Rabu, Mei 13, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 809

Kiat Sukses Agar Bisnis Langgeng

0

Pebisnis selalu berharap bisnisnya langgeng, selalu laris dalam jangka panjang dan bahkan terus tumbuh dan berkembang pesat. Namun dalam kenyataannya bisnis juga memiliki suatu siklus: ada masa pengenalan, lalu menuju puncak, stagnan, dan akhirnya mengalami penurunan bahkan kemudian mati. Tentu saja kita tidak berharap bisnis kita menjadi layu. Kita ingin bisnis kita terus tumbuh dan berkembang cepat. Lalu apa kiatnya? Ada beberapa kiat di sini kalau mengharapkan bisnis yang berusia panjang:

Pilih jenis bisnis yang mutlak dibutuhkan banyak orang sehingga orang susah hidup tanpa adanya bisnis tersebut. Jenis bisnis seperti ini biasanya untuk memenuhi kebutuhan primer. Makanan termasuk bisnis yang sangat dibutuhkan orang. Apalagi orang suka mencoba menu makanan yang berbeda-beda sehingga kalau enak, orang akan kembali lagi.

Kalau bisnis atau rumah makan yang kita buka tidak banyak pesaingnya maka pasar kita menjadi besar. Jadi kalau mau membuka rumah makan, cermati banyak tidaknya pesaing. Saya beri contoh bisnis rumah makan yang selalu laris yaitu rumah makan yang buka di sekolah atau kampus. Terlebih lagi jika tidak ada rumah makan lain di dalam kampus tersebut. Rumah makan atau kantin kita pasti laris manis. Untuk itu kalau bisa pilihlah tempat yang ramai namun belum banyak pesaing lain. Contoh lain adalah sebuah kantin yang menjual makanan di sebuah Rumah Sakit terkenal di Yogyakarta. Saya amati berbagai makanan yang disediakannya selalu terjual karena kantinnya buka sendirian.

Nah, sekarang bagaimana kalau ada pesaing di lokasi tersebut? Kalau ada pesaing, maka kita harus membuat pembeda atau diferensiasi, buat rumah makan kita berbeda. Ini bisa dilakukan dengan berbagai taktik seperti menu makanan yang selalu bervariasi, ada paket-paket unik, boleh ambil nasi sepuasnya, dsb. Diferensiasi dibutuhkan supaya orang banyak tertarik mencoba bisnis kita dibanding pesaing.

Taktik berikutnya, bina hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Saya ambil contoh salah satu laundry yang laris di suatu apartemen. Apa yang membuatnya laris? Pertama, pebisnis ini pandai melihat peluang. Dia mengamati kalau orang yang tinggal di apartemen sangat membutuhkan jasa cuci pakaian atau laundry–terlebih saat ini banyak apartemen dengan luas yang minim sehingga susah mencuci pakaian sendiri.

Kedua, dia membuka yang pertama kali sehingga berhasil “mencuri start” dibanding pesaing. Ketiga, karyawannya ramah dengan para penghuni sehingga saat ada pesaing baru laundry yang buka, orang yang sudah dilayaninya enggan berpindah. Dia juga menciptakan hubungan jangka panjang melalui pemberian kupon setiap orang mencucikan. Kalau sudah terkumpul 10 kupon maka bisa ditukar dengan cuci gratis untuk berikutnya.

Bisnis yang juga laris untuk jangka panjang adalah pendidikan untuk anak. Untuk kota besar seperti Jakarta bisa diamati bisnis seperti taman bermain atau mengajar anak semakin dibutuhkan.

Untuk wilayah Jakarta yang padat, beberapa jenis bisnis yang dapat bertahan jangka panjang selain yang telah disebutkan di atas adalah bengkel motor atau mobil termasuk ganti oli, bengkel AC, cuci mobil, pendidikan anak pra sekolah, kursus baik pelajaran atau ketrampilan buat anak sekolah. Nah jenis bisnis ini harus dikombinasikan dengan pemilihan lokasi yang tepat, layanan yang prima, dan menjalin kedekatan dengan pelanggan.

Nah bagaimana kalau kita ingin membuka usaha ini tanpa modal besar. Kita tidak harus membuka rumah makan di mal, tetapi cukup menyewa ruangan kantin di sekolah atau kampus untuk rumah makan kita. Cara lain mengatasi keterbatasan modal, bisa juga dengan kerja sama dengan mitra yang kita percaya. Semoga uraian ini menambah wawasan dan sukses selalu untuk bisnis yang dijalankan

 

oleh: Istijanto Oei, Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku: Jurus-jurus Sakti Wirausaha dan Rahasia Sukses Toko Tionghoa

www.istijanto.com

Perkokoh Hunian Anda, Dengan Mortar Perekat Bata Ringan Berkualitas.

Berempat.com – Top Mortar Perekat Bata Ringan (Thin Bed Adhesive) adalah semen instan siap pakai yang terdiri dari campuran semen, filler dan additif Polimer. Semen instan ini siap dipakai untuk pekerjaan pemasangan atau perekat bata ringan (Thin Bed). Produk Top Mortar mampu menghasilkan perekat bata ringan yang presisi, kuat, dan tahan lama. Pengaplikasian semen instan Top Mortar pun sangat mudah, hanya perlu menambah air dan mengaduknya untuk diaplikasikan dengan ketebalan 2-3 mm sebagai perekat AAC Block.

Berdasarkan informasi dari situs topmortar.com, Top Mortar Perekat Bata Ringan (Thin Bed Adhesive) memiliki kelebihan dibanding perekat bata lainnya, yakni :

  • Daya rekat yang baik
  • Hasil pekerjaan bata ringan lebih rapi
  • Praktis, waktu pengerjaan lebih cepat
  • Konsistensi campuran terjaga

Namun, ada yang perlu diperhatikan dalam tahap pengaplikasiannya agar hasil yang didapat pun maksimal.

Tahap pertama yang perlu dilakukan ialah membersihkan permukaan AAC Block dari kotoran, debu, minyak, lemak, lilin, cat, maupun partikel-partikel lain yang menempel.

Selanjutnya ialah campurkan semen instan Top Mortar dengan air secukupnya. Proses pengadukan bisa dilakukan dengan cara manual, tapi tetap direkomendasikan menggunakan mesin mixing agar hasilnya dapat maksimal. Aduk sampai rata selama 3-4 menit.

