Kamis, Mei 14, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 791

Bisnis Aromaterapi Kian Harum

 

Produk aromaterapi tidak hanya diburu oleh perorangan namun paling banyak dipakai oleh spa atau salon untuk treatment pelanggannya. Bahkan, permintaan pasar luar negeri akan produk-produk aromaterapi semakin meningkat. Produk kosmetik Indonesia telah diekspor ke-183 negara di dunia, sehingga industri spa dan produk turunannya memiliki potensi yang cukup besar.

Menurut Nunuk Sri Andayani, Pemilik Chrisna Aromaterapi, pertumbuhan usaha ini akan terus berkembang walaupun akan terus bertambah pemain baru di bisnis ini. Apalagi untuk kota-kota besar di luar pulau atau luar negeri pasarnya masih sangat menjanjikan dan pertumbuhan munculnya pemain baru bisa mencapai sekitar 30% di tahun ini.

Tren Produk Aromaterapi

Melakukan perawatan aromaterapi di spa terbilang cukup mahal dan perlu menyediakan waktu khusus, sehingga saat ini mulai berkembang produk aromaterapi yang bisa digunakan sendiri di rumah, kantor, mobil, atau bahkan café. Apalagi kini produk aromaterapi disajikan dalam berbagai bentuk praktis dan mini yang habis dalam sekali penggunaan.

Karena fenomena tersebut membuat produk aromaterapi mudah ditemukan dan ramai ditawarkan di mal-mal atau di pasar-pasar modern dan tentunya memberikan peluang yang cukup menjanjikan bagi para produsen produk aromaterapi.

Menurut Mia Purwandari, Sekretaris Umum ASPI (Asosiasi Spa Indonesia) aromaterapi mulai dikenal kembali seiring dengan tren ”kembali ke alam” (back to nature). Hal tersebut memacu diproduksinya berbagai produk aromaterapi berbahan herbal (dari bunga, akar, daun, atau batang tanaman) yang  dibuat dalam berbagai bentuk seperti dupa stick, dupa kerucut, lilin aromaterapi dan yang terbaru adalah aromaterapi yang biasa digunakan di spa, misalnya masker, scrub/lulur mandi dan sabun.

Ada juga aromaterapi yang bisa dinikmati dalam ruangan, seperti kamar, dapur, ruang tamu, kantor dan lainnya, seperti aromaterapi khusus ditempatkan di mobil berupa kreasi gantungan aromaterapi dari serbuk kayu yang dipress hingga menyerupai bentuk hewan atau boneka, yang mana dalam pemakaiannya minyak aromaterapi langsung diteteskan pada gantungan tersebut.

Persaingan dan Pemasaran

Persaingan usaha aromaterapi kini memang semakin ketat, sebab pertumbuhan pelaku kecil  juga cukup banyak. Tetapi peta persaingan produsen tidak seketat penjual aromaterapi. Adapun untuk memenangkan persaingan yang begitu ketat menurut Nunuk Sri Andayani, sebagai pelaku usaha harus terus bereksperimen dan mengeluarkan produk-produk baru mulai dari bentuk, kemasan atau tampilan dari aromaterapi itu sendiri.

Tak hanya itu, untuk menghadapi persaingan menurut Anita Diyah Anggraeni, Pemilik Roemah Lulur, pelaku harus memberi layanan maksimal pada pelanggan, mulai dari memberikan sample produk secara gratis untuk pelanggan baru, memberikan potongan harga, meningkatkan jumlah varian dan selalu menjalin komunikasi dengan pelanggan.

Sebelum memulai usaha ini sebaiknya terlebih dahulu mendalami keterampilan membuat formula aromaterapi, selanjutnya mempelajari kreasi baru media aromaterapi dari tempat kursus atau sekolah SPA serta memiliki pengetahuan bisnis dan aromaterapi juga sangat penting agar bisa menganalisis pasar.

Untuk memperkenalkan pada masyarakat bisa dimulai dengan mengenalkan ke teman-teman terdekat, selanjutnya bisa berkembang misalnya dengan mengikuti berbagai pameran kecil di mal-mal atau bazar atau membuat website usaha agar lebih cepat dikenal luas.

Dalam hal ini pelaku lebih banyak mengikuti pameran sambil membuka outlet sendiri. Kota-kota besar di Indonesia merupakan daerah penyerap terbesar untuk produk aromaterapi. Sedangkan untuk pasar luar negeri, produk aromaterapi Indonesia banyak diserap Malaysia, Hongkong, Australia, Austria, Belanda, dan Spanyol.

