Selasa, Mei 12, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 820

Indonesia Listing Dua Sukuk Hijau Senilai USD 2 Miliar Di Nasdaq Dubai

0

Indonesia melakukan pencatatan (listing) dua obligasi negara syariah (sukuk) hijau senilai US$ 2 miliar atau setara dengan Rp 28,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.200/US$) di Nasdaq Dubai.

Dua obligasi syariah berlabel ‘hijau’ tersebut sudah tercatat pada 19 Februari 2019. Satu sukuk bernilai US$1.25 miliar dan yang lainnya bernilai US$750 juta. Listing dua sukuk hijau itu akan digunakan untuk berbagai proyek yang menekankan pada pembangunan berkelanjutan (sustainable).

Dengan pencatatan ini, maka Indonesia menjadi penerbit sukuk terbesar berdasarkan nilai tukar dengan total mencapai US$ 15 miliar (sekitar Rp 213 triliun) dari 11 emisi. Listing tersebut juga menjadi pertanda penguatan hubungan ekonomi antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Indonesia.

“Dua sukuk kami diterima dengan sangat baik oleh para investor, mencerminkan semakin berkembangnya jangkauan dan pentingnya pasar modal Islam di negara-negara muslim dan secara global,” kata Husin Bagis, Duta Besar Indonesia untuk UEA, dalam siaran pers, Senin (24/06/2019).

Essa Kazim, Gubernur Dubai International Financial Centre, Sekretaris Jenderal Dubai Islamic Economy Development Centre, dan Ketua Dubai Financial Market, mengatakan, sangat senang dapat bermitra dengan Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan pasar keuangan Islam untuk keuntungan dari semua peserta dan industri ekonomi yang lebih luas.

“Kolaborasi yang sukses ini menggambarkan pertumbuhan Dubai sebagai Ibu Kota global Ekonomi Islam, di bawah inisiatif yang diluncurkan oleh Yang Mulia Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA, dan Emir Dubai,” katanya.

Hingga saat ini nilai total semua sukuk yang tercatat di bursa Dubai telah mencapai US$ 61,5 miliar, jumlah terbesar dari semua pusat listing di dunia. Menurut Abdul Wahed Al Fahim, Ketua Nasdaq Dubai, Nasdaq Dubai berkomitmen untuk mendukung ekspansi global sektor Sukuk dengan lebih meningkatkan proses listing yang efisien, serta layanan pasca-listing yang komprehensif.

“Kami sedang mempersiapkan berbagai deretan listing baru dalam beberapa bulan mendatang dari UEA, penerbit regional dan global, menggunakan pengetahuan dan pemahaman Dubai yang mendalam tentang sektor Sukuk,” tambahnya.

Hamed Ali, Kepala Pelaksana Nasdaq Dubai, menambahkan bursa ini memperkuat kerja sama erat yang telah kami miliki dengan pemerintah Indonesia sejak pencatatan Sukuk pertama dengan Nasdaq Dubai tahun 2014.

“Kami menempatkan diri untuk menerima banyak listing selanjutnya dari pemerintah, sektor publik dan swasta yang dapat memanfaatkan visibilitas global yang kami berikan dan hubungan dekat kami dengan investor internasional dan regional.” tambahnya.

Kunci Sukses adalah Sabar dan Gigih (Bagi 2-selesai)

0

Efek Sabar dan Gigih. Pria itu kembali bangkit dan berjalan terhuyung-huyung menghampiri rumah selanjutnya. Di sana ia disambut oleh perempuan langsing agak tinggi seperti Luna Maya. Di mulutnya ada sebatang rokok. Wanita ini mengenakan baju berwarna pink.  Saat itu dia sedang berteriak kepada dua anaknya.

Salah seorang anaknya saat menghampiri ke depan langsung kabur melihat penampilan Bill. Sejenak kemudian, anjing peliharaan sang perempuan berbaju pink kabur keluar rumah. Sehingga, dia minggalkan Bill begitu saja. Yang lebih parah lagi, malahan dia meminta Bill untuk mengejar anjingnya.

Lelaki pengidap cerebral palsy ini pun kembali pergi sambil tersenyum. Di rumah berikutnya ia masuk dan menjelaskan produk yang dijualnya. Nyonya rumah menolak untuk membeli, tetapi mengatakan, “Saya menghargai usahamu,” sambil memberi sejumlah uang.

Jiwa salesman sejati sangat terlihat di sini. Bill bukannya menerima, malahan dia merasa kasihan kepada si nyonya rumah yang sofanya kotor. Pria itu langsung berdiri dan berkata, “Saya tidak membutuhkan belas kasihan, tetapi Anda perlu pembersih untuk sofa Anda yang jorok!”

Menang karena Bertahan Lebih Lama. Sementara itu, sebelum saya melanjutkan cerita Bill porter. Apakah Anda pernah mendengar ungkapan seorang petinju saat wartawan mewawancarainya sehabis pertandingan? ”Apa yang membuat Anda kalah dalam pertandingan ini?” tanya sang wartawan.

