Smester Pertama 2019, Bisnis Hotel dan Pariwisata Babak Belur

1
368
hotel sepi (dok alamasedy bp.blogspot)

Meroketnya tarif maskapai penerbangan domestik bukan hanya berdampak menurunnya jumlah penumpang dan sepinya sejumlah bandara juga berimbas pada sektor pariwisata dan perhotelan.

Penurunan akupansi bisnis hotel telah dirasakan sejak Februari 2019 hingga puncaknya saat mudik lebaran yang biasanya menjadi musim panen bagi pebisnis hotel.

Menurut Maulana Yusran, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengatakan dampak harga tiket yang mahal sejak akhir tahun 2018 membuat tingkat okupansi turun 20% hingga 40%

Dalam diskusi ‘Dilema Tiket Pesawat Masih Mahal”, Yusran pun menyebut selain sektor perhotelan, sektor pariwisata pun juga sepi dari wisatawan domestik.

Haryadi Sukamdani, Ketua PHRI mengakui bisnis hotel di banyak daerah babak belur akibat maskapai menggunakan tarif tiket batas atas. Menurutnya okupansi hotel turun signifikan hingga 30%.

Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana bisnis pariwisata dan perhotelan menggeliat saat liburan Lebaran. “Biasanya saat lebaran waktunya panen pebisnis hotel dan pariwisata. Okupansi bisa 80-90%,” jelasnya.

Haryadi mengatakan okupansi hotel yang masih lumayan ialah di sekitar Tol Trans Jawa. Hal ini diduga mayarakat banyak yang menggunakan akses tol trans Jawa daripada menggunakan pesawat dengan tiket yang sangat mahal.

Badan Pusat Statistik mencatat tingkat hunian kamar hotel berbintang Maret 2019 sebesar 4,21 poin ketimbang periode yang sama pada tahun sebelumnya atau year on year dengan rata-rata okupansi hotel hanya 52,89 persen.

Sementara itu menurut Presiden Manager Organiasi profesi Indonesian Hotel General Association (IHGMA), Wisnu Handoko penurunan okupansi hotel di Indonesia bagian timur itu bisa mencapai 15 persen. Bahkan kunjungan wisatawan mengalami penurunan yang lebih besar lagi.

 

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.