Sabtu, Juni 13, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 788

Tips Jitu Menulis Deskripsi Produk yang Menarik Penjualan

0

 

Tren bisnis penjualan online, membuat pebisnis memiliki kehalian dalam mendeskripsikan produk yang akan dipasarkan di market place. Karena itu ada beberapa aturan dasar yang perlu Anda ketahui.

Anda harus membuat deskripsi produk terperinci yang cukup untuk mengatasi ketakutan, kekhawatiran, dan hambatan yang dirasakan pembeli.Deskripsi produk dibuat dengan dua tujuan yaitu menginformasikan dan meyakinkan.

  1. Sertakan apakah bahan yang digunakan untuk membuat produk tersebut
    Jika Anda menjual produk, jelaskan kepada audiens produk tersebut terbuat dari apa saja. Atau jika Anda menjual jasa, jelaskan kepada audiens layanan apa saja yang akan mereka peroleh ketika mereka membelinya.
  2. Sertakan ukuran dan dimensi produk secara terperinci pada deskripsi
    Penjual produk fisik harus menyertakan ukuran dan dimensi produk yang dijualnya sehingga calon pembeli tahu apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka.
  3. Format deskripsi produk seperti pembaca sedang terburu-buru membacanya
    Memformat deskripsi produk sama pentingnya dengan membuat product-copy karena format itulah yang akan menarik perhatian pembaca.

Jika produk Anda cukup kecil, misalnya sepasang headshet, Anda bisa mengambil foto seseorang yang sedang menggunakan headshet tersebut di telinganya. Dan Anda harus menggunakan huruf tebal, poin, dan header yang tepat pada deskripsi.

Anda juga bisa menambahkan tombol lain seperti “Unduh Ebook Optimasi Penjualan Anda Sekarang” atau “Miliki 101 Cara Untuk Membuat Profit Anda Meningkat 10x Lipat”. Jangan lupa untuk mengujinya secara periodik. Semoga bermanfaat

 

Oleh: BILLIONAIRE COACH

 

BI Dukung Penuh Indonesia Fintech Summit & Expo 2019

0

 

Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) akan menyelenggarakan Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 pada 23 dan 24 September 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC).

Dengan mengusung tema “Innovation for Inclusion”, gelaran ini juga didukung Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI).

Penyelenggaran Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 ini merupakan upaya regulator dalam hal ini OJK dan Bank Indonesia, yang didukung AFTECH untuk lebih mendorong industri Fintech berkembang di Tanah Air dan semakin berperan dalam peningkatan inklusi keuangan masyarakat.

Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Triyono Gani, mengatakan OJK sejak awal telah memberikan dukungan terhadap pertumbuhan industri fintech dan inovasi keuangan digital melalui pengawasan dan pembinaan, antara lain dengan mengeluarkan beberapa peraturan terkait fintech yang mengutamakan perlindungan konsumen tanpa menghalangi inovasi.

“OJK selama ini selalu mendukung inovasi keuangan digital sejalan upaya meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Namun kami juga secara konsisten memastikan bahwa produk dan layanan keuangan berbasis teknologi yang ditawarkan tidak melanggar peraturan dan selalu mengedepankan perlindungan konsumen,” kata Triyono Gani.

Komitmen OJK terhadap fintech dan inovasi keuangan digital dibuktikan dengan sudah tercatatnya 48 perusahaan fintech yang masuk ke dalam 15 kluster inovasi keuangan digital serta sudah terdaftar dan beriizinnya 127 perusahaan fintech peer to peer lending sampai Agustus 2019.

Bank Indonesia juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Indonesia Fintech Summit & Expo 2019.

“Kami melihat bahwa ajang ini, khususnya Fintech Expo, mampu menjadi sebuah ajang untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat luas terkait perkembangan industri fintech, khususnya di sektor sistem pembayaran digital dengan berbagai variasi produk dan layanannya,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Pungky Purnomo,

Menurutnya, BI juga akan menggunakan kesempatan Indonesia Fintech Expo 2019 sebagai ajang untuk secara khusus mensosialisasikan QR Code Indonesia Standard (QRIS) yang sudah diluncurkan secara resmi di bulan Agustus yang lalu.

Penyelenggaraan Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 akan menjadi pameran terbesar di Indonesia tahun ini dengan menghadirkan lebih dari 100 perusahaan fintech yang dalam beberapa tahun terakhir sudah menyajikan berbagai inovasi produk dan layanan jasa keuangan berbasis teknologi kepada masyarakat luas di Indonesia, khususnya untuk segmen unbanked dan undeserved yang selama ini belum terjangkau oleh sektor keuangan konvensional.

