Kamis, Mei 14, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 790

Bread Castle Tawarkan Roti Berkualitas dengan Harga Terjangkau

0

 

Siapa yang tidak kenal roti? Makanan yang terbuat dari tepung ini memang sedang menjadi primadona di masyarakat sebagai salah satu kudapan pengganti nasi. Bukan hanya karena kandungan karbohidratnya, namun berbagai varian rasa yang ditawarkan juga merupakan keunggulan mengapa makanan yang biasa disantap untuk sarapan ini menjadi pilihan.

Salah satu pelaku usaha yang pandai melihat peluang di usaha roti adalah Sita. Wanita yang memang sudah akrab dengan usaha kuliner yang dijalankan keluarga besarnya ini memilih terjun ke usaha roti dengan brand Bread Castle sejak akhir 2010 lalu. Bisa dibilang, dalam merintis usahanya Sita tidak main-main, hal tersebut dapat dilihat dari kesungguhannya dalam membangun produk roti yang berkualitas dengan mendatangkan ahli pastry & bakery berpengalaman.

Berkualitas dan Terjangkau

Bila biasanya roti berkualitas identik dengan kalangan menengah atas, namun dengan hadirnya Bread Castle hal tersebut tidak berlaku lagi. Produk roti yang dikembangkan Bread Castle memang dibuat untuk kalangan menengah ke bawah dengan harga yang terjangkau dan hal tersebut merupakan suatu keunggulan yang dimiliki Bread Castle hingga saat ini.

Dijelaskan Sita, walaupun roti yang dibuatnya memiliki kualitas yang hampir sama dengan roti dari brand ternama, namun dari segi harga Bread Castle lebih terjangkau sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan. Untuk roti manis, Bread Castle memberi harga mulai dari Rp 6.500 hingga Rp 8.500 per pcs.

Selain roti manis yang menjadi unggulan dengan berbagai varian seperti abon, pisang cokelat, pizza dan lain sebagainya, Bread Castle juga menawarkan berbagai produk cake mulai dari Red Velvet Cup Cakes, Rainbow Cake, Tiramisu, hingga cake ulang tahun dan juga donat dengan berbagai pilihan rasa. “Untuk cake ulang tahun kita bisa membuat sesuai dengan pesanan konsumen,” jelasnya.

Selain memiliki berbagai macam varian dan juga harga yang terjangkau, keunggulan lain yang dimiliki produk Bread Castle tidak menggunakan bahan pengawet dan juga halal yang ditunjukkan dengan adanya sertifikasi halal dari MUI. “Untuk warna dari rainbow cake juga menggunakan bahan alami yang aman untuk kesehatan,” ujarnya. Walaupun tidak menggunakan bahan pengawet, namun produk Bread Castle dapat bertahan hingga tiga hari untuk jenis roti yang tidak mengandung daging dan juga mayonnaise, sedangkan yang mengandung dua unsur tersebut hanya dapat bertahan satu hari satu malam.

Kerja Sama

Demi mengembangkan usaha, Bread Castle membuka penawaran kerja sama. Seperti dijelaskan Sita, kerja sama yang ditawarkan sangat fleksibel dan yang pastinya saling menguntungkan. Ada dua konsep kerja sama, yang pertama gerai roti yang open kitchen dan juga distributor. Untuk open kitchen, di mana Mitra bisa membuat sendiri rotinya, investasi yang dibutuhkan tentunya lumayan besar yaitu sekitar Rp 800 juta di luar sewa tempat. “Untuk investasi tersebut Mitra sudah mendapatkan berbagai perlengkapan usaha dan tinggal menjalankannya saja,” tambahnya.

Sedangkan distributor, dengan produk roti yang dipasok dari pusat, Sita memperkirakan investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 30 juta- Rp 75 juta dengan bentuk usaha toko roti tanpa tempat duduk dan meja bagi konsumen, Rp 200 juta hingga Rp 250 juta dengan konsep toko roti yang dilengkapi tempat duduk dan meja untuk konsumen. “Untuk mendukung jalannya usaha, kita melakukan training selama tiga bulan bagi para calon karyawan yang akan bekerja untuk para Mitra,” ujar Sita.

Dengan estimasi keuntungan sekitar 30% bagi Mitra, maka pihak manajemen Bread Castle mengasumsikan Mitra bisa balik modal dalam waktu 18 bulan usaha. Balik modal tersebut, tergantung dari penjualan yang didapat Mitra. Karena itu, bagi setiap Mitra yang ingin bergabung, diharapkan memilih lokasi yang memiliki trafik yang ramai dan juga daya beli masyarakat sekitar tempat usaha.

 

Lazada Percepat Kemajuan Industri Fesyen Lewat In-app Style Space

0

Flatform eCommerce terkemuka di Asia Tenggara, Lazada, meluncurkan in-app channel baru untuk para pecinta fesyen. Style Space adalah ruang kolektif untuk desainer Indonesia dengan menggandeng Jakarta Fashion Week dan Brightspot.

Dengan Style Space, Lazada bertujuan untuk membantu mempercepat kemajuan industri fesyen Indonesia dengan memberdayakan para desainernya untuk memperluas pasar melalui peluang offline-to-online.

Lazada berupaya untuk membantu menciptakan pasar dan ekosistem fesyen yang berkelanjutan di mana desainer dapat memamerkan karya mereka secara luas dan konsumen dapat memperoleh akses tak terbatas ke beragam fesyen terkini yang telah terkurasi dengan baik.

