Hasilkan Omset hingga Rp 200 Juta dari Bisnis Jelly Kreatif

0
6870
Jelly Kreatif (dok Mumu Jelly)

 

Terpanggil untuk menjadi seorang entrepreneur, membuat Alfian Aurey dengan mantap meninggalkan kedudukannya sebagai konsultan makanan dan minuman di salah satu perusahaan distribusi makanan nasional dengan gaji yang cukup tinggi.

“Saat itu dalam pikran saya, ya ingin membuka sebuah usaha yang bergerak di bidang makanan, karena saya cukup sedih melihat banyak makanan yang tidak sehat dikonsumsi,” jelasnya.

Alfian menggelontorkan modal awal sebesar Rp 25 juta, untuk memproduksi konyaku, sejenis jelly sehat dengan tekstur kenyal serta memiliki serat yang tinggi. Menurut Alfian, konyaku sudah terkenal di negeri Sakura, Jepang, namun, karena keterbatasan pengetahuan masyarakat Indonesia akan konyaku, membuat bisnis yang digeluti ini pun gulung tikar.

Tetapi hal tersebut tidak membuat Alfian patah arang, justru semakin penasaran. Dengan berbagai pengalaman, ia pun kembali membangun bisnis kuliner-nya tersebut dengan mengubah nama konyaku menjadi nama yang lebih familiar di telinga konsumen Indonesia, yakni Jelly.

Berbagai strategi bisnis pun dijalankan, mulai dari membuat tester, menyebarkan brosur, hingga membuka tempat produksi sebagai tempat edukasi kepada calon konsumen, di Proyek Senen Blok 3 Lantai Dasar nomor 219, Jakarta Pusat.

Selain menjual Jelly, Alfian mengajarkan cara membuat Jelly berbahan konyaku kepada siapapun yang datang dan ingin belajar, secara gratis. Dengan cara-cara tersebut, usaha yang dibangunnya pada 2007 ini mulai diminati oleh masyarakat hingga sekarang.

Aneka Bentuk Jelly Unik

Jelly produksi Alfian dengan brand Jelly Mumu terdiri atas 60 bentuk, di antaranya bentuk mutiara, animal, bunga, huruf, mie, telur, hingga bentuk sushi. Dari semua bentuk tersebut menurut Alfian tidak ada yang sangat menonjol jadi favorit atau unggulan, dan yang paling laku di pasaran, karena semua bentuk diminati.

“Hampir semua bentuk yang saya buat diminati, hal tersebut lantaran bentuknya yang unik dan lucu,” ungkapnya. Alfian memilih empat warna untuk Jelly-nya yaitu putih, merah, hijau, dan orange.

Selain unggul dalam hal bentuk, menurut Alfian, Jelly buatannya memiliki cita rasa yang nikmat serta tekstur yang lembut dan kenyal. Tidak hanya itu, keistimewaan lain dari produk ini ada pada penggunaan bahan baku dan pewarna yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Ia menggunakan pewarna betakaroten yang terbuat dari ekstrak buah merah dan paprika sebagai penghasil warna merah, kuning, dan oranye, pemutih biasa untuk warna putih, serta carbon acid pembuat warna hitam.

Begitu pula dengan bahan pengawet Alfian menggunakan bahan yang diizinkan oleh Departemen Kesehatan. Berkat keunggulannya tersebut saat ini Alfian dapat menjual sebanyak 20 ton Jelly setiap bulan dengan omset mencapai Rp 200 juta setiap bulan.

Harga jual yang dipatok Alfian sepadan dengan bahan baku dan proses pembuatan yang sudah mengikuti standardisasi kesehatan.

“Semua Jelly saya jual dalam bentuk satuan kilogram yang dikemas dalam kemasan plastik, yaitu 1,5 kilogram dengan harga Rp 7.500 dan 1 kilogram dengan harga Rp 15 ribu,” jelasnya. Semakin banyak jumlah yang dibeli, konsumen akan mendapatkan potongan harga.

Jelly Bakar dan Goreng. Tidak hanya berkreasi dalam ragam bentuk dan warna, Alfian pun kembali berinovasi dengan meluncurkan produk Jelly terbarunya yang terbilang cukup unik, yakni Jelly Bakar dan Jelly Goreng. Kedua produk tersebut memiliki ragam bentuk Jelly, yakni berbentuk seafood, seperti ikan, udang, kepiting, hingga kerang.

Yang membuat produk Jelly ini unik, yakni cara penyajian yang berbeda dengan Jelly kebanyakan. “Biasanya Jelly dicampur dalam olahan minuman, kalau Jelly Bakar dan Goreng, diolah dengan cara ya dibakar atau digoreng,” terang Alfian.

Meskipun melalui tahapan pembakaran dan penggorengan, namun tekstur Jelly tetap kenyal dan tidak lumer, hal ini dikarenakan pada proses akhir pembuatan, Jelly melalui pasteurisasi (proses pemanasan) untuk membuatnya tidak lumer karena panas waktu digoreng dan dibakar.

Ukuran dari Jelly yang dibakar dan digoreng pun berbeda dari jelly untuk minuman yang biasanya berbentuk kecil. Jelly Bakar dan Jelly Goreng ini memiliki ukuran mengikuti bentuk aslinya. Jelly yang diolah dengan cara dibakar dan digoreng ini harganya bekisar Rp 1 ribu – Rp 3 ribu per buah.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.