Kamis, Mei 14, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 789

Tingkatkan Daya Saing, Semen Indonesia Bangun Pabrik Mortar

0

 

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya PT Mitra Kiara Indonesia (MKI) memulai pembangunan pabrik mortar berkapasitas 375 ribu ton per tahun di Narogong, Gunung Putri, Jawa Barat. Peresmian pembangunan pabrik dimulai dengan melakukan Factory Ground Breaking Ceremony Rabu (29/08/2019).

Selain dihadiri Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso dan Direktur MKI Mirza Whibowo Soenarto, juga hadir Direktur Strategi Bisnis & Pengembangan Usaha Semen Indonesia Fadjar Judisiawan, Direktur Marketing & Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir, Direktur Produksi Semen Indonesia Benny Wendry, Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Aulia Mulki Oemar, Managing Partner AML Anlangentechnik GmBh & Co. KG Matthias Leeke, serta tokoh masyarakat sekitar.

MKI merupakan bisnis industri hilir dari Semen Indonesia semen yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing Perseroan dan menangkap peluang pertumbuhan industri sehingga dapat menjadi sumber revenue baru bagi Perseroan.

PT MKI dibangun di lahan seluas 2 hektar dengan konsep ramah lingkungan dan ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2020. Pabrik mortar ini merupakan pengembangan bisnis Semen Indonesia untuk melengkapi portofolio produk dan layanan guna memperkuat produk derivatif.

“Upaya ini dilakukan untuk memperluas diversifikasi jenis produk yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggan,” kata Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono.

“Mortar merupakan produk dengan bahan utama semen dan pasir. Pada umumnya, pasir yang digunakan adalah pasir alam, namun untuk produk baru ini, Semen Indonesia telah mengembangkan sebuah inovasi teknologi yang dapat mengolah limestone untuk menggantikan fungsi pasir alam,” tambahnya.

Pembangunan pabrik mortar ini guna mengisi ceruk pasar mortar di tanah air yang masih terbuka. Saat ini Semen Indonesia telah memiliki produk mortar yang diproduksi oleh PT Solusi Bangun Indonesia yaitu Mortar Acian, Mortar Pasangan dan Mortar Plesteran.

 

Peran Penting dan Arti Logo bagi Suatu Brand

0

 

Setiap usaha atau brand pada dasarnya harus memiliki sebuah logo sebagai penanda identitas dari brand tersebut. Ibarat seorang bayi yang diberi nama oleh orangtuanya, seperti itulah idealnya sebuah brand harus memiliki logo agar mudah dikenali dan membedakan dari kompetitornya.

Namun membuat sebuah logo tidaklah semudah yang dibayangkan, perlu dilakukan riset yang mendalam seperti tentang nilai-nilai yang dimiliki brand tersebut, apa yang membedakannya dari para kompetitor, sampai segmentasi pasar yang hendak dituju.

Selain itu ada tiga unsur visual yang harus diperhatikan dalam mendesain suatu logo yaitu bentuk, warna, dan huruf. Anda dapat menggunakan logogram yang terpisah dari nama brand dan memiliki filosofi brand tersebut, seperti Pertamina yang menggunakan logogram dengan warna merah, hijau, dan biru.

Demikian juga dengan pemilihan warna dan jenis huruf yang dipakai harus membawa pesan dan kesan yang sama dengan logogram. Pilihlah jenis huruf yang memiliki keterbacaan yang baik sehingga dapat langsung terbaca saat dilihat sekilas. Ada juga logo yang menggunakan huruf-huruf yang dimodifikasi saja, ini disebut logotype, misalnya pada logo RCTI, symbol rajawali menyatu membentuk huruf “R” dalam RCTI, pendekatan seperti ini bisa menjadi alternatif.

Khusus untuk pemilihan warna memang ada baiknya perhatikan karakteristik dari suatu warna terhadap brand. Namun Jika dulu untuk brand food & beverage lebih cocok menggunakan warna merah dan kuning yang dapat membangkitkan selera makan, namun sekarang jamak kita jumpai brand usaha food & beverage menggunakan warna yang sebelumnya dianggap tabu seperti biru dan hitam. Terpenting dalam pemilihan warna adalah sesuai dengan brand essence dan core value dari brand tersebut.

Sebuah logo idealnya dibuat untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama meski tidak ada patokan waktu yang spesifik untuk umur sebuah logo, misalnya untuk logo corporate yang tidak diganti dalam jangka waktu yang lama. Sebuah logo biasanya diganti apabila core value dari produk atau jasa yang ditawarkan berubah, terjadi perubahan dalam kepemilikan atau manajemen, serta untuk mengikuti perkembangan zaman produk lifestyle seperti shampo dan produk-produk kecantikan.

Demikian saran yang dapat saya sampaikan, semoga dapat memberikan tambahan informasi yang bisa membantu Anda lebih mantap mengambil keputusan. Selamat berbisnis dan sukses selalu.