Chun Li, Co-President Lazada Group dan CEO Lazada Indonesia, mengatakan, sebagai destinasi eCommerce terkemuka di Indonesia, Lazada adalah platform bagi para seller dan brand fesyen, juga bagi para konsumen produk fesyen.

“Dengan Lazada Style Space, kami bekerja sama dengan mitra kami yang ternama; Jakarta Fashion Week dan Brightspot untuk mengangkat nama para desainer lokal. Desainer lokal dapat memanfaatkan jangkauan platform, serta infrastruktur kami, untuk mengembangkan bisnis mereka secara online,” katanya.

Chaerul Saleh, Direktur Peningkatan Daya Saing Ekonomi Kawasan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Republik Indonesia mengatakan pihaknya mengapresiasi inisiatif Lazada yang sejalan dengan misi pemerintah untuk mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif yang berbasis ide, kreativitas, dan inovasi khususnya sub-sektor fesyen.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sangat bangga melihat para pemangku kepentingan berinisiatif untuk melakukan kolaborasi strategis yang mendukung pengembangan industri nasional. Seperti contohnya Lazada yang memprakarsai kolaborasi dengan mitra-mitra andalnya di industri fesyen dalam menyediakan akses ke sejumlah besar desainer dan penjual kepada konsumen yang lebih luas.

“Kami berharap dengan kolaborasi seperti ini perkembangan industri fesyen yang saat ini memberikan kontribusi sebesar 18,01 persen terhadap PDB ekonomi kreatif nasional akan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi di masa yang akan datang. Semoga kolaborasi strategis seperti ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dan terus memperkuat ekonomi kreatif Indonesia, ujarnya”

Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) adalah bentuk inisiatif pemerintah Indonesia untuk mendukung perkembangan 16 (enam belas) sub-sektor industri kreatif salah satunya adalah industri fesyen. Bekraf telah mengeluarkan laporan 2019 Creative Economy Outlook di awal tahun ini yang menggarisbawahi aksesoris dan fesyen sebagai kategori di platform eCommerce yang paling banyak dibeli (48.2%).

Turut menghadiri acara peluncuran Style Space, Yuana Rochma Astuti, Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) mengatakan industri fesyen Indonesia telah berkontribusi sebesar 18,01% atau Rp 166,1 triliun untuk PDB Indonesia, dan 57,10% dari bisnis fesyen yang memanfaatkan eCommerce.

“Bekraf melihat Lazada sebagai perusahaan berbasis teknologi yang berkontribusi terhadap ekonomi kreatif yang sedang berkembang melalui platform berbelanja mereka yang inovatif. Dengan Style Space, kami melihat Lazada akan memenuhi kebutuhan fesyen konsumen di seluruh Indonesia serta dapat mengembangkan potensi para desainer berbakat dari dua ajang lokal terkemuka: Jakarta Fashion Week (JFW) dan Brightspot,” ujarnya.

“Harapannya dengan Style Space ini jangkauan penjualan online produk fesyen dari desainer yang terkurasi semakin luas bahkan bisa menembus ekspor dan membawa brand-brand lokal semakin mendunia,” tambah Yuana Rochma Astuti.

Svida Alisjahbana, Chairwoman Jakarta Fashion Week mengatakan Jakarta Fashion Week sudah 12 tahun hadir di tengah pecinta fesyen. “Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan Lazada melalui Style Space karena memiliki visi dan misi yang sama dengan kami, yang mana Jakarta Fashion Week menjadi platform dan Style Space menjadi business enabler yang menghubungkan desainer langsung ke konsumen,” tuturnya.

Sementaraitu, Anton Wirjono, Founder brightspotMRKT mengatakan Brightspot mengkurasi dan mendukung desainer lokal dengan turut membina perkembangan mereka melalui offline channelnya. “Dengan Style Space, kami percaya bahwa Lazada mempunyai keberadaan online yang kuat dan mampu menggapai masyarakat yang lebih luas,” paparnya.

Di ajang peluncuran Style Space, konsumen Lazada dapat menelusuri dan membeli produkproduk fesyen terpilih yang berasal dari 11 desainer Jakarta Fashion Week, 100+ penjual Brightspot, dan 80+ desainer lokal yang dipilih oleh Lazada. Lazada juga akan bekerjasama dengan desainer terpilih untuk meningkatkan pengetahuan eCommerce mereka dan memberikan pelatihan tentang cara memulai dan mengoptimalkan bisnis mereka secara online.

 

IoT Telkomsel di Armada Blue Bird Beri Nilai Tambah Bagi Konsumen

Sebagai salah satu penyedia layanan telekomunikasi, Telkomsel terus bergerak maju memperkuat komitmennya dalam melakukan digitalisasi di berbagai industri, salah satunya melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT). Karena itu, Telkomsel berkolaborasi dengan Bluebird lewat mengintegrasikan layanan IoT terdepan pada armada taksi Bluebird. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) di Jakarta, Senin (26/08/2019)

“Telkomsel bangga dapat menghadirkan solusi inovatif berbasis Internet of Things di industri transportasi bagi Bluebird. Implementasi IoT Telkomsel ke dalam ekosistem digital Bluebird merupakan perwujudan komitmen kami dalam mendukung visi Making Indonesia 4.0 dari pemerintah,” kata Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini.

