Budidaya Srikaya Rovi dengan Konsep Agrowisata

0
771
Budidaya Srikaya (dok pertanianku.com)

Dari sekadar hobi mengoleksi tanaman buah, menginspirasi M. Gunung Soetopo dan istrinya, Elly Mulyati membudidaya srikaya berukuran jumbo. Di atas lahan seluas 8,2 hektar, Gun, sapaan akrabnya, menanam aneka jenis buah-buahan, salah satunya adalah Srikaya Jumbo yang terkenal dengan sebutan Srikaya Rovi. Lahan tanam untuk Srikaya Rovi adalah 1.000 m2, sisanya Gun menanam buah naga, papaya, sirsak, delima, pisang, durian dan aneka sayuran.

Usaha yang diberi nama Sabila Farm ini berdiri sejak tahun 2006. Pada awalnya Gun hanya fokus menanam buah naga, namun seiring waktu berjalan banyak yang menyarankan Gun agar lebih variatif menanam buah-buahan. Barulah tahun 2009 ia mencoba menanam Srikaya Rovi.

“Awalnya saya memang fokus menanam buah Naga saja, namun ternyata banyak yang menyarankan saya untuk menanam tanaman buah lain. Saya pun tertarik dengan Srikaya Rovi karena buah ini lain dari srikaya umumnya. Buahnya besar dan bijinya sedikit. Dan buah ini cocok untuk dikembangkan, selain untuk agrowisata buah inipun bisa diperjualbelikan,” tutur Gun.

Ilmu dan pengetahuan Gun dalam hal berkebun buah didapatnya dari almamater kuliahnya dulu. Yah, Gun merupakan lulusan Jurusan Tanah Fakultas Pertanian IPB. Ia pun pernah bekerja di bidang yang berhubungan dengan pertanian sejak 26 tahun lalu.

Selain itu ia pernah menjadi petani hortikultura di Depok dengan menanam melon, semangka, bunga potong, dan membuat media tanam yang hasilnya cukup untuk menghidupi keluarga. Pengalaman menjadi penasehat perusahaan benih hortikultura berteknologi tinggi pun memberinya tambahan pengetahuan.

Saat mencoba menanam Srikaya Rovi, modal yang dikeluarkan Gun sebesar Rp 10 juta yang digunakan untuk membeli bibit Srikaya Rovi sebanyak 100 pohon seharga Rp 60 ribu/pohon, dan sisanya ia belanjakan pupuk dan perlengkapan tani seperti cangkul, alat siram dan lain sebagianya.

Bibit Srikaya Rovi dibeli Gun dari pembibit di daerah Magelang, Jawa Tengah. Sementara pupuk dan perlengkapan usaha dibelinya di toko sarana pertanian di seputaran tempat tinggalnya di Yogyakarta.

Prospek.

Menurut Gun, prospek usaha budidaya Srikaya Rovi sangat bagus ke depan, mengingat iklim tropis di Indonesia yang sangat cocok. Apalagi saat ini masyarakat lebih cenderung memilih buah yang baru yang berukuran jumbo. Di pasaran, buah Srikaya Rovi memiliki harga jual lebih tinggi, namun pasokan buah ini masih terbilang sangat kurang karena pembudidaya belum menyebar merata di Indonesia.

”Permintaan buah Srikaya Rovi memang sangat tinggi, tapi pemasarannya masih belum merata. Pembudidaya buah ini lebih banyak di daerah Jawa, jadi keberadaan buah ini di pasaran khususnya di supermarket buah masih belum banyak,” ujar Gun.

Sementara persaingan, Gun tidak menghiraukan, karena walaupun banyak bermunculan kebun Srikaya Rovi, pada saat ini pasar membutuhkan suplai banyak dari kalangan perkebunan sehingga pelaku perkebunan menjadi mitra bagi perkebunan yang lainya.