 

Oleh: Evelyn Huang
Program Head, Design Internasional Design School

Epicentrum Walk Level 3 Komplek Rasuna Epicentrum

Jl. HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan
Web: www.idsEducation.com
Email: evelyn@idseducation.com

Ditonton 1 Juta Penonton, Erick Tohir Sebut Gundala Sudah Untung

0

 

Film super hero Indonesia, Gundala rupanya menarik jutaan pecinta film. Hal ini dibuktikan dalam waktu 1 minggu penayangan Film yang diproduksi Bumilangit Studio ini telah ditonton 1 juta penonton.

Investor rumah produksi film Gundala, Erick Thohir bersyukur atas besarnya animo masyarakat. Menurutnya banyaknya jumlah penonton tersebut membuat fil Gundala bukan hanya balik modal tapi sudah untung.

“Bukan balik modal lagi, Gundala sudah untung,” ujarnya di FX Senayan

Lebih lanjut ia mengatakan tepatnya besar keunutngan yang diperoleh dari film produksi PT Screenplay Bumilangit Produksi itu akan diumumkan setelah bulan bulan film itu berakhir penayangannya di seluruh bioskop tanah air.

“Keuntungan dalam sebuah produksi film berbading lurus dengan kualitas yang diberikan oleh pembuat filmnya. Kalau memproduksi film yang bagus, Insya Allah untung.”

Sutradara sekaligus penulis skenario Film Gundala, Joko Anwar mengatakan Gundala menjadi pendobrak terbentuknya genre film pahlawan super di Tanah Air yang mengambil genre baru yang bercerita tentang jagoan.

Gundala mengangkat cerita pahlawan super Indonesia tahun 1969, Gundala Putra Petir, yang karakternya dibuat Harya Suraminata yang diperankan Abimana Aryasatya.

Sukses dengan film Gundala, Joko Anwar mengatakan siap menghadirkan lima film super hero lain

“Nantinya saya jadi produser kreatif untuk Jagat Sinema Bumi Langit. Kami sudah membuat story art untuk Gundala (yang sudah rilis di bioskop) lalu Sri Asih, Godam dan Tira, Patriot Taruna, Si Buta Dari Gua Hantu, Mandala, sampai film sekuel Gundala Putra Petir, sudah disiapkan,” katanya di Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2019),

Joko Anwar menambahkan, sudah saatnya industri film dalam negeri punya jagat sinema sendiri. Salah satunya agar publik merefleksi diri.

Ia menyebut orang Indonesia dari level atas sampai bawah banyak yang mementingkan diri sendiri. Yang kaya merasa bisa melanggar hukum karena merasa bisa lepas dari tuntutan maupun sanksi dengan uang.

Tips Sukses Pemasaran Bisnis Jasa Logistik

0

 

Mengembangkan bisnis logistik cukup bagus mengingat  peluang pasarya cukup besar. Ada 3 pilihan jasa yang bisa diambil dalam bisnis ini, yaitu jasa logistik dengan angkutan darat, jasa logistik dengan  kombinasi angkutan darat dan udara atau angkutan darat dan laut, serta jasa logistik yang menggunakan angkutan darat, udara dan laut. Sebagai pemula sebaiknya Anda memulai dari penggunaan jasa logistik dengan angkutan darat.

Jasa logistik yang ditawarkan bisa  dalam bentuk fisik berupa pengiriman barang, namun biasanya marginnya tipis. Selain itu bisa masuk ke jasa pergudangan, dan  bisa pula masuk ke jasa logistik skala nasional/regional bekerja sama dengan perusahaan ekspedisi. Namun untuk yang terakhir skalanya lebih luas, dan pengaturannya  lebih rumit mengingat tidak  mudah dalam  pengiriman barang dari pusat ke daerah apalagi pelosok.

Bisnis logistik  berkaitan dengan  masalah detail, sehingga salah sedikit bisa rugi. Karena itu antara data fisik dengan data dalam komputer harus selalu matching. Dalam bisnis ini pelaku usaha juga harus mengerti mengenai proses bisnis logistik, memiliki jaringan komputer terutama dilengkapi dengan sistem barcode, serta memiliki karyawan khususnya bagian gudang  yang tangguh.

Bisnis logistik hampir dibutuhkan semua perusahaan skala kecil maupun besar.  Yang sederhana saja, Anda bisa menyasar para pedagang yang membeli barang dalam jumlah cukup besar dari pusat grosir di Tanah Abang Jakarta atau pusat grosir di lokasi lain, yang akan mengirim barangnya ke daerahnya masing-masing (retailing logistic). Tentu saja  dalam hal ini dibutuhkan sarana  angkutan pengiriman yang memadai.

 

oleh: Yadi Budhi Setiawan

Pengamat Marketing dari Konsultan Force One

Trik Pasarkan Pajangan Batik ke Luar Negeri

0

 

 Untuk memasuki pasar luar negeri walaupun itu hanya negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, ada langkah awal yang harus dilakukan  yaitu menganalisis faktor-faktor makro dari negara yang akan dituju. Ini berguna untuk melihat peluang pasar dan hambatan atau ancamannya. Faktor demografi yang menyangkut income per kapita penduduk yang menunjukkan daya beli menjadi perhatian utama.

