Selasa, Mei 12, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 822

Ulasan Menarik 7 Arsitek Indonesia

0

Buku 7 Arsitek Indonesia yang mengusung tema lahirnya generasi arsitek baru ini diterbitkan oleh Kanaya Press, Group Puspa Swara. Di dalam buku setebal 173 halaman ini merangkum karya ketujuh generasi arsitek baru Indonesia di antaranya Martin L Katoppo; Yu Sing; Gede Kresna; Effan Adhiwira; Ign.Susiadi Wibowo; Ariko Andikabina; Stanley Wangsa.  Buku yang secara detil mengekspos berbagai sudut bangunan rumah ini ditulis apik Peter Yogan Gandakusuma dan Murni Khuzrizmi.

Generasi Baru.

Dalam bukunya Peter menyampaikan bahwa dari beberapa karya seni genarasi arsitek baru tersebut memiliki kesamaan gagasan ideal tapi berbeda cara mengeksekusinya. Kesamaan tentang keunggulan material, kesadaran anggaran, keahlian melakukan terobosan dan keberanian bereksperimen membuat karya yang dihasilkan memang jadi berbeda di mata orang awam.

Karya-karya mereka mungkin terlihat agak kotor, tidak rapi, aneh tidak normal, dan agak ganjil. Namun ini merupakan pencapaian karya yang luar biasa, berjiwa dan menghadirkan cinta berdedikasi terhadap profesionalitas seorang arsitek yang tengah berkarya dan berusaha memberi dampak bagi masyarakat. Demikian disampaikan Peter dalam prakatanya.

Sementara Murni berpendapat buku ini ingin meninspirasi pembaca Indonesia. Ketika bahan bangunan semakin mahal dan sementara kebutuhan hidup semakion bertambah, maka setiap rumah tangga musti memikirkan solusi jitu untuk membangum rumah yang tetap indah.

Mengikuti pola-pola rumah masa kini yang memakai banyak material industry sejak pondasi hingga pengecetan, sudah tidak mungkin diikuti secara keseluruhan. Semua bahan bangunan sekarang naik signifikan semakin mahal dan secara estetika juga semakin kaku (rigid).

Gambar sampul buku digunakan foto rumah Martin L Katoppo yang dibangun sangat teoritis, seolah-olah bebas dari himpitan budaya praktik hari ini. Menurut kami teorinya sangat menarik untuk dikembangkan oleh pembaca dan arsitek, hampir semua isu lingkungan, sosial budaya dan teknologi “dipaksa” masuk sambil dicari-cari pembenaran estetikanya. Martin L Katappo dan keluarganya sudah menetap hampir empat tahun di rumah non progresifnya itu.

Dalam pengantarnya, Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Ir. Triatno Yudo Harjoko, M. Sc, Phd, menyampaikan bahwa karya desain dari tujuh arsitek memeang bukan yang “wah” tapi aspek kecermatan dalam keterbatasan serta kesederhanaan.

Kiprah semacam ini sangat bermakna tinggi bagi klien yang ingin menggunakan jasa arsitek, tetapi mengidamkan karya yang unik. Keragaman gagasan citra/tanda dari ketujuh arsitek yang bisa jadi muncul sebagai kulminasi diri dari sebuah perjalanan batin yang matang dari masing-masing arsitek menjelma menjadi karya unik dari masing-masing arsitek ini.

Membalik satu per satu halaman di dalam buku ini seperti diajak memahami secara langsung apa yang ingin dikatakan dan latar belakang dari pembangunan sebuah rumah. Triatno memandang bahwa penulisan dalam buku ini lebih merupakan ‘jembatan’ daripada ‘hadiah baru yang terbungkus rapi’.

Hasil Pemikiran Kritis

Barangkali yang mengagetkan atau dianggap mewakili generasi ‘baru’ adalah bagaimana 7 arsitek tersebut memakai paradigma-paradigma baru hasil pemikiran kritis mereka, contohnya materialitas untuk dieksplorasi sebagai bahan dalam mendesain, dimana kuantitas pemikiran ini hadir dalam skala berbeda-beda.

Generasi sebelum arsitek-arsitek dengan paradigma baru ini, bisa jadi terkaget-kaget; singgasana ‘gaya-gaya’ mereka dihanyutkan oleh ‘arus’ atau stream yang nampaknya cukup kuat, lebih mendasar dan beralasan. Meskipun demikian ‘hadiah-hadiah’ itu sudah dibuka perlahan-lahan dalam kurun satu atau lima tahun terakhir. Demikian juga pasar mungkin masih hati-hati untuk mengadopsi paradigma baru ini, kali-kali ini hanya sepenggal epoch yang akan segera tertiup angin.

Hanya ada satu yang bisa mengalahkan mainstream, dia adalah small-stream yang mirip-mirip seperti ini. Secara umum desain-desain dalam buku 7 adalah modern, ada yang sangat modern, dan ada juga yang merepresentasikan jejak tradisi. Bahkan unsur gaya baru seperti gaya industrial juga tampak laksana eklektisism yang ‘biasanya’, the casual eclecticism.

 

 

 

 

Besar Pasak Daripada Tiang, Defisit APBN Makin Bengkak Rp 127,5 Triliun

0

Besar pasak daripada tiang demikian ungkapan pribahasa yang menggambarkan keuangan pemerintah saat ini. Hingga Mei 2019, Kementrian keuangan menyebut defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) jatuh kian dalam. Jika Mei tahun lalu defisit menyentuh angka 93,5 triliun, tahun ini semakin membengkak ke angka Rp127,5 triiiun.