Lalu sang legenda menjelaskan. ”Saya kalah bukan karena banyak pukulan. Bukan pula karena lawan lebih terlatih. Akan tetapi, lawan saya menang karena bertahan 5 menit lebih lama dari saya,” kata sang legenda tinju. Dan itulah kira-kira yang dilakukan oleh Bill sampai ada orang yang membukakan pintu dan membeli barang dagangnya.

Akhirnya Closing. Kembali ke cerita Bill. Setelah meninggalkan rumah si nyonya tersebut, pria yang mengenakan jas cokelat itu mengetuk rumah lainnya. Di rumah ini dia disambut hangat oleh seorang wanita cantik dan anggun. Dia mempunyai senyum seperti Paramita Rusadi. Dia mendengar dengan seksama penjelasan Bill Porter sambil melihat katalog yang ditunjukkan oleh Bill.

Kemudian sang wanita bangun dari sofa hendak ke belakang untuk menyiapkan minum kepada Bill. Sambil jalan dia bilang, saya pesan dua dan satu pemutih besar. Bill terkejut, sampai terucap dari mulutnya ”benarkah?” Akhirnya transaksi terjadi. Hari itu, Bill berhasil menjual dan mendapatkan uang komisi untuknya sebesar $4,25.

Terpilih Salesman Terbaik. Singkat cerita, pada tahun 1989 Bill Porter meraih penghargaan dari perusahaan Watkins sebagai penjual terbanyak. Dia berhasil menjual produk Watkins sebanyak $42.460 dalam setahun! Prestasinya ini melebihi orang-orang muda yang berpenampilan normal pada saat itu.

Dan hal yang paling menarik adalah, meski Bill Porter bukanlah seorang normal, salah satu pipinya tidak bisa bergerak karena sarafnya mati. Hanya tangan kiri yang bisa berfungsi sempurna. Namun kisah hidupnya telah menginspirasi kita, bahwa siapa pun bisa menjadi salesman. Asal, ada kemauan, kesabaran dan penuh kegigihan.

Oleh:

Rahmadsyah, Mind-Therapist

Mind-Talks Training & Consulting

Certified Hypnotherapy from IBH

Certified Personal Coach from Krishnamurti

Certified Master Practitioner NLP from NF-NLP Florida

Web: www.rahmadsyah.com

Email: rahmadnlp@gmail.com

Kemenkeu Segera Panggil MInarak Lapindo Guna Rekonsiliasi Utang dan Piutang

0

Kala pemerintah managih utang PT Minarak Lapindo Jaya Rp 773 miliar, perusahaan anak usaha Bakrie Group ini malah balik menagih piutang pada Pemerintah sebesar US$ 138,2 juta atau setara Rp 1,9 triliun.

Tentu hal ini membuat Kementrian Keuangan bingung. Maklum Kemenkeu harus melakukan cek and ricek pada SKK Migas terkait klaim cost recovery Lapindo.

Menurut Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata utang tersebut belum termasuk bunga 4% yang harus dibayarkan tiap tahunnya.

“Kita harus cek dulu  ke SKK Migas, dam utang itu belum termasuk bunga loh,” jelasnya di DPR, Selasa (25/6).

Guna merealisasikan pembayaran utang yang akan dibayarkan dengan piutang, Kemenkeu akan memanggil Minarak Lapindo dan SKK Migas guna rekonsiliasi angka utang plus bunga serta piutangnya.

“Kementerian Keuangan akan berhati-hati dalam mengurus persoalan utang ini. Kami sedang diskusikan dengan SKK Migas, BPKP dan kejaksaan, kami bahas itu, tambahnya.

 

Mantan Karyawan Bank Sukses Berbisnis Hijab Syari dari Nol (Bag 2-Selesai)

0

Dengan modal ratusan ribu, seorang penjahit dan menggunakan rumahnya sebagai workshop Amel memulai bisnis dari rumahnya di bilangan Tangerang. Di awal memulai usahanya, tak banyak hijab syari yang diproduksi.

“Saya paling buat 10 potong dengan berbagai pilihan warna dan ukuran,” imbuh ibu dari Tascha, afkar, dan ahnaf ini.

Amel tak pernah menyangka jika usaha yang dimulai serba keterbatasan itu akhirnya bisa memiliki toko offline dengan konsumen dari Sabang sampai Merauke.

“Saya bersyukur banget, dari bisnis ini saya bisa punya banyak temen, hingga punya toko di Thamrin City, Jakarta,” ucap Amel penuh syukur.

Selain konsumen yang datang dari seantero negeri, Amel juga memiliki pelanggan dari negara tetangga mulai dari Malaysia, Siangpura hingga Timor Leste.

“Kalau ada toko offline kita juga lebih pede ya, dan konsumen akan jauh lebih percaya,” kata istri dari AKBP Alamsyah Pelupessy Sh Sik Msi ini.

Sejak awal memulai bisnis, Amel kerap membuat hijab syari kembar dengan Tascha sang putri. Amel yang kerap memposting foto kembarnya bersama Tascha mendatangkan permintaan baru hijab anak dari banyak konsumen yang juga tertarik membeli hijab syari ibu dan anak itu.