Sebagai contoh Singapura memiliki daya beli lebih tinggi dibanding misalnya Myanmar. Lalu dianalisis juga faktor makro lain seperti peraturan pemerintah dari negara yang kita akan masuki. Apakah negaranya secara politik stabil atau tidak. Kalau kita memasuki pasar di negara yang seringkali bergolak tentu membuat risiko bisnis kita yang tinggi.

Faktor makro lain menyangkut geografik seperti kemudahan akses wilayah atau adanya infrastruktur, lalu budaya, kondisi ekonomi negara. Faktor makro yang sangat penting juga adalah selera pasar atau konsumen. Untuk itu ada baiknya Anda melakukan kunjungan dulu ke negara-negara yang akan dimasuki.

Sebagai contoh mau ekspansi ke Singapura. Untuk mengetahui bagaimana kondisi pasar berbagai produk kerajinan di Singapura tentu sangat bermanfaat bila kita datang langsung ke Singapura dan mengamati kerajinan atau pajangan apa saja yang sedang digandrungi. Riset kecil-kecilan perlu dijalankan termasuk kalau mungkin bertanya ke sejumlah orang di negara yang akan kita masuki. Kita tanyakan seperti apa selera mereka terhadap produk kerajinan khususnya pajangan rumah.

Di samping itu juga mengamati dan meneliti para ritel yang menjual produk pajangan, siapa pemain utama dan siapa yang mendominasi. Bisa jadi nantinya kita akan bersaing dengan produk dari Indonesia sendiri.

Namun kalau kita segan berkunjung, kita bisa juga melakukan eksplor melalui internet. Kita jelajah menggunakan google.com atau search engine yang lain untuk mengetahui kondisi pasar di negara yang akan kita tuju. Informasi ini penting karena barang yang laku di sini belum tentu laku di negara lain.

Untuk memasuki pasar luar negeri, kita perlu kerja sama dengan pemain atau distributor lokal di negara tersebut. Untuk itulah perlunya berkunjung sembari mendatangi toko-toko yang menjual berbagai kerajinan yang ada di negara tujuan. Lalu kita membawa sampel produk dan menawarkan kerja sama dengan mereka. C

ara memasuki pasar ke luar negeri ada beberapa cara seperti ekspor, kontrak produksi, kontrak manajemen dan paling tinggi berbentuk investasi langsung (seperti bangun pabrik di negara yang kita masuki).

Untuk tahap awal sebaiknya memakai ekspor saja dengan bekerja sama dengan distributor setempat. Itulah sebabnya perlu mencari jalinan kerja sama distributor lokal. Untuk pendekatan ini kita bisa lakukan melalui email dulu. Kita cari lewat internet distributor atau toko penjual produk kerajinan. Lalu kita pendekatan ke mereka dengan email.

Kita tawarkan berbagai produk Andalan yang pastinya tidak ditemukan pada produk lain dan keuntungan dari mendistribusikan produk kita. Kita kumpulkan distributor-distributor yang tertarik, lalu lakukan pertemuan bisnis untuk memastikan segala sesuatu menyangkut kerja sama pemasaran.

Lalu bagaimana menentukan negara mana yang cocok dengan produk kita, ada baiknya kita pilih negara yang penduduknya memiliki selera pasar cocok dengan produk kita. Ini biasanya dipengaruhi kultur atau budaya. Sebagai contoh kalau kita memasarkan ke Asia apalagi yang dekat seperti Malaysia, lebih mirip kesukaannya dibanding kita menawarkan produk ke Eropa atau AS. Karena pada dasarnya ini menyangkut strategi global kita.

Secara umum ada dua pilihan strategi yaitu standardisasi (standardized) dan penyesuaian dengan setempat (customized). Kalau standardisasi, maka produk yang kita pasarkan sama dengan yang sudah ada saat ini, tanpa banyak perubahan. Namun kalau kita memilih customized maka produk yang kita tawarkan harus disesuaikan secara besar-besaran dengan keinginan konsumen di negara yang kita masuki. Memang, memasuki pasar di negara asing butuh analisis yang lebih dalam.

Saya sarankan Anda membaca buku teks ”International Marketing” atau Pemasaran Internasional untuk mendalami lebih jauh strategi memasuki pasar asing. Selamat memasarkan produk Anda ke negara asing dan bawa nama Indonesia lebih luas di kancah bisnis internasional sehingga produk Indonesia bisa memenangkan persaingan global.

Apa yang Benar-Benar Membuatmu Sukses?

0

 

 Ada cerita menarik. Dalam sebuah penerbangan seorang penulis duduk di samping seorang gadis yang amat kegirangan. Wajahnya seperti bunga matahari yang bermekaran. Begitulah kesenangannya. Karena, itu penerbangan pertama baginya. Mungkin juga menjadi terakhir. Sebab, gadis itu melakukan perjalanan untuk memenuhi undangan sahahabatnya di California.

