Kamis, Mei 7, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 944

Indonesia Kirim 1.093 Ekor Kambing Lewat Udara pada Tahap Kedua Ekspor ke Malaysia

0

Berempat.com – PT Inkopmar Cahaya Buana telah melangsungkan ekspor kambing keduanya dari Jawa Timur menuju Malaysia pada Rabu, (1/8). Namun, kali ini ekspor dilakukan menggunakan pesawat guna memudahkan dan mempercepat waktu pengiriman. Sebelumnya, ekspor perdana sudah dilakukan melalui jalur laut.

“Ini merupakan yang pertama ekspor dengan menggunakan jalur udara,” ungkap Chief Eksekutive Officer PT Inkopmar Cahaya Buana Rio Lukman di Sidoarjo, Jawa Timur, seperti dikutip dari Antara, Kamis (2/8).

Rio mengungkapkan, kambing jenis domba yang diekspor tersebut diperoleh dari peternak yang berada di Provinsi Jawa Timur, seperti dari Kabupaten Jember, Lumajang, dan juga dari Kediri. Pada pengiriman perdana menggunakan pesawat ini terdapat 1.093 ekor kambing yang dikirim. Rio pun mengungkapkan bahwa sampai akhir tahun ini pihaknya menargetkan ekspor bisa mencapai 60.000 ekor kambing.

“Padahal kebutuhan Malaysia bisa lebih dari itu. Kami juga sempat diberitahu beberapa jenis kambing dari negara lain yang akan masuk Malaysia, tetapi kami diberikan kesempatan karena rasa dari kambing asal Indonesia lebih enak,” imbuhnya.

Adapun kambing yang diekspor oleh Ikopmar Cahaya Buana diperoleh dari peternah lokal di wilayah Jawa Timur. Rio mengungkapkan bahwa ia memperoleh di kisaran harga Rp 35 ribu – Rp 37 ribu setiap kilogram daging hidup. “Kemudian kami kumpulkan di Surabaya untuk selanjutnya diekspor ke Malaysia,” ujarnya.

Selain Malaysia, Rio juga mengatakan bahwa ke depan pihaknya akan membidik wilayah Timur Tengah sebagai tujuan ekspor selanjutnya.

Menabung untuk Haji dan Umrah Kini Bisa di Maybank Indonesia

0

Berempat.com – Nasabah mupun masyarakat umum kini sudah bisa membuka tabungan haji dan umrah di PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (Maybank Indonesia). Pasalnya, melalui Perbankan Syariah Maybank Indonesia, Maybank Indonesia baru saja resmi meluncurkan tabungan haji dan umrah bernama MyArafah.

MyArafah merupakan tabungan dengan akad Mudharabah Mutlaqah untuk merencanakan ibadah Haji Reguler atau Umrah sesuai keinginan nasabah. Maybank Indonesia memberikan kebebasan dalam sistem setoran, bisa bulanan dan bisa juga dalam mata uang Rupiah atau Dolar AS (USD).

“Peluncuran Tabungan ‘MyArafah’ merupakan wujud nyata Maybank Indonesia dalam menjawab kepercayaan yang diberikan Pemerintah RI melalui Kementerian Agama. Peluncuran tabungan ini selaras dengan strategi Maybank Indonesia, Sharia First, salah satunya dalam upaya menyediakan produk dan layanan kepada para nasabah, khususnya calon jemaah haji dan umrah,” ungkap Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria di Jakarta, Rabu (1/8).

Menurut Taswin, tabungan ini bisa diakses melalui 390 kantor cabang Maybank Indonesia di seluruh Indonesia. Nasabah maupun calon jemaah yang memiliki rencana melaksanakan ibadah haji atau umrah dapat membuka tabungan dan melakukan registrasi.

