Gerbang Pembayaran Nasional Resmi Meluncur; Saingi Visa dan MasterCard?

0
466

Berempat.com – Bank Indonesia (BI) telah resmi meluncurkan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) pada Senin (30/7). GPN sendiri merupakan sistem yang menghubungkan berbagai kanal perbankan menjadi satu. Dengan adanya GPN ini, maka jenis kartu debit apa pun yang tergabung dalam GPN bisa digesekkan pada semua mesin EDC maupun tarik tunai di mesin ATM dari berbagai macam bank.

Fungsi GPN memang layaknya Visa maupun MasterCard yang selama ini logonya tersemat di setiap kartu ATM atau Debit bank di Indonesia. Bahkan, Kepala Departemen Elektronifikasi dan GPN BI Pungky Purnomo Wibowo mengungkapkan optimismenya bahwa sistem GPN dapat setara dengan Visa maupun MasterCard.

Mendukung pernyataan Pungky, Deputi Direktur Departemen Elektronifikasi dan GPN BI Aloysius Donanto mengungkapkan bahwa sistem GPN telah didukung sebanyak 60 bank. Bahkan, saat ini GPN telah diklaim memberikan pelayanan maksimal karena mampu menyatukan jaringan Visa, Mastercard, hingga Union Pay dan JCB.

“GPN itu melayani empat itu dan bank-bank lainnya juga. Kalau misalnya ditanya sistemnya, harusnya lebih baik. Itu kelebihan utama GPN dibandingkan yang lain,” terang Aloysius.

Salah satu keuntungan dari penggunaan GPN sendiri yang diklaim oleh Aloysius ialah nasabah bisa lebih hebat. Aloysius sendiri menyebut bahwa nasabah sudah bisa berhemat hingga total Rp 17,77 miliar per hari dengan adanya GPN tersebut. Pasalnya, hal tersebut seiring dengan menurunnya biaya transaksi yang mesti ditanggung oleh nasabah ketika bertransaksi melalui mesin EDC atau tarik tunai di ATM yang berbeda.

Sebelum adanya GPN, terang Aloysius, tarif MDR yang ditanggung oleh merchant sebesar 1,6-2,2%. Namun tanggungan tersebut menurun menjadi hanya 1% setelah ada logo GPN.

“Sebelum ada logo GPN, transaksi sehari sampai Rp 25 miliar, setelah ada GPN turun jadi Rp 7,25 miliar,” ungkap Aloysius.

Aloysius juga memaparkan, nilai transaksi interkoneksi debit sejak Desember 2017 sampai saat ini secara rata-rata naik 107,48% per bulan. Itu artinya, rata-rata transaksi debit per harinya mencapai Rp 17 triliun.

“Proporsi transaksinya 5% off us dan 95% on us. Untuk transaksi on us setelah GPN ini hanya dikenakan 0,15 persen dan off us 1 persen,” imbuh Aloysius.

Sementara itu, untuk total transaksi melalui kartu ATM berlogo GPN sejak Oktober 2017 hingga Juni 2018 tercatat sebesar Rp 11,58 triliun. Nilai transaksi tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat pada manfaat dan kemudahan dari pelaksanaan GPN. Saat ini, BI juga sedang mempertimbangkan untuk menerbitkan pedoman standar pembayaran elektronik via QR Code yang penggunaannya pun tengah berkembang pesat.

Apalagi, Aloysius mengklaim transaksi dengan kartu ATM berlogo GPN akan lebih aman karena penyelesaian transaksi dilakukan di Indonesia. Itu berarti tidak ada data yang diproses di luar negeri.

“Lalu ada penurunan biaya, perluasan gerakan nontunai, lalu inovasi dan kompetisi yang sehat,” ujar Aloysius.

Namun, kendati demikian penggunaan kartu GPN sendiri baru berlaku untuk transaksi domestik. Sementara untuk penggunaan di luar negeri nasabah masih harus mengandalkan jaringan internasional seperti Visa dan MasterCard.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.