“Dari situ banyak juga datang permintaan minta dibuatkan hijab syari anak (usia 5-10 tahun), ada juga yang minta dibuatkan kembar ibu dan anak. Ada juga yang minta dibuatkan man sekeluarga. Selama bahannya ada, dan waktu penjahit masih luang saya bisa terima pesanan apapun,” imbuh Amel.

Tazqa Hijab Syari juga melayani permintaan spesial edition bagi teman-teman yang memiliki size minimalis atau dengan ukuran yang lebih lebar.

Jadi selain Tazqa Hijab Syari, juga ada line Tazqa Hijab Syari anak meski tidak terlalu banyak diproduksi. Yang menarik dan menjadi ciri khas Tazqa Hijab Syari ramah bagi ibu menyusui.

“Hampir semua produk saya friendy bagi ibu yang menyusi, saya kasih risleting. Jadi ibu yang masih punya baby bisa leluasa memberikan asi bagi buah hatinya dengan cara memasukan bayi di balik khimar yang cukup panjang dan lebar,” papar Amel.

Terjangkau.

Selain itu ciri khas lainnya Tazqa Hijab Syari selalu dibuat sangat simpel namun terlihat menarik. Jikapun menggunakan aplikasi bordir yang tidak terlalu ramai, atau menggunakan bahan dengan motif bunga maupun garis yang simpel.   Adapun bahan yang digunakan seperti ceruti, jersy, satin dan lainnya. Kisaran harga satu potong Tazqa HIjab Syari dijual mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta.

Semakin banyaknya kaum muslimin yang memilih menggunakan cadar juag berdampak akan permintaan hijab syari dengan niqab (cadar). Karenanya ia mengeluarkan brand Tazqa Hijrah yakni hijab syari lengkap dengan niqab dan desain lebih sederhana.

“Sepertinya hampir sama dengan yang Tazqa Hijab Syari, namun hijab buat temen-temen yang bercadar mungkin lebih nyaman dengan hijab syari yang menggunakan bahan yang tidak membentuk tubuh atau bahan yang lebih kaku seperti crepe arabia atau wollpeach serta tidak bermotif (polos),” ujarnya.

Saat ini kita pun ada harga Tazqa Hijrah langkap dengan niqab kita tawarkan mulai dari Rp 350 ribu untuk produk.

Secara umum produk yang dijual Amel sangat menyesuaikan dengan apa yang diinginkan konsumennya. Sampai saat ini Amel belum berani memberi harga lebih dari Rp 1 juta.

Baginya untung itu perlu, namun saya lebih memilih mengambil untung tidak terlalu banyak, namun semakin banyak orang yang pakai hijab syari. Bahkan ia pun kerap memberikan harga diskon bagi konsumen yang masih mahasiswa namun tertarik akan produk tazqa Hijab Syari buatannya.

“Bagi saya yang penting keberkahannya,” tandasnya.

Lebih lanjut wanita cantik ini mengatakan jika ia tidak pernah membuat stok produk dalam jumlah banyak. Dengan jumlah terbatas menjadikan produk-produk Tazqa Hijab Syari terkesan ekskusif dan tidak pasaran. Satu batch paling dibuat 10-12 potong hijab syari dengan ukuran S,M,L dan XL dan beberapa pilihan warna.

Amel yang dibantu seorang penjahit dan 2 asistennya mampu memproduksi 4 set hijab syari tiap harinya. Sedangkan untuk di toko dan administrasi, Amel dibantu 3 orang karyawan lainnya. Dengan dua line produksi Tazqa Hijab dan Tazqa Hijrah Amel mengatakan mampu meraih omset puluhan juta tiap bulannya. Ke depan Amel berharap omset terus bertambah dan produknya semakin diminati konsumen setanah air.

Meski memiliki penjahit sendiri, namun Amel kerap dibuat pusing kala banyak pesanan namun penjahit berhalangan.

“Kadang saya pusing, makanya dari situ saya tidak pernah pegang satu penjahit. Saya selalu ada back up penjahit dari konveksi lain. Meskipun tidak seleluasa sama penjahit sendiri,” keluhnya.

Demi menjaga kualitas produk yang dibuatnya, Amel selalu mengkontrol secara detil hasil jahitan, model, dan penambahan aplikasi (aksesori). Ia harus memastikan produk yang dijual sempurna saat tiba ditangan konsumen. Jika ada produk yang kurang sempurna Amel memilih digunakan sendiri daripada menjualnya.

“Saya selalu cek apa ada kemiringan, kusut, kalau ada kesalahan bahan saya pakai sendiri, saya gak mau jual yang kurang bagus,” pungkasnya.

 

Mantan Karyawan Bank Sukses Berbisnis Hijab Syari dari Nol (Bag 1)

0

Tak memiliki kemampuan menggambar, mendesain bahkan menjahitbukan penghalang bagi Amelia Normasari berbisnis hijab syari. Berbekal keinginan kuat menghadirkan produk hijab syari yang terjangkau, Amel mantap mengembangkan Tazqa Hjab Syari. Bermodal ratusan ribu, Amel benar-benar memulai dari nol. Bahkan mantan karyawan Bank ini baru mendalami media sosial instagram yang menjadi lapak bisnisnya. Seperti apa kisah perjalanan bisnis Amel hingga mampu meraih omset puluhan juta dan melebarkan sayap bisnisnya ke usaha minuman ini?