“Kenaikan defisit anggaran ini karena pertumbuhan pendapatan lebih kecil daripada pengeluaran belanja Negara,” jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani Infrawati.

Menurut Sri Mulyani pendapatan Negara dipenghujung bulan Mei mencapai Rp Rp728,5 triliun. Sementara itu, pengeluaran belanja Negara naik menjadi Rp855,9 triliun.

Rendahnya penadapatan Negara disebabkan beberapa faktor mulai dari penerimaan pajak yang turun 14,2 persen dari tahun sebelumnya menjadi hanya Rp496,6 triliun. Bagitu juga dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang hanya Rp158,4 triliun.

“Ini semua karena terjadi pertumbuhan ekonomi yang kian melemah, untungnya ada dampak positif dari bulan Ramdhan,” jelasnya.

Sementera itu, meningkatnya anggaran belanja Negara, disebut Menkeu karena belanja bantuan sosial yang meningkat. Hal ini karena pencairan program Keluarga Harapan (PKH) pada Januari, April, Juli, dan Oktober padahal sebelumnya cair setiap Februari, Mei, Agustus dan November.

Pembengkakkan anggaran belanja ini karena penyaluran bantuan sosial PKH per Kepala Keluarga (KK) yang tercatat Rp60,33 triliun atau naik 53,7%.

 

Akankah Adidas Kalah Seperti Superman?

0

Akhir bulan Mei lalu publik dikejutkan oleh kabar kalahnya DC Comics oleh perusahaan cokelat merek Superman asal Surabaya. PT Marxing Fam Makmur memang sejak lama menggunakan merek Superman untuk produk cokelat yang banyak ditemukan di warung-warung tradisional. Pasalnya perusahaan telah mendapatkan sertifikat merek dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham untuk menggunakan merek Superman di Indonesia.

Ihwal perusahaan yang memproduksi tokoh kartun Superman ini akan mendaftarkan mereknya ke Indonesia, tidak bisa didaftar karena merek itu telah dipegang PT Marxing. Alhasil DC Comic kalah baik di PN Jakpus maupun putusan MA menyatakan hal yang sama.

Akankah kasus yang menimpa DC Comics akan menimpa perusahaan Adidas yang tak bisa lagi menggunakan logo desain khas tiga garisnya sebagai merek dagang di Uni Eropa?. The Guardian menyebut karena Adidas tak bisa membuktikan karakter khas logo tersebut.

Padahal Adidas telah mendaftarkan logo oleh pendirinya Adi Dassler pada 18 Agustus 1949. Meski demikian, pengadilan menjelaskan logo tersebut tak cukup mengidentifikasi itu berasal dari Adidas.

Jika DC Comics berseteru dengan PT Marxing Fam Makmur, sedangkan Adidas berebut logo dengan Belgia Shoe Branding Europe.

Sebenarnya Adidas telah mendaftarkan logo tiga garis tahun 2014, namun  Shoe Branding Europe meminta kantor kekayaan intelektual Uni Eropa membatalkan kepemilikan logo Adidas di Eropa. Dengan pertimbangan Adidas gagal memberikan bukti yang menunjukkan bukti tiga garis produknya sebagai produk Adidas. Pihak Adifas pun sedang mengajukan banding ke Pengadilan Eropa.

Hati Lebih Damai Setelah Terapi Warna

Terapi warna merupakan salah satu bentuk terapi yang menggunakan metode warna. Seperti bentuk terapi pada umumnya, terapi warna menghasilkan efek yang dapat dirasakan ketika seseorang mulai menggunakan, melihat atau memanfaatkan warna-warna tertentu sehingga mempunyai pengaruh terhadap respon psikologisnya.

Terapi ini baik diterapkan dengan beberapa metode yaitu mewarnai, menggambar atau melihat warna tertentu. Misalnya dipakai warna dan lingkaran, kemudian melihat warna pada lingkaran tersebut. Nanti akan merefleksikan kira-kira akan melihat warna apa saja. Hal ini dilakukan karena sesungguhnya setiap orang akan memiliki respon berbeda pada warna-warna yang ada.

Diuraikan Jovita Maria Ferliana, M.Psi, Psikolog RS Royal Taruma, lewat metode menggambar mewarnai, kita akan melihat warna-warna apa yang dominan digunakan oleh orang tersebut atau kondisi dia pada saat itu.

Bila awalnya dia menggunakan warna-warna yang gelap karena ketika itu sedang depresi dan putus asa, setelah melakukan beberapa kali terapi warna, kita akan meminta dia menggunakan warna-warna yang berbeda.

Warna-warna yang berbeda itu akan digunakan dan efeknya dapat dirasakan serta berkaitan dengan suasana hatinya. Metode ini harus dilakukan dalam satu periode tertentu.

Untuk mewarnai atau menggambar bisa menggunakan pensil warna, krayon, spidol atau cat air. Untuk alat-alat yang digunakan ini bisa dilihat sifat yang berbeda-beda dan dapat disesuaikan dengan keinginan.

Tetapi yang paling favorit digunakan adalah pensil warna karena pensil warna bisa menghasilkan gradasi dan lebih bebas digunakan di segala usia. Jika menggunakan spidol tidak bisa mencampur dan terkadang menjiplak ke area belakang kertas. Dan untuk krayon akan cocok bila digunakan di atas bidang yang lebar.