Kemudian, aplikasikan Top Mortar Perekat Bata Ringan (Thin Bed Adhesive) yang sudah dicampur dengan Roskam bergerigi, lalu ratakan ke atas AAC Block, pukul perlahan AAC Block dengan palu karet hingga sesuai dengan ketinggian benang yang sudah diukur sebelumnya. Teruskan lapis demi lapis sampai ketinggian yang ditentukan dan pastikan jangan sampai ada celah di antara pasangan AAC Block.

Selain itu Top Mortar juga memiliki Produk-produk Mortar yang berkualitas, yakni :

  • Plester & Pasangan Bata (Brick Layer & Plaster) merupakan produk plesteran dinding yang sangat praktis digunakan karena hanya perlu menambah air.
  • Acian Plesteran (Plaster Skim Coat) digunakan sebagai penghalus pada permukaan plesteran dinding.
  • Perekat Keramik (Tile Adhesive) perekat keramik siap pakai.

Soal kualitas, Top Mortar tak perlu diragukan karena untuk produksi dilakukan oleh Top Mortar Indonesia, Perusahaan yang telah dipercaya oleh banyak merek mortar untuk memproduksi mortar. Tak hanya produk nasional, tapi juga internasional.

Top Mortar Indonesia sudah mengusung konsep e-Smart Industry (eSI) di mana seluruh sistem manajemen telah terkomputerisasi. Teknologi yang diusung sendiri meliputi software yang bersifat mencegah human error dan untuk menjaga kualitas produksi, hingga Robotic Palletizing System yang dapat mendorong proses menjadi lebih cepat, efisien, dan produktif.

#Adv

Sukses Hadirkan Hunian Kompak bagi Milenial Paramount Land Raih Penghargaan

0

Adanya pergeseran tren gaya hidup dan pemilihan tipe hunian telah terjadi dan berdampak pada pembelian rumah khususnya bagi generasi milenial yang lebih memilih hunian kompak dibandingkan rumah yang berukuran besar.

Perkembangan kota yang pesat dan kepadatan tanah di pusat Jakarta saat ini juga telah menggeser para penduduk untuk beralih ke satelit city termasuk BSD, Bekasi, dan Tangerang. Hal ini mendorong kami untuk menyesuaikan permintaan dan kondisi pasar saat ini.

Salah satu hunian yang sesuai dengan karakter milenial yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu serta mendapat respon dengan baik untuk dihuni maupun tujuan investasi adalah Corral @ Malibu Village di Gading Serpong.

Hunian ini didesain secara cermat sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini, baik dari sisi harga maupun ukuran sesuai kebutuhan pasangan muda, generasi milenial, dan pembeli rumah pertama.

Corral @ Malibu Village menghadirkan inovasi baru untuk kebutuhan pasar yang membutuhkan hunian yang modern dan kompak serta didukung oleh akses strategis dan fasilitas lengkap.

Berkat strateginya itu, Paramount Land Gading Serpong berhasil meraih penghargaan Properti Indonesia Award (PIA) 2019 untuk kategori yang Property Development, dengan title ‘The Recognised Residential Concept Project in Gading Serpong’.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak dan konsumen yang selama ini mendukung kami, atas apresiasi yang telah diberikan kepada Paramount Land Gading Serpong di mana Corral @ Malibu Village yang memiliki desain yang unik, lokasi yang strategis, dan menyasar kaum milenial terpilih sebagai salah satu penerima Properti Indonesia Award (PIA) 2019.” kata Alvin Andronicus, Marketing Director Paramount Land

 

Menkeu Nilai Perang Dagang Tak Berdampak Besar

0

Di periode kedua pemerintahan Jokowi akan meneruskan pembangunan infrastruktur yang dikaitkan dengan sentra produksi. Untuk meningkatkan peran sektor pariwisata, sinergi antar kementerian akan ditingkatkan, seperti Kementerian Pariwisata dengan Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Hal itu dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menghadiri diskusi “Kajian Tengah Tahun Indef 2019: Tantangan Investasi di Tengah Kecamuk Perang Dagang” di Jakarta, Selasa (16/7/2019). “Pemerintah melihat ada opportunity dari perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Kesempatan itu berasal dari kemampuan kita untuk menarik investasi dan menggunakan pasar baik regional maupun global. Itu juga merupakan cara untuk menyelesaikan masalah fundamental Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut menurutnya, perang dagang antara China dan Amerika Serikat tidak berdampak besar pada perekonomian nasional, sebab Indonesia belum menjadi bagian dalam arus supply-chain perdagangan dunia. Karena itulah, Indonesia tak banyak terkena dampak perang dagang ketimbang negara-negara lain yang bergantung pada ekspor. Meski begitu, Indonesia juga sulit untuk untuk memanfaatkan perang dagang untuk masuk dalam supply-chain tersebut. Dibandingkan dengan Singapura dan China, Indonesia relatif aman dari imbas perang kedua negara tersebut.

“Singapura saat ini sudah masuk dalam negative zone growth karena ekspor-impornya lebih besar dari total Gross Domestic Product (GDP)-nya. Jadi, kalau global growth decline, pasti akan kena. China sekarang pertumbuhan ekonominya terendah dalam 27 tahun terakhir,” katanya.

Ia menilai ada dua masalah fundamental Indonesia yaitu mengenai competitiveness dan productivity yang sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, sehingga pendidikan dan pelatihan menjadi penting. Competitiveness dan productivity juga tergantung pada kualitas infrastruktur, sehingga infrastruktur harus dibangun.

Competitiveness dan productivity juga bergantung pada inovasi dan riset sehingga pemerintah membuat policy mengenai riset dan inovasi menggunakan instrumen fiskal. Competitiveness dan productivity juga bergantung pada kualitas birokrasi maka Presiden melakukan reformasi birokrasi.

“Empat hal ini akan terus dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas perekonomian Indonesia dan pada saat yang sama tetap fokus untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi ketimpangan,” tambahnya.

Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif INDEF menambahkan dampak perang dagang pada ekonomi Indonesia masih kecil nilainya yaitu 0,01 persen. Sementara Vietnam mengalami pertumbuhan paling besar yaitu 0,52% disusul Thailand sebesar 0,11%. Namun ekspor Indonesia terdampak cukup besar dengan penurunan ekspor minus 0,24%, sementara Vietnam yang mendapatkan manfaat dari perang dagang mengalami pertumbuhan ekspor 2,58%. Ini karena Vietnam mengambil porsi besar dalam nilai tambah dan investasi asing besar sekali.

“Dampak perang dagang terhadap peluang investasi Indonesia masih cukup besar 1,02% namun memang Vietnam paling menikmati dampak perang dagang terhadap investasi sebesar 8,05%. Pertumbuhan Foreign Direct Investment (FDI) kita ke dari tahun ke tahun menurun, dari tahun 2016 sebesar 17,3%, menjadi 5,3% di tahun 2019,” jelasnya.

