersama KALSI selama di bulan puasa kemarin.

Bisa jadi, seluruh bahan bangunan yang digunakan, termasuk semen mortar yang lebih cepat kering dibanding semen konvensional merupakan produk KALSI. Selain itu, KALSI juga turut mengadakan kompetisi berhadiah voucher Indomaret.

Bila melihat dari keempat produsen mortar di atas, maka bisa disimpulkan bahwa masing-masing memiliki strategi yang berbeda-beda. Ada yang memilih memperbanyak pabrik, menaikkan harga jual, menguatkan branding, aktif di media sosial, menjadi sponsor utama, dan fokus mengincar proyek properti.

Tapi, bila berdasarkan penelusuran saya yang memposisikan diri sebagai konsumen awam, maka bisa dikatakan jika merek mortar seperti MU-Weber dan Holcim lebih mudah untuk diketahui. Karena merek-merek ini sudah lebih dulu punya nama.

Namun, kedua merek tersebut bisa menjadi pilihan kedua bila saya tahu produk mortar KALSI yang cukup aktif di media sosial. Apalagi pernah menjadi sponsor utama sebuah program Bedah Rumah. Sementara Bostik, rasanya saya baru akan menyadari bila Bostik punya produk mortar apabila ada yang merekomendasikannya.

Wulan Guritno CS Memulai Poetre Spa Hanya Bermodal Rp 12,5 Juta

Berempat.com – Siapa bilang kalau bisnis selebriti selalu dimulai dengan modal besar. Wulan Guritno CS salah satu buktinya. Bersama tiga rekannya (Amanda Soekasah, Janna Soekasah, dan Jovita Noorwanti), Wulan membuka bisnis spa hanya bermodal Rp 12,5 juta.

Hal tersebut diungkapkan oleh Amanda Soekasah saat menjadi narasumber talk show di Info Franchise and Business Concept (IFBC) Expo 2018.

“Jadi kita patungan. Punya satu ruangan, cuma punya 2 bed. Waktu itu kita buka waxing studio dan kita bukanya di depan pengadilan Ampera,” kisah Amanda, Sabtu (24/11).

Wulan Guritno CS memulai bisnis bersama di tahun 2007 silam. Amanda yang hari itu berpakaian serba putih mengaku bahwa saat itu belum membuka spa, melainkan hanya layanan waxing.

“Tapi memang waktu itu kita komit mau buat sesuatu yang asli Indonesia. Makanya namanya Poetre, itu dari bahasa sansekerta artinya putri. Jadi kita pelayanan ala putri Indonesia,” ungkap Amanda.

Kendati kompak menjalani bisnis perawatan tubuh, namun rupanya keempat srikandi ini memiliki passion yang berbeda. Namun, menurut Amanda, bila sudah urusan kecantikan mereka sangat kompak.

“Namanya perempuan kalo sudah urusan kecantikan pasti kompak,” katanya.
Bermula hanya dari waxing studio, bisnis mereka pun berkembang seiring berjalannya waktu. Kini, Poetre Spa sudah mengusung konsep ‘One Stop Treatment’.

“Terus karena waktu itu kita komit untuk terus belajar akhirnya kita bisa buka 12 franchise,” tutur perempuan bertubuh semampai tersebut.

Amanda pun mengaku bahwa awal mula Poetre Spa mendapatkan mitra setelah ikut pameran peluang bisnis semacam IFBC Expo 2018. Karena itu, Amanda mengaku senang dengan keberadaan expo peluang bisnis ini.

“Jadi di pameran Franchise pertama itu kita langsung dapat 5 franchisee,” kisah Amanda.

Kini Poetre Spa pun telah tersebar di banyak kota selain di Jabodetabek, seperti di Aceh, Makassar, Balikpapan, hingga Surabaya.

Dalam memasarkan merek Poetre Spa, Amanda pun tak menampik bahwa sosok Wulan Guritno sangat berpengaruh. Ia pun menganggap bahwa keberadaan Wulan bisa sangat membantu dalam kegiatan promosi.

“Dan orang-orang yang ingin (ambil) franchise sama kita pasti lihat value itu,” ujarnya.

Namun, lebih dari itu Poetre Spa menawarkan peluang bisnis yang diperuntukkan bagi anak muda dengan investasi yang tak tergolong mahal.

“Investasi mulai dari Rp 300 juta sudah dapat training staf dan seragam,” paparnya.