Produk Paling Laris

Dalam usaha aromaterapi ini keahlian meracik atau ketepatan dalam meramu bahan baku menjadi aromaterapi yang aman dipakai adalah salah satu modal utama. Seperti yang dilakukan Novi Gunarsanti, Pemilik Viko Collection, untuk menghasilkan produk yang aman dipakai ia belajar secara non formal dengan memperbanyak literatur dari berbagai buku yang berkaitan dengan aromaterapi dan belajar dengan orang yang ahli atau mengerti kimia. Dengan ketelatenan dan selalu menjaga kualitas produk dengan tidak memakai bahan kimia seperti paraffin Novi mampu menembus pasar Eropa.

Dari seluruh jenis aromaterapi yang ditawarkan pelaku usaha, aromaterapi berbentuk cair seperti essential oil untuk penggunaan burner oil (yang siap dipanaskan di tungku elektrik) maupun diteteskan pada bahan lain sebagai media seperti serbuk kayu yang dipress, masih paling diminati untuk pasar lokal, sedangkan pasar ekspor lebih berminat pada bentuk dupa. Novi Gunarsanti, misalnya, mengaku penjualan lokal masih paling besar sekitar 80%. Begitu juga Yanni Amanda, produsen Aromaterapi Baliwangi, 60% produknya dalam bentuk burner oil dan sisanya dupa untuk pasar luar negeri.

Sedangkan aromaterapi yang biasa digunakan di spa menurut Ni Wayan Djani, pemilik Ananta Bali Aromatic & Handicraft, produk berbentuk lulur, body lotion, body butter, massage oil menyumbangkan omset sebesar 75% dibandingkan produk spa lain berupa sabun, garam mandi, dan lulur bubuk yang hanya menyumbang 25%.

Artinya, secara keseluruhan penjualan produk aromaterapi yang paling menguntungkan adalah produk aromaterapi bentuk essential oil dan dupa karena paling praktis dan bisa digunakan di mana saja, tak harus di spa, mengingat lebih mahalnya biaya layanan dan memerlukan waktu luang. Cukup dengan modal awal kurang dari Rp 5 juta, usaha produksi aromaterapi bisa dijalankan. Sebab cara pembuatan bisa dilakukan manual tanpa mesin dan dari bahan-bahan alami. ‘

Dengan modal tersebut, dari pengalaman pelaku usaha bisa balik modal setelah penjualan bulan pertama, misalnya berupa 500 kg massage oil seharga Rp 12-45 ribu dengan keuntungan sebesar 25%. Nah, jika Anda ingin terjun di usaha yang masih sangat prospektif ini, buka halaman-halaman berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan Anda tentang bisnis aromaterapi.

Cara Mendapatkan Pinjaman untuk Mengembangkan Usaha

0

 

Bicara mengenai pengembangan usaha, memang tidak lepas dari yang namanya modal. Modal yang digunakan untuk pengembangan usaha lazimnya adalah dengan menggunakan modal usaha sendiri. Masalahnya, sering kali kita membutuhkan investasi yang tidak sedikit seperti yang Anda rasakan saat ini. Apalagi hasilnya pun tidak bisa instan, tetap saja membutuhkan waktu sehingga pengembangan usaha tadi memberikan keuntungan. Padahal arus kas bagi usaha adalah sangat penting.

Jika modal usaha tertanam pada investasi pengembangan usaha untuk sementara waktu, maka ini bisa mengganggu arus kas usaha. Sebab modal yang sedianya diputar untuk operasional usaha, terpakai untuk pengembangan usaha. Karena itu keputusan dalam melakukan pengembangan usaha harus dipertimbangkan secara hati-hati.

Kebutuhan terhadap kas (likuiditas) usaha untuk mengantisipasi operasional harian usaha harus tetap diutamakan. Jadi jika ingin menggunakan modal sendiri, maka dari kas usaha saat ini harus dialokasikan secara proporsional antara kas operasional harian dengan modal pengembangan usaha.

Untuk menjaga arus kas usaha sekaligus meng-cover kekurangan modal pengembangan usaha maka cara lain adalah dengan mengambil pinjaman baik dari individu maupun bank. Secara umum perbandingan antara keduanya sebagai berikut:

Pertama, Pinjaman individu (investor) bisa jadi lebih fleksibel dan praktis dari sisi prosedur dan persyaratan, namun umumnya Anda harus memberikan tingkat keuntungan (bunga) yang tinggi. Akibatnya beban pembayaran bunga semakin berat, ini bisa menggerus keuntungan usaha.

Kedua, Sementara ketika meminjam ke bank, maka bank akan melakukan analisis usaha Anda terlebih dulu. Proses ini bisa cukup memakan waktu + 2 mingguan, pada kenyataannya rata-rata bisa hampir satu bulanan. Selain itu Anda juga harus melengkapi berbagai persyaratan administrasi dan hukum, sehingga dianggap layak sebagai debitur bank. Akan halnya untuk bunga pinjaman bank relatif lebih murah dari bunga pinjaman individu.