Amelia Normansari, begitu nama pemilik Tazqa Hijab Syari ini. Usai merampungkan urusan bisnisnya, Amel begitu ia disapa, tampak sumringah menyambut Berempat.com di bilangan BSD Tangerang. “Hallo, apa kabar?,” sapa Amel membuka perbincangan. Dalam balutan hijab syari warna hitam, wanita berkulit putih ini menceritakan perjalanan bisnisnya enam tahun silam.

Keputusan berbisnis hijab syari bukanlah tanpa alasan. Amel yang sebelumnya lama bekerja di salah satu bank, mencari kesibukan pasca ia memutuskan resign sebagai marketing bank. Kebetulan, Amel yang saat itu sedang berhijrah menggunakan busana syari memunculkan ide untuk menjalani bisnis hijab syari.

“Saat itu hijab syari sempat booming, namun harga hijab syari terbilang mahal. Karena itu saya tertarik buat hijab berkualitas namun dijual dengan harga terjangkau,” ucapnya.

Sebagai pemula di bisnis hijab tepat rasanya Amel yang menggunakan brand Tazqa Hijab Syari, menjual hijab syari dengan harga terjangkau. Selain itu, misi Amel yang menginginkan semakin banyak orang menggunakan hijab syari menjadi alasan utama Amel menjual satu set hijab syari perdananya dengan harga Rp 270 ribu.

“Kalau saya jual dengan harga mahal, sulit bagi saya bersiang dengan yang lebih dulu dikenal. Saya juga ingin banyak orang bisa beli hijab syari karena harganya yang lebih bersahabat,” tutur Amel mengenang awal usahanya.

Bukan Penghalang.

Berbeda dengan pengusaha hijab syari lain yang umumnya memiliki kemampuan menggambar, mendesain bahkan lihat menjahit, tidak begitu dengan Amel. Wanita asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengaku tak bisa menggambar, membuat desain bahkan menggunakan mesin jahit.

“Saya tidak bisa menggambar, tidak bisa merancang, jahit pun tidak bisa. Tapi kenginan saya kuat sekali. Dengan prinsip kalau baju syari ini yang penting longgar, tidak membentuk tubuh, cutting-nya sama aja, saya mulai usaha ini dengan bismillah. Semua kendala itu bukan penghalang bagi saya,” kisahnya.

Wanita kelahiran 13 Februari 1983 ini mengatakan banyak belajar tentang jenis bahan, desain, model yang sedang tren, cara cutting bahan dari penjahit dan rekan-rekan sesama pengusaha hijab syari yang ia temui di toko tempat ia membeli kain. Dari bertemu dengan banyak orang, akhirnya ia tahu untuk membuat jibab syari perlu berapa banyak kain, berapa lapis, hingga cara memotong kain agar tak banyak yang terbuang sia-sia.

Dengan modal coretan gambar sederhana yang dibuatnya, ia mengarahkan penjahit yang merupakan tetangganya untuk membuat hijab syari sesuai dengan keinginnya. Setelah melewati beberapa kali revisi guna menyempurnakan desain hijab syari, akhirnya dihasilkan hijab syari yang diminati teman-teman, kolega hingga masyarakat luas.

“Awalnya saya tawarin ke temen saya, dan mendapat respons bagus. Dari sana saya coba jualan via instagram yang baru saya pelajari lebih dalam,” aku wanita yang sebelumnya hanya bermain facebook itu.

Tiongkok Masih Jadi Negara Utama Pemasok Impor Non Migas

0

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pada Mei 2019 sebesar USD 14,74 miliar atau naik 12,42 persen dibandingkan April 2019. Sebaliknya jika dibandingkan Mei 2018 turun sebesar 8,99 persen.

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan kinerja ekspor Mei 2019 dipengaruhi ekspor non migas mencapai USD 13,63 miliar, naik 10,16 persen dibanding April 2019. Sementara dibanding ekspor non migas Mei 2018 angka tersebut turun 6,44 persen.

Adapun peningkatan ekspor migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor gas 99,40 persen menjadi USD 890,5 juta, sementara ekspor hasil minyak turun 52,57 persen menjadi USD 55,8 juta dan ekspor minyak mentahturun 5,48 persen menjadi USD 167,9 juta.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2019 mencapai USD 68,46 miliar atau menurun 8,61 persen disbanding periode yang sama di tahun 2018 sebesar USD 74,91 miliar. Demikian juga ekspor non migas pada Januari-Mei 2019 mencapai USD 63,12 miliar atau menurun 7,33 persen disbanding periode yang sama pada 2018.

Nilai impor bulan Mei 2019 mencapai USD 14,53 miliar atau turun 5,62 persen dibandingkan April 2019 yang tercatat USD 15,4 miliar. Sementara bila dibandingkan dengan realisasi impor pada Mei 2018 yang sebesar USD 17,66 miliar, maka terjadi penurunan sebesar 17,71 persen.

“Penurunan laju impor ini didorong terjadinya penurunan impor pada migas maupun non migas,” ujar Suhariyanto di gedung BPS, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Impor migas Mei 2019 mencapai US$ 2,09 miliar atau turun 6,41 persen dibanding April 2019. Demikian pula jika dibandingkan Mei 2018 turun 26,89 persen.

