Rabu, Mei 13, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 810

Bisnis Undangan Fungsional, Berpeluang Dipasarkan hingga Luar Negeri

0

Usaha yang berkaitan dengan kreativitas seperti halnya undangan pernikahan fungsional termasuk usaha yang sangat menjanjikan dan peluang pasarnya masih terbuka lebar. Apalagi undangan fungsional selain terkesan ekslusif juga memiliki fungsi atau manfaat sehingga tidak terbuang percuma, seperti halnya undangan dari kertas biasa.

Saat ini pemerintah juga tengah menggalakkan berkembangnya usaha yang terkait kreativitas sehingga semakin banyak pelaku usaha kreatif  di berbagai bidang, termasuk produk undangan  pernikahan fungsional ini.

Namun yang harus diingat adalah pelaku usaha jangan hanya bermain dalam ruang lingkup terbatas, ibarat katak dalam tempurung hanya mengandalkan pasar dari relasi atau kenalan saja, Undangan pernikahan fungsional ini bisa menjangkau pasar lebih luas  baik nasional  hingga mancanegara, apalagi setiap orang pasti ingin memasuki jenjang pernikahan dalam hidupnya.

Dari sisi produk,  undangan pernikahan yang dibuat sebaiknya betul-betul memiliki ciri khas, sehingga mampu meningkatkan nilai jual lebih tinggi. Otomatis margin atau keuntungan yang diperoleh juga akan meningkat, dengan jumlah pesanan lebih banyak.

Yang menjadi kendala dalam usaha ini terutama karena bisnis ini berkaitan dengan  inovasi, sehingga kemungkinan ide stagnan bisa saja muncul. Karakter orang Indonesia biasanya jika sudah membuat inovasi baru kemudian tak lagi mengasah ide-ide barunya, sehingga stagnan. Karena itu pelaku usaha harus memiliki  tim brand talent sekitar 2-3 orang  yang fokus dalam pengembangan desain produk.

Tim ini bisa  mencari masukan ide-ide baru dengan   mengunjungi orang-orang di sekolah seni rupa untuk meminta masukan ide-ide baru yang nantinya bisa diwujudkan dalam konsep desain yang akan dibuat.

Agar bisa menjangkau pasar lebih luas, sebaiknya promosi jangan hanya dilakukan dari mulut ke mulut saja, namun lebarkan promosi dengan media internet, mengikuti ajang pameran industri kreatif di berbagai kota, tak hanya di kota metropolitan seperti Jakarta namun juga kota lain seperti Surabaya, Bandung, Medan.

Untuk menekan biaya pemasaran, dalam mengikuti pameran, pelaku usaha bisa menyewa stand bersamaan. Bisa pula menyewa booth di mal-mal kelas atas seperti Braga Citywalk Bandung, Alun-alun Grand Indonesia Jakarta, dan lainnya.

Pasar yang dibidik juga harus lebih ekspansif, dengan membuat produk undangan fungsional lain selain untuk event pernikahan. Misalnya membuat undangan launching produk atau promosi produk yang  sering diadakan oleh kalangan korporat. Bisa pula menawarkan produk undangan kepada karyawan korporat tersebut.

Ada 4 momen kegiatan yang biasanya dilakukan kalangan korporat yaitu pada saat perusahaan itu berulang tahun, saat launching produk baru, saat pindah ke kantor baru atau buka cabang, dan pada saat memperkenalkan pimpinan atau direksi baru. Seperti halnya rutinitas acara investor day yang dilakukan oleh perusahaan publik dimana dalam 1 tahun sebanyak 3 kali  para investor tersebut bertemu dengan  direksi perusahaan.

 

Oleh : Yadi Budhi Setiawan, Pengamat Marketing

FORCE ONE, Selling & Distribution Consultant

Perkantoran Gading Bukit Indah E7,

Jl. Bukit Gading Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Website : www.forceone-consultant.com

Strategi Meningkatkan Konsumen Bisnis Laundry

0

Hampir semua usaha memerlukan lokasi strategis untuk bisa memperoleh pemasukan sesuai dengan keinginan. Yang dimaksud strategis di sini adalah lokasi yang mudah dijangkau oleh pasar atau pembeli. Kemudahan ini bisa menyangkut berbagai aspek, misalnya dilewati oleh kendaraan umum sehingga mudah di jangkau, tempat parkir tersedia, cocok dengan target pasar dan sebagainya.

Bila lokasi sudah ditentukan, maka jasa laundry yang ditawarkan harus menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya. Keinginan lingkungan ini terutama berkaitan dengan tingkat ekonomi (daya beli) dari lingkungan di mana laundry berada. Misalnya keberadaan usaha laundry di lingkungan kelas menengah ke bawah atau ke atas akan berbeda. Bila lingkungan atas, citra atau merek dan mutu layanan sangat penting.

Bila kelas menengah ke bawah, maka harga yang akan menjadi pertimbangan utama. Oleh sebab itu identifikasi lingkungan sekitar usaha laundry perlu ditentukan dahulu. Menengah ke bawah inginnya laundry dengan harga murah dan juga praktis. Dengan demikian risiko juga rendah bila terjadi masalah dengan pakaian yang dicuci. Bila pelanggan puas maka akan terjadi order mengulang atau datang lagi. Maka ketepatan waktu, tidak rusak atau hilang, harus diikuti.

Bila akan diversifikasi atau membuat jasa lain yang akan disandingkan dengan usaha laundry tentu perlu dipikirkan kembali. Karena membesarkan laundry mungkin lebih disarankan. Misalnya dengan membuka tempat nongkrong atau kongkow di lokasi yang lebih strategis dengan antar-jemput ke pengumpul.

Mencari order ke perusahaan yang ada di sekitar, misalnya rumah makan dengan mencuci taplak atau serbetnya. Penginapan untuk mencuci sprei, dan berbagai peluang lain yang bisa dikembangkan untuk kemajuan usaha laundry ke depan. Mengembangkan ke laundry secara fokus memiliki peluang yang lebih besar daripada diversifikasi. Dan usaha pemasaran ini relatif biayanya sedikit. Kuncinya adalah door to door atau menawarkan langsung ke usaha-usaha yang memang memerlukan jasa laundry untuk membersihkan pakaian mereka. Semoga bermanfaat!