Tabungan MyArafah memiliki kelebihan berupa bebas biaya administrasi bulanan tanpa syarat, serta mendapatkan bagi hasil yang kompetitif. Nasabah dapat membuka tabungan dengan setoran awal yang ringan, yakni mulai dari Rp 100 ribu. Namun, bagi nasabah yang sudah memiliki dana sesuai dengan ketentuan setoran awal haji yang ditentukan Kementerian Agama RI dan membuka tabungan untuk keperluan pelunasan biaya Haji, bisa mendapatkan kepastian porsi Haji melalui SISKOHAT.

Selain itu, tabungan MyArafah juga dilengkapi dengan kartu Debit/ATM dalam jaringan Mastercard, yang dapat digunakan untuk tarik tunai di Arab Saudi dan seluruh dunia.

Terkait dengan penunjukan Maybank Indonesia oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Maybank Indonesia memiliki empat fungsi dalam kapasitas sebagai BPS-BPIH. Pertama, sebagai Bank Penerima, Maybank Indonesia menerima kewenangan untuk membuka Rekening Tabungan Jemaah Haji, dan menerima setoran awal dan pelunasan pendaftaran haji yang terintegrasi langsung dengan SISKOHAT.

Kedua, sebagai Bank Mitra Investasi, Maybank Indonesia dapat menjadi mitra BPKH melakukan pengelolaan Rekening Mitra Investasi di Kas Haji yang digunakan khusus untuk menampung dana investasi langsung, dan dapat digunakan untuk investasi dalam bentuk pembiayaan syariah atau instrumen lainnya.

Ketiga, sebagai Bank Pengelola Nilai Manfaat, Maybank Indonesia dapat mengelola Dana Haji di Rekening Nilai Manfaat. Dan keempat, sebagai Bank Penempatan, Maybank Indonesia dapat melakukan pengolaan dana haji melalui penempatan di Tabungan atau Deposito Berjangka.

Blanja.com Bakal Hadirkan 45.000 Produk UKM untuk Meriahkan Kemerdekaan RI

0

Berempat.com – Blanja.com berencana menghadirkan 45.000 produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam rangka memeriahkan hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2018 mendatang. Mengusung kampanye ‘Blanja Terus Pantang Mundur’, marketplace milik BUMN ini berkolaborasi dengan UKM lokal yang sudah terdaftar di halaman ‘Asli Indonesia’ yang ada di Blanja.com.

Head of Marketing Blanja.com Faiz Fashridjal menuturkan, di balik halaman Asli Indonesia ada banyak UKM Indonesia yang memproduksi produk lokal khas Indonesia, mulai dari pernak-pernik, makanan khas daerah, hingga fesyen daerah.

“Tepat di HUT RI KE-73 ini, kolaborasi bersama UKM kami lakukan untuk sama-sama mengajak masyarakat agar tidak hanya bangga dengan negaranya, tapi juga harus bangga dengan produk lokal Asli Indonesia,” ungkap Faiz dalam rilisnya pekan ini.

Selain itu, berbagai promo yang ditawarkan kali ini sengaja digelar Blanja.com sebagai bentuk dukungan terhadap UKM lokal, serta memperkuat keberadaan produk lokal Indonesia di platform digital. Harapannya, melalui kampanye ini produk UKM semakin banyak diminati.

Blanja.com memang diketahui cukup aktif dalam mendukung potensi produk UKM Indonesia. Selain kampanye terbaru ini, sebelumnya Blanja.com telah bekerja sama dengan Asosiasi e-Commerce Indonesia (IdEA) melakukan workshop pelatihan UKM di 3 kota, yakni Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung.

Strategic Seller Development Blanja.com Monika Viany mengungkapkan, diharapkan workshop ini dapat mengajak para pelaku UKM untuk memanfaatkan platform Blanja.com dalam meningkatkan pemasaran.

“Tidak hanya berjualan di media sosial, terlebih lagi di BLANJA.com juga menyediakan laman khusus untuk produk lokal yaitu Asli Indonesia,” ungkap Monika di Jakarta, Senin (30/7).

