Sabtu, Juni 13, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 787

Hasilkan Omset hingga Rp 200 Juta dari Bisnis Jelly Kreatif

0

 

Terpanggil untuk menjadi seorang entrepreneur, membuat Alfian Aurey dengan mantap meninggalkan kedudukannya sebagai konsultan makanan dan minuman di salah satu perusahaan distribusi makanan nasional dengan gaji yang cukup tinggi.

“Saat itu dalam pikran saya, ya ingin membuka sebuah usaha yang bergerak di bidang makanan, karena saya cukup sedih melihat banyak makanan yang tidak sehat dikonsumsi,” jelasnya.

Alfian menggelontorkan modal awal sebesar Rp 25 juta, untuk memproduksi konyaku, sejenis jelly sehat dengan tekstur kenyal serta memiliki serat yang tinggi. Menurut Alfian, konyaku sudah terkenal di negeri Sakura, Jepang, namun, karena keterbatasan pengetahuan masyarakat Indonesia akan konyaku, membuat bisnis yang digeluti ini pun gulung tikar.

Tetapi hal tersebut tidak membuat Alfian patah arang, justru semakin penasaran. Dengan berbagai pengalaman, ia pun kembali membangun bisnis kuliner-nya tersebut dengan mengubah nama konyaku menjadi nama yang lebih familiar di telinga konsumen Indonesia, yakni Jelly.

Berbagai strategi bisnis pun dijalankan, mulai dari membuat tester, menyebarkan brosur, hingga membuka tempat produksi sebagai tempat edukasi kepada calon konsumen, di Proyek Senen Blok 3 Lantai Dasar nomor 219, Jakarta Pusat.

Selain menjual Jelly, Alfian mengajarkan cara membuat Jelly berbahan konyaku kepada siapapun yang datang dan ingin belajar, secara gratis. Dengan cara-cara tersebut, usaha yang dibangunnya pada 2007 ini mulai diminati oleh masyarakat hingga sekarang.

Aneka Bentuk Jelly Unik

Jelly produksi Alfian dengan brand Jelly Mumu terdiri atas 60 bentuk, di antaranya bentuk mutiara, animal, bunga, huruf, mie, telur, hingga bentuk sushi. Dari semua bentuk tersebut menurut Alfian tidak ada yang sangat menonjol jadi favorit atau unggulan, dan yang paling laku di pasaran, karena semua bentuk diminati.

“Hampir semua bentuk yang saya buat diminati, hal tersebut lantaran bentuknya yang unik dan lucu,” ungkapnya. Alfian memilih empat warna untuk Jelly-nya yaitu putih, merah, hijau, dan orange.

Selain unggul dalam hal bentuk, menurut Alfian, Jelly buatannya memiliki cita rasa yang nikmat serta tekstur yang lembut dan kenyal. Tidak hanya itu, keistimewaan lain dari produk ini ada pada penggunaan bahan baku dan pewarna yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Ia menggunakan pewarna betakaroten yang terbuat dari ekstrak buah merah dan paprika sebagai penghasil warna merah, kuning, dan oranye, pemutih biasa untuk warna putih, serta carbon acid pembuat warna hitam.

Begitu pula dengan bahan pengawet Alfian menggunakan bahan yang diizinkan oleh Departemen Kesehatan. Berkat keunggulannya tersebut saat ini Alfian dapat menjual sebanyak 20 ton Jelly setiap bulan dengan omset mencapai Rp 200 juta setiap bulan.

Harga jual yang dipatok Alfian sepadan dengan bahan baku dan proses pembuatan yang sudah mengikuti standardisasi kesehatan.

“Semua Jelly saya jual dalam bentuk satuan kilogram yang dikemas dalam kemasan plastik, yaitu 1,5 kilogram dengan harga Rp 7.500 dan 1 kilogram dengan harga Rp 15 ribu,” jelasnya. Semakin banyak jumlah yang dibeli, konsumen akan mendapatkan potongan harga.

Jelly Bakar dan Goreng. Tidak hanya berkreasi dalam ragam bentuk dan warna, Alfian pun kembali berinovasi dengan meluncurkan produk Jelly terbarunya yang terbilang cukup unik, yakni Jelly Bakar dan Jelly Goreng. Kedua produk tersebut memiliki ragam bentuk Jelly, yakni berbentuk seafood, seperti ikan, udang, kepiting, hingga kerang.

Yang membuat produk Jelly ini unik, yakni cara penyajian yang berbeda dengan Jelly kebanyakan. “Biasanya Jelly dicampur dalam olahan minuman, kalau Jelly Bakar dan Goreng, diolah dengan cara ya dibakar atau digoreng,” terang Alfian.

Meskipun melalui tahapan pembakaran dan penggorengan, namun tekstur Jelly tetap kenyal dan tidak lumer, hal ini dikarenakan pada proses akhir pembuatan, Jelly melalui pasteurisasi (proses pemanasan) untuk membuatnya tidak lumer karena panas waktu digoreng dan dibakar.

Ukuran dari Jelly yang dibakar dan digoreng pun berbeda dari jelly untuk minuman yang biasanya berbentuk kecil. Jelly Bakar dan Jelly Goreng ini memiliki ukuran mengikuti bentuk aslinya. Jelly yang diolah dengan cara dibakar dan digoreng ini harganya bekisar Rp 1 ribu – Rp 3 ribu per buah.

 

Sukses dengan Pelajari Strategi Marketing dari Produsen yang Sudah Besar

0

 

Keberadaan dompet koin yang berukuran kecil hingga besar, saat ini sudah banyak di pasaran. Walaupun saat ini pelaku usaha sejenis sudah cukup menjamur namun besarnya pasar dompet koin mampu menepis persaingan yang ada. Usaha ini akan terus mengalami peningkatan yang signifikan bila terus diimbangi dengan inovasi dan kreativitas produsen dalam menghasilkan bentuk produk baru yang tidak pasaran.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual dan sekaligus sebagai penunjang pemasaran. Selain itu, produsen sebaiknya menciptakan ciri khas atau tema pada produknya, dengan tujuan untuk menciptakan brand image dan membentuk pasar sendiri.

Sebagai pemula atau yang baru mau memulai usaha, sebaiknya mengikuti atau mempelajari cara berbisnis, cara melihat pasar, dan cara mengembangkan usaha dari pelaku usaha yang sudah lama berkecimpung di bidang ini. Bisa ditempuh dengan cara menjalin hubungan dengan mereka. Karena kemampuan untuk dapat melihat perkembangan pasar memerlukan jam terbang yang tinggi, sehingga insting berbisnis Anda bisa terasah.

Pemilihan bahan baku juga menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan. Bahan baku sebaiknya disesuaikan dengan pemilihan tema produk tersebut. Bila produknya ingin bertemakan etnik, maka sebaiknya bahan baku diolah dari bahan daur ulang atau bahan alami. Bisa juga menggunakan bahan batik.

