Selasa, Mei 12, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 821

Belajar dari Jatuh Bangun Mas Jono…. (Bag 1)

0

Latar belakang seseorang bukanlah faktor penentu dari kesuksesan seseorang, bukan pendidikan, gender, suku, budaya, ras maupun agama tertentu yang akan menjadikan seseorang sukses dalam kehidupannya. Tetapi impian besar yang terus dihidupkan dan dijalankan dengan keyakinan kuat serta diiringi dengan tindakan yang pantang menyerah dan mau terus belajar dari yang terbaik dan diakhiri dengan do’a, yang akan menentukan keberhasilan seseorang untuk meraih apapun yang menjadi impiannya.

Kesuksesan itu memiliki pola, kesuksesan itu bukanlah kecelakaan dan kesuksesan itu dapat diprediksi dan berita baiknya kesuksesan itu dapat dipelajari oleh setiap orang yang ingin mencapainya. Anda hanya tinggal mengikuti jejak orang sukses, maka kesuksesan pasti akan Anda dapatkan.

Begitu juga kisah sukses seorang anak muda yang mantan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bernama Jono. Anak desa yang berasal daerah Banyumas, Jawa Tengah. Orangtuanya adalah seorang buruh tani, pemuda yang hanya tamatan SMK jurusan mesin produksi ini sudah berdagang koran dan asongan di terminal bis dan stasiun kereta api sejak kelas 3 SMP hingga 2 SMK. Berjualan bukanlah cita-citanya sejak kecil, karena keadaanlah yang memaksanya jualan koran setiap hari dan asongan pada hari libur.

Karena merasa pendapatannya kurang ketika menjadi penjual koran dan berdagang asongan, pada saat berumur 16 tahun Jono mencoba melamar pekerjaan dan diterima  bekerja sebagai  pramusaji ditempat bisnis hiburan (karaoke-diskotik-billiard), tetapi disana ia hanya bertahan selama 7 bulan karena Jono mengalami kelelahan ketika bekerja, hal ini disebabkan pada pagi hari Jono pergi ke sekolah hingga siang hari, dan sore hari bekerja di tempat hiburan hingga pukul 2 pagi. Jono terpaksa kembali bekerja sebagai penjual koran dan asongan.

Pada tahun 1997 setelah lulus sekolah dan memiliki Ijasah SMK Jono muda memberanikan diri untuk mengadu peruntungan dan memutuskan hijrah ke Jakarta untuk mencari pekerjaan di Ibu kota. Berbekal uang seadanya dan dengan berat hati ia meninggalkan orangtua, saudara dan kampung halamannya. Beruntung, karena referensi teman sekampung yang sudah lebih dulu ke Jakarta, Jono dapat pekerjaan dengan cepat dan bekerja pada sebuah proyek menjadi kuli bangunan dengan upah Rp 8.000/hari.

Bekerja sebagai kuli bangunan hanya bertahan tiga bulan, karena proyek sudah selesai dan Jono kembali berusaha mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup di Jakarta. Seorang temannya kembali mereferensikan perkerjaan pada Jono untuk bekerja di sebuah Restoran Mie Ayam di bilangan Jembatan Tiga, Jakarta Utara sebagai pramusaji dan merangkap koki. Ia bekerja selama dua tahun sebagai pramusaji dan sebagai koki di Restoran Mie Ayam.

Memasuki tahun ketiga, dengan bekal simpanannya sebesar Rp 1,5 Juta hasil bekerja selama 2 tahun di restoran, Jono memberanikan diri untuk berhenti bekerja dari restoran dan memulai bisnis sendiri. Merasa sudah berpengalaman bekerja di bisnis kuliner dan merasa mampu, pada akhir tahun 1999 Jono memutuskan untuk mencoba memulai bisnis pertamanya dengan jualan Mie Ayam gerobak keliling di wilayah Bekasi. Tetapi ia kurang beruntung, kurang dari setahun bisnisnya tidak sukses dan mengalami bangkrut pada usaha pertamanya.

Langsung gagal di bisnis pertama, mengubah pikirannya untuk kembali mencari pekerjaan. Pada Pebuari tahun 2000 Ia mendapat informasi dari teman dikampungnya tentang lowongan pekerjaan sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Jono segera pulang kampung memanfaatkan peluang kerja untuk mendaftarkan diri menjadi TKI. Dengan modal pinjaman uang dari tetangganya sebesar Rp 6,5 Juta untuk keperluan menjadi TKI dan biaya hidup di Malaysia, Jono dapat diterima sebagai calon TKI dengan tujuan bekerja ke Malaysia.

