Sabtu, Mei 2, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 967

Pertamina Siapkan Kios BBM Kemasan di Jalur Mudik Jawa & Sumatera

0

Berempat.com – PT Pertamina telah menyiapkan Kios BBM Kemasan atau KiosK Pertamax di ruas tol fungsional yang termasuk ke dalam tol Trans-Jawa. Dengan adanya KiosK Pertamax tersebut berarti pemudik yang menggunakan mobil tak perlu khawatir akan kehabisan bahan bakar saat melintasi jalur fungsional.

Menurut VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito, upaya yang dilakukan Pertamina ini tidak mudah mengingat jalur fungsional masih dalam kondisi seadanya. Beberapa jalan masih bergelombang hingga terdapatnya alat berat di beberapa area. Menurutnya, ini menjadi tantangan bagi Pertamina.

“Itu menjadi salah satu tantangan perseroan untuk melayani pelanggan secara maksimal saat arus mudik nanti,” ujar Adiatma, Sabtu (2/6).

Sebagai informasi, KiosK Pertamax merupakan kios non-permanen yang menyediakan BBM Non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo. Kedua jenis BBM tersebut ditampung dalam bentuk kemasan per 10 liter maupun dispenser sederhana.

Sampai saat ini, Pertamina berencana akan menyediakan 63 KiosK di sepanjang jalur mudik di Jawa dan Sumatera. 57 KiosK di antaranya tersebar di jalur mudik Jawa, sedangkan 6 di antaranya di jalur Sumatera. KiosK Pertamax akan mulai beroperasi pada H-15 arus mudik Lebaran 2018.

Untuk di ruas tol Trans-Jawa, KiosK Pertamax akan berdiri di Tol Fungsional Pejagan-Pemalang, Gerbang Tol Kertasari KM 294, Tol Fungsional Rest Area KM 275, dan Rest Area Tol Gandulan.

Pertamina Siapkan Kios BBM Kemasan di Jalur Mudik Jawa & Sumatera

0

Berempat.com – PT Pertamina telah menyiapkan Kios BBM Kemasan atau KiosK Pertamax di ruas tol fungsional yang termasuk ke dalam tol Trans-Jawa. Dengan adanya KiosK Pertamax tersebut berarti pemudik yang menggunakan mobil tak perlu khawatir akan kehabisan bahan bakar saat melintasi jalur fungsional.

Menurut VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito, upaya yang dilakukan Pertamina ini tidak mudah mengingat jalur fungsional masih dalam kondisi seadanya. Beberapa jalan masih bergelombang hingga terdapatnya alat berat di beberapa area. Menurutnya, ini menjadi tantangan bagi Pertamina.

“Itu menjadi salah satu tantangan perseroan untuk melayani pelanggan secara maksimal saat arus mudik nanti,” ujar Adiatma, Sabtu (2/6).

Sebagai informasi, KiosK Pertamax merupakan kios non-permanen yang menyediakan BBM Non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo. Kedua jenis BBM tersebut ditampung dalam bentuk kemasan per 10 liter maupun dispenser sederhana.

Sampai saat ini, Pertamina berencana akan menyediakan 63 KiosK di sepanjang jalur mudik di Jawa dan Sumatera. 57 KiosK di antaranya tersebar di jalur mudik Jawa, sedangkan 6 di antaranya di jalur Sumatera. KiosK Pertamax akan mulai beroperasi pada H-15 arus mudik Lebaran 2018.

Untuk di ruas tol Trans-Jawa, KiosK Pertamax akan berdiri di Tol Fungsional Pejagan-Pemalang, Gerbang Tol Kertasari KM 294, Tol Fungsional Rest Area KM 275, dan Rest Area Tol Gandulan.

Sepeda Motor Pengangkut BBM Diminta Sambangi Terminal dan Pelabuhan

0

Berempat.com – Guna mengantisipasi lonjakan permintaan BBM selama mudik, PT Pertamina telah menyiapkan 24 sepeda motor pengangkut BBM atau yang diberi nama Mobile Dispenser. Mobile Dispenser dikerahkan untuk menjangkau konsumen di lokasi yang tak terdapat SPBU, salah satunya adalah tempat istirahat di tol.

Selain di ruas tol, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan juga meminta kepada unit Mobile Dispenser akan menyebar di jalur non-tol. Pasalnya, Jonan khawatir saat kepadatan terjadi di jalan tol Trans-Jawa akan banyak kendaraan yang memilih keluar tol dan menggunakan jalur non-tol.

