15 UKM Indonesia Catatkan Transaksi US$ 2,22 Juta di Korea Handmade 2018

0
756
Ilustrasi kerajinan tangan UKM. (Antara)

Berempat.com – Sebanyak 15 usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia berhasil mencatatkan transaksi sebesar US$ 2,22 juta atau setara Rp 310 miliar (kurs Rp 14.000) pada pameran “Korea Handmade 2018” yang berlangsung pada 26-29 Juli 2018 di Convention and Exhibition Center, Seoul, Korea Selatan.

Nilai penjualan tersebut terdiri dari transaksi saat pameran sebesar US$ 220 ribu atau Rp 3 miliar untuk produk tas dari kulit reptil, tas kristal batik, perhiasan dari perak, bros, dekorasi rumah dari kayu, baju, dan kain batik. Serta transaksi potensial sebesar US$ 2 juta atau Rp 280 miliar untuk produk tas kulit dan baju batik.

Selain itu, penjajakan sampel untuk trial order di beberapa produk makanan ringan, perhiasan berupa bros atau mutiara, serta dekorasi rumah dari kayu juga dilakukan. Pameran yang difasilitasi oleh Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (Atdag dan ITPC) Busan ini bertujuan mempromosikan produk-produk kerajinan tangan asal Indonesia.

“Melalui pameran ini, diharapkan UKM Indonesia dapat memperkenalkan aneka produk kerajinan tangan Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan, serta mendapatkan pengalaman dan pembelajaran dalam memasuki pasar internasional,” ujar Kepala ITPC Busan Ni Made Kusuma Dewi pada keterangan resminya di Korea Selatan.

Para UKM Indonesia yang mengikuti pameran antara lain Bunning Handicraft, Peggy’s Arts and Craft, SVH, Wira Silver Bali, Andika Snack, Tarti Camelia, Fifi Collection, Eka Rivera, Peostcraft, YL Handicraft, Batik Yursi Cirebon, Zarming, serta Al Warits and Aromatherapy dan Rolupat Batik. Selama mengikuti pameran, UKM Indonesia juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan industri kerajinan tangan dan menampilkan beberapa karya batik serta aksesori tas kulit di ajang peragaan busana.

Menurut data International Trade Center (ITC) tahun 2017, ekspor kerajinan asal Indonesia ke Korea Selatan per tahun tercatat senilai USD 26,80 juta. Nilai ini terdiri dari kerajinan bahan kulit sebesar US$ 21,70 juta; kerajinan logam berupa artikel perhiasan dan perhiasan imitasi senilai US$ 3,43 juta; kerajinan bahan kayu berupa patung, hiasan kayu, kotak perhiasan, dan alat makan sejumlah US$ 1,63 juta; serta lukisan dan barang seni lainnya senilai US$ 45 ribu.

“Hal ini membuktikan bahwa di tengah perkembangan teknologi modern, masyarakat Korea Selatan tetap menghargai dan membutuhkan produk yang memiliki sentuhan seni budaya atau sejarah. Peluang ini yang harus dimanfaatkan oleh para pelaku UKM untuk dapat melakukan ekspansi pasar dan meningkatkan ekspor ke Korea Selatan,” jelas Dewi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang sudah diolah Kemendag, total data perdagangan Indonesia dan Korea Selatan periode Januari−Mei 2018 tercatat sejumlah US$ 7,55 juta atau naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai US$ 6,83 juta. Sementara total ekspor nonmigas Indonesia dan Korea Selatan periode Januari−Mei 2018 mencapai US$ 2,88 juta atau naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 2,62 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.