Tantangan yang dihadapi pemerintah adalah pertama, efisiensi investasi rendah, dan biaya untuk menghasilkan output lebih besar. Dibanding negara lain biaya investasi kita makin mahal. Kedua, investasi yang masuk ke Indonesia dominan ke sektor jasa yang dampaknya terhadap struktur perekonomian kita rendah. Ketiga kemudahan berusaha stagnan, dan keempat daya saing belum optimal.

“Untuk itu diperlukan optimalisasi insentif fiskal, pembenahan sistem ketenagakerjaan, reformasi birokrasi perizinan, reformasi perpajakan jilid II, kepastian lahan, serta prioritas investasi dengan pengembangan komoditas yang tidak tergantung harga internasionak, bernilai tambah tinggi, mendorong penciptaan lapangan kerja dan produktivitas serta potensi pasar baru,” katanya lagi.

Kucing Ras Exotic Shorthair Diminati Kalangan Atas

0

Kucing Peaknose Exotic Shorthair adalah salah satu ras kucing merupakan hasil persilangan antara ras Persia dengan ras American Shorthair. Kucing Peaknose Exotic Shorthair memiliki karakter, kepribadian, dan ciri fisik sama seperti ras Persia, hanya saja membedakannya adalah bulunya yang pendek dan sifatnya yang berbeda dengan Persia.

Kucing Peaknose Exotic (Shorthair) ini  memang baru beberapa tahun lalu terkenal di Indonesia, padahal kucing ras tersebut sudah sejak lama terkenal di mancanegara dengan wajahnya menggemaskan seperti tokoh kartun Garfield.

Karena keunggulan Jenis kucing ras tersebut, Andrie Krieshiawan mulai menekuni usaha breeding kucing Peaknose exotic sejak Tahun 2011 dengan modal awal Rp 20 Juta membeli sepasang kucing exotic, kandang, dan pakan di daerah Jakarta.

“Dua Ras kucing yaitu Persia dan Exotic susah di-breeding untuk mendapatkan hasil anak yang baik membuat prospek dua kucing tersebut menjadi peluang besar dengan harga yang mahal,” ujar pria kelahiran Jakarta 23 Maret 1975 ini.

Seiring perjalanan usaha Andrie membudidayakan Spesialis Kucing Peaknose Exotic. Andrie mempunyai sebuah ruangan berukuran 5 meter x 4 meter, dalam ruangan tersebut terdapat 5 sekat kandang (@1meter x 1 meter), peralatan makanan, beberapa nampan terisi pasir untuk buang hajat kucing, dan 2 unit ac (23-24 celcius) untuk supaya bulu kucing tetap terjaga.

Menurut Andrie, sebagai penghobi sekaligus spesialis peternak kucing peaknose exotic, perawatan kucing teratur merupakan salah satu kunci sukses. Selain itu, pemberian pakan jangan dibatasi agar kesehatan dan pertumbuhan kucing bisa optimal. “Berbisnis mahluk hidup itu harus kita sayangi setulus hati dan kita harus mengorbankan waktu yang banyak agar kucing yang kita ternakkan memperoleh hasil anakan yang bagus,” tegasnya.

Prospek dan Persaingan

Prospek pembudidayaan kucing jenis ras exotic menurut Andrie ke depan akan sangat bagus. Terbukti saat ini Andrie masih menerima banyak permintaan kucing ras exotic berkualitas. Tak hanya dari pasar lokal saja, pasar kontes pun ternyata melirik kucingnya dengan harga lebih menggiurkan. Pernah suatu ketika ada penghobi terus mencari-cari namun harus inden. Kucing ras exotic dipercaya mempunyai kualitas bagus di kalangan pasar kucing dan penghobi kucing exotic dan persia.

Kucing ras Exotic bisa dibilang sebagai primadona kucing hias yang tidak pernah surut penggemar. Oleh karena itu, kucing jenis ini memiliki prospek yang sangat baik dibandingkan dengan binatang hias jenis lain. Peminatnya diprediksi tidak akan pernah mati bahkan terus bertambah, terutama karena kecantikan dan kelucuan yang satu ini berbeda dengan binatang yang lain.

Menyadari jumlah penjual kucing hias termasuk kucing hias impor sudah banyak bermunculan, Andrie tak khawatir. Pasalnya, ia selalu menjunjung tinggi kepuasan konsumen dan konsisten menjaga kualitas dengan harga murah dari kucing impor serta memberikan garansi.

Harga kucing exotic sangat variatif sesuai dengan kualifikasinya. Kucing exotic kualitas pasar konsumen diharga Rp 3-5 Juta, exotic kualitas breeding Rp 5-15 Juta, dan exotic kualitas kontes show diatas Rp 14 juta. Kini Andrie memiliki 6 ekor indukan dan hasil breeding kucing sudah dipasarkan di pulau Jawa.

Pemasaran

Sejak menjalankan usahanya Andrie memasarkan kucing ras exotic melalui facebook dan messenger online. Selain itu memasarkan melalui internet. ”Waktu itu pertama kali hasil breeding kucing saya, saya bergabung dengan komunitas kucing. Nah di sana saya mulai dikenal dan sangat mudah menjual kucing saya karena kualitas kucing bagus,” Jelasnya.  Ia juga menambahkan sebaiknya pembeli datang ke tempatnya agar bisa melihat kualitas kucing exotic.

Setiap pembelian satu kucing, Andrie mendaftarkannya pada Perkin agar konsumen mendapatkan surat keterangan kepemilikan kucing exotic dengan biaya bersih Rp 150 – 250  ribu. Konsumen yang datang dari luar kota tak perlu khawatir dalam hal pengiriman, Andrie memasukkan kucingnya dalam kandang kenel box dan memaketkan melalui jasa ekspedisi khusus hewan peliharaan sehingga keamanannya sangat terjaga. Setiap kucing kualitas kontes Rp 15 juta Andrie bisa mendapatkan keuntungan bersih 66%.

Kendala

Selama menjalankan usaha budi daya kucing hias ini, kendala yang dirasakan Andrie datang dari segi pengiriman kucing ke luar daerah. “Pengiriman kucing ke luar daerah masih terkendala. Pertama sebelum kucing dikirim kita harus melalui proses karantina dulu untuk mendapatkan surat jalan. Proses tersebut terbilang mudah, tapi untuk urusan kandang packaging kucing itu lumayan ribet. Kandang harus sesuai standar armada pengiriman, misalnya pesawat. Itu ada standarnya sendiri. Kalau pembeli yang datang langsung ke rumah, biasanya ada yang bawa kandang sendiri, atau kucing biasanya kita masukkan ke dalam kardus yang sudah diberi lubang agar udaranya terjaga,” terang Andrie.