 

oleh: Yanto Sidik Pratiknyo, Ir., MA

Management Consultant LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)

Email   : ysp@lppm.ac.id

Jual Pesona Kawasan Wisata Suramadu, PP Properti Targetkan Penjualan Adriatic Tower 50-80 Persen

0

Sebagai salah satu proyek mahakarya PT PP Properti Tbk. (PPRO), Grand Sagara, yakni proyek superblok terintegrasi (mixed-use) digadang-gadang akan menjadi kawasan resor pantai yang memikat. Betapa tidak, Superblok Grand Sagara terletak di pinggir Jembatan Suramadu (Surabaya—Madura) dicanangkan yang  mengikuti jejak kawasan rekreasi Ancol di Jakarta seiring dengan pengembangan infrastruktur, sarana olahraga bertaraf internasional.

Direktur Realti PT PP Properti Tbk. (PPRO) Galih Saksono optmisitis target penjualan unit apartemen Adriatic Tower yang merupakan bagian dari kawasan superblock Grand Sagara mencapai 50 persen hingga 80. Dengan pasar Surabaya dan Malang, marketing sale PPRO memiliki target Rp2,50 triliun, sedangkan nasional sebesar Rp4,17 triliun,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (15/7/2019).

Menurut Galih, apartemen Adriatic Tower setinggi 50 lantai itu akan memiliki 1.040 unit dan sudah dipasarkan dari Desember 2018 dengan harga Rp380 juta hingga Rp850 juta per unit dari tipe studio, unit satu kamar tidur dan dua kamar tidur.

Yang menjadi daya tarik kawasan kawasan Grand Sagara telah dibangun kereta gantung (cable car) yang diinisiasi Pemkot Surabaya untuk mendukung Suramadu sebagai kawasan wisata bertaraf internasional. Jalur kereta gantung membentang di sepanjang Pantai Kenjeran Surabaya, diyakini mampu mempercepat terealisasinya kawasan resor pantai itu sekaligus mendorong tumbuhnya bisnis properti berkelas di kawasan tersebut.

“Tahun ini kita berharap ada ledakan penjualan di Grand Sagara, terutama setelah peresmian cable car yang dibangun PPRO sebagai bagian dari CSR perusahaan. Cable car ini diharapkan bisa menarik pasar untuk datang dan berinvestasi di Sagara. Sekarang ini penjualan Adriatic sudah sekitar 30 persen,” kata Galih.

 

 

Untung Besar dari Bisnis Budidaya Lobster Air Tawar

0

Memiliki warna biru yang cerah disertai bentuk tubuh yang terlihat kekar dan anggun menjadikan lobster air tawar menarik dijadikan hiasan untuk aquarium. Tetapi dengan kandungan protein yang tinggi dan kolesterol lebih rendah dari lobster air laut, lobster ini pun sangat cocok dikonsumsi sehingga bisa menggantikan posisi lobster air laut yang sangat mahal.

Ciri yang paling membedakan, lobster air laut memiliki 5 pasang kaki, sedangkan lobster air tawar ini hanya memiliki 4 pasang kaki, yang mana kaki ke-5 berbentuk capit.

Beberapa jenis lobster air tawar yang dibudidayakan, yakni Red Claw (Cherax quadricarinatus) dan Cherax destructor. Yang paling banyak dibudidaya saat ini adalah jenis Red Claw karena rasanya lebih enak dengan ciri-ciri yang sangat khas pada capitnya yang berwarna merah, khususnya untuk jenis lobster jantan. Bobot maksimal lobster jenis ini bisa mencapai 800 gr dan bisa bertahan hidup sampai 5 tahun.

Lobster air tawar mulai dikenal masyarakat Indonesia sejak tahun 2000. Lobster ini berasal dari Australia tepatnya Queensland. Dengan penampilannya yang cantik, awalnya lobster ini memang baru dijadikan sebagai hiasan di aquarium. Karena manfaat dan rasa gurih yang tidak jauh berbeda dengan lobster air laut, maka lobster ini lambat laun dikonsumsi.

Apalagi jika hanya dijadikan hiasan di aquarium perputaran penjualannya akan sangat lambat, sedangkan pasokan pembenihan berlebih, sehingga banyak masyarakat yang beralih membudidayakan keluarga udang ini untuk konsumsi sehingga perputaran permintaan sangat cepat.

Prospek dan Persaingan Lobster Air Tawar

Pemeliharaan yang mudah dan tahan terhadap penyakit menjadikan lobster air tawar lebih unggul dibandingkan lobster air laut, Udang Vaname, maupun Udang Windu. Di antara pembenihan dan pembesaran lobster air tawar, usaha pembesaran memiliki prospek yang lebih bagus. Saat ini menurut Cuncun pelaku usaha pembenihan lebih banyak dibandingkan usaha pembesaran, yang tentu akan berdampak pada over suplai benih,  padahal benih lobster bisa dibilang merupakan produk setengah jadi.

Namun usaha pembesaran membutuhkan lahan yang cukup luas sehingga modal yang dibutuhkan juga cukup besar. Dari kenyataan yang ada, orang yang mempunyai modal besar banyak berlokasi di kota besar, sedangkan di kota besar lahan sudah begitu padat. Mau tidak mau, usaha ini harus dilakukan di pinggiran kota besar.

Di samping itu usaha pembesaran juga membutuhkan pengawasan dalam pemeliharaan kolam, sehingga pemilik bisa bekerja sama dengan masyarakat pinggiran kota untuk menjalankan usaha tersebut. Bentuk kerja sama bisa berupa mitra/petani plasma atau dengan pengangkatan pegawai.

Untuk mengembangkan usaha lobster di Indonesia menurut Cuncun sebenarnya pemerintah sudah berupaya membantu masyarakat dengan memberikan dana pinjaman pada calon peternak sekitar Rp 40 juta/orang.

Sayang karena banyak calon peternak yang tidak memiliki pola pikir menjadi wirausaha, maka usaha itu pun gagal akibat tidak sedikit calon pelaku yang justru menyalahgunakan dana yang diberikan, misalnya untuk membeli kendaraan atau belanja kebutuhan rumah tangga.

Di luar itu ada juga perusahaan pakan dan benih yang memanfaatkan peternak dengan memberikan harga pakan dan benih yang sangat tinggi. Untuk itu menurut Cuncun, sebelum dibukanya usaha budidaya lobster sebaiknya masyarakat diberikan informasi, pengetahuan dan pelatihan tentang usaha dan cara budidaya lobster.

Pemasaran Lobster Air Tawar

Gusman Muhammad Ramdan, (Pemilik Walkamin Indonesia/pelaku ekspor-impor lobster air tawar) mengatakan, bahwa pasokan lobster air tawar Indonesia baru memenuhi sekitar 50% jumlah permintaan nasional dan 4-5% permintaan ekspor. Beberapa negara yang kerap memesan lobster dari Indonesia, yakni Korea, Jepang, dan Singapura.