Beberapa bank, baik lokal maupun bank asing menawarkan kredit khusus untuk usaha waralaba. Ini menunjukkan perhatian dunia perbankan pada bisnis waralaba sedang meningkat. Bank-bank menawarkan kredit baik bagi Pewaralaba (pemilik merek waralaba) maupun Terwaralaba (pembeli merek).

Kredit waralaba adalah pembiayaan modal kerja dan investasi untuk usaha waralaba dengan tujuan untuk membantu pelaku UKM masyarakat luas untuk menjalankan usaha mandiri dengan konsep usaha yang sudah teruji.

Kredit bagi Pewaralaba ditujukan untuk ekspansi usaha yaitu untuk membuka cabang baru milik sendiri atau untuk disalurkan lagi kepada calon Terwaralaba (Two Step Loan).

Persyaratannya meliputi, menyerahkan data/profil perusahaan (meliputi jenis produk/jasa Pewaralaba termasuk perkembangan produk/jasa tersebut, laporan keuangan, proyeksi perhitungan usaha untuk calon Terwaralaba, dan business plan), memiliki legalitas usaha termasuk izin usaha waralaba (Surat Tanda Pendaftaran dan Usaha Waralaba/STPUW), telah melakukan standardisasi operasi usaha dan sistem manajemen (SOP), memiliki keunikan dan peluang pasar yang masih besar.

Nah, jika Pewaralaba telah bekerja sama dengan bank dalam memberikan pembiayaan bagi Terwaralaba-nya, maka Anda dapat mengajukan pinjaman melalui Pewaralaba.  

Sedangkan kredit bagi Terwaralaba dimaksudkan untuk membuka gerai baru atau menambah gerai baru. Syaratnya, telah memperoleh rekomendasi Pewaralaba, berupa draft kontrak & proyeksi usaha dari Pewaralaba, memiliki persyaratan umum kredit bank (KTP & Kartu Keluarga, NPWP bagi perorangan) ditambah dengan akta pendirian, SIUP, SITU, TDP (bagi Badan Usaha) dan data kepemilikan jaminan (agunan).

Keputusan untuk mengambil pinjaman bank juga harus dipertimbangkan dengan hati-hati. Terlebih dulu harus dihitung kemampuan usaha Bakso Malang Anda dalam membayar cicilan pinjaman. Hal ini bisa Anda lihat dari keuntungan kotor usaha setelah dikurangi biaya operasional.

Jika terdapat jumlah keuntungan kotor yang cukup untuk membayar cicilan pinjaman, maka diperkirakan usaha  Anda cukup mampu untuk membayar cicilan tanpa mengganggu arus kas usaha. Jumlah cicilan utang yang aman adalah maksimal 30% dari pendapatan/omset. Dengan demikian masih ada sisa 70% bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya. Semoga sukses dalam mengembangkan usaha Anda.

 

oleh: Mike Rini Sutikno, CFP – Perencana Keuangan – ,Mike Rini & Associates Financial Planning & Education

One Pacific Place 15th Floor
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta – 12190
Website: http://www.mredu.com

Email: mike@mredu.com

Industri Penerbangan Terjun Bebas, Pertumbuhan Ekonomi Makin Jeblok

 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin ajlok pada triwulan II 2019 sebesar 5,05% yoy. NIlai ini turun dibandingkan triwulan I sebesar 5,07% yoy dan triwulan II 2018 sebesar 5,27% yoy.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan secara sektoral penurunan pertumbuhan di triwulan II 2019 disebabkan oleh beberapa sektor.

Di sektor transportasi dan pergudangan triwulan II 2018 mencapai 8,70% namun sekarang hanya 5,78%. Sektor industri pengolahan di triwulan II 2018 sekitar 3,88% turun menjadi 3,54%.

Sektor lainnya adalah pengadaan listrik dan gas di triwulan II 2018 sebesar 7,56% turun menjadi 2,2%. Sektor pertambangan dan penggalian juga menurun di triwulan II 2018 sebesar 2,65% menjadi -0,71%.

Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif INDEF mengatakan transportasi udara pertumbuhannya turun menjadi sebesar -13,77% (kuartal II 2019), atau jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar 9,58%.

Pertumbuhan transportasi udara yang menurun tercermin dengan merosotnya angka penumpang pesawat sepanjang semester pertama tahun ini.

Sejak Januari-Juni 2019 jumlah penumpang pesawat rute domestik hanya mencapai 36,5 juta penumpang, sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 45,9 juta penumpang.

Menurutnya beberapa kebijakan pemerintah untuk menekan harga tiket pesawat seperti penurunan tarif batas atas atau penyediaan tiket murah jadwal tertentu, masih belum begitu terasa dampaknya.