Pindad Perkenalkan Mobil Listrik Mirip Bemo yang Dikembangkan Bersama ITB

0

Berempat.com – Baru-baru ini PT Pindad rupanya tengah mengembangkan mobil roda tiga yang menyerupai bemo. Namun, bedanya mobil ini dilengkapi bak terbuka pada bagian belakangnya dan merupakan mobil listrik. Untuk bisa mengembangkan mobil tersebut, Pindad pun menggandeng Institut Teknik Bandung (ITB).

Mobil listrik tersebut sempat dijapang Pindad di parkiran Gedung BPPT Jakarta yang masih satu komplek dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.  Pindad sengaja memajang mobil listriknya di sana dalam rangka meramaikan Seminar and Exhibition Electric Car.

Namun, Direktur Bisnis Produk dan Industrial Pindad Heru Puryanto menerangkan, sebenarnya dua bemo masih tahap purwarupa. “Ini sebenarnya baru prototype, intinya kalau Pindad mengembangkan motor listrik. Adapun kendaraannya bisa kerja sama dengan partner manapun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (31/7).

Dan sebagaimana bentuknya yang memiliki bak terbuka di bagian belakang, kendaraan tersebut memang digunakan untuk membawa produk-produk pertanian maupun digunakan untuk berdagang. Artinya, kendaraan listrik ini memiliki target pasar bagi kalangan petani maupun pedagang di wilayah pedesaan.

“Ini konsepnya angkutan pedesaan, bisa untuk jualan juga bisa, ini membantu operasional pedagang, atau petani,” terangnya.

Heru pun memastikan bahwa pengguna mobil ini tak akan kesulitan untuk mengisi bahan bakar kendaraannya. “Tidak perlu cari bahan bakar tinggal sampai di rumah colok listrik selesai. Pas listrik mati bisa diisi bensin karena ini hybrid intinya bensin menggerakkan generator disimpan di aki,” paparnya.

Namun, Heru menyebut bahwa Pindad masih terus melakukan evaluasi untuk produk mobil listriknya ini. Apalagi bila mengingat pengembangan mobil ini dilakukan sudah selama dua tahun dan baru dikeluarkan purwarupa. Karena itu, untuk bisa melanjutkan ke langkah produksi massal Heru menegaskan bahwa kendaraan listrik ini perlu memenuhi kriteria tertentu.

“Cukup bagus, cuma memang untuk mass production, kan, volumenya harus tercapai volume tertentu, kalau 100 biji mungkin belum bisa mass production. Nanti harganya terlalu tinggi. Kan kita ngejar harga yang bisa dijangkau,” terangnya.

Di samping itu, Heru sendiri tak menampik akan banyak menggandeng pihak lain untuk bisa produksi massal. “Ya sebagai contoh yang sudah ada partnernya yang gesit. Ada Wika Konstruksi, Garasindo, ada Pindad dari sisi industrinya,” tutupnya.

Sementara itu, Heru pun mengungkapkan andaikan mobil listrik ini sudah bisa diproduksi massal maka akan dipatok harga relatif terjangkau.

“Kalau ini kami belum punya estimasinya, masih prototipe sih ya, nanti berbeda dengan mass productionnya mungkin sekitar di Rp 35-40 juta, kurang lebih seperti itu,” pungkasnya.

15 UKM Indonesia Catatkan Transaksi US$ 2,22 Juta di Korea Handmade 2018

0

Berempat.com – Sebanyak 15 usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia berhasil mencatatkan transaksi sebesar US$ 2,22 juta atau setara Rp 310 miliar (kurs Rp 14.000) pada pameran “Korea Handmade 2018” yang berlangsung pada 26-29 Juli 2018 di Convention and Exhibition Center, Seoul, Korea Selatan.