Meski demikian, gadis ini mempunyai rasa penasaran yang besar dalam dirinya. Hal itu ia perlihatkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan pada orang-orang yang ia jumpai. Seperti ia bertanya kepada jutawan di samping tempat duduknya. Perempuan itu bertanya kepada sang jutawan, “Apakah Anda sudah sukses?” “Apakah Anda seorang jutawan”. Sang jutawan memberikan jawaban sederhana atas pertanyaan perempuan di sebelahnya. Untuk jawaban pertama, sang jutawan menjawab, bahwa dirinya bukanlah orang sukses. Sambil menceritakan beberapa kesuksesan yang telah ia raih dalam bisnisnya.

Sementara pertanyaan kedua ia menjawab, “Ya, saya seorang jutawan, tetapi saya tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi. Saya tidak mengejar uang, dan uang tidak terlalu penting bagi saya”. Sang jutawan menjawab seperti itu, karena ia memiliki prinsip. “Selama saya bekerja mengeluarkan seluruh potensi dalam diri saya, uang pasti mendekati saya”.

Namun, ada pertanyaan dari sang gadis, yang membuat si jutawan terus terngiang-ngiang. “Apa yang benar-benar membuatmu sukses?” tanya sang gadis. “Maaf, saya tidak tahu. Saya pikir itu terjadi begitu saja,” jawab jutawan.

Dalam perjalanan dari bandara menuju tempat konferensi, si jutawan terus terpikir dengan pertanyaan yang belum bisa ia tuntaskan dan belum terjawabkan olehnya. Sehingga ia berpikir, apa yang membuat dirinya menjadi sukses?. Bagaimana proses perwujudan kesuksesan yang terjadi pada orang yang mengubah kehidupan? Seperti, Oprah, Bill Gates, Donald Trump, Michael Jordan, dan orang-orang sukses lainnya.

Dalam pikiran sempat terlintas juga “Bayangkan bila ada orang yang mewawancarai mereka tentang proses mereka menjadi sukses seperti saat ini, sungguh sesuatu yang bermanfaat bagi yang menginginkan kehidupan idealnya”. Lalu, ia bertanya lagi kepadanya, “Mengapa bukan aku saja?

Setelah itu, sang jutawan memutuskan untuk mewawancara orang-orang sukses pada bidangnya masing-masing. Bukan hanya bisnis IT, Property, tetapi juga di bidang lain. Seperti olahraga, masak, perkebunan, ayah terbaik, dan berbagai macam lainnya. Hampir 10 tahun lebih, ia berhasil bertemu sebanyak 500 orang. Dan, ia merekam semua pertemuan itu.

Dari keseluruhan data yang ia miliki. Menurutnya, ada kesamaan antara orang-orang sukses itu. Kesamaan tersebut sedikitnya ada 8 faktor. Passion, kerja keras, fokus, motivasi, ide, pengembangan diri, melayani dan tekun. Dan, hasil riset wawancara tersebut telah dibukukan dalam “The 8 Traits Successful People Have in Common; 8 To Be Great”. Gramedia menerbitkan dengan judul 8 Sifat untuk Sukses : To Be Great. Si jutawan yang menulis buku tersebut adalah Richard St. John.

Kemudian, dari 500 orang yang telah diwawancarai itu, Richard menyimpulkan, orang-orang itu sama-sama memiliki sifat yang mengantar mereka, menjadi orang berhasil di bidangnya. Yaitu; Passion, kerja keras, fokus, motivasi, ide, pengembangan diri, melayani dan tekun.

Richard mengakui, selain dari 8 sifat tersebut, banyak faktor pendukung lainnya, yang akan mengatarkan orang-orang yang telah ia wawancarai sampai ke puncak karier mereka. Seperti, keterampilan sosial, memimpin, komunikasi dan sebagainya. Tetapi, kedelapan sifat tadi, merupakan landasan, bila tanpa memiliki sekunder lainnya, maka orang tersebut masih bisa mencapai titik tertinggi kariernya. Seperti, beberapa ilmuwan, mereka kurang bisa bergaul dengan lingkungan. Tetapi, tidak menghalangi mereka, karena telah memiliki kedelapan sifat tadi.

Menariknya, kedelapan sifat yang mengantarkan para ilmuwan, ahli memasak, berkebun bunga, painter, dan ratusan orang yang telah diwawancarai itu, memiliki sifat tersebut, bukan karena faktor genetika disebabkan oleh orangtua mereka sukses, maka mereka menjadi sukses. Tetapi, itu semua, hasil tindakan dan determinasi yang mereka usahakan sendiri.

Artinya, tidak ada jaminan. Bila orangtua Anda hari ini ahli di bidang properti dan sukses dalam hal tersebut, maka Anda sebagai anaknya, juga akan meraih kesukesan yang sama. Akan tetapi, seandainya pun ada, itu terjadi karena perhatian sang anak terhadap perilaku orangtua, kemudian keterampilan tersebut tertanam dalam bawah sadar Anda. (modelling).