Ekspresi warna yang kental terletak di pensil warna dan krayon. Sedangkan spidol berfungsi untuk kontrol. Sementara untuk cat air atau cat media. Cat akan dikeluarkan semua di atas kanvas. Segala bentuk ekspresi akan dituangkan di atas kanvas. Ini biasanya dikerjakan bagi orang-orang yang ingin menumpahkan seluruh emosi pada waktu yang sama.

Ramai-Ramai Bangun Apartment Di Bogor

0

Pasca dijejali mal, hotel dan rumah sakit, lima tahun terakhir Bogor dikepung apartment. Ramainya pembangunan gedung jangkung ini tak lepas dari gencarnya pembangunan infrastruktur serta banyaknya akses menuju kota hujan itu.

Lima tahun terakhir setidaknya ada 21 apartment mulai dari yang sudah serah terima dan dihuni/disewakan, topping off, ground breaking, penjualan perdana hingga tahap pengurusan izin. Jika ditotal, ada sekitar 30.728 unit apartment yang siap dihuni hingga 2022.

Dari ke-21 apartment tersebut, baru 3 apartment yang sudah serah terima yakni Bogor Icon, Bogor Valley dan Sentul Tower Apartment. Maklum pembangunan ketiga apartment ini sudah dimulai sejak lima tahun lalu dan topping off sekitar tahun 2014-2015.

Bogor Mansion yang dikembangkan PT Akasah Sigar Tengah adalah pelopor pembangunan apartment di kota Bogor. Namun sayang karena tidak mendapatkan izin, apartment yang sudah dipasarkan sejaktahun 2011 itu harus dihentikan pemasaran dan pembangunannya.

Meski penjualan apartment pertama di Bogor itu gagal, tak menyurutkan pengembang lain menawarkan bangunan jangkung di kota Bogor. Bogor Icon dan Bogor Valley adalah pembangunan apartment berikutnya yang digawangi pengembang Binakarya Propertindo Group dan Gapuraprima Group yang berhasil merampungkan pembangunan apartment di Jl KH Ahmad Dahlan, Bogor. Kedua apartment ini mendapat limpahan konsumen dari Bogor Mansion.

Bagusnya respons konsumen atas penawaran apartment di Bogor, menarik pengembang lain ikut membangun gedung vertikalbaik di kota maupun kabupaten Bogor. Sebut saja BNR Jungle Sky, Bogorienze, Dramaga Tower Apartment, B Residence, Gardenia, El Centro, Bhuvana, Sentul Tower dan lainnya.

Sementara itu ada sekitar 10 apartment yang sedang dalam proses pembangunan hingga topping off di antaranya Citra Kaliana, Gunung Putri Square, Olympic Sentul Residence, Gardenia, El Centro, B Residence, Dramaga Tower, Bogorienze dan Bhuvana.

Sisanya ada 8 apartment yang masih dalam penjualan perdana, land clearing, hingga rencana ground breaking di tahun 2018 seperti Ventuda Sentul, Royal Sentul park, Menara Cibinong, Jakarta Pavilion, Grand Central Bogor, Jasmine Park, Dramaga Riverside, dan La Montana Bogor.

Dari 21 apartment di Bogor, hanya 9 apartment yang berlokasi di kota bogor, sisanya 12 apartment tersebar di kabupaten Bogor. Pembangunan apartment di kabupaten lebih banyak daripada kota bogor tak lepas dari sudah padatnya tengah kota Bogor dengan tingkat kemacetan yang cukup tinggi.

Pembangunan apartment di tengah kota Bogor sempat menjadi pro dan kontra. Wakil Walikota Bogor, Usman Hariman menolak pembangunan apartment 2 tower setinggi 18 lantai di Stasiun Bogor yakni Grand Central Bogor.

Menurutnya, pembangunan seharusnya tidak diorientasikan ke wilayah tengah, melainkan ke wilayah luar. Meski penandatanganan nota kesepahaman sinergi TOD Kawasan Statsiun Bogor telah dilakukan, namun Usman menegaskan harus ada kajian lebih mendalam lagi soal rencana tersebut.

Pengamat Tata Ruang Kota dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ernan Rutiadi  mengatakan, adanya rencana pembangunan apartemen di kawasan Stasiun Bogor akan membuat kawasan tersebut semakin padat.

“Kalau dibangun apartemen justru malah jadi pusat pemukiman, jelas tidak sesuai. Seharusnya memecah kepadatan yang selama ini terkonsentrasi di seputar Kebun Raya Bogor (KRB),” jelasnya

Di tempat terpisah, Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan untuk wilayah permukiman yang dikombinasikan dengan perdagangan dan jasa atau mixed use development, Pemkot Bogor mengarahkanya ke wilayah utara kota.

“Persebaran aktivitas ekonomi dimungkinkan tersebar ke utara, sekaligus juga untuk mengurai kemacetan,” ujarnya.

 

 

 

Lavon Swan City, Township Berstandar Internasional

0

Terbatasnya hunian yang nyaman dan asri di Jakarta, meningkatkan permintaan tempat tinggal di luar Jakarta. Diatas lahan seluas 2600 hektar, pengembang asal Singapura membangun kota mandiri baru Lavon Swan City di Cikupa Tangerang. Mengusung konsep smart living, Lavon Swan City melengkapi berbagai fasilitas berstandar internasional.