Sebaliknya, bila produknya mengarah pada tema modern, produsen sebaiknya menciptakan bentuk dompet koin dari bahan baku yang sedang trend. Sebaiknya kemasan produk dibentuk seunik mungkin dengan tujuan menunjukkan nilai seni yang tinggi.

Persaingan dengan produk impor juga bukan penghalang bagi pelaku usaha tingkat UKM. Alasannya, harga jual produk impor bisa mencapai 2 hingga 3 kali lipat harga produk lokal. Namun perlu diingat pula, produsen lokal harus jeli dalam melihat momen. Karena biasanya pada moment-moment tersebut angka penjual dompet koin akan sangat tinggi.

Seringkali, para produsen dihadapkan dengan kendala kreativitas. Padahal unsur ini merupakan unsur terpenting dalam usaha kerajinan. Sebaiknya, sebelum terjun dalam dunia ini calon produsen melakukan riset terhadap minat pasar yang berkembang, sehingga saat akan menjual produknya, produsen tidak salah sasaran.

Sisi yang ditonjolkan dari produk dompet koin adalah kreativitas bentuk produknya. Seringkali, produsen membuat produk sejenis dalam jumlah yang besar, sehingga dompet tersebut terkesan pasaran dan tidak eksklusif. Sebaiknya produk dihasilkan dengan jalan handmade dan diproduksi dalam jumlah sedikit dengan bentuk yang beragam.

Pemasaran yang tepat dalam menjalankan usaha ini sebaiknya dilakukan dengan berbagai macam cara. Langkah yang pertama yakni dengan menjalin hubungan dengan banyak komunitas guna menjaring calon konsumen. Langkah berikutnya dapat dilakukan dengan jalan mengiklankan produk di jejaring sosial, atau internet. Pembuatan blog maupun website dapat menjaring lebih banyak konsumen. Namun, dengan mengikuti beberapa pameran juga mampu meningkatkan daya jual.

Akan tetapi, langkah ini sebaiknya dilakukan dengan mengikuti pameran dalam skala yang besar seperti pameran tingkat nasional dan internasional, guna menjaring konsumen dalam jumlah yang luas. Bila usaha sudah besar dan menjadi pelaku besar, sudah seharusnya memikirkan tentang ekspansi pasar dengan memperluas jaringan, bisa dengan sistem kemitraan atau keagenan/reseller.

Wanginya Bisnis Sabun Kecantikan dari Buah-Buahan

 

Sabun kecantikan tak lepas dari kehidupan sehari-hari, baik untuk mandi maupun untuk sabun cuci muka. Karena itu tak heran jika peluang pasar penjualan sabun kecantikan cukup besar. Menurut Wiyantono, Ketua Bidang Perdagangan Perkosmi Jaya (Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia), untuk skala nasional penjualannya mencapai nilai sekitar Rp 3 trilun dalam 1 tahun. Dari nilai tersebut persentase penjualan sabun kecantikan dari buah baru sekitar 10%-nya. Hal ini menunjukkan peluang pasarnya masih lebar mengingat pelaku usaha saat ini lebih banyak membuat produk sabun berbahan kimia, maupun sabun dengan ekstrak selain buah, seperti ekstrak bunga, ekstrak  rempah-rempah seperti sereh, green tea, dan daun sirih.

Sabun kecantikan dari buah-buahan akan semakin tren ke depan  terutama bagi masyarakat kelas menengah atas yang peduli terhadap kualitas  dan manfaat produk. Apalagi khasiat sabun kecantikan berbahan ekstrak buah-buahan ini ragamnya jauh lebih banyak dibandingkan ekstrak bunga maupun rempah. Jenis sabun dari buah yang  paling diminati terutama sabun papaya.  Meski demikian, pelaku usaha harus terus berinovasi, membuat produk baru sabun buah yang memang sudah diketahui masyarakat bagus untuk kesehatan seperti manggis, jeruk, dan lainnya.

Anggun Pratiwi, Produsen “Hawa” Sabun Buah dan Herbal misalnya  sangat bisa membaca kemauan pasar, itu sebabnya ia membuat  sampai 21 varian sabun buah seperti apel, anggur, strawberry, coklat, alpukat, bengkuang, ketimun, kopi, kunyit, madu, sereh, sirih, zaitun, wortel, dan lainnya.

Bagi pelaku usaha, sebaiknya memiliki keahlian membuat sabun yang bisa dipelajari melalui kursus atau seminar tentang produksi sabun, atau merekrut karyawan dari bidang kimia seperti apoteker. Hal ini karena diperlukan pengetahuan untuk meracik bahan dengan takaran tertentu serta khasiat yang dikandung bahan baku. Selain itu juga perlu mendaftarkan produk ke BPOM untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Seperti Tedi Kurniawan, pemilik CV Natural yang telah mendaftarkan produknya ke BPOM sejak tahun 2010.

Kelebihan

  Agar konsumen  tertarik menggunakan, pelaku usaha juga perlu menonjolkan kelebihan produk. Misalnya membuat sabun dari ekstrak buah yang diberi tambahan aromatherapy sehingga sabun memiliki aroma segar dan dapat merelaksasi kulit saat dipakai. Packaging  atau bungkus yang digunakan untuk sabun buah  juga harus tampil menarik mengingat produk ini ditujukan untuk kelas menengah atas.

Sabun buah ini  bisa dibentuk menyerupai lilin bentuk tabung kemudian dibungkus dengan plastik wrapping bening sehingga warna asli sabunnya tetap terlihat. Lalu dimasukkan dalam kotak plastik mika yang telah diberi label. Bisa juga menggunakan motif etnik seperti batik pada kemasan untuk membuat tampilan tampak menarik.

Dengan  memperhatikan  packaging   dan menonjolkan kelebihan dari sabun buah, diharapkan masyarakat sat ini yang tergila-gila dengan kehidupan back to nature   akan tertarik membeli.  Dan prospek usaha ini memang masih menarik, karena  produsen Hawa Sabun Buah dan Herbal  misalnya,  mampu meraup omset hingga Rp 4 juta per hari atau Rp 120 juta per bulan .  Demikian juga dengan  Tedi Kurniawan, pemilik CV Natural  yang bisa meraih omset Rp 50 juta per bulan dari usaha yang baru 1,5 tahun dijalankannya.

Pemasaran dan Persaingan

Kebutuhan sabun kecantikan tidak mengenal musim sehingga produk ini akan selalu dibutuhkan. Apalagi bila menawarkan kelebihan. Mengingat harga jual sabun lebih mahal dibandingkan sabun biasa yang ada di pasaran, maka  pelaku usaha harus menyasar konsumen kelas menengah atas, seperti pelanggan spa,   dan aktif ikut pameran di mal-mal atau pameran produk kosmetik, yang banyak didatangi kelangan menengah –ke atas.