Kemudian Richard menitipkan catatan untuk para orangtua; ”Jika Anda masih berusaha menanamkan sifat-sifat sukses ke dalam diri anak-anak Anda, namun tampaknya belum ada yang tertanam, jangan panik. Teruslah menanamkan benih-benih kesuksesan tersebut. Pada akhirnya benih tersebut akan bertunas dan suatu saat nanti, tanpa terduga-duga, anak-anak Anda akan melakukan delapan sifat ini. Jika Anda beruntung, hal ini akan terjadi sebelum rambut Anda memutih.”

Berdasarkan hasil wawancaranya, Richard mengungkapkan, “Rahasia kesuksesan adalah bahwa TIDAK ada rahasia menjadi sukses”. Karena, 8 Sifat untuk Sukses: 8 To Be Great, landasan yang mengharuskan pemilik karakteristik tersebut melakukan sesuatu. Atau, 8 sifat itu, adalah tindakan.

Sifat sukses itupun, bukanlah sesuatu hal yang baru. Sebab, itu telah menjadi jalan tol bagi orang-orang dahulu. Richard mengutip beberapa perkataan para tokoh yang membuat mereka sampai ke titik pencapaian tertinggi mereka. Michaelangelo, “Jika saja orang-orang tahu betapa keras aku bekerja untuk mendapatkan kemampuanku, karyaku tidak akan tampak sebegitu indahnya”. Charles Dickens (Penulis), “Aku tidak akan pernah menjadi seperti aku sekarang, tanpa kemauan keras untuk berkonsentrasi pada satu demi satu hal”. Napoleon Bonaparte, “Kemenangan adalah milik mereka, yang paling tahan banting”.

Setelah melihat kembali perjalanan hidup yang telah Richard alami di masa lalunya, Akhirnya Richard mengerti, memahamai dan bisa menjawab pertanyaan gadis yang duduk sebelahnya, dalam pesawat menuju konferensi TED. Pertanyaan dari sang gadis itu pula, menginspirasinya melakukan wawancara kepada 500 orang yang berhasil di bidangnya masing-masing. Bahwa ia, telah melakukan hal-hal 8 delapan sifat sukses ini. Meskipun dengan cara yang berbeda-beda.

Dan kini aku mengerti, bagaimana orang yang biasa-biasa saja seperti ku, nyaris tidak lulus SMA, bisa meraih sukses dan menjadi jutawan. Aku melakukan banyak kesalahan dalam hidupku, tetapi kedelapan sifat tersebut telah menyelamatkanku dan membawaku menuju sukses. Jika kedelapan sifat tersebut bermanfaat untukku, pasti demikian juga untuk orang lain”.

 

Oleh    : Rahmadsyah Mind-Therapist

Trainer Soft-Skill, Associate Trainer @Tantowi Yahya Plublic Speaking School dan Lembaga Pelatihan Ratih Sang.

Tile Adhesive Atau Perekat Keramik, Solusi Agar Keramik Tidak Popping

Berempat.com – Tile Adhesive atau Perekat Keramik adalah semen instan siap pakai yang terdiri dari campuran semen, filler, additif, dan pasir silika. Semen instan ini merupakan perekat keramik serbaguna karena bisa dipakai sebagai perekat semua jenis dan macam floor tile, baik pada lantai maupun dinding. Penggunaannya pun mudah karena hanya perlu mencampurnya dengan air. Pengaplikasian perekat keramik Tile Adhesive atau Perekat Keramik direkomendasikan dengan ketebalan 3-15 mm.

Tile Adhesive atau Perekat Keramik memiliki keunggulan, yaitu:

  • Praktis karena cukup ditambah air
  • Aplikasi yang mudah
  • Daya rekat tinggi sehingga mencegah keramik lepas
  • Hemat bahan sehingga ekonomis
  • Konsistensi campuran tetap terjaga

Dalam mengaplikasikan Tile Adhesive atau Perekat Keramik yang harus diperhatikan, yaitu pertama-tama bersihkan dulu permukaan benda yang akan diaplikasikan dari kotoran, debu, minyak, lemak, lilin, cat maupun partikel merugikan lain yang menempel.

Kemudian campur bubuk Perekat Keramik dengan air. Pencampuran bisa dilakukan dengan cara manual, tapi tetap direkomendasikan dengan menggunakan mesin mixing agar merata dan maksimal. Saat proses pengadukan campur air secukupnya dan aduk selama 3-4 menit.

Tahap selanjutnya adalah pengaplikasian Perekat Keramik. Produk yang sudah digunakan bisa langsung diaplikasikan pada lantai atau dinding menggunakan Trowel bergerigi.

Aplikasikan perekat keramik pada permukaan yang tidak terlalu luas, lalu pukul perlahan keramik menggunakan palu karet sampai ketinggian lantai yang diinginkan.