Ketika bekerja di Malaysia, Jono kembali bekerja sebagai pekerja konstruksi bangunan selama 2 tahunan. Di Malaysia juga Jono bertemu jodohnya seorang wanita sesama pekerja dari Indonesia (TKW) dan melangsungkan pernikahan di Indonesia pada tahun 2002. Dan setelah itu kembali lagi ke Malaysia, bekerja sebagai pramusaji sebuah restoran dan catering selama dua tahun.

Pada tahun 2004 Jono pulang ke tanah air Indonesia setelah bekerja selama 4 tahun di Malaysia. Dengan modal hasil menabung selama bekerja di Malaysia, ia memboyong keluarganya dari kampung menuju Jakarta dan memulai berbisnis kembali di Cengkareng, Jakarta Barat. Kali ini Jono mencoba bisnis minuman, seperti rumput laut, jus buah dan kopi dengan omset mulai dari Rp 40 ribu/hari hingga mencapai omset sekitar Rp 1 juta/hari pada tahun 2009, kala itu cukup lumayan dengan penghasilan sebesar itu.

Seperti petir di siang bolong, mendapat kabar bahwa kios tempat usaha minuman milik Jono yang sudah berusia 5 tahun dan penghasilan yang sudah cukup bagus tiba-tiba akan digusur oleh Pemda, karena berada di jalur hijau dan akan akan dibongkar paksa. Pasrah dengan keadaan yang terjadi, Jono memulai bisnis lagi dari nol, dengan tabungan terakhir sejumlah Rp 40 juta, dan mencari kios untuk tempat berdagang kembali.

Ada kios kosong di dekat rumah kontrakannya, pada tahun 2009 Jono membuka usaha Bakso dan Mie Ayam. Lagi-lagi kegagalan terjadi dalam bisnisnya dan bangkrut dalam waktu satu tahun, karena persaingan bisnis yang cukup ketat dan produknya yang belum teruji pasar. Tetapi Jono bukanlah orang yang mudah putus ada, semangat untuk bangkit dari kegagalan demi kegagalan tidak pernah membuatnya berhenti untuk mencoba dan mencoba lagi dengan stategi yang berbeda.

Dengan uang yang tersisa dan selama 6 bulan menganggur, Jono memanfaatkannya untuk belajar membuat bakso yang benar dan enak. Jono mulai membeli dari membaca buku-buku tentang cara membuat bakso hingga melihat praktek langsung dari temannya yang sudah sukses di bisnis bakso. Meskipun temannya agak kurang suka berbagi ilmu dengannya, mungkin karena ini adalah rahasia perusahaan dan ketakutan akan menjadi pesaing nantinya. (Bersambung)

 

Oleh:

Vence Ginting, Active Coach

Email: vginting@yahoo.com, coachventing@gmaill.com

 

Kiat Levita Supit Urus Banyak Bisnis Tanpa Lupa Bersosialisasi (Bag 2-Selesai)

Setelah menjalankan bisnis selama 15 tahun, wanita cantik yang juga Ketua Perhimpunan Waralaba Indonesia (WALI) Levita Supit siap menularkan tongkat estafet bisnisnya pada generasi kedua secara perlahan.

Bisnisnya pun menggurita mulai dari bisnis kuliner, kecantikan berkonsep franchise hingga masuk ke bisnis properti.

Senang Berbagi dan Kuliner

Wanita ramah ini mengatakan begitu banyak pengalaman menarik yang telah dilaluinya selama berbisnis. Yang paling menyenangkan adalah bertemu banyak pebisnis lain baik di dalam dan luar negeri.

Baginya, bisa berbagi pengalaman dengan pelaku bisnis yang baru mulai dan mensupportnya adalah kebanggaan tersendiri.

“Ada kepuasan tersendiri disaat kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Begitu juga bagi teman-teman sosialite, banyak berbagi pengetahuan bisnis bagi mereka,” kata wanita.

Ditengah kesibukannya mengurusi bsinis dan organisasi franchise, Levita juga masih memiliki waktu berkumpul bersama keluarga hingga hangout bersama teman-teman sosialitanya.

Ita mengatakan selalu menyediakan waktu bersama keluarga di hari Sabtu dan Minggu. Mulai dari ke Gereja, makan dan nonton bersama hingga liburan setiap bulan Juni dan Desember keluarnegeri bersama keluarga.

Saat liburan Levita kerap mencari dan mencoba berbagai jenis kuliner yang memiliki potensi untuk dibuka dan dikembangkan di Indonesia.

“Liburan sekalian mengunjungi anaks aya yang kuliah di Amerika,” ungkap ibu dari Kezia Alexandra Supit, Ashley Samantha Supit dan Alexander Supit ini.

Guna menyeimbangkan aktivitas bisnis, sosial dan sebagai super mom, Levita harus disiplin dalam mengatur waktu sehingga semua dapat berjalan sesuai dengan rencana.

“Dalam memanage waktu saya dibantu staf mengatur schedule dan mengingatkan waktu saya yang kebablasan kalau udah ngobrol tentang bisnis dengan orang lain,” ujarnya tertawa.