Selain itu,  untuk Anda pelaku usaha pemula, sebaiknya Anda memulai pemasaran dengan  memperkenalkan produk ke saudara, kerabat, teman dan rekanan dengan disertai info manfaat produk dan testimoni dari konsumen yang merasakan khasiat produk tersebut. Setelah itu, bau Anda bisa memasarkan  dengan membuka keagenan. Bila usaha sudah cukup berkembang bisa  menyewa outlet sehingga produk akan lebih dikenal.

Persaingan usaha sabun kecantikan  home industry ini masih belum terlalu ketat mengingat pelaku usaha  skala pabrikan  lebih banyak bermain di volume dengan menyasar kelas menengah bawah yang memang marketnya lebih besar dibanding kelas  menengah atas.

Agar Anda bisa menyasar pasar yang lebih luas (kelas menengah bawah), maka untuk produksinya  Anda harus bisa menekan biaya produksi,  misalnya meski  disebut sebagai sabun alami dari  bahan baku buah-buahan, jangan sepenuhnya  menggunakan bahan baku yang berasal dari bahan alami,  tetapi  dicampur dengan pemakaian bahan kimia, sehingga harga jualnya bisa diturunkan  di bawah Rp 5.000.

Segmen pasar menengah bawah lebih memperhatikan soal harga yang murah, dengan aroma sabun yang lebih tajam. Lain halnya dengan kelas menengah atas yang menyukai aroma yang soft dan  rasa  lembut di kulit saat dipakai.

Sabun kecantikan dari buah-buahan ini biasanya dijual dengan harga Rp 8.000 ke atas yang ditujukan untuk kelas menengah atas. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan produk impor yang rata-rata di atas Rp 29 ribu per 100 gram dalam bentuk padat, dan untuk sabun cair ada yang sampai Rp 75 ribu per 250 ml. Sehingga peluang pasar bagi produk lokal cukup besar.

Untung Besar

Bagi pelaku usaha yang akan terjun di bisnis ini sebaiknya melihat harga pasar dulu dengan melakukan survei harga, barulah menentukan harga jual. Untuk Harga Pokok Produksi pembuatan sabun buah seberat 100 gram menurut Wiyantono maksimal sebesar Rp 5 ribu, sudah termasuk kemasannya, dan bisa dilempar ke pasaran dengan harga Rp 15 ribu.

Pada  profil pelaku usaha sabun buah   sukses yang kami ulas di halaman-halaman berikut, mereka  bisa menjual  hingga ribuan sabun kecantikan dari  buah-buahan, dankeuntungan yang didapat bisa sekitar 40-80%.

Bisnis Wedding Serba Jepang hingga Anti-Mainstream Sedang Diminati

0

 

Jasa fotografi untuk pre-wedding & wedding memang bukan bisnis baru di dunia fotografi. Namun dengan perkembangannya dari tahun ke tahun, mampu menciptakan ragam konsep yang berbeda dan unik. Jika dahulu sesi pemotretan untuk pre-wedding hanya dilakukan di sebuah ruang studio foto dengan kamera yang masih berjenis analog, saat ini melakukan sesi pemotretan foto untuk pre-wedding sudah dapat dilakukan di mana saja, baik indoor maupun outdoor, dengan disesuaikan dengan tema-tema yang lucu dan unik.

Seiring perkembangan teknologi dan juga semakin banyaknya pelaku usaha baru yang menggeluti dunia usaha jasa fotografi untuk pre-wedding & wedding dengan menawarkan konsep-konsep yang berbeda, membuat persaingan usaha ini semakin tinggi. Dengan banyak menawarkan konsep yang unik seperti foto dengan suasana serba Jepang ataupun teknik pengambilan gambar yang tidak biasa membuat usaha jasa fotografi ini semakin banyak dicari oleh konsumen yang ingin momen langka dalam hidupnya tersebut diabadikan dengan hasil yang luar biasa.

Konsep Unik

Sudah jelas, usaha jasa fotografi untuk pre-wedding & wedding bukanlah usaha yang baru muncul setahun atau dua tahun lalu tetapi sudah ada bahkan hingga satu dekade sebelumnya. Namun kenyataannya usaha ini memang tetap diburu oleh masyarakat khususnya yang akan menjalani pernikahan. Karena foto ini adalah sebuah momentum untuk mengabadikan hasil cinta mereka dalam jangka waktu yang sangat lama.

Momentum mengabadikan hasil cinta ini dibuktikan oleh Ali, pemilik AlienCo Photoraphy yang lebih memfokuskan hasil jepretan dengan menggunakan konsep Anti-Mainstream. “Dengan adanya teknik ini bisa menjelaskan sisi lain dari hasil sebuah foto dengan memakai angle-angle Anti-Mainstream  yang tidak biasa namun tetap menggambarkan indahnya cinta mereka,” ujarnya. Keberanian Ali dalam mendobrak konsep-konsep biasa, telah berhasil memikat banyak pelanggan yang antre setiap bulan.

Lain lagi dengan Harland, pemilik FotoKimono. Meskipun ia banyak mengambil hasil jepretan dengan memakai teknik yang biasa namun konsep yang ditawarkannya, menjadi salah satu daya tarik unik bagi calon pengantin. Dengan menyuguhkan nuansa Jepang, mulai dari pakaian hingga lokasi pengambilan gambar yang keseluruhannya bertemakan ‘Negeri Sakura’ ini. “Masyarakat Indonesia yang mencintai budaya Jepang cukup banyak sehingga saya memutuskan untuk konsen memakai Jepang sebagai konsep saya. Dan kebetulan saya memang juga pecinta Jepang,” ujar Harland.

Improvisasi

Usaha jasa khususnya jasa foto pre-wedding & wedding membutuhkan inovasi dan improvisasi agar bisa terus bersaing dengan pelaku usaha sejenis yang pastinya masing-masing memiliki kelebihan dari konsep yang diusung. Konsep foto yang bertema unik dan juga ekstrem saat ini sedang banyak diburu oleh pasangan yang akan segera menikah. “Karena dengan memiliki ide dan konsep yang berbeda bisa memberikan keunggulan tersendiri bagi pelaku usaha jasa seperti ini,” ujar Firman, Pemilik Background Production.

Hal senada juga dikatakan oleh Machfudin Wirya Atmaja, pengamat bisnis. Menurutnya, jika pelaku usaha ingin bisa terus mengembangkan usahanya maka jangan pernah putus untuk melakukan improvement atau perbaikan secara terus-menerus. “Hal ini sangatlah penting karena kebutuhan dan selera masyarakat selalu berubah jadi jangan pernah hanya berdiam diri tanpa melakukan inovasi yang dapat membuat kemunduran usaha,” tambahnya.

Tips Pemasaran

Trik paling jitu untuk memasarkan usaha jasa foto pre-wedding & wedding adalah dengan bukti berupa portofolio yang bisa dilihat langsung ataupun melalui media internet. Karena itu, promosi dari mulut ke mulut dari klien yang sudah merasa puas dengan jasa yang ditawarkan, sangat penting.