Dalam kolaborasinya dengan Bluebird, Telkomsel menghadirkan IoT Control Center, solusi cloud-based yang aman dan terpercaya untuk melakukan manajemen perangkat IoT. IoT Control Center mampu memberikan visibilitas dan keamanan aset perusahaan, menjaga kualitas layanan, memastikan kinerja perangkat selalu optimal, serta memprediksi biaya pengeluaran.

IoT Control Center mampu memperkuat sebuah ekosistem IoT secara menyeluruh melalui berbagai perangkat yang saling terkoneksi di dalam jaringan Bluebird. Salah satunya adalah IoT Bluebird yang akan menjadi solusi pengganti Fleety, sebagai perangkat penghitung argo serta penerima pesanan berbasis jaringan 2G yang selama ini dipakai di armada Bluebird.

“Perangkat IoT Bluebird akan didukung oleh jaringan 4G LTE Telkomsel, sebagai perangkat komputer multi-fungsi yang terpasang di semua tipe armada Bluebird lengkap dengan fitur seperti argo meter untuk taksi, pengiriman order penumpang, pelacakan posisi (GPS), komunikasi dengan penumpang dan operator pusat, termasuk pembayaran,” paparnya.

Menurut Emma, perangkat ini juga terhubung langsung dengan kendaraan sehingga mampu membaca data-data vital dari kondisi kendaraan dan mengirimkannya langsung ke sistem aplikasi Bluebird.

“Menghadirkan layanan dan solusi digital yang komprehensif dan berkelanjutan merupakan komitmen Telkomsel dalam mengakselerasikan ekosistem digital di Indonesia. Semoga kolaborasi antara Telkomsel dengan Bluebird ini dapat menginspirasi berbagai industri lainnya dalam mengimplementasikan teknologi digital demi karena penguasaan teknologi menjadi kunci penentu bagi Indonesia untuk bisa bersaing di era Industri 4.0.” tutup Emma.

Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini dan Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Noni Purnomo saat melakukan penandatangan kerja sama pemanfaatan layanan solusi bisnis korporasi Telkomsel berbasis teknologi IoT di Jakarta, (26/8). dok Telkomsel

Sementara itu, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Purnomo menyampaikan berbagai manfaat yang dihadirkan. “Bluebird berharap IoT Bluebird yang didukung oleh layanan Telkomsel ini dapat menjadi solusi yang membantu Bluebird mengakselerasikan produktivitas dan kinerja sehingga mampu memberikan nilai tambah dalam melayani pelanggan.

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan efisiensi di dalam operasional Bluebird, namun juga berdampak positif bagi industri transportasi di Indonesia melalui peningkatan kualitas layanan penumpang, pengemudi dan juga kendaraan,” tuturnya.

Untuk saat ini, ekosistem IoT di armada Bluebird ditargetkan untuk diimplementasi pada 10.000 unit hingga 31 Desember 2019. Secara keseluruhan potensi armada Bluebird yang mengimplementasikan layanan IoT Control Center Telkomsel mencapai 25.000 taksi dimana target tersebut akan dicapai pada Kuartal II tahun 2020.

Tidak hanya mentransformasi operasional taksi Bluebird menjadi berbasis IoT, Telkomsel turut menyediakan akses khusus yaitu UMB (USSD Menu Browser) khusus bagi pengemudi taksi Bluebird untuk melakukan top-up paket data dari Telkomsel.

 

Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital, Investree dan BRI Lanjut Kolaborasi

0

 

Investree (PT Investree Radhika Jaya) dan Bank Rakyat Indonesia (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk) meresmikan kolaborasi penyaluran pendanaan untuk pinjaman melalui platform Investree di Brilian Center, Central Park Gedung BRI 2, Jakarta Senin (26/08/2019).

Ini merupakan kelanjutan dari Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyaluran Pendanaan untuk Pinjaman melalui Platform Investree yang sudah dilakukan tepat setahun lalu pada bulan Agustus 2018, peresmian ini diwakili oleh Co-Founder & CEO, Adrian Gunadi, dari pihak Investree dan Direktur Ritel dan Menengah, Supari, dari pihak BRI, untuk merealisasikan manfaat hadirnya teknologi finansial (fintech) dalam membantu BRI memberikan akses pembiayaan yang mudah dan cepat bagi UKM di Indonesia.

“Pembaruan kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi keberlangsungan bisnis Investree sekaligus membawa semangat baru bagi kami dan BRI untuk terus menghadirkan kecepatan dan kemudahan dalam mengakses pinjaman kepada para pelaku UKM di Tanah Air serta memperkuat ekosistem ekonomi digital yang sudah ada. Hal ini membuktikan bahwa institusi perbankan sebesar BRI menaruh kepercayaan yang besar kepada Investree sebagai pionir marketplace lending. Selain itu, ini juga mematahkan anggapan beberapa orang bahwa fintech adalah pesaing bank. Justru fintech ada untuk melengkapi fungsi perbankan terutama dalam memenuhi permintaan masyarakat terhadap akses pinjaman yang fleksibel,” papar Adrian

Bentuk kolaborasi integrasi yang dilakukan oleh Investree dan BRI memudahkan BRI sebagai Pemberi Pinjaman Institusi dalam mendanai pinjaman-pinjaman yang diajukan oleh Borrower-Borrower Investree yang mayoritas adalah UKM dari berbagai bidang usaha di platform Investree. Terutama bagi badan usaha yang belum memenuhi persyaratan perbankan dalam memperoleh pinjaman.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi bersama Direktur Ritel dan Menengah, Supari (dok ist)

Untuk kerja sama fase 2 (dua) ini, BRI berkomitmen untuk melakukan penambahan angka penyaluran kredit sebesar Rp 200 miliar. Keuntungan dari kerja sama ini benar-benar dirasakan oleh para Borrower Investree yang mendapatkan pendanaan dari BRI.