Ke depan, Levita berharap jika bisnis-bisnis yang telah berjalan 15 tahun ini bisa dilanjutkan ketiga buah hatinya.

“Saya lihat ketigaanak-anak saya punya talenta dan insting bisnis yang cukup tajam. Makanya saya mulai melibatkan anak-anak di bisnis-bisnis yang saya jalankan. Dengan melibatkan anak-anak dalam tim, saya harap perkembangan bisnis berputar lebih maksimal.

Selain berkumpul dengan keluarga,  Levita juga selalu menyempatkan diri bersosialisasi dengan temen-teman sosialitenya.

“Saya punya waktu hangout bersama teman-teman. Biasanya hari Jumat. Semua waktu saya atur sebaik mungkin sehingga bisa menikmati semuanya, ” paparnya.

 

 

Sejumlah Apartemen di Bogor Mangkrak

0

Dari beberapa proyek pembangunan apartment di Bogor dalam kurun waktu lima tahun terakhir hanya sebagian proyek digagas pengembang besar seperti Metland, PP properti, Sentul City, Adhi Karya, Binakarya Properti, Gapura Prima, Cowell dan Eureka Group. Sementara sebagian lainnya dikembangkan pengembang lokal.

Menurut informasi yang dihimpun, banyak pengembang lokal yang sebelumnya mengembangkan landed house menjajal peruntungannya mengembangkan proyek high rise. Hasilnya beberapa pengembang pun “batuk-batuk”.

Bahkan pengembang yang menjadi pelopor pembangunan apartment di Bogor Mansion yakni PT Akasah Sigar Tengah terjegal pembangunan proyek perdananya lantara tidak keluarnya izin dan pemkot Bogor. Padahal sudah cukup banyak masyarakat yang menjadi konsumen Bogor mansion yang akhirnya dialihkan ke Bogor Icon dan Bogor Valley.

Setali tiga uang, dengan Bogor Mansion, di kabupaten Bogor hal serupa juga terjadi pada Cibinong Tower yang belum mengantongin IMB namun telah melakukan penjualan. Kendati belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Apartemen Cibinong Tower di Jalan Mayor Oking, Cibinong, Kabupaten Bogor, sudah menjual produk properti yang ditawarkan kepada masyarakat luas.

Hal serupa juga terjadi pada Apartment Grand Park City Pakuan yang berada di Jalan Ciheuluet dekat kampus Universitas Pakuan Bogor. Setelah mendapat penolakan warga, pengembang Perdana Gapura Prima itu pun tidak juga mendapatkan izin untuk mendirikan apartment tiga tower setinggi 21 lantai itu.

Sementara itu, Apartment Grand Yasmin yang berada di jalan K.H Sholeh Iskandar atau tepatnya samp­ing Lotte Mart dihentikan pemasaran. Pengembang PT Yasmin Bersaudara ini harus menelan kerugian lantaran harus membatalkan rencana pembangunan meski surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) telah selesai sejak 2013.  Hal ini lantaran pengembang baru menyelesaikan kewajibannya membayar retribusi IMB sebesar Rp1,5 miliar dari seharusnya 11,5 miliar.

Grand Yasmin Square rencananya menggabungkan kondominium hotel (kondotel), apartemen dan mal. Ketiga unit bisnis itu dibangun di atas tanah seluas 19.000 meter persegi.

Berikutnya pembangunan J-Sky sempat terhenti saat penjualan sudah mencapai separuh dari total 452 unit. Dari total 50 persen itu, 10 persen di antaranya dikembalikan konsumen seiring pembangunan yang tak kunjung menampakkan perkembangan. Meski pembangunan sempat akan dilanjutkan akhir tahun 2016 karena dijanjikan selesai dan serah terima kepada konsumen akhir 2017, namun hingga kini apartemnt masih mangkrak.

Menurut marketing gallery J Sky di Marketing gallery Bogor Nirwana Residence, untuk sementara pembangunan dan penjualan dihentikan dan akan kembali dilanjutkan.

J-Sky ditawarkan dengan harga Rp 14 juta per meter persegi atau sekitar Rp 290 jutaan. Sebelumnya, ketika dipasarkan perdana tiga tahun lalu, (2013) harganya masih berada pada level Rp 11 juta per meter persegi. Harga tersebut akan terus bergerak naik seiring rencana pemerintah membangun akses berupa Jalan Lingkar Dalam Bogor atau Bogor Inner Ring Road yang melintasi J-Sky.