“Kalau memang sulit cari tempat, saran saya cari terminal bus yang tipe A. Kalau di Jawa mungkin enggak sekitar 20-30 terminal. Coba dicari, tidak harus semua,” ujarnya saat mengecek di SPBU Cipali, Sabtu (2/6).

Selain terminal, Jonan juga meminta Mobile Dispenser menjamahi pelabuhan, seperti Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Pasalnya, Jonan menilai antrean kendaraan panjang sering kali terjadi saat arus mudik Lebaran.

“Ya kalau tidak ada (Mobile Dispenser), paling tidak ya kioslah,” sambungnya.

Jonan pun menyarankan agar Pertamina membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk membawahi Marketing Operation Region (MOR) Pertamina III, IV, dan V. Tujuannya agar menjadi 1 komando sehingga strategi penyediaan BBM bisa terintegrasi. Khusunya di ruas tol Trans-Jawa yang sudah hampir terhubung seluruhnya meski beberapa ada yang masih fungsional.

Karyawan Garuda Minta Luhut Bantu Selesaikan Persoalan Garuda Indonesia

Berempat.com – Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia Tbk. kembali buka suara terkait rencana mogok kerja. Yang terbaru, pada sebuah keterangan pers, mereka menyampaikan lima poin kepada publik.

Pada salah satu poin disebutkan bahwa mereka telah bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan pada Kamis (31/5). Dan selepas pertemuan tersebut, mereka pun berharap agar Luhut bisa membantu menyelesaikan persoalan Garuda Indonesia saat ini.

“Besar harapan Kami Bapak Menko Maritim dapat membantu menyelesaikan masalah ini sehingga Mogok Kerja tidak perlu kami lakukan,” ungkap mereka dalam keterangan pers yang ditandatangani oleh Ketua Umum Sekarga Ahmad Irfan dan Presiden APG Kapten Bintang Hardiono pada Jumat (1/6).

Selain itu, karyawan Garuda Indonesia juga meminta kepada pemerintah untuk berperan aktif membantu menyelamatkan PT Garuda Indonesia Tbk. Permintaan tersebut disampaikan lantaran karyawan Garuda merasa upaya pendekatan melalui Kementerian BUMN tak mendapat respon.

“Kami sudah mencoba memberikan masukan kepada Menteri BUMN sejak tahun 2017, tetapi tidak mendapat Respon yang diharapkan.”

Terkait rencana mogok kerja yang kabarnya akan dilakukan APG pada puncak arus mudik Lebaran, melalui keterangan pers tersebut mereka pun memastikan mogok kerja akan dilakukan bukan di momen krusial para konsumen. APG juga memastikan rencana mogok kerja akan diumumkan paling lambat tujuh hari sebelumnya.

Mogok kerja pun baru akan dilakukan apabila pengaduan karyawan Garuda Indonesia ini tidak mendapatkan respon dari Pemerintah dalam 30 hari kerja.

“Keputusan tersebut diambil karena kami sudah menghitung dan mempertimbangkan dengan sangat cermat bahwa jika keputusan mogok harus diambil, maka kegiatan tersebut pasti tidak bertepatan dengan momen krusial para konsumen.”

Mogok kerja yang dilakukan karyawan Garuda Indonesia sendiri diketahui merupakan bentuk protes atas kekecewaan mereka terhadap kinerja dan berbagai keputusan yang diambil oleh direksi perusahaan. Ditambah lagi terus anjloknya nilai saham Garuda Indonesia yang dikhawatirkan dapat memperburuk kinerja perusahaan ke depan.

“Rencana Mogok ini sebenarnya merupakan bukti kecintaan kami kepada Garuda Indonesia agar permasalahan MISS MANAGEMENT yang terjadi di tubuh Garuda Indonesia dapat diselesaikan oleh Pemerintah sehingga Garuda Indonesia tetap dapat membawa konsumen Terbang Tinggi membawa bendera Bangsa.”

“Bahwa penurunan harga saham GIAA yang terjadi terus menerus sampai dengan penutupan hari kamis 31 Mei 2018 pada harga Rp 254 per lembar, dibandingkan pada saat IPO harga saham Rp. 750 per lembar. Kondisi ini sangat merugikan Perusahaan dan juga masyarakat luas, serta terjadi pengurangan pelayanan terhadap konsumen di berbagai lini, dimana ini merupakan beberapa indikator dari terjadinya degradasi kinerja tersebut.”

Dan menyadari akan adanya dampak kekurangnyamanan bagi konsumen atas rencana mogok kerja tersebut, karyawan Garuda Indonesia pun sempat menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen. Tapi, keputusan tersebut tetap harus diambil mengingat perusahaan publik tersebut dinilai sedang mengalami penurunan kinerja di berbagai lini.