Usahakan untuk proses pengaplikasian material tidak lebih dari 15 menit karena adukan di dalam ember tidak mempunyai daya rekat yang maksimal lagi jika sudah lewat 2 jam dari waktu permulaan pengadukan.

Dan selesai! Anda sudah mendapatkan hasil maksimal untuk membuat lantai maupun dinding jadi lebih indah.

#Adv

Ekonom Emil Salim Kritik Rencana Pindah Ibu Kota

0

 

Mantan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup Emil Salim mengkritik rencana pemerintah untuk pindah ibu kota. Ia menilai anggaran untuk pindah ibukota yang mencapai Rp 466 triliun lebih baik dialokasikan untuk mengembangkan sistem transportasi di Jakarta sehingga mampu mengatasi macet. Ia juga mengatakan, kondisi Jakarta dan beberapa wilayah di utara pulau Jawa yang terkikis air laut terancam banjir. Sehingga 167 juta penduduk pulau Jawa harus diselamatkan.

“Di sini kita ingin bilang kepada teman-teman kita di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), keliru cara berpikirnya itu. Yang kasihan ya presiden, yang memikul dampaknya. Kenapa Bappenas tega berbuat seperti itu? Saya sedih sekali mendengarnya,” katanya dalam diskusi publik yang bertajuk ‘tantangan persoalan ekonomi sosial dan pemerintahan ibu kota baru’ INDEF, di Restoran Rantang Ibu, Jakarta Selatan, Jumat (23/08/2019).

Menurutnya sentral negara bukanlah dilihat dari fisik atau letaknya, melainkan dilihat dari akses dengan pulau lain atau negara lain. Kita bisa memanfaatkan teknologi untuk menjangkau daerah lain. “Kita ada di abad ke-21, yang menentukan kemajuan Indonesia itu bukan fisik tapi keampuhan sarana transportasi dan kualitas dari sumber daya manusia,” tegas Emil yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Kesuksesan pemindahan ibukota di negara lain tidak bisa serta merta dijadikan rujukan untuk Indonesia. Ia mencontohkan 30 negara yang berhasil memindahkan ibukota secara fisik, seperti Brasilia di Brasil, Putrajaya di Malaysia, Sejong di Korea Selatan, Astana di Kazakhstan, dan Canberra di Australia. Tetapi, negara-negara tersebut adalah negara non-kepulauan. Sementara Indonesia adalah negara kepulauan yang menjadi lalu lintas maritim di dunia.

Pemerintah sebaiknya mengutamakan hal lain yang lebih penting yaitu pembangunan sumber daya manusia. Anggaran SDM setidaknya 36% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pasalnya, kualitas SDM Indonesia masih berada di bawah Vietnam.

Ia meminta Bappenas maupun lembaga pemerintahan terkait untuk mempertimbangkan pendapat dari publik dan juga akademisi. “Saya tidak anti Bappenas, tapi mari adu logika dengan logika, demi selamatnya Presiden Jokowi,”tambahnya.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Fadhil Hasan mengatakan keputusan pemerintah untuk memindahkan Ibukota Negara yang dikabarkan ke Kalimantan Timur tidak akan memecahkan masalah ekonomi yang masih Jawa sentris.

“Kalau argumennya pemerataan ekonomi seharusnya daerah paling tertinggal yang dijadikan ibu kota seperti di Papua. Kalimantan ekonominya relatif lebih maju dibanding Papua atau Sulawesi. Argumen tersebut masih belum meyakinkan untuk diterima. Pemindahan ibu kota harus melihat kondisi perekonomian negara saat keputusan itu diambil, itu menjadi satu faktor penting dalam keputusan,” tambahnya.

Ia menilai saat ini kita menghadapi era dimana pertumbuhan rendah, di era Orde Baru bisa tumbuh 8 atau 7 persen, era SBY tumbuh 6 persen, sekarang tumbuh 5 persen. Selain itu pendapatan per kapita kita masih lebih rendah dari negara- negara lain. Pertumbuhan industri manufaktur kita juga selalu lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi, seharusnya itu tidak terjadi.

“Sekarang pertumbuhan manufaktur hanya 3,7 persen sehingga perlu agenda reindustrialisasi. Kita mengalami deindustrialisasi dini, sementara negara lain bisa mencapai pertumbuhan industrialisasi 40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Saat ini pertumbuhan industrialisasi kita hanya 20 persen saja dari PDB. Sumber utama ekspor kita masih produk berbasis sumber daya alam yang mungkin tidak terbarukan. Ini tantangan ke depan dan seharusnya pemerintah lebih memprioritaskan hal itu daripada wacana pemindahan ibu kota,” pungkasnya.

Anita Feng, Pengusaha Spa dan Refleksi Beromset Miliaran

 

Kebutuhan akan spa dan refleksi bagi sebagian wanita merupakan hal yang tidak bisa ditinggalkan. Karena selain bisa menjaga kecantikan, dengan rutin melakukan spa dan refleksi akan kebugaran setelah lelah beraktivitas pun akan didapatkan. Sadar dengan hal tersebut, Anita Feng atau yang akrab disapa Anita selalu rutin melakukan spa dan refleksi di tengah kesibukannya beraktivitas.