“Melalui Indonesia Fintech Expo 2019, kami ingin untuk menunjukkan komitmen industri fintech dalam mendukung target tercapainya inklusi keuangan sebesar 75 persen di tahun 2019 melalui berbagai solusi fintech yang ditawarkan kepada masyarakat Indonesia sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat,” ujar Ketua Umum AFTECH Niki Luhur.

Pameran terbuka gratis untuk umum (pendaftaran online bisa dilakukan melalui (www.expo.fintech.id/exporegistration), publik bisa menikmati pameran dan secara langsung mempelajari lebih jauh bagaimana perkembangan industri fintech di Indonesia, mulai dari keragamanan produk dan layanan jasa serta teknologi canggih yang digunanakan oleh berbagai perusahaan fintech.

Lebih lanjut, perusahaan-perusahaan fintech yang berpartisipasi di dalam ajang pameran Indonesia Fintech Expo 2019 ini mewakili beberapa sektor fintech yang ada di Indonesia, yaitu fintech pinjaman online (fintech p2p lending), sistem pembayaran digital (digital payment), wealth management, inovasi keuangan digital (fintech pendukung pasar, market aggregator, dan lain-lain), insuretech dan fintech Syariah.

Selain pameran yang menyajikan perusahaan-perusahaan fintech yang merupakan anggota dari AFTECH, AFPI dan AFSI, di Indonesia Fintech Expo 2019 publik juga bisa menikmati sajian program literasi keuangan menarik secara gratis. Dengan tujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman mengenai produk dan layanan fintech kepada masyarakat dari berbagai lapisan, mahasiswa, media dan segmen lainnya.

Program literasi keuangan akan dikemas ke dalam berbagai format dan membahas berbagai topik penting, seperti: 1) Payment system: Solusi Pembayaran dan Perlindungan Konsumen, Solusi Fintech UMKM; 2) Pemahaman Dasar Mengenai Fintech P2P Lending; 3) Peran Agen Fintech dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan; 4) Peluncuran AFTECH Handbook for Personal Finance: Tips and Tricks on Smart Financial Planning.

Siap-Siap, 2 Minggu Lagi Belanja Online Dipajaki Loh

0

 

Pemerintah tengah menggarap kebijakan bea masuk impor terhadap transaksi cross border atau lintas batas antarnegara melalui e-commerce yang ditargetkan bisa berlaku dalam dua minggu ke depan.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi mengatakan akan melakukan penarikan bea masuk impor terhadap transaksi masyarakat Indonesia yang berbelanja di e-commerce.

Dengan demikian, petugas bea cukai di bandara tak perlu lagi menarik bea masuk secara konvensional. Pelanggan e-commerce melakukan pembayarannya sendiri bersamaan dengan transaksinya.

“Ini adalah pendekatan baru yang kami lakukan untuk meningkatkan transparansi dan tetap menjaga bisnis tetap tumbuh. Saya harap ini bisa cepat dilakukan. Saya kira satu atau dua minggu lagi,” katanya, Senin (16/9/2019).

Menurut Heru, bea masuk ini akan berlaku terhadap semua produk yang diperdagangkan melalui e-commerce. Mekanismenya seperti ketika menerima bill di restoran, pembeli akan memperoleh rincian pembelian, pajak, dan tarif bea masuk saat akan melakukan pembayaran.

“Kalau misalnya kita di keseharian kita, harga ini sudah termasuk pajak service misalnya, pajak restoran, kita sudah tahu di bill kita. Kalau kita ke restoran kita sering lihat di bawah itu, termasuk pajak service misalnya 5%, sehingga kita sebagai konsumen tahu totalnya segini, juga rinciannya dari pajak juga, ini persis seperti itu nanti,” jelasnya

Bisnis Barber Shop Cetak Omset Puluhan Juta Sebulan

0

 

Rutinitas mencukur, atau menata rambut tiap bulan membuat usaha pangkas rambut selalu ramai. Hal itu pula yang membuat Angga Kesnha D membuka usaha pangkas rambut dengan nama Bujang Barber Shop pada Desember tahun lalu. Apalagi dengan keahlian mencukur yang dimilikinya secara otodidak sejak di bangku sekolah membuat Angga tidak merasa kesulitan dalam memulai usahanya.

Bisa dibilang usaha cukur rambut yang dijalankan Angga bukan cukur rambut biasa yang banyak ditemui di pinggir jalan. Dengan mengusung brand Bujang Barber Shop, Angga mencoba memberikan sensasi cukur rambut yang berbeda. Dengan suasana tempat yang lebih nyaman, konsep usaha yang berjiwa muda dengan barberman yang semuanya berusia kurang dari 25 tahun serta gaya cukur yang mengikuti tren gaya rambut anak muda masa kini membuat Bujang Barber Shop tak pernah sepi pelanggan.