Jagadiri Rilis 4 Produk Asuransi Baru yang Terjangkau

0

Berempat.com – Memasuki pertengahan Ramadan, Jagadiri memperkenalkan 4 produk teranyarnya kepada pelanggan setianya. 4 produk asuransi tersebut di antaranya Jaga Sehat Pilihanku, Jaga Sehat Tropis, Jaga Senyumku, dan Jaga Liburanku.

Untuk produk Jaga Sehat Pilihanku, Chief Marketing Officer Jagadiri Yuda Wirawan mengatakan bahwa produk ini diluncurkan guna melengkapi produk asuransi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, yakni Jaga Sehat, Jaga Sehat Plus dengan pengembalian premi, dan Jaga DBD.

Dengan adanya penambahan produk tersebut, Jagadiri bermaksud memberikan kemudahan bagi nasabah dalam memilih premi sesuai dengan kebutuhan. Yuda pun mengatakan bahwa selama ini asuransi kesehatan yang ada di masyarakat justru kerap menjadi beban bagi nasabah. Pasalnya, nasabah harus mengambil paket asuransi yang sudah ada dan tak bisa memilih layanannya sendiri.

“Seharusnya nasabah bisa memilih sesuai dengan kebutuhan yang mereka inginkan, dari mulai harga premi dan manfaat yang bisa dipilih, sehingga asuransi bisa semakin menjangkau masyarakat luas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (2/6).

Seperti produk Jaga Sehat Tropis yang bisa melindungi nasabah dari 11 penyakit tropis. Premi yang ditawarkan pun mulai dari Rp 26 ribu untuk masa pertanggungan 3 bulan. Lalu, untuk Jaga Senyumku adalah asuransi kesehatan gigi dengan premi mulai dari Rp 88 ribu per bulan. Dan terakhir, Jaga Liburan yang merupakan produk asuransi perjalanan dengan premi Rp 15 ribu untuk masa pertanggungan 1 bulan.

Selain meluncurkan 4 produk baru, Jagadiri juga menawarkan program khusus Ramadan. Perusahaan yang bernaung di bawah PT Central Asia Financial (CAF) ini menggandeng WE+ dan Alfamart untuk program khusus tersebut.

CEO Jagadiri Reginald J. Hamdani menjelaskan, program khusus yang dimaksud ialah adanya pemberian asuransi Jaga Aman Bersama dan Jaga Diri yang berlaku selama 48 jam bagi pelanggan yang melakukan transfer uang di Alfamart dan mengunduh aplikasi WE+.

Asuransi Jaga Aman Bersama akan diberikan cuma-cuma kepada penerima uang dari transfer Alfamart dengan nilai pertanggungan jiwa senilai Rp 10 juta, juga santunan rumah sakit akibat kecelakaan sebesar Rp 1 juta. Program ini berlangsung selama 1-10 Juni 2018.

“Selama bulan Ramadan, tingkat remitansi sangat tinggi. Kami melihat tren remitansi meningkat melalui gerai Alfamart. Dan kami memberikan proteksi kepada penerima uangnya,” tandasnya.

Jasa Marga Siapkan Dana Rp 3,7 Triliun untuk Bangun Tol Kediri

0

Berempat.com – Ruas tol yang termasuk ke dalam tol Trans-Jawa bakal ditambah lagi oleh PT Jasa Marga Tbk. Rencananya, tol Trans-Jawa bakal dibangun di Kediri, tepatnya mulai dari Ngawi-Kertosono sampai ke Kediri. Nilai investasi untuk bisa merealisasikan rencana tersebut diprediksi mencapai Rp 3,7 triliun.

Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri Iwan Moedyarno, pembangunan ruas tol Kediri tersebut akan dimulai dari Tanjung Anom.

“Ada cabang sekitar Tanjung Anom di sekitar Nganjuk. Nanti (jalur) ke arah selatan 23-24 km sampai Kediri,” ujar Iwan di acara kunjungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (1/6).

Iwan pun mengungkapkan, kehadiran jalan tol dengan nilai investasi Rp 3,7 triliun tersebut dapat mengembangkan potensi di daerah Jawa bagian Selatan.

“Kediri (investasinya) sekitar Rp 3,7 triliun. Urgensinya itu untuk pengembangan wilayah karena kan jalan tol beratnya di tengah saja,” jelas Iwan.