Melihat besarnya potensi pengembangan bisnis, industri dan pemukiman di Tangerang, menarik pengembang multinasional SwanCity membangun kota baru mandiri Lavon Swan City di Cikupa Tangerang. Untuk tahap pertama akan dibangun 60 hektar dari 2600 hektar yang akan menjadi The Biggest Mega Township Property Development di Cikupa Tangerang.

Lavon Swan City membeli lahan di lokasi Savana Sutera milik Alam Sutera. Saat ini harga tanah di Cikupa masih berada di angka Rp 4 juta, padahal harga tanah di Alam Sutera, Karawaci, Serpong dan BSD sudah berada di angka Rp 15 juta. Dengan demikian Cikupa merupakan daerah sunrise property di barat Jakarta.

Swan City sendiri bukanlah pengembang baru. Pengembang yang berkantor pusat di Singapura ini sudah banyak mendevelop kota-kota di lebih dari 10 negara antara lain Vietnam, Malaysia, India, Mesir dan Amerika Serikat.Lavon menggunakan konsultan kelas dunia untuk men-design dan rancang bangun semua aspek agar untukmenghasilan produk lokal dengan standard dunia.

Berlokasi di Pasar Kemis, Cikupa Tangerang. Lavon yang hanya berjarak 500 meter dari exit tol Cikupa, Banten, menjadikan lokasi kota mandiri baru itu sangat strategis. Selain terhubung dengan jalan tol Jakarta dan Tangerang, ke depan Lavon akan terhubung dengan Tol Serpong-Balaraja, Tol Balaraja-Bandara Soekarno-Hatta, dan hingga transportasi massal MRT Bala Raya–Cikarang sepanjang 87 km.

Dengan adanya beragam akses jalan tersebut, sehingga hanya perlu 30 menit ke Bandara Internasional Soekarno Hatta,15 menit menuju daerah Karawaci, Summarecon ataupun BSD City, dan 30 menit menujuJakarta.

Smart Living

Lavon Swan City mengusung kawasan hunian ekslusif namun terjangkau dan menjadi pilihan tepat bagi kalangan muda dan orang-orang yang membeli rumah untuk pertama kalinya. Dengan tema smart living yang dengan mengaplikasikan setiap sudut hunian menjadikan tiap sudut hunian berfungsi maksimal.

Misal saja menerapkan konsepgolden 90-degree angle, Dengan konsep rancangan dapur berbentuk L yang membuat aktivitas di dapur lebih efisien. Fitur smart living berikutnya spacious comfort yakni mengatur jarak antar ruang agar kenyamanan penghuni terjamin hingga merancang atap rumah yang lebih tinggi, setinggi 3,2 meter dari lantai.

Lavon Swan City menawarkan 4 tipe cluster hunian dua lantai. Sebanyak 854 rumah di Custer Allura dan Gracia telah terjual sejak launching April 2017. Saat ini pengembang sedang memasarkan Cluster Enchanta dan Lavisa yang akan siap huni di 2019. Lebih dari 2000 orang siap menghuni rumah mereka di Lavon.

Cluster Alura dan Gracia sekarang sudah sebanyak 539 dan 443 unit dengan 2 tipe rumah dengan 3 kamar dan 2 kamar mandi. Sedangkan Cluster Enchanta akan dibangun 412 unit dengan3 tipe dan 250 unit dengan 4 tipe rumah untuk Cluster Lavisa dengan 4 kamar dan 3 kamar mandi. Setiap tipe rumah yakni A,B,C dan D memiliki luas yang berbeda-beda. Tipe A memiliki luas bangunan dan tanah 79/66 m2, Tipe B 93/77m2, Tipe C 101/84 m2 dan tipe D 112/93.

Fasilitas Lengkap

Guna memberikan kenyaman hidup bagi penghuni, cluster rumah Allura Lavon Swan City dilengkapi dengan fasilitas Keamanan 24 jam survilliance camera & fire system, security personel dan double gate system, Maintenance untuk plant & sanitation, infrastructure dan home care unit serta shuttle bus service

Selain komplek perumahan, Lavon Swan City juga menyediakan area komersilseluas 4,8 hektar sebagai pusat kegiatan bisnis dan outlet makanan yang ramai guna mewujudkan sebuahkota mandiri baru di kota Tangerang.

Untuk melengkapi fasilitas komersil tadi, sebuah sarana bintang lima untuk berolahraga dan berkumpul para warga yang sangat eksklusif juga sedang di bangun akhir tahun 2017. Executive clubhouse ini memiliki fasilitas mulai dari kolam renang, tempat bermain anak indoor dan outdoor, gym, ruangan yoga, ruangan karaoke, ruang membaca dan aula serba guna.

Lavon Swan City berdiri pada area seluas 60 hektar yang berdekatan dengan berbagai fasilitas Central Business District (CBD) baru di Cikupa. Lengkap dengan adanya pusat perbelanjaan (shopping mall), sekolah, university, hotel bintang 5, perkantoran dengan Grade A office tower.

Lavon Swan City akan menjadi area penghubung (Gateway) yang memiliki akses langsung ke stasiun MRT dan pintu tol Cikupa. Selain itu Lavonakan menjadi ECO Business Park yang memiliki 3 komponen industri yaitu science industry, technology industry dan creative industry.

Mengingat yang menjadi target pengisi lavon adalah end user yang membeli hunian untuk ditempati, sebagian besar memanfaatkan pembayaran melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah dari bank terkemuka. Sementara itu untuk membangun hunian seluas 60 hektar, sepenuhnya investasi menggunakan dana PT Indonic Tangerang Investment.