Ke depan, Andrie berharap pemasaran usaha kucing exotic ini akan menjangkau lebih luas lagi, baik ke seluruh daerah di Indonesia maupun ke luar negeri. Yanti pun berencana akan terus meningkatkan kualitas kelincinya agar tak kalah saing dengan kucing  impor yang banyak beredar sekarang ini. Menurutnya kunci sukses usaha breeder kucing exotic adalah harus hobi dan cinta Kucing.

Melihat Ceruk Bisnis Watch Bag Organizer

0

Penggunaan tas di dalam tas atau yang lebih dikenal dengan sebutan bag organizer, mulai dikenal di negeri Paman Sam. Di Indonesia sendiri bag organizer cukup diminati sebelumnya ada pula hanging bag organizer, hanging shoes organizer, shoes organizer, jilbab and syal organizer, bang book pocket, lunch bag organizer, underwear case organizer, charger and cable organizer, cosmetic bag organizer, new underwear case organizer, baby diapers organizer, dan toilet bag organizer (TBO), sementara watch bag organizer hanya salah satu pengembangannya.

Berbagai bahan baku mulai dari kulit binatang, kulit kayu, kain, plastik, kertas bahkan limbah pun digunakan dalam pembuatan bag organizer ini. Karenanya produk ini terlihat lebih menarik sebagai tempat untuk menyimpan barang kesayangan seperti sepatu, kebaya, tas, jam tangan, gaun pengantin, tas, soevenir, alat tulis, perlengkapan mandi, dan lain sebagainya.

Watch Bag Organizer

Produk ini sebenarnya lebih ditujukan khusus untuk pecinta dan kolektor jam tangan untuk menyimpan koleksi jam tangan miliknya agar terlindungi, tidak rusak, dan tidak terkena bedu. Alat ini juga lebih praktis dan meghemat tempat karena pemiliknya tak harus menyimpan kotak-kotak jam tangan, cukup dengan sebuah watch bag organizer saja bisa menampung 6 buah jam tangan sekaligus.

Watch bag organizer juga dirancang secara khusus dan eksklusif agar jam tangan yang disimpan di dalamnya aman karena menggunakan bahan velvet yang halus. Biasanya watch bag organizer dilengkapi dengan bantal mini dan sekat-sekat yang dalamannya diberikan dakron dan busa, tujuannya untuk melindungi agar jam tangan tidak tergores atau lecet. Pada bagian depan tas menggunakan bahan mika transparan sehingga kita bisa melihat isi dari organizer tersebut. Sementara bagian luar tas menggunakan bahan Baby refstok dengan tampilan warna-warna cantik yang menawan sehingga terlihat eksklusif.

Bagi pencinta jam tangan kehadiran watch bag organizer tentu sangat membantu jika ingin melakukan traveling namun enggan meninggalkan koleksi jam tangannya. Karena itu, tak salah jika Anda memang berniat menekuni usaha ini karena memiliki masa depan yang masih cerah dengan keuntungan rata-rata berkisar antara 35-50%. Untuk sebuah watch bag organizer, saat ini harga di pasaran berkisar Rp 70 – 150 ribu tergantung kualitas dan bahan bakunya.

Cara Membuat

Membuat watch bag organizer sebenarnya tidak terlalu rumit, tahapannya hampir sama dengan cara pembuatan baju. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan bahan, yaitu baby refstok/polister, resleting, bahan mika, bahan velvet, dakron, busa, dan perekat (Velcro). Sedangkan peralatan yang dibutuhkan adalah mesin jahit dan peralatan jahit lainnya.

Setelah itu, dapat mulai dilakukan pembuatan pola bag organizer mengikuti bentuk kotak dengan ukuran 27 cm x 15 cm x 12 cm, atau bentuk lain sesuai dengan keinginan Anda untuk menambah variasi bentuk. Setelah pola terbentuk, langkah selanjutnya adalah pemotongan bahan sesuai dengan pola yang dibuat. Jahitlah setiap bagian dengan rapi, sementara bagian atas atau depan tas menggunakan bahan mika transparan, lalu diberikan resleting.

Untuk bagian dalamnya buat bantal mini sebanyak 6 buah dari bahan velvet yang diisi dacron. Lalu buat sekat yang terbuat dari busa dan furing, sehingga bagian dalam tas memiliki 6 ruang bseukuran bantal mini yang dibuat. Agar sekat-sekat tersebut dapat dibongkar pasang maka pasangkan perekat (Velcro) pada bagian pinggir sekat dan bagian dalam tas, dan tambahkan pegangan tas di atasnya. Bagian yang tersulit dalam membuat watch bag organizer adalah pada proses penjahitannya, terlebih pada saat menjahit pada bahan mika transparan. Jika tidak hati-hati maka bisa merusak bahan tersebut, serta jika jahitan tidak rapih tentunya akan mengurangi kualitas pada produk yang dibuat sehingga menurunkan nilai jualnya.

Nah, agar modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar, proses produksi bisa diserahkan kepada pengrajin dengan membawa contoh desain bag organizer yang ingin dibuat. Atau bisa juga dengan menjadi Reseller salah satu produsen. Dengan menjadi Reseller, jalan Anda untuk memiliki usaha ini otomatis menjadi sangat mudah, karena hanya tinggal membeli produk yang sudah jadi dengan harga diskon kepada produsen dengan minimal pembelian tertentu. Biasanya dengan membeli 3 bag organizer saja Anda sudah bisa menjadi Reseller. Dengan kata lain hanya dengan modal ratusan ribu saja usaha ini sudah bisa dijalankan.

Pemasaran

Promosi atau mengenalkan watch bag organizer ini dapat dilakukan secara online dan menawarkan secara langsung door to door kepada teman-teman kantor atau memberikan sample produk. Atau bisa juga memanfaatkan fasilitas BlackBerry Messenger atau BBM.

Selain cara-cara di atas bisa juga dengan mengikuti pameran yang ditujukan tak hanya untuk memperkenalkan produk namun sebagai langkah memperkuat brand yang dimiliki. Dan bila produk sudah bisa diterima pasar, bisa dilanjutkan dengan melakukan kerja sama dengan toko-toko tas atau souvenir yang berada di mal-mal dengan sistem konsinyasi.