Menurut Machfudin Wirya Atmaja, pengamat marketing dari Lembaga PPM, strategi promosi melalui media online adalah promosi yang sangat mudah untuk dijalankan namun memberikan impact yang sangat besar karena tingkat keluasan jaringan online yang bisa mencakup hingga ke seluruh dunia. Namun yang harus tetap diperhatikan adalah kreativitas jasa yang disuguhkan, pelayanan serta trik-trik marketing lain yang harus dilakukan oleh pelaku jasa. “Karena yang harus diincar oleh pelaku jasa adalah trust atau kepercayaan dari klien. Jika hal itu diabaikan, maka perkembangan usaha akan sulit berjalan lancar,” tambahnya.

Kendala Usaha

Walaupun tampaknya usaha jasa ini terlihat mudah untuk dijalankan, namun tetap terdapat kendala dan permasalahan usaha yang kerap dialami oleh pelaku jasa dalam mengembangkan usahanya. Permasalahan yang timbul kerap kali datang dari sulitnya mengatur jadwal pelaksanaan foto antara fotografer dan klien sehingga membuang cukup banyak waktu. “Bahkan pernah dialami gara-gara waktu yang tidak klop akhirnya klien membatalkan perjanjian dengan kita,” ujar Harland Teghar Syahranu.

Tidak hanya dari segi waktu, bahkan dari segi persaingan pun bisa menjadi kendala tersendiri bagi para pelaku usaha. Seperti yang dialami Ali, terkadang faktor pemberian harga dari beberapa pelaku jasa lain bisa ‘membunuh’ usaha jasa lainnya karena mampu membuat klien berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang yang cukup banyak apabila masih terdapat harga yang lebih murah. “Namun harga yang saya berikan itu setimpal dengan konsep dan hasil yang saya berikan dan klien akan menilai sendiri,” tambahnya.

Melihat usaha jasa yang bersegmentasi ke kalangan menengah atas serta usaha yang mudah dilakukan ini pasti membuat Anda berpikir untuk ikut serta menjalankan usaha ini bukan? Hanya dibutuhkan kreativitas dan selalu ingin berinovasi, Anda bisa menjalankan usaha jasa foto pre-wedding & wedding ini dan mendapatkan prospek yang cerah ke depan. Jangan lewatkan halaman-halaman berikut, yang mengulas banyak info, tips usaha hingga profil sukses dari pelaku jasa yang sudah menjalankan usaha jasa foto pre-wedding & wedding. Semoga bisa menjadi sumber inspirasi bagi Anda yang ingin berhasil menjadi entrepreneur.

Yabai Izakaya, Pikat Penikmat Kuliner dengan The Authenticity of Japanese

0

Salah satunya resto dengan menu makanan asal Jepang Yabai Izakaya yang menyediakan menu otentik asli Jepang. Berlokasi di De Ritz Building, Menteng, Jakarta Pusat, restoran ini mengedepankan konsep “The authenticity of Japanese mouthwatering cuisine at the heart of Jakarta”. Yabai Izakaya menjanjikan banyak hal menarik bagi para pencinta makanan Jepang.

Menu makanan di Yabai Izakaya terbagi menjadi 5, yaitu yakitori dan kushiyaki (aneka sate khas Jepang), menu makanan sharing, main course, hingga desserts. Dengan mengusung konsep ruang makan yang khas ala negeri Sakura, Yabai Izakaya hadir sebagai restoran yang mengedepankan sensasi makan dengan nuansa Jepang yang khas.

Saya merekomendasi sate khas Jepang yang wajib Anda coba adalah Kawa. Olahan sate kulit ayam yang renyah, dilengkapi dengan miso paste dan potongan lemon untuk memberi sentuhan rasa asam yang menyegarkan. Untuk menu sharing, Anda harus coba buttered corn, cold tofu salad, gyoza, dan baked scallop. Seluruh menu tersebut cocok untuk Anda nikmati sebagai menu appetizer.

Jika Anda ingin menikmati makanan utama, Anda dapat mencicipi menu rekomendasi lainnya seperti Truffle Gyutandon. Dengan porsi yang cukup. Truffle Gyutandon berisikan nasi, lidah sapi yang tasty, dan telur setengah matang sebagai pelengkap.

There’s always a room for dessert! Matcha Tiramisu terbaik di Jakarta bisa Anda temukan di sini. Dengan tekstur lembut dan rasa yang pas, makanan penutup yang satu ini akan meninggalkan last good impression yang membuat Anda langsung ingin kembali di Yabai Izakaya lagi. Tidak hanya itu, di sini Anda bisa mencoba berbagai macam shocu yang semakin mendukung Anda untuk merasakan nuansa Jepang yang otentik

Pandawa Putra Cetak Omset Ratusan Juta dari Adjuvant Herbisida

0

 

Di Indonesia, penggunaan herbisida kimiawi untuk memberantas tumbuhan pengganggu atau disebut gulma seperti rumput liar pada perkebunan atau pertanian masih sangat tinggi. Itu sebabnya produk minyak sawit tidak bisa diterima oleh beberapa negara yang menggunakan standar Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Hal inilah yang menjadi perhatian ketiga Alumnus Institut Pertanian Bogor, Kukuh Roxa Putra Hadriyono, Sigit Pramono dan Wahyudi.

Menurut Kukuh Roxa Putra Hadriyono atau akrab disapa Kukuh, herbisida dengan bahan aktif kimia sebesar 100% bisa memberantas gulma. Tapi di sisi lain, penggunaan bahan aktif kimia yang berlebihan akan merusak lingkungan. Hal ini mendorong Kukuh dan kedua teman untuk menemukan solusi guna menekan penggunaan herbisida kimia.

Mereka pun melakukan uji coba untuk menurunkan dosis racun pada herbisida, dan berhasil menemukan adjuvant atau bahan campuran untuk menurunkan dosis racun pada herbisida, tetapi kualitas mematikan gulma tetap sama.  Adjuvant tersebut bisa mengurangi dosis penggunaan herbisida sebesar 50%. Jika biasanya petani menggunakan satu liter herbisida untuk menyemprot tanaman, maka dengan tambahan adjuvant, petani cukup menggunakan setengah liter herbisida saja. Bahan tersebut bisa dicampur dengan semua jenis merek herbisida.

Adjuvant ini berasal dari bahan organik yang mudah ditemukan di alam. Kukuh memerlukan waktu sekitar enam bulan untuk melakukan riset dan pengembangan. Produknya harus beberapa kali diuji di laboratoirum Kementerian Pertanian selama tiga bulan karena terbilang masih baru, dan belum ada laboratorium yang mengeluarkan izin pengujian.

