Jumat, Mei 1, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 977

Keisengan Winston Utomo Lahirkan Media Daring Terhits untuk Generasi Y dan Z

0

Dari iseng-iseng, IDN Media kini menjaring 2,5 juta pembaca setiap hari

Berempat.com – “Jujur, kalo ditanya aku gak mikir sejauh ini,” ujar Winston Utomo, CEO sekaligus pendiri IDN Media di hadapan IDN Times Community di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada 17 Maret 2018 lalu. Saat itu, Winston yang menggunakan batik tengah membagi sedikit pengalamannya saat pertama kali memulai cikal bakal IDN Media.

Akar IDN Media mulai dirajut Winston saat masih bekerja di Google tiga tahun lalu. Saat itu, Winston yang berusia 24 tahun memiliki semangat muda yang masih menggebu-gebu. Ia kerap merasa bosan setibanya di rumah setelah seharian bekerja. “Pulangnya nganggur. Terus ngapain ya? Masa cuma di rumah browsing-browsing gak jelas,” kisahnya memberikan jawaban pada pertanyaan yang diajukan oleh penulis.

Winston lantas mencari-cari sebuah kegiatan. Terbersitlah di benaknya untuk iseng menulis blog. Di sana, ia menuangkan berbagai opini dan pemikirannya terhadap suatu fenomena yang sedang ramai di Indonesia. Maret 2014, Winston telah rutin menulis hingga ada sekitar 10 artikel yang sudah ditulis dan dimuat pada blog pribadinya.

“Aku cuma ngerjain (nulis) habis pulang kerja setiap hari. Tapi kok lama-lama asyik juga,” ujar pria kelahiran Surabaya 23 November 1990 ini.

Tapi, nyatanya keisengan Winston mendapatkan respon positif dari warganet. Setiap artikel yang ditulisnya selalu berhasil mengundang banyak pembaca. Sampai ia pun mulai menyisihkan gajinya sedikit demi sedikit untuk membangun blognya.

Winston berpikir bahwa keisengan yang dikerjakannya itu mulai memiliki ‘bentuk’. Insting mudanya seolah mampu menangkap ada prospek menjanjikan dari keisengannya itu. Winston pun mulai mencari pekerja paruh waktu untuk rutin mengisi blognya dan mengajak adiknya, William Utomo yang hanya beda usia satu tahun dengannya untuk terlibat.

Kala itu Winston sudah tahu media seperti apa yang ingin dibentuknya. Yaitu media massa yang menyasar pembaca di rentang usia 15-35 tahun, atau Generasi Y (milennial) dan Generasi Z.

“Generasi (sekarang) paling besar itu millenial dan gen z di usia 15-35, tapi kenapa gak banyak media yang fokus ini? Empat tahun lalu media itu (target pembacanya) umur 35 tahun ke atas. Ya udah kita mulai, dulu gak mikirin sejauh ini sih,” tutur pria lulusan S2 Columbia University tersebut.

Tapi, Winston sadar bila ia masih harus mempelajari banyak hal dulu bila ingin benar-benar membangun sebuah portal berita. Winston dan William yang sama-sama bukan berlatar belakang pendidikan jurnalis pun mulai mengikuti berbagai workshop, seminar, maupun berdiskusi dengan pakar di bidang jurnalistik. Mereka juga belajar mengenai programming.

Sampai kemudian merasa cukup menimba ilmu yang dibutuhkan, pada Juni 2014 dua bersaudara ini pun mulai mendirikan portal berita bernama Indonesia Times. Inilah cikal-bakal IDN Media yang semula fokus menyajikan berita singkat hanya 100 kata.

Kala itu Winston sengaja membuat portal berita tak lebih dari 100 kata agar agar masyarakat Indonesia dapat membaca esensi berita dengan lebih efisien. Apalagi, kebiasaan masyarakat Indonesia saat bermain internet cenderung lebih suka membaca berita singkat daripada yang panjang. Indonesian Times saat itu masih dioperasikan oleh 15 orang termasuk Winston dan William di dalamnya.