Sedangkan permintaan nasional lebih banyak berasal dari Jakarta dan Bali. Para pelaku pembenihan biasanya langsung menjual benihnya ke usaha pembesaran, tetapi ada juga pelaku kecil yang menjual benihnya pada supplier. Pada usaha pembesaran, lobster akan dijual langsung pada restoran atau seperti biasa melalui supplier/pengepul terlebih dahulu.

Saat ini harga benih mencapai Rp 2.200/ekor (ukuran 2” umur 2 bulan), sedangkan lobster siap konsumsi (ukuran 100 gr/5-6”) di tingkat petani mencapai Rp 90 ribu/kg, tingkat supplier Rp 125 ribu/kg, dan di tingkat eceran mencapai Rp 150-220 ribu/kg.

Packaging yang baik dan ekonomis untuk pengangkutan benih lobster yakni dengan menggunakan box styrofoam. Di dalamnya, gunakan lapisan busa tipis basah yang telah diperas, kemudian letakkan benih lobster di atasnya, lapisi lagi dengan busa tipis basah yang telah diperas begitu seterusnya sampai 5 lapis.

Lebih Untung Pembibitan Lobster

Keuntungan usaha pembenihan lebih besar dibandingkan usaha pembesaran. Hal itu terlihat dari usaha pembesaran lobster air tawar yang dilakukan oleh Budi Lewiyanto (pemilik Buana Intisarana Farm) yang mendapat untung 30% dan pembenihan yang dilakukan Fahdiansyah Rambe (Islamic Lobster Center) meraup untung sampai 81%. Usaha pembenihan juga bisa diawali dengan modal yang lebih kecil.

Sebagai contoh, untuk menghasilkan benih sebanyak 1.000-2.000 ekor ukuran 2” cukup menggunakan tempat seluas 1×1,5 m dan akan memberikan omset senilai Rp 2,2 juta setelah proses pembenihan lobster air tawar selama 6 bulan, sedangkan usaha pembesaran dengan luasan dan waktu panen yang hanya selisih 1 bulan lebih cepat, akan menghasilkan lobster air tawar siap konsumsi sebanyak 1 kg saja (berisi 10-15 ekor) dengan harga Rp 200 ribu/kg saat dipanen setelah 5 bulan.

Bisnis Solar Cell Diminati Perusahaan hingga Perumahan

0

Taraf hidup masyarakat Indonesia yang semakin meningkat tentunya akan berpengaruh pada kebutuhan energi listrik sebagai pendukung setiap aktivitas yang dilakukan. Tidak heran, tanpa adanya aliran listrik membuat berbagai kegiatan akan terganggu.

“Kebutuhan akan energi listrik sekarang ini merupakan salah satu hal yang sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat,” kata Ahmad Kurnain Direktur PT Green Energi Mandiri salah satu perusahaan penyedia solar cell  dengan ratusan perwakilan di seluruh Indonesia.

Namun kebutuhan energi listrik yang sangat pesat, tidak sebanding dengan kesiapan Pemerintah dalam menyediakan listrik ke masyarakat. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal di antaranya jumlah pembangkit yang masih kurang, terbatasnya dan semakin mahalnya bahan bakar yang digunakan dalam proses penyediaan tenaga listrik hingga letak geografis yang kepulauan sehingga membuat Perusahaan Listrik Negara membutuhkan waktu untuk membangun infrastruktur listrik di berbagai daerah.

Dengan adanya berbagai kendala tersebut, mengakibatkan pasokan listrik yang tersendat di beberapa daerah sehingga kerap dilakukannya pemadaman. Dari data yang dimiliki Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, rasio elektrifikasi atau persentase jumlah penduduk yang sudah menikmati listrik di Indonesia pada tahun 2012 sekitar 75,8% dan pada tahun 2013 yang lalu diprediksi meningkat mencapai 77,65%. Dari data tersebut berarti pada tahun 2013 persentase jumlah penduduk yang belum mendapatkan aliran listrik sebesar 22,35%.

Melihat persentase tersebut tidak heran energi alternatif sebagai sumber listrik banyak dicari masyarakat. Dan salah satunya adalah energi matahari (solar cell ), yang beberapa waktu belakangan menjadi energi alternatif pilihan utama di beberapa kota besar dan juga pedesaan yang belum dialiri listrik Pemerintah. “Dibandingkan sumber energi listrik lain, solar cell  merupakan salah satu sumber energi yang paling mungkin di aplikasikan dan juga bisa dimanfaatkan sebagai sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan,” tutur pengamat bisnis, Bambang Wahyu Purnomo.

Solar Panel

Dari informasi beberapa pelaku usaha jasa pemasangan solar cell baru marak beberapa tahun belakangan. Hal tersebut dapat dilihat dari umur pelaku usaha yang kurang dari dua tahun menjalankan usaha ini. “Saya tertarik menjalankan usaha ini karena pangsa pasar usaha solar cell  semakin meningkat,” jelas Muhammad Dody Haryadi  yang merintis usaha pada Maret 2013 yang lalu.

Bagi sebagian orang, usaha jasa pemasangan atau perakitan solar cell  ini dianggap sulit. Namun hal tersebut tidaklah benar, karena menurut Ahmad Kurnain, modal paling utama dalam menjalankan jasa perakitan solar cell  adalah pengetahuan seputar komponen dari solar panel yang dipasang.

Dalam perakitan solar cell  ini komponen terpenting dan utama adalah solar panel sebagai alat yang mengonversi sinar matahari menjadi tenaga listrik. Solar panel terdiri atas tiga jenis yaitu solar panel Polycrystalline yang memiliki ketahanan pada cuaca berawan dan mendung sehingga masih bisa menyerap energi matahari.

Solar panel Monokristal dengan daya serap tinggi pada saat terik matahari, namun pada saat mendung/berawan agak kurang optimal menyerap cahaya matahari. Dan yang ketiga ialah solar panel Amorphous yang biasanya diproduksi menggunakan bahan kimia. “Dari ketiga solar panel tersebut, solar panel Polycrystalline banyak diminati masyarakat karena daya serap yang lebih baik dibandingkan dengan jenis lainnya,” jelas Suryanto pemilik Royal PV.

Sedangkan untuk kapasitas listrik yang dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sangat bervariasi tergantung dari banyaknya solar panel yang dipasang. Beberapa pelaku usaha jasa pemasangan solar cell menuturkan, dalam menentukan harga jasa yang diberikan, mereka berpatokan pada kapasitas listrik atau Watt Peak (WP). Lihat saja apa yang ditawarkan Dody, untuk pemasangan solar cell  50 WP, solar cell  100 WP hingga solar cell  dengan kapasitas 50 Kwp dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 20 juta.