“Produk ini  campurannya herbisida. Kalau untuk aplikasi mematikan rumput itu biasanya pakai herbisida, ini kami arahkan setengahnya herbisida, setengahnya Solut-ioN. Intinya, ini sebagai campuran, atau tidak bisa dipakai tunggal. Produk ini gunanya untuk menurunkan dosis racun yang ada di herbisida, tetapi kualitas kematian rumput tetap sama. Segala merek atau bahan aktif herbisida bisa dicampur dengan ini. Sekarang ini, kalau digunakan 100 persen herbisida, dampaknya ke lingkungan dan kesehatan,” ujar Kukuh.

Produk yang diberi nama Solut-ioN tersebut telah mengantarkan Kukuh dan teman-temannya mendapat penghargaan sebagai juara pertama Mandiri Young Technopreneur 2013 kategori teknologi-non IT. Selain itu mereka juga memperoleh penghargaan sebagai Wirausaha Muda Bidang Pertanian Kemenpora 2013, Young Change Maker 2013 dari Ashoka Indonesia, dan Juara 1 di Impact Venture Application Program LGT VP-GEPI 2012.

Kukuh mengatakan, modal yang digunakan untuk membuat Solut-ioN hanya sebesar Rp 6 juta, dan tambahan modal diperoleh saat mereka mendapat penghargaan Mandiri Young Technopreneur 2013 dengan total hadiah Rp 50 juta plus capital project senilai Rp 500 juta untuk kategori non-IT. Uang itu digunakan sebagai modal untuk pengembangan usaha.

Sebelum membuat Solut-ioN, Kukuh dan rekan-rekannya pernah menjalankan usaha pembuatan minyak atsiri di tahun 2010. Lalu beralih usaha penjualan benih padi. Dari keuntungan yang dikumpulkan, mereka mulai ekspansi memasarkan sarana produksi pertanian. Lalu pada 2012, Kukuh bersama kedua temannya mendirikan perusahaan CV Pandawa Putra Indonesia di Banyuwangi, Jawa Timur yang bergerak dalam bidang pertanian. Kukuh menjadi pemimpin perusahaan yang menjual obat-obat pertanian, pupuk organik dan berbagai macam benih padi, yang sebagian besar produknya merupakan buatan mereka sendiri tersebut. Hingga kini, mereka menjual tujuh macam benih padi dan 16 produk sarana pertanian, salah satunya adjuvant herbisida Solut-ioN.

“Awal berdirinya tahun 2010, tapi kita sudah mulai sejak awal kuliah, jadi dari tahun 2008 kita sudah ikut proyek dosen dan lainnya. Kita juga suka ambil proyek di luar kampus dan tahun 2010 baru fokus. Tahun 2012 kita membentuk badan usaha, dan tahun 2014 ini berdiri PT Pandawa Agri Indonesia. Di 2013 juga kita buat produk pembenihan padi yang kita beri nama Padi Nusantara,” ungkap Kukuh.

Produk

Manfaat dan keistimewaan adjuvant herbisida Solut-ioN produksi Pandawa Putra Indonesia antara lain dapat digunakan untuk campuran herbisida di perkebunan, kehutanan, dan lahan pertanian, dapat mengurangi penggunaan herbisida pra-tanam (olah tanah) khususnya berbahan aktif glifosat atau paraquat sampai 50% dari dosis biasanya. Kualitas hasil sasaran pengendalian gulma menjadi lebih efektif meskipun dosis herbisida yang dipakai berkurang.

Selain itu adjuvant ini dapat dikombinasikan atau dicampurkan dengan semua jenis herbisida yang ada di pasaran khususnya untuk herbisida pra-tanam. Dengan berkurangnya dosis herbisida yang dipakai maka kadar/dampak negatif dari herbisida dapat dikurangi, sehingga biaya pengendalian gulma menjadi lebih ekonomis karena harga Solut-ioN lebih terjangkau yakni seharga Rp 35 ribu/L. Kukuh mengemas produknya dalam kemasan 1 L dan 20 L.

Petunjuk penggunaan Solut-ioN dengan mencampurkan pada herbisida khususnya pra-tanam dengan perbandingan 1 : 1. Konsentrasi campuran (Solut-ioN + herbisida) 100-200 ml/tangki 14 L. Dosisnya mengikuti ½ dosis pemakaian herbisida pada umumnya karena pemakaian Solut-ioN ini sangat efektif direkomendasikan sebagai campuran herbisida pra-tanam. Selain memproduksi Solut-ioN, Pandawa Putra Indonesia juga memproduksi sekitar 15 produk sarana produksi pertanian lain seperti pupuk organik padat dan cair, pestisida nabati dan lainnya.

Mengenai bahan baku, Kukuh mengaku tidak ada kesulitan sejauh ini karena produknya 50%-nya berasal dari bahan organik, yang bisa didapatkan di alam. Sayang, Kukuh enggan menjelaskan secara rinci formulasi dan bahan baku produk tersebut. “Kalau herbisida itu 100% bahan aktifnya impor, kalau produk kami 100% itu berasal dari lokal,” papar Kukuh. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa saat ini kapasitas penjualan adjuvant herbisida Solut-ioN per bulan saat ini sekitar 5.000 L. Jika harga per liter Rp 35 ribu maka omset yang dikantongi Kukuh dan rekannya untuk produk Solut-ioN sebesar Rp 175 juta/bulan, belum termasuk penjualan produk pertanian lain.

Strategi Eksis

Dalam membesarkan bisnisnya agar bisa bertahan lama, Kukuh menegaskan bahwa startegi yang ia terapkan bersama timnya adalah dalam hal inovasi produk. Pandawa Putra Indonesia selalu berkomitmen untuk menjadi pioneer di bidang pertanian, bukan menjadi follower.

“Strategi kita lebih ke inovasi, jadi kita membuat ‘sesuatu’ yang belum ada dan belum dikembangkan orang lain di bidang pertanian. Karena kita basic-nya dari IPB Bogor, kita merasa kalau mau membuat hal-hal inovatif itu gampang, misal kalau mau diskusi kita bisa langsung ke pihak IPB yang bersangkutan. Kita juga bisa langsung  bergerak sosialisasi ke petani. Intinya, kita bikin produk bukan kita yang mikir mau buat apa ya?, tapi kita lebih menggali kebutuhan konsumen dalam hal ini petani maunya apa,” tutur Kukuh semangat.

Kini usaha ini telah berkembang dengan memiliki 4 orang di bagian manajemen dan 18 tenaga kerja produksi. Pada produk adjuvant herbisida Solut-ioN, Kukuh menargetkan produksi sekitar 100 ribu liter tahun 2014 ini dan di tahun 2015 produksinya ditargetkan bisa naik sebesar 25 %.

Kunci sukses Kukuh dalam berbisnis juga tak luput dari dukungan petani yang menjadi konsumennya serta kerjasama tim usaha yang solid dalam menjalankan usaha. Melalui kedekatan dengan kelompok tani, ia cepat mengetahui kebutuhan mereka. Kedekatan itu juga menjadi jalan memperkenalkan riset yang selama ini kerap tidak menjangkau petani. Beberapa diantara petani bahkan mengajukan diri sebagai target uji coba produk kreasi Kukuh. Ia pun mengakui dukungan rekan-rekan sesama alumni pertanian menjadi penopang keberhasilannya.

