Pindad Perkenalkan Mobil Listrik Mirip Bemo yang Dikembangkan Bersama ITB

0
787

Berempat.com – Baru-baru ini PT Pindad rupanya tengah mengembangkan mobil roda tiga yang menyerupai bemo. Namun, bedanya mobil ini dilengkapi bak terbuka pada bagian belakangnya dan merupakan mobil listrik. Untuk bisa mengembangkan mobil tersebut, Pindad pun menggandeng Institut Teknik Bandung (ITB).

Mobil listrik tersebut sempat dijapang Pindad di parkiran Gedung BPPT Jakarta yang masih satu komplek dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.  Pindad sengaja memajang mobil listriknya di sana dalam rangka meramaikan Seminar and Exhibition Electric Car.

Namun, Direktur Bisnis Produk dan Industrial Pindad Heru Puryanto menerangkan, sebenarnya dua bemo masih tahap purwarupa. “Ini sebenarnya baru prototype, intinya kalau Pindad mengembangkan motor listrik. Adapun kendaraannya bisa kerja sama dengan partner manapun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (31/7).

Dan sebagaimana bentuknya yang memiliki bak terbuka di bagian belakang, kendaraan tersebut memang digunakan untuk membawa produk-produk pertanian maupun digunakan untuk berdagang. Artinya, kendaraan listrik ini memiliki target pasar bagi kalangan petani maupun pedagang di wilayah pedesaan.

“Ini konsepnya angkutan pedesaan, bisa untuk jualan juga bisa, ini membantu operasional pedagang, atau petani,” terangnya.

Heru pun memastikan bahwa pengguna mobil ini tak akan kesulitan untuk mengisi bahan bakar kendaraannya. “Tidak perlu cari bahan bakar tinggal sampai di rumah colok listrik selesai. Pas listrik mati bisa diisi bensin karena ini hybrid intinya bensin menggerakkan generator disimpan di aki,” paparnya.

Namun, Heru menyebut bahwa Pindad masih terus melakukan evaluasi untuk produk mobil listriknya ini. Apalagi bila mengingat pengembangan mobil ini dilakukan sudah selama dua tahun dan baru dikeluarkan purwarupa. Karena itu, untuk bisa melanjutkan ke langkah produksi massal Heru menegaskan bahwa kendaraan listrik ini perlu memenuhi kriteria tertentu.

“Cukup bagus, cuma memang untuk mass production, kan, volumenya harus tercapai volume tertentu, kalau 100 biji mungkin belum bisa mass production. Nanti harganya terlalu tinggi. Kan kita ngejar harga yang bisa dijangkau,” terangnya.

Di samping itu, Heru sendiri tak menampik akan banyak menggandeng pihak lain untuk bisa produksi massal. “Ya sebagai contoh yang sudah ada partnernya yang gesit. Ada Wika Konstruksi, Garasindo, ada Pindad dari sisi industrinya,” tutupnya.

Sementara itu, Heru pun mengungkapkan andaikan mobil listrik ini sudah bisa diproduksi massal maka akan dipatok harga relatif terjangkau.

“Kalau ini kami belum punya estimasinya, masih prototipe sih ya, nanti berbeda dengan mass productionnya mungkin sekitar di Rp 35-40 juta, kurang lebih seperti itu,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.