Walau Suka Berbelanja Online, tapi Konsumen AS Rindukan Pengalaman di Toko

0
327
Ilustrasi berbelanja langsung di toko konvensional. (pexels.com/Alexandra Maria)

Berempat.com – Beberapa waktu lalu SAP SE merilis hasil survei yang bertajuk SAP Consumer Propensity Study. Survei tersebut dilakukan guna mengetahui kebiasaan konsumen di Amerika Serikat (AS) saat berbelanja online. SAP menyurvei 1.000 konsumen AS dan menemukan bahwa 7 dari 10 konsumen AS yang senang berbelanja online ternyata mendambakan pengalaman di toko, seperti bertransaksi atau mencoba pakaian di fitting room.

“Survey mengindikasikan bahwa para pembeli senang dengan kepraktisan berbelanja online, namun merasa biaya pengirimkan lebih tinggi dari yang diharapkan, atau proses pengembalian yang bertele-tele dengan cepat mengubah pemikiran tersebut,” ungkap Head of Strategy SAP Commerce Cloud, Chris Hauca dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Selain itu, hasil survei tersebut juga menemukan bahwa 62% responden paling sering tak melanjutkan belanja online ke proses pembayaran karena tingginya biasa pengiriman. Kemudian, sekalipun senang berbelanja online, tapi 1 dari 3 responden percaya bahwa keberadaan toko konvensional masih diperlukan untuk menambah keinginan untuk membeli. Pasalnya, dengan adanya toko konvensional, konsumen yang sudah mengincar produk secara online dapat memastikan keinginannya dengan mencobanya di toko konvensional.

Sebanyak 47% responden menginginkan agar penjual dapat memiliki alat untuk membandingkan dua produk dengan spesifikasi yang mirip tapi memiliki harga yang agak berbeda. Survei tersebut pun menemukan bahwa 40% responden menggunakan ‘keranjang belanja’ sebagai cara untuk membandingkan harga sebuah produk di satu situs dengan situs lainnya.

Temuan hasil survei ini bisa menjadi acuan bagi pelaku bisnis e-commerce maupun retail konvensional agar dapat meningkatkan minat konsumen untuk berbelanja.

“Para retailer harus mempertimbangkan tentang bagaimana mereka mampu menghilangkan kejutan-kejutan mengganggu untuk consumer. Untuk memastikan pengalaman yang baik dan terus bertahan setelah pembelian, perusahaan perlu terhubung dengan proses-proses yang dihadapi pelanggan, dengan rantai pasokan back-end,” tutur Chris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.