“Yang paling penting itu kuncinya fokus, selain itu kita harus humble. Anak muda biasanya suka show off, sementara yang tua biasanya lebih wise. Anak muda biasanya suka menggebu-gebu dalam mengejar untung, padahal yang namanya bisnis itu pasti fluktuatif. Kita pun harus siap kala kita jatuh, itulah gunanya humble,” papar Kukuh bijak.

Menyasar Korporat.

Pemasaran produk pertanian Pandawa Putra Indonesia menurut Kukuh bisa dibilang lebih menyasar business to business dengan menggandeng beberapa distributor sarana pertanian di tiap daerah dan menyasar kalangan korporat. Hingga saat ini Pandawa Putra Indonesia telah memiliki 5 distributor di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan lainnya. “Syarat distributor berpengalaman dan belanja Solut-ioN minimal 5.000 L. Agen biasanya berhubungan dengan distributor. Kita juga suka kontrol mengenai tingkat harga di petani, edukasinya apakah sampai atau tidak,” terang Kukuh.

Menurut Kukuh, permintaan pesanan produk biasa melonjak jika ada proyek di perusahaan bidang pertanian. “Kita tidak main proyek langsung, tapi biasanya perusahaan yang punya proyek akan menunjuk produsen. Produsen organik kan nggak banyak, nah biasanya produsen itu bermitra dengan kita untuk memenuhi permintaan,” ujar Kukuh. Lebih lanjut Kukuh pun memaparkan bahwa ia tak begitu gencar berpromosi seperti beriklan atau mengikuti pameran. Salah satu pameran yang ia ikuti lebih tertuju ke acara yang diadakan oleh korporat itu sendiri, seperti bulan lalu Pandawa Putra Indonesia mengikuti pameran International Oil Palm Conference 2014 di Nusa Dua, Bali. “Bagi kami lebih efektif kalau menyasar langsung acara korporat,” kata Kukuh.

Ke depannya, Kukuh dan rekannya ingin bisa lebih mengembangkan bisnis berbasis pertanian terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ia pun berharap bisa menjual Solut-ioN ke pasar ekspor. “Ekspor belum, tapi akan. As soon as posibble,” tuturnya sambil tersenyum.

Promosikan Pembelajaran TIK, BASF Kolaborasi dengan Habitat for Humanity Indonesia

0

 

Murid-murid di SDN Kedung Dalem III Mauk, Tangerang sekarang memiliki akses ke pendidikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan pengalaman belajar mereka, dengan pembukaan laboratorium komputer yang dibangun oleh BASF bersama dengan Habitat for Humanity Indonesia. Laboratorium ini memiliki 21 set komputer dan baku bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh murid dari sekolah lain di sekitar fasilitas yang baru diresmikan.

“BASF percaya bahwa anak-anak berhak mendapat kesempatan yang sama dalam pendidikan. Kami ingin menjembatani kesenjangan dengan mengedepankan pendidikan TIK dan mempercepat transfer teknologi. Kami percaya ini dapat membantu anak-anak mempersiapkan diri menghadapi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan sains dan teknologi di masa depan,“ kata Agus Ciputra, Presiden Direktur BASF Indonesia.

Susanto, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia mengatakan pihaknya percaya kehidupan itu dimulai dari keluarga dan salah satu bagian dalam membangun keluarga adalah pendidikan.

“Maka dari itu kami sangat bergembira menyambut dukungan BASF dalam pengadaan laboratorium komputer bagi anak-anak di SDN Kedung Dalem III, Mauk, sehingga dapat mendukung pendidikan mereka. Kami berharap dengan pendidikan yang baik anak-anak dapat berdaya, mandiri, dan sejahtera di masa depan,” katanya.

Proyek pengembangan sekolah juga didukung oleh produk-produk dari Master Builders Solutions BASF dan Propan, yang masing-masing menyediakan sistem lantai dan cat untuk konstruksi.

Kemendag Berharap Nilai Tansaksi TEI 2019 Diatas USD 8,49 Miliar

0

 

Kementrian Perdagangan (Kemendag) kembali akan menggelar pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 pada 16—20 Oktober 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Pameran ini akan menampilkan produk-produk yang berkualitas sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia ke pasar global.

“Fasilitas yang disiapkan dalam TEI ke-34 ini lebih baik dari sebelumnya. Tampilan dan zonasi produk akan tertata lebih baik dan sesuai standar pameran internasional, begitu juga dengan kenyamanan bertransaksi dan bernegosiasi,” jelas Dody Edward, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) usai menghadiri Pertemuan Teknis TEI di Jakarta, Rabu (18/09/2019).

Mengusung tema “Moving Forward to Serve The World”, TEI 2019 rencananya akan dibuka Presiden RI Joko Widodo. TEI 2019 akan menempati area seluas 24.732 m2 dengan jumlah peserta ditargetkan mencapai 1.250 orang.

Adapun zonasi pameran terbagi atas zona produk potensial dan unggulan nasional. Kuliner Nusantara (Nusantara Culinary) berada di hall 1 & 10; Produk Lokal Unggulan (Local Champion Product) di hall 2; Produk Kreatif dan Premium (Premium & Creative Product) di hall 3 dan 3A; Produk Manufaktur dan Jasa (Manufacturing Products dan Services) di hall 5 dan 6; Produk Makanan dan Minuman (Food & Beverage Product) di hall 7 & 8; serta Produk Dekorasi dan Furnitur (Furniture & Home Decor) di hall 9.

Selain itu, setiap hall akan dilengkapi area pelayanan buyer yang siap melayani kebutuhan para buyer selama berada di lokasi pameran dengan suguhan kuliner nusantara.

“Zonasi ini ditentukan dengan sangat cermat dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Termasuk saran dari berbagai pihak, baik dari dalam negeri, dari perwakilan perdagangan di luar negeri, serta masukan dari para buyer di penyelenggaraan TEI sebelumnya,” imbuh Dody.

Dody menjelaskan, TEI 2019 juga akan menyuguhkan berbagai kegiatan pendukung. Seperti, Forum Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi (Trade, Tourism and Investment/TTI Forum), yang terdiri dari berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain seminar, lokakarya, temu wicara, diskusi regional, kompetisi ekspor perusahaan rintisan, dan konseling bisnis.

“Pada TEI 2019 akan diselenggarakan pula agenda misi pembelian, misi dagang lokal, serta penjajakan bisnis untuk membicarakan potensi kerja sama bisnis. Selain itu, penganugerahan Primaniyarta Awards juga akan diberikan kepada eksportir yang berprestasi dan Primaduta Awards bagi buyer dan importir yang loyal terhadap produk Indonesia,” terangnya.