 

Mengutip dari Hitsss.com, saat kali pertama memulai portal beritanya, tantangan pertama yang dihadapi oleh Winston ialah bagaimana menciptakan konten yang viral. Karena itu, ia seolah mengadaptasi suasana kantor dan lingkungan kerja dari Google yang tak kaku, melainkan lebih santai seperti rumah sendiri guna memicu kreativitas.

“Kami membebaskan jam masuk kantor, tidak usah pakai seragam, kami sediakan makan siang gratis, mesin kopi, meja pingpong, dan lain-lain agar tidak jenuh dan bisa menghasilkan konten yang segar,” ujarnya di BNCC Techno Fair di Universitas Bina Nusantara, Mei 2016 lalu.

Namun rupanya saat pertama kali mulai benar-benar memutuskan untuk fokus mengembangkan Indonesia Times, Winston yang memutuskan keluar dari pekerjaannya mengaku sempat waswas karena media yang dibangunnya bisa kolaps sewaktu-waktu.

“Saat peluncuran, saya merasa deg-degan. Karena saya harus menggaji mereka dengan uang pribadi, kalau kolaps, nasib mereka bagaimana,” kisahnya seperti dikutip dari Tech in Asia.

Tapi, perlahan apa yang dikerjakan Winston pun mulai benar-benar membuahkan hasil. Genap satu tahun usia Indonesia Times berdiri, tepatnya pada 2015 silam perusahaan rintisannya itu pun menarik minat investor untuk memberikan pendanaan. Indonesia Times mendapatkan pendanaan tahap awal (seed funding) yang dipimpin oleh East Ventures. Namun, tak disebutkan berapa nilai pendanaan yang diterima kala itu.

Lantaran mendapatkan pendanaan baru, otomatis Winston pun mulai membenahi dan mengembangkan perusahaannya. Pertama ia mulai menambah jumlah personel timnya, hingga kemudian memutuskan untuk berpindah jalur dari yang semula merupakan portal berita 100 kata, menjadi situs berita yang lebih mengedepankan penyajian berita dalam bentuk daftar (listing). Saat itulah portal beritanya telah berubah nama menjadi IDN Times.

Media yang dibangun Winston lantas dapat berkembang pesat berkat menjalankan fokus dalam pembuatan konten kreatif maupun distribusi kontennya. Selain memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan beriklan di Google, IDN Times pun menjalin kerja sama dengan LINE (Line Today) dalam mendistribusikan konten yang dibuat sehingga dapat menjadi viral dan dibaca orang banyak.

Berkat berbagai strategi konten kreatif serta pendistribusiannya itu, pengunjung IDN Times terus menunjukkan kenaikan yang signifikan. Hingga pada September 2016, IDN Times telah mencatatkan sekitar 15 juta pengunjung bulanan mengumumkan bahwa perusahaan kembali dilirik oleh investor yang berujung pada diterimanya pendanaan Seri A yang dipimpin oleh North Base Media, yang juga merupakan investor dari situs media asal Filipina, Rappler.

Selain North Base Media, East Ventures kembali andil dalam pendanaan tersebut yang juga diikuti oleh GDP Venture.

Bagi Winston, apa yang berhasil dicapainya saat itu merupakan buah dari apa yang disukai dan yang ingin dilakukannya sejak dulu.

“Lakuin apa pun yang pengen kamu lakuin. Dan aku selalu percaya, kalo kamu terus ngelakuin kamu pasti bisa. Jadi aku sih gak mikir jauh, aku suka, kita lakuin dan harus suka. Jadi kalo kamu sudah beneran suka, mau seberapa pun susahnya itu, ya enjoy the process lah. Kalo aku (menjalankannya) enjoy kayak main game. Kalo (bisnis) gak ada problemnya, kurang menarik,” tuturnya di hadapan IDN Times Community.

Mendirikan Basis IDN Times Community yang Turut Melejitkan IDN Media

Seiring dengan perjalanannya, Winston mulai membangun beberapa saluran (channel) portal berita yang masih dalam satu jaringan dengan IDN Times, seperti Popbela.com yang fokus menyajikan konten khusus perempuan dari Generasi Y dan Z; Popmama.com yang fokus menyajikan konten untuk para ibu muda; IDN Creator Network; IDN Soundscape; IDN CreativeFest; FYI; dan Yummy Indonesia.