Ia menambahkan, turunnya pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian disebabkan melemahnya pertambangan minyak, gas dan panas bumi serta meredupnya pertambangan biji logam.

Pengadaan listrik dan gas menurun karena melemahnya pengadaan gas. Pengadaan gas yang turun sebagai akibat terjadinya penggunaan gas pada industri melemah karena produksi menurun.

Sementara itu industri pengolahan seperti industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, dan sebagainya terdampak oleh melemahnya permintaan ekspor serta munculnya persaingan barang impor di pasar domestik

Sold Out, Royal Resort Residences Tawarkan Hunian Seharga Rp 400 Jutaan

0

 

Sukses memasarkan pengembangan perumahan Royal Resort Residences di Jalan Tegal Binangun, Jakabaring, Palembang yang sudah sold out, pengembang kini menambah luas lahan dari 4 hektar menjadi 5 hektar. Hal ini karena bagusnya respons pasar akan perumahan berkonsep smart home ini.

Marketing Director Royal Resort Residences, Nata Susanto mengatakan hunian tipe kecil (tipe 38 dan 48) saat ini sudah terjual 110 unit. Sisanya (90 unit) tinggal yang dua lantai (tipe 88). Sedangkan tipe dua lantai sudah terjual 20 unit, masih ada sekitar 70 unit lagi.

Terrakon Property baru saja meluncurkan tipe terbaru yakni tipe Elara (36/72) sebanyak 100 unit dengan harga Rp400 jutaan. Tipe ini dikemas dengan konsep rumah tumbuh.

Royal Resort Residences juga ditunjang dengan fasilitas eksternal yang beranekaragam. Salah satunya adalah club house dan swimming pool. Tak sekadar untuk acara penghuni seperti nikahan dan ulang tahun, club house ini juga dikondisikan untuk menyambut tamu penghuni yang datang.

Selain clubhouse, Terrakon Property juga menginvestasikan Rp500 juta untuk membuat berbagai fasilitas outdoor seluas 1,000m2 mulai dari sport park, out gym, basket ball area, balai bengong(gazebo) hingga kiddy garden.

Salah satu keunggulan Royal Resort Residences adalah konsep smart home yang ditawarkan.

“Jadi kita punya jaringan kabel optik up 1 gb/second di bawah tanah. Di Royal Resort Residences mau pilih provider apa saja bebas karena jaringannya sudah kami siapkan dari awal,” jelas Nata.

Untuk memudahkan penghuni, pengembang juga meluncurkan aplikasi untuk penghuni. Untuk rumah dengan tipe dua lantai, pengembang pun telah melengkapi hunian dengan CCTV 4 titik, sirine dan panic button, dan motion sensor di jendela dan pintu.

“Jadi kalau ada maling, sirine nyalah sudah otomatis sistem menyampaikan ke pemilik rumah, pos keamanan kemudian ke polisi,” jelas Nata.

 

 

Gurihnya Untung dari  Budidaya Ikan Nila Hitam

0

Ikan Nila Hitam merupakan salah satu ikan konsumsi yang tak kalah nikmat dengan Gurame dan ikan konsumsi lainnya. Memiliki daging tebal, gurih, tidak berbau lumpur dan tidak memiliki duri halus (seperti yang dimiliki ikan Mas), membuat ikan ini sangat potensial dijual dalam bentuk fillet ikan seperti dilakukan Aquafarm di Danau Toba Sumatera Utara yang bisa mengekspor fillet ikan Nila sebanyak 15 ton per hari.

Keunggulan ikan Nila Hitam dibandingkan Nila Merah, karena pada Nila Hitam selalu muncul jenis-jenis baru, sedangkan Nila Merah jenisnya itu-itu saja. Nah dengan perolehan jenis baru itu, banyak ikan Nila Hitam yang tahan penyakit, cepat besar sehingga cepat panen.

Beberapa jenis ikan Nila Hitam, antara lain nila GIFT (Genetic Improvement for Farmed Tilapia), GET (Genetically Enchanted Tilapia), GESIT (Genetically Supermale Indonesia Tilapia), Nirwana (Nila Ras Wanayasa), BEST (Bogor Enhanched Strain Tilapia) dan GMT (Genetic Male Tilapia). Beberapa jenis Nila Hitam tersebut memiliki ciri yang serupa sehingga cukup sulit dibedakan.

Prospek dan Persaingan

Masih menurut Komar Sumantadinata, prospek budidaya ikan Nila Hitam sangat besar mengingat ikan ini mudah dibudidaya baik dalam kolam semen, kolam tanah atau keramba. Selain itu produksi benih saat ini baru terpenuhi 70% untuk permintaan lokal. Sebagai gambaran setiap hari dibutuhkan sebanyak 5 ton benih ikan Nila dari Sukabumi untuk dikirim ke Cirata, Jatiluhur Jawa Barat dan Tasikmalaya.