 

 

Arti Warna yang Gambarkan Emosi Diri

Warna bukan hanya indah untuk dipandang, rupanya warna juga bisa digunakan sebagi metode terapi utamanya menurunkan tingkat stres. Dan arti warna juga memiliki maksud dan penjelasan masing-masing

Menurut Jovita Maria Ferliana, M.Psi, Psikolog RS Royal Taruma, lewat metode menggambar mewarnai, kita akan melihat warna-warna apa yang dominan digunakan oleh orang tersebut atau kondisi dia pada saat itu. Bila awalnya dia menggunakan warna-warna yang gelap karena ketika itu sedang depresi dan putus asa, setelah melakukan beberapa kali terapi warna, kita akan meminta dia menggunakan warna-warna yang berbeda.

Terapi warna bisa digunakan untuk mereka dengan keluhan tingkat stress yang dimiliki yaitu berat, sedang atau ringan. Kalau tingkat stres ringan, akan terjadi perubahan selama satu minggu. Untuk tingkat stres sedang, dibutuhkan waktu satu bulan. Dan untuk stres berat dibutuhkan waktu 2-3 bulan.

Secara umum, pada orang-orang yang normal warna-warna tertentu memberikan respon yang berbeda. Berbeda jika pada orang stres atau memiliki trauma terhadap sesuatu, warna-warna tertentu akan memberikan arti yang berbeda. Berikut arti warna secara umum.

  1. Merah. Warna merah menandakan semangat dan keberanian.
  2. Oranye. Warna oranye melambangkan kepercayaan diri dan kreativitas.
  3. Kuning. Warna kuning berkaitan dengan konsentrasi sehingga jika sulit fokus pada pikiran, gunakan warna kuning.
  4. Hijau. Warna hijau adalah warna ketenangan, ketentraman dan persahabatan.
  5. Biru. Warna biru melambangkan ketenangan, wibawa, kecerdasan dan intelektual.
  6. Indigo. Warna indigo atau ungu tua melambangkan instuisi.
  7. Ungu. Warna ungu melambangkan spiritualitas.
  8. Pink. Warna pink menandakan kelembutan hati, feminitas dan kalem. Karena itu, warna ini banyak digunakan perempuan.
  9. Cokelat. Warna cokelat identik dengan warna-warna bumi atau tanah, sehingga yang memakai warna cokelat ingin down to earth, kerendahan hati, serta ingin membaur.
  10. Abu-abu. Abu-abu merupakan warna yang biasanya dipakai pada mereka yang mood-nya tidak ceria atau bimbang. Tetapi positifnya warna abu-abu adalah warna yang netral atau penengah.
  11. Hitam. Warna hitam biasanya dipakai untuk yang mood tidak ceria. Tetapi positifnya adalah dapat menyerap energi.

Smester Pertama 2019, Bisnis Hotel dan Pariwisata Babak Belur

0

Meroketnya tarif maskapai penerbangan domestik bukan hanya berdampak menurunnya jumlah penumpang dan sepinya sejumlah bandara juga berimbas pada sektor pariwisata dan perhotelan.

Penurunan akupansi bisnis hotel telah dirasakan sejak Februari 2019 hingga puncaknya saat mudik lebaran yang biasanya menjadi musim panen bagi pebisnis hotel.

Menurut Maulana Yusran, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengatakan dampak harga tiket yang mahal sejak akhir tahun 2018 membuat tingkat okupansi turun 20% hingga 40%

Dalam diskusi ‘Dilema Tiket Pesawat Masih Mahal”, Yusran pun menyebut selain sektor perhotelan, sektor pariwisata pun juga sepi dari wisatawan domestik.

Haryadi Sukamdani, Ketua PHRI mengakui bisnis hotel di banyak daerah babak belur akibat maskapai menggunakan tarif tiket batas atas. Menurutnya okupansi hotel turun signifikan hingga 30%.

Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana bisnis pariwisata dan perhotelan menggeliat saat liburan Lebaran. “Biasanya saat lebaran waktunya panen pebisnis hotel dan pariwisata. Okupansi bisa 80-90%,” jelasnya.

Haryadi mengatakan okupansi hotel yang masih lumayan ialah di sekitar Tol Trans Jawa. Hal ini diduga mayarakat banyak yang menggunakan akses tol trans Jawa daripada menggunakan pesawat dengan tiket yang sangat mahal.

Badan Pusat Statistik mencatat tingkat hunian kamar hotel berbintang Maret 2019 sebesar 4,21 poin ketimbang periode yang sama pada tahun sebelumnya atau year on year dengan rata-rata okupansi hotel hanya 52,89 persen.

Sementara itu menurut Presiden Manager Organiasi profesi Indonesian Hotel General Association (IHGMA), Wisnu Handoko penurunan okupansi hotel di Indonesia bagian timur itu bisa mencapai 15 persen. Bahkan kunjungan wisatawan mengalami penurunan yang lebih besar lagi.