Konsep Agrowisata

Selain ditujukan untuk kebun buah, Sabila Farm dikonsepkan Gun sebagai tempat agrowisata buah. Di tempat ini pengunjung selain bisa menikmati panorama kaki gunung Merapi, juga bisa berwisata melihat kebun buah, salah satunya kebun Srikaya Rovi. Gun tak menerapkan sistem ticketing bagi para pengunjung Sabila Farm. Namun di tempat ini mereka bisa membeli buah yang fresh langsung dari pohonnya.

Selain sebagai tempat wisata buah, Sabila Farm juga kerap menjadi tempat pelatihan budidaya tanaman buah. “Selain untuk agrowisata, Sabila Farm juga dijadikan sebagai tempat pelatihan budidaya tanaman buah. Biasanya yang mengikuti pelatihan tersebut dari kalangan karywan, pensiunan, mahasiswa, bahkan juga dikunjungi tamu dari berbagai negara seperti Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Rusia dan beberapa negara di Eropa ,” ujar Gun.

Keunggulan

Yang membedakan Srikaya Rovi dengan srikaya lokal dan yang lainnya terletak pada sosok tanaman yang kokoh, ukuran daun lebih besar, dan tentu saja buah yang lebih besar dari bissanya, yakni bisa mencapai 800 gram hingga 1,5 kg per buah. Juga tergolong buah yang memiliki tingkat produktivitas tinggi atau rajin berbuah.

Daging buah Srikaya Rovi bertekstur lembut, tidak berpasir seperti srikaya lokal, beraroma harum dan memiliki biji yang relatif sangat sedikit kurang lebih 15 biji. Dengan kelebihan yang dimiliki, Srikaya Rovi layak dijadikan pilihan lain untuk dikebunkan atau dijadikan tanaman koleksi.

Harga satu kilogram buah Srikaya Rovi, jika pembeli datang langsung ke kebun Gun, sebesar Rp 40 ribu/kg, ukuran sedang (bobot buah kurang dari 400 gram), dan Rp 50 ribu/kg untuk ukuran super (bobot buah di atas 400 gram). Buah rijek atau buah yang tak tergolong kriteria sedang dan super, Gun biasanya jadikan sebagai sample untuk icip-icip bagi para konsumen.

Pemasaran

Dari awal Sabila Farm berdiri, Gun melalakukan pemasaran lewat mulut ke mulut. Ia pun kerap menjalin komunikasi bisnis dengan sesama petani buah Srikaya Rovi untuk membantu pemasarannya.

Dalam satu bulan Gun bisa menjual 1-2 ton buah Srikaya Rovi. Buah tersebut selain dijual langsung ke pengunjung kebun juga dijual kepada pedagang buah yang terdapat di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Gun menerapkan sistem pembayaran secara cash, baik itu pembelian skala kecil maupun besar. Pembelian grosir biasanya Gun mematok harga lebih murah, yakni berkisar Rp 30 s/d 35 ribu/kg. Minimal pembelian Srikaya Rovi grosiran adalah sebanyak 5 kg.

Pembeli Srikaya Rovi dapat dilakukan baik secara langsung dengan mendatangi kebun ataupun  via telepon. Bagi konsumen yang memesan via telepon biasanya buah akan dikirim lewat jasa ekspedisi, dengan ketentuan pembayaran dilakukan langsung cash dan ongkos kirim ditanggung konsumen. Untuk packaging, Gun menggunakan dus bervoleme 5 kg yang sudah diberi lebel nama usahanya.

Dengan hasil panen kurang lebih 1 s/d 2 ton per bulan dengan harga Rp 40 ribu s/d Rp 50 ribu, maka bisa diasumsikan omset yang dikantongi sebesar Rp 80 juta, dengan keuntungan bersih sekitar 50%. Dalam menjalankan usaha budidaya Srikaya Rovi ini, Gun dibantu istrinya dan 6 orang tenaga kerja lain yang digaji Rp 50 ribu/hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.