Konsep Minimalis

Rasa nyaman yang ditawarkan, langsung terasa saat memasuki Bujang Barber Shop berukuran sekitar 3×4 meter ini. Kesejukan pendingin ruangan yang begitu terasa menyambut konsumen yang datang. Selain itu, adanya perangkat TV LED dan VCD setidaknya mengusir rasa bosan konsumen menunggu giliran. Selain itu di ruangan cukur itu juga disediakan wastafel untuk mencuci tangan atau membasuh wajah dan rambut dan mencoba bebrapa model rambut seperti model-model tatanan rambut yang terpasang di dinding.

Angga memang sangat memerhatikan konsep interior ruangan. Agar terasa homey, Angga memilih menggunakan lantai kayu. Begitu juga dengan ornamen meja dan kaca cermin digunakan furnitur kayu dengan warna cokelat muda. Sementara itu bagian dinding sengaja diekspos batu bata yang dicat warna putih. Di dinding batu bata ini pula dipasang poster-poster film dan penyanyi legendaris Elvis Presley yang dikenal dengan tatanan rambutnya yang selalu rapi dan mengkilap.

“Kita memang sengaja dominasi dengan ornamen kayu dan menonjolkan dinding batu bata agar terkesan hangat dan homey sehingga konsumen nyaman,” jelasnya.

Dalam membangun usaha barbershop dengan konsep minimalis ini Angga mengeluarkan modal sekitar Rp 30 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli dua buah kursi cukur biasa (standar), peralatan cukur, TV LED dan VCD, meja dan cermin kaca, juga untuk biaya sewa tempat. “Biaya sewa tempat menghabiskan dana yang paling besar (Rp 15 juta, -red),” ujar Angga.

Style Rambut

Tidak jauh berbeda dengan barbershop modern yang mulai bermunculan saat ini, Angga juga menawarkan berbagai gaya/style potong rambut yang banyak diminati anak muda. Paling tidak ada sekitar 32 style yang ditawarkan yang bisa dilihat dari poster yang terpasang di dinding.

Dari puluhan style yang ada, ada dua style rambut yang menjadi idola yaitu Rockabilly dan Undercut. Kedua model tersebut banyak dipilih karena memang sedang menjadi tren di kalangan anak muda. Walaupun konsep cukur rambut yang ditawarkan Bujang Barber Shop sangat nyaman dan berkelas, namun ongkos cukur cukup terjangkau. Sekali cukur plus pijat konsumen akan dikenakan biaya Rp 15 ribu untuk dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak-anak. “Proses cukur hingga pijat memakan waktu sekitar 20 menit,” jelas Angga.

Hal lain yang membuat beda antara hasil cukuran Bujang Barber Shop dengan pangkas rambut lain adalah diberikannya minyak rambut Pomade yang membuat tatanan rambut semakin gaya. “Pomade ini minyak rambut yang dikenal sejak jaman Elvis Presley yang membuat rambut tampil rapi dan terkesan basah. Nah Pomade ini kembali tren di kalangan anak muda saat ini. Abis cukur kita kasih Pomade dan ditata rambutnya sehingga lebih macho,” jelas Angga.

Untung 50%

Walaupun baru berjalan sekitar 8 bulan namun dengan berbagai kualitas cukur dan konsep tempat cukur yang nyaman, Bujang Barber Shop tidak pernah sepi pengunjung. Dalam satu hari, barbershop yang buka dari pukul 10:00 – 21:00 WIB ini bisa kedatangan sekitar 40 pengunjung dengan omset yang didapat sekitar Rp 18 juta tiap bulan.

Setelah dikurangi biaya bulanan seperti gaji 3 orang karyawan yang biasa disebut barberman sekitar Rp 6 juta dan biaya lain mulai dari listrik hingga perawatan alat yang mencapai Rp 3 juta, maka keuntungan yang bisa diperoleh Rp 9 juta atau 50% dari omset. “Pengeluaran bulanan paling besar untuk membayar karyawan,” jelas Angga. Melihat prospek yang sangat menjanjikan, tidak heran Angga sudah bisa balik modal pada bulan ke-4.

Pemasaran dan Kendala

Kesuksesan yang dialami Angga dalam menjalankan usaha barbershop ini tidak lepas dari pemasaran yang dilakukan. Sejak membuka usaha hingga saat ini, Angga terus melakukan berbagai promosi dalam menjalankan usahanya. Saat memulai usaha, Angga menarik konsumen dengan cara mengadakan potong rambut gratis selama satu minggu mulai dari pukul 13:00 hingga 17:00. Untuk mendukung momen tersebut Angga memasang spanduk di pintu masuk kompleks perumahan tempatnya membuka usaha.