Hal serupa juga terjadi pada usaha pembesaran, yang mana para peternak baru memenuhi 75% kebutuhan pasar lokal. Untuk menanggulangi hal ini, Pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan Daerah rajin mensosialisasikan Nila Hitam unggul untuk dikembangkan melalui berbagai Balai Benih dan Budidaya Ikan Air Tawar.

Hal ini diakui Deny Rusmawan, petani pembenihan ikan Nila Hitam unggul dengan nama Dejee Fish. Sampai saat ini Deny masih kewalahan memenuhi permintaan benih ikan Nila unggul jenis GMT ke berbagai daerah di Indonesia. DeJee Fish baru memasok sekitar 1-2 juta ekor tiap bulan ke berbagai daerah baik di Jawa maupun luar Jawa. Deny tidak khawatir dengan persaingan pelaku lain, sebab dengan adanya mereka Deny bisa join/bekerja sama ketika kewalahan memenuhi permintaan.

Hal sama juga dialami Ujang, pemilik usaha pembesaran Nila Hitam di kawasan Parung-Bogor. Sebagai satu-satunya pelaku besar di usaha pembesaran Nila Hitam Bogor, Ujang juga masih kewalahan memenuhi permintaan Jakarta saja dan ia berencana akan memperluas lahan pembesaran yang baru mencapai 4 ha.

Menurut Rinaldi Vivenda, pemilik Gudang Ikan di Parung Bogor, usaha pembenihan Nila Hitam memiliki prospek yang lebih baik dibandingkan usaha pembesarannya. Sebab, menurut Rinaldi, dalam pembenihan tidak terlalu membutuhkan lahan yang terlalu luas jika dibandingkan dengan pembesaran. Tingkat pemilikan lahan para petani masih sangat sedikit, demikian juga dengan modal pakan.

Jadi dalam usaha pembesaran ikan, banyak peternak kecil yang menjadi petani plasma pada orang lain yang memiliki modal lebih besar. Sedangkan dalam usaha pembenihan bisa dilakukan petani kecil sebab tidak terlalu membutuhkan lahan dan modal besar baik untuk pengadaan indukan dan pakan.

Baik Komar Sumantadinata (pakar nila hitam) dan Rinaldi Vivenda (pemilik Gudang Ikan)  menandaskan bahwa perputaran uang dari usaha pembenihan pun lebih cepat ketimbang usaha pembesaran. Menurut Komar Sumantadinata dari usaha pembenihan sudah bisa panen dalam waktu sebulan  untuk benih ukuran 2-3 cm, sedangkan pembesaran butuh waktu panen setelah 4-5 bulan.

Pakan yang diberikan bisa berupa pakan komersil alias pelet pabrikan atau pakan buatan seperti campuran tepung ikan, dedak halus, bekatul, tepung jagung atau tepung kedele. Dengan asupan pakan ini tentu menjadikan ikan ini memiliki kadar protein tinggi, dengan dosis pakan yang bagus yakni 3% dari bobot ikan. Plankton selain memberikan oksigen dalam air juga bisa menjadi pakan tambahan di air, demikian juga tanaman air lunak dari jenis paku-pakuan seperti lemna  yang biasa  tumbuh di kolam ikan.

Sentra budidaya ikan Nila Hitam, antara lain di Cirata, Jatiluhur, Tasikmalaya, Sukabumi Jawa Barat, Gresik, Lamongan, Bali, Jambi, Lubuk Linggau Sumatera Selatan, Danau Toba Sumatera Utara, Karang Intan-Kalimantan Selatan, Minahasa-Sulawesi Utara.

Keunikan dari ikan ini, yakni indukan jantan dan betina mengelurkan sperma dan telur ke luar tubuh kemudian ditampung ke dalam mulut indukan betina sehingga terjadi pembuahan di dalam mulut. Dua atau tiga hari kemudian telur akan menetas dan baru setelah 10-15 hari dikeluarkan dalam bentuk larva. Setiap indukan akan memijah setiap 30 hari sekali.

Untuk jumlah benih dalam satu kolam (padat tebar) dalam kolam pendederan (kolam pemeliharaan benih) jika masih bentuk larva sebanyak 50-100 ekor/m2, sedangkan pada kolam pembesaran sebanyak 20 ekor/m2 dan untuk pembesaran di keramba padat tebarnya 4-10 kg/m3.