 

Kenapa Pebisnis Harus Menambah ILMU

0

Keberhasilan suatu bisnis memiliki banyak faktor, bisa karena produknya yang memang dibutuhkan pasar, pola promosinya yang mampu menyedot peminat, SDM yang bergabung dalam perusahaan yang memang tangguh, pelanggan yang loyal dan banyak faktor lainnya yang mendukung.

Begitu juga dengan meruginya bisnis, bisa disebabkan beragam faktor, bisa karena pelanggan yang lari ke pesaing, produk sejenis yang tak kalah menarik, kebutuhan pelanggan akan produk yang Anda miliki mulai berkurang, atau faktor lainnya.

Yang jelas, bisnis bukan hanya modal uang.  Modal yang paling penting adalah pengetahuan bagaimana bisnis berkembang dengan melakukan berbagai pembaharuan.

Dalam berbisnis, hampir setiap hari Anda bertemu dengan sesuatu yang baru, baik yang sulit maupun yang mudah.  Ketika bertemu kemudahan tentu lebih menyenangkan.  Ketika bertemu kesulitan atau melakukan kesalahan? Saatnya belajar lagi!

Semua pebisnis pasti pernah melakukan kesalahan, tapi bukan berarti lantas berhenti berbisnis setelah melakukannya.  Ada masalah pasti ada solusi.  Kunci yang harus Anda pegang adalah jangan pernah berhenti menyempurnakan bisnis Anda.  Caranya?

Carilah training yang tepat untuk mengupgrade ilmu bisnis Anda, dimana Anda akan mendapatkan banyak PEMBELAJARAN.

Upgrade ilmu dalam berbisnis sangatlah penting sebagai modal utama untuk menjalankan sekaligus mengembangkan usaha.

Pebisnis jangan pernah merasa puas, harus selalu haus ilmu pengetahuan karena permasalahan bisnis selalu berkembang seiring zaman.

Anda pasti tahu, dalam berbisnis, modal uang tanpa pengetahuan bisa tergerus.  Tapi modal pengetahuan tanpa uang bisa jalan karena pengetahuan memandu menemukan solusi-solusi bisnis.

Ya, seorang pebisnis tidak bisa hanya sekadar pusing memikirkan masalah TAPI harus terus melaju dengan mencari SOLUSI.

Salah satu cara mencari SOLUSI adalah (lagi-lagi) dengan MENAMBAH ILMU sehingga bisa menambah langkah untuk ACTION.  Kalau Anda hanya berkutat pada MASALAH pasti akan tambah pusing.  Tapi, jika Anda terus mencari solusi maka akan semakin RINGAN dalam MELANGKAH.

Begitu banyaknya masalah dalam berbisnis, namun jangan pernah takut! Hadapi saja! Masalah tidak akan selesai selama manusia itu hidup bukan?  Masalah akan selalu datang silih berganti dari waktu ke waktu.  Yang paling penting adalah bagaimana melihat masalah dalam sudut pandang yang berbeda.

Bagaimana sebagai pebisnis Anda mau terus belajar untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis Anda.  Semakin kuat kemauan Anda mencari ilmu, maka akan semakin kuat dan hebat Anda dalam menghadapi berbagai situasi dan menyelesaikan masalah-masalah bisnis sepelik apapun.

Selain itu berbisnis itu tidak sekedar berbisnis.  Tantangan bagi Anda adalah menjadikan produk yang Anda jual seperti gula manis yang dikerubuti semut.  Semua orang datang, mencari dan membeli.  Untuk mencapai tahap itu Anda tidak boleh berhenti berinovasi dan belajar ilmu baru.

Dari mana Anda bisa menambah ilmu bisnis?  Banyak! Bisa dari buku bisnis, e-book seputar bisnis, tips bisnis di artikel online, mengikuti kelas bisnis, menghadiri seminar bisnis atau dengan memiliki seorang mentor bisnis.

Memiliki seorang mentor?  Pentingkah?  Pebisnis itu butuh ilmu dari pebisnis senior. Beruntungnya, teknologi digital di era sekarang memudahkan pebisnis untuk bertemu dengan para pebisnis senior dan belajar bisnis dari mereka tanpa harus meninggalkan rumah.

Fungsi pebisnis senior sebagai mentor bisnis tidak hanya memberi ilmu seputar bisnis.  Tapi memberikan pengarahan agar usaha Anda berkembang pesat, omzetnya terus meningkat.  Selain itu hadirnya mentor juga memberikan suntikan semangat Anda untuk terus belajar dan action mengembangkan bisnis.

Bagaimana? Anda masih ragu belajar bisnis dari ahlinya? Berikut alasan yang harus Anda pertimbangkan sebelum Anda menolak memiliki seorang mentor.

Pertama, belajar bisnis membuat Anda bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru yang sangat beragam dari orang-orang yang telah lebih dulu terjun ke dunia bisnis.  Anda akan diajarkan mulai cara mencari tim yang tepat, membuat strategi marketing yang terkini, mencari produk yang tepat, mengatur keuangan bisnis, dan masih banyak lagi

Kedua, Semua pebisnis butuh mentor untuk percepatan bisnisnya. Anda bisa melakukan konsultasi dengan mentor Anda kapan saja.  Anda bisa menceritakan rintangan yang tengah Anda hadapi dan mendapatkan berjibun tips praktis dari para mentor.