“Pada saat pergelaran piala dunia beberapa bulan lalu saya juga mengadakan nonton bareng untuk lebih mendekatkan diri dengan konsumen,” ujar Angga.

Selain mengadakan event untuk menarik konsumen, Angga yang hobi fotografi juga mencoba memasang foto hasil cukur rambutnya di Twitter dan Facebook. Tidak sampai di situ, untuk lebih memanjakan konsumen, Bujang Barber Shop memberikan kopi gratis bagi konsumen yang datang di pagi hari mulai dari pukul 10:00 hingga pukul 12:000.

Seperti usaha cukur pada umumnya, kendala uatama usaha cukur adalah melayani permintaan konsumen. Keinginan konsumen yang macam-macam harus dilayani dengan sabar sehingga tak jarang barberman melakukan pemotongan secara bertahap yang membuat proses memotong menjadi semakin lama.

“Saya sampaikan pada karyawan agar selalu berkonsentrasi pada konsumen yang sedang mereka pangkas rambutnya walaupun antrean banyak,” ujar Angga. Selain itu, karyawan juga diminta untuk selalu berkomunikasi kepada konsumen seputar gaya cukur yang diinginkannya.

Transaksi Naik 7 Kali Lipat, Oppo Jadi Brand Populer Shopee 9.9 Super Shopping Day

0

Smartphone asal China Oppo, berhasil mendapatkan peningkatan transaksi hingga 7 kali lipat pada puncak 9.9 Super Shopping Day di tanggal 9 September 2019. Pencapaian ini memberikan kedudukan Oppo sebagai salah satu Brand Populer untuk kategori Handphone & Aksesoris pada Shopee 9.9 Super Shopping Day.

“Kehadiran produk-produk kami di Shopee terutama disaat Shopee 9.9 Super Shopping Day kemarin, mendapatkan respon yang sangat positif dan mendapatkan antusiasme yang sangat besar, hal itu bisa dilihat dari penjualan kami yang naik berkali lipat. Menjadi suatu kebanggan bagi kami dapat terpilih sebagai Brand Populer para pengguna Shopee. Kami menantikan kerjasama selanjutnya yang dapat kami hadirkan khususnya untuk para pengguna Shopee,” kata Aryo Meidianto A, PR Manager OPPO Indonesia

Berdasarkan data Canalys Market Research, Oppo telah menduduki peringkat pertama dalam pasar smartphone di Indonesia dalam kuartal II di 2019 ini. Menurut hasil riset ini, Oppo berhasil memiliki market share sebesar 26% dengan pertumbuhan 54% dari periode yang sama pada tahun lalu. Hal ini merupakan keberhasilan penjualan Oppo di offline dan online store yang telah dilakukannya.

Daniel Minardi, Head of Brands Management Shopee Indonesia mengatakan mitra brand merupakan salah satu kunci kesuksesan kampanye 9.9 Super Shopping Day.

“Kami sangat bahagia dan berterima kasih kepada Oppo atas kerjasama yang telah kita laksanakan. Dengan pencapaian yang dimiliki Oppo saat ini merupakan sebuah kebanggan bagi kami atas keberhasilannya kerjasama. Ditambah kami bangga bahwa inovasi yang dihadirkan oleh Oppo dapat memberikan sebuah dampak baik bagi para pengguna Oppo maupun Shopee. Kami berharap Oppo akan terus bergabung dan memberikan penawaran menarik pada kampanye belanja kami kedepannya,” terangnya.

Sebagai produk favorit bagi para pengguna Shopee di puncak kampanye Shopee 9.9 Super Shopping Day, Oppo K3 merupakan smartphone dengan spesifikasi yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna zaman ini.

Kesuksesan 9.9 Super Shopping Day kali ini mencatatkan pencapaian yang melampaui ekspektasi dengan peningkatan transaksi sebesar 3 kali lipat dibandingkan tahun 2018. Pada puncak kampanye, 187.606 produk dari bermacam kategori terjual dalam satu menit. Selain itu, Shopee menawarkan lebih dari 113 juta promo yang menarik bagi para pengguna.

Setelah sukses di Shopee 9.9 Super Shopping Day, produk-produk Oppo melalui Official Store Oppo di Shopee masih akan terus memberikan penawaran terbaik bagi para pengguna di seluruh Indonesia pada musim belanja akhir tahun Shopee, mulai dari Shopee 10.10 Brands Festival, 11.11 Big Sale dan 12.12.