 

 

Garansi Produk Tingkatkan Kepercayaan Konsumen

0

Pemberian garansi tentu akan mendatangkan manfaat bagi Anda. Garansi atau jaminan yang Anda berikan akan lebih menarik minat calon pembeli untuk membeli produk yang Anda tawarkan. Dalam bahasa marketing, nilai konversinya tinggi.

Misalnya saja toko Anda didatangi oleh 100 orang, dari jumlah tersebut kemungkinan orang yang membeli produk Anda jika tidak memberikan garansi hanya 20 orang saja (konversi 20%). Namun sebaliknya dengan adanya garansi kemungkinan jumlah orang yang membeli dapat meningkat menjadi 30 orang (30%) atau bahkan lebih.

Sebagai contoh, barang elektronik biasanya memberi garansi terhadap kerusakan, karena banyak orang yang ragu membeli gara-gara barang elektronik gampang rusak dan kalau diperbaiki biayanya mahal.

Dengan adanya garansi, orang yang tidak paham akan barang elektronik menjadi lebih tenang dan merasa aman dalam membeli barang elektronik. Atau kendaraan dan berbagai barang berteknologi tinggi juga biasanya dijual dengan garansi sebagai jaminan kualitas terhadap konsumen sekaligus meyakinkan calon konsumen agar tidak ragu untuk membeli.

Nah, bicara mengenai produk kerajinan tangan yang Anda jalankan yang sifatnya fashionable dan kreatif yang dipasarkan melalui jalur online, garansi dapat diberikan berupa jaminan waktu pengiriman barang, garansi waktu pembuatan barang atau lainnya yang mudah diukur.

Misalnya Anda bisa memberikan garansi seperti lima hari setelah pemesanan barang belum diterima, uang kembali 100%. Garansi semacam ini bisa dilakukan untuk menarik pembeli dari luar kota. Tetapi ini hanya sebagian contoh saja, Anda bisa kembangkan kembali sesuai dengan kebutuhan pelanggan Anda dan kemampuan Anda sebagai pebisnis.

Jangka waktu garansi tentunya sangat bergantung pada jenis garansi yang Anda tawarkan. Kalau garansinya berupa waktu pengiriman, tentunya bisa dilakukan selama Anda masih sanggup memberikan garansi tersebut.

Jika garansinya berupa tingkat kerusakan, sebagaimana halnya barang elektronik, Anda bisa mengukur kekuatan bahan baku dan perekat produk yang Anda buat.

Syarat pemberian garansi yang pertama garansi harus jelas, jangan sampai membuat bingung pembeli. Jika Anda mengatakan “Tidak Puas, Uang kembali 100%” maka Anda harus menerima konsekuensi dari pernyataan tersebut jika memang ada pembeli yang merasa tidak puas Anda harus mengembalikan uang tersebut 100 persen tanpa disertai alasan.

Kedua, garansi harus menarik pembeli. Kalau kita memberikan garansi tapi pembeli tidak butuh, maka percuma juga memberi garansi.

Terakhir, garansi harus sesuai dengan kemampuan Anda, bila garansi tersebut malah membuat Anda rugi dan Anda merasa terpaksa mengeluarkan garansi tersebut maka hal itu malah akan merusak usaha yang Anda jalankan. Demikian semoga bermanfaat untuk kemajuan bisnis Anda.

 

oleh: Bambang Wahyu Purnomo,

Pengamat Wirausaha

Email: b_wahyu_purnomo@yahoo.com

Kiat Levita Supit Atur Banyak Bisnis Tanpa Lupa Bersosialisasi (Bag1)

Levita supit begitu nama wanita cantik berkulit putih yang ramah saat berbincang dengan Berempat.com belum lama ini. Ditengah kesibukannya cukup padat, wanita pemilik beberapa jenis bisnis ini meluangkan waktunya berbagai pengalaman bisnis yang telah dijalanianya selama 15 tahun terakhir.

“Saya memulai bisnis sejak 15 tahun yang lalu. Bisnis pertama saya itu di bidang kuliner berkonsep franchise. Alasan saya memulai bisnis kuliner tak lepas dari hobi keluarga saya untuk berkuliner mencoba berbagai jenis makanan di tempat yang baru,” tutur wanita kelahiran 22 Mei 1966 ini.

Levita mengatakan, bisnis kulinernya berjalan lancar. Tak heran ia sangat enjoy menjalani bisnis ditengah kesibukannya mengurusi anak dan suami.

“Yang membuat saya semakin semangat, bisnis kuliner saya ini bisa balik modal dalam waktu hanya 10 bulan saja. Its Amazing,” ujarnya tersenyum. Bagusnya respons pasar, menarik istri dari Andrew Supit ini membuka beberapa outlet bisnis kuliner di beberapa tempat yang strategis.

Lepas menguasai bisnis kuliner Levita tertarik menjajal peruntungannya dengan membuka bisnis klinik kecantikan.