Adanya kolaborasi ini semakin mengokohkan posisi Investree sebagai pelopor B2B marketplace lending yang berfokus pada pemberdayaan UKM di lingkup lokal dan regional, sejalan dengan semangat ekspansi yang dibawa oleh Investree menuju negara-negara lain di Asia Tenggara.

“Kami optimis (kolaborasi) ini akan memberikan banyak maslahat utamanya dalam menjangkau pelaku-pelaku UKM yang selama ini masih belum bisa terlayani oleh bank untuk akses pembiayaan. Selain berkomitmen untuk terus menggali potensi kerja sama lain dengan BRI sebagai bank beraset terbesar di Indonesia, kami juga membuka pintu kerja sama yang sebesar-besarnya untuk bank-bank lain yang ingin ikut andil dalam upaya memajukan UKM dan mencapai cita-cita besar inklusi keuangan,” tutup Adrian mantap.

Hingga akhir bulan Agustus 2019, Investree berhasil membukukan catatan total fasilitas pinjaman Rp 3,04 triliun dan nilai pinjaman tersalurkan Rp 2,36 triliun dengan rata-rata tingkat pengembalian (return) 16,3% p.a. dan TKB90: 98,9%.

OPMS Siap IPO 400 Juta Saham Bulan Depan

0

 

PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OMPS) akan melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 23 September 2019 mendatang. Perusahaan penyedia besi scrap ini mematok harga penawaran di rentang Rp 125-Rp 135 per saham.

Optima Prima akan menerbitkan saham baru sebanyak 400 juta saham atau 40% dari jumlah seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Setelah menggelar IPO nanti OPMS akan memperoleh dana segar sebanyak Rp 50 miliar-Rp 54 miliar. Optima Prima menggandeng PT Sinarmas Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Direktur Utama OPMS, Meilyna Widjaja, mengungkapkan bahwa melantainya perusahaan di bursa menjadi upaya OPMS dalam memperkuat bisnis di bidang besi scrap, di mana sebagian besar berasal dari kapal bekas. Ia optimis, kendati terbilang anyar di Indonesia, industri besi bekas diklaim mempunyai pangsa pasar yang besar.

“Kami bersyukur bidang usaha yang kami pilih, yakni penjualan besi scrap dari hasil pemotongan kapal telah menunjukkan kinerja yang positif. Hal ini seiring dengan peningkatan kebutuhan besi baja di Indonesia,” katanya seusai public ekspose di Jakarta, Senin (26/08/2019).

Meilyna menjelaskan saat ini, sektor konstruksi, manufaktur, dan otomotif tengah bertumbuh. Begitu pula pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa, seperti pembangunan infrastruktur transportasi (jalan tol, jembatan, bandara, pelabuhan), power plant, dan bendungan juga mendukung pertumbuhan bisnis produk logam

“Kami berharap kehadiran OPMS dapat menjadi warna baru bagi pasar modal di Tanah Air. Dengan komitmen yang tinggi dalam menjalankan bisnis perusahaan, kami bersyukur dapat mengambil bagian terhadap pengadaan bahan baku besi baja di Indonesia. Dengan ini berarti kami meningkatkan efisiensi karena dapat mengurangi ketergantungan industri baja terhadap bahan baku impor di tengah proyek pembangunan infrastruktur dalam negeri yang tinggi,” tutup Meilyna.

Direktur Keuangan OPMS Alan Priyambodo Krisnamurti mengatakan hingga April 2019, Optima Prima mencatatkan pertumbuhan yang positif yakni penjualan tumbuh 44,2% menjadi Rp 35,2 miliar dari sebelumnya Rp 24,4 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba bersihnya juga meningkat pesat menjadi Rp 2,13 miliar padahal pada April tahun lalu membukukan rugi bersih sebesar Rp 249,38 juta.

Sementara itu, Direktur Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli menjelaskan dalam penawaran umum ini harga yang ditetapkan pada rentang Rp 125- Rp 135 per saham mengacu pada laba bersih akhir tahun ini yang mencerminkan PER di 7,5 kali-8 kali. Kerry menyatakan PBV-nya juga di bawah 1 yakni 0,41 kali sampai 0,45 kali sehingga menurutnya banyak investor yang akan investasi di saham ini.

Setelah due diligence yang digelar pada hari ini, OPMS akan melakukan bookbuilding pada 26 Agustus-28 Agustus mendatang. Adapun masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 12 September-16 September 2019, dilanjutkan dengan penjatahan pada 18 September 2019. Selanjutnya pada 20 September 2019 Optima Prima akan melakukan distribusi saham. Kalau tidak ada aral melintang, Optima Prima akan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 September 2019.

