Menangguk Untung dari Bisnis Produk Fast Moving

0
840
Bisnis fast moving (dok sepedamotor.com)

 

Sebagai kebutuhan pokok, air dan gas memang sudah tidak dapat dipisahkan lagi. Ditambah sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak tanah memaksa masyarakat berpindah menggunakan bahan bakar gas elpiji. Begitu juga dengan gaya hidup serba praktis dan semakin berkurangnya air bersih, meningkatkan pemintaan pasokan air minum dalam kemasan. Kedua hal inilah yang menurut pengamat kewirausahaan, Bambang Wahyu Purnomo, membuat usaha  keagenan gas dan AMDK akan terus mencorong.

“Saat ini orang sudah tak mau lagi direpotkan memasak air sekadar membuat air teh atau kopi panas. Begitu juga untuk mendapatkan air minum bersih dan higienis. Jadi prospek usaha ini akan terus meningkat seiring peningkatan kebutuhan air minum tiap tahunnya,” tandas Bambang.

Selain itu, menurut Willy Shidara, Pengamat Air Minum Bersih yang juga mantan Presiden Direktur PT Aqua Golden Missisipi, hingga tahun ini kebutuhan air di Indonesia sudah mencapai 15 miliar liter per tahun dan akan terus meningkat 10–15% tiap tahun. Menariknya bisnis air minum dan gas ini akan berkembang selaras dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, sehingga bisnis keaganan gas dan air minum sangat layak untuk diseriusi.

Sistem Distribusi

Jalur distribusi gas dan air minum menggunakan sistem keagenan dengan tingkatan sederhana, dimulai dari Distributor–Agen–Pengecer– Konsumen. Bagi Anda yang berminat merintis bisnis basah ini, harus jeli membidik bagian mana yang paling menguntungkan dan tentunya disesuaikan dengan modal yang dimiliki.

Untuk Anda yang ingin menjadi Distributor gas elpiji maupun AMDK harus menyiapkan modal yang tidak sedikit, bisa mencapai ratusan hingga miliaran rupiah. Pasalnya seorang Distributor harus berbadan hukum usaha lengkap, memiliki tempat usaha, armada, melakukan minimal stok barang mulai dari ratusan hingga ribuan galon/tabung yang telah ditentukan produsen.

Kesempatan berikutnya adalah menjadi Agen dan Sub Agen. Syaratnya biasanya berdasarkan jumlah kemampuan membeli dan mendistribusikan gas maupun air minum. Semakin banyak barang yang dibeli, semakin besar pula potongan harga (diskon) yang dapat dinikmati.

Besarnya diskon bagi Agen berkisar 2–10%. Jangan dilihat dari tipisnya keuntungan Agen, tetapi juga perlu diperhatikan penjualan AMDK dan gas elpiji ini bersifat likuid atau laku keras dengan pembelian yang kontinu, sehingga perputarannya sangat cepat dan keuntungan yang didapat juga akan ikut menggunung.

Mata rantai berikutnya adalah Pengecer. Sebagai ujung tombak, biasanya laba yang didapatkan semakin besar. Jika harga 1 galon AMDK di tingkat Agen sekitar Rp 10 ribu saja, pengecer bisa menjual dengan harga Rp 12 ribu, dengan demikian besar keuntungan yang dapat diraih sekitar 20%. Menariknya, modal yang diperlukan tidak terlalu besar. Misal saja untuk menjadi Pengecer Aqua, dengan modal membeli 25 galon seharga Rp 30 ribu per galon, maka dengan modal Rp 750 ribu, Anda sudah bisa memulai usaha ini.

Seperti yang diungkapkan Edy Rianto, Regional Sales Manager PT Santa Rosa Indonesia, produsen air dalam kemasan merek Oasis, cabang Jakarta Selatan bahwa keuntungan terbesar berada di Pengecer. “Karena pengecer ujung tombak, tentu untungnya lebih besar. Namun Agen pun kami bolehkan menjual pada konsumen langsung. Di samping itu, meski keuntungan Agen tipis, namun volume penjualannya sangat tinggi jadi jika dihitung-hitung untungnya besar juga,” tambahnya.