Contohnya membuat manajemen waktu yang efektif dan efisien, menentukan target market yang tepat, membantu cara membentuk tim penjualan yang handal dan banyak lagi.  Tidak jarang, para pebisnis senior ini mengenalkan Anda kepada pebisnis lain yang sekaligus dapat menambah daftar link bisnis.  Pastinya, link dan networking adalah hal penting dalam bisnis.

Ketiga, Sesekali para mentor juga akan meminta pebisnis lain yang dimentorinya untuk berbagi satu sama lain dalam satu grup bisnis.  Ya, dengan belajar bisnis Anda akan mendapatkan teman baru yang seperjuangan. Anda akan merasa tidak seorang diri berjuang membangun usaha, mengalami kegagalan dan akhirnya berhasil.

Anda akan menambah daftar pebisnis-pebisnis dengan produk yang berbeda.   Mungkin kelak dapat saling bekerja sama, misalnya dengan berbagi stan dalam suatu pameran ataupun saling mengendors produk masing-masing.

Bagaimana kalau dalam proses mentoring, Anda dan mentor mengalami perbedaan pendapat?  Mentor akan melihat perusahaan Anda dari sisi luar, di luar kotak bisnis Anda.

Jadi mungkin saja antara Anda dan mentor Anda akan mengalami perbedaan pendapat, maka yang harus dilakukan dalam mentoring adalah menyatukan dua pendapat yang berbeda dengan satu tujuan yang sama: membuat perusahaan lebih baik dari segala sisi.

Seorang mentor bisa membantu menyiapkan sistem bisnis Anda untuk menghindari kesalahan-kesalahan berbisnis.  Ya.   Karena sesungguhnya bisnis itu adalah sebuah sistem.  Begitu sistem bisnis Anda rapi dan kuat, Anda akan terhindar dalam melakukan kesalahan-kesalahan berbisnis.

Banyak pebisnis pemula masih merasa sayang merogoh uang untuk mengikuti training atau mentoring bisnis.  Mereka merasa itu tidak penting dan membuang-buang waktu saja.  Tentu saja pendapat ini tidak tepat.  Mengeluarkan uang untuk training atau mentoring bisnis itu sebenarnya merupakan investasi ILMU, sebuah investasi yang sangat penting dalam berbisnis.

Apakah belajar bisnis pasti bikin cepat naik omzet?  Iya, bagi pebisnis yang suka action.  Karena pada dasarnya bisnis hanya dapat dimulai dengan rumus 3B, yaitu, Berbisnis, Berbisnis, Berbisnis.  Artinya setelah ikut training atau mentoring bisnis, langsung action, barulah omzet melesat pesat.

Mencoba, mencoba, belajar, belajar, action dan action adalah sesuatu yang wajib dalam bisnis.  Terapkan banyak pembaharuan dan inovasi dalam bisnis Anda. Mengenai berhasil atau tidak bukanlah masalah.  Hargai proses yang telah Anda lakukan mencapai tujuan tersebut. Anda pasti tahu, dalam mengambil langkah apapun dalam bisnis yang penting adalah sudah mencoba.

Anda tidak akan pernah tahu berhasil atau gagal kalau tidak mencoba sebelumnya.  Kalau ternyata berhasil maka duplikasilah langkah keberhasilan tersebut, hingga akhirnya Anda punya 1001 cara untuk berhasil.

Nah, bagaimana kalau masih tidak punya modal untuk ikut training bisnis? Tidak masalah! Gunakan saja dulu sarana gratis untuk BELAJAR, salah satunya dengan AKTIF BERKOMUNITAS. Jangan ragu untuk terus belajar, tak masalah Anda masih dalam proses berkembang ataupun usaha Anda sudah besar, tetaplah mengosongkan gelas Anda untuk menerima ilmu baru dari siapa pun dan kapan pun. Siap?

 

Oleh:  Indari Mastuti,

Penulisa dan Pemilik Indscript Corp.

Jl. PLN Dalam I No.1/203D, Moh Toha, Bandung

Telp : 081321811219/ 022-5229415

Email: indari.m@gmail.com/indscript.creative@gmail.com

Facebook : indari.mastuti

 

 

 

Rocket Pizza, Pizza Roll Diburu Konsumen

0

Memiliki hobi berkuliner ria ternyata memberikan berkah tersendiri bagi Abah Doddy. Selain bisa menyalurkan hobi makan, pria yang akrab disapa Abah Doddy ini memberikan ide tersendiri  untuk membangun usaha.

Banyaknya pengalaman yang kurang memuaskan saat menyantap Pizza membuat Abah Doddy berkreasi dan membuat Pizza yang berbeda dari yang sudah ada.

“Biasanya kalau makan Pizza ada yang disisain, karena biasanya topping dengan dough tidak maching. Selain itu kalau kebanyakan makan Pizza jadi maghteh (eneg), dan kalau disimpan di kulkas kering. Dari situlah saya berfikir untuk membuat Pizza menjadi makanan siap saji, bisa dimakan kapan saja, harga terjangkau dan memiliki cita rasa yang enak,” ujar Abah Doddy.

Berbekal berbagai referensi kreasi Pizza yang ada hingga berkali-kali melakukan uji coba resep, akhirnya Februari 2016, Rocket Pizza berdiri mengusung konsep Pizza Roll dengan berbagai varian rasa.

Pizza Roll.

Pizza Roll hadir ditengah kejenuhan bentuk Pizza yang itu-itu saja. Dengan bentuk digulung dan isian yang padat, membuat konsumen bisa menyantap Pizza hingga tidak tersisa. Bahkan yang menarik, bila tidak habis, pizza ini bisa di simpan di lemari es dan cukup dengan dipanaskan dalam microwave bila ingin menyantapnya kembali.