Semua itu ada dalam satu wadah yang kini bernama IDN Media. Namun, inovasi Winston tak sampai di situ. Ada satu terobosan baru yang dihadirkan Winston sehingga turut berperan dalam kemajuan IDN Times maupun IDN Media. Yakni saat Winston memutuskan untuk menghadirkan Community Writer atau komunitas penulis yang tergabung dalam IDN Times Community.

Jadi, siapa saja bisa mempublikasikan opini, artikel, maupun berita yang ditulis di IDN Times. Tapi, tentu saja harus mendaftar lebih dulu dan melewati tahap penyaringan juga penyuntingan oleh tim editor IDN Times. Keberadaan IDN Times Community ini digagas oleh Winston yang melihat besarnya potensi minat generasi Y dan Z dalam menulis yang sayang diabaikan.

“Awalnya dibikin platform nulis itu karena belum ada platform kaum milenial buat nulis gratis. Akhirnya ya sudah dibuat untuk jadi wadah menulisnya pembaca IDN Times. Kalo mereka bisa menulis, kenapa gak nulis,” kisah Winston.

Tapi, Winston tak serta-merta memanfaatkan kreativitas generasi Y dan Z yang memilih IDN Times sebagai wadah menulis dengan cuma-cuma. Ia memberikan timbal balik berupa poin yang bisa ditukar dengan uang tunai bagi komunitas penulis yang tergabung dan bisa mendapatkan banyak pembaca untuk setiap artikel yang ditulis dan sudah dipublikasikan di IDN Times.

Berkat sistem timbal balik dan kemudahan itulah, Winston berhasil menarik minat generasi muda yang suka menulis untuk menuangkan hobinya di IDN Times. Berawal dari puluhan penulis, kini jumlahnya sudah mencapai 59 ribu.

“Kita pengen ada targetnya 10 juta community writer. Sekarang kita ada 59 ribu,” ungkap Winston yang meluncurkan IDN Times Community pada Februari 2017.

Winston sendiri mengungkapkan harapannya agar semua orang yang memiliki minat lebih pada kegiatan menulis bisa fokus menulis sekaligus mendapatkan pendapatan di waktu bersamaan.

“Ada yang bisa bayar kuliahnya, ada yang bisa bantu orangtuanya. Jadi kita mau bilang, orang yang hobi nulis juga bisa mendapatkan uang dari situ,” tutur Winston.

Dan apa yang digagas Winston kembali menuai hasil yang besar. Berkat banyaknya jumlah penulis yang tergabung di IDN Times Community, pembaca yang datang ke situs IDN Times pun kian membludak, sampai pada November 2017 IDN Media mendapatkan pendanaan Seri B yang dipimpin oleh East Ventures. Investasi itu juga diikuti oleh perusahaan investasi asal Hong Kong, Central Exchange.

“IDN Media yang kita lihat saat ini baru menyentuh permukaan dari keseluruhan visi kami. Dengan tambahan modal ini, kami akan fokus pada misi untuk membangun perusahaan media multi platform yang lebih baik untuk kaum milenial dan Gen Z,” tutur Winston dalam sebuah rilis yang diterima Tech in Asia.

Mendobrak 3 Teratas Situs Berita Daring Indonesia yang Paling Banyak Dikunjungi

Menurut penuturan Winston, saat ini IDN Times telah mendapatkan jumlah pembaca sekitar 2,5-2,8 juta per hari. Jumlah yang cukup tinggi untuk sebuah media digital di Indonesia. Dan berkat tingginya jumlah pembaca itu, IDN Times pun mengklaim sempat masuk 3 besar situs berita daring di Indonesia yang paling banyak dikunjungi.

“IDN Times jadi omongan di media, karena dalam waktu 3 tahun per Januari kemarin berada di peringkat ke-3 media digital nasional. Dan base datanya itu ComScore,” ujar Editor in Chief IDN Times Uni Lubis, di Ciputra Artpreneur, Jakarta pada Maret 2018 lalu.