“Wanita mana yang nggak mau tampil cantik and chic?,” imbuh wanita yang selalu tampil cantik ini. Sama dengan usaha kuliner, di bisnis kecantikannya ini, juga berkonsep franchise.

Wanita yang hobi kuliner dan mencoba hal-hal baru ini mengatakan jika bisnis kuliner dan kecantikannya berkembang sangat pesat baik di Jakarta, Cirebon, Cilegon hingga Bintan. Selain kedua bidang bisnis tersebut, Levita juga kembali membuka bisnis-bisnis berikutnya mulai dari Spa, Training Center, Properti hingga bisnis Perkebunan.

“Kalau ada yang tertarik sih cukup bayar franchise fee sekitar Rp 350 jutaan,” ujar owner klinik kecantikan Andaru Anti Aging & Spa ini.

Strategi Marketing.

Pemilik binsis kuliner Resto Ayam Tulang Lunak, Ita Suki dan lainnya ini mengatakan jika beberapa bisnis yang dijalaninya itu memiliki segmentasi pasarnya masing-masing.

“Kalau kuliner targetnya keluarga dan anak-anak muda. Kalau klinik kecantikan targetnya ibu-ibu dan anak remaja. Sedangkan untuk bisnis Spa targetnya keluarga, dan kalangan ekspatriat,” tutur ibu dari tiga anak ini.

Menghadapi ketatnya persaingan pasar diberbagai lini bisnis, wanita yang sangat paham dengan seluk beluk bsinis berkonsep franchise ini selalu gencar melakukan berbagai jenis promosi menarik secara online maupun digital baik menawarkan produk, paket-paket treatment bekerja sama dengan kartu kredit dan institusi tertentu..

Tak hanya mengurusi bisnis, Levita juga aktif di organisasi perhimpunan waralaba dan lisensi (WALI) sehingga ia ditunjuk sebagai Ketua Umum organisasi yang menaungi ratusan bisnis waralaba di Indonesia.

Sebagai Ketua WALI, Levita tentu memiliki program utama memajukan bisnis franchise di Indoensia. Berbagai kegiatan pun digelar guna meningkatkan pengetahuan, brand awareness para pelaku bisnis franchise dan masyarakat umum seperti mengadakan pelatihan, seminar, FGD, gathering, road show ke daerah-daerah.

“Tujuannya untuk memajukan para pelaku bisnis agar bisnisnya berkembang. Bahkan kami men-support mereka sampai bisa go internasional,” ujarnya.

Guna mendukung bisnis franchise lokal goes to International, WALI kerap mengadakan Franchise Expo yang dihadiri berbagai negara seperti Amerika, Australia, Eropa, Jepang, Philipna, Thailand, Korea, Timur Tengah, Malaysia dan Singapura.

“Kami juga membawa pelaku bisnis franchise Indonesia untuk ikut dalam ajang expo internasional seperti di Singapore, Malaysia, Philipina, Thailand, Australia, Perancis dan Amerika,” tambah  owner bisnis Property 3A Residence ini. (Bersambung)

Akses LRT dan CBD, Jadi Andalan Pebisnis di Kabupaten Bogor

0

Menurut Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Satu Pintu (BPTPMSP) Kabupaten Bogor Yani Hasan mengatakan ada sekitar 17 perusahaan yang sudah ajukan izin bangun apartemen sejak tahun lalu, namun baru baru beberapa yang sudah lengkap perizinannya.

Menurutnya rata-rata investasi pembangunan apartemen mencapai Rp700 miliar hingga Rp900 miliar per tower atau tergantung banyaknya unit dan lahan peruntukkan apartemen. Sebaran rencana pembangunan apartemen berada di beberapa wilayah antara lain Cibinong, Wanaherang, Sentul, Dramaga, Gunung Putri, Cilebut dan area pinggiran Tol Jagorawi.

Jika apartment di Bogor Kota lebih menjual mudahnya akses tol, kereta, hingga LRT, lain halnya dengan apartment yang berlokasi di kabupaten Bogor. Selain terbebas dari macet, pengembang di kabupaten Bogor juga banyak menjual view gunung dan suasana yang lebih asri hingga kawasan Central Business District (CBD).

Salah satu kawasan CBD yakni Sentul yang sedang gencar membangun apartment seperti Saffron Noble, Sentul Tower, dan Vendura Sentul. Berada di kawasan hunian ekslusif, ketiga apartment ini juga nempel dengan mal AEON Sentul yang ditargetkan rampung 2018, rumah sakit, kampus dan perkantoran.

Sentul Tower dan Saffron adalah kedua apartment besutan PT Sentul City dimana Sentul Tower sudah sold out. Sedangkan Saffron yang rencana akan dibangun 4 tower 28 lantai ini penjualan sudah hampir 70% dengan pembangunan mencapai lantai 6.