Penurunan impor non migas terbesar Mei 2019 dibanding April 2019 adalah golongan mesin dan peralatan listrik sebesar US$ 158,5 juta (8,68 persen), sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan sayuran sebesar US$ 69,8 juta (269,50 persen).

Tiga negara pemasok barang impor non migas terbesar selama Januari–Mei 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$ 18,03 miliar (29,31 persen), Jepang US$ 6,46 miliar (10,50 persen), dan Thailand US$ 3,95 miliar (6,43 persen). Impor non migas dari ASEAN 19,18 persen, sementara dari Uni Eropa 8,23 persen.

“Tantangan kedepan tidak mudah meskipun kita terus menggenjot ekspor kita juga harus memecahkan masalah eksternal yang harus kita hadapi,” katanya.

BPS juga melaporkan NeracaPerdagangan pada Mei 2019 mengalami surplus USD 0,21 miliar. Realisasi ini meningkat dibandingkan Neraca Perdagangan April 2019 yang masih mengalami defisit USD 2,50 miliar.

 

Investasi SAP Express Rp 3,5 Juta, Komisi Agen 25%

0

Usaha jasa pengiriman (kurir) bukan hal baru bagi Budiyanto Darmastono. Pasalnya pria yang akrab disapa Budi ini selama 18 tahun sukses mengembangkan salah satu perusahaan kurir. Merasa jenuh dan ingin mencari tantangan baru di usaha lain, Budi memutuskan untuk menjual perusahaan kurir yang telah ia besarkan dan beralih ke usaha properti. Baru 2 tahun menggeluti usaha properti, Budi memutuskan untuk kembali menekuni usaha jasa kurir.

Menurut Budi semakin berkembangnya bisnis e-commerce di Indonesia menjadi angin segar bagi pelaku usaha jasa kurir. Tidak heran bila Budi memilih untuk meninggalkan bisnis properti dan kembali terjun ke usaha jasa kurir.

“Saat itu ada salah satu mantan karyawan saya yang meminta saya mendirikan usaha jasa kurir, dan setelah saya lihat ternyata prospek usaha jasa kurir akan semakin cerah kedepanya,” terangnya

SAP Express adalah pelopor kurir berbasis Android di Indonesia. Sejak beroperasi tahun 2014 semua proses binsis SAP Express telah menggunakan sistem teknologi yang terintegrasi. Semua proses pengiriman dapat dipantau secara real time, aman dan tepat waktu.

Di bawah komando Budiyanto Darmastono beserta para profesional yang telah berpengalaman puluhan tahun di bidangnya. SAP Express melesat menjadi sebuah perusahaan jasa pengiriman yang mengelola secara mandiri lebih dari 70 cabang dan jaringan yang tersebar hingga pelosok desa di Nusantara.

Kepercayaan dari berbagai corporate customer terutama untuk highrisk document. Menjadi bekal bagi SAP Express untuk melebarkan perannya, khususnya peran dalam memajukan digital ekonomi di Indonesia.

Melalui kantor cabang dan jaringan hingga pelosok desa di seluruh Indonesia layanan Cash on Delivery (COD) yang sering menjadi masalah bagi pelaku e-commerce di Indonesia berhasil diselesaikan oleh SAP Express dengan baik.

Mitra Konter Ritel 

Di setiap barang yang manusia konsumsi ada peran logistik yang tidak bisa dihindari. Selama ada kehidupan manusia, selama itu juga peran logistik akan terus ada sepanjang masa. Termasuk di dalamnya potensi bisnis konter ritel SAP Express.

Kami memberikan tawaran istimewa bagi calon mitra untuk membuka konter ritel mulai dari Rp 3.5jt dengan keuntungan komisi fee hingga 25%. Calon mitra juga dapat merangkap konter ritel SAP Express dengan jasa/usaha lainnya. Untuk dapat membuka kantor ritel calon mitra dapat mengisi formulir terlebih dahulu

Investasi.

Ada 2 pilihan kerjasama yang ditawarkan yaitu Sub Agen dengan investasi sebesar Rp 3,5 juta, dan Agen sebesar Rp 5 juta. bedanya adalah jika Sub Agen semua operasional dilakukan secara manual sedangkan Agen akan mendapatkan komputer, printer, dan timbangan. Selain itu Agen juga dapat melayani pembayaran listrik, telepon, hingga cicilan kendaraan.

Investasi tersebut belum termasuk sewa tempat dan berlaku untuk kontrak kerjasama selamanya. Dari kerjasama tersebut Sub Agen maupun Agen akan mendapatkan komisi sebesar 25% dari omset. Tidak lupa Agen akan mendapatkan pelatihan bagaimana memasarkan produk SAP Express ke corporate.

“Sebenarnya gampang sekali menjualnya karena kita memiliki kelebihan diaplikasi android tersebut,” terang Budi.

Mengingat investasi yang sangat terjangkau, Budi optimis Agen dapat balik modal paling lama dalam 3 bulan. Bahkan menurut penuturan Budi banyak Agen dari SAP Express yang bisa balik modal dalam 1 bulan. Budi menyarankan Agen membuka gerai di lokasi seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, atau pemukiman padat penduduk.