Kael Slip On, Jual Sepatu 100-200 Sepatu/Bulan Slip On Hingga Tembus Pasar Sewdia

0

 

Perkembangan fesyen sepatu tak hanya milik kaum hawa. Tren fresyen sepatu pria juga semakin menggeliat. Hal ini mendorong Mikael Kris terjun ke usaha pembuatan sepatu slip on pertengahan tahun 2012. “Perkembangan fesyen sepatu semakin pesat, bukan hanya wanita saja yang memperhatikan penampilan, pria juga ingin tampil menarik,” ujar Kris.

Di awal memulai usahanya, Kris mengeluarkan modal sebesar Rp 30 juta untuk membeli mesin jahit, mesin press, dan bahan baku seperti bahan denim dan bahan kanvas. Dalam menjalankan usahanya Kris lebih banyak membuat desain sedangkan untuk proses produksinya Kris mengerjakan lima orang karyawan. Meski demikian, Kris sangat terus mengawasi proses produksi sehingga sepatu yang dihasilkan sesuai dengan kualitas yang diinginkan.

Kris mengatakan bila saat ini ia lebih banyak memproduksi sepatu model slip on yang sedang diminati anak muda. “Permintaannya banyak datang dari anak muda, jadinya saya fokus buat model slip on daripada model lainnya,” ungkap Kris.

Nah untuk membedakan produk slip on buatannya dengan produksi orang lain, Kris memilih menggunakan bahan denin dan kanvas sebagai bahan bakunya. Benar saja, respons pasar akan produk sepatu slip on berbahan demin dan kanvas sangat bagus. Dalam satu bulan Kris bisa memasarkan 150-200 pcs sepatu slip on dengan omset yang mencapai Rp 52,5 juta.

Bahan Kanvas dan Denim

Menurut Kris, alasan ia memilih bahan kanvas juga bahan demin karena kedua bahan tersebut lembut sehingga cocok untuk sepatu jenis slip on yang biasa dipakai anak muda bersantai atau hangout bersama teman-temannya. Karena sepatu slip on banyak digunakan anak muda di berbagai kesempatan, maka Kris mengedepankan kualitas agar sepatu nyaman saat dipakai. Maklum sepatu yang dikenal dengan alas sepatu (sol) yang tipis, tanpa tali serta ringan itu tidak cepat membuat kaki pegal meski dipakai seharian.

Karena menitik mmeproduksi sepatu slip on sendiri secara handmade yang dikerjakan lima orang karyawan yang mengutamakan mode yang simpel, kualitas dan kerapian, maka Kris menjual satu pasang sepatu slip on dengan Rp 339 ribu untuk sepatu slip on dari bahan denim dan Rp 399 ribu untuk bahan kanvas.

Selain kedua model tersebut, Kris juga menerima pembuatan sepatu slip on secara custome yang disesuaikan dengan keinginan konsumen. Untuk sepatu custome, Kris mengatakan harganya Rp 130-400 ribu. Harga tersebut biasanya ditentukan oleh tingkat kesulitan dalam pengerjaannya dan juga jumlah pesanan. Semakin banyak jumlah yang dipesan maka harga bisa lebih murah.

Pemasaran

Menurut Kris, trik pemasaran lewat jejaring sosial, website sangat membantunya meningkatkan penjualan. Lewat dunia maya, sepatu slip on yang diberi merek Kael telah menyebar ke banyak kota hingga ke luar pulau seperti Kalimantan, Bali, Makasar, Riau, Yogyakarta dan Jabodetabek. Bahkan sepatu yang diproduksinya sudah masuk ke pasar Swedia walau belum banyak.

Selain melakukan pemasaran dengan memanfaatkan media internet, Kris juga mengaku melakukan pemasaran dengan rutin mengikuti pameran terutama pameran seperti yang digelar di Jakarta Convention Centre, Jakarta belum lama ini. Hal itu bertujuan untuk terus memasarkan produknya agar bisa lebih dikenal.

Kris juga membuka sistem kerjasama reseller sehingga produknya begitu cepat menyebar ke banyak daerah. “Hanya dengan membeli 5 pcs sepatu, maka konsumen sudah bisa jadi reseller dan mendapatkan potongan harga sebesar 20-30% tergantung jumlah pesanan,” jelasnya.

Saat ini banyak pesanan dari luar kota dan pulau yang memesan sepatu slip on berbahan demin dan kanvas yang datang melalui website. “Pemesan bisa hubungi saya atau kirim pesan via website saya,” tandasnya.