Atas pencapaian itu, bagi Lubis, IDN Times merupakan game changer dalam industri media digital karena terus mengalami peningkatan jumlah pengunjung setiap bulannya. “Jadi nomor satu itu Tribun, nomor dua Detik, nomor tiga IDN Times,” tambah Lubis.

Berbarengan dengan itu, IDN Times Community juga terus mengalami pertumbuhan yang positif. Setiap minggu setidaknya Lubis mengklaim bila rata-rata pertumbuhannya mencapai 1.000 penulis baru yang mendaftar setiap minggunya.

Bagi Winston, pencapaian IDN Times ini bukan hanya sekedar keberhasilan dalam menjaring pembaca, melainkan juga keberhasilan IDN Times dalam memberikan inspirasi kepada para pembaca. Karena bagi Winston, sikap dan pemikiran seseorang di masa depan dapat dipengaruhi oleh jenis informasi yang sering dibacanya setiap hari.

“Apa yang terjadi pada generasi orang 18 tahun, 25 tahun sekarang, itu terbagi dari konten yang dia konsum (sebelumnya). Kalo tiap hari konsum yang hoaks, konten yang ngejelekin orang terus, dia akan jadi orang yang punya mindset seperti itu. Tapi kalo dia tumbuh dengan konten yang informatif, akurat, menghibur tapi positif, dalam setahun dua tahun ke depan dia akan menjadi orang yang berpikir positif,” ujar Winston.

Jadi, itulah mengapa Winston berpendapat bila masa depan anak muda Indonesia tergantung dari informasi apa yang dikonsumsinya setiap hari. “Dan itu peranan media sangat-sangat penting,” sambungnya.

Pencapaian IDN Times memang tergolong luar biasa. Saat ini IDN Times bukan hanya memiliki kantor di Surabaya, tetapi juga memiliki kantor media di Palmerah, Jakarta Pusat. Dalam perjalanannya sejak merintis Indonesia Times hingga bisa menjadi seperti ini, Winston mengaku bahwa ia tak pernah takut untuk menghadapi segala tantangan, termasuk menghadapi kegagalan.

“Aku mikir, kalo aku gagal ya aku bakal punya cerita menarik,” ujarnya.

Di sisi lain, ketidaktakutan Winston menghadapi kegagalan dalam mengembangkan perusahaannya juga tak terlepas dari kepastian bahwa setiap manusia memiliki batas usia. Karena itu, menurutnya, yang ia pikirkan selama ini hanyalah melakukan yang terbaik dalam hidup.

“Kamu gak bakal tahu kapan kamu bakal mati. Kamu bisa mati besok, minggu depan, 70 tahun lagi. Make sure, karena kamu tahu kamu bakal mati, jadi seumur hidup kamu bakal berusaha sebaik mungkin,” tutup pria lulusan S1 di University of Southern California ini.

Jalin Kerja Sama dengan e-Commerce, Kemendes Ingin Perluas Pangsa Pasar BUMDes

0

Berempat.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menjalin kerja sama dengan e-commerce guna memperluas pangsa pasar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk itu, penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama telah dilakukan bersama Blanja.com.

“MoU menjadi pintu masuk BUMDes yang saat ini jumlahnya mencapai 32 ribu. Jumlah ini melampaui target nasional yang hanya 5.000 BUMDes,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi dalam keterangan pers, Rabu (9/5).

Selain itu, penandatanganan nota kesepahaman bersama juga dilakukan dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam acara Expo BUMDes dan Bazaar UMKM.

Anwar mengungkapkan, kerja sama dengan e-commerce dilakukan agar pihaknya juga dapat belajar dalam hal pengelolaan manajemen pemasaran.

“Kami ingin mendapatkan bimbingan dalam pengembangan usaha dan pengelolaan manajemen dalam hal ini pemasaran,” ungkap Anwar.

Sementara itu, CEO Blanja.com Aulia Ersyah Marinto menyambut baik kerja sama yang terjalin ini. Menurutnya, Blanja.com dapat mendukung program Kemendes mengingat sudah ada menu Pojok Asli Indonesia pada situsnya.

“Harga dari tiap daerah seharusnya tidak ada kesenjangan. Di situs Blanja.com ada menu Pojok Asli Indonesia yang isinya produk lokal Indonesia,” ungkap Aulia.