Selain itu ada Juga Olympic Sentul Residence yang akan membangun 2 tower apartment, 17 lantai dengan total 700 unit. Berada di kawasan CBD Olympic Commercial Area Sentul, Bogoryang merangkung kawasan industri, apartment dan hotel. Letak kedua CBD baru di kabupaten Bogor ini juga memiliki akses tol langsung yakni Sentul Selatan dan Sentul Sirkuit.

Sementara itu, PT Cahayasakti Investindo Sukses (CSIS) bersiap mengembangkanproyek terpadu (mixed use), Olympic City yang berlokasi di Kedunghalang, Bogor. Dengan menggunakan lahan bekas pabrik Olympic pada tahap pertama, CSIS akan membangun dua tower apartemen terdiri 1.600 unit di lahan seluas 6 hektar dengan target penyelesaian 3 hingga 4 tahun mednatang. Namun proyek ini baru sebatas site plan yang akanmenempati lahan seluas 30 hektar.

Untuk fase I dibagi menjadi 6 ha. Proyek yang dinamai Olympic City ini akan terdiri dari mal, hotel bintang 4, apartemen dan rumah sakit khusus kanker yang ditargetkan rampung pada 2020. Untuk total nilai pembangunan Olympic City diperkirakan mencapai Rp 4,8 triliun. Proyek akan dimulai dengan pembangunan apartemen.

Berikutnya ada LRT City Royal Sentul Park. Apartment besutan PT Adhi Karya berdiri di atas tanah seluas 14,8 hektar yang terdiri dari  12 tower setinggi 33 lantai yang terdiri atas 14.800 unit. Namun untuk tahap pertama dipasarkan 1 tower yang berada dibelakang statsiun LRT. Dengan demikian segmentasi utama apartment besutan Adhi karya ini adalah mereka yang bekerja di Jakarta dan memanfaatkan LRT sebagai sarana transportasinya.

Di daerah perbatasan Bogor, Bekasi terdapat Apartment Citra Kaliana dan Gunung Putri Square lebih membidik segmen karyawan dan manager di kawasan industri dan pabrik di Cilengusi dan Gunung Putri.

Citra Kaliana yang dibangun diatas lahan 1,6 ha dalam kawasan Metland Transyogi menawarkan apartment mulai dari harga Rp 275 juta. Sedangkan PP Properti melalui Gunung Putri Square menawarkan unit-unit di 2 tower apartment setinggu 30 lantai itu dengan harga mulai dari Rp 200 jutaan.

Atasi Stres dengan Terapi Warna

Tujuan terapi warna untuk mengekspresikan emosi seseorang. Intinya dia mengeluarkan terlebih dulu unek-unek apa yang menghambat dan dipendam untuk dikeluarkan terlebih dulu. Terapi ini bisa digunakan untuk penghilang stres dan digunakan untuk orang-orang yang mempunyai kencederungan depresi.

Depresi merupakan perasaan sedih yang mendalam sehingga akan menghambat aktivitasnya. Karena perasaan sedih yang berkepanjangan, maka akan timbul rasa tidak berguna pada diri hingga membatasi pergaulan, tidak mau melakukan aktivitas, tidak tertarik melakukan hobinya dan menolak berbicara dengan orang lain. Di satu sisi, ia perlu mengeluarkan ekspresinya dengan kegiatan mewarnai.

Selain depresi, agresivitas bisa diatasi dengan terapi ini. Agresif merupakan suatu sikap mudah marah atau mudah emosi. Di sini bisa saja tersimpan emosi dan amarah yang berlebih. Tetapi ketika energi itu dipakai untuk mewarnai, emosi akan dikeluarkan sedikit demi sedikit dengan warna yang dikeluarkan dalam bentuk karyanya.

Melatih Kesabaran.

Untuk mencapai ketenangan dan kualitas emosi yang lebih baik setiap orang akan berbeda-beda. Tetapi, semakin sering dan dalam jangka waktu yang lama, maka akan bermanfaat baik untuk melatih kesabaran. Dengan kesebaran, ketenangan dan kedamaian hati bisa melatih untuk menghargai diri sendiri serta orang lain.

Perubahan tersebut biasanya dilihat dari keluhan tingkat stress yang dimiliki yaitu berat, sedang atau ringan. Kalau tingkat stres ringan, akan terjadi perubahan selama satu minggu. Untuk tingkat stres sedang, dibutuhkan waktu satu bulan. Dan untuk stres berat dibutuhkan waktu 2-3 bulan.

Melalui terapi warna ada tata cara melakukannya agar mendapatkan hasil optimal. Pertama, jangan dibatasi waktu. Karena bila dibatasi waktu akan ada target hingga akhirnya menimbulkan tekanan sendiri. Jadi sebaiknya sediakan saja buku terapi warna berukuran kecil untuk dibawa berpergian.