Menurut Dody, selain menawarkan usaha jasa pemasangan solar cell, ia juga menawarkan perlengkapan PLTS yang dijual per paket plus pemasangan, seperti paket 50 WP hingga paket 100 WP sekitar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta dan berbagai paket lainnya. Dari banyaknya jenis ukuran perlengkapan PLTS, ukuran yang paling banyak diminati terutama untuk konsumen kelas menengah adalah solar cell  100 WP.

Pemasaran

Melihat semakin besarnya permintaan akan solar cell  membuat pelaku usaha kebanjiran pesanan. Seperti Mukhamad Dody pemilik Cahaya Teknik misalnya, walaupun baru satu tahun menjalankan usaha jasa perakitan namun saat ini dalam satu bulan paling tidak ia bisa memasang 10 solar cell  dengan omset Rp 3 juta.

Sedangkan Suryanto Edward, Pemilik Royal PV yang sudah sekitar 2 tahun menjalankan usaha ini paling tidak dalam satu bulan bisa melakukan perakitan sebanyak 20-30 solar cell  dengan omset sekitar Rp 90 juta. “Kebanyakan konsumen dari perorangan maupun perusahaan besar,” kata pemuda berusia 28 tahun ini.

Bicara mengenai pasar usaha, menurut pelaku besar usaha solar cell  Ahmad Kurnain, usaha solar cell  ini sekarang tidak hanya didominasi pasar perusahaan, melainkan juga pasar perorangan atau perumahan masyarakat kelas menengah. Hal itu didasari dari kebutuhan tenaga listrik yang semakin meningkat dan juga pelayanan listrik yang dilakukan Pemerintah belum sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.

Lebih lanjut pengamat marketing Agung Setiadi mengatakan, untuk lokasi usaha  sebaiknya pelaku usaha mulai melakukan ekspansi usaha ke kota-kota maupun desa yang berada di luar Pulau Jawa. Karena memang dari informasi yang ada, mereka sangat membutuhkan energi alternatif sebagai sumber energi listriknya.

Bisnis Sepeda Rakitan Sangat Menjanjikan

0

Ketertarikan masyarakat terhadap kendaraan sepeda saat ini mulai berkembang dangan pesat. Penggemarnya pun bukan hanya dari kalangan remaja saja, tetapi juga orang tua dan anak-anak. Hal inilah yang membuat industri persepedaan semakin menjanjikan.

Ada banyak jenis sepeda yang dikenal di masyarakat, mulai sepeda standar yang digunakan kebanyakan orang seperti sepeda federal, sepeda gunung, fixie, hingga sepeda BMX. Namun selain itu, saat ini juga mulai berkembang jenis-jenis sepeda dengan desain unik, yang biasanya digandrungi anak muda, seperti sepeda jenis Low Rider, Limo, Fixie hingga sepeda lipat. Bahkan khusus untuk anak-anak, tersedia sepeda roda tiga dengan desain yang lebih unik dan aman dipakai.

Namun, terkadang masyarakat tidak puas dengan desain sebuah sepeda yang dijual di pasaran. Oleh karena itu, kini mulai banyak bermunculan pelaku usaha yang menawarkan usaha perakitan dan pembuatan rangka sepeda sesuai dengan keinginan konsumen (custom).

Butuh Skill

Untuk menjalankan usaha pembuatan speda custom terbilang tidak mudah. Pelaku usaha sebaiknya memiliki skill dan pengetahuan mengenai seluk beluk sepeda. “Sepeda dibuat atas dasar kenyamanan dan keamanan bagi pengendaranya. Kalau kita tidak memiliki skill dan pengetahuan mengenai sepeda, pasti tidak akan bisa membuat sepeda sesuai standar,” terang Yosia Ramanda Sibarani, pembuat sepeda custom.

Ditambahkannya, setiap jenis sepeda memiliki sparepart yag berbeda. Selain itu, usia dan tinggi badan dari si pemakai sepeda tersebut juga menjadi bahan pertimbangan untuk membuat sepeda.

Kalaupun dipaksakan bisa membuat sepeda dengan minim keahlian, akan berdampak buruk pada produk yang diproduksi. Menurut Yosia Ramanda, kondisi tersebut akan menciptakan produk yang kurang berkualitas, dan bila konsumen yang memakainya tidak merasa nyaman serta aman, hal tersebut akan membuat kepercayaan konsumen kepada produknya akan hilang. Untuk memperoleh skill dalam merakit sepeda custom tidaklah susah, pelaku usaha bisa mempelajarinya secara otodidak.

Namun bila pelaku usaha tidak bisa belajar membuat sepeda secara otodidak, bisa menggunakan jasa makloon produksi, seperti yang dilakukan oleh Andy Setiawan, pemilik Moto Cruiser. “Untuk desain dan bahan baku, saya yang menanganinya. Sedangkan untuk produksi, saya memberikannya kepada bengkel sepeda yang ada di sekitar rumah saya,” terangnya.

Alasan Andy menggunakan jasa makloon produk, karena ia memang tidak memiliki kemampuan dalam merakit sepeda, namun ia ingin memberikan kualitas yang terbaik bagi konsumennya. Terlebih ia memproduksi sepeda custom untuk anak-anak.

Tren Sepeda

Ada banyak jenis sepeda yang dikenal dan digunakan oleh masyarakat Indonesia. Namun menurut Ito Waskito, pemilik Itoracism – Sepeda Kustom, sepeda jenis Low Rider merupakan sepeda custom yang paling banyak diminati.

“Sepeda jenis Low Rider memang terlihat unik penampilannya. Dengan jarak antara sadel dan setang yang cukup jauh, dan posisi sadel yang rendah, membuat sepeda ini terlihat vintage dan menarik,” katanya.

Sepeda Low Rider memang banyak dijumpai di pasaran, namun rata-rata penggemar sepeda Low Rider ini lebih senang merakit desain sepedanya sendiri. karena kebanyakan sepeda jenis Low rider lebih menampilkan desain-desain yang unik, bahkan kerap dijumpai sepeda Low Rider dengan tinggi di atas 2 meter.

Menurut Ito Waskito, hal ini dikarenakan sepeda Low Rider bukan hanya dipakai untuk kegiatan bersepeda saja, tetapi juga kerap dijadikan sepeda hias yang unik.