Selain Blanja.com, Kemender juga menjalin kerja sama dengan situs RegoPantes.com. Dalam bahasa Indonesia, rego pantes sama artinya dengan harga pantas. Dan sesuai dengan namanya, Kemendes bermaksud mengurangi adanya distorsi harga di pasar dengan menggandeng RegoPantes.com.

Sebab dengan harga yang pas, petani diyakini bisa mendapatkan keuntungan yang bertambah. Dengan kerja sama ini, Regopantes.com pun yakin bisa memberi nilai tambah bagi produk para petani.

“Agar petani terhubung langsung dengan konsumen dengan harga yang pantes,” ujar Direktur Marketing RegoPantes Anita Hesti.

Nadiem: GO-JEK Sudah Penuhi 4 Syarat untuk Ekspansi ke Luar Negeri

Berempat.com – Salah satu perusahaan aplikasi transportasi daring lokal, GO-JEK saat ini tengah mempersiapkan diri untuk merambah pasar di luar Indonesia. Filipina menjadi negara yang paling mungkin dijamah oleh GO-JEK sebagai upaya perdananya ekspansi ke luar negeri. Pasalnya, pada April lalu perwakilan GO-JEK dikabarkan telah menemui otoritas pemerintah Filipina.

CEO GO-JEK Nadiem Makarim akhirnya buka suara mengenai rencana perusahaannya untuk ekspansi ke luar negeri. Menurut Nadiem, GO-JEK sudah memenuhi empat syarat untuk bisa merambah pasar luar negeri.

Menurut Nadiem, syarat yang pertama sudah terpenuhi ialah penetrasi pasar yang dimiliki GO-JEK sudah signifikan di Indonesia. Kedua, GO-JEK mampu bersaing menghadapi kompetitor. Ketiga, perusahaan yang identik dengan warna hijau ini memiliki staf yang mendukung bisnis luar negeri. Dan keempat adalah memiliki modal besar.

“Ketika empat hal ini telah tercapai. Kami percaya kami sudah memenuhi sebagian besar di antaranya. Kami siap masuk ke negara lain,” ungkap Nadiem di The Next Indonesia Unicorn (Nexticorn) International Summit, Rabu (9/5).

Dan melihat bagaimana teknologi saat ini begitu maju, Nadiem percaya bahwa teknologi mampu mengembangkan ekonomi negara berkembang ke tahap selanjutnya. Nadiem berkata demikian lantaran percaya bila GO-JEK sudah membuktikan hal itu. Dan ia pun ingin perusahaannya membuktikannya di pasar luar negeri.

“Untuk membuktikan itu, cetak biru kami harus bisa diterapkan di negara lain lagi. Kami mau menguji,” paparnya.

BRI Syariah Jual Saham Umum Perdana Rp 510 per Lembar

0

Berempat.com – Anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk., PT Bank BRI Syariah mulai hari ini, Rabu (9/5) resmi menjual saham umum perdananya atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun perusahaan dengan kode emiten BRIS tersebut melepaskan 2.623.350.600 lembar saham baru yang setara dengan 27% dari modalnya.

Bila Anda tertarik membeli saham BRI Syariah, penawaran umum perdananya hari ini yaitu Rp 510 per lembar.

“Dengan harga tersebut, BRI Syariah berhasil mencatatkan oversubscribe sebanyak dua kali,” ujar Direktur Utama BRI Syariah Moch. Hadi Santoso di gedung BEI, Jakarta.

Menurut Hadi, kekuatan modal perusahaan dapat bertambah dengan IPO tersebut. Adapun, Hadi memaparkan bila 80% dari dana IPO akan digunakan untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan. Kemudian sekitar 12,5% untuk pengembangan teknologi informasi, dan 7,5% untuk pengembangan jaringan kantor cabang dari Sabang sampai Merauke.

Di sisi lain, peminat saham BRI Syariah sebenarnya sudah ada sejak bulan lalu. Salah satunya yang terang-terangan ingin membeli saham BRI Syariah ialah PT Paytren Aset Manajemen. Direktur Utama PT Paytren Aset Manajemen Ayu Widuri menyatakan bahwa pihaknya kemungkinan akan membeli saham Bank BRI Syariah saat IPO.

