Masih Banyak Botol Baja Gas yang Meledak, Kemnaker Gandeng AGII untuk Lakukan Sertifikasi Alat

0
543
Ketua Umum AGII Arief Harsono (kiri) dan Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat pertemuan di Jakarta. (Dok. Kemnaker)

Berempat.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) siap menjalin kerja sama dengan Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) dalam rangka meningkatkan fungsi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri gas.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan selama ini masih banyak botol baja gas meledak akibat penggunaan alat tes bejana tekan botol baja yang tidak sesuai standar K3. Untuk mencegah kecelakaan tersebut berulang, Kemnaker dan AGII akan mensertifikasi setiap stasiun pengisian (Filling Station) botol baja.

“Asosiasi Gas Industri Indonesia ingin menjalin kerja sama dengan kementerian Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pengawasan terhadap produksi gas agar terjamin aspek K3-nya,” ujar Hanif dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (31/7).

“Terkait dengan produk-produk gas yang digunakan oleh publik, kita sering mendengar ada kasus botol/tabung gas meledak. Nah itu kan menyangkut keselamatan manusia ya, jadi nanti ke depan AGII bersama dengan kementerian akan menjalin kerja sama untuk melakukan penertiban terhadap produksi-produksi gas supaya keamanannya itu terjamin sehingga tidak timbul korban,” imbuh Hanif.

Sementara itu, Ketua Umum AGII Arief Harsono mengatakan, terkait keamanan botol baja bertekanan tinggi sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 37 Tahun 2016 tentang K3 Bejana Tekanan dan Tanki Timbun.

Namun, mengingat jumlah botol baja yang beredar di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 2 juta, dan alat tes yang masih sangat konvensional karena hanya mampu melakukan pengetesan 40 botol per hari, sehingga mengakibatkan banyak botol baja yang tidak sesuai standar K3 beredar di masyarakat.

“Oleh karena itu dibutuhkan alat tes botol baja yang lebih modern dan mampu melakukan tes sebanyak 100 botol per jam. Dengan begitu akan meningkatkan keamanan bagi produsen, distributor, agen, dan masyarakat pengguna gas industri,” ungkap Arief.

Arif menambahkan, AGII membutuhkan dukungan dari Kemnaker dalam rangka mewajibkan penggunaan alat tes bejana tekan botol baja yang lebih modern sesuai dengan standar K3. Pasalnya, selama ini masih ada yang melakukan tes tekanan botol baja menggunakan air.

“Kita minta didukung oleh Kemnaker untuk mengawal ini. Jadi nanti setiap filling station yang ada pengisian gas itu kita sertifikasi. Nah, sertifikasi tentu bekerja sama dengan Kemnaker,” kata Arief.

Arif mengatakan, AGII akan menunjuk perusahaan-perusahaan yang direkomendasikan melakukan tes. Untuk itu akan ada perusahaan-perusahaan yang akan mendapat rekomendasi untuk melakukan tes botol baja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.