Pelayanan Konsumen

Sama dengan pelaku usaha lainnya, Kris mengaku kerap terkendala dalam hal melayani konsumen. Terkadang ada konsumen yang ingin membuat sepatu dengan berbagai kriteria yang mereka inginkan. Tak jarang perlu waktu lama untuk membuat sepatu pesanan konsumen tersebut. Hal ini tentu membuat jumlah sepatu yang dibuat tidak bisa banyak, sehingga kadang menghambat produksi sepatu lainnya.

Meski demikian, Kris tetap melayani permintaan konsumen. Menurutnya, konsumen adalah raja. Jadi setiap permintaan konsumen harus dilayani dengan baik. Begitu juga saat ada konusmne yang komplen bila produk yang dibelinya tak sesuai. “Memang konsumen kita itu macam-macam, dan banyak maunya. Tapi kita tetap layani dengan baik. Karena jika konsumen puas, ia akan kembali membeli produk kita, atau mempromosikannya pada orang lain,” pungkasnya.

Lima Kriteria Produk yang Bisa Diterima Pasar

0

 

Setiap konsumen pasti menghendaki, bahwa dengan uang yang telah dibayarkan atau dikorbankannya, ia akan mendapat produk sesuai dengan harapan. Bila sebaliknya, maka konsumen akan kecewa dan itu artinya kegagalan usaha tinggal menunggu hari saja.

Banyak produk hanya menonjolkan harga yang murah, bentuk yang menarik, hingga kegunaan yang banyak, namun melupakan inti dari produk itu sendiri. Sebuah produk baru bisa dikatakan produk yang baik bila mampu menjalankan fungsi utamanya. Sebagai contoh, sebuah handphone fungsi utamanya adalah untuk berkomunikasi (menelepon atau SMS). Jadi akan menjadi tidak ada artinya meskipun harganya mahal, warnanya dan modelnya bagus, model terbaru, dst, namun untuk menelepon sering putus, baterainya cepat habis, atau tombolnya terlalu sensitif, dan seterusnya.

Sebagai sebuah produk, fungsi utama ini harus dipastikan dulu, baru memperhatikan masalah lainnya, seperti kemasannya, warnanya, bentuknya, harganya, dan lain-lain. Dengan demikian, bila ingin bertahan lama dan berkembang, setiap usaha wajib memiliki produk yang ‘baik’, tidak hanya harga yang terjangkau saja, namun juga harus handal.

Dalam bahasa sederhana, produk handal dapat diartikan sebagai produk yang berkualitas, produk yang sesuai harapan konsumen. Untuk lebih mudahnya, berikut ini beberapa ciri atau tanda-tanda bahwa sebuah produk tersebut handal atau tidak:

Pertama

Produk tersebut memiliki umur ekonomis yang cukup lama. Semakin lama umur atau usia penggunaannya akan semakin baik bagi konsumen. Sebagai contoh, kalau konsumen membeli roti tawar, maka semakin lama (tanpa upaya negatif, tentunya) roti tersebut bisa bertahan dan dapat dimakan, semakin handal roti tersebut.

Kalau konsumen membeli sepatu, maka dengan harga yang dibayarkan, semakin lama sepatu tersebut bisa bertahan dana dapat digunakan, semakin handal sepatu tersebut. Bahkan pada beberapa contoh, produk tersebut semakin handal, karena mampu bertahan lebih lama dari usia atau umur ekonomis wajarnya. Misalkan, dengan membeli sepatu dengan harga Rp 30.000 seorang konsumen cukup tahu diri bahwa sepatu tersebut bisa bertahan 3 bulan saja sudah bersyukur, namun ternyata sudah 6 bulan lebih sepatu tersebut masih layak digunakan, maka produk tersebut sudah sangat memenuhi kriteria handal yang pertama.

Kedua

Ciri yang kedua sebuah produk yang handal adalah, apabila produk tersebut mengalami kerusakan, mudah untuk diperbaiki. Mudah di sini, bisa berarti mudah dicari komponen yang rusaknya, karena banyak dijumpai di berbagai toko yang ada, maupun mudah dalam memperbaikinya, baik diperbaiki sendiri maupun banyak tempat yang bisa memperbaikinya.

Sebagai contoh, sebuah produk kursi yang rusak karena bautnya patah, konsumen dengan mudah membeli baut pengganti di banyak toko serta dapat memperbaikinya sendiri, atau kalaupun minta tolong orang, dengan mudah menemukan orang atau bengkel yang bisa memperbaiki kursi tersebut. Sebaliknya produk yang tidak handal adalah produk yang sparepart–nya sulit dicari,  kalau rusak sulit diperbaiki dan kadang-kadang harus menunggu waktu yang lama untuk memperbaikinya.

Ketiga

Kerusakan salah satu komponen tidak akan berpengaruh banyak pada fungsi utama produk tersebut. Seperti kita ketahui seringkali sebuah produk terdiri atas berbagai komponen.