Selain sepeda Low Rider, konsumen juga banyak yang menginginkan sepeda custom jenis Fixie. Sepeda yang dibuat tanpa menggunakan rem ini, memiliki desain yang minimalis, serta warna yang mencolok. Pengemar dari kedua jenis sepeda ini tidak hanya dari kalangan anak muda saja, tetapi juga dari orangtua.

Peluang Menjanjikan

 Bergelut di bidang pembuatan sepeda custom ini memang terbilang cukup menggiurkan. Hal ini disebabkan semakin banyaknya peminat sepeda di Indonesia, mulai  dari anak-anak hingga orangtua. Seperti yang dialami oleh Ito Waskito, yang setiap bulan mampu menerima pemesanan minimal 10 buah frame sepeda.

“Selain itu, saya juga sering menerima pembuatan sepeda full, atau merombak sepeda hingga menjadi sebuah desain yang diinginkan konsumen,” jelasnya.

Hal serupa juga dialami oleh Andy  Setiawan. Menurutnya peminat sepeda memang sudah universal. Untuk produk sepeda anak-anak yang ia buat, Andy bisa meraup omset hingga puluhan juta, dengan untung bersih di atas 15%. Meskipun terlihat kecil, namun keuntungan yang didapatkannya tersebut terbilang mencukupi bagi dirinya.

Dengan melihat kondisi saat ini, ia pun berkeyakinan usaha ini mampu memberikan peluang yang sangat berprospek. Terlebih setiap tahun, peminat sepeda semakin banyak, khususnya sepeda custom.

Strategi Pemasaran

Kian populernya produk sepeda, memang membuat pelaku usaha tidak perlu susah dalam hal pemasaran. Khususnya untuk sepeda custom, menurut Ben Abadi pengamat marketing, memiliki keunggulan tersendiri dalam hal pemasaran.

“Sepeda custom biasanya memiliki ciri khas yang tidak ada di pasaran, hal ini dikarenakan ide desainnya datang dari kreasi si pembuat atau konsumen yang memesan,” terangnya.

Untuk mempromosikannya lebih luas, pelaku usaha bisa memanfaatkan jaringan komunitas pecinta sepeda. Hal ini dikarenakan, banyak para anggota komunitas sepeda ingin merombak desain sepeda sesuai dengan spesifikasi yang mereka inginkan.

Tidak hanya itu, pelaku usaha juga bisa membuat sebuah bengkel dan toko penyedia sepeda custom, yang juga berfungsi sebagai tempat workshop. Promosi via online juga bisa dijalankan.

Semakin banyak peminat sepeda dengan desain custom, berdampak pada semakin banyaknya permintaan untuk merakit sepeda tersebut. Hal ini menyebabkan usaha jasa pembuatan sepeda custom banyak dicari oleh kalangan penghobi sepeda mupun masyarakat awam.

Bahkan  Agus W. Suhadi memprediksikan tren sepeda custom bakal masih berkembang hingga 5 tahun mendatang. Dan dari segi persaingan memang tidak dapat dihindari. Oleh sebab itu, sebaiknya pelaku usaha mampu memberikan inovasi produk dan pelayanan yang membuatnya mampu memiliki konsumen loyal.

Dengan prospek yang sangat menjanjikan, dan mampu memberikan banyak keuntungan dalam hal pendapatan, membuat usaha yang bergerak di bidang pembuatan sepeda custom ini bisa dijadikan alternatif usaha yang cukup prospektif.

Kiat Meningkatkan Omset Bisnis Anda

0

Pada prinsipnya untuk menjalankan bisnis apapun, Anda harus punya strategi marketing yang tepat sesuai dengan target market yang dituju. Walaupun Anda menganggap usaha yang Anda jalani berprospek cerah dan pasarnya besar namun strategi marketing tetap penting untuk dilakukan. Produk yang akan dijual juga harus dikomunikasikan dengan gaya atau cara yang sesuai dengan pola pikir dan karakter target market.

Saat ini, di Indonesia sudah cukup banyak usaha aksesoris. Jadi boleh dikatakan bahwa kompetisi di bisnis ini cukup ketat. Untuk itu agar usaha Anda dapat tetap eksis dalam persaingan yang ada, maka Anda sebagai pemilik usaha harus kreatif dalam menyusun strategi marketing. Anda juga harus jeli dalam melihat keinginan konsumen. Jangan takut! Karena dengan strategi marketing yang tepat, usaha Anda pasti tetap dapat berjalan.

Yang pertama harus Anda lakukan adalah memastikan target pasar usaha Anda Hal ini sangat penting karena dengan menentukan target market yang benar maka Anda dapat melakukan promosi dengan tepat sasaran, efektif, dan efisien.

Setelah itu Anda harus melakukan promosi yang tepat sasaran. Anda harus melakukan promosi atau mengomunikasikan produk ke target market secara terintegrasi, mulai dari below the line melalui flyer/brosur dan juga above the line dengan memasang iklan di koran, tabloid, majalah komunitas lokal di daerah Anda. Media social networking, seperti Facebook dan Twitter juga bisa Anda gunakan hingga bergabung dengan platform bisnis.

Agar usaha dan produk yang Anda tawarkan dapat dingat dalam benak konsumen/calon konsumen maka produk yang Anda miliki harus punya keunikan, baik dari sisi bentuk, warna maupun kemasan. Anda juga harus mempunyai minimal 1 (satu) produk unggulan yang dapat menarik calon konsumen. Produk unggulan tersebut bisa berupa produk baru yang belum pernah ada di pasar atau bisa juga produk ‘generic’ tetapi dibuat dengan gaya yang berbeda.

Buatlah sebuah program reward untuk konsumen yang loyal karena ini akan mendorong mereka untuk membeli lebih banyak dan merekomendasikan produk yang Anda jual ke orang lain. Anda dapat mencoba untuk menjalankan program reward sederhana, misalnya memberikan gift khusus untuk konsumen yang membeli dengan nominal tertentu atau ‘program ajak teman berbelanja’ dengan memberikan reward kepada konsumen yang mengajak temannya.

Dan yang terakhir yang bisa Anda lakukan adalah membuka kerja sama dengan pihak lain. Melihat karakter produk yang Anda jual, cara  kerja sama  dengan party organizer (wedding/birthday) bisa Anda mulai lakukan. Kerja sama ini akan membuat komunikasi produk Anda ke target market akan menjadi lebih cepat. Anda cukup memberikan komisi kepada party organizer yang berhasil merekomendasikan.

Selain hal-hal di atas, Anda harus pastikan bahwa kualitas produk yang Anda jual benar-benar baik dan tidak mengecewakan konsumen.