“Rasa kita tidak berubah dan bisa tahan hingga 2 bulan bila di simpan di freezer,” jelas pria yang juga aktif sebagai konsultan UMKM ini.

Pizza dengan panjang 30 cm ini bisa dipotong menjadi 8 bagian dan cukup untuk dinikmati 4 orang. Ada enam varian yang bisa dipilih, seperti Smoke Beef, Chicken Garlic, Chicken Mushroom, Pepperoni, Tuna, dan Sea Food. Dari keenam varian tersebut, Smok Beff dan Tuna paling diminati dengan harga Rp 35 ribu/roll.

Reseller hingga Waralaba.

Banyaknya permintaan kerjasama, membuat Abah Doddy membuka peluang kerjasama sejak empat bulan usahanya berjalan. Selain itu peluang kerjasama ini juga menjadi keinginan Abah Doddy agar usah yang dijalankan bisa memakmurkan banyak orang.

“Saya cukup diproduksi saja, yang memasarkan adalah Mitra usaha,” tambahnya.

Rocket Pizza menawarkan kerjasama mulai dari Reseller hingga konsep waralaba. Untuk reseller cukup membeli 100 roll Pizza akan mendapatkan potongan 35%. Sedangkan untuk kerjasama waralaba terdiri dari Waralaba Premium Kecil, sedang hingga besar.

Investasi yang dikeluarkan Mitra mulai dari Rp 50 juta untuk Waralaba Premium Kecil hingga Rp 250 juta untuk yang besar. Investasi tersebut tergantung luas tempat dan jumlah karyawan yang diperlukan.

Keuntungan lain bagi Mitra Waralaba akan mendapat cakupan wilayah pemasaran. Untuk Mitra Waralaba Premium Kecil diberi hak untuk memasok Pizza pada reseller dalam satu wilayah kecamatan.

Sedangkan untuk Mitra Waralaba Premium Sedang akan mencakup wilayah yang lebih luas sehingga bisa memasok Mitra Waralaba Premium Kecil dan Reseller. Begitu juga untuk Waralaba Premium Besar bisa memasok pada Waralaba Premium Kecil, Sedang dan Reseller.

Banjir Pesanan.

Walau sudah dibantu 12 karyawan yang dibagi dalam 3 shif yang bekerja selama 24 jam namun tetap saja untuk pemesanan Reseller harus waiting list sekitar 3 hari. Hal itu tidak lepas dari banyaknya pesanan yang diterima.

Bahkan untuk para Reseller Abah Doddy membaginya dalam 3 kelas yaitu Reseller kelas 1 yang memesan 3000 roll per bulan, Reseller kelas 2 yang memesan 1000-2000 roll per bulan dan kelas 3 yang memesan ratusan roll per bulan.

“Dari pesanan bisa lihat balik modalnya, seperti reseller yang lebih dulu menjadi Mitra paling tidak 100 roll bisa habis dalam 3 hari,” tambah Abah Doddy.

 

 

Fenomena Bunuh Diri Akibat Gangguan Bipolar

Fenomena bunuh diri dari hari ke hari semakin memprihatinkan. Beberapa kasus bunuh diri ditemui karena alasan yang kurang jelas. Namun tak sedikit penyebab terjadinya bunuh diri dikarenakan menderita gangguan bipolar.

Berdasarkan penelitian yang dikutip dari beberapa sumber, diperkirakan sebanyak 25-50 persen pasien gangguan bipolar telah mencoba bunuh diri, setidaknya sekali seumur hidupnya dan sebanyak 8-19 persen berhasil melakukan bunuh diri.

Sedangkan berdasarkan laporan dari Mabes Polri pada tahun 2012 ditemukan bahwa angka bunuh diri sekitar 0,5 persen dari 100.000 populasi yang berarti ada sekitar 1.170 kasus bunuh diri yang dilaporkan dalam satu tahun.

Berbagai alasan atau penyebab bisa mendorong pasien gangguan bipolar memiliki risiko tinggi bunuh diri. Hal  ini bisa terjadi bila tidak disiplin mendapatkan pengobatan.

Selain masalah pengobatan yang kurang diperhatikan, kekuatan emosional dan sosial masyarakat terhadap penderita bipolar semakin longgar. Kondisi demikian bisa menimbulkan perasaan kesendiriaan bagi sebagian penderita sehingga memicu timbulnya depresi yang ujung-ujungnya bisa menyebabkan bunuh diri.

Gangguan bipolar dikenal sebagai peristiwa manik depresif, merupakan jenis penyakit yang dapat dikendalikan dan ditandai dengan perubahan ekstrem pada suasana hati, pikiran dan perilaku. Dr. dr. Margarita M. Maramis, Sp.KJ(K), Ketua Seksi Bipolar dan Gangguan Mood Lainnya Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), gangguan bipolar merupakan salah satu masalah kejiwaan yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara fluktuatif dan ekstrem.

Penyebab terjadinya gangguan bipolar dikarenakan banyak faktor. Misalnya, akibat interaksi antara faktor biologis, berupa faktor genetik yang diturunkan, faktor gangguan zat kimia atau neurotransmiter pada sel saraf, faktor psikologis, berupa kejadian traumatik yang dialami, faktor sosio-kultur berupa konflik sosial-kultural yang mempengaruhi ekspresi dari neurotransmiter dalam sel.