Produk ini juga bisa ditawarkan kepada toko jam tangan atau malah produsen jam tangan, yang mungkin saja mereka jadikan sebagai hadiah ke konsumen untuk setiap pembelian jam jenis tertentu misalnya.

Kendala

Kendala yang dirasakan usaha ini ini umumnya hanya pada segi jahitan saja jika menyerahkan kepada pengrajin. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kerapian jahitan menjadi proses yang sulit. Karena itu untuk mengatasinya, ada baiknya kita memiliki penjahit sendiri yang sudah terlatih karena bisa dipantau langsung proses pengerjaannya.

Kendala lain dalam usaha ini adalah pangsa pasar yang cenderung sangat segmented. Pasalnya hanya pecinta jam tangan atau orang yang memiliki banyak jam tangan yang akan membelinya. Sementara di Indonesia sendiri untuk yang memiliki hobi sebagai kolektor jam tangan belum terlalu banyak dan biasanya yang memiliki jam tangan lebih dari satu berasal dari kalangan menengah atas.

Meski demikian prospek usaha watch bag organizer terbilang cukup baik, asalkan bisa mengkreasikannya. Misalnya dengan mengombinasikan watch bag organizer dan underwear organizer, sehingga ketika tidak digunakan untuk jam tangan bisa dialih-fungsikan menjadi underwear organizer. Atau bisa saja bermain pada tampilan dan motif bahan bagian luar bag organizer.

Mengatur Keuangan untuk Pengembangan Bisnis Anda

0

Dalam mengembangkan usaha, banyak hal yang harus dipersiapkan dan akan melalui proses seperti branding produk, strategi marketing untuk meningkatkan penjualan, quality control produk dan yang tidak kalah pentingnya adalah modal untuk meningkatkan semua faktor yang memengaruhi pengembangan usaha yang sedang dilakukan oleh Anda.

Idealnya untuk setiap usaha harus ada pencatatan keuangan usaha, pencatatan bisa dimulai dengan hal yang mudah seperti laporan laba rugi, jumlah produksi barang dan penjualannya, biaya operasional yang berjalan dan sebagainya. Dengan adanya pencatatan tersebut, nantinya akan diketahui omzet per bulan.

Setelah dikurangi biaya produksi, biaya penjualan, dan biaya operasional, maka akan muncul keuntungan bersih yang didapat tiap bulan. Keuntungan yang diperoleh tentu saja ingin dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun tetap ada bagian yang mesti disisihkan untuk pengembangan usaha Anda.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk memisahkan keuntungan usaha sebagai pengembangan usaha dengan kebutuhan pribadi, antara lain adalah:

Sistem Persentase. Setelah Anda bisa mengetahui keuntungan bersih tiap bulan pada usaha yang Anda jalankan, Anda dapat menggunakan keuntungan tersebut untuk keperluan pribadi dengan cara menentukan berapa persen yang bisa Anda ambil untuk keperluan sehari-hari. Apakah 10%? Atau 20%? Sisanya diputar kembali untuk mengembangkan usaha.

Nominal yang dipakai adalah keuntungan bersih yang sudah dipotong oleh segala macam pengeluaran termasuk pajak dan biaya operasional. Kuncinya adalah tentukan jumlah yang proporsional dan jangan mengambil terlalu besar dari pemasukan usaha untuk kebutuhan rumah tangga.

Sistem Gaji. Sistem ini sering dipakai oleh pengusaha atau wiraswasta dalam penggunaan keuntungan usaha. Dalam penggunaan sistem ini, owner atau pengusaha itu sendiri memosisikan dirinya sebagai karyawan dalam perusahaan tersebut dalam soal pembagian gaji. Jadi setiap bulan, pengusaha akan mempunyai gaji tetap yang didapatnya. Sementara sisa keuntungan dari usaha dapat digunakan untuk pengembangan usaha itu sendiri.

Ide Anda untuk mengembangkan usaha ke berbagai daerah patut diberikan apresiasi. Sebelum mengembangkan ke daerah-daerah, terlebih dahulu mengetahui pasar di daerah, budaya serta kemampuan konsumsinya. Dari sana akan diketahui kemungkinan penyerapan produk yang diproduksi oleh perusahaan Anda.

Untuk menentukan biaya pemesanan ke daerah-daerah, dapat dilakukan dengan mengetahui biaya-biaya yang akan terjadi dalam biaya distribusinya serta berapa lama barang tersebut akan sampai ke daerah tujuan dan kemampuan penyerapan produk dari Distributor Anda.

Yang dimaksud dengan biaya distribusi adalah apakah produk Anda harus dikirim melalui transportasi udara seperti produk makanan yang cepat kadaluarsa, atau bisa dilakukan dengan transportasi darat dan laut bila menyeberangi pulau. Bila harus melalui transportasi udara, maka biaya yang terjadi akan lebih besar dibandingkan melalui transportasi laut dan darat. Selain itu, pemilihan rekan untuk pengangkutan dan pengiriman barang sangat penting, agar kualitas produk sampai di tujuan tetap terjaga.

Kuantitas pemesanan barang juga menentukan biaya pemesanan, semakin banyak barang yang diorder oleh Distributor atau konsumen Anda akan mengurangi biaya Anda. Dan bisa juga menjadi bagian dari strategi marketing Anda. Dalam menentukan biaya pemesanan, maka perlu dicatat apa saja komponen-komponen yang memengaruhi dan menjadi biaya distribusinya. Biasanya setiap usaha mempunyai komponen keuangan yang berbeda dengan usaha lainnya dan produknya. Sukses dan selamat berbisnis!!!

Oleh:Lili Pratiwi, CFP MRE Financial & Business Advisory

One Pacific Place 15th floor, Sudirman Central Business District

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190

Web: www.mre.co.id

Pelaku Industri Berharap Serapan Semen Meningkat

0

Di tengah gencarnya pemerintah menggenjot proyek pembangunan infrastruktur di berbagai daerah tak berdampak besar pada bergairahnya industri semen tanah air. Hingga smester pertama 2019, serapan semen masih belum optimal.

Melambatnya serapan semen diakui Agung Wiharto, Direktur Human Resources PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Hal ini pun seirama dengan survei Bank Indonesia yang menyatakan keinginan konsumen untuk membangun maupun membeli rumah selama 1 tahun ke depan menurun.

Menurutnya, kebutuhan ritel untuk pembangunan rumah maupun properti menopang konsumsi semen hingga 70%, sedangkan selebihnya diserap oleh proyek-proyek pembangunan besar seperti infrastruktur yang bisa menyerap 15% dari konsumsi nasional.