 

 

Trik Jitu Pertahankan Pelanggan Ketika Pindah Tempat Usaha

0

 

Sudah lumrah jika usaha dengan tempat ngontak, si empunya ruko tak inggin memperpanjang kontrak atau menaikkan harga 2 kali lipat dari harga kontrak semua. Apalagi bisnis di lokasi tersebut kian ramai. Mengatasi hal tersebut, tahap pertama yang harus dicoba adalah melakukan negosiasi lebih dulu.

Berhasil tidaknya negosiasi itu urusan belakang. Yang penting dicoba dulu. Dengan pendekatan pertemanan, Anda bisa lakukan tawar menawar. Siapa tahu pemilik berubah pikiran kalau Anda sampaikan membuka usaha makan tidaklah gampang dan banyak risikonya. Kalau pemilik berubah pikiran dan menyewakan kembali, ada kemungkinan dia akan menaikkan harga sewa. Kalau kenaikannya masih rasional, katakan 5-10% dari harga sewa lama masih wajar. Namun kalau naiknya sudah berkali-kali lipat Anda perlu hitung dulu antara biaya sewa dan pemasukan.

Kalau ternyata, pemilik tidak mau negosiasi dan inginnya Anda pergi, tidak perlu risau. Anda masih memiliki alternatif kedua yaitu membuka usaha di tempat baru. Sebagai contoh tidak usah jauh-jauh, toko keluarga saya. Ceritanya begini. Kami membuka toko elektronik di daerah yang dekat dengan kos-kosan mahasiswa dengan lalu lintas yang ramai. Untuk tempat, kami menyewanya.

Waktu itu hanya ada toko kami yang mempelopori toko elektronik di sepanjang ruas jalan tersebut. Dari pelanggan yang hanya segelintir orang akhirnya menjadi ratusan orang per hari. Rupanya setelah dua tahun berjalan dan masa sewa akan habis, pemilik tempat tidak mengijinkan untuk diperpanjang. Akhirnya dalam sisa waktu dua bulan, kami harus mencari lokasi yang baru. Kami tanya ke tetangga sebelah kanan dan kiri. Tujuannya mencari lokasi baru yang terdekat dengan yang lama. Beruntung, kami mendapat lokasi yang jaraknya hanya 10 rumah dari tempat yang kami sewa selama ini.

Nah, apa yang kami lakukan sembari menanti waktu dua bulan untuk pindah. Pertama, sedini mungkin kami selalu memberi pesan pada pelanggan kalau dua bulan lagi akan pindah ke 10 rumah di samping kiri. Pesan ini juga tertulis di pintu depan, lewat selebaran yang dimasukkan ke tas kresek pelanggan, maupun disampaikan dengan kata-kata langsung.

Kedua, papan nama yang sama persis kami pindah ke toko baru. Ini penting supaya pelanggan cepat mengenal bahwa toko kami memang yang dulu. Ketiga, di lokasi yang baru kami justru lebih agresif memajang barang di depan. Rupanya, pelanggan lama kami tetap setia. Maklum selama ini toko kami selalu membina hubungan akrab dengan pelanggan bagaikan teman.

Memang ada beberapa pelanggan yang kesasar ke tempat lama yaitu toko yang dibuka oleh pemilik tempat. Namun, setelah mereka sadar, mereka kembali lagi ke toko kami. Tidak lama kemudian pemilik tempat yang buka toko elektronik tadi akhirnya tutup karena dia tidak tahu banyak seluk beluk bisnis elektronik. Bisnis memang tidak bisa sekadar ikutan-ikutan atau meniru.

Jadi kalau mau diringkas, yang perlu dilakukan kalau pemilik tempat tidak boleh memperpanjang sewa, pertama, coba upayakan dulu dengan negosiasi. Kedua, cari tempat yang sedekat mungkin dengan lokasi lama. Ketiga, beritahu sedini mungkin ke setiap pelanggan kalau toko Anda akan pindah, pasang pengumuman besar di pintu. Keempat, tidak perlu khawatir pindah di tempat yang baru karena rezeki sudah diatur Tuhan.

 

oleh: Istijanto Oei,

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku “Jurus-jurus Sakti Wirausaha”

www.istijanto.com

 

Industri Manufaktur Kehilangan Tenaga, Jokowi Minta Lakukan Ekspansi

0

 

Kepala Ekonom IHS Markit Bernard Aw mengatakan sektor manufaktur Indonesia menghadapi penurunan kondisi permintaan domestik pada awal kuartal ketiga 2019. Purchasing Managers’ Index (PMI) mencatat aktivitas sektor manufaktur mengalami penurunan sepanjang Juli 2019 atau pertama kali sejak Januari. PMI Indonesia yang dirilis IHS Markit berada di level 49,6 atau di bawah angka bulan sebelumnya yang sebesar 50,6.

Data indeks di atas 50 menunjukkan peningkatan di semua variabel survei, sedangkan di bawah 50 mengindikasikan penurunan. Indeks headline adalah indikator tunggal yang memberikan gambaran singkat tentang kondisi bisnis di sektor manufaktur, dan disusun dari pertanyaan-pertanyaan seputar permintaan, output, ketenagakerjaan, waktu pengiriman dari pemasok, dan inventaris.

Menurut Markit Bernard indikatornya antara lain perusahaan mengurangi produksi untuk menyesuaikan dengan kondisi pertumbuhan tingkat pesanan yang rendah, penurunan penumpukan pekerjaan, dan kenaikan inventaris barang jadi.

