USAID Tawarkan Kerja Sama Pelatihan Pekerja Migran Indonesia

0
313
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri bersama jajaran Kementerian Ketenagakerjaan saat menerima delegasi United States Agency for International Development (USAID) di Jakarta, Selasa (3/4).

Berempat.com – United States Agency for International Development (USAID) menawarkan program kerja sama pelatihan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan berangkat ke luar negeri. Mengetahui hal tersebut, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri pun menyambut baik. Tawaran tersebut pun akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengawasan Tenaga Kerja dan Keselamatan Kesehatan Kerja (Binwasnaker K3) Sugeng Priyanto dalam keterangan rilisnya, Selasa (3/4). Sugeng menuturkan bahwa tawaran kerja sama tersebut disampaikan saat Menaker Hanif menerima perwakilan USAID David Timbermain dan Ahsanul Minan di gedung Kementerian Ketenagakerjaan.

“Pak Menteri menyambut baik tawaran itu. Ada dua tawaran pelatihan yakni melatih ketrampilan PMI termasuk pelatihan sebelum keberangkatan keluar negeri. Nanti akan di-follow up kira-kira jenis pelatihan apa yang akan bisa dilaksanakan dalam waktu segera,” ungkap Sugeng.

Sugeng pun menuturkan, badan bantuan dari Amerika Serikat itu bukan hanya menawarkan pelatihan yang ditujukan pada pekerja migran, tapi juga bantuan dalam meningkatkan manajemen organisasi dan individu.

“Jadi kita ditawarkan mau pelatihan apa? Karena saya Dirjen pengawasan, saya menanyakan adakah program untuk pengawas tenaga kerja. Dia bilang mau kaji terlebih dulu,” imbuh Sugeng.

Tawaran kerja sama pelatihan ini bukan hanya diberikan kepada Kemnaker, USAID pun menawarkan hal serupa kepada beberapa kementerian, salah satunya Kementerian Kesehatan.

“Nanti Pak Menteri akan mengkaji  tawaran-tawaran kerja sama dari USAID tadi, dan akan ditindaklanjuti oleh eselon I,” lanjut Sugeng.

Sementara itu, David menegaskan dalam pertemuan USAID dengan Kemnaker tak lain untuk membahas peluang kerja sama yang akan diberikan. “Tentunya kerjasama yang sesuai dengan kebutuhan kedua belah pihak, yakni seputar pengembangan sosial-ekonomi dan terkait dengan bidang ketenagakerjaan,” ungkap David.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.