Benih ikan Nila Hitam bisa dipasarkan baik ke usaha pembesaran, supplier atau ke Dinas-Dinas Pertanian seperti yang dilakukan oleh DeeJee Fish. Sedangkan Nila konsumsi bisa dipasarkan ke pasar tradisional, pasar induk, pengusaha catering dan rumah makan serta restoran. Benih ikan Nila siap jual mulai dari ukuran larva, ukuran 2-3 cm dan 3-5 cm. Sedangkan ikan Nila konsumsi, pasar lokal meminta ukuran 1 kg isi 5-6 ekor.

Lebih Untung Pembenihan

Menurut Komar dan Rinaldi, baik usaha pembenihan maupun pembesaran sama-sama memberikan untung yang cukup besar. Hal ini dialami pembudidaya Nila Hitam, yakni Deny Rusmawan sebagai pembenih dan Ujang sebagai peternak pembesaran ikan konsumsi.

Keuntungan yang mereka dapat sama-sama mencapai angka 60%. Meskipun demikian dari segi usaha pembenihan menawarkan penjualan yang lebih cepat karena benih bisa dijual mulai dari umur 15 hari dalam bentuk larva. Selain itu untuk permulaan usaha, pembenihan hanya membutuhkan modal kecil, misalnya untuk membeli indukan senilai Rp 4,6 juta, dan jumlah pakan yang tidak banyak karena benih ikan cepat dijual mulai umur 15 hari.

Berbeda dengan usaha pembesaran diperlukan pakan yang lebih banyak karena waktu panen dilakukan setelah 4-5 bulan setelah bobot ikan mencapai 300-500 gr, sedangkan pada pembenihan  pemberian pakan hanya dilakukan sampai benih siap jual berumur maksimal 45 hari saat benih berukuran 2-3 cm. Waktu panen yang lebih lama pada usaha pembesaran secara otomatis menyebabkan biaya produksi lebih tinggi.

Ribuan Exhibitors Siap Ramaikan TEI 2019

0

TEI is an international B2B-focused trade show that is designed to boost export product growth and export market expansion. TEI brings up the theme “Moving Forward to Serve The World” to promote quality products made in Indonesia for the global market, develop business networks, and investment.

With more than 1000 exhibitors, Trade Expo Indonesia presents numerous carefully-categorized products, encompassing Local Champion Products, Premium & Creative Products, Manufacturing Products & Services, Food & Beverage Products, Furniture & Home Decor.

Along with the exhibition, TEI also presents a series of parallel activities consisting of Trade, Tourism and Investment Forum, Business Matching, Business Counseling, Regional Discussion, Overseas, and Local Trade Mission, Export Start-Up Competition, and Talk Show.

 

For more information and registration, visit: tradexpoindonesia.com

Total Belanja Pemerintah Rp 700 T, INDEF: Pemrintah Boros

0

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik Rachbini menyoroti pemerintahan Presiden Joko Widodo yang kerap mengandalkan utang untuk menutup defisit.

“Kita harus berutang untuk menutup defisit itu. Jadi utang itu sudah menjadi hal yang umum dan addict. Sudah terjadi secara terus-menerus bagi pemerintah. Utang kata pemerintah selalu dibilang belum terlalu besar,” kata Didik dalam konferensi pers melalui sambungan telepon di Kantor INDEF, Senin (19/8/2019).

Ia mengatakan, pemerintah sah-sah saja menerbitkan utang. Namun, utang yang diterbitkan pemerintah kini tak hanya untuk membiayai pengeluaran APBN, tetapi juga untuk membayar utang yang sudah jatuh tempo. Bunga utang saat ini sudah mencapai Rp 300 triliun pada 2019, lima tahun lalu baru Rp 150 triliun.

“Tidak hanya berutang untuk membiayai kekurangan tapi juga utang untuk membayar utang. Ini ada problem pengeluaran. Ini sangat jelek,” ucapnya.

Ia juga menyinggung mengenai belanja pegawai yang naik pada 2015-2019, dari Rp200 triliun menjadi Rp400 triliun. Belanja barang dari Rp200 triliun menjadi sekitar Rp300 triliun.

“Belanja pegawai dan kantor itu menghabiskan ratusan triliun untuk pegawai. Tidak ada hubungannya dengan pembangunan,” kata Didik.

Dengan total belanja Rp700 triliun itu, ia menilai pemerintah terbilang boros sampai-sampai memerlukan bantuan BUMN untuk menggelontorkan utang bagi pembangunan.

Pemerintah yang sudah kurang sehat mengelola keuangan negara justru mengikutsertakan BUMN untuk turut terperosok dalam jeratan utang.

Untuk itu, menurutnya Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020 perlu dikawal bersama. RAPBN tahun 2020 masih dihantui permasalahan dari lima tahun lalu.

Ia menilai dari asumsi makro pemerintah selama lima tahun ini hanya satu yang tercapai, yakni angka inflasi di kisaran 3%. Sementara perekonomian Indonesia tahun 2018 hanya tumbuh 5,17%, yakni jauh di bawah target pertumbuhan ekonomi nasional di 5,4%. Sejak 2014, target pertumbuhan ekonomi tak pernah tercapai.

Pada 2017 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,07%, jauh di bawah target pertumbuhan ekonomi nasional di 5,2%. Tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,02%, di bawah target yang ditetapkan tahun itu sebesar 5,1%.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada 2015 hanya 4,88%, padahal target ditetapkan sebesar 5,3%. Pada 2014 target pertumbuhan ekonomi 5,5%, realisasinya hanya 5,02%.

Pemasaran Jitu Laundry Kiloan

0

 

Hampir semua usaha memerlukan lokasi yang strategis. Yang dimaksud strategis adalah mudah dijangkau oleh pasar atau pembeli. Kemudahan ini bisa menyangkut berbagai aspek, misalnya kendaraan umum mudah, tempat parkir tersedia, cocok dengan target pasar dan sebagainya.

Bila lokasi sudah ditentukan, maka jasa laundry harus menyesuaikan lingkungan. Keinginan lingkungan ini terutama berkaitan dengan tingkat ekonomi dari lingkungan di mana laundry berada.

Misalnya lingkungan menengah ke bawah atau ke atas akan berbeda. Bila lingkungan atas, citra merek dan mutu layanan sangat penting. Bila kelas menengah ke bawah, maka harga menjadi pertimbangan utama. Oleh sebab itu identifikasi lingkungan laundry perlu ditentukan dahulu.

Menengah ke bawah inginnya yang murah. Dengan demikian risiko juga rendah bila terjadi masalah dengan pakaian yang dicuci. Bila pelanggan puas maka akan terjadi order mengulang atau datang lagi. Maka ketepatan waktu, tidak rusak atau hilang, harus diikuti.

Bila akan diversifikasi atau membuat jasa lain tentu perlu dipikirkan kembali. Karena membesarkan laundry mungkin lebih disarankan. Misalnya dengan membuka tempat pengumpul di lokasi yang lebih strategis dengan antar-jemput ke pengumpul.

Mencari order ke perusahaan yang ada di sekitar, misalnya rumah makan dengan mencuci taplak atau serbetnya. Penginapan untuk mencuci sprei, dan berbagai peluang lain yang bisa dikmbangkan.

Mengembangkan ke laundry secara fokus memiliki peluang yang lebih besar daripada diversifikasi. Dan usaha pemasaran ini relatif biayanya sedikit. Kuncinya adalah door to door ke usaha-usaha yang memerlukan banyak laundry. Semoga bermanfaat!

 

oleh: Yanto Sidik Pratiknyo, Ir., MA

Management Consultant LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)

Menara Eksekutif Lt. 8

Jl. MH. Thamrin Lav. 9, Jakarta Pusat 10350

Email   : ysp@lppm.ac.id

7 Langkah Membuat Business Plan

0

 

Business Plan dalam memulai usaha adalah hal yang penting. Karena dengan Business Plan yang baik dan mudah dipahami maka akan memudahkan kita dalam mendapatkan modal usaha ataupun mencari mitra usaha. Business Plan ini adalah hal yang kita tawarkan pada beberapa pihak yang akan membantu usaha kita seperti misalnya calon investor, calon partner maupun pihak bank.

Untuk membuat Business Plan ada 7 hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Halaman Judul dan Daftar Isi. Pada halaman depan perlu dituliskan, nama proposal usaha Anda dalam huruf besar dan gunakan jenis huruf yang mudah dibaca, misalnya Arial, Tahoma atau Time New Roman, dan jangan lupa cantumkan nama pembuat proposal.

Pemilihan jenis huruf diusahakan sama untuk setiap halaman dan proporsi besarnya huruf harus diatur sesuai dengan fungsinya, untuk judul utama harus besar, kalau penjelasan  harus lebih kecil.

Daftar isi adalah judul dari setiap bagian dengan nomor halaman (harap diingat untuk memasukkan nomor halaman, tanpa itu setiap orang yang membaca akan kebingungan).

  1. Ringkasan Usaha. Dalam ringkasan usaha ini perlu dijelaskan secara singkat, jelas dan cukup padat untuk memberi gambaran kepada pihak-pihak yang akan membaca proposal usaha Anda.

Mulailah rencana usaha Anda dengan satu halaman ringkasan mengenai esensi dari isi rencana Anda. Ringkasan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk secara cepat dan tepat menyerap inti utama dari perencanaan yang telah disusun dan kemudian membaca lebih lanjut serta mencari informasi penting yang tercakup dalam perencanaan yang Anda susun.

  1. Analisis Situasi. Bagian ini adalah bagian yang terpenting dalam membuat rencana usaha Anda akan berjalan dengan lancar dan mampu menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Analisis situasi yang perlu digambarkan meliputi Ancaman, Kelemahan, Kesempatan, dan Kekuatan dari usaha kita yang mencakup Produk, Harga, Promosi, Distribusi, dan orang yang akan menjalankannya. Jelaskan juga target pasar yang akan dituju, serta siapa-siapa saja pesaing, serta berapa besar gross margin dari produk Anda.
  2. Tujuan Usaha (Target yang Ingin Dicapai). Tujuan serta target dari organisasi usaha Anda harus jelas dan terukur serta memiliki jangka waktu pencapaiannya. Sifat dari tujuan usaha Anda harus obyektif, sasaran ini menjelaskan “ke mana kita akan pergi dan kapan kita akan berada di sana”. Sasaran disusun secara spesifik, misalnya, “Mencapai 10 persen pangsa pasar dalam jangka 12 bulan setelah peluncuran produk baru”.
  3. Strategi Usaha. Strategi adalah sesuatu yang Anda perlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Jika sasaran adalah tempat yang ingin dituju, maka strategi adalah rute yang mesti diambil untuk mencapai tempat itu. Jika sasarannya meluncurkan produk/jasa baru, maka tahap awalnya adalah menciptakan keberadaan produk/jasa Anda agar dikenal oleh pelanggan yang dituju; Membuat program agar pelanggan yang dituju mau mencoba produk/jasa yang dijual; Membuat strategi, bagaimana pelanggan yang sudah mencoba mau membeli ulang produk/jasa Anda.

Sebagai contoh lain, jika sasarannya adalah untuk meningkatkan penjualan, maka strategi Anda mungkin salah satu dari hal berikut:

  • Meningkatkan average price untuk setiap unit
  • Meningkatkan volume penjualan secara keseluruhan
  • Menjual lebih banyak unit dengan harga lebih tinggi
  • Kombinasi dari semua hal di atas.
  1. Taktik Pelaksanaan. Jika strategi merupakan semacam garis besar bagaimana cara Anda mencapai sasaran, maka taktik adalah langkah-langkah yang lebih khusus untuk mencapai sasaran yang sudah ditetapkan. Misalnya, agar produk Anda dijual di toko-toko, buatlah program trade promo untuk pedagang, sedangkan untuk membuat barang/jasa Anda dibeli oleh pelanggan yang dituju buatlah program promo untuk pelanggan.
  2. Anggaran Investasi dan Operasi Usaha. Tentu saja, setiap perencanaan investasi dan operasi usaha Anda memerlukan biaya. Rencana usaha mesti merinci semua biaya yang dibutuhkan untuk mengeksekusi serangkaian rencana usaha, investasi dan taktik yang telah disusun, seperti rencana penjualan dan harga pokok penjualan, rencana biaya operasional, rencana tenaga kerja, rencana investasi dan lain-lain. Hal tersebut harus tertuang dalam proyeksi neraca, proyeksi rugi laba, dan cash flow.

Demikian 7 langkah membuat business plan, semoga bermanfaat.

 

Oleh :  Yoyok Indrayatno

Pelatih Kewirausahaan dari ACC Indonesia

(Amanah Coaching Clinik Indonesia)

Lagi, Bisnis Dua Jagoan Jokowi Diserbu Netizien

 

Seolah tak ada matinya ide dua putra Presiden RI Joko Widodo dan Iriana Widodo ini. Pasca sukses meluncurkan bisnis kedai kopi Ternakopi, Kaesang  dan Gibran kembali merilis bisnis kolaborasi lewat keripik singkong kemasan.

Dengan mengusung brand ‘Kemripik’, bisnis makanan ringan yang dijual di minimarket ini diserbu netizen. Maklum di laman Twitter pribadinya, Kaesang sempat mengunggah produk kemasan tersebut.

‘Kemripik’ sendiri agaknya berasal dari bahasa Jawa yang berarti renyah garing. Kemripik dirilis di bulan kemerdekaan RI Agustus ini.

Tak hanya Kemripik, turunan bisnis kuliner milik dirinya dan sang adik ternyata cukup banyak. Lebih lanjut Gibran mengungkap jika akan ada produk berupa minuman kemasan siap saji dengan brand ngedrink yang jual melalui ritel.

Karenanya, tak hanya akan masuk dalam mini market ritel, makanan dan minuman kemasan itu juga akan tersedia dalam maskapai penerbangan.

Kalau ‘Pik Kripik’ milik Sang Pisang berupa keripik pisang, ‘Kemripik’ justru tersedia dalam ragam varian berbeda. Mulai dari keripik singkong hingga kentang. Sedangkan Kemripik itu keripik singkong, keripik kentang, macem-macem.