Nilai penjualan tersebut terdiri dari transaksi saat pameran sebesar US$ 220 ribu atau Rp 3 miliar untuk produk tas dari kulit reptil, tas kristal batik, perhiasan dari perak, bros, dekorasi rumah dari kayu, baju, dan kain batik. Serta transaksi potensial sebesar US$ 2 juta atau Rp 280 miliar untuk produk tas kulit dan baju batik.

Selain itu, penjajakan sampel untuk trial order di beberapa produk makanan ringan, perhiasan berupa bros atau mutiara, serta dekorasi rumah dari kayu juga dilakukan. Pameran yang difasilitasi oleh Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (Atdag dan ITPC) Busan ini bertujuan mempromosikan produk-produk kerajinan tangan asal Indonesia.

“Melalui pameran ini, diharapkan UKM Indonesia dapat memperkenalkan aneka produk kerajinan tangan Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan, serta mendapatkan pengalaman dan pembelajaran dalam memasuki pasar internasional,” ujar Kepala ITPC Busan Ni Made Kusuma Dewi pada keterangan resminya di Korea Selatan.

Para UKM Indonesia yang mengikuti pameran antara lain Bunning Handicraft, Peggy’s Arts and Craft, SVH, Wira Silver Bali, Andika Snack, Tarti Camelia, Fifi Collection, Eka Rivera, Peostcraft, YL Handicraft, Batik Yursi Cirebon, Zarming, serta Al Warits and Aromatherapy dan Rolupat Batik. Selama mengikuti pameran, UKM Indonesia juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan industri kerajinan tangan dan menampilkan beberapa karya batik serta aksesori tas kulit di ajang peragaan busana.

Menurut data International Trade Center (ITC) tahun 2017, ekspor kerajinan asal Indonesia ke Korea Selatan per tahun tercatat senilai USD 26,80 juta. Nilai ini terdiri dari kerajinan bahan kulit sebesar US$ 21,70 juta; kerajinan logam berupa artikel perhiasan dan perhiasan imitasi senilai US$ 3,43 juta; kerajinan bahan kayu berupa patung, hiasan kayu, kotak perhiasan, dan alat makan sejumlah US$ 1,63 juta; serta lukisan dan barang seni lainnya senilai US$ 45 ribu.

“Hal ini membuktikan bahwa di tengah perkembangan teknologi modern, masyarakat Korea Selatan tetap menghargai dan membutuhkan produk yang memiliki sentuhan seni budaya atau sejarah. Peluang ini yang harus dimanfaatkan oleh para pelaku UKM untuk dapat melakukan ekspansi pasar dan meningkatkan ekspor ke Korea Selatan,” jelas Dewi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang sudah diolah Kemendag, total data perdagangan Indonesia dan Korea Selatan periode Januari−Mei 2018 tercatat sejumlah US$ 7,55 juta atau naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai US$ 6,83 juta. Sementara total ekspor nonmigas Indonesia dan Korea Selatan periode Januari−Mei 2018 mencapai US$ 2,88 juta atau naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 2,62 juta.

Lenovo, GO-JEK, dan JD.ID Berkolaborasi untuk Mudahkan Mitra Driver Miliki Gadget

0

Berempat.com – Lenovo, produsen laptop satu ini telah mengumumkan kolaborasi bersama GO-JEK dan JD.ID dalam program GO-JEK SWADAYA. Program ini memudahkan mitra GO-JEK dan keluarganya untuk memiliki perangkat Lenovo dengan cepat, mudah, dan paket harga yang sangat terjangkau melalui JD.ID.

Adapun produk Lenovo yang bisa didapatkan dari program GO-JEK SWADAYA ini antara lain Yoga 330, laptop multimode terbaru dari Lenovo dengan kemampuan multimedia yang canggih. Laptop ini sangat ringan, bisa dipegang satu tangan, dan bisa digunakan juga sebagai pengisi daya baterai gadget lainnya di perjalanan. Ada juga Ideapad 120S, laptop 14 inci tipis dan terjangkau yang sudah dilengkapi SSD sehingga cocok bagi muda-mudi dan pelajar yang aktif.

