Mengatur Keuangan untuk Pengembangan Bisnis Anda

0
151
Mengatur Keuangan (dok CekAja.com)

Dalam mengembangkan usaha, banyak hal yang harus dipersiapkan dan akan melalui proses seperti branding produk, strategi marketing untuk meningkatkan penjualan, quality control produk dan yang tidak kalah pentingnya adalah modal untuk meningkatkan semua faktor yang memengaruhi pengembangan usaha yang sedang dilakukan oleh Anda.

Idealnya untuk setiap usaha harus ada pencatatan keuangan usaha, pencatatan bisa dimulai dengan hal yang mudah seperti laporan laba rugi, jumlah produksi barang dan penjualannya, biaya operasional yang berjalan dan sebagainya. Dengan adanya pencatatan tersebut, nantinya akan diketahui omzet per bulan.

Setelah dikurangi biaya produksi, biaya penjualan, dan biaya operasional, maka akan muncul keuntungan bersih yang didapat tiap bulan. Keuntungan yang diperoleh tentu saja ingin dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun tetap ada bagian yang mesti disisihkan untuk pengembangan usaha Anda.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk memisahkan keuntungan usaha sebagai pengembangan usaha dengan kebutuhan pribadi, antara lain adalah:

Sistem Persentase. Setelah Anda bisa mengetahui keuntungan bersih tiap bulan pada usaha yang Anda jalankan, Anda dapat menggunakan keuntungan tersebut untuk keperluan pribadi dengan cara menentukan berapa persen yang bisa Anda ambil untuk keperluan sehari-hari. Apakah 10%? Atau 20%? Sisanya diputar kembali untuk mengembangkan usaha.

Nominal yang dipakai adalah keuntungan bersih yang sudah dipotong oleh segala macam pengeluaran termasuk pajak dan biaya operasional. Kuncinya adalah tentukan jumlah yang proporsional dan jangan mengambil terlalu besar dari pemasukan usaha untuk kebutuhan rumah tangga.

Sistem Gaji. Sistem ini sering dipakai oleh pengusaha atau wiraswasta dalam penggunaan keuntungan usaha. Dalam penggunaan sistem ini, owner atau pengusaha itu sendiri memosisikan dirinya sebagai karyawan dalam perusahaan tersebut dalam soal pembagian gaji. Jadi setiap bulan, pengusaha akan mempunyai gaji tetap yang didapatnya. Sementara sisa keuntungan dari usaha dapat digunakan untuk pengembangan usaha itu sendiri.

Ide Anda untuk mengembangkan usaha ke berbagai daerah patut diberikan apresiasi. Sebelum mengembangkan ke daerah-daerah, terlebih dahulu mengetahui pasar di daerah, budaya serta kemampuan konsumsinya. Dari sana akan diketahui kemungkinan penyerapan produk yang diproduksi oleh perusahaan Anda.

Untuk menentukan biaya pemesanan ke daerah-daerah, dapat dilakukan dengan mengetahui biaya-biaya yang akan terjadi dalam biaya distribusinya serta berapa lama barang tersebut akan sampai ke daerah tujuan dan kemampuan penyerapan produk dari Distributor Anda.

Yang dimaksud dengan biaya distribusi adalah apakah produk Anda harus dikirim melalui transportasi udara seperti produk makanan yang cepat kadaluarsa, atau bisa dilakukan dengan transportasi darat dan laut bila menyeberangi pulau. Bila harus melalui transportasi udara, maka biaya yang terjadi akan lebih besar dibandingkan melalui transportasi laut dan darat. Selain itu, pemilihan rekan untuk pengangkutan dan pengiriman barang sangat penting, agar kualitas produk sampai di tujuan tetap terjaga.

Kuantitas pemesanan barang juga menentukan biaya pemesanan, semakin banyak barang yang diorder oleh Distributor atau konsumen Anda akan mengurangi biaya Anda. Dan bisa juga menjadi bagian dari strategi marketing Anda. Dalam menentukan biaya pemesanan, maka perlu dicatat apa saja komponen-komponen yang memengaruhi dan menjadi biaya distribusinya. Biasanya setiap usaha mempunyai komponen keuangan yang berbeda dengan usaha lainnya dan produknya. Sukses dan selamat berbisnis!!!

Oleh:Lili Pratiwi, CFP MRE Financial & Business Advisory

One Pacific Place 15th floor, Sudirman Central Business District

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190

Web: www.mre.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.