Keadaan mood atau suasana hati pada gangguan bipolar disebut episode. Ada jenis-jenis episode mood yaitu depresi, mania, hipomanik dan campuran. Berikut penjelasannya:

  1. Depresi adalah hilangnya minat atau rasa senang.
  2. Mania adalah periode mood berekspansif atau iritabel yang menetap selama minimal satu minggu.
  3. Hipomanik adalah mood yang bersifat ekspansif atau iritabel yang menetap minimal empat hari, terlihat jelas perbedaan mood dengan keaadaan tidak depresi.
  4. Campuran adalah memenuhi kriteria episode manik dan episode depresi mayor (kecuali untuk durasi) hampir setiap hari selama paling sedikit satu minggu.

 

Ditunjang Fasilitas dan Infrastruktur, Bogor Jadi Kawasan Berprospek Sektor Properti

0

Sebagai kota penyangga dan lokasinya yang dekat dengan Ibu Kota Jakarta membuat banyak orang memilih Bogor sebagai tempat hunian. Pasca dijejali mal, hotel dan rumah sakit, lima tahun terakhir Bogor dikepung apartment. Ramainya pembangunan gedung jangkung ini tak lepas dari gencarnya pembangunan infrastruktur serta banyaknya akses menuju kota hujan itu.

Kota yang hanya berjarak 59 km sebelah selatan Jakarta ini sejak lama dijadikan pilihan sebagai tempat hunian. Selain nempel dengan Jakarta, banyaknya akses, serta suasana alam yang masih sejuk menjadi alasan mereka memilih tinggal di kota hujan itu.Kotaseluas 118,50 km2 itu memiliki jumlah penduduk sekitar 993.570 jiwa untuk Bogor Kota dan 5.715.009 jiwa untuk Kabupaten Bogor.

Selain sebagai tempat hunian yang nyaman, Bogor juga menjadi tujuan wisata alam, kuliner dan belanja hingga kawasan industri. Tak heran sejak lama bisnis hunian, hotel, villa, restoran, tempat wisata, pusat perbelanjaan dan factory outlethingga rumah sakit semarak. Yang menarik, lima tahun terkahir Bogor menjadi tujuan investasi bagi para pengembang properti khususnya apartment baik di kota maupun kabupaten Bogor.

Bagusnya potensi Bogor jadi alasan utama para investor dan pengembang memilih Bogor sebagai tujuan investasi dan bisnis, salah satunya banyaknya kampus di Bogor yang menerima ribuan mahasiswa baru tiap tahunnya tak luput dari incaran para pengembang yang membangun gedung jangkung di dekat kampus. Sebut saja Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Juanda, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan, Universitas Pakuan, dan Universitas Terbuka.

Bogor juga memiliki banyak akses tol yang menghubungkan Jakarta,dan kota lainya. Selain Tol Jagorawi dengan exit tol Gunung Putri, Citeureup, Sentul, Sentul Selatan, Tanah Baru, Bogor Kota, Ciawi dan Gadog, saat ini sedang dibangun tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Bogor Outer Ring Road (BORR) dan Bogor Inner Ring Road (BIRR). Sementara itu, juga tersedia bis antar kota hingga bis bandara di Terminal Baranang Siang dan Terminal Cibinong.

Pertumbuhan properti khususnya apartemen di wilayah Bogor dan sekitarnya dinilai akan berkembang pesat dalam 5 tahun ke depan. Pengembangan apartemen naik ‎sangat signifikan, mencapai 9 kali dari pasokan di 2015. Hal ini salah satunya didorong keberadaan jalan bebas hambatan Bogor Outer Ring Road (BORR) yang pengembangannya masih terus berlangsung.

Keberadaan BORR menjadi alternatif jalan tol yang menghubungkan area di sekitar kota Bogor tanpa harus masuk ke kota hujan tersebut. Tahap 1 BORR ini pun sudah mulai beroperasi.

Apartemen menjadi salah satu sektor yang dipengaruhi oleh pembangunan BORR tersebut. Ini terlihat dari pengembangan beberapa proyeknya yang tidak jauh dari jalur BORR.

Bagi mereka yang beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya, juga ada Communiter Line. Selain rute Bogor-Jakarta Kota, dan Bogor-Tanah Abang, Belum lama ini PT KAI kembali mengaktifkan rute Bogor-Sukabumi, Citayem-Nambo dan Tanah Abang-Parung Panjang. Rencananya PT KAI juga akan membuka rute Citayam-Parung Panjang. Selain commuter line, saat ini juga sedang dikerjakan proyek kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) yang menghubungkan Bogor dengan Jakarta.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Collier Indonesia mengatakan banyaknya pembangunan apartment di Bogor menunjukkan Bogor sebagai kawasan yang memiliki prospek bagus di bidang Properti. Hal ini didukung mudahnya akses seperti commuterline, toll dan pembangunan LRT.“Saat ini masyarakat lebih memilih tempat hunian yang praktis dan dekat dengan transportasi massal,” jelasnya.

Lebih lanjut Ferry mengatakan meski terjadi koreksi penjualan apartment kelas menengah ke atas, namun tidak begitu dengan apartment menengah ke bawah. Apartment dengan kisaran harga kurang dari Rp 500 juta paling diminati dan paling besar pangsanya. Selain itu, apartemen jenis ini mayoritas diperuntukkan sebagai tempat tinggal. “Pangsa pasarnya adalah end-user yang jumlahnya cukup banyak,” kata Ferry.