Satu hal lagi, Anda harus memberikan pelayanan konsumen yang baik (service excellent). Pelayanan yang baik tidak cukup dengan memberikan senyum, tetapi harus didukung SOP (standard operating procedure) service yang jelas sehingga konsumen/calon konsumen benar-benar merasa puas dengan pelayanan Anda. Pelayanan yang ‘berkesan’ akan mendorong orang untuk membeli lagi dan menceritakan pengalamannya kepada orang lain. Selamat berbisnis dan semoga sukses.

 

Oleh: Djoko Kurniawan

(Konsultan Marketing  & Service Quality di Indonesia)

Email djokokurniawan@yahoo.com

Memulai Usaha dengan Modal Minim

0

Untuk memulai usaha sebaiknya fokus lebih dulu pada bidang mana yang paling cocok dengan kondisi kita. Bisnis ibarat suatu pasangan hidup, yang harus kita pilih dengan hati-hati karena setelah dipilih jangan kemudian “menceraikan” begitu saja. Ingat, begitu kita sudah masuk ke suatu bisnis, tidak mudah untuk keluarnya karena beberapa sumberdaya sudah menjelma menjadi barang modal.

Misalnya kalau kita tertarik bisnis kuliner maka tentu dana kita telah digunakan untuk membeli wajan, piring, alat-alat penggorengan, dan sejenisnya. Nah, jika kemudian kita beralih ke bisnis laundry tentu barang-barang modal ini berbeda dengan bisnis laundry seperti mesin cuci.

Lalu bagaimana memilih jenis bisnis yang akan ditekuni. Ada beberapa pertimbangan. Pertama, kita lihat dari segi pengetahuan, pengalaman, atau ketrampilan yang kita miliki. Sebagai contoh, ada relasi saya yang pernah bekerja sebagai stylist atau pemangkas rambut di salon.

Dia merasa sudah memiliki banyak relasi dan keahlian memangkas rambut. Akhirnya, ia putuskan untuk keluar dari salon tempatnya bekerja dan membuka salon pangkas rambut sendiri. Usahanya cukup berhasil karena pelanggan yang pernah dipotong rambutnya akhirnya mencari dia untuk memangkas rambut di salon miliknya.

Kedua, pikirkan akses supplier atau pemasok mana yang sudah kita miliki atau akan dengan cepat dan mudah bisa kita peroleh. Kalau kita sudah memiliki pemasok yang mau memasok barang dagangan, terlebih mau menitipkan ke kita, maka bisnis kita lebih mudah dijalankan.

Sebagai contoh kita punya relasi yang memproduksi kaos-kaos. Nah, kita bisa mengajak kerjasama untuk menitip barang dagangannya ke kita, katakan 50 kaos. Kita akan bayar kalau terjual. Cara titip jual ini juga memperkecil resiko dan modal kita yang terbatas.

Ketiga, lihat hobi Anda. Beberapa jenis bisnis yang kita pilih sangat bagus kalau sejalan dengan hobi kita. Orang yang suka memasak, sangat bagus jika berbisnis kuliner. Kalau orang memiliki hobi ikan hias, akan bagus juga jika dia tertarik menjual ikan hias.

Mengapa ini penting? Karena kalau sesuai dengan hobi, orang akan termotivasi menjalankan, merawat bisnisnya, dan memiliki semangat untuk menjalankannya sebagai suatu kesenangan. Jadi sangat ideal jika hobi menjadikan bisnisnya.

Keempat, pikirkan kecocokan jenis bisnis dengan sifat atau kondisi diri Anda. Artinya, beberapa jenis bisnis memiliki resiko yang lebih besar, atau komitmen lebih besar dari yang lain.

Sebagai contoh kalau Anda merupakan orang yang terbatas waktunya maka pilih bisnis yang mudah didelegasikan ke orang lain. Misalnya laundry yang bisa dipekerjakan dengan karyawan.

Untuk menjalankan bisnis secara sukses tentu dibutuhkan semangat dan sistem kelola yang bagus. Tentu saja kiat-kiat dibutuhkan menyangkut pengelolaan dari segi pemasaran dan juga efisiensi produksi. Anda harus mampu menarik pelanggan baru, mempertahankan pelanggan dan membuat mereka membeli lebih banyak.

Dari segi operasional, Anda perlu melakukan efisiensi guna menekan biaya. Kalau ini dilakukan maka bagian profit yang akan diperoleh semakin meningkat.

Jadi, silakan dipertimbangkan keempat hal di atas dan sembari berdoa untuk mendapat penyertaan Tuhan dalam memulai bisnis Anda. Selamat menjadi pebisnis baru yang sukses!

 

oleh: Istijanto Oei, MM, MComm.

Pelatih dan konsultan bisnis prasetiya Mulya,

Penulis buku: “Jurus-jurus sakti Wirausaha” & “Rahasia Sukses Toko Tionghoa”

Email: Istijanto@hotmail.com,

Budidaya Srikaya Rovi dengan Konsep Agrowisata

0

Dari sekadar hobi mengoleksi tanaman buah, menginspirasi M. Gunung Soetopo dan istrinya, Elly Mulyati membudidaya srikaya berukuran jumbo. Di atas lahan seluas 8,2 hektar, Gun, sapaan akrabnya, menanam aneka jenis buah-buahan, salah satunya adalah Srikaya Jumbo yang terkenal dengan sebutan Srikaya Rovi. Lahan tanam untuk Srikaya Rovi adalah 1.000 m2, sisanya Gun menanam buah naga, papaya, sirsak, delima, pisang, durian dan aneka sayuran.

Usaha yang diberi nama Sabila Farm ini berdiri sejak tahun 2006. Pada awalnya Gun hanya fokus menanam buah naga, namun seiring waktu berjalan banyak yang menyarankan Gun agar lebih variatif menanam buah-buahan. Barulah tahun 2009 ia mencoba menanam Srikaya Rovi.

“Awalnya saya memang fokus menanam buah Naga saja, namun ternyata banyak yang menyarankan saya untuk menanam tanaman buah lain. Saya pun tertarik dengan Srikaya Rovi karena buah ini lain dari srikaya umumnya. Buahnya besar dan bijinya sedikit. Dan buah ini cocok untuk dikembangkan, selain untuk agrowisata buah inipun bisa diperjualbelikan,” tutur Gun.

Ilmu dan pengetahuan Gun dalam hal berkebun buah didapatnya dari almamater kuliahnya dulu. Yah, Gun merupakan lulusan Jurusan Tanah Fakultas Pertanian IPB. Ia pun pernah bekerja di bidang yang berhubungan dengan pertanian sejak 26 tahun lalu.