Untuk menjaring buyer asing, Kemendag telah berkoordinasi dengan 132 kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, 23 atase perdagangan, 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, Duta Besar World Trade Organization (WTO), serta Konsul Perdagangan.

“Upaya tersebut menjadi tindak lanjut reorientasi dan reposisi perwakilan dagang di luar negeri. Tidak hanya menjadi pemasar, tapi juga menjadi pelayanan pelanggan bagi buyer di negara akreditasi mereka yang menjadi mitra pelaku usaha Indonesia,” ungkap Dody.

Selain transaksi dengan buyer asing, diharapkan juga akan terjadi transaksi dengan buyer lokal melalui misi dagang lokal. Di TEI 2019 ini, misi dagang lokal akan semakin diintensifkan. Untuk itu, pemerintah daerah diimbau membawa para pelaku usaha daerah masing-masing ke TEI 2019.

Dody menegaskan, sama seperti dua tahun sebelumnya, pembiayaan TEI kali ini murni ditanggung pihak swasta. Dengan begitu, para peserta TEI yang terjaring adalah pelaku bisnis yang memiliki keinginan dan kemampuan menjalankan bisnis internasional secara produksi, manajemen, serta yang siap masuk ke pasar ekspor dan bersaing di pasar global.

Hingga 17 September 2019, telah terdaftar lebih dari 1.125 buyers dari 56 negara. Permintaan produk paling tinggi tahun ini antara lain adalah bahan makanan, kopi, kerajinan tangan, kemasan makanan dan minuman, coklat, dan barang konsumsi.

“Penyelenggaraan TEI 2018 telah berhasil membukukan nilai transaksi sebesar USD 8,49 miliar dengan produk yang paling diminati antara lain makanan olahan, produk kimia, minyak kelapa sawit, produk perikanan, produk kertas, dan kertas. TEI 2018 berhasil menarik lebih dari 30 ribu pengunjung dari 132 negara, serta menghadirkan 1.160 peserta pameran yang menampilkan produk-produk terbaik Indonesia. Kami berharap TEI 2019 akan melampaui capaian TEI 2018,” pungkas Dody.

Bisnis Jasa Riset Pasar Berprospek Cerah

0

 

Melihat perkembangan bisnis yang begitu pesat, membuat keberadaan dari jasa riset pemasaran tidak pernah ada sepinya, bahkan usaha ini akan terus berkembang beriringan dengan meningkatnya jumlah perusahaan di Indonesia.

Hal ini juga diakui oleh Ali Purba, manager utama SIEN Corpora, Perkembangan usaha riset pemasaran ini dinilai cukup menjanjikan, hal ini melihat dari banyaknya perusahaan-perusahan besar yang rela merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah guna untuk mengoptimalkan pemasaran dengan menyewa pihak riset pemasaran.

“Usaha riset pemasaran ini sangat bagus jika dikembangkan, karna saat ini banyak perusahaan yang semakin berkembang, demi meningkatkan omset serta menjaga stabilisasi perusahaan, maka tak sedikit pula perusahan yang menggunakan jasa riset pemasaran, dan terbukti prusahaan kami pun bisa bertahan hingga 13 tahun lamanya,” ucap Ali.

Bukan dirasakan oleh Ali saja, Sopana, Pemilik Beta Consulting juga mengamini peluang besar usaha jasa market research ini. Apalagi saat ini Indonesia akan menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), maka akan ada banyak perusahaan baik perusahaan lokal maupun perusahaan asing yang akan terus berkompetisi. Situasi dan kondisi inilah yang mendorong banyak perusahaan untuk memakai jasa market research, agar usaha yang dijalankan bisa terarah dan tepat sasaran.

Sejalan dengan itu, persaingan usaha sejenis pun semakin banyak bermunculan. Agar usaha tetap berkembang dan terus eksis, para pelaku usaha jasa market research harus bisa menjaga kualitas riset yang dihasilkan.

Menurut Yadi Budhi Setiawan, pengamat bisnis dan konsultan dari Force One, agar usaha jasa layanan market research ini tidak cepat gulung tikar, para pengusaha sebaiknya terus menjalin kerja sama yang baik dengan orang-orang yang sudah berpengalaman dalam bidang riset pemasaran. Di samping itu juga harus memiliki jaringan atau networking yang kuat, seperti relasi marketing manager, riset development market, bisnis development marketing atau bisa juga dengan mendekati langsung kepada owner perusahaan.

Metode Riset Pemasaran

Hal penting yang harus diperhatikan dalam membangun usaha ini adalah dengan melengkapi berbagai macam metode penelitian. Setidaknya metode-metode yang digunakan juga harus selalu up-to-date, agar sebuah penelitian pemasaran bisa mendapatkan hasil yang mendalam. Seperti yang dilakukkan Sopana, Pemilik Beta Consulting, dalam melakukan sebuah proyek penelitian, ia selalu memerhatikan metode-metode yang tepat untuk digunakan, biasanya hal ini menyesuaikan dengan proyek riset yang dibutuhkan klien.

Adapun metode yang sering sekali digunakan Sopana adalah structural equation modeling, yakni metode dengan menggunakan software amos (Analysis of Moment Structures) dan lisrel (Linear Structural Relationship), serta metodologi  under competition, metode ini menggunakan software MDS (multi dimensional scaling).

Begitu pula dengan Rita Maria, Pemilik JRI Research. Untuk mendapatkan hasil analisis secara mendalam Rita selalu menggunakan banyak metode penelitian, di antaranya telephone survey, face to face interview baik paperbase ataupun paperless (electronic data collection system), dengan metoda house to house interview, office to office interview mall intercept ataupun centralized location, baik dengan metoda probabilistic sampling maupun non probabilistic sampling, Qualitative survey (focus group discussion, individual depth interview, in home visit) dan online survey.

“Untuk mendapatkan hasil riset pemasaran yang mendalam, kami tidak hanya menggunakan satu metode, melainkan berbagai metode kami gunakan demi mendapatkan hasil yang maksimal,” tambahnya.

Strategi Marketing

Untuk menggaet klien yang loyal, menurut Bambang Wahyu Purnomo, pengamat marketing, pelaku usaha sebisa mungkin menghindari metode penelitian dengan sistem copy paste atau menggunakan analisis kesimpulan berdasarakan opini pribadi semata.

Selain itu, Bambang Wahyu Purnomo juga menyebutkan, pelaku usaha riset pemasaran juga harus mengutamakan profesionalitas kerja dari jasa yang ditawarkan.

“Jika pelaku serius dalam mengerjakan setiap project riset pemasaran, artinya benar-benar menangani riset tersebut dengan menggunakan standar metode penelitian yang ada, maka semakin banyak pula orang yang merekomendasikan usaha jasa tersebut. Hal ini dikarenakan bisnis jasa lebih mengedepankan kepercayaan dan track record yang baik dari bisnis yang sudah dijalankan,” jelas Bambang.