Strategi Marketing

Lantaran bisnis penjualan AMDK dan gas elpiji ini termasuk bisnis yang cukup menguntungkan, tak heran banyak pelaku usaha yang terjun ke bidang ini. Selain itu, kemunculan merek–merek baru, membuat produsen maupun penjual harus pintar mengatur sistem pendistribusian dan strategi pemasarannya. Belum lagi persaingan dengan pelaku usaha air minum isi ulang (refill), air minum osmosis, air minum beroksigen.

“Persaingannya sudah cukup ketat, karena banyaknya pemain khususnya di bisnis air minum,” kata Bambang Wahyu Purnomo.

Nah guna memenangkan persaingan, Bambang menyarankan agar terutama Pengecer air minum maupun gas lebih agresif memasarkan produknya dengan sistem jemput bola, pelayanan cepat dan memberikan potongan harga bagi konsumen yang membeli dalam jumlah banyak.

Yang dimaksud dengan pemasaran jemput bola seperti yang diterapkan oleh manajemen AHS (Aqua Home Service) dengan memberikan bantuan promosi mensosialisasikan AHS ke 500 rumah/responden di setiap pembukaan AHS di satu kompleks perumahan.

“Jemput bola juga bisa diterapkan dengan pemesanan pesan antar via telepon, SMS hingga online dengan produk diantar langsung ke tempat konsumen tanpa ongkos kirim,” tambah Bambang.

Pelayanan cepat juga menjadi keunggulan dari PT Santa Rosa Indonesia, yang mampu eksis di tengah ketatnya persaingan dengan memberikan Layanan Cepat Oasis (LCO) sehingga dalam waktu 1-2 hari setelah pemesanan, barang sudah sampai di tempat Agen.

Sementara itu, untuk Agen maupun Pengecer diharapkan mampu memenuhi permintaan konsumen di hari yang sama dalam hitungan jam. Untuk itu, agar lebih tepat sasaran Oasis fokus menyasar kompleks perumahan, apartemen, rumah susun, perkantoran, serta mal.

Selain itu, strategi pemasaran lain yang dapat dilakukan adalah dengan membidik lokasi usaha baru yang belum terlalu banyak pelaku usaha air minum maupun gas. Misalnya, kompleks perumahan baru, apartemen, mal dan perkantoran baru yang tentunya memerlukan pasokan air minum dan gas.

Strategi lain yang juga dapat diterapkan adalah memberikan alternatif beberapa jenis merek maupun ukuran kemasan air minum maupun gas seperti yang dilakukan Distributor PT Tirta Varia Intipratama yang menyediakan air minum kemasan merek AQUA dan VIT. Begitu juga dengan CV. Agen Gas Adin, Distributor resmi gas yang menyediakan gas dari PT Pertamina dan Blue Gas. Sedangkan untuk ukuran yang paling diminati adalah kemasan galon untuk air minum kemasan dan ukuran tabung 3 kg untuk gas elpiji.

“Dengan banyaknya pelaku usaha air minum dan gas ini, lebih baik memberikan pelayanan yang memudahkan konsumen daripada berperang harga, karena keuntungan yang diperoleh semakin tipis. Selain itu semakin variatif produk yang disediakan, maka semakin luas pula segmentasi pasar yang dituju,” ujar Bambang.

Sementara itu menyikapi semakin banyaknya pelaku usaha refill dan air minum beroksigen yang muncul belakangan, Willy Sidharta tidak melihat sebagai kompetitor, karena masing-masing memiliki pasar yang berbeda. “Meski beredar jenis minuman beroksigen atau pun yang memiliki khasiat lainnya, tetap pasar air minum untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari tak akan tergoyahkan,” terang Willy.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.