Selain itu ia pernah menjadi petani hortikultura di Depok dengan menanam melon, semangka, bunga potong, dan membuat media tanam yang hasilnya cukup untuk menghidupi keluarga. Pengalaman menjadi penasehat perusahaan benih hortikultura berteknologi tinggi pun memberinya tambahan pengetahuan.

Saat mencoba menanam Srikaya Rovi, modal yang dikeluarkan Gun sebesar Rp 10 juta yang digunakan untuk membeli bibit Srikaya Rovi sebanyak 100 pohon seharga Rp 60 ribu/pohon, dan sisanya ia belanjakan pupuk dan perlengkapan tani seperti cangkul, alat siram dan lain sebagianya.

Bibit Srikaya Rovi dibeli Gun dari pembibit di daerah Magelang, Jawa Tengah. Sementara pupuk dan perlengkapan usaha dibelinya di toko sarana pertanian di seputaran tempat tinggalnya di Yogyakarta.

Prospek.

Menurut Gun, prospek usaha budidaya Srikaya Rovi sangat bagus ke depan, mengingat iklim tropis di Indonesia yang sangat cocok. Apalagi saat ini masyarakat lebih cenderung memilih buah yang baru yang berukuran jumbo. Di pasaran, buah Srikaya Rovi memiliki harga jual lebih tinggi, namun pasokan buah ini masih terbilang sangat kurang karena pembudidaya belum menyebar merata di Indonesia.

”Permintaan buah Srikaya Rovi memang sangat tinggi, tapi pemasarannya masih belum merata. Pembudidaya buah ini lebih banyak di daerah Jawa, jadi keberadaan buah ini di pasaran khususnya di supermarket buah masih belum banyak,” ujar Gun.

Sementara persaingan, Gun tidak menghiraukan, karena walaupun banyak bermunculan kebun Srikaya Rovi, pada saat ini pasar membutuhkan suplai banyak dari kalangan perkebunan sehingga pelaku perkebunan menjadi mitra bagi perkebunan yang lainya.

Konsep Agrowisata

Selain ditujukan untuk kebun buah, Sabila Farm dikonsepkan Gun sebagai tempat agrowisata buah. Di tempat ini pengunjung selain bisa menikmati panorama kaki gunung Merapi, juga bisa berwisata melihat kebun buah, salah satunya kebun Srikaya Rovi. Gun tak menerapkan sistem ticketing bagi para pengunjung Sabila Farm. Namun di tempat ini mereka bisa membeli buah yang fresh langsung dari pohonnya.

Selain sebagai tempat wisata buah, Sabila Farm juga kerap menjadi tempat pelatihan budidaya tanaman buah. “Selain untuk agrowisata, Sabila Farm juga dijadikan sebagai tempat pelatihan budidaya tanaman buah. Biasanya yang mengikuti pelatihan tersebut dari kalangan karywan, pensiunan, mahasiswa, bahkan juga dikunjungi tamu dari berbagai negara seperti Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Rusia dan beberapa negara di Eropa ,” ujar Gun.

Keunggulan

Yang membedakan Srikaya Rovi dengan srikaya lokal dan yang lainnya terletak pada sosok tanaman yang kokoh, ukuran daun lebih besar, dan tentu saja buah yang lebih besar dari bissanya, yakni bisa mencapai 800 gram hingga 1,5 kg per buah. Juga tergolong buah yang memiliki tingkat produktivitas tinggi atau rajin berbuah.

Daging buah Srikaya Rovi bertekstur lembut, tidak berpasir seperti srikaya lokal, beraroma harum dan memiliki biji yang relatif sangat sedikit kurang lebih 15 biji. Dengan kelebihan yang dimiliki, Srikaya Rovi layak dijadikan pilihan lain untuk dikebunkan atau dijadikan tanaman koleksi.

Harga satu kilogram buah Srikaya Rovi, jika pembeli datang langsung ke kebun Gun, sebesar Rp 40 ribu/kg, ukuran sedang (bobot buah kurang dari 400 gram), dan Rp 50 ribu/kg untuk ukuran super (bobot buah di atas 400 gram). Buah rijek atau buah yang tak tergolong kriteria sedang dan super, Gun biasanya jadikan sebagai sample untuk icip-icip bagi para konsumen.

Pemasaran

Dari awal Sabila Farm berdiri, Gun melalakukan pemasaran lewat mulut ke mulut. Ia pun kerap menjalin komunikasi bisnis dengan sesama petani buah Srikaya Rovi untuk membantu pemasarannya.

Dalam satu bulan Gun bisa menjual 1-2 ton buah Srikaya Rovi. Buah tersebut selain dijual langsung ke pengunjung kebun juga dijual kepada pedagang buah yang terdapat di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Gun menerapkan sistem pembayaran secara cash, baik itu pembelian skala kecil maupun besar. Pembelian grosir biasanya Gun mematok harga lebih murah, yakni berkisar Rp 30 s/d 35 ribu/kg. Minimal pembelian Srikaya Rovi grosiran adalah sebanyak 5 kg.

Pembeli Srikaya Rovi dapat dilakukan baik secara langsung dengan mendatangi kebun ataupun  via telepon. Bagi konsumen yang memesan via telepon biasanya buah akan dikirim lewat jasa ekspedisi, dengan ketentuan pembayaran dilakukan langsung cash dan ongkos kirim ditanggung konsumen. Untuk packaging, Gun menggunakan dus bervoleme 5 kg yang sudah diberi lebel nama usahanya.

Dengan hasil panen kurang lebih 1 s/d 2 ton per bulan dengan harga Rp 40 ribu s/d Rp 50 ribu, maka bisa diasumsikan omset yang dikantongi sebesar Rp 80 juta, dengan keuntungan bersih sekitar 50%. Dalam menjalankan usaha budidaya Srikaya Rovi ini, Gun dibantu istrinya dan 6 orang tenaga kerja lain yang digaji Rp 50 ribu/hari.

Raup Omset Ratusan Juta dari Bisnis Sparepart dan Modifikasi Motor Sport

0

Menjadi sukses seperti sekarang bukanlah hal yang disangka oleh Leo Sunario. Betapa tidak, berawal dari hobinya di bidang otomotif terutama untuk sepeda motor, membuat pemuda yang akrab disapa Leo rela melakukan apa pun demi untuk kepuasan memodifikasi sepeda motor miliknya. Bahkan untuk membuat tampilan tunggangannya menjadi beda dibandingkan yang lain, Leo sampai rela memesan berbagai sparepart inden dan harus menunggu hingga waktu yang lama untuk mendapatkannya.