Inilah 21 Merek Peraih Indonesia’s Most Innovative Brand 2018

0

Berempat.com – Dalam sebuah bisnis, inovasi merupakan hal penting dalam sebuah bisnis. CEO Majalah Franchise Indonesia Rofian Akbar menuturkan, baha mau tak mau sebuah bisnis harus berinovasi.“

“Tanpa inovasi kita tidak bisa business plan, tanpa inovasi kita bisa mati. Jadi mau nggak mau kita harus berinovasi. Maka inilah yang melatarbelakangi kita dalam memberikan penghargaan The Most Innovative Brand,” ungkap Rofian sebelum memberikan penghargaan di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (24/11).

Dalam menentukan peraih penghargaan tersebut, Rofian mengungkapkan bahwa inovasi bisa hadir dari komitmen dan kompetisi sang pengusaha. Karena itu, tanpa memiliki komitmen dan kompeten di bisnis yang dijalani, seorang pengusaha tak akan bisa melahirkan inovasi.

“Karena komitmen dan kompetensi itu adalah awal mula lahirnya R&D. Dan dari research and development inilah lahirlah inovasi yang dilandaskan oleh perubahan market dan sebagainya,” terang Rofian.

Inovasi, sambung Rofian, bisa datang dari berbagai sisi, baik itu dari sisi produk, jasa, konsep bisnis, harga, hingga kemasan produk.
Bagian lain yang tak kalah penting dari inovasi menurut Rofian yaitu mengomunikasikannya kepada masyarakat. Sebab inovasi tanpa komunikasi adalah kesia-siaan.

“Dan saya yakin merek-merek peraih (penghargaan) inovatif semakin inovatif di kemudian hari dan bisa menjadi pemacu bagi pengusaha pemula untuk ikut berinovasi,” harap Rofian.

Adapun penghargaan Indonesia’s Most Innovative Brand 2018 ini diberikan ke 21 merek paling inovatif di Indonesia. Ke-21 merek tersebut yaitu:
1. Aichi Indonesia
2. Art Metal Indonesia
3. Ayam Keprabon
4. Bambu Spa
5. biMBA AIUEO
6. Bunda Esty Baby Spa
7. Cleanlite Laundry
8. CMA Mental Arithmetic
9. Crispyku Fried Chicken
10. Dirty Chicks
11. DNI Skin Care
12. D’Penyetz
13. English Faster
14. Ethica
15. Green Nitrogen
16. Kako Thai Tea
17. Kedai Kopi Kapal Api
18. Lulla Thai Tea
19. MaoMao Thai Tea
20. Top Coat Indonesia
21. Wakecup Indonesia

Selain itu, bersamaan dengan diterimanya piagam penghargaan, para peraih mendapatkan buku Bunga Rampai Franchise karya Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar.

Tak lupa, sehabis ikut memberikan piagam penghargaan, Anang pun memberikan wejangan kepada para peraih penghargaan.

“Inovasi harus berkelanjutan, nggak bisa hanya sekali. Kalo berhenti, habis nanti,” tandasnya.

Ayam Gejrot Mak Ayu Beri Diskon Kemitraan Selama di IFBC Expo 2018

0

Berempat.com – Indonesia sejak dulu sudah dikenal memiliki ragam jenis kuliner. Di setiap waktu, kuliner di Indonesia juga terus terinovasi sehingga tak heran jika bisnis satu ini terus tumbuh.

Ayam Gejrot Mak Ayu adalah salah satu contoh bisnis kuliner terbaru yang berbeda dari kuliner olahan ayam lainnya.

“Ayam Gejrot Mak Ayu ini namanya kita berasal resep asli dari Jogja. Ini ada 2 macam jenis, ada ayam keriting itu rasanya asin dan ayam hitam manis itu dimasak bacem,” terang pemilik Ayam Gejrot Mak Ayu, Hetty Santoso di IFBC Expo 2018, Sabtu (24/11).

Hetty pun mengklaim bahwa nama Mak Ayu terinspirasi dari nama ibunya dan merupakan merek asli Jogja.

Saat ini, tutur Hetty, Ayam Gejrot Mak Ayu sudah buka di 2 lokasi, yakni di Bandara Soekarno Hatta dan di Summarecon Mall Bekasi. Hetty menyebut bahwa bisnis yang baru dijalaninya selama 6 bulan ini memiliki menu andalan berupa Ayam Gejrot Meler.

“Jadi itu ayamnya keriting kemudian diberi keju mozzarella, kemudian pakai mie. Itu digemari orang-orang saat ini,” terang Hetty.

Total menu yang dimiliki Ayam Gejrot Mak Ayu sebanyak 8 menu derang harga di kisaran Rp 20 ribu-Rp 27ribu.

Hetty pun menjelaskan bahwa Ayam Gejrot Mak Ayu tengah membuka peluang bisnis bagi siapa saja yang ingin berbisnis kuliner. Untuk menjadi mitra, Hetty membuka investasi dengan besaran nilai Rp 100 juta.