“Kemungkinan waktu IPO. Tapi bisa juga kami belinya di pasar sekunder. Saat ini kami masih terus memantau harganya,” ujarnya 10 April 2018 lalu seperti dikutip dari Tempo.

Begitu besarnya minat Paytren untuk membeli saham BRI Syariah dapat dilihat dari dana yang sudah disiapkan perusahaan, yakni Rp 500 miliar. Untuk mekanisme pembelian yang akan dilakukan oleh Paytren melalui kontrak pengelolaan dana (KPD) Koperasi Indonesia Berjamaah (Kopindo).

Shopee Gandeng P&G untuk Usung Kampanye Super Brand Day

Berempat.com – Shopee bakal memberikan diskon dan berbagai promo lainnya bagi pelanggannya untuk merek-merek tertentu dalam kampanye Super Brand Day. Selama kampanye ini berlangsung, fitur utama pada aplikasi Shopee seperti kolom pencarian dan fitur daily prize akan diisi khusus oleh 1 merek eksklusif selama 24 jam.

CEO Shopee Chris Feng mengatakan bila Shopee telah mampu berkembang signifikan sejak peluncurannya pertama kali. Hingga kini, Shopee memiliki lebih dari seribu merek yang tergabung di dalamnya.

“Sebagai salah satu bentuk terima kasih kami kepada para mitra brand, Shopee memperkenalkan Super Brand Day,” ujar dalam keterangan tertulis Selasa (8/5).

Sebagai langkah awal peluncuran kampanye tersebut, Shopee telah menggandeng P&G. Dengan begitu para pelanggan Shopee akan mendapatkan penawaran diskon dan promosi eksklusif dari berbagai produk unggulan P&G seperti Pantene, Pampers, Olay, Gillette, Head & Shoulders, dan masih banyak lagi.

Kampanye ini akan resmi berjalan pada Rabu (16/5) pukul 00.00 WIB dan berlangsung selama 24 jam. Pelanggan Shopee akan mendapatkan penawaran seperti potongan harga hingga 65%, chasback, dan voucher Rp 100.000 dari P&G.

Sementara itu, menurut P&G Asia Pacific eBusiness Leader Kim Dong Hyun, bergabung sebagai mitra pertama Shopee dalam kampanye Super Brand Day adalah sebuah langkah strategis bisnis digital bagi P&G.

“Sekaligus kami mampu menjangkau lebih banyak konsumen Indonesia melalui platform e-commerce,” ungkap Kim.

Dalam keterangannya, Shopee pun mengklaim bila kampanye ini akan memberikan sorotan dan kesempatan eksklusif bagi mitra merek di dalam aplikasi Shopee untuk menjangkau pengguna Shopee. Saat ini terdapat lebih dari 43 juta pengguna Shopee di 515 kota dan kabupaten di Indonesia.

Uniqlo Mulai Rambah Kota Yogyakarta sebagai Pangsa Pasar Baru

Berempat.com – Kota Yogyakarta bakal kedatangan salah satu gerai fesyen asal Jepang, Uniqlo yang memutuskan untuk membuka gerai pertamanya di sana. Peresmian gerai pertama Uniqlo bakal dilakukan pada Kamis (10/5) besok yang berlokasi di lantai upper ground Hartono Mall Yogyakarta dengan luas 2.000 meter per segi. Gerai tersebut akan menjadi gerai ke-17 Uniqlo di Indonesia

“Gerai pertama di Yogya ini akan menjadi gerai Uniqlo ke-17 di Indonesia sejak kami beroperasi di Indonesia tahun 2013 silam,” ujar Marketing Manager Uniqlo Indonesia Weiling Cheok dalam keterangan resminya di Yogyakarta, Selasa (8/5).

Selama beroperasi di Indonesia sejak 2013, Uniqlo telah hadir di empat kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya. Yogyakarta menjadi kota kelima yang dirambah oleh Uniqlo.

Dalam acara pembukaan besok, Weiling mengatakan bila di waktu bersamaan pihaknya akan meluncurkan secara eksklusif produk dari desainer internasional Hana Tajima dan Uniqlo t-shirt Mickey and the Sun.