Kecintaan dan kesabaran dalam memodifikasi sepeda motor menjadikan Leo dikenal oleh teman-temannya dalam menyajikan tampilan sepeda motor yang berbeda. “Banyak teman yang tertarik dengan modifikasi yang Saya lakukan dan di antara mereka   banyak yang memesan sparepart motor karena Saya dianggap mampu dan mengetahui link dalam memesan sparepart yang masih jarang di pasaran,” ungkap pemuda yang hanya Lulus Sekolah Menengah Atas ini.

Melihat makin banyaknya teman yang memesan sparepart darinya dan keuntungan yang didapat lumayan, membuat Leo memutuskan untuk menekuni usaha penjualan sparepart khusus motor besar dan pada akhir 2009. Mengandalkan pemasaran melalui jejaring sosial yang ada di dunia maya, membuat Leo bisa menawarkan produknya dan tidak memerlukan modal yang besar untuk melakukannya.

Diakui pria kelahiran Jakarta, 2 Desember 1986 ini modal yang ia keluarkan untuk merintis usaha sparepartnya tidaklah besar. Bermodalkan uang sebesar Rp 8 juta yang merupakan hasil dari kerja kerasnya membantu sang ayah dalam menjalankan usaha jasa pencucian sarang burung walet, Leo mulai memesan berbagai sparepart sepeda motor dan dipasarkan.

Modifikasi.

Keinginan Leo untuk membesarkan usahanya bisa dibilang sangat kuat, karena itu dua tahun usahanya berjalan atau sekitar tahun 2011 Leo mulai berpikir untuk membuat berbagai sparepart sepeda motor sendiri terutama untuk yang berbahan dasar plastik. “Saya membuat sendiri sparepart karena saya lihat harga untuk sparepart ini cukup mahal,” jelasnya. Selain itu, Leo mengaku untuk lebih memberikan pelayanan kepada para konsumennya, ia juga membuka usaha modifikasi sepeda motor dengan membuka bengkel modifikasi di kawasan Jelambar, Jakarta Utara.

Meski sparepart yang diproduksi Leo lebih menekankan pada sparepart motor sport atau motor besar, namun karena Leo menerima pesanan sparepartnya secara custom maka Leo bisa memproduksi sparepart untuk motor-motor kecil. “Main di sparepart motor besar karena pelakunya masih jarang namun pasarnya sangat menjanjikan,” jelasnya.

Walaupun kualitas dan tampilan sparepart yang ditawarkan Leo sama dengan sparepart bermerek namun Leo memasarkannya dengan harga yang terjangkau dan hal tersebut merupakan nilai tambah untuk produk sparepart yang dibuatnya. Diakui Leo, untuk harga sparepart bervariasi, mulai dari Rp 200 ribu untuk spakbor, cover lampu, cover jok dan untuk sparepart lainnya di tawarkan dengan harga di atas Rp 200 ribu.

Khusus untuk modifikasi full body sepeda motor custome, Leo memberikan harga antara Rp 7 juta- Rp10 juta. “Sparepart yang Saya tawarkan kualitasnya sangat bagus dan harganya sangat terjangkau,” Ujar Leo. Sedangkan untuk modifikasi motor besar yang merupakan spesialisasinya, Leo menawarkan dengan harga mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 50 juta.

Ditipu Karyawan.

Kesuksesan yang diperoleh Leo dalam menjalankan usahanya ternyata tidak semulus dan seindah yang dilihat. Berbagai kendala dan rintangan usaha pernah dialaminya bahkan beberapa rintangan tersebut sempat membuat Leo patah semangat dan mengganggu jalannya usaha. Seperti misalnya apa yang terjadi pada pertangan 2011 yang lalu. Leo yang baru membesarkan usahanya, mendapatkan cobaan dari salah seorang karyawan kepercayaannya. “Ketika itu, orang yang Saya percaya untuk memasakan produk sparepart ke beberapa toko membawa lari uang puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Namun apa yang terjadi ketika itu, tidak membuat Leo memikirkannya berlarut-larut. Dengan dukungan teman-teman, membuat Leo kembali bangkit dan meneruskan usahanya hingga besar seperti sekarang. “Saya yakin di balik kegagalan pasti ada kesuksesan yang dapat Saya raih dan hal tersebut terbukti sekarang,” jelas pemuda kelahiran Jakarta ini.

Tembus Malaysia.

Dengan harga sparepart yang terjangkau dan berkualitas usaha sparepart Leo berkembang sangat pesat. Hal itu bisa dilihat dengan peredaran produk buatannya yang sudah tersebar hingga seluruh Indonesia bahkan juga masuk ke pasar otomotif di negeri Jiran, Malaysia. “Dengan banyaknya permintaan akan sparepart membuat Saya lebih termotivasi untuk terus mengembangkan usaha yang saya jalankan,” ujarnya.

Diakui Leo, pada awal mempromosikan produknya ia hanya menawarkan langsung pada teman-teman yang memiliki hobi di dunia otomotif. Selain itu, Leo juga memanfaatkan jejaring sosial Facebook, maupun Twitter dengan tujuan agar produknya bisa dikenal oleh masyarakat luas.

Satu lagi sistem pemasaran yang dilakukan Leo dan bisa dibilang merupakan inti bagaimana usahanya bisa berkembang seperti saat ini ialah dengan membuka kerja sama pemasaran dalam bentuk reseller.

Untuk setiap reseller yang memasarkan produknya akan mendapatkan potongan harga sebesar 20-30%. Adapun sarat untuk menjadi reseller yaitu cukup melakukan pembelian pertama sebanyak tiga sparepart untuk satu model. Dan khusus pesanan dari toko yang sudah cukup mapan, Leo memberikan sistem tenggang waktu pembayaran dengan jarak hingga Dua Minggu.

“Saat ini saya sudah memiliki 20 reseller dan bekerja sama dengan 40 toko sparepart di seluruh Indonesia,” jelasnya. Dengan berbagai pemasaran yang dilakukan tidak heran usaha Leo terus berkembang dan dalam satu bulan ia bisa memperoleh omset sekitar Rp 500 juta.

Meskipun saat ini bisa dibilang Leo sudah berada di puncak kejayaan usaha, namun pemuda yang masih melajang ini tidak lupa untuk selalu berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan dan pemberian sebagian penghasilannya. Karena itu, di tengah kesibukannya menjalankan usaha ia kerap mengadakan bakti sosial yang diadakan bersama beberapa temannya.