“Itu sudah mencakup masa kontrak 5 tahun dan tidak ada royalty fee. Jadi keuntungan seluruhnya milik mitra. Kemudian bisa dapat seluruh peralatan, media promosi, dan bahan baku sebanyak 200 cup,” imbuh Hetty.

Untuk luas tempat, rupanya Ayam Gejrot Mak Ayu ini tak perlu terlalu luas. Cukup dengan luas tempat 3×3 meter Anda sudah bisa membuka bisnis. Namun, ada yang spesial khusus selama pameran IFBC Expo 2018 berlangsung di Balai Kartini, yakni diskon.

“Selama pameran ini kita kasih diskon jadi Rp 75 juta. Kemudian depositnya kalo harga normal Rp 10 juta jadi Rp 5 juta,” tutur Hetty.

Dengan nilai investasi tersebut, Hetty memproyeksikan mitra dapat mencapai BEP dalam tempo 9 bulan. Namun, capaian tersebut tergantung lokasi dan banyak penjualan.

“Kalo di sini perhitungan kita misalnya per hari bisa laku 100 pack, sudah dipotong biaya operasional berarti bisa BEP dalam 9 bulan,” jelasnya.

Bila Anda tertarik untuk bermitra, Hetty merekomendasikan beberapa lokasi yang direkomendasikan seperti di sekolahan, kampus, rumah sakit, stasiun, di depan minimarket, hingga di kantor.

Hetty pun berharap, setiap tahun Ayam Gejrot Mak Ayu bisa membuka paling tidak 10 gerai.

Mudah dan Murahnya Bangun Website Hingga Keloala SEO di Indonetwork

0

Berempat.com – Di era digital saat ini hampir segala lini bisnis telah menjamah internet. Membangun situs atau website sudah menjadi kewajiban apa pun jenis bisnisnya. Menyadari hal itu, Indonetwork pun hadir sebagai solusi.
General Manager Indonetwork Medy Papinka mengklaim bahwa Indonetwork adalah pionir marketplace di Indonesia.

“Kalo di China ada Alibaba, maka di Indonesia kamilah (Indonetwork) marketplace pertama,” ujar Medy saat bicara di IFBC Expo 2018, Jakarta, Sabtu (24/11).

Di Indonetwork, pelanggan bisa memilih dalam membuat website, bisa berupa sub-domain dengan menumpang di situs Indonetwork maupun membuat domain sendiri.

Medy menerangkan bahwa Indonetwork menyediakan berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan oleh para member. Pertama seperti fitur statistik.

Fitur statistik tersebut bisa memungkinkan member untuk mendapatkan informasi berapa banyak pengunjung situs, berapa banyak yg membuka telpon, dan berapa banyak yg mengirimkan email enquiry.

“Dengan data statistik ini bapak ibu bisa mengukur seberapa efektif beriklan di Indonetwork. selama 1 bulan terakhir ini berapa banyak yang berkunjung ke website, semua ada lock-nya di dashboard website yang kami buat,” terang Medy.

Kemudian ada juga fitur yang memudahkan member untuk membagikan situs maupun unggahannya ke berbagai media sosial, seperti Twitter, YouTube, dan Instagram.

Ada juga fitur nomor WhatsApp yang disediakan oleh Indonetwork. Sehingga para pengunjung yang ingin berkomunikasi bisa langsung tersambung ke WhatsApp para member.

“Itulah kemudahan-kemudahan yang kami tawarkan. Sekali lagi, cukup menjadi member kami, kami buat website dengan segala fiturnya, dan itu akan mempermudah bapak ibu sekalian,” papar Mendy.

Selain membuatkan situs dan domain, Indonetwork juga bisa membuatkan email perusahaan atau yang sama dengan nama situs maupun merek. Tak berhenti di situ, Indonetwork juga menawarkan layanan untuk mendongkrak situs dari SEO dan SEM.

“Setelah bikin website, punya domain sendiri, punya email sendiri, merasa masih belum cukup maunya pada saat orang mencari dunia online mau nongol di halaman depan mesin pencarian Google ini tentunya tidak gampang. Inilah yang kita akan bicarakan yaitu search engine optimization (SEO),” ujarnya.

Untuk bisa menjadi member dan mendapatkan berbagai kemudahan tersebut, Infonetwork menawarkan beragam pilihan paket. Yakni Premium Member dengan nilai investasi Rp 2,4 juta/tahun – Rp 6,6 juta/3 tahun, paket Diamond 3 senilai Rp 13,9 juta, hingga paket Platinum senilai Rp 39,6 juta.