Bisnis Jasa Riset Pasar Berprospek Cerah

0
98
Market research (dok grapadikonsultan.com)

 

Melihat perkembangan bisnis yang begitu pesat, membuat keberadaan dari jasa riset pemasaran tidak pernah ada sepinya, bahkan usaha ini akan terus berkembang beriringan dengan meningkatnya jumlah perusahaan di Indonesia.

Hal ini juga diakui oleh Ali Purba, manager utama SIEN Corpora, Perkembangan usaha riset pemasaran ini dinilai cukup menjanjikan, hal ini melihat dari banyaknya perusahaan-perusahan besar yang rela merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah guna untuk mengoptimalkan pemasaran dengan menyewa pihak riset pemasaran.

“Usaha riset pemasaran ini sangat bagus jika dikembangkan, karna saat ini banyak perusahaan yang semakin berkembang, demi meningkatkan omset serta menjaga stabilisasi perusahaan, maka tak sedikit pula perusahan yang menggunakan jasa riset pemasaran, dan terbukti prusahaan kami pun bisa bertahan hingga 13 tahun lamanya,” ucap Ali.

Bukan dirasakan oleh Ali saja, Sopana, Pemilik Beta Consulting juga mengamini peluang besar usaha jasa market research ini. Apalagi saat ini Indonesia akan menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), maka akan ada banyak perusahaan baik perusahaan lokal maupun perusahaan asing yang akan terus berkompetisi. Situasi dan kondisi inilah yang mendorong banyak perusahaan untuk memakai jasa market research, agar usaha yang dijalankan bisa terarah dan tepat sasaran.

Sejalan dengan itu, persaingan usaha sejenis pun semakin banyak bermunculan. Agar usaha tetap berkembang dan terus eksis, para pelaku usaha jasa market research harus bisa menjaga kualitas riset yang dihasilkan.

Menurut Yadi Budhi Setiawan, pengamat bisnis dan konsultan dari Force One, agar usaha jasa layanan market research ini tidak cepat gulung tikar, para pengusaha sebaiknya terus menjalin kerja sama yang baik dengan orang-orang yang sudah berpengalaman dalam bidang riset pemasaran. Di samping itu juga harus memiliki jaringan atau networking yang kuat, seperti relasi marketing manager, riset development market, bisnis development marketing atau bisa juga dengan mendekati langsung kepada owner perusahaan.

Metode Riset Pemasaran

Hal penting yang harus diperhatikan dalam membangun usaha ini adalah dengan melengkapi berbagai macam metode penelitian. Setidaknya metode-metode yang digunakan juga harus selalu up-to-date, agar sebuah penelitian pemasaran bisa mendapatkan hasil yang mendalam. Seperti yang dilakukkan Sopana, Pemilik Beta Consulting, dalam melakukan sebuah proyek penelitian, ia selalu memerhatikan metode-metode yang tepat untuk digunakan, biasanya hal ini menyesuaikan dengan proyek riset yang dibutuhkan klien.

Adapun metode yang sering sekali digunakan Sopana adalah structural equation modeling, yakni metode dengan menggunakan software amos (Analysis of Moment Structures) dan lisrel (Linear Structural Relationship), serta metodologi  under competition, metode ini menggunakan software MDS (multi dimensional scaling).

Begitu pula dengan Rita Maria, Pemilik JRI Research. Untuk mendapatkan hasil analisis secara mendalam Rita selalu menggunakan banyak metode penelitian, di antaranya telephone survey, face to face interview baik paperbase ataupun paperless (electronic data collection system), dengan metoda house to house interview, office to office interview mall intercept ataupun centralized location, baik dengan metoda probabilistic sampling maupun non probabilistic sampling, Qualitative survey (focus group discussion, individual depth interview, in home visit) dan online survey.

“Untuk mendapatkan hasil riset pemasaran yang mendalam, kami tidak hanya menggunakan satu metode, melainkan berbagai metode kami gunakan demi mendapatkan hasil yang maksimal,” tambahnya.

Strategi Marketing

Untuk menggaet klien yang loyal, menurut Bambang Wahyu Purnomo, pengamat marketing, pelaku usaha sebisa mungkin menghindari metode penelitian dengan sistem copy paste atau menggunakan analisis kesimpulan berdasarakan opini pribadi semata.

Selain itu, Bambang Wahyu Purnomo juga menyebutkan, pelaku usaha riset pemasaran juga harus mengutamakan profesionalitas kerja dari jasa yang ditawarkan.

“Jika pelaku serius dalam mengerjakan setiap project riset pemasaran, artinya benar-benar menangani riset tersebut dengan menggunakan standar metode penelitian yang ada, maka semakin banyak pula orang yang merekomendasikan usaha jasa tersebut. Hal ini dikarenakan bisnis jasa lebih mengedepankan kepercayaan dan track record yang baik dari bisnis yang sudah dijalankan,” jelas Bambang.

Hal senada juga disampaiakan oleh Rita Maria, Pemilik JRI Research, untuk membuat usaha tetap eksis langkah yang perlu dilakukan adalah berorientasi pada kepuasan, hal ini dalam rangka membina hubungan kerja yang lebih berjangka panjang. Sehingga, setiap pekerjaan survey lapangan, pengolahan data maupun pelaporan, tidak pernah digunakan sistem sub kontrak.

Selain mengutamakan servis kerja, media promosi untuk mengawali bisnis ini, pelaku usaha sebaiknya menggunakan semua jenis promosi, mulai dari penyebaran brosur, promosi ke berbagai media cetak, elektronik, ataupun online, hingga rajin memperkenalkan ke kerabat, keluarga, dan teman-teman. Selain itu, pelaku usaha juga harus aktif menjaring networking dari berbagai macam pihak.

Laba Besar

Menjalani bisnis di bidang jasa memang cukup menguntungkan, terlebih yang berkaitan dengan jasa riset pemasaran. Hal ini dikarenakan pertumbuhan usaha baik dari skala menengah hingga skala atas terus mengalami peningkatan tiap tahun, sehingga bisnis jasa riset pemasaran pun juga akan terus berjalan beriringan dan dipastikan tidak akan sepi peminat.

Selain memiliki peluang yang cukup bagus, bisnis jasa market research ini juga mampu mendulang  keuntungan hingga 50% dari omset ratusan juta rupiah per bulan. Seperti yang dikatakan Ali Purba, manager consulting SIEN Corpora, bahwa tiap bulan perusahaan SIEN Corpora ini bisa mengantongi omset usaha hingga Rp 300 juta lebih dengan keuntungan tak kurang dari 40%.

“Bisnis ini bagi saya cukup menggiurkan. Diawali dengan modal awal skill dalam mengolah data, tetapi omset dan keuntungan per bulannya cukup tinggi,” ujarnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Sopana, Pemilik Beta Consulting. Dengan omset hingga Rp 150 juta setiap bulan, ia pun bisa menikmati untung bersih sebanyak 50% dari omset. Menurut Sopana, bisnis di bidang konsultasi terutama market research ini memang sangat menguntungkan.

Pelaku usaha tidak perlu mengeluarkan biaya operasional yang besar, karena semuanya sudah dimasukkan dalam biaya per proyek yang diberikan kepada klien. Modal kecil dengan pencapaian untung bersih yang besar, pastilah menarik perhatian Anda bukan?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.