Ramai-Ramai Bangun Apartment Di Bogor

0
1117
Bogorienze, Apartemen siap huni di Bogor (Foto: Dani/Berempat.com)

Pasca dijejali mal, hotel dan rumah sakit, lima tahun terakhir Bogor dikepung apartment. Ramainya pembangunan gedung jangkung ini tak lepas dari gencarnya pembangunan infrastruktur serta banyaknya akses menuju kota hujan itu.

Lima tahun terakhir setidaknya ada 21 apartment mulai dari yang sudah serah terima dan dihuni/disewakan, topping off, ground breaking, penjualan perdana hingga tahap pengurusan izin. Jika ditotal, ada sekitar 30.728 unit apartment yang siap dihuni hingga 2022.

Dari ke-21 apartment tersebut, baru 3 apartment yang sudah serah terima yakni Bogor Icon, Bogor Valley dan Sentul Tower Apartment. Maklum pembangunan ketiga apartment ini sudah dimulai sejak lima tahun lalu dan topping off sekitar tahun 2014-2015.

Bogor Mansion yang dikembangkan PT Akasah Sigar Tengah adalah pelopor pembangunan apartment di kota Bogor. Namun sayang karena tidak mendapatkan izin, apartment yang sudah dipasarkan sejaktahun 2011 itu harus dihentikan pemasaran dan pembangunannya.

Meski penjualan apartment pertama di Bogor itu gagal, tak menyurutkan pengembang lain menawarkan bangunan jangkung di kota Bogor. Bogor Icon dan Bogor Valley adalah pembangunan apartment berikutnya yang digawangi pengembang Binakarya Propertindo Group dan Gapuraprima Group yang berhasil merampungkan pembangunan apartment di Jl KH Ahmad Dahlan, Bogor. Kedua apartment ini mendapat limpahan konsumen dari Bogor Mansion.

Bagusnya respons konsumen atas penawaran apartment di Bogor, menarik pengembang lain ikut membangun gedung vertikalbaik di kota maupun kabupaten Bogor. Sebut saja BNR Jungle Sky, Bogorienze, Dramaga Tower Apartment, B Residence, Gardenia, El Centro, Bhuvana, Sentul Tower dan lainnya.

Sementara itu ada sekitar 10 apartment yang sedang dalam proses pembangunan hingga topping off di antaranya Citra Kaliana, Gunung Putri Square, Olympic Sentul Residence, Gardenia, El Centro, B Residence, Dramaga Tower, Bogorienze dan Bhuvana.

Sisanya ada 8 apartment yang masih dalam penjualan perdana, land clearing, hingga rencana ground breaking di tahun 2018 seperti Ventuda Sentul, Royal Sentul park, Menara Cibinong, Jakarta Pavilion, Grand Central Bogor, Jasmine Park, Dramaga Riverside, dan La Montana Bogor.

Dari 21 apartment di Bogor, hanya 9 apartment yang berlokasi di kota bogor, sisanya 12 apartment tersebar di kabupaten Bogor. Pembangunan apartment di kabupaten lebih banyak daripada kota bogor tak lepas dari sudah padatnya tengah kota Bogor dengan tingkat kemacetan yang cukup tinggi.

Pembangunan apartment di tengah kota Bogor sempat menjadi pro dan kontra. Wakil Walikota Bogor, Usman Hariman menolak pembangunan apartment 2 tower setinggi 18 lantai di Stasiun Bogor yakni Grand Central Bogor.

Menurutnya, pembangunan seharusnya tidak diorientasikan ke wilayah tengah, melainkan ke wilayah luar. Meski penandatanganan nota kesepahaman sinergi TOD Kawasan Statsiun Bogor telah dilakukan, namun Usman menegaskan harus ada kajian lebih mendalam lagi soal rencana tersebut.

Pengamat Tata Ruang Kota dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ernan Rutiadi  mengatakan, adanya rencana pembangunan apartemen di kawasan Stasiun Bogor akan membuat kawasan tersebut semakin padat.

“Kalau dibangun apartemen justru malah jadi pusat pemukiman, jelas tidak sesuai. Seharusnya memecah kepadatan yang selama ini terkonsentrasi di seputar Kebun Raya Bogor (KRB),” jelasnya

Di tempat terpisah, Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan untuk wilayah permukiman yang dikombinasikan dengan perdagangan dan jasa atau mixed use development, Pemkot Bogor mengarahkanya ke wilayah utara kota.

“Persebaran aktivitas ekonomi dimungkinkan tersebar ke utara, sekaligus juga untuk mengurai kemacetan,” ujarnya.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.