“Mereka juga mengurangi aktivitas pembelian dan lebih mengutamakan mengandalkan inventori input yang ada untuk memenuhi syarat produksi,” ujarnya.

Kendati demikian, Bernard menilai PMI pada Juli masih menunjukkan bahwa manufaktur membantu mendorong laju pertumbuhan ekonomi tahunan lebih dari 5%. Di sisi lain, perusahan tetap optimistis tentang perkiraan bisnis pada tahun yang akan datang.

“Meski Indeks Output Masa Depan, tolok ukur kepercayaan, turun pada bulan Juli. Tingkat tersebut masih tergolong tinggi dan tepat di atas rata-rata tahun 2018, menunjukkan bahwa ganjalan lunak saat ini hanya berlangsung sementara,” lanjut Bernard.

Ditengah lesunya industri manufaktur, Presiden Joko Widodo menegaskan supaya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pengusaha swasta nasional harus berani melakukan ekspansi ke pasar regional dan global.

Ia mengungkapkan saat ini merupakan momentum yang tepat untuk unjuk gigi di level internasional. Tepatnya, ketika Indonesia berada di puncak periode bonus demografi antara 2020-2024.

 

 

 

 

 

CORE: Perombak Manajemen BUMN Merusak Tata Kelola dan Bebani Menteri Selanjutnya

0

 

Direktur Riset Center of Reform on Economics atau CORE Indonesia, Piter Abdullah Redjalam menyorot perombakan manajemen lima perusahaan BUMN yang akan dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno akhir Agustus ini. Menurutnya hal ini akan membebani menteri BUMN yang akan menjabat selanjutnya.

“Perlu juga dihindari untuk melakukan penggantian yang terlalu cepat. Pergantian menteri masih akan ada 2 bulan lagi, apa alasan mendesak mengganti direksi BUMN saat ini? Jangan merusak tata kelola yang sudah ada saat ini. Kalau mungkin ya mungkin aja,” tegas dia.

Lima BUMN akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di akhir bulan ini. Agendanya sama yakni evaluasi semester I-2019 dan pergantian pengurus perusahaan, baik direksi maupun komisaris.

BUMN itu yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk/(BMRI) yang akan menggelar RUPSLB pada 28 Agustus di Menara Mandiri, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk/BBTN pada 28 Agustus di Gedung Menara BTN, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) pada 30 Agustus di Four Seasons Hotel.

Lainnya yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk/BBNI pada 30 Agustus di Menara BNI dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk/BBRI yang akan menyelenggarakan RUPSLB pada 2 September dengan lokasi di kantor pusat BRI.

Pelaksanaan RUPSLB ini berseberangan dengan ultimatum dari Jokowi yang melarang seluruh menteri Kabinet Kerja mengeluarkan kebijakan strategis termasuk merombak jajarannya, termasuk direksi perusahaan pelat merah.

Menangguk Untung dari Bisnis Produk Fast Moving

 

Sebagai kebutuhan pokok, air dan gas memang sudah tidak dapat dipisahkan lagi. Ditambah sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak tanah memaksa masyarakat berpindah menggunakan bahan bakar gas elpiji. Begitu juga dengan gaya hidup serba praktis dan semakin berkurangnya air bersih, meningkatkan pemintaan pasokan air minum dalam kemasan. Kedua hal inilah yang menurut pengamat kewirausahaan, Bambang Wahyu Purnomo, membuat usaha  keagenan gas dan AMDK akan terus mencorong.

“Saat ini orang sudah tak mau lagi direpotkan memasak air sekadar membuat air teh atau kopi panas. Begitu juga untuk mendapatkan air minum bersih dan higienis. Jadi prospek usaha ini akan terus meningkat seiring peningkatan kebutuhan air minum tiap tahunnya,” tandas Bambang.

Selain itu, menurut Willy Shidara, Pengamat Air Minum Bersih yang juga mantan Presiden Direktur PT Aqua Golden Missisipi, hingga tahun ini kebutuhan air di Indonesia sudah mencapai 15 miliar liter per tahun dan akan terus meningkat 10–15% tiap tahun. Menariknya bisnis air minum dan gas ini akan berkembang selaras dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, sehingga bisnis keaganan gas dan air minum sangat layak untuk diseriusi.

Sistem Distribusi

Jalur distribusi gas dan air minum menggunakan sistem keagenan dengan tingkatan sederhana, dimulai dari Distributor–Agen–Pengecer– Konsumen. Bagi Anda yang berminat merintis bisnis basah ini, harus jeli membidik bagian mana yang paling menguntungkan dan tentunya disesuaikan dengan modal yang dimiliki.

Untuk Anda yang ingin menjadi Distributor gas elpiji maupun AMDK harus menyiapkan modal yang tidak sedikit, bisa mencapai ratusan hingga miliaran rupiah. Pasalnya seorang Distributor harus berbadan hukum usaha lengkap, memiliki tempat usaha, armada, melakukan minimal stok barang mulai dari ratusan hingga ribuan galon/tabung yang telah ditentukan produsen.

Kesempatan berikutnya adalah menjadi Agen dan Sub Agen. Syaratnya biasanya berdasarkan jumlah kemampuan membeli dan mendistribusikan gas maupun air minum. Semakin banyak barang yang dibeli, semakin besar pula potongan harga (diskon) yang dapat dinikmati.