GO-JEK SWADAYA merupakan program pemberian akses manfaat tambahan khusus untuk mitra driver seperti pengelolaan keuangan yang meliputi diskon untuk kebutuhan sehari-hari, cicilan ringan, pemberian akses layanan jasa keuangan seperti perbankan dan asuransi, serta akses terhadap penghasilan tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kolaborasi bersama Lenovo, dan JD.ID merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami. Lewat kerja sama ini, bersama-sama kita bisa membantu memberikan angsuran laptop dengan harga terjangkau kepada mitra driver terpilih,” ujar Vice President Driver Community GO-JEK Jaka Wiradisuria.

Apalagi, imbuhnya, angsuran laptop ini bisa digunakan oleh mitra dan keluarga, khususnya anak yang akan kembali masuk sekolah. “Ini merupakan bentuk komitman kami untuk terus melanjutkan kerja sama dengan berbagai pihak demi kesejahteraan mitra,” ujarnya.

Consumer Lead Lenovo Indonesia Helmy Susanto pun mengaku senang atas kolaborasi ini. Pasalnya, kerja sama ini dapat menjawab keinginan calon konsumen, terutama para mitra, akan kemudahan kepemilikan perangkat teknologi.

“Hal ini sejalan dengan pedoman kami untuk menjadi perusahaan yang customer-centric, senantiasa mendengarkan para pengguna dan menghadirkan produk teknologi yang terbaik di kelasnya,” ungkap Helmy.

Masih Banyak Botol Baja Gas yang Meledak, Kemnaker Gandeng AGII untuk Lakukan Sertifikasi Alat

0

Berempat.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) siap menjalin kerja sama dengan Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) dalam rangka meningkatkan fungsi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri gas.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan selama ini masih banyak botol baja gas meledak akibat penggunaan alat tes bejana tekan botol baja yang tidak sesuai standar K3. Untuk mencegah kecelakaan tersebut berulang, Kemnaker dan AGII akan mensertifikasi setiap stasiun pengisian (Filling Station) botol baja.

“Asosiasi Gas Industri Indonesia ingin menjalin kerja sama dengan kementerian Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pengawasan terhadap produksi gas agar terjamin aspek K3-nya,” ujar Hanif dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (31/7).

“Terkait dengan produk-produk gas yang digunakan oleh publik, kita sering mendengar ada kasus botol/tabung gas meledak. Nah itu kan menyangkut keselamatan manusia ya, jadi nanti ke depan AGII bersama dengan kementerian akan menjalin kerja sama untuk melakukan penertiban terhadap produksi-produksi gas supaya keamanannya itu terjamin sehingga tidak timbul korban,” imbuh Hanif.

Sementara itu, Ketua Umum AGII Arief Harsono mengatakan, terkait keamanan botol baja bertekanan tinggi sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 37 Tahun 2016 tentang K3 Bejana Tekanan dan Tanki Timbun.

Namun, mengingat jumlah botol baja yang beredar di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 2 juta, dan alat tes yang masih sangat konvensional karena hanya mampu melakukan pengetesan 40 botol per hari, sehingga mengakibatkan banyak botol baja yang tidak sesuai standar K3 beredar di masyarakat.

“Oleh karena itu dibutuhkan alat tes botol baja yang lebih modern dan mampu melakukan tes sebanyak 100 botol per jam. Dengan begitu akan meningkatkan keamanan bagi produsen, distributor, agen, dan masyarakat pengguna gas industri,” ungkap Arief.

Arif menambahkan, AGII membutuhkan dukungan dari Kemnaker dalam rangka mewajibkan penggunaan alat tes bejana tekan botol baja yang lebih modern sesuai dengan standar K3. Pasalnya, selama ini masih ada yang melakukan tes tekanan botol baja menggunakan air.

