OPMS Siap IPO 400 Juta Saham Bulan Depan

0
268
Public ekspose OPMS di Jakarta, Senin (26/08/2019) (Foto Dani Berempat.com)

 

PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OMPS) akan melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 23 September 2019 mendatang. Perusahaan penyedia besi scrap ini mematok harga penawaran di rentang Rp 125-Rp 135 per saham.

Optima Prima akan menerbitkan saham baru sebanyak 400 juta saham atau 40% dari jumlah seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Setelah menggelar IPO nanti OPMS akan memperoleh dana segar sebanyak Rp 50 miliar-Rp 54 miliar. Optima Prima menggandeng PT Sinarmas Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Direktur Utama OPMS, Meilyna Widjaja, mengungkapkan bahwa melantainya perusahaan di bursa menjadi upaya OPMS dalam memperkuat bisnis di bidang besi scrap, di mana sebagian besar berasal dari kapal bekas. Ia optimis, kendati terbilang anyar di Indonesia, industri besi bekas diklaim mempunyai pangsa pasar yang besar.

“Kami bersyukur bidang usaha yang kami pilih, yakni penjualan besi scrap dari hasil pemotongan kapal telah menunjukkan kinerja yang positif. Hal ini seiring dengan peningkatan kebutuhan besi baja di Indonesia,” katanya seusai public ekspose di Jakarta, Senin (26/08/2019).

Meilyna menjelaskan saat ini, sektor konstruksi, manufaktur, dan otomotif tengah bertumbuh. Begitu pula pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa, seperti pembangunan infrastruktur transportasi (jalan tol, jembatan, bandara, pelabuhan), power plant, dan bendungan juga mendukung pertumbuhan bisnis produk logam

“Kami berharap kehadiran OPMS dapat menjadi warna baru bagi pasar modal di Tanah Air. Dengan komitmen yang tinggi dalam menjalankan bisnis perusahaan, kami bersyukur dapat mengambil bagian terhadap pengadaan bahan baku besi baja di Indonesia. Dengan ini berarti kami meningkatkan efisiensi karena dapat mengurangi ketergantungan industri baja terhadap bahan baku impor di tengah proyek pembangunan infrastruktur dalam negeri yang tinggi,” tutup Meilyna.

Direktur Keuangan OPMS Alan Priyambodo Krisnamurti mengatakan hingga April 2019, Optima Prima mencatatkan pertumbuhan yang positif yakni penjualan tumbuh 44,2% menjadi Rp 35,2 miliar dari sebelumnya Rp 24,4 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba bersihnya juga meningkat pesat menjadi Rp 2,13 miliar padahal pada April tahun lalu membukukan rugi bersih sebesar Rp 249,38 juta.

Sementara itu, Direktur Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli menjelaskan dalam penawaran umum ini harga yang ditetapkan pada rentang Rp 125- Rp 135 per saham mengacu pada laba bersih akhir tahun ini yang mencerminkan PER di 7,5 kali-8 kali. Kerry menyatakan PBV-nya juga di bawah 1 yakni 0,41 kali sampai 0,45 kali sehingga menurutnya banyak investor yang akan investasi di saham ini.

Setelah due diligence yang digelar pada hari ini, OPMS akan melakukan bookbuilding pada 26 Agustus-28 Agustus mendatang. Adapun masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 12 September-16 September 2019, dilanjutkan dengan penjatahan pada 18 September 2019. Selanjutnya pada 20 September 2019 Optima Prima akan melakukan distribusi saham. Kalau tidak ada aral melintang, Optima Prima akan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 September 2019.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.