Meski demikian ia berharap akan ada peningkatan serapan semen hingga akhir tahun ini dengan prediksi pertumbuhan 3%-4% menjadi sekitar 71,9 juta ton dari realisasi akhir tahun lalu 69,5 juta ton

Minimnya serapans emen juga dirasakan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR). Paruh pertama 2019 penjualan terkoreksi 4,86% dari 13,39 juta ton menjadi Sepanjang semester I/2019, SMGR itu mencatatkan penjualan semen sebanyak 12,74 juta ton, menjadi 11,21 juta ton. Angka ini lebih rendah 5,14% dibandingkan tahun sebelumnya 11,82 juta ton.

Sementara itu, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) mengaku mengalami peningkatan permintaan dan produksi. SMBR memproduksi 897.893 ton meningkat 1% dari tahun 2018 sebesar 887.047 to

Dede Parasede.Direktur Keuangan Semen Baturaja, mengklaim realisasi penjualan semen semester I mencapai 880.000 ton, naik 2% dari tahun lalu dengan penjualan sebesar 866.000 ton. Pihaknya mencatatkan penjualan semen hingga mencapai 2,3 juta ton. Dede optimistis perusahaannya bisa memacu bisnis di semester kedua.

Widodo Santoso, Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia mengatakan buruknya serapan semen smester I tahun 2019 karena proyek-proyek belum dimulai. Menurutnya konsumsi semen pada Juni anjlok 27,4% secara bulanan menjadi 2,7 juta ton. Namun, konsumsi semen pada Juni naik 12,8% secara tahunan.

Hospitality Indonesia, Tangani Resto Menengah Atas, hingga Luar Negeri

0

Dunia food and beverage bukanlah hal yang asing bagi Adith Rahardjo, karena sebelumnya ia sudah malang melintang di beberapa perusahaan F&B terkemuka baik dalam skala nasional ataupun internasional. Sebut saja Chikara-Te Japanese Restaurant, Inagiku Japanese Restaurant, Jaringan Hotel Hyatt,  Jaringan Hotel  Imperial yang berbasis di Tokyo, Jaringan Restaurant & Entertainment Internasional Hard Rock Cafe, Jaringan Hotel Internasional Shangri–La, Group Bisnis Propety terkemuka Ciputra, Jaringan Hotel BUMN Nasional PT. Patrajasa, salah satu  jaringan hotel terbesar di dunia Accor, jaringan Swiss-Belhotel International.

Setelah melihat perkembangan bisnis kuliner yang semakin booming di tanah air, membuat pria yang akrab disapa Adith tertarik untuk terjun langsung ke dunia bisnis kuliner. Tetapi melihat persaingan yang begitu ketat di dunia kuliner, ia memilih bisnis sedikit berbeda meskipun masih dalam ranah kuliner, yakni di bidang business coaching & consulting.

Pilihan Adith terjun ke bisnis konsultan F&B bukan tanpa alasan, tetapi juga diinspirasi dari banyaknya tempat makan yang tutup dan gagal berdiri, meskipun masih seumur jagung.

“Saya pribadi berfikir bahwa bisnis business coaching & consulting ini adalah usaha yang cukup mulia dalam arti  memberikan edukasi, bimbingan atau arahan kepada orang lain untuk menyempurnakan sebuah ide bisnis mereka menjadi lebih terarah dengan bantuan pengetahuan, pengalaman dan strategi bisnis yang kita miliki. Tentu saja jika mereka berhasil ada sebuah kebanggaan kita bisa membantu orang lain. Memang ada sebagian pemilik yang bisa mengelola bisnis sendiri, tetapi tak sedikit pula orang yang menggunakan jasa konsultan, karena selain lebih efektif target dari bisnisnya itu juga lebih terarah,” ungkapnya.

Jasa Konsultan

Adith menawarkan berbagai jenis layanan jasa konsultasi pendirian restoran hingga kafe. Mulai dari konsultasi Opening New Restaurant, Restaurant Training, Restaurant Marketing Strategy, Menu & Design Development, Cost Control,Finance Management, Social Media Marketing, dan Profit Enhancement. Tarif layanan jasa tersebut sekitar Rp 30 juta–Rp 120 juta per proyek.

Mengenai pembayaran jasa konsultasi ini, Adith memberikan dua pilihan sistem pembayaran berdasarkan paket yang diambil klien. Untuk paket kerja sama 3-6 bulan, klien diharuskan membayar uang muka sebesar 50% dari besarnya tarif, setelah itu dibayarkan 25% dari sisanya pada pertengahan kontrak. Dan harus dilunasi 25% sisanya setelah masa kontrak habis. Kerja sama dengan masa kontrak 1 tahun hingga lebih, pembayarannya dengan cara pemotongan sebesar 5% dari omset bisnis kuliner tersebut, tanpa menggunakan uang muka terlebih dulu.

Dari semua layanan yang ditawarkan, konsultasi Opening New Restaurant merupakan jasa yang paling banyak diminati oleh pemilik resto atau kafe, dengan tarif Rp 50 juta per proyek dan masa kontrak kerjasama selama 3-6 bulan.

“Setelah masa kontrak habis, semuanya tergantung klien. Akan putus kontrak, ataupun memperpanjangnya dengan biaya dan masa kontrak yang sama dengan sebelumnya,” terang Adith.

Jasa konsultasi Opening New Restaurant tersebut, biasanya mencakup Restauran Concept & Development, Competitior Survey (SWOT Analysis), Lay Out & Operational Work Flow (Kitchen lay out, Restaurant lay out, Parking), Product Development (Menu & Beverage), Pricing Management Structure, Restaurant Marketing Management, Restaurant Promotion Plan, 5-10 Years Financial Plan, Staff Orientation & Training, Building Hand Over from Project teams, Trial Run, Soft Opening, hingga Grand Opening dan masih banyak lagi.

Selama menjalankan bisnis jasa konsultan restoran dan kafe, Adith selalu mendapatkan klien dari pemilik resto dan kafe kelas menengah dan kelas atas. Karena loyalitas dan profesionalisme yang tinggi, Adith pun kerap kebanjiran order sekitar  4-6 proyek setiap bulan.

Salah satu klien yang berhasil ditangani Hospitally Indonesia adalah Restoran Ayam Bakar yang berada di Lhokseumawe, Aceh. Pada mulanya, restoran yang menyajikan menu Ayam Bakar Istimewa  tersebut memiliki pendapatan yang kecil, tetapi setelah menggunakan jasa konsultan milik Adith, saat ini omset yang didapatkan restoran tersebut meningkat hingga 500% per bulan.