Ketika ada waktu luang, maka kegiatan ini bisa dilakukan. Kedua, jangan ditargetkan harus selesai dalam satu kali pengerjaan. Hindari target kapan harus selesai dengan hasil yang baik. Biarkan Anda mewarnai dengan perasaan bebas.

Terapi warna juga dibutuhkan semua orang, mulai dari usia anak-anak hingga manula baik itu pria ataupun wanita. Tak tertutup profesi apapun, mulai dari ibu rumah tangga ataupun yang bekerja pasti memerlukan terapi ini dengan kapasitas yang berbeda.

Di samping untuk mengatasi stres, terapi warna juga bisa digunakan untuk mendekatkan hubungan seseorang, misalnya dalam keluarga. Seorang ibu akan lebih dekat dengan anak dan seorang anak akan lebih mudah mengungkapkan isi hatinya setelah melakukan terapi warna bersama-sama ini.

Ketika mewarnai, hati menjadi lebih damai. Ketika hati damai, maka segala ungkapan hati bisa mengalir lancar diceritakan. Tak hanya dengan anak, terapi warna ini juga bisa mendekatkan hubungan antara pasangan suami isteri. Melalui terapi warna, komunikasi yang sebelumnya tersendat bisa kembali hangat.

Kota Bogor Subur dengan Apartemen Berkonsep Mix Use, Kost hingga Kondominium

0

Lima tahun terakhir setidaknya ada 21 pembangunan apartemen di Bogor dengan total ada sekitar 30.728 unit apartment yang siap dihuni hingga 2022. Dari 21 apartment di Bogor, hanya 9 apartment yang berlokasi di kota bogor, sisanya 12 apartment tersebar di kabupaten Bogor.

Saat ini, wilayah utara Bogor, sedang dikembangkan mixed use yang dikembangkan Olympic Group dan Hutama Karya Realtindo. Proyek ini mencakup kawasan industri, apartemen Olympic Residence, dan hotel.

Selain itu ada juga Gardenia Apartment yang dibesut Takke Group sebanyak 2 menara dengan 1.539 unit serta el Centro 2 tower setinggi 30 lantai yang merangkum 1132 unit besutan PT Pilar Artha Mandiri.

Sementara itu, ada tiga apartment yang dibangun dalam wilayah Bogor Nirwana Residence (BNR) mulai dari J-Sky, Le Montana, dan Bogorienze. Meski berada di kawasan hunian dan tempat wisata BNR namun peruntungan tak berpihak pada J-Sky.

Apartment yang sudah dibangun sejak rancangan perdana (ground breaking) 1 Juni 2013 kini mangkrak untuk kedua kalinya setelah sempat terhenti 2 tahun dan sempat diteruskan akhir tahun 2016 pasca diambil alih oleh PT Graha Andrasenta Propertindo Tbk, namun sejak pertengahan tahun 2017 proyek pembangunan J-Sky kembali terhenti. Bahkan kusen-kusen jendela yang sempat terpasang kembali dicopot.

Tak jauh dari J-Sky, berdiri 1 tower 10 lantai dari rencana 2 tower Bogorienze Apartment. Bangunan jangkung yang dikembangkan PT Nusa Raya Propertindo inisebelumnya bernama Green Valley Apartmnent. Namun berubah nama dan kosnep pasca diambil alih Eureka Group.

Apartment yang sebelumnya mengusung konsep kos-kosan berubah menjadi apartment dan kondominium hotel dimana lantai 1-3 akan digunakan hotel yang dikelola Group Hotel Salak. Sedangkan lantai 4-10 untuk apartment. Apartment yang berlokasi di Jalan Bogor Inner Ring Road Lot 21 kawasan Nirwana Bogor Residence (BNR) ini berdiri di atas lahan seluas empat hectar.

Director PT NRP Ugik Sugiyanto mengatakan akan dibangun dua tower yakni tower I dan II. Tower dengan konsep holiday kondo dan kondotel itu menargetkan aktivitas MICE.

”Satu tower sebagai holiday kondo serta satu tower lagi berkonsep kondotel,” kata Ugik. Masing-masing tower akan dibangun kurang lebih 300 unit. Pada tower pertama, 300 unit kini sudah selesai konstruksinya setinggi 10 lantai yuang akan serah terima Desember 2018.

Sementara itu tepat disamping J-Sky, di atas lahan seluas 9.300 m2 akan dibangun apartment Le Montana yang dikembangkan PT Emersen Property. Apartment 2 tower 25 lantai yang merangkum 1423 unit ini melakukan ground breaking akhir November 2017. Lokasinya yang hanya berjarak 200 meter dari gerbang utama BNR dan Exit Tol BIRR yang terhubung dengan Tol Jagorawi dan rencana tol Bocimi nemarik salah satu perusahaan di Jakarta membooking 3 lantai Le Montana.