“Saya mengimbau kepada Agen untuk aktif melakukan kerjasama dengan corporate, kalau hanya menunggu pelanggan datang maka balik modal akan lama,” sarannya.

 

Kiat Mengatasi Piutang Macet

0

Salah satu pendukung kelancaran bisnis adalah cashflow yang lancar. Itulah kenapa para pengusaha punya jargon “cash is the king“. Maka ketika cash in tidak lancar, maka proses bisnis pun menjadi terganggu seperti pembelian inventory atau untuk membayar biaya-biaya lainnya.

Ketika terjadi kemacetan piutang, perhatikan apa yang menjadi penyebab macetnya piutang, apakah karena faktor moral si penghutang yang memang tidak memiliki itikad baik untuk membayar, apakah karena bisnisnya yang sedang turun sedangkan mereka bisa Anda percaya, atau cuma karena faktor teknis seperti metode penagihan yang kurang bersahabat dengan kondisi cashflow mereka.

Jika yang menjadi masalah adalah faktor moral penghutang, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan melalui jalur hukum. Tidak harus ke pengadilan, tapi bisa melalui bantuan mediasi dari konsultan hukum. Jangan harap ada uang kembali dengan cepat, karena proses ini akan makan waktu panjang.

Jika penghutang memiliki itikad baik untuk membayar, namun mengalami masalah dengan kondisi keuangannya sendiri, kita bisa tawarkan keringanan seperti pembayaran yang bisa dicicil, atau penyitaan aset lain. Jika kita menjadi supplier utama bagi pelanggan tersebut, tidak ada salahnya sedikit “mengancam” untuk membatasi pembelian sehingga pelanggan tadi benar-benar serius untuk melakukan negosiasi.

Tapi jika kita nilai bahwa moralnya baik, tapi bisnisnya yang sedang turun padahal memiliki potensi yang besar, tidak ada salahnya untuk menawarinya hutang yang lebih besar untuk membeli barang kita. Karena bisa jadi bisnisnya akan terbantu dengan pasokan barang dari kita, dan piutang kita pun menjadi lebih lancar.

Cara terakhir tadi, hanya diberikan khusus hanya kalau penghutang bisa dipercaya dan bisnisnya sedang turun karena faktor eksternal. Intinya adalah melakukan negosiasi agar uang kita bisa kembali, seluruhnya atau sebagian, bisnis berlanjut ataupun tidak.

Lalu bagaimana dengan pembelian kembali barang dagangan kita dari supplier yang juga membutuhkan pembayaran? Jika memiliki jaminan dari pelanggan kita, kita bisa negosiasi dengan pihak supplier untuk memperpanjang periode penagihan.

Kalau hutang piutang dengan pelanggan dilakukan dengan adanya legalitas yang kuat dan didukung dengan jaminan, ada alternatif lain yaitu dengan cara “menjual” piutang tadi pada lembaga keuangan seperti bank.

Pilihan lain bisa juga dengan mencari hutang yang sifatnya sangat fleksibel, misalnya dengan pinjaman rekening koran. Pinjaman rekening koran cocok sekali untuk mengatasi kondisi arus kas yang mengalami selisih pembayaran dalam hitungan beberapa hari saja.

Misalnya jika pelanggan baru bisa membayar tanggal 10, sedangkan kita sudah harus membayar pada tanggal 5, kita bisa gunakan rekening koran untuk membayar pada supplier dan membayarnya kembali pada tanggal 10.

Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi hubungan bisnis dengan pelanggan yang menunggak pembayaran piutang. Apakah dengan membatasi jumlah maksimal pembelian secara kredit, atau menaikan harga/mengurangi rabat khusus untuk pelanggan yang memiliki track record pembayaran yang kurang baik. Kalau memang perlu, pelanggan yang memiliki pembayaran yang baik diberikan reward berupada penambahan rabat atau diskon.

oleh: Ahmad Gozali

Konsultan Perencana Keuangan

Email   : gozali@perencanakeuangan.com

 

Kunci Sukses adalah Sabar dan Gigih (Bagi 1)

0

Berbicara mengenai kegigihan dan kesabaran, saya teringat dengan sebuah film yang pernah saya saksikan yang berjudul ”Door to Door”. Film ini sebenarnya kisah nyata kehidupan seorang pengidap Cerebral Palsy. Saraf pipi kanannya bermasalah. Sehingga, ketika berbicara dia agak susah.

Tangan kanannya tidak berfungsi dengan baik. Dan ketika berjalan agak sedikit membungkuk. Namun meskipun seperti itu, dia mampu menjadi top salesman di perusahaan Watkins. Dia menjadi salesman of the year. Lelaki itu bernama Bill Porter. Saya sangat merekomendasikan Anda untuk menyaksikan film ini.

Pesan Sang Ibu. Film ini bermula seorang lelaki yang mengenakan baju kemeja berdasi hitam dan jas agak kecokelatan. Dia berdiri di depan cermin memastikan bajunya rapi. Karena, dia mau mempersiapkan diri untuk melamar kerja sebagai salesman di sebuah perusahaan kebutuhan rumah tangga. Lalu ibunya menghampiri mengingatkannya, ”Butuh waktu sedikit lama bagi orang untuk mengenalmu. Oleh karena itu, bersabarlah dan gigih,” kata ibunya.