“Bahkan dalam kurun dua tahun Restoran Ayam Bakar tersebut sudah memiliki lima cabang dan akan merencanakan pembukaan peluang franchise,” jelasnya bangga.

Selain itu Adith juga menulis mengenai bisnis restoran yang diterbitkan dalam bentuk buku dan CD. Beberapa buku yang menjadi best seller berjudul 5 Rahasia Sukses Bisnis Restoran, 1 Menit Restoran Sales, serta CD yang berisi tentang 16 Rahasia Cara Memulai Bisnis Restoran.

Tahapan Konsultasi

Untuk melakukan konsultasi dalam membangun ataupun mengembangkan bisnis kuliner milik klien, biasanya diawali dengan komunikasi yang dilakukan antara Adith dan klien tersebut. Setelah pembicaraan tersebut, Adith melakukan survei lokasi bisnis milik klien agar bisa membuat konsep-konsep bisnisnya.

Dari hasil survai lapangan, Adith langsung membuat proposal mengenai konsep yang bakal diangkatnya untuk meningkatkan penjualan bisnis kuliner klien tersebut, beserta penawaran harganya. Dengan adanya proposal tersebut, klien bisa melakukan negosiasi harga ataupun konsep yang diberikan.

Menurut Adith, jika ada revisi dari klien ia pun akan mengikutinya. Bila pertemuan dengan klien di luar kota, maka seluruh biaya transportasi dan akomodasi ditanggung sepenuhnya oleh klien tersebut. Kecuali bila klien berada di dalam kota, Adith tidak memungut biaya-biaya tersebut.

Jika negosiasi tersebut disepakati dua belah pihak dengan penandatanganan kontrak kerja, barulah Adith bersama tim mulai bekerja sesuai konsep yang sudah dibuat. Dimulai dari pembuatan desain dan tema restoran, penawaran menu yang disajikan, target penjualan dan omset harian, hingga perekrutan karyawan.

“Untuk karyawan mereka, saya juga yang mencarinya. Karena saya ingin memberikan yang terbaik buat klien, sehingga mereka pun harus memiliki SDM yang bagus,” terangnya. SDM tersebut dicari dari lulusan-lulusan terbaik, khususnya yang berorientasi pada bidang food and beverage.

Setelah semua kebutuhan dari tempat makan tersebut terpenuhi, barulah Adith dan tim rutin menganalisis perkembangan dari bisnis kuliner milik klien setiap hari. Dan secara berkala ia pun melaporkan hasil analisisnya per minggu dan per bulan kepada klien. Jadi jika ada kendala ataupun masalah dalam bisnis kuliner tersebut, bisa langsung teratasi.

Dalam menangani usaha resto dan kafe milik klien, Adit dibantu oleh 5 karyawan tetap yang digaji sekitar Rp 1,5 juta-Rp 3 juta per bulan, serta 3-4 karyawan freelance dengan honor Rp 4 juta-Rp 5 juta per proyek. Agar lebih profesioanl dalam menangani klien, semua karyawan diambil dari lulusan sekolah perhotelan, mantan karyawan hotel atau restoran, atau yang mempunyai pengetahuan di dunia kuliner.

Pemasaran

Mengawali bisnis jasa konsultannya ini, menurut Adith memang gampang-gampang susah. Sebab, meskipun memiliki peluang yang cukup bagus, tetapi untuk mendapatkan kepercayaan klien memerlukan strategi pemasaran yang matang.

“Dulu di awal promosi, saya memberikan jasa konsultan gratis sebagai trial and error. Setelah beberapa bulan klien mendapatkan peningkatan omset, barulah saya diberi bayaran,” ceritanya.

Selain itu, yang dilakukan Adith untuk menjaring klien dengan sering memperkenalkan usahanya kepada khalayak, seperti  mengikuti seminar, mengikuti pameran, jasa konsultasi gratis, hingga beriklan di media offline dan online.

Selain itu, pria yang hobi membaca ini juga selalu memperhatikan kualitas pelayanan terhadap klien, karena akan memberika efek domino bagi usaha yang ia jalankan. Seperti halnya rekomendasi klien kepada rekan, relasi, saudara atau orang-orang yang berada disekitarnya, pasalnya pemasaran lewat rekomendasi atau dari mulut-ke mulut ini dapat memberikan dampak yang sangat baik bagi perkembangan usaha.

Maka dari itu, lewat rekomendasi klien yang sudah merasakan jasanya, tidak heran jika klien yang ditanganinya bukan hanya dari Indonesia saja, tetapi sudah merambah ke beberapa negara seperti Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang. Untuk ke depannya, sama seperti bisnis-bisnis lain, Adith ingin Hospitally Indonesia bisa semakin berkembang besar dan mampu menyelesaikan proyek hingga ke luar negeri. Hal inilah yang membuat Adhit semakin gencar memperkenalkan bisnis jasa konsultasi kuliner.

Rp 25 Juta/Bulan dari Telur Semut Rangrang

0

Saat orang lain mengeluh terhadap keberadaan semut rangrang atau semut merah yang menyerang tanamannya, Marya Ulfa yang akrab dipanggil Ulfa justru menikmati rezeki dari hewan kecil ini atau sering ia sebut “si merah”.

Hal itu tak lain karena semut rangrang bisa menghasilkan telur berupa campuran larva dan pupa yang biasa disebut kroto. Semut rangrang memiliki ciri membuat sarang pada pohon. Tubuh semut rangrang lebih besar dan perilakunya lebih agresif daripada semut lainnya.

Semut rangrang atau Oecophylla smaragdina menghasilkan kroto yang terkenal di kalangan pencinta burung dan nelayan di Indonesia, karena kroto populer sebagai umpan ikan, dan makanan tambahan untuk meningkatkan kicauan burung.

Para penggemar burung memberi kroto yang kaya protein dan vitamin untuk burung peliharaannya, demi kepuasan mereka mendengarkan kicauan burung yang merdu, atau untuk menyiapkan burung mengikuti lomba burung pedendang.

Awal perkenalan Ulfa dengan kroto dimulai sejak dua tahun lalu, ketika ia mengamati banyak pemelihara burung di daerah Pati Jawa Tengah membutuhkan kroto sebagai pakan. Ulfa langsung tertarik karena menurut pengamatannya kroto memiliki prospek usaha yang bagus.

