Indonesia Listing Dua Sukuk Hijau Senilai USD 2 Miliar Di Nasdaq Dubai

0
452
Sukuk Negara (dok bareksa.com)

Indonesia melakukan pencatatan (listing) dua obligasi negara syariah (sukuk) hijau senilai US$ 2 miliar atau setara dengan Rp 28,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.200/US$) di Nasdaq Dubai.

Dua obligasi syariah berlabel ‘hijau’ tersebut sudah tercatat pada 19 Februari 2019. Satu sukuk bernilai US$1.25 miliar dan yang lainnya bernilai US$750 juta. Listing dua sukuk hijau itu akan digunakan untuk berbagai proyek yang menekankan pada pembangunan berkelanjutan (sustainable).

Dengan pencatatan ini, maka Indonesia menjadi penerbit sukuk terbesar berdasarkan nilai tukar dengan total mencapai US$ 15 miliar (sekitar Rp 213 triliun) dari 11 emisi. Listing tersebut juga menjadi pertanda penguatan hubungan ekonomi antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Indonesia.

“Dua sukuk kami diterima dengan sangat baik oleh para investor, mencerminkan semakin berkembangnya jangkauan dan pentingnya pasar modal Islam di negara-negara muslim dan secara global,” kata Husin Bagis, Duta Besar Indonesia untuk UEA, dalam siaran pers, Senin (24/06/2019).

Essa Kazim, Gubernur Dubai International Financial Centre, Sekretaris Jenderal Dubai Islamic Economy Development Centre, dan Ketua Dubai Financial Market, mengatakan, sangat senang dapat bermitra dengan Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan pasar keuangan Islam untuk keuntungan dari semua peserta dan industri ekonomi yang lebih luas.

“Kolaborasi yang sukses ini menggambarkan pertumbuhan Dubai sebagai Ibu Kota global Ekonomi Islam, di bawah inisiatif yang diluncurkan oleh Yang Mulia Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA, dan Emir Dubai,” katanya.

Hingga saat ini nilai total semua sukuk yang tercatat di bursa Dubai telah mencapai US$ 61,5 miliar, jumlah terbesar dari semua pusat listing di dunia. Menurut Abdul Wahed Al Fahim, Ketua Nasdaq Dubai, Nasdaq Dubai berkomitmen untuk mendukung ekspansi global sektor Sukuk dengan lebih meningkatkan proses listing yang efisien, serta layanan pasca-listing yang komprehensif.

“Kami sedang mempersiapkan berbagai deretan listing baru dalam beberapa bulan mendatang dari UEA, penerbit regional dan global, menggunakan pengetahuan dan pemahaman Dubai yang mendalam tentang sektor Sukuk,” tambahnya.

Hamed Ali, Kepala Pelaksana Nasdaq Dubai, menambahkan bursa ini memperkuat kerja sama erat yang telah kami miliki dengan pemerintah Indonesia sejak pencatatan Sukuk pertama dengan Nasdaq Dubai tahun 2014.

“Kami menempatkan diri untuk menerima banyak listing selanjutnya dari pemerintah, sektor publik dan swasta yang dapat memanfaatkan visibilitas global yang kami berikan dan hubungan dekat kami dengan investor internasional dan regional.” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.