Kemudian mereka berangkat ke kantor yang dituju. Setibanya di sana, ibu lelaki cacat ini menunggu anaknya sambil membaca koran di dalam mobil. Sementara lelaki yang mengenakan jas cokelat ini melangkah masuk ke dalam. Setibanya di kantor dia bertemu dengan sang manager.

Sang manager mengemukakan tentang aktivitas para salesman. ”Membawa tas berat yang isinya produk yang harus mereka jual. Terkadang bukan hanya satu. Tetapi ada juga yang membawa dua tas. Mereka berjalan antara satu rumah ke rumah yang lain. Sungguh, melihat kondisimu, rasanya agak sulit. Dan aku rasa kamu mengerti apa yang aku katakan. Maafkan aku,” kata sang manager menolak Bill Porter menjadi salesman di perusahaannya.

Kemudian Bill keluar kantor dengan wajah menunduk, perasaannya diselimuti kecewa. Saat dia berdiri di depan pintu kantor Watkins, dia melihat dari kejauhan ibunya yang berdiri di samping mobil sambil membaca koran. Garis-garis wajahnya terpancar harapan agar anaknya mendapat pekerjaan. Bill berhenti melangkahkan kakinya sejenak dan memikirkan sesuatu. Lalu, dia memutar arah masuk kembali ke kantor menjumpai manager.

Saya Pantas Jadi Salesman. Skin ini bagi saya sungguh bermakna. Karena, keputusannya menjumpai kembali sang manager menunjukkan kegigihan dalam dirinya untuk berhasil. Bukan hanya itu, keahliannya melobi agar pantas menjadi salesman di Watkins, membuktikan bahwa dia pantas menjadi salesman.

Simak kata-katanya untuk meyakinkan manager. ”Tuan Hernandez,” Bill menyapa. ”Berikan aku rute terburukmu. Berikan aku area yang tak seorang salesman pun mau ke sana. Apa ruginya bagimu? Jika aku bisa menjualnya, kamu menjadi pahlawan.” Dia berkata sambil tangan kiri menyapu pipi kirinya dengan sapu tangan.

Tuan Porter,” kata sang manager. ”Jujur saja, ini pekerjaan yang sangat membutuhkan kekuatan fisik. Dan kau ini lumpuh. Aku tidak bisa melihat bagaimana...,” tuan Hernandez terdiam, lalu mengatakan ”Apa?” karena seorang wanita pegawai Watkins yang berdiri di samping kanannya menginjak kakinya. Sembari membuat isyarat agar si manager memikirkan kembali. Akhirnya Bill Porter diterima menjadi salesman hari itu dan membawa sebuah tas yang berisi produk Watkins.

Perjuangan Baru Dimulai. Ibu Bill mengantar putranya ke rute yang telah ditentukan menggunakan mobil tuanya. Sampai di tujuan, Bill diturunkan di area komplek perumahan. Kata-kata Ibu Bill Porter, sungguh berkesan bagi saya. Dan saya menjadikan acuan dalam berjualan. “Jadi apa yang kamu tunggu? Mengharap pelanggan mendatangimu ke mobil? Ayo mulai jualan,” kata ibunya.

Kemudian Bill menyusuri perumahan sambil menenteng tas berisi produk Watkins di tangan kirinya. Dia berjalan terseok-seok. Tibalah di rumah pertama. Saat dia hendak mengetuk pintu, bukannya pemilik rumah yang menghampiri. Akan tetapi, seekor anjing besar terikat rantai di leher menggonggonginya dan membuat Bill berlari bersusah payah.

Pengalaman pertama ini tidak menyusutkan semangatnya. Bill kemudian menghampiri rumah kedua dan dibuka oleh seorang pria berbadan besar mengenakan baju tidur masih dalam keadaan mabuk. Pria ini membanting pintu begitu ia mulai mengenalkan dirinya. “Semacam orang peminta-minta,” kata laki-laki itu kepada perempuan yang berteriak “Siapa itu?!” dari dalam.

Hal ini tidak membuat Bill menyerah. Dia melanjutkan ke rumah selanjutnya. Di rumah ketiga, ia belum sempat bicara, penghuni malah meninggalknya.  Sebab penghuni rumah memulai pertengkaran dengan tetangganya lantaran pohon kesayangan tetangganya merusak atap rumah mereka.

Sabar dan Gigih. Sang matahari pun semakin menunjukkan kepanasannya berada tepat di atas ubun-ubun. Namun, Bill belum berhasil menjual dagangannya satu pun. Kemudian dia memutuskan istirahat di taman komplek perumahan area prospeknya. Dia duduk di kursi panjang dan membuka bekal makan siang yang telah dipersiapkan oleh perusahaan Watkins.

Nafasnya terengah-engah akibat kelelahan berjalan antara satu rumah ke rumah yang lain. Bill mengambil roti berlapis sayuran dan daging. Saat hendak memasukkan roti tersebut ke mulutnya, dia membaca kata berukiran saus tomat berwarna merah ”Patient” (Kesabaran). Lalu dia membalikkan sisi satunya lagi, di sana tertulis ”Persistence (Kegigihan).

