Kiat Levita Supit Atur Banyak Bisnis Tanpa Lupa Bersosialisasi (Bag1)

0
442
Levita Supit (dok pribadi)

Levita supit begitu nama wanita cantik berkulit putih yang ramah saat berbincang dengan Berempat.com belum lama ini. Ditengah kesibukannya cukup padat, wanita pemilik beberapa jenis bisnis ini meluangkan waktunya berbagai pengalaman bisnis yang telah dijalanianya selama 15 tahun terakhir.

“Saya memulai bisnis sejak 15 tahun yang lalu. Bisnis pertama saya itu di bidang kuliner berkonsep franchise. Alasan saya memulai bisnis kuliner tak lepas dari hobi keluarga saya untuk berkuliner mencoba berbagai jenis makanan di tempat yang baru,” tutur wanita kelahiran 22 Mei 1966 ini.

Levita mengatakan, bisnis kulinernya berjalan lancar. Tak heran ia sangat enjoy menjalani bisnis ditengah kesibukannya mengurusi anak dan suami.

“Yang membuat saya semakin semangat, bisnis kuliner saya ini bisa balik modal dalam waktu hanya 10 bulan saja. Its Amazing,” ujarnya tersenyum. Bagusnya respons pasar, menarik istri dari Andrew Supit ini membuka beberapa outlet bisnis kuliner di beberapa tempat yang strategis.

Lepas menguasai bisnis kuliner Levita tertarik menjajal peruntungannya dengan membuka bisnis klinik kecantikan.

“Wanita mana yang nggak mau tampil cantik and chic?,” imbuh wanita yang selalu tampil cantik ini. Sama dengan usaha kuliner, di bisnis kecantikannya ini, juga berkonsep franchise.

Wanita yang hobi kuliner dan mencoba hal-hal baru ini mengatakan jika bisnis kuliner dan kecantikannya berkembang sangat pesat baik di Jakarta, Cirebon, Cilegon hingga Bintan. Selain kedua bidang bisnis tersebut, Levita juga kembali membuka bisnis-bisnis berikutnya mulai dari Spa, Training Center, Properti hingga bisnis Perkebunan.

“Kalau ada yang tertarik sih cukup bayar franchise fee sekitar Rp 350 jutaan,” ujar owner klinik kecantikan Andaru Anti Aging & Spa ini.

Strategi Marketing.

Pemilik binsis kuliner Resto Ayam Tulang Lunak, Ita Suki dan lainnya ini mengatakan jika beberapa bisnis yang dijalaninya itu memiliki segmentasi pasarnya masing-masing.

“Kalau kuliner targetnya keluarga dan anak-anak muda. Kalau klinik kecantikan targetnya ibu-ibu dan anak remaja. Sedangkan untuk bisnis Spa targetnya keluarga, dan kalangan ekspatriat,” tutur ibu dari tiga anak ini.

Menghadapi ketatnya persaingan pasar diberbagai lini bisnis, wanita yang sangat paham dengan seluk beluk bsinis berkonsep franchise ini selalu gencar melakukan berbagai jenis promosi menarik secara online maupun digital baik menawarkan produk, paket-paket treatment bekerja sama dengan kartu kredit dan institusi tertentu..

Tak hanya mengurusi bisnis, Levita juga aktif di organisasi perhimpunan waralaba dan lisensi (WALI) sehingga ia ditunjuk sebagai Ketua Umum organisasi yang menaungi ratusan bisnis waralaba di Indonesia.

Sebagai Ketua WALI, Levita tentu memiliki program utama memajukan bisnis franchise di Indoensia. Berbagai kegiatan pun digelar guna meningkatkan pengetahuan, brand awareness para pelaku bisnis franchise dan masyarakat umum seperti mengadakan pelatihan, seminar, FGD, gathering, road show ke daerah-daerah.

“Tujuannya untuk memajukan para pelaku bisnis agar bisnisnya berkembang. Bahkan kami men-support mereka sampai bisa go internasional,” ujarnya.

Guna mendukung bisnis franchise lokal goes to International, WALI kerap mengadakan Franchise Expo yang dihadiri berbagai negara seperti Amerika, Australia, Eropa, Jepang, Philipna, Thailand, Korea, Timur Tengah, Malaysia dan Singapura.

“Kami juga membawa pelaku bisnis franchise Indonesia untuk ikut dalam ajang expo internasional seperti di Singapore, Malaysia, Philipina, Thailand, Australia, Perancis dan Amerika,” tambah  owner bisnis Property 3A Residence ini. (Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.