Hal senada juga disampaiakan oleh Rita Maria, Pemilik JRI Research, untuk membuat usaha tetap eksis langkah yang perlu dilakukan adalah berorientasi pada kepuasan, hal ini dalam rangka membina hubungan kerja yang lebih berjangka panjang. Sehingga, setiap pekerjaan survey lapangan, pengolahan data maupun pelaporan, tidak pernah digunakan sistem sub kontrak.

Selain mengutamakan servis kerja, media promosi untuk mengawali bisnis ini, pelaku usaha sebaiknya menggunakan semua jenis promosi, mulai dari penyebaran brosur, promosi ke berbagai media cetak, elektronik, ataupun online, hingga rajin memperkenalkan ke kerabat, keluarga, dan teman-teman. Selain itu, pelaku usaha juga harus aktif menjaring networking dari berbagai macam pihak.

Laba Besar

Menjalani bisnis di bidang jasa memang cukup menguntungkan, terlebih yang berkaitan dengan jasa riset pemasaran. Hal ini dikarenakan pertumbuhan usaha baik dari skala menengah hingga skala atas terus mengalami peningkatan tiap tahun, sehingga bisnis jasa riset pemasaran pun juga akan terus berjalan beriringan dan dipastikan tidak akan sepi peminat.

Selain memiliki peluang yang cukup bagus, bisnis jasa market research ini juga mampu mendulang  keuntungan hingga 50% dari omset ratusan juta rupiah per bulan. Seperti yang dikatakan Ali Purba, manager consulting SIEN Corpora, bahwa tiap bulan perusahaan SIEN Corpora ini bisa mengantongi omset usaha hingga Rp 300 juta lebih dengan keuntungan tak kurang dari 40%.

“Bisnis ini bagi saya cukup menggiurkan. Diawali dengan modal awal skill dalam mengolah data, tetapi omset dan keuntungan per bulannya cukup tinggi,” ujarnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Sopana, Pemilik Beta Consulting. Dengan omset hingga Rp 150 juta setiap bulan, ia pun bisa menikmati untung bersih sebanyak 50% dari omset. Menurut Sopana, bisnis di bidang konsultasi terutama market research ini memang sangat menguntungkan.

Pelaku usaha tidak perlu mengeluarkan biaya operasional yang besar, karena semuanya sudah dimasukkan dalam biaya per proyek yang diberikan kepada klien. Modal kecil dengan pencapaian untung bersih yang besar, pastilah menarik perhatian Anda bukan?

 

Kemenperin Bertekad Jadikan Indonesia Kiblat Fesyen Muslim Dunia

0

 

Kementerian Perindustrian bertekad untuk mewujudkan Indonesia menjadi salah satu kiblat fesyen muslim dunia. Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah dengan terus menumbuhkan dan mengembangkan industri fesyen muslim di dalam negeri, khususnya sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Contoh aksi nyatanya, kami menggelar program Modest Fashion Project (MOFP) 2019 yang diawali dengan gelaran road to MOFP di Kota Bandung dan Semarang,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta

Kegiatan Road to MOFP tersebut merupakan rangkaian acara sosialisasi dan talkshow seputar MOFP. Tujuannya adalah memberikan penjelasan teknis tentang program MOFP mulai dari tata cara lomba, penjurian, penghargaan dan program pasca-lomba yang diberikan kepada para finalis MOFP.

Gati menjelaskan, program MOFP ini telah dimulai sejak tahun 2018 yang target utamanya ingin melahirkan startup IKM fesyen muslim nasional yang berdaya saing global.

“Sehingga kegiatan ini dirancang tidak hanya berupa kompetisi desain fesyen seperti pada umumnya, melainkan ada proyek yang harus dibuat oleh para peserta,” tuturnya.

Proyek itu meliputi pembuatan konsep bisnis fesyen dari desain yang telah dibuat, dan kemudian diaktualisasikan menjadi bentuk karya fesyen yang akan dipresentasikan serta diperagakan pada grand final nantinya. Tidak hanya berhenti pada kompetisi, para 20 finalis terbaik MOFP akan di-coaching selama dua tahun sampai memiliki business plan dan marketing tools yang siap dipresentasikan di hadapan calon investor.

“Para finalis juga difasilitasi untuk memiliki legalitas usaha dan merek yang terdaftar di HKI sehingga siap menjalankan industri fesyen muslim secara mandiri dan berdaya saing. Para finalis MOFP juga akan diberikan kesempatan untuk mengikuti fashion show serta pameran dalam dan luar negeri,” paparnya.

Dirjen IKMA mengungkapkan, ajang Grand Final dan Pengumuman MOFP akan dilaksanakan pada bulan November 2019.

“Pada saat yang sama kami akan me-launching pameran industri halal yang meliputi komoditas fesyen muslim, perhiasan, aksesoris, kosmetik serta makanan dan minuman halal sebagai kick off Indonesia as one of the Center of Moslem Fashion in The World,” imbuhnya.

Pameran tersebut bakal digelar pada April 2020 di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Center. Gati optimistis, Indonesia memiliki peluang besar untuk dapat menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia. Menurut laporan State The Global Islamic Economic 2018-2019, Indonesia menjadi negara yang melakukan pengembangan fesyen muslim terbaik ke-2 di dunia setelah Uni Emirat Arab.

Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir ini, industri fesyen khususnya fesyen muslim di Tanah Air menunjukkan pertumbuhan positif. Hal ini ditandai dengan peningkatan kinerja ekspornya dan kontribusinya terhadap PDB nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor fesyen pada periode Januari-Juni 2019 mencapai USD6,62 miliar, yang terdiri dari USD4,06 miliar ekspor pakaian jadi serta USD2,56 miliar ekspor kulit, produk kulit dan alas kaki.

Sementara itu, pada triwulan I tahun 2019, sektor industri fesyen tumbuh hingga 23,21%.

“Hal ini menunjukkan bahwa industri fesyen kita memiliki kinerja dan daya saing yang gemilang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gati menjelaskan, potensi industri fesyen muslim yang dimiliki Indonesia diperkuat dengan keberagaman budaya dan dukungan industri tekstil sebagai pemasok bahan baku.

“Posisi Indonesia semakin diakui dunia dengan hadirnya para desainer pada berbagai event internasional menampilkan karya busana muslimnya,” ungkapnya.

Selain itu, Indonesia merupakan salah satu negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Populasi umat muslim Indonesia mencapai 88% dari jumlah penduduk dan diproyeksikan pada tahun 2030 jumlah penduduk muslim Indonesia mencapai 283,83 juta jiwa.

Kondisi tersebut dinilai akan meningkatkan jumlah kebutuhan fesyen muslim nasional. Berdasarkan data State of the Global Islamic Economic 2018-2019, konsumsi fesyen muslim Indonesia mencapai USD20 miliar, sementara konsumsi fesyen muslim dunia mencapai USD270 miliar.

“Ini merupakan peluang pasar yang besar yang bisa digarap oleh industri fesyen muslim dalam negeri,” pungkasnya.