Rencananya, konstruksi pertama proyek ini akan dimulai pada awal 2019. Sebab, saat ini proyek tersebut masih dalam proses analisis dampak lingkungan (Amdal).

“Target selanjutnya penentuan lokasi jadi Agustus turun persetujuan atau September selesai dan 2019 bisa awal konstruksi,” pungkas Iwan.

Rekor Baru Shopee: 1,5 Juta Transaksi Terjadi Dalam Sehari

0

Berempat.com – Di bulan Ramadan ini Shopee telah mencatatkan rekor baru. Platform belanja daring ini berhasil mengumpulkan 1,5 juta transaksi dalam waktu 24 jam. Torehan tersebut berhasil direngkuh Shopee selama bulan Ramadan.

Selain itu, Shopee juga mencatatkan 465 juta kunjungan pengguna sepanjang Ramadan 2018. Angka tersebut sama dengan dua kali lebih banyak daripada jumlah penduduk Indonesia. Artinya, jika diasumsikan setiap orang di Indonesia setidaknya dua kali membuka Shopee.

“Kami sangat berterima kasih atas respon positif seluruh pengguna setia Shopee di Ramadan tahun ini,” ungkap CEO Shopee Chris Feng dalam keterangan resminya, Jumat (31/5).

Menurut Chris, pencapaian tersebut merupakan gambaran bagaimana sambutan luar biasa diberikan oleh masyarakat. Sehingga menjadikan Shopee sebagai destinasi belanja untuk memenuhi kebutuhan di bulan puasa maupun menyambut Lebaran.

Selain itu, di bulan Ramadan ini Shopee juga mencatatkan peningkatan transaksi lebih dari 5 kali lipat dibandingkan Ramadan tahun lalu. Antusiasme pengguna juga turut dirasakan dalam kemeriahan in-app game Shopee, Goyang Hujan Emas dengan total hadiah Rp 10 miliar.

Atas capaian tersebut, Chris pun berkomitmen akan terus menghadirkan berbagai penawaran terbaik dan hadiah bagi pelanggan setia Shopee. Hal itu dilakukan untuk menciptakan pengalaman belanja daring terbaik bagi pengguna Shopee.

Atur Strategi Persaingan, Semen Padang Incar Proyek Infrastruktur

Berempat.com – Serapan semen di pasar domestik saat ini cenderung melesu seiring dengan lebihnya kapasitas produksi. Sebab itu, guna bisa menanggulangi kondisi tersebut PT Semen Padang kini mengincar proyek infrastruktur yang tengah digarap pemerintah.

Komisaris PT Semen Padang Khairul Jasmi mengungkapkan, sejumlah proyek yang sedang diincar oleh Semen Padang di antaranya tol Padang-Pekanbaru, Pasar Atas Bukittinggi pascaterbakar, dan beberapa proyek kecil yang pendanaannya menggunakan dana desa.

“Sebisa mungkin (semua proyek itu) tetap pakai produk lokal, termasuk semennya,” sambung Khairul Jasmi, Kamis (31/5).

Sementara itu, menurut Direktur Keuangan Semen Padang Tri Hartono Rianto, saat ini banyak pekerjaan rumah yang harus dihadapi oleh perusahaan semen lokal. Pasalnya, sudah banyak merek semen asing yang membanjiri pasar dalam negeri. Ia menyebut, untuk di Jawa saja produsen asal Taiwan, Thailand, Cina, maupun pemain lama seperti Holcim dan Indocement turut meramaikan pasar.

“Pasar Sumatra masih kita kuasai tapi persaingan ketat, maka mau tak mau kita harus atur strategi,” jelas Tri.

Tri pun mengungkapkan, nyaris seluruh produsen semen pada 2017 mengalami penurunan laba bersih hingga 55%. Ia menggambarkan laba bersih PT Semen Indonesia sebagai induk Semen Padang yang anjlok separuhnya dari Rp 4 triliun di 2016 menjadi Rp 2 triliun di 2017. Dan untuk Semen Padang sendiri, laba bersihnya terkoreksi 30%.

Stratgei lain pun saat ini sedang diusung Semen Padang untuk menekan anjloknya laba perusahaan, yaitu efisiensi produksi. Bahkan, korporasi menargetkan adanya nilai efisiensi hingga Rp 200 miliar pada 2018 ini.

Tapi, sayangnya, upaya tersebut diyakini belum cukup untuk mendongkrak kinerja keuangan. Harga batu bara yang melonjak membuat biaya produksi ikut naik. Di sisi lain, produsen semen tak bisa menaikkan harga jual semen demi meraih pasar.