Besarnya diskon bagi Agen berkisar 2–10%. Jangan dilihat dari tipisnya keuntungan Agen, tetapi juga perlu diperhatikan penjualan AMDK dan gas elpiji ini bersifat likuid atau laku keras dengan pembelian yang kontinu, sehingga perputarannya sangat cepat dan keuntungan yang didapat juga akan ikut menggunung.

Mata rantai berikutnya adalah Pengecer. Sebagai ujung tombak, biasanya laba yang didapatkan semakin besar. Jika harga 1 galon AMDK di tingkat Agen sekitar Rp 10 ribu saja, pengecer bisa menjual dengan harga Rp 12 ribu, dengan demikian besar keuntungan yang dapat diraih sekitar 20%. Menariknya, modal yang diperlukan tidak terlalu besar. Misal saja untuk menjadi Pengecer Aqua, dengan modal membeli 25 galon seharga Rp 30 ribu per galon, maka dengan modal Rp 750 ribu, Anda sudah bisa memulai usaha ini.

Seperti yang diungkapkan Edy Rianto, Regional Sales Manager PT Santa Rosa Indonesia, produsen air dalam kemasan merek Oasis, cabang Jakarta Selatan bahwa keuntungan terbesar berada di Pengecer. “Karena pengecer ujung tombak, tentu untungnya lebih besar. Namun Agen pun kami bolehkan menjual pada konsumen langsung. Di samping itu, meski keuntungan Agen tipis, namun volume penjualannya sangat tinggi jadi jika dihitung-hitung untungnya besar juga,” tambahnya.

Strategi Marketing

Lantaran bisnis penjualan AMDK dan gas elpiji ini termasuk bisnis yang cukup menguntungkan, tak heran banyak pelaku usaha yang terjun ke bidang ini. Selain itu, kemunculan merek–merek baru, membuat produsen maupun penjual harus pintar mengatur sistem pendistribusian dan strategi pemasarannya. Belum lagi persaingan dengan pelaku usaha air minum isi ulang (refill), air minum osmosis, air minum beroksigen.

“Persaingannya sudah cukup ketat, karena banyaknya pemain khususnya di bisnis air minum,” kata Bambang Wahyu Purnomo.

Nah guna memenangkan persaingan, Bambang menyarankan agar terutama Pengecer air minum maupun gas lebih agresif memasarkan produknya dengan sistem jemput bola, pelayanan cepat dan memberikan potongan harga bagi konsumen yang membeli dalam jumlah banyak.

Yang dimaksud dengan pemasaran jemput bola seperti yang diterapkan oleh manajemen AHS (Aqua Home Service) dengan memberikan bantuan promosi mensosialisasikan AHS ke 500 rumah/responden di setiap pembukaan AHS di satu kompleks perumahan.

“Jemput bola juga bisa diterapkan dengan pemesanan pesan antar via telepon, SMS hingga online dengan produk diantar langsung ke tempat konsumen tanpa ongkos kirim,” tambah Bambang.

Pelayanan cepat juga menjadi keunggulan dari PT Santa Rosa Indonesia, yang mampu eksis di tengah ketatnya persaingan dengan memberikan Layanan Cepat Oasis (LCO) sehingga dalam waktu 1-2 hari setelah pemesanan, barang sudah sampai di tempat Agen.

Sementara itu, untuk Agen maupun Pengecer diharapkan mampu memenuhi permintaan konsumen di hari yang sama dalam hitungan jam. Untuk itu, agar lebih tepat sasaran Oasis fokus menyasar kompleks perumahan, apartemen, rumah susun, perkantoran, serta mal.

Selain itu, strategi pemasaran lain yang dapat dilakukan adalah dengan membidik lokasi usaha baru yang belum terlalu banyak pelaku usaha air minum maupun gas. Misalnya, kompleks perumahan baru, apartemen, mal dan perkantoran baru yang tentunya memerlukan pasokan air minum dan gas.

Strategi lain yang juga dapat diterapkan adalah memberikan alternatif beberapa jenis merek maupun ukuran kemasan air minum maupun gas seperti yang dilakukan Distributor PT Tirta Varia Intipratama yang menyediakan air minum kemasan merek AQUA dan VIT. Begitu juga dengan CV. Agen Gas Adin, Distributor resmi gas yang menyediakan gas dari PT Pertamina dan Blue Gas. Sedangkan untuk ukuran yang paling diminati adalah kemasan galon untuk air minum kemasan dan ukuran tabung 3 kg untuk gas elpiji.

“Dengan banyaknya pelaku usaha air minum dan gas ini, lebih baik memberikan pelayanan yang memudahkan konsumen daripada berperang harga, karena keuntungan yang diperoleh semakin tipis. Selain itu semakin variatif produk yang disediakan, maka semakin luas pula segmentasi pasar yang dituju,” ujar Bambang.

Sementara itu menyikapi semakin banyaknya pelaku usaha refill dan air minum beroksigen yang muncul belakangan, Willy Sidharta tidak melihat sebagai kompetitor, karena masing-masing memiliki pasar yang berbeda. “Meski beredar jenis minuman beroksigen atau pun yang memiliki khasiat lainnya, tetap pasar air minum untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari tak akan tergoyahkan,” terang Willy.