“Kita minta didukung oleh Kemnaker untuk mengawal ini. Jadi nanti setiap filling station yang ada pengisian gas itu kita sertifikasi. Nah, sertifikasi tentu bekerja sama dengan Kemnaker,” kata Arief.

Arif mengatakan, AGII akan menunjuk perusahaan-perusahaan yang direkomendasikan melakukan tes. Untuk itu akan ada perusahaan-perusahaan yang akan mendapat rekomendasi untuk melakukan tes botol baja.

Laba Bersih Unilever di Semester I-2018 Turun 2,59%

0

Berempat.com – PT Unilever Indonesia Tbk. mencatatkan kinerja keuangan yang kurang membanggakan di semester I-2018 ini. Berdasarkan keterbukaan informasi, Selasa (31/7), Unilever mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,53 triliun, turun 2,59% dibandingkan periode sama pada tahun lalu yang tercatat Rp 3,62 triliun.

Selain itu, pendapatan perseroan berkode emiten UNVR ini pun turun tipis 0,38% atau menjadi Rp 21,18 triliun. Pada periode sama tahun lalu Unilever mencatatkan penjualan sebesar Rp 21,26 triliun. Sementara itu beban pokok penjualan perusahan naik 0,64% dari Rp 10,35 triliun menjadi Rp 10,4 triliun.

Namun, kendati demikian jumlah aset perusahaan naik dari posisi akhir 2017 sebesar Rp 18,9 triliun menjadi Rp 20,52 triliun di akhir Juni 2018. Hal tersebut juga berbanding lurus dengan jumlah liabilitas Unilever Indonesia yang naik dari Rp 13,7 triliun, menjadi Rp 15,5 triliun. Angka tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 14,4 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 1,1 triliun.

Penjualan Tergerus Kedai Kopi Lokal, Starbucks Gandeng Alibaba

0

Berempat.com – Penjualan Starbucks Corp dikabarkan mengalami penurunan penjualan sebesar 2% di Tiongkok pada semester I-2018. Sebelumnya, penurunan penjualan juga terjadi pada periode sama tahun lalu sebesar 7%.

Mengahadapi hal tersebut, Starbucks pun memilih menjalankan strategi baru dengan menggandeng raksasa e-commerce Tiongkok, Alibaba Group. Bentuk kerja sama tersebut berupa layanan pesan antar.

Mengutip dari Reuters, Selasa (31/7), langkah kerja sama bisnis tersebut dilakukan setelah mantan Pemimpin Eksekutif Starbucks Howard Schultz menyarankan agar Starbucks dapat menggandeng Alibaba untuk layanan pesan antar.

Sementara itu, Wall Street Journal mewartakan bahwa kesepakatan kerja sama antara dua perusahaan tersebut akan dilakukan pada akhir pekan ini. Namun, hingga berita ini diturunkan pihak Starbucks belum juga memberikan komentar.

Menanggapi kerja sama tersebut, seorang analis untuk Wiliam Blair, Sharon Zackfia menilai bahwa kerja sama ini merupakan solusi bagi Starbucks dalam meningatkan penjualan, terutama dalam menyasar layanan pesar antar yang cepat.

“Ini akan menjadi langkah pertama yang penting, apalagi ini merupakan layanan pesan antar yang cepat yakni dengan menggunakan pemesanan melalui telepon seluler yang belum ada di Cina,” ujar Zackfia..

Sebelumnya, penurunan penjualan Starbucks di Tiongkok terindikasi oleh meningkatnya persaingan kedai kopi lokal yang mulai tumbuh pesat. Salah satu kedai yang sedang tumbuh di sana ialah China Luckin yang telah membuka lebih dari 660 gerai di 13 kota di Cina. Padahal China Luckin baru diluncurkan pada Januari 2018 lalu.

Gerbang Pembayaran Nasional Resmi Meluncur; Saingi Visa dan MasterCard?