Seringnya melakukan spa, membuat Anita kerap mengunjungi beberapa tempat spa yang memiliki berbagai kelebihan pada treatment mereka. “Dari sana, saya tahu kelebihan dan kekurangan tempat spa tersebut dan juga manfaatnya,” jelas Anita.

Dari pengalamannya sebagai seorang spa lover (pencinta spa) membuat Anita sadar akan manfaat yang besar dan juga potensi pasar yang sangat menjanjikan di usaha ini. Untuk itu, ia pun tertarik untuk menjalankan usaha spanya sendiri.

Namun karena tidak ingin gagal pada usaha perdananya, Magister Manajemen yang satu ini berusaha membuat usaha spanya agar berbeda dari usaha spa kebanyakan. Dengan mengabungkan berbagai treatment unggulan dari beberapa tempat spa yang pernah dikunjunginya dan memperbaiki berbagai kekurangan yang dimiliki membuat usaha spa yang dijalankannya banyak diminati.

“Saya mencoba membuat tempat sepat yang menggabungkan berbagai treatment berkualitas sehingga menghasilkan manfaat yang besar untuk tubuh,” ujarnya.

Dalam memulai usaha spa dan refleksi yang dirintis sejak Desember 2009 ini, Anita mengeluarkan modal sekitar Rp 200 juta yang digunakan untuk membeli berbagai keperluan spa dan refleksi.

“Saya mencoba mengumpulkan uang yang saya miliki dari jerih payah ketika bekerja di salah satu perusahaan swasta,” jelasnya. Dengan berbagai kelebihan yang coba ditawarkan Royal Garden Spa, tidak heran tempat spa yang satu ini cepat dikenal masyarakat dan perkembangannya semakin pesat.

Tarif Murah

Pengalaman sebagai serang spa lover memang sangat membantu perkembangan usahanya. Karena dari situ, Anita banyak tahu seperti apa yang diinginkan oleh setiap penikmat spa. Seperti misalnya dalam soal harga treatment yang  ditawarkan pelaku usaha spa. Banyak pelaku usaha spa yang memiliki tempat yang nyaman dan treatment berkualitas sering mematok harga yang mahal, sedangkan yang menawarkan harga murah identik dengan kualitas pelayanan yang kurang maksimal.

Dari pengalaman tersebut, Anita berfikir untuk membuat tempat spa yang mengusung konsep value for money (berkualitas dengan harga terjangkau). “Bila hal tersebut bisa diterapkan maka usaha spa akan mendapatkan tempat tersendiri di kalangan spa lovers,” tambahnya.

Mengusung visi Menghadirkan layanan spa berkualitas dengan harga terjangkau dan dekat rumah Anda, Anita mencoba terus memberikan yang terbaik kepada para pencinta spa.

Sadar akan pentingnya kepuasan pelanggan adalah kunci dari kesuksesan usahanya maka Anita mencoba memberikan treatment terbaik kepada mereka agar pelanggan puas dan kembali lagi ke tempat spanya.

“Apabila ada saran dari pelanggan selalu saya tampung untuk dijadikan masukan agar pelayanan atau kualitas bisa terus saya tingkatkan,” ujar Anita.

Dalam treatment dan perawatan yang ditawarkan, Royal Garden Spa mencoba mengambil konsep perawatan tradisional dari Jawa Tengah yang sudah dikenal masyarakat luas.  Ada beberapa macam treatment yang ditawarkan Royal Garden Spa, misalnya untuk meningkatkan kecantikan kulit wajah agar terlihat lebih putih dan halus. Royal Garden Spa mengeluarkan

“Whitening Spa Treatment” yang merupakan kombinasi dari signature Royal Garden massage, lulur whitening, masker badan whitening, masker wajah whitening dan berendam dalam susu hangat. Untuk treatment tubuh lengkap tersebut Royal Garden Spa hanya mengenakan harga Rp 180 ribu hingga Rp 200 ribu.

Selain menawarkan treatment tersebut, Anita melalui Royal Garden Spa miliknya juga kerap melakukan berbagai terobosan perawatan tubuh yang tentunya aman dilakukan dan juga memberikan manfaat yang besar. Antara lain “Slimming Spa Treatment” yang berhasiat menurunkan berat badan sebanyak 0.5-1.5 kg per setiap kali treatment. “Treatment tersebut mengombinasikan massage tapotase dan clapping, alat getar dan hot blanket,” ungkapnya.

Beberapa treatment lainnya yang juga dilakukan Royal Garden Spa adalah facial dengan teknologi khusus, vacuum komedo less red less pain. Lalu ada lulur gold yang mampu membuat kulit setingkat lebih cerah, kenyal dan bercahaya, serta berbagai treatment lainnya.