 

Fotokuunik Jagonya Karikatur Digital  Mirip Wajah Asli

0

 

Saat ini semakin banyak orang yang ingin memberikan kenang-kenangan yang berbeda dari biasanya dan dapat dikenang sepanjang masa. Salah satu yang cukup diminati saat ini adalah karikatur digital. Melihat hal itu, Ery Setiawan tertarik mencoba  membuat karikatur digital. Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Ery ini mulai berpikir untuk membuat sebuah usaha yang berhubungan dengan karikatur digital menggunakan media komputer.

“Kalau manual kan sudah biasa. Nah, saya ingin memberikan sentuhan modern dengan membuat karikatur digital, selain itu cara membuatnya tidak serumit karikatur manual,” terangnya.

Modal awal  yang dikeluarkan Ery ketika memulai usaha karikatur digital sebesar Rp 15 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli dua set komputer, mesin printing dan peralatan lain. Ery tidak perlu menyewa bangunan atau ruko untuk operasional usaha karena ia cukup menempati salah satu ruangan di rumahnya sebagai ruang kantor atau yang ia sebut digital workshop.

Ragam Layanan

Demi memanjakan pelanggan, Ery selalu berkreasi dalam memberikan karya karikatur digital. Tarif jasa karikatur digital yang ditawarkan Ery cukup beragam. Karikatur 1 wajah orang Rp 200 ribu, 2 wajah orang Rp 250 ribu per wajah, karikatur 3-5 wajah orang Rp 100 ribu per wajah dan 6-10 orang Rp 85 ribu per wajah.

Harga akan semakin murah apabila memesan lebih banyak karakter wajah orang. Untuk 11-20 orang akan dikenakan tarif Rp 70 ribu per wajah dan 20-30 wajah orang Rp 60 ribu per wajah. Sedangkan karikatur lebih dari 30 orang Rp 50 ribu per wajah.

Ery juga menawarkan layanan pembuatan mozaik, siluet, dan sketsa. Mozaik merupakan pembuatan foto menggunakan kepingan-kepingan foto yang disusun menjadi sebuah gambar, atau sosok utama.

Ery membutuhkan satu foto utama dan setidaknya 30 foto lainnya sebagai elemen mozaik. “Bahkan lebih banyak foto lebih baik,” jelasnya. Harga yang ditawarkan dalam pembuatan mozaik Rp 150 ribu per desain.

Jasa lain yang ditawarkan Ery adalah foto siluet, dengan tampilan foto berupa siluet hitam putih di atas background puluhan foto yang berukuran kecil dan tersusun secara overlapping satu sama lain. Tarif yang diberikan oleh Ery untuk jasa pembuatan siluet ini Rp 100 ribu per desain.

Kelebihan

Fotokuunik menurut Ery memiliki kelebihan dari segi kemiripan objek dengan gambar dalam karikatur digital. ”Secara detail memang agak rumit tapi di situlah ciri khasnya Fotokuunik. Saya selalu menerima revisi dari pelanggan sebelum finishing agar detail-detail yang diinginkan oleh pelanggan bisa dibuat sebagus mungkin,” ujarnya bangga.

Pria lulusan S1 Teknik Pertanian UGM Yogyakarta ini juga selalu memberikan draft gambarnya kepada pelanggan agar bisa dilakukan revisi apakah ada kekurangan atau ada kelebihan detail. Apabila sudah di-approve, barulah ia mengerjakan pewarnaan dan menggambar konsep yang sudah ditentukan pemesan.

Strategi Pemasaran

Dari awal memulai usaha hingga sekarang, Ery mempromosikan melalui blog dan Kaskus. ”Saya hampir tidak pernah bertemu dengan pelanggan-pelanggan saya karena sebagian besar memesan melalui telepon ataupun email. Mungkin hanya beberapa yang mengunjungi tempat saya karena ingin melihat hasil-hasil kerja saya,” jelasnya.

Pria yang memiliki hobi traveling ini menawarkan jasa Fotokuunik yang menyasar berbagai kalangan, namun kebanyakan pelanggan Fotokuunik berasal dari corporate atau perusahaan. Kebanyakan karya-karya yang dipesan digunakan untuk kenang-kenangan kepada karyawan, atau pajangan di kantor.

Dengan kreativitas desain yang menarik, membuat Ery selalu kebanjiran order setiap bulan sekitar 30-50 desain karikatur, dengan omset mencapai Rp 40 juta. Selain itu, karya-karya miliknya bukan hanya dibeli oleh pelanggan dari Jakarta saja, namun sudah menyebar hingga ke luar Jakarta.

Prospek Usaha

Usaha jasa pembuatan karikatur secara digital ini menurut Ery prospeknya akan semakin berkembang pesat. Ia melihat saat ini sudah cukup banyak pelaku-pelaku usaha baru dan sudah pasti persaingan akan semakin pesat. Namun ia tidak khawatir dan menyerahkan semuanya kepada pelanggan yang telah banyak menggunakan jasanya.

Walaupun banyaknya pesaing, Ery tetap konsisten dengan ciri khas yang dimilikinya, yaitu membuat karakter pada karikatur digital mirip dengan aslinya. Ery juga akan tetap memperluas wawasan tentang konsep-konsep karikatur digital yang harus dibuat, agar hasil karyanya tidak monoton dan selalu dinamis kedepannya.