Ia tersenyum ketika membacanya. Ia tahu, pasti ibunya yang telah menuliskan kata-kata itu di sana. Ia masih ingat, ibunya sempat berkata, “Pasti membutuhkan waktu bagi orang-orang untuk mengenalimu. Tapi ingat: sabarlah dan gigih (patient and persistence) anakku.” (Bersambung)

 

Oleh:

Rahmadsyah, Mind-Therapist

Mind-Talks Training & Consulting

Certified Hypnotherapy from IBH

Certified Personal Coach from Krishnamurti

Certified Master Practitioner NLP from NF-NLP Florida

Web: www.rahmadsyah.com

Email: rahmadnlp@gmail.com

Belajar dari Jatuh Bangun Mas Jono…. (Bag 2-Selesai)

0

Jono tetap memaksakan dirinya untuk belajar pada temannya saat membuat bakso, dan mempraktekkan apa yang sudah dilihat dan dipelajari ketika di rumah. Dia  mengikuti semua proses pembuatan bakso pada temannya, mulai dari belanja bahan-bahan membuat bakso di pasar, mengolah dan meracik bumbu-bumbu bakso hingga membuat dan membentuk bakso. Tetapi ia hanya dapat melihat saja, tidak diperkenankan untuk memperaktekkannya ditempat temannya tersebut.

Jono memulai lagi bisnis bakso dan mie ayam, meskipun uangnya sudah mulai  menipis karena digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk modal membuka bisnis bakso dan mie ayamnya, ia menggadaikan motor satu-satunya dari hasil menjual minuman untuk modal usaha. Dalam hati Jono sudah berjanji, “Ini adalah usaha terakhir saya di Jakarta, jika usaha terakhir ini gagal maka saya sudah bertekad untuk pulang kampung memboyong keluarga ke Banyumas untuk bertani atau kerja di pasar”.

Bisnis bakso dan mie ayamnya kali ini sukses, berkat usaha serta do’a nya kepada Allah yang tidak pernah berhenti. Dengan modal bahan baku sebesar Rp 1 juta, Jono memperoleh omset sebesar Rp 1,5 juta pada hari pertama buka. Dia merasa senang, bisnisnya semakin hari semakin ramai dikunjungi oleh pelanggan. Omsetnya terus bertambah, dan ia sudah mempunyai beberapa karyawan untuk membantunya ketika berdagang.

Jono semakin sibuk setiap hari, mulai dari waktu subuh dia sudah berbelanja ke pasar, lalu mengolah bahan baku untuk dipersiapkan menjadi barang dagangan, Jono sudah seperti Superman yang mengatasi semua pekerjaan dibisnisnya. Terkadang saking sibuknya melayani pelanggan, hingga lalai dalam mendirikan sholat 5 waktu yang menjadi kewajiban setiap umat muslim. Kesibukan dan kerepotannya dalam berbisnis ini, terus terjadi hingga Ia bertemu dan berdiskusi dengan kenalannya yang juga seorang pebisnis dan pelatih pada bisnis di tahun 2010.

Mereka berdiskusi panjang lebar mengenai bisnis. Dari pertemuan yang tidak disengaja itu, Jono mulai mendapatkan pencerahan tentang bagaimana menjalankan bisnis yang benar dan efektif dari kenalannya tersebut. Tertarik akan ilmu bisnis dan manajemen yang selama ini tidak pernah diketahuinya, Jono tertarik untuk dimentoring oleh pelatih bisnis tersebut pada 2011, agar bisnisnya dapat lebih berkembang lagi.

Gayung pun bersambut, pelatih bisnis yang biasa disebut business coach itu bersedia untuk membimbing Jono agar dapat mencapai impiannya di bisnis. Jono bersedia untuk menginvestasikan uang dan waktunya untuk dibimbing seorang pelatih bisnis 2 sesi dalam sebulan, sesi-sesi coaching atau bimbingan diikuti oleh Jono dengan antusias dan langsung menerapkannya di bisnis. Beberapa bulan setelah mengikuti bimbingan bisnis, Jono baru mengetahui pentingnya pendelegasian didalam bisnisnya.

Kini Jono sudah memiliki 4 cabang bisnis restoran bakso dan mie ayam, dan memiliki 25 orang karyawan. Dengan omset rata-rata sebesar Rp 15 juta/hari. Jono menargetkan akan menambah dua cabang baru setiap tahunnya, bahkan tahun lalu bisnisnya sudah diwaralabakan dan banyak peminat yang ingin bermitra bisnis dengannya. Jono adalah contoh pebisnis sukses yang tidak pernah menyerah ketika menghadapi kegagalan demi kegagalan. Kunci suksesnya adalah kerja keras dan kerja cerdas, persistensi, mau belajar dari ahlinya dan berdo’a pada Allah yang tidak pernah terputus.

Semoga kisah nyata pebisnis sukses ini dapat menginspirasi Anda

 

Oleh:

Vence Ginting, Active Coach

vginting@yahoo.com, coachventing@gmaill.com