Sebagai contoh produk inovatif ‘sandal boneka’. Produk tersebut dikatakan handal apabila misalnya karena suatu sebab hiasan bonekanya lepas atau rusak, sandal tersebut tetap bisa dan pantas digunakan. Jangan sampai hanya karena itu, sandal tersebut menjadi tidak bisa digunakan atau menjadi memalukan bila digunakan.

Keempat

Mudah digunakan dan mudah dirawat. Ciri selanjutnya adalah bahwa produk yang handal harus mudah digunakan, mulai dengan pemasangan yang mudah, maupun petunjuk penggunaan yang mudah dipahami, sehingga konsumen tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menikmati manfaat produk tersebut.

Di samping itu, produk tersebut harus memberi kemudahan bagi konsumen untuk merawatnya. Sebagai contoh produk ‘Baju’ yang baik adalah baju yang tidak hanya mudah dipakai namun juga harus mudah dirawat, dengan perawatan pada umumnya. Semakin sulit dipakai dan semakin sulit perawatannya (mencuci dan menyimpannya, misalnya), semakin tidak handal produk tersebut, karena menimbulkan masalah tambahan bagi konsumen.

Kelima

Ramah lingkungan. Saat ini dengan terus menurunnya kualitas lingkungan di sekitar kita, semakin menuntut produk yang ramah lingkungan, tidak hanya bahan baku yang digunakan saja yang harus ramah lingkungan, namun masa penggunaan dan sampah yang dihasilkannya pun harus ramah lingkungan, syukur-syukur tidak menghasilkan sampah, dengan kata lain semua komponen dapat dikonsumsi oleh konsumen.

Demikianlah beberapa hal berkaitan dengan ‘baik’–nya sebuah produk, produk yang handal memang tidak akan menjamin 100% akan laku atau berhasil di pasar. Namun, paling tidak dengan memiliki produk yang handal, sebuah unit usaha akan lebih mudah mendapat apresiasi dan pujian dari konsumen, karena konsumen mendapat produk yang sesuai atau bahkan melebihi harapannya. Semoga pelaku usaha mendapat manfaat dari tulisan singkat ini. Amiin.

 

Oleh: Aris Budi Setyawan,

Program DIII Bisnis dan Kewirausahaan

Universitas Gunadarma

Fasilitasi Traveller, Lion Air Group Buka Rute Yogyakarta-Tarakan

 

Lion Air Group akan membuka jaringan baru dengan melayani Yogyakarta ke Tarakan. Penerbangan perdana akan dilaksanakan pada 25 September 2019. Rute ini akan menempatkan Lion Air sebagai maskapai pertama dan satu-satunya terbang dari Yogyakarta Kulonprogo menuju Tarakan.

Lion Air menawarkan perjalanan udara tanpa henti (non-stop) berdurasi 2 jam 10 menit satu kali setiap hari pergi pulang (PP) dengan pilihan waktu keberangkatan terbaik. Upaya ini diharapkan mampu memberikan keuntungan lebih bagi travelers, antara lain mempersingkat waktu, memperpendek jarak, terjangkau serta melengkapi layanan transit terlebih dahulu di Soekarno-Hatta, Tangerang; Balikpapan; Surabaya atau Makassar serta alternatif penerbangan baru dari kedua kota (Yogyakarta dan Tarakan).

Pembukaan layanan domestik dihadirkan kepada seluruh travelers dan masyarakat yang ingin berpergian Ke Tarakan atau Yogyakarta. Lion Air berupaya untuk mengakomodir permintaan jasa penerbangan dari Yogyakarta sekitar mencakup Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah, Sentolo, Pengasih serta kabupaten di Jawa Tengah meliputi Banjarnegara, Kebumen, Purbalingga, Purworejo, Wonosobo, Banyumas dan lainnya.

Lion Air menggunakan nomor penerbangan JT-628, pesawat memiliki jadwal keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo (YIA) pukul 06.00 WIB dan akan tiba di Bandar Udara Internasional Juwata di Tarakan, Kalimantan Utara (TRK) pada 09.10 WITA.

Untuk rute sebaliknya, Lion Air bernomor JT-629 lepas landas dari Juwata Tarakan pada 09.50 WITA dan dijadwalkan mendarat pukul 11.00 WIB di Yogyakarta Kulonprogo.

Dalam menggugah minat traveling di kota tujuan Tarakan dan Yogyakarta, Lion Air mengoperasikan tipe armada generasi modern Boeing 737-800NG yang berkapasitas 189 kelas ekonomi. Pesawat ini dinilai bisa menambah tingkat kenyamanan perjalanan, sekaligus memperkuat pengalaman travelers, yang dilengkapi fitur modern, interior futurisitik, jendela kabin lebih lebar, tempat duduk nyaman.