Pemasaran

Diakui Anita, dalam memasarkan usaha spa dan refleksinya, ia memperkenalkan kepada kerabat, teman dan kenalannya terlebih dahulu. Selain itu, ia juga memanfaatkan media sosial yang saat ini banyak bermunculan.

“Beberapa kali saya juga bekerja sama dengan majalah/koran/tabloid,” ungkapnya.

Demi terus memperluas usahanya Anita juga membuka kesempatan untuk kerja sama kemitraan Royal Garden Spa and Reflexology. Dengan investasi sebesar Rp 75 juta, seseorang sudah bisa membangun sebuah usaha spa dan refleksi di lahan seluas 50 – 60 meter persegi dan di bawah manajemen usaha yang sudah berpengalaman.

Dalam kerja sama tersebut mitra diperkirakan bisa balik modal dalam waktu 10 – 12 bulan. Selain itu Royal Garden Spa juga menawarkan kerja sama dengan luas tempat usaha 150 meter persegi dengan investasi Rp 150 juta dan mitra diasumsikan bisa balik modal dalam waktu 12 bulan.

Dengan perkembangan usaha yang semakin pesat, tidak heran Royal Garden Spa banyak dipilih konsumen dan menjadi salah satu tempat spa yang banyak disukai oleh para spa lover. Dalam satu bulan, Anita bisa memperoleh omset hingga Rp 1 miliar. Selain itu, hingga akhir tahun ini ia berencana akan membuka hingga 8 cabang usaha dan untuk tahun depan Royal Garden Spa memiliki 16 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

KPPU Selidiki Dugaan Praktik Kartel Penetapan Bunga Fintech

0

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sedang meneliti dugaan praktik kartel yang dilakukan pinjaman online (pinjol) atau yang dikenal dengan fintech peer to peer lending.

Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih mengatakan dugaan praktik kartel itu terkait pemberlakuan bunga pinjaman yang tinggi oleh beberapa perusahaan pinjaman online melalui asosiasi. Praktik tersebut bisa melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Kami mengumpamakan ada beberapa fintech bunganya mencapai 0,8 persen per harinya. Dalam satu bulan, berarti debitur mencapai 24 persen bunganya. Padahal, bunga bank saja tidak setinggi itu,” jelasnya di acara jumpa pers di Tamani Cafe, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019.

Ia mengatakan bahwa asosiasi yang menaungi penyedia jasa pinjaman online itu diperbolehkan oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk membentuk aturan sendiri alias self-regulated. Namun aturan yang dibentuk tidak boleh menyentuh wilayah penetapan harga. KPPU akan memanggil asosiasi terkait untuk mengusut tuntas hal ini. Selain itu KPPU juga akan bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Menurutnya setiap industri termasuk digital ekonomi seharusnya ada kegiatan bisnis yang efisien, salah satunya biaya di masyarakat lebih murah. Kalau bunganya lebih tinggi patut dipertanyakan untuk sebuah model bisnis digital ekonomi. Terkait dengan hal itu kini KPPU tengah melakukan penelitian lebih mendalam atas dugaan pelanggaran penetapan harga pada pinjaman online.

“Saat ini digital ekonomi begitu mewabah, karena salah satunya dari sisi harga bahkan sampai ada dugaan predatory pricing atau jual rugi. Kalau faktanya bunganya lebih tinggi dibandingkan konvensional itu merupakan suatu indikasi,” jelasnya.

Selain dugaan praktik kartel pinjaman online, KPPU juga tengah meneliti dugaan praktik monopoli tidak sehat dari pembayaran digital OVO yang diterapkan di area parkir pusat perbelanjaan milik Lippo Group dan rumah sakit Siloam.

Guntur mengatakan selama penelitian ada beberapa indikasi penting seperti hilangnya pembayaran tunai dan Flazz BCA yang semula ada pada tahun 2015 di area parkir pusat perbelanjaan milik Lippo Group. Sebelum ada OVO, parkir di Lippo Mall menggunakan dua alternatif pembayaran, yaitu uang tunai dan kartu Flazz dari bank BCA.

Kasus ini menjadi prioritas KPPU, di samping dugaan praktik usaha tak sehat dari pinjaman online. Kasus ini statusnya adalah perkara inisiatif, bukan laporan dari publik karena KPPU memperhatikan keresahan publik atau konsumen. Saat ini KPPU masih melakukan penelitian dan masih melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak terkait.

“Prosesnya tergantung kompleksitasnya dan kerjasama antar pihak. KPPU masih membuka ruang, setelah penelitian akan masuk ke pemberkasan dan penyelidikan. Saat ini masih tahap penelitian dan belum disimpulkan,” ungkapnya.

Antitrust Investigator KPPU, Devi Matondang, menambahkan di antara beberapa pihak dipanggil, di antaranya adalah Skyparking. Perusahaan ini merupakan pengelola parkir di gedung Lippo. Kemudian dari kompetitornya Securepark, dan juga dari Lippo Mall.