Lebih lanjut, pada peluncuran gerai tersebut Uniqlo juga akan membagikan 300 cenderamata berdesain patchwork atau karikatur grafis bertema Ifo dan Kaiju. Karena itu Uniqlo sudah menggandeng seniman kontemporer Jogja Eko Nugroho untuk dapat membuat patchwork.

“Kami akan membagikan 300 patchwork Ifo dan Kaiju untuk setiap pelanggan dengan pembelanjaan minimum Rp 500.000 dan satu Unuqlo jeans,” sambung Weiling.

Selain itu, Uniqlo pun akan menggandeng gelaran seni kontemporer ART Jog dengan membagikan 50 tiket pameran. Pameran tersebut rencananya diadakan di Taman Budaya Yogyakarta mulai 4 Mei – 4 Juni 2018.

Tak berhenti sampai di situ. Untuk memeriahkan pembukaan gerai perdananya di Jogja, Uniqlo pun berkolaborasi dengan kedai kopi lokal Simetri Coffee dan Lantai Bumi. Nantinya 600 pelanggan pertama dalam antrean 10 dan 12 Mei 2018 akan mendapatkan voucher yang bisa ditukar dengan es kopi di dua kafe tersebut.

Pertumbuhan Pasar Positif, SiDU Berupaya Jangkau Pasar ke Pelosok Daerah

Berempat.com – Kendati saat ini industri percetakan tengah goyah oleh industri digital, namun rupanya hal itu tak berdampak pada pemasaran Sinar Dunia (SiDU). Menurut Consumer Domestic Business Head SiDU Martin Jimi, saat ini SiDU sudah menguasai lebih dari 50% pasar kertas, buku tulis, dan alat tulis kantor (ATK) di Indonesia.

“Pertumbuhan penjualan rata-rata 5% per tahun untuk semua varian produk di bawah merek SiDU,” ujarnya dalam konferensi pers #DiAtasKertas di Jakarta, Selasa (8/5).

Lebih lanjut, Martin mengungkapkan bila saat ini pihaknya masih fokus pada produksi buku tulis yang masih dominan di Jawa.

Sebab mengalami pertumbuhan yang positif di setiap tahunnya, SiDU pun berkomitmen untuk memperluas pemasarannya ke banyak daerah. Tak terkecuali untuk menjangkau hingga ke pelosok daerah.

“Kami berupaya menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Jadi produk ini eksis mulai dari Aceh sampai Papua,” ujar Martin.

Saat ini SiDU sendiri diproduksi oleh PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), grup dari Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas dan memiliki beragam merek kertas di bawah benderanya, seperti Paperline, Sinarline, ExcelPro, dan Rainbow Carbonless.

Siloam Butuh Investasi Minimal Rp 3 Triliun untuk Bangun 10 Rumah Sakit

Berempat.com – Salah satu rumah sakit kenamaan di Indonesia, Siloam membutuhkan investasi antara Rp 300 miliar-Rp 400 miliar untuk membangun satu rumah sakit. Dan di tahun ini, Siloam menargetkan akan membuka 10 rumah sakit. Itu berarti, setidaknya Siloam perlu menyiapkan investasi minimal Rp 3 triliun agar bisa mencapai target tersebut.

“Kami harapan tahun ini, tahun 2018, bisa membuka minimal 10 rumah sakit baru. Hampir semuanya itu di tempat-tempat yang jauh, istilahnya di remote area,” ujar CEO Lippo Group James Riady di Jakarta, Selasa (8/5).

Sampai saat ini, Siloam telah membangun 3 rumah sakit baru di tahun ini yang belokasi di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan; Jember, Jawa Timur; dan Tegalrejo, Magelang. Artinya, tersisa 7 rumah sakit baru yang harus dibangun bila Siloam ingin mencapai target tahun ini.

Dan sama seperti sebelumnya, James pun menyatakan komitmen Siloam yang tetap melayani pasien pengguna kartu BPJS Kesehatan. Menurutnya, saat ini hampir semua rumah sakit Siloam menerima BPJS Kesehatan.