Kebetulan sang paman, Anis Pristiyo sudah lebih dulu membudidayakan kroto dan menawarkan usaha kroto ini kepadanya. Sekitar awal tahun 2010, Ulfa membudidayakan kroto dengan terlebih dahulu mencari indukannya yaitu semut rangrang di alam.

Pertama kali Ulfa menggunakan media bambu untuk memelihara semut rangrang, tetapi ia kemudian merasa kesulitan pada waktu panen kroto yang dihasilkan oleh semut rangrang  tersebut karena kroto ada di dalam bambu sehingga sulit mengambilnya.

“Bambu harus dipecahkan terlebih dahulu dan akibatnya kroto susah ditangani,” cetusnya.

Ulfa kemudian mengikuti pelatihan budidaya kroto dalam media toples di Yogyakarta selama 1 bulan dengan 4 kali pertemuan. Mulai dari sana Ulfa serius mendalami usaha ini dengan modal awal yang dikeluarkan waktu itu sekitar Rp 3 juta.

Modal tersebut ia gunakan untuk mengikuti pelatihan budidaya kroto sebesar Rp 1 juta, dan sisanya untuk membeli peralatan dan perlengkapan usaha. Dari situlah sedikit demi sedikit usahanya berkembang hingga sekarang. Lokasi budidaya kroto ini awalnya dilakukan di rumah pamannya yang terletak di daerah Dk.Lebak Kulon Rt 04/07 Ds.Sukolilo Pati Jawa Tengah, selanjutnya dikembangkan di rumahnya di Bogor Jawa Barat.

Di salah satu ruangan rumahnya, ia membuat 5-8 rak bambu ukuran 1×2 meter untuk menampung toples sekitar 100-150 buah per rak.  Menurut Ulfa untuk budidaya kroto tidak boleh dilakukan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung atau kehujanan, namun sebaiknya di dalam ruangan.

Prospek dan Persaingan

Wanita kelahiran tahun 1988 ini menilai kroto akan menjadi komoditi yang menjanjikan. Pasalnya dengan meningkatnya bisnis ikan hias dan bisnis burung tentunya kebutuhan kroto akan meningkat. Apalagi persediaan semut rangrang penghasil kroto di alam bebas semakin terbatas.

Banyaknya kebutuhan kroto di pasaran yang meningkat membuat pencari kroto di alam bebas semakin kesulitan. Bahkan di daerah Jawa Tengah sudah ada aturan dari Pemda setempat dilarang untuk mencari kroto di alam bebas. Maka dengan ternak kroto di dalam media toples ini memberikan cara yang mudah dengan hasil yang menggiurkan. Selain itu pelaku usaha ini masih tergolong minim, yang akan membuat usaha ini semakin cerah ke depannya.

Dari segi persaingan, Ulfa tak menganggapnya sebagai kendala berat. Saat ini persaingan datang dari pelaku usaha pakan alami lainnya seperti ulat, namun kroto juga menjadi pakan alami yang mengandung vitamin serta protein.

Harga

Kroto yang dijual Ulfa berupa larva seharga Rp 10-15 ribu/ons dan Rp 135-150 ribu/kg. Harga tersebut untuk pasar daerah Jawa Timur,  sedangkan di luar Jatim harga bisa naik sekitar 10%. Kelebihan kroto yang dibudidaya Ulfa mempunyai hasil kroto yang berkualitas dengan ciri kroto tidak menggumpal, berbutir bersih seperti beras dan kadar air sedikit sehingga sangat bagus untuk pakan burung. Kroto yang berkadar air tinggi seperti yang terdapat di alam karena faktor cuaca, bisa memberi dampak negatif jika dijadikan pakan burung karena bisa mengakibatkan suara burung menjadi serak.

Tak hanya kroto, Ulfa juga menjual semut rangrang (bibit penghasil kroto) seharga Rp 75 ribu/toples ukuran 1 liter dan Rp 165 ribu/toples ukuran 5 liter.

Pemasaran.

Sejak awal usaha Ulfa tidak mengalami kesulitan apapun dalam memasarkan kroto karena ia langsung menawarkan ke peternak burung dan ke pasar-pasar burung di daerah Jawa Timur. Bahkan sekarang konsumen yang datang mencari. Berapa pun stok kroto yang ada pasti habis diserbu pelanggan. Selain itu ia melakukan promosi lewat website.

“Sekarang yang menjadi pelanggan saya dari kalangan pengepul, dan saya mempunyai lima orang pengepul atau distributor tetap yang tersebar mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat,” tutur Ulfa.

Untuk pemesanan, para pembeli biasa menelepon Ulfa terlebih dahulu. Namun tak jarang juga pembeli langsung mendatangi lokasi penjualan di rumahnya. Saat ini, Ulfa tak hanya bertindak sebagai pembudidaya, tetapi juga berperan sebagai pengepul dengan berpartner dengan sesama pembudidaya yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ulfa menerapkan ketentuan minimum order untuk pembelian bibit penghasil kroto (semut rangrang) minimal sebanyak 50 toples akan mendapat potongan harga sekitar 10% dan untuk pembelian kroto tidak ada batas minimal, berapa pun dilayani. Tetapi khusus luar kota, minimal pembelian 10 kg kroto akan diberikan diskon 10%.

Pengiriman ke luar daerah diberikan penambahan harga yang disesuaikan dengan jarak. Ulfa mengemas kroto menggunakan besek/kotak anyaman bambu berukuran 20×30 cm, dan untuk pengiriman jarak jauh besek bambu tersebut dibungkus dalam kardus dan ditutup rapat.

Disinggung soal kapasitas penjualannya, Ulfa mengaku mampu menjual kroto sampai 100 kg per bulan, dan tak jarang hampir kewalahan memenuhi permintaan. Cara mengatasinya ia bermitra dengan 10 peternak semut rangrang (bibit penghasil kroto) yang tersebar di wilayah Jatim dan Jateng, dengan pelanggan sampai ke Kalimantan, Sumatera, dan Bali.

Dengan kapasitas penjualan kroto per bulan sebanyak 100 kg seharga Rp 135 ribu-Rp 150 ribu/kg dan 100-150 toples bibit kroto seharga Rp 75-165 ribu per toples ukuran 1 atau 5 liter, maka Ulfa bisa meraih omset hingga Rp 25,5 juta per bulan dengan keuntungan sekitar 66% atau sekitar Rp 17 juta per bulan.

Ulfa ingin ke depan memperluas wilayah pemasarannya hingga tingkat nasional. Kini ia sedang memperbesar usaha untuk menjangkau pemasaran di daerah Jabotabek dan Jawa Barat.