Lion Air optimis rencana peluncuran rute baru sejalan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. Diharapkan bisa memberikan kesempatan travelers untuk menjelajahi serta mewujudkan impian ke Kalimantan Utara dan Yogyakarta semakin luas.

Bersama Batik Air dan Wings Air member of Lion Air Group, bisa melanjutkan penerbangan dari Tarakan ke Nunukan, Malinau, Berau, Balikpapan, Makassar serta dari Yogyakarta Kulonprogo terhubung Soekarno-Hatta, Tangerang; Palangkaraya dan Samarinda.

 

Dukung Jamselinas IX 2019 Palembang, BNI Syariah Kampanye Bike to Work

0

BNI Syariah terus gencar melakukan green activity sebagai upaya mengajak masyarakat untuk mewujudkan gaya hidup Hasanah atau Hasanah Lifestyle. Salah satunya dengan melakukan implementasi program Bike to Work.

Program Bike to Work ini telah disosialisasikan ke seluruh cabang BNI Syariah. Program ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor menuju kantor.

“Program ini merupakan bagian dari upaya mengurangi polusi dan mendukung program Pemerintah mengenai keuangan berkelanjutan,” kata Iwan Abdi, SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah di sela acara Jambore Sepeda Lipat Nasional (Jamselinas), Palembang, Sabtu (14/09/2019).

Selain mengimplementasikan Program Bike to Work, BNI Syariah mendukung kegiatan Jambore Sepeda Lipat Nasional (Jamselinas IX 2019) Palembang, diselenggarakan di Jakabaring Sport City, Palembang dan diikuti sekitar 2000 peserta dari seluruh Indonesia dan tamu undangan dari negara Malaysia dan Singapura. Hadir dalam acara ini, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru dan Deputy Regional Head Wilayah Barat BNI Syariah, Asep Mulyadi.

Jamselinas merupakan wadah untuk mengkampanyekan penggunaan sepeda terutama sepeda lipat sebagai alat tranportasi yang sehat dan ramah lingkungan serta mudah dibawa. Dalam event ini, peserta bersepeda menempuh jarak 42 km dengan rute Jakabaring Sport City (JSC) – Plaju – Jembatan Musi IV – Museum Bala Putra Dewa – BKB dan kembali ke JSC.

Dalam kegiatan ini BNI Syariah menyediakan 10 Tabungan iB Hasanah senilai masing-masing Rp 1 juta dan grandprize berupa Tabungan Umroh senilai Rp 15 juta.

BNI Syariah memudahkan masyarakat dalam mewujudkan gaya hidup Hasanah melalui program Bike to Work dengan program cicilan pembelian sepeda merk Brompton, Tyrell, Moulton, Vello Bike, dan Polygon jangka waktu pembiayaan minimum 2 tahun melalui Fleksi Hasanah Gowes.

Program ini dimulai dari 1 September 2019 sampai 31 Desember 2019 dengan minimum plafon Rp 20 juta. BNI Syariah juga menyediakan program cicilan 0% 12 bulan dengan menggunakan BNI iB Hasanah Card untuk periode program sampai dengan 31 Oktober 2019.

 

Maksimalkan Keuntungan dengan Bisnis 2 in 1

0

Pasca sukses menjalankan bisnis Royal Spa Garden, dan bisnis di bidang kontraktor, wanita cantik bernama Anita Feng kini mengenalkan bisnis barunya.

Wanita yang mendapat julukan Srikandi Bisnis Waralaba dan Konstruksi versi majalah SWA ini menghadirkan terobosan dengan paket waralaba duo kekinian yaitu duo bisnis satu lokasi. Dengan jargon sekali investasi, double profitnya, Anita mengenalkan bisnis berkonsep franchise Royal Garden Spa dan Le Pavillon Royal Martabak & Coffee.

Pasca menjadi bisnis leader di segmen perawatan kecantikan wanita dengan brand Royal Garden Spa, wanita berkulit putih ini mengkolaborasi bisnis spa dengan bisnis kafe kekinian Le Pavillon Royal dalam konsep binsis 2 in 1. Walhasil akan memaksimalkan keuntungan.

Dengan sentuhan tangan dinginnya di bisnis, akan mengantarkan mitra bisnisnya sukses menjalankan bisnis spa dan kafe kekinian. Hasilnya mitra akan diuntungkan. Yang menarik di bisnis ini mitra dijanjikan potensi profit >Rp 70 juta per bulan.