“Pengalaman kami bekerja sama dengan BPJS itu sangat baik, karena memang itu adalah visi kami,” ujar James.

Sementara itu, bocoran lokasi rumah sakit baru yang sudah siap dibangun tahun ini sempat dibocorkan oleh CEO dan Deputy President Director Siloam Hospital Group (SHG) Caroline Riyadi. Beberapa lokasi tersebut berada di Semarang, Pasar Baru, Manado, Ambon, Sorong, dan Palangkarya.

Tingkatkan Pelayanan, Asuransi Sequis Luncurkan Aplikasi Polisq

0

Berempat.com – Demi dapat meningkatkan pelayanan kepada para nasabah, PT Asuransi Jiwa Sequis Life meluncurkan aplikasi baru Polisq (baca: Polisku). Menurut Head of Business Excellence & Project Management Office Sequis Dion Pratama, aplikasi ini diluncurkan khusus bagi pemegang polis eksisting Sequis Life. Dengan menggunakan aplikasi ini, para nasabah akan mendapat banyak kemudahan dalam mengurus banyak hal.

“Seperti perubahan data nasabah, pembayaran premi lanjutan, pengajuan klaim, hingga pemantauan proses klaim. Sehingga nasabah tak perlu repot lagi mengurus sejumlah dokumen ke kantor fisik,” terangnya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/5).

Aplikasi Polisq merupakan aplikasi ketiga yang diluncurkan Sequis Life dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, Sequis Life sudah meluncurkan aplikasi Sequis Online yang diperuntukkan melayani penjualan digital dan aplikasi Sequis Ez untuk yang dikhususkan bagi para agensi.

Menurut Presiden Direktur Sequis Tatang Widjaja, saat ini perusahaannya memang sedang fokus untuk mengejar perkembangan teknologi. Hal ini sejalan dengan perkembangan zaman yang sudah serba digital.

Dan untuk aplikasi Polisq, Tatang menuturkan bahwa target perusahaan tahun ini setidaknya aplikasi sudah bisa digunakan oleh seperempat nasabah. “Lalu di tahun depan kami targetkan bisa mencapai 60%,” ungkapnya.

Tiongkok Ingin Datangkan Produk Makanan Halal dan Fesyen Muslim dari Indonesia

0

Berempat.com – Produk makanan halal dan fesyen muslim Indonesia tampaknya diminati oleh Tiongkok. Pasalnya, Perdana Menteri (PM) Tiongkok Li Keqiang mengungkapkan keinginan negaranya untuk mendatangkan produk-produk tersebut dari Indonesia.

Menurut Li Keqiang, Indonesia merupakan negara besar yang mayoritas beragama Islam. Sementara itu di Tiongkok juga terdapat banyak penduduknya yang beragama Islam dan sedang mengembangkan produk halal di sana. Karena itu ia merasa perlu adanya kerja sama dengan Indonesia dalam memastikan ketersediaan produk halal di negaranya.

“Kami lihat bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki penduduk Islam mayoritas, kami juga memiliki masyarakat Islam, dan kami melakukan kerja sama untuk menyelenggarakan industri makanan halal,” ungkap Li di acara Business Summit yang bertempat di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin (7/5) malam.

Di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan 300 pengusaha nasional, Li juga mengatakan bila kerja sama ini ke depannya akan sangat baik bagi perekonomian kedua negara.

“Kami menerima produk halal Indonesia untuk diekspor ke pasar China. Dengan demikian ini bisa meningkatkan ekonomi kedua negara,” sambungnya.

Selain Indonesia, Li mengungkapkan bahwa Tiongkok sudah lebih dulu bekerja sama dengan Arab Saudi dalam hal membuat ketentuan produk halal di negaranya. Saat ini Tiongkok masih akan fokus pada sebatas makanan halal dan fesyen muslim.

Li pun berharap, Tiongkok dan Indonesia dapat menjalin kerja sama dalam segala bidang. Termasuk meningkatkan kerja sama di sektor perdagangan.

“Kerja sama pemahaman antara kedua negara, dan berdasarkan rasa hormat kedua negara, kami juga akan membuka diri untuk menerima dalam bekerja sama dengan Indonesia,” ungkap Li.