“Makanya, jalan lain adalah menyasar proyek infrastruktur. Termasuk, tol dan dana desa,” ungkap Tri.

Indofood Bagikan Dividen Rp 1,8 Triliun pada 3 Juli 2018

0

Berempat.com – Produsen Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. telah rampung mengadakan Rapat Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (31/5). Pada RUPST tersebut, dijabarkan bahwa pada 2017 lalu Indofood telah mengantongi pendapatan Rp 3,8 triliun. Pendapatan tersebut naik 5,4% dibanding tahun 2016.

Selain itu, marjib laba bersih yang diperoleh Indofood di tahun lalu pun membaik 10,7% dibanding tahun 2016.

Pada RUPST tersebut para pemegang saham pun sepakat membagikan dividen tunai mencapai Rp 1,8 triliun atau Rp 162 per lembar saham. Nilai dividen tersebut 50% dari total laba yang didapatkan perusahaan.

” Dividen ini akan dibayarkan pada tanggal 3 Juli 2018,” ujar Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Thomas Tjhie.

Pencapaian laba pun berbanding lurus dengan pertumbuhan penjualan bersih konsolidasi Indofood sebesar 3,6%, yakni dari Rp 34,37 triliun pada 2016 menjadi Rp 35,61 triliun pada 2017. Adapun yang menjadi sumber pemasukan terbesar masih berasal dari divisi mi instan dengan kontribusi 64% terhadap total penjualan bersih.

Setelah itu, baru diikuti oleh divisi dairy (20%), makanan ringan (7%), minuman (2%), penyedap makanan (2%), nutrisi (2%), dan makanan khusus (5%).

Pada 2017, laba usaha Indofood pun meningkat menjadi menjadi Rp 5,22 triliun dari Rp 4,86 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara untuk marjin laba usaha tumbuh dari 14,2 persen pada 2016 menjadi 14,7 persen pada 2017.

Pilot Garuda Rencanakan Mogok Kerja, YLKI: Jangan Korbankan Hak Konsumen

Berempat.com – Persoalan internal Garuda Indonesia sepertinya belum juga menemukan titik terang. Rencana pemogokan kerja di puncak mudik Lebaran yang dilakukan oleh pilot maupun karyawan Garuda Indonesia lainnya makin mencuat. Menanggapi hal tersebut, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pun menyayangkan rencana tersebut.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menilai pemogokan kerja tersebut akan sangat berdampak bagi pelayanan ke konsumen.

“Bernegosiasilah secara intensif dengan pihak managemen GA dan pemerintah secara elegan, tanpa mengorbankan hak-hak konsumen,” ujar Tulus melalui keterangan tertulis, Jumat (1/6).

Sebenarnya YLKI sendiri menghargai rencana pemogokan kerja tersebut asalkan tak berimbas pada aspek pelayanan. Tulus menyinggung soal UU Perlindungan konsumen dan UU tentang Penerbangan bahwa konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan saat meggunakan jasa penerbangan.

Namun, Tulus tak hanya meminta kepada karyawan Garuda Indonesia yang tergabung di Serikat Pekerja Garuda Indonesia (Sekarga) agar tak mogok kerja, tetapi juga kepada pemerintah agar mendengar aspirasi Sekarga dan APG dalam mengambil kebijakan internal Garuda Indonesia.

“Jangan bongkar pasang direksi tanpa menyerap aspirasi stakeholder utama GA, baik stakeholder internal dan atau eksternal,” ujar Tulus.

Tulus pun mengakui bahwa YLKI belakangan ini sering mendapat banyak keluhan konsumen Garuda Indonesia, baik pada pelayanan kabin hingga aspek On Time Perfomance.

Proses pemogokan kerja karyawan Garuda Indonesia ini merupakan imbas dari kondisi internal Garuda Indonesia yang kurang baik. Bermula dari keputusan Garuda Indonesia dalam bongkar pasang direksi.

Awalnya, pemegang saham sepakat menghilangkan direksi operasional dan teknik, namun karena tingginya gelombang protes karyawan membuat perusahaan mengembalikan fungsi dua direksi tersebut. Tapi, pengangkatan pejabat direktur operasional dan teknik dilakukan Direktur Utama Pahala Nugraha Mansury tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Persoalan internal pun terus berlanjut hingga ke masalah teknis, seperti dihilangkannya kendaraan antar-jemput karyawan kabin Garuda Indonesia. Pilot Garuda Indonesia juga menilai direksi Garuda Indonesia bukan lagi diduduki oleh mayoritas yang berlatar belakang dunia penerbangan, melainkan perbankan.