0

Berempat.com – Bank Indonesia (BI) telah resmi meluncurkan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) pada Senin (30/7). GPN sendiri merupakan sistem yang menghubungkan berbagai kanal perbankan menjadi satu. Dengan adanya GPN ini, maka jenis kartu debit apa pun yang tergabung dalam GPN bisa digesekkan pada semua mesin EDC maupun tarik tunai di mesin ATM dari berbagai macam bank.

Fungsi GPN memang layaknya Visa maupun MasterCard yang selama ini logonya tersemat di setiap kartu ATM atau Debit bank di Indonesia. Bahkan, Kepala Departemen Elektronifikasi dan GPN BI Pungky Purnomo Wibowo mengungkapkan optimismenya bahwa sistem GPN dapat setara dengan Visa maupun MasterCard.

Mendukung pernyataan Pungky, Deputi Direktur Departemen Elektronifikasi dan GPN BI Aloysius Donanto mengungkapkan bahwa sistem GPN telah didukung sebanyak 60 bank. Bahkan, saat ini GPN telah diklaim memberikan pelayanan maksimal karena mampu menyatukan jaringan Visa, Mastercard, hingga Union Pay dan JCB.

“GPN itu melayani empat itu dan bank-bank lainnya juga. Kalau misalnya ditanya sistemnya, harusnya lebih baik. Itu kelebihan utama GPN dibandingkan yang lain,” terang Aloysius.

Salah satu keuntungan dari penggunaan GPN sendiri yang diklaim oleh Aloysius ialah nasabah bisa lebih hebat. Aloysius sendiri menyebut bahwa nasabah sudah bisa berhemat hingga total Rp 17,77 miliar per hari dengan adanya GPN tersebut. Pasalnya, hal tersebut seiring dengan menurunnya biaya transaksi yang mesti ditanggung oleh nasabah ketika bertransaksi melalui mesin EDC atau tarik tunai di ATM yang berbeda.

Sebelum adanya GPN, terang Aloysius, tarif MDR yang ditanggung oleh merchant sebesar 1,6-2,2%. Namun tanggungan tersebut menurun menjadi hanya 1% setelah ada logo GPN.

“Sebelum ada logo GPN, transaksi sehari sampai Rp 25 miliar, setelah ada GPN turun jadi Rp 7,25 miliar,” ungkap Aloysius.

Aloysius juga memaparkan, nilai transaksi interkoneksi debit sejak Desember 2017 sampai saat ini secara rata-rata naik 107,48% per bulan. Itu artinya, rata-rata transaksi debit per harinya mencapai Rp 17 triliun.

“Proporsi transaksinya 5% off us dan 95% on us. Untuk transaksi on us setelah GPN ini hanya dikenakan 0,15 persen dan off us 1 persen,” imbuh Aloysius.

Sementara itu, untuk total transaksi melalui kartu ATM berlogo GPN sejak Oktober 2017 hingga Juni 2018 tercatat sebesar Rp 11,58 triliun. Nilai transaksi tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat pada manfaat dan kemudahan dari pelaksanaan GPN. Saat ini, BI juga sedang mempertimbangkan untuk menerbitkan pedoman standar pembayaran elektronik via QR Code yang penggunaannya pun tengah berkembang pesat.

Apalagi, Aloysius mengklaim transaksi dengan kartu ATM berlogo GPN akan lebih aman karena penyelesaian transaksi dilakukan di Indonesia. Itu berarti tidak ada data yang diproses di luar negeri.

“Lalu ada penurunan biaya, perluasan gerakan nontunai, lalu inovasi dan kompetisi yang sehat,” ujar Aloysius.

Namun, kendati demikian penggunaan kartu GPN sendiri baru berlaku untuk transaksi domestik. Sementara untuk penggunaan di luar negeri nasabah masih harus mengandalkan jaringan internasional seperti Visa dan MasterCard.