Bisnis Aromaterapi Kian Harum

0
132
aromatherapy (dok thespamart.com)

 

Produk aromaterapi tidak hanya diburu oleh perorangan namun paling banyak dipakai oleh spa atau salon untuk treatment pelanggannya. Bahkan, permintaan pasar luar negeri akan produk-produk aromaterapi semakin meningkat. Produk kosmetik Indonesia telah diekspor ke-183 negara di dunia, sehingga industri spa dan produk turunannya memiliki potensi yang cukup besar.

Menurut Nunuk Sri Andayani, Pemilik Chrisna Aromaterapi, pertumbuhan usaha ini akan terus berkembang walaupun akan terus bertambah pemain baru di bisnis ini. Apalagi untuk kota-kota besar di luar pulau atau luar negeri pasarnya masih sangat menjanjikan dan pertumbuhan munculnya pemain baru bisa mencapai sekitar 30% di tahun ini.

Tren Produk Aromaterapi

Melakukan perawatan aromaterapi di spa terbilang cukup mahal dan perlu menyediakan waktu khusus, sehingga saat ini mulai berkembang produk aromaterapi yang bisa digunakan sendiri di rumah, kantor, mobil, atau bahkan café. Apalagi kini produk aromaterapi disajikan dalam berbagai bentuk praktis dan mini yang habis dalam sekali penggunaan.

Karena fenomena tersebut membuat produk aromaterapi mudah ditemukan dan ramai ditawarkan di mal-mal atau di pasar-pasar modern dan tentunya memberikan peluang yang cukup menjanjikan bagi para produsen produk aromaterapi.

Menurut Mia Purwandari, Sekretaris Umum ASPI (Asosiasi Spa Indonesia) aromaterapi mulai dikenal kembali seiring dengan tren ”kembali ke alam” (back to nature). Hal tersebut memacu diproduksinya berbagai produk aromaterapi berbahan herbal (dari bunga, akar, daun, atau batang tanaman) yang  dibuat dalam berbagai bentuk seperti dupa stick, dupa kerucut, lilin aromaterapi dan yang terbaru adalah aromaterapi yang biasa digunakan di spa, misalnya masker, scrub/lulur mandi dan sabun.

Ada juga aromaterapi yang bisa dinikmati dalam ruangan, seperti kamar, dapur, ruang tamu, kantor dan lainnya, seperti aromaterapi khusus ditempatkan di mobil berupa kreasi gantungan aromaterapi dari serbuk kayu yang dipress hingga menyerupai bentuk hewan atau boneka, yang mana dalam pemakaiannya minyak aromaterapi langsung diteteskan pada gantungan tersebut.

Persaingan dan Pemasaran

Persaingan usaha aromaterapi kini memang semakin ketat, sebab pertumbuhan pelaku kecil  juga cukup banyak. Tetapi peta persaingan produsen tidak seketat penjual aromaterapi. Adapun untuk memenangkan persaingan yang begitu ketat menurut Nunuk Sri Andayani, sebagai pelaku usaha harus terus bereksperimen dan mengeluarkan produk-produk baru mulai dari bentuk, kemasan atau tampilan dari aromaterapi itu sendiri.

Tak hanya itu, untuk menghadapi persaingan menurut Anita Diyah Anggraeni, Pemilik Roemah Lulur, pelaku harus memberi layanan maksimal pada pelanggan, mulai dari memberikan sample produk secara gratis untuk pelanggan baru, memberikan potongan harga, meningkatkan jumlah varian dan selalu menjalin komunikasi dengan pelanggan.

Sebelum memulai usaha ini sebaiknya terlebih dahulu mendalami keterampilan membuat formula aromaterapi, selanjutnya mempelajari kreasi baru media aromaterapi dari tempat kursus atau sekolah SPA serta memiliki pengetahuan bisnis dan aromaterapi juga sangat penting agar bisa menganalisis pasar.

Untuk memperkenalkan pada masyarakat bisa dimulai dengan mengenalkan ke teman-teman terdekat, selanjutnya bisa berkembang misalnya dengan mengikuti berbagai pameran kecil di mal-mal atau bazar atau membuat website usaha agar lebih cepat dikenal luas.

Dalam hal ini pelaku lebih banyak mengikuti pameran sambil membuka outlet sendiri. Kota-kota besar di Indonesia merupakan daerah penyerap terbesar untuk produk aromaterapi. Sedangkan untuk pasar luar negeri, produk aromaterapi Indonesia banyak diserap Malaysia, Hongkong, Australia, Austria, Belanda, dan Spanyol.

Produk Paling Laris

Dalam usaha aromaterapi ini keahlian meracik atau ketepatan dalam meramu bahan baku menjadi aromaterapi yang aman dipakai adalah salah satu modal utama. Seperti yang dilakukan Novi Gunarsanti, Pemilik Viko Collection, untuk menghasilkan produk yang aman dipakai ia belajar secara non formal dengan memperbanyak literatur dari berbagai buku yang berkaitan dengan aromaterapi dan belajar dengan orang yang ahli atau mengerti kimia. Dengan ketelatenan dan selalu menjaga kualitas produk dengan tidak memakai bahan kimia seperti paraffin Novi mampu menembus pasar Eropa.

Dari seluruh jenis aromaterapi yang ditawarkan pelaku usaha, aromaterapi berbentuk cair seperti essential oil untuk penggunaan burner oil (yang siap dipanaskan di tungku elektrik) maupun diteteskan pada bahan lain sebagai media seperti serbuk kayu yang dipress, masih paling diminati untuk pasar lokal, sedangkan pasar ekspor lebih berminat pada bentuk dupa. Novi Gunarsanti, misalnya, mengaku penjualan lokal masih paling besar sekitar 80%. Begitu juga Yanni Amanda, produsen Aromaterapi Baliwangi, 60% produknya dalam bentuk burner oil dan sisanya dupa untuk pasar luar negeri.

Sedangkan aromaterapi yang biasa digunakan di spa menurut Ni Wayan Djani, pemilik Ananta Bali Aromatic & Handicraft, produk berbentuk lulur, body lotion, body butter, massage oil menyumbangkan omset sebesar 75% dibandingkan produk spa lain berupa sabun, garam mandi, dan lulur bubuk yang hanya menyumbang 25%.

Artinya, secara keseluruhan penjualan produk aromaterapi yang paling menguntungkan adalah produk aromaterapi bentuk essential oil dan dupa karena paling praktis dan bisa digunakan di mana saja, tak harus di spa, mengingat lebih mahalnya biaya layanan dan memerlukan waktu luang. Cukup dengan modal awal kurang dari Rp 5 juta, usaha produksi aromaterapi bisa dijalankan. Sebab cara pembuatan bisa dilakukan manual tanpa mesin dan dari bahan-bahan alami. ‘

Dengan modal tersebut, dari pengalaman pelaku usaha bisa balik modal setelah penjualan bulan pertama, misalnya berupa 500 kg massage oil seharga Rp 12-45 ribu dengan keuntungan sebesar 25%. Nah, jika Anda ingin terjun di usaha yang masih sangat prospektif ini, buka halaman-